Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NOHYANTO BANFATIN

2 karya publik ditemukan.

2022: 2

PENAMBAHAN PEREKAT PADA PEMBUATAN BRIKET LIMBAH PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penilitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penambahan perekat pada pembuatan briket limbah penyulingan minyak kayu putih. Bahan yang di gunakan yaitu serbuk limbah daun penyulingan minyak kayu putih yang diolah menjadi partikel dengan mesin pengilingan. Penilitian dilakukan dengan 4 perlakuan dengan ukuran ayakan bahan baku 40 mesh, rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji duncan. Setiap perlakuan mengalami 6 ulangan dengan berat bahan baku 1000 gr. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan perekat memberikan pengaruh pada variabel pengamatan ketahanan, lama nyala, massa jenis, dan kadar air. Perlakuan D (perekat 20%) adalah perlakuan terbaik dari setiap perlakuan yang menghasilkan nilai ketahanan tertinggi 93.66667 %, lama nyala tertinggi 1.724999 gr/t, massa jenis tertinggi 539.486 gr/f namun berbeda nyata dengan perlakuan A (perekat 5 %) kadar air terendah 13.93333333 %.

PENAMBAHAN PEREKAT PADA PEMBUATAN BRIKET LIMBAH PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penilitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penambahan perekat pada pembuatan briket limbah penyulingan minyak kayu putih. Bahan yang di gunakan yaitu serbuk limbah daun penyulingan minyak kayu putih yang diolah menjadi partikel dengan mesin pengilingan. Penilitian dilakukan dengan 4 perlakuan dengan ukuran ayakan bahan baku 40 mesh, rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji duncan. Setiap perlakuan mengalami 6 ulangan dengan berat bahan baku 1000 gr. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan perekat memberikan pengaruh pada variabel pengamatan ketahanan, lama nyala, massa jenis, dan kadar air. Perlakuan D (perekat 20%) adalah perlakuan terbaik dari setiap perlakuan yang menghasilkan nilai ketahanan tertinggi 93.66667 %, lama nyala tertinggi 1.724999 gr/t, massa jenis tertinggi 539.486 gr/f namun berbeda nyata dengan perlakuan A (perekat 5 %) kadar air terendah 13.93333333 %.