Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: perekat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN SERBUK BIJI KUSAMBI TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Kesambi (Schleichera Oleosa) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman kesambi ini memiliki daun yang lebar, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah biji yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, biji kesambi akan diolah menjadi briket. Di dalam biji kesambi terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk biji kesambi, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk biji kesambi menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk biji kesambi) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk biji kesambi yaitu dengan waktu 2jam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK GETAH KULIT POHON DAN BUAH BERPOTENSI SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN LEM KERTAS DI DESA DUAWUTUN, KECAMATAN NAGAWUTUNG, KABUPATEN LEMBATA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Tumbuhan bergetah merupakan salah satu komoditi penting bagi masyarakat lembata. Perekat merupakan hal yang sangat penting dalam industri pengolahan kertas, kayu dan literatur lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh getah dari mangga,nangka,maja dan kudo untuk pembuatan perekat, kemudian memperoleh perekat kertas, dan membandingkan karakteristik perekat dari masing masing tumbuhan bergetah tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli-september di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Prosedur penelitian di mulai dari proses pengambilan sampel dari lokasi penelitian, Pembuatan lem dengan proses pemasakan lalu dibandingkan kualitas masing masing getah melalui proses pengujian karakterisasi perekat dari getah pohon mangga, nangka, maja dan kudo yaitu uji kenampakan, uji keasaman (pH), berat jenis perekat. Hasil pengamatan yang diperoleh pada pengujian nilai berat jenis pada perekat dari getah nangka yaitu 1,05 gram, perekat dari getah mangga yaitu 1,00gram, perekat dekstrin dari getah maja yaitu 1,03 gram, dan perekat dekstrin dari getah kudo yaitu 1,15 gram. Nilai berat jenis yang diperoleh mendekati nilai berat jenis air yaitu 1,00.(a) Uji kenampakan: getah nangka berwarna putih kecoklatan, getah maja berwarna orange, getah mangga berwarna kuning kecoklatan dan getah kudo berwarna cokelat kehitaman. (b) Tingkat keasaman (pH) Mangga =6 pH;Nangka = 7pH;Maja = 3pH; dan Kudo = 5pH. (c) Berat jenis perekat dekstrin getah pohon:Nangka = 1,05gram; Mangga= 1,00gram; Maja = 1,03gram; dan Kudo = 1,15gram. Hal ini menunjukkan kualitas daya rekat dari getah kudo, nangka dan maja lebih bagus dari pada getah mangga. Namun untuk kulalitas bahan perekat lem kertas lebih bagusnya lagi menggunakan getah nangka dan kudo.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail