ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Kesambi (Schleichera Oleosa) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman kesambi ini memiliki daun yang lebar, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah biji yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, biji kesambi akan diolah menjadi briket. Di dalam biji kesambi terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk biji kesambi, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk biji kesambi menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk biji kesambi) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk biji kesambi yaitu dengan waktu 2jam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia kaya akan sumber pangan tinggi karbohidrat. Salah satu komoditi pangan sumber karbohidrat yang melimpah di Indonesia adalah singkong. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahuikualitas kimia dilihat dari parameter (kadar air, kadar abu, kadar pati) dengan berbagai variasi mesh, untuk mengetahui uji organoleptik dilihat dari parameter (warna, aroma, tekstur) dengan berbagai variasi mesh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini untuk analisis kimia adalah kadar air, kadar abu dan kadar pati. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan P2 dengan nilai rata-rata 10,59%, kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan P2 dengan nilai rata-rata 2,30%, sedangkan kadar pati tertinggi terdapat pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 44,93%. Uji organoleptik meliputi warna, aroma dan tekstur dengan uji hedonik. Nilai tingkat kesukaan tertinggi terhadap parameter warna terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 4,00 (kriteria sangat putih), nilai tingkat kesukaan tertinggi terhadap parameter aroma terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 3,30 (kriteria cukup suka), dan nilai tingkat kesukaan tertinggi terhadap parameter tekstur terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 4,00 (kriteria sangat halus).