Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Bahan pangan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEK PENAMBAHAN TEPUNG BERAS MERAH TERHADAP KUE SARANG SEMUT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Efek penambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut Marta Peang Lagur *) Ir. Nuhamara melkianus, mp**) Banoet M, I Regina, Sp, Mp**) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pnambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut dengan mengunak ranangan acak lengkap (RAL) 4 perlkuan dan masih-masih 3 kali ulangan dengan persentasi 0%. 5%, 10%, 15% tepung beras merah. Hasil peneltian ini menunjukan bawah uji analisis organeleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan subsitusi 5% terdapat aroma kue sarang semut yang tertinggi dengan skor 4.611 ( sangat suka) rasa kue sarang semut yang paling tinggi disukai terdapat pada 5% terdapat rasa kue sarang semut yang lebih tinggi dengan skor 4.806 (sangat suka) tektur kue sarang semut yang paling di sukai terdapat pada 5% terdapat tektur kue sarang semut yang lebih tinggi dengan skor 4.778 ( sangat suka) Kata kunci ; bahan pangan lokal penambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut *) penelitian **) pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA MIE BASAH DARI BIJI SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) DI DESA UMALOR KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA MIE BASAH DARI BIJI SORGUM (Sorghumbicolor L. Moench) DI DESA UMALOR KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA. Werung, U. A.S)* Ballo, A)** Nge, T.S)*** Sorgum merupakan salah satu bahan pangan alternatif untuk mengurangi impor terigu, sehingga dapat memperbaiki status gizi dari mie basah yang dihasilkan. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dibandingkan bahan pangan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada mie basah dari biji sorgum yang terdapat di Desa Umalor Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW kupang dan di Laboratoium Pengawasan Mutu Pangan (PMP) menggunakan metode eksperimen RAL dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan yaitu (PO) 100%: 0%, (P1) 60%: 40%, (P2) 50% : 50% (P3) 40%: 60%. Uji proksimat meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar karbohidrat. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan hasil yang berbeda nyata pada setiap perlakuan sehingga dilanjutkann uji lanjut Duncan Multiple Reing Test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Hasil Uji proksimat untuk mengukur kandungan gizi mie basah, kandungan kadar air tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 61,06%, kadar protein tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 7,91%, kadar lemak tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 11,34%, kadar abu tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 0,48% dan kadar karbohidrat tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 30,2% Kata Kunci:Sorgum, Mie Basah, Kandungan Gizi, Bahan Pangan,Desa Umalor. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT ANALYSIS OF THE NUTRITIONAL CONTENT OF WET NOODLES MADE FROM SORGHUM (Sorghum bicolor L. Moench) IN UMALOR VILLAGE, WEST MALAKA DISTRICT, MALAKA REGENCY Werung, U. A.S)* Ballo, A)** Nge, T.S)*** Sorghum is an alternative food source that can help reduce wheat imports and improve the nutritional quality of wet noodles. Compared to other food ingredients, sorghum has relatively high nutritional value. This study aimed to determine the nutritional content of wet noodles made from sorghum seeds originating from Umalor Village, West Malaka District, Malaka Regency. The research was conducted at the Biology Education Laboratory of Artha Wacana Christian University (UKAW) Kupang and the Food Quality Control Laboratory (PMP). The experimental method used was a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and two replications, namely P0 (100% wheat flour : 0% sorghum flour), P1 (60% wheat flour : 40% sorghum flour), P2 (50% wheat flour : 50% sorghum flour), and P3 (40% wheat flour : 60% sorghum flour). Proximate analysis was carried out to determine the levels of moisture, protein, fat, ash, and carbohydrates. Based on the results of the ANOVA test, there were significant differences among treatments; therefore, the analysis was continued using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results of the proximate test showed that the highest moisture content was found in treatment P0 (61.06%), the highest protein content in P0 (7.91%), the highest fat content in P3 (11.34%), the highest ash content in P3 (0.48%), and the highest carbohydrate content in P3 (30.2%). Keywords:Sorghum,Wet Noodles,Nutritional Content,Foodstuffs,Umalor Village Information: *) Researcher **) Advisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG MOTIF DAN MODUS TERJADINYA TINDAK PIDANA PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN DALAM MAKANAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penulis melakukan penelitian dengan judul deskripsi tentang motif dan modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah apa motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan dan apa modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan dan untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan. Jenis penulisan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian dalam tulisan ini Penulis menemukan motif para terdakwa adalah para terdakwa menggunakan formalin agar mie tahan lama dan awet sedangkan dengan menambahkan boraks agar mie menjadi kenyal dan faktor ekonomi tetap utama dimana penjualan mie yang mengandung formalin dan boraks dalam jumlah banyak memberikan banyak keuntungan yang besar setelah mie basah di produksi dan dijual kepada pembeli. Modus pelaku yang memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya didasari oleh faktor-faktor yang menyebabkan perbuatan tersebut terjadi. Ada dua modus yang menjadi penyebab produsen memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan yang berasal dari dalam diri individu tersebut, sedangkan kebalikannya faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu tersebut. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan, maka penulis menarik kesimpulan yakni motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan tambahan pangan dalam makanan karena ingin mendapatkan mie yang lebih putih, lentur dan awet serta tahan lama serta ingin keuntungan yang besar dari hasil penjualan dan modus yang dilakukan oleh pelaku yang memproduksi mie dengan campuran formalin dan boraks adalah pelaku mencampur semua bahan yang telah disiapkan yakni terigu, air, garam, soda mie, formalin dan atau boraks kemudian dimasak/direbus dan dikeringkan/ angin-anginkan setelah itu dicetak menjadi mie yang kemudian siap untuk dijual ke pasaran. Sedangkan saran dalam tulisan ini yakni pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pembedaan bahan tambahan pangan yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam memproduksi pangan. Untuk mencegah pelaku produsen yang memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya yang didorong oleh faktor pendidikan, dibutuhkan peran pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan pemberian edukasi tentang klasifikasi bahan tambahan pangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA MEMPRODUKSI BAHAN PANGAN MELAMPAUI AMBANG BATAS DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI WAMENA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Memproduksi Bahan Pangan Melampaui Ambang Batas Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Wamena”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : faktorfaktor apa saja yang menyebabkan terjadinya tindak pidana memproduksi bahan pangan melampaui ambang batas ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana memproduksi bahan pangan melampaui ambang batas Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Wamena. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel penelitian yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab pelaku tindak pidana memproduksi bahan pangan melampaui ambang batas sedangkan vaiabel terikat adalah putusan pengadilan terhadap pelaku tindak pidana memproduksi bahan pangan yang melampaui ambang batas Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Wamena. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi tindak pidana memproduksi bahan pangan yang melampaui ambang batas adalah : 1) faktor ekonomi, yaitu terdakwa ingin mendapatkan keuntungan guna memenuhi keperluan sehari-hari. 2) tidak mempunyai penghasilan tetap dan 3) untuk membayar hutang. Diharapkan bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan yang efektif dan bertanggung jawab mengatur dalam mengawasi produksi, pengolahan, pendistribusian makanan, dan minuman termasuk penggunaan bahan tambahan makanan dan minuman yang boleh digunakan dalam produksi dan pengolahan makanan dan minuman. Pemberlakuan sanksi pidana untuk pengamanan peredaran makanan dan minuman perlu dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan, baik pidana penjara, pidana denda dan pidana tambahan, baik terhadap perseorangan maupun korporasi untuk memberikan efek jera terhadap pelaku dan agar supaya bagi pihak lain tindak melakukan lagi perbuatan yang sama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAMA PERENDAMAN BUAH SUKUN (Artocarpus altillis) DALAM LARUTAN KAPUR SIRIH TERHADAP KARAKTERISTIK KERIPIK SUKUN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian tentang pengaruh lama perendaman buah sukun (Artocarpus alltilis) dalam larutankapur sirih terhadap karakteristik keripik sukun. Metode yang digunakan adalah menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 faktorial.Adapun faktor perlakuan yang digunakan adalah persentase kapur sirih dan lama perendaman larutan kapur sirih. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis organoleptik pada. Nilai rata-rata produk keripik sukun yang paling tinggi disukai konsumen yaitu terdapat pada perlakuan D dengan lama perendaman 80 menit menghasilkan nilai rata-rata Tekstur 3,689 (sangat suka) warna 3,756 (sangat suka) ; rasa 3,822 (sangat suka)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Tepung Uwi Ungu Sebagai Bahan Substitusi Dalam Pembuatan Kue Baruasa

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kue baruasa adalah kue manis yang berukuran kecil-kecil yang dibuat dengan bahan dasar tepung terigu dan bahan tambahan lainnya yang membentuk suatu formula adonan dengan cara dipanggang sehingga memiliki sifat dan struktur tertentu yang digemari masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 Mei sampai dengan 2 Juni 2021 di Laboratorium processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun, Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung uwi dan tepung terigu dalam pembuatan kue baruasa dan untuk memperoleh substitusi tepung uwi dan tepung terigu yang tepat dalam pembuatan kue baruasa dengan karakteristik sensorik yang dapat diterima oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan persentase 0%, 10%, 20%, dan 30%. Parameter yang diukur pada kualitas kue baruasa yang dihasilkan adalah uji warna, rasa, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukan Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan penambahan tepung uwi 10% terhadap warna dengan skor 4.694 (sangat suka), rasa pada perlakuan 10% dengan skor 4.833 (sangat suka) aroma pada perlakuan 10% dengan skor 4.667 (sangat suka) dan tekstur pada perlakuan 10% dengan skor 4.722 (sangat suka).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

JENIS UBI-UBIAN YANG DIMANFAATKAN SEBAGAI BAHAN PANGAN DI DESA MOTONGBANG KECAMATAN TELUK MUTIARA KABUPATEN ALOR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jenis Ubi-Ubian Yang Dimanfaatkan Sebagai Bahan Pangan di Desa Motongbang Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor Blegur,D.K.)* Bullu,N.I)** Daud,Y)* Salah satu usaha memantapkan swasembada pangan dan ketahanan pangan adalah dengan diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan yang dimaksudkan bukan untuk menggantikan beras sepenuhnya, namun mengubah dan memperbaiki pola konsumsi masyarakat supaya lebih beragam jenis pangan dengan mutu gizi yang lebih baik. Ubi-ubian merupakan tanaman yang cocok dikembangkan untuk mengatasi masalah pangan. ubi-ubian memiliki nilai gizi tinggi dan lengkap serta dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ubi-ubian yang di manfaatkan sebagai bahan pangan di Desa Motongbang Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi. Pengambilan data tanaman ubi-ubian dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi serta pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Jenis ubi-ubian yang berpotensi sebagai bahan pangan yang ditemukan di Desa Motongbang Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor meliputi 8 jenis tanaman ubi-ubian dan 12 kultivar dari 4 jenis tanaman yaitu Ubi kayu mentega, ubi kayu putih, ubi kayu adira 2, Ubi jalar putih, ubi jalar kuning, ubi jalar ungu, Uwi putih, uwi kuning, uwi kelapa, Uwi putih kulit coklat, Gadung, Talas kimpul, talas beneng, talas ungu, Ganyong, Garut. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan yaitu umbi dan daun. Kata kunci : Jenis ubi-ubian, Bahan pangan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Substitusi Tepung Jagung Pada Tepung Beras Terhadap Karakteristik Organoleptik Kue Cucur Khas NTT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SUBSTITUSI TEPUNG JAGUNG PADA TEPUNG BERAS TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK KUE CUCUR KHAS NTT Kellin .S Nobel*) Medah.I.A,**) Malelak Zet**) ABSTRAK Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui Pengaruh Substitusi Tepung Jagung Pada Tepung Beras Terhadap Karakteristik Organoleptik Kue Cucur Khas NTT. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali dengan presentase 100%, 50%, 75%, 100% tepung jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Ananlisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan substitusi 100% terhadap rasa kue cucur khas NTT yang tertinggi dengan skor 4,2 (sangat suka),dan tekstur kue cucur khas NTT yang paling tinggi dengan skor 4,3 (sangat suka).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Substitusi Serbuk Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata) Pada Kacang Kedelai (Glicine Max L) Terhadap Pembuatan Tempe

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi serbuk biji labu kuning terhadap pembuatan tempe. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali dengan presentase 0%, 10%, 15%, 20% serbuk biji labu kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Ananlisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan substitusi 10% terhadap rasa tempe yang tertinggi dengan skor 4,756 (sangat suka), warna tempe yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,600 (sangat suka) Dan aroma tempe yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,644 (sangat suka) .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP MASA SIMPAN PRODUK MANGGULU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian tentang pengaruh jenis kemasan terhadap masa simpan produk manggulu. Metode yang digunakan adalah mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali ulangan dengan jenis kemasan yang berbeda antara lain daun pisang, PP vakum, PP tanpa vakum dan retort pouch. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik pada aroma tertinggi terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,255 gr. Warna produk manggulu yang paling tertinggi disukai konsumen yaitu terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,132 gr. Rasa produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,167 gr. Tekstur produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,21 gr. Dan kadar air produk manggulu yang paling terendah terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 12,6495 %

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEK PENAMBAHAN SARI SERAI (Cymbopogon citratus) PADA SUSU UHT FULL CREAM TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN ES CREAM RASA SARI SERAI OLEH KONSUMEN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEK PENAMBAHAN SARI SERAI (Cymbopogon citratus) PADA SUSU UHT FULL CREAM TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN ES CREAM RASA SARI SERAI OLEH KONSUMEN Amilda. Tunmuni1) Ir. A.I. Medah, MP2) Ir. Zet Malelak, M.Si2) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian tentang efek penambahan sari serai terhadap susu UHT full cream bertujuan untuk memperoleh es cream sari serai yang disukai oleh konsumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali dengan presentase 0%, 5%, 10%, dan 15% sari serai. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik pada warna es cream terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,767. Aroma es cream sari serai yang disukai konsumen terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,700. Rasa es cream sari serai yang disukai konsumen terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,767. kata kunci : Bahan pangan lokal, es cream, organoleptik * ( peneliti ) ** ( Pembimbing)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT SENSORIK KUE KERING

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT SENSORIK KUE KERING Trisna Susanti. Tnunay*), Ir.A. I. Medah.,Mp**), Ir. I. D. A. A. R. R. Adi,Mp**) ABSTRAK Biji nangka merupakan bahan yang terbuang setelah dikonsumsi walaupun ada sebagain kecil masyarakat yang mengolahnya untuk dijadikan makanan misalnya dilolah menjadi kolak. Kue kering merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Menurut SNI 01-2973-1992, kue kering merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, relatif renyah bila dipatahkan dan bertekstur padat. Menurut O’brien lemak dalam kue kering berfungsi sebagai shortening dan akan mempengaruhi tekstur, flavor, kelembutan, dan mouthfeel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji nangka dalam pembuatan kue kering terhadap organoleptik ( rasa, warna, aroma dan tekstur) dan untuk mendapatkan salah satu tingkat kesukaan dalam menghasilkan kue kering yang baik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali dengan presentase ) 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% substitusi tepung biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan substitusi 10% terhadap rarsa kue kering yang tertinggi yaitu dengan skor 4,800 (sangat suka), Warna kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 4,667 (sangat suka), aroma kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 4,711 (sangat suka), dan tekstur kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 403,667 (sangat suka).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI TENTANG KOMPONEN BETA KAROTEN DAN DAYA TERIMA CENDOL BERBASIS CAMPURAN TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR LABU KUNING (Cucurbhita Moschata)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI TENTANG KOMPOSISI BETA KAROTEN DAN DAYA TERIMA CENDOL BERBASIS CAMPURAN TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR LABU KUNING (Cucurbhita Moschata) Demetria M.H. Lekik*), Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT**), Ir. M. Nuhamara, MP**) (Fakultas Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang) ABSTRAK Labu merupakan kelompok tumbuhan merambat dari famili Cucurbitaceae. Labu kuning kaya akan beta (β) karoten yang berfungsi sebagai prekursor vitamin A (Astawan, 2004) juga memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi (Gardjito, 2005). Cendol adalah produk olahan pangan yang berbahan dasar tepung hunkwe dan tepung beras, memiliki tekstur yang kenyal dan mempunyai ciri khas berwarna hijau (Rahman, dkk., 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pencampuran tepung tapioka dengan bubur labu kuning terhadap organoleptik (rasa, warna dan tekstur) sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari labu kuning. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan presentase 0%, 50%, 55%, 60% bubur labu kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan 60%, yang dimana proporsi bubur labu kuning 60% terhadap tekstur cendol labu kuning yang tertinggi dengan skor 3,6, rasa cendol labu kuning yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 60% dengan skor 3,8, warna cendol yang sesuai dengan pengamatan terhadap kartu warna makanan, warna yang paling tegas terdapat pada perlakuan 60% dengan indikator warna orange 021.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail