· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
Student, Name1 Supervisor1, Name.2 Supervisor2,Name.3
(Stefanie Dairu Kaniha) (Tiarma Marpaung, S.Pd.,M.Pd) (Eltina A.Maromon, SPd.,MA.)
The title of this writing is “ A Descriptive Study On Freshmen’s English Learning Motivation And Strategies At English Education Artha Wacana Christian University Kupang. The research conducted to answer questions 1. What are the freshmen’s types of motivation in learnig English at English education study program of Artha Wacana Christian University Kupang? 2. What are the fershmen’s strategies in learning English at English education study program of Artha Wacana Christian University Kupang? The thesis focuses on the motivation and strategy in learning English . The data will be taken by giving questionnaire as the isntrument. The participants were 12 students. The aims of this research are 1. To describe the freshmen’s types of motivation in learning English At english education study program of Artha Wacana Christian University Kupang. 2. To describe the freshmen’s strategies in learning English at English education study progran of Artha Wacana Christian University Kupang. Students motivation to learn English because of the fun atmosphere, the teacher who delivered the material well and the material is easy to understand. The factors behind the motivation to learn English as they like the atmosphere of the English class, are interested in the way English is used in conversation, and believe that students will be able to read and understand most of the texts in English if students continue to study them, nervous and confused when students speak in English class, students also feel learning English, is very interesting, besides that students are also motivated to learn a lot English, students very enjoy learning English. The way teachers motivate students begins with teachers realizing the importance of motivation.
Keywords :Motivation, strategy.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Profesionalisme dalam penelitian ini merupakan suatu kemampuan atau keahlian untuk melakasanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang di landasi atas keterampilan dan pengatahuan serta di dukung oleh sikap kerja yang di tuntut oleh pekerjaan tersebut. Keandalan dan keahlian dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dalam mutu tinggi, waktu yang tepat, cermat, dan dengan prosedur yang mudah dipahami dan diikuti oleh pelanggan.
Kompetensi pegawai yang ada dalam penelitian ini merupakan yang sangat penting dan berpengaruh dalam sebuah organisasi karena kompetensi berjalan beriringan dengan keberhasilan suatu organisasi.
Prestasi kerja dalam penelitian ini merupakan sebuah hasil kerja yang dicapai seorang karyawan dilihat dari karakteristik pribadinya serta persepsi terhadap perannya dalam pekerjaan itu, ataupun bentuk penilaian tersendiri dalam menjalankan dan meningkatkan program-program kerjanya. Prestasi seorang karyawan pada dasarnya merupakan hasil kerja seorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan misalnya standar, sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan sudah disepakati bersama.
Ada pun tujuan dalam penelitian ini Untuk mengetahui hubungan antara profesionalisme dan kompetensi pegawai terhadap prestasi kerja pegawai pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini penulis menggunakan kuesioner (angket) dan studi dokumentasi. Untuk kuesioner (angket) menggunakan bentuk checklist. Kuesioner dilengkapi dengan skala pengukuran untuk menghasilkan data kuantitatif. Skala ordinal digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi pegawai atau responden di Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda tentang 3 variabel Profesionalisme, kompetensi Pegawai dan Prestasi Kerja Pegawai.
Hasil analisa menyatakan terdapat hubungan positif antara variabel kompetensi pegawai (X2) dengan variabel prestasi kerja (Y) pegawai pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur dan juga terdapat hubungan yang positif antara variabel profesionalisme (X1) dengan variabel prestasi kerja (Y) pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil uji korelasi dihitung dengan menggunakan komputer program SPSS versi 20 for window dan memperoleh hasil yaitu diketahui nilai signifikan Sig.(2-tailed) antara profesionalisme dengan prestasi kerja adalah sebesar 0,066 dan nilai correlatin coefficient sebesar 0,262 sedangkan pada nilai signifikan Sig.(2-tailed) antara kompetensi pegawai dengan prestasi kerja adalah sebesar 0,192 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,187 dan pada nilai signifikan Sig.(2-tailed) antara profesionalisme dengan kompetensi pegawai adalah sebesar 0,100 dan nilai correlatin coefficient sebesar 0,235, maka dapat dikatakan variabel profesionalisme dan kompetensi pegawai secara bersama-sama mempunyai hubungan dengan tingkat yang rendah terhadap variabel prestasi kerja pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH LABA KOTOR, LABA OPERASI, DAB LABA BERSIH DALAMMEMPREDIKSI ARUS KAS DIMASA MENDATANG
(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
2017 - 2021)Gabriela risti rame Universitas Kristen Artha Wacana 2023
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh laba kotor, laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi arus kas dimasa mendatang dengan melakukan menguji masing – masing variable. Pentingnya arus kas dalam memprediksi dimasa mendatang karena informasi tentang arus kas suatu entitas berguna bagi para pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan entitas untuk menggunakan arus kas tersebut (PSAK No.2). Selain laporan arus kas, juga terdapat laporan laba rugi yang merupakan sebuah laporan penting terkait prediksi arus kas di masa yang akan datang. Laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba atau rugi bersih.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada BEI. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 6 perusahaan manufaktur sektor Miscellaneous Industry yang terdaftar dalam BursaEfek Indonesia pada tahun 2017 – 2021.Metode pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan dokumentasi dimana penulis mencari data langsung dari catatan- catatan atau laporan keuangan yang ada pada BEI melalui situs https://www.idx.co.id. Data sekunder yang diambil dari BEI ini terdiri dari laporan laba rugi dan laporan arus kas setiap perusahaan manufaktur yang terdaftar dan sesuai dengankriteria pemilihan sampel.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis
regresi linier berganda yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen Berdasarkan hasil uji t. Pada hasil regresi laba kotor dengan tingkat signifikansi 0,022 lebih kecil dari alpha (0,05) dari sini dapat disimpulkan bahwa Laba Kotor berpengaruh positif signifikan terhadap Arus kas dimasa mendatang. Hasil pengujian penelitian ini didukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Febrianto dan Widiastuty (2005) bahwa laba kotor memiliki kualitas lebih baik. Pada penelitian yang dilakukan oleh Febrianto dan Widiastuty, (2005) dibuktikan bahwa angka laba kotor lebih mampu memberikan gambaran yang lebih baik tentang hubungan antara laba dengan harga saham.Juga pada penelitian ini berdasarkan Uji persial (uji t) menyatakan bahwa laba operasi tidak berpengaruh dalam memprediksi aruskas, dengan nilai signifikan 0,566 lebih besar dari alpha (0,05), dapat disimpulkan bahwa variabel independen Laba operasi tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Arus kas masa depan dan berdasarkan Uji persial (uji t) menyatakan bahwa laba bersih tidak berpengaruh dalam memprediksi arus kas, dengan nilai signifikan 0,435 lebih besar dari alpha (0,05), dapat disimpulkan bahwa variabel independen Laba bersih tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Arus kas masa depan.
Dalam penyusunan laporan laba rugi, laba kotor dilaporkan lebih awal dari dua angka laba lainnya, artinya perhitungan angka laba kotor akan menyertakan lebih sedikit komponen pendapatan dan biaya dibandingkan dengan angka laba lainnya. Semakin detail perhitungan suatu angka laba, maka semakin banyak pilihan metode akuntansi dimana terdapat kemungkinan manajer memilih metode akuntansi yang menguntungkan pihak- pihak tertentu. Berdasarkan alasan tersebut, laba kotor lebih relevan digunakan sebagai alat untuk memprediksi arus kas di masa depan dibandingkan laba operasi dan laba bersih.
Kata Kunci : Laporan Arus Kas, Laba Kotor, Laba Operasi, Laba Bersih.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul skripsi penulis adalah : Deskripsi Tentang Putusan Pengadilan Dalam Sengketa Transasksi perdagangan Kontrak Berjangka Komuditi. Rumusan masalah dalam Penelitian ini adalah 1.Apa dasar Pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan hakim Peninjauan Kembali menyatakan gugatan para Penggugat ditolak
2. Apa dasar pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menyatakan gugatan para Penggugat dikabulkan. Tujuan penelitian ini adalah
1.Untuk menegtahui dasar Pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan hakim
Peninjauan Kembali menyatakan gugatan para Penggugat ditolak. 2. Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menyatakan gugatan para Penggugat dikabulkan. Jenis penelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan Hukum primer yang terdiri dari peraturan perundang-undangan, putusan Hakim dan kaida dasar. Variabel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Variabel bebas yaitu Alasan Hakim Pengadilan Negeri dan Peninjaun Kembali menyatakan gugatan para Penggugat ditolak serta hakim Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menyatakan gugatan para Penggugat dikabulkan dalam Sengketa Transasksi Perdagangan Kontrak Berjangka Komuditi, variabel terikat dalam penelitian ini adalah penyelesaian sengketa transaksi kontrak berjangkakomuditi Hasil penelitian ini penulis menemukan 2 (dua) alasan Putusan Hakin yang menyatakan gugatan ditolak dan gugatan dikabulkan dalam Sengketa Transasksi Perdagangan Kontrak Berjangka Komuditi, sebagai berikut :1. a) Gugatan para Penggugat sempurna secara formil. b) Para Penggugat tidak mampu membuktikan dalil gugatannya. 2. a) Gugatan para Penggugat sempurna secara formil. b) Para Pengguga mampu mendalilkan dalil gugatanya.
Kata kunci: Putusan Pengadilan, Tentang Sengketa Transaksi Perdagangan
Kontrak Berjangka Komuditi
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan di Rumah Makan Brutus Chiken Oesapa Kupang”. Rumusan masalah dalam penelitian adalah 1) Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan di rumah makan brutus chiken oesapa kupang? 2) Apakah harga perpengaruh terhadap kepuasan pelanggan di rumah makan brutus chiken oesapa kupang? Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan rumah makan dibrutus chiken oesapa kupang. 2) pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan di rumah makan brutus chiken oesapa kupang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 orang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22.00 for windows. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Variabel dalam penelitian ini adalah Kualitas Pelayanan, Harga dan Kepuasan Pelanggan.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear berganda yang hasilnya diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini melalui perhitungan analisis regresi linear berganda, diperoleh hasil bahwa, 1) Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada Rumah Makan Brutus Chiken Oesapa Kupang. 2) Harga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada Rumah Makan Brutus Chiken Oesapa Kupang. Berdasarkan hasil penelitian ini maka saran yang diberikan adalah pada variabel kualitas pelayanan, pernyataan kecepatan karyawan merespon pelanggan yang datang di Rumah Makan Brutus Chiken Oesapa Kupang paling rendah sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan. Pada variabel harga, pernyataan harga produk dirumah Makan Brutus Chiken yang rendah membuat konsumen ingin berbelanja kembali sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan. Pada variabel kepuasan pelanggan, pernyataan kecepatan karyawan merespon pelanggan yang datang di Rumah Makan Brutus Chiken Oesapa Kupang sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua pertayaan: 1) Apa jenis makna yang ditemukan dalam lirik lagu daerah sumba? 2) apa fungsi yang ditemukan pada lirik lagu daerah sumba? Penulisan ini berfokus pada makna dan fungsi lagu sumba penelitian ini adalah semua lirik dan kalimat dari tiga lirik lagu sumba penulisan menggunakan metode kualitatif, dimana datanya ada pada lirik ketiga lagu yang memeliki makna dalam liriknya data dianalis secara kualitatif berdasarkan analisis diketahui bahwa dua jenis makna yang yang satu ini yaitu makna lexical dan kontextual, sedangkan fungsi lagu adalah mendidik, menghibur dan menasehati sebagai nilai moral
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan masalah yang penulis kaji adalah : Apa dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan hakim Mahkamah Agung pada tingkat kasasi dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku pemalsuan akta otentik dan apa dasar pertimbangan hakim pengadilan tinggi dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku pemalsuan akta otentik?Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan hakim Kasasi dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku pemalsuan akta otentik dan pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi dalam menjatuhkan putusan lepas terhadap pelaku pemalsuan akta otentik.Jenis penelitian yang di gunakan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka.
Berdasarkan analisis pada bab sebelumnya maka adapun kesimpulan penulis adalah: Dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan akta otentik karena Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “secara bersama-sama ”menyuruh memasukan keterangan palsu kedalam akta otentik sedangkan pertimbangan hakim Kasasi dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan akta otentik yaitu Putusan judex facti/pengadilan tinggi dibuat tidak berdasarkan fakta hukum yang relevan secara yuridis dengan tepat dan benar, serta salah dalam menerapkan hukum dan dasar pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan akta otentik yaitu: Perbuatan terdakwa telah terbukti akan tetapi bukan merupakan tindak pidana melainkan perbuatan perdata.Saran untuk Hakim yaitu dalam membuat putusan Hakim harus memperhatikan fakta di persidangan dan penerapan hukum dalam menentukan terbukti atau tidaknya seorang terdakwa.Hakim harus menilai bukti-bukti yang di ajukan untuk di jadikan dasar pertimbangan dalam menjatuhkan putusan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Tindak Pidana Pemasangan Tv Kabel Tanpa Izin.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin? (2) Bagaimanakah modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin? (3) Bagaimanakah akibat hukum bagi korban dan pelaku tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin?
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. (2) Untuk mengetahui modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. (3) Untuk mengetahui akibat hukum bagi korban dan pelaku tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin yang dilakukan oleh terdakwa adalah:
a. Mencari keuntungan.
b. Memenuhi kebutuhan.
2. Modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin yang dilakukan oleh terdakwa adalah:
a. Pelaku menawarkan pemasangan TV Kabel kepihak lain.
b. Adanya kesepakatan pemasangan TV Kabel.
c. Pelaku menyalurkan siaran.
d. Pelaku menerima pembayaran.
3. Akibat hukum yang diperoleh terdakwa dalam tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin adalah:
a. Terdakwa dikenai pidana percobaan;
b. Terdakwa dikenai pidana denda;
c. Terdakwa membayar biaya perkara.
Adapun saran dari penulis terhadap konteks permasalahan penelitian ini antara lain:
1. Diharapkan penegak hukum dapat mencermati faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang yang melakukan tindak pidana pemasangan TV Kabel tanpa izin.
2. Diharapkan penegak hukum dapat memberantas tindak pidana pemasangan TV Kabel tanpa izin dengan cepat dan tepat.
3. Diharapkan penjatuhan hukuman lebih tegas sehingga masyarakat atau pun pelaku usaha pemasangan TV Kabel dapat melakukan izin terlebih dahulu sebelum dilakukan usaha pemasangan TV Kabel.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah : ANALISIS MOTIF DAN MODUS PEMBERIAN SUAP TERHADAP PEGAWAI NEGERI DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah bagaimana motif, modus dan akibat hukum pemberian suap terhadap pegawai negeri dalam perkara tindak pidana korupsi.
Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk Mengetahui Motif, Modus dan akibat hukum pemberian suap terhadap pegawai negeri dalam perkara tindak pidana korupsi. Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah dan Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif. sumber data yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif .
Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pada putusan pertama sampai putusan ke lima, dengan masalah pokok sebagai berikut:
1. Motif terjadinya pemberian suap terhadap pegawai negeri dalam perkara tindak pidana korupsi adalah:
a. Terdakwa ingin mencari keuntungan
b. Terdakwa ingin memenangkan pelelangan proyek dan menjadi pelaksananya
2. Modus terjadinya pemberian suap terhadap pegawai negeri dalam perkara tindak pidana korupsi adalah:
a. Terdakwa memberikan uang suap melalui pihak ketiga.
b. Terdakwa memberikan uang suap dengan cara ditransfer melalui bank.
c. Terdakwa memberikan uang tunai secara langsung kepada Pegawai Negeri.
3. Akibat hukum terjadinya pemberian suap terhadap pegawai negeri dalam perkara tindak pidana korupsi adalah
a. Adanya kerugian terhadap perusahaan
b. Melambatnya pertumbuhan okonomi perusahaan
Kata Kunci : Motif dan Modus, tindak pidana korupsi.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penempatan Pekerja Migran Indonesia”. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia ? 2. Bagaimana mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan? 3. Bagaimana akibat hukum terhadap pelaku , korban dan Negara tindak pidana penempatan Tenaga Pekerja Indonesia di luar negeri ? Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia. 2. Untuk mengetahui mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan. 3. Untuk mengetahui akibat hukum terhadap pelaku, korban dan Negara tindak pidana penempatan Tenaga Pekerja Indonesia di luar negeri. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia, mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan dan akibat hukum terhadap pelaku dan korban tindak pidana penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, sedangkan Variable terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penempatan penempatan pekerja migran Indonesia.
Berdasarkanh hasil penelitian maka yang menjadi faktor penyebab pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia adalah pelaku mendapatkan keuntungan dan pelaku mendapat upah. Mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan, secara normatif berdasarkan Pasal 5 Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Proses Sebelum Bekerja Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia yaitu : Pendaftaran, Seleksi, Pemenuhan dokumen, Orientasi Pra Penempatan (OPP), Pendataan sidik jari biometric, Pemberangkatan. Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana penempatan Tenaga Pekerja Indonesia di luar negeri adalah pelaku di tahan, pelaku di pidana penjara dan membayar denda. Pelaku membayar biaya perkara. Akibat hukum terhadap korban adalah korban mengalami kerugian materil. Akibat hukum terhadap Negara adalah mengurangi pendapatan devisa negara non pajak.
Saran, Diharapkannmasyarakat khusus para pekerja migran Indonesia untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai mekanisme yang sudah di atur dan diharapkan kepada pemerintah Dinas Ketenagakerjaan dalam hal perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia, dan juga memberikan pemahaman bagi para calon Pekerja Migran Indonesia.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Kekarantinaan Kesehatan”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
1. Mengapa pelaku melakukan tindak pidana kekarantinaan Kesehatan?
2. Apa akibat hukum bagi pelaku tindak pidana kekarantianaan kesehatan? Tujuan penelitian adalah :
1. Untuk mengetahui alasan pelaku melakukan tindak pidana kekarantinaan kesehatan.
2. Untuk mengetahui akibat hukum bagi pelaku tindak pidana kekarantinaan kesehatan.
Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab pelaku melakukan tindak pidana kekarantinaan kesehatan dan akibat hukum bagi pelaku tindak pidana kekarantianaan kesehatan dan vaiabel terikat adalah putusan pengadilan terhadap pelaku tindak pidana kekarantianaan kesehatan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka alasan pelaku melakukan tindak pidana kekarantinaan kesehatan adalah :
1. Terdakwa tidak mematuhi protocol kesehatan
2. Terdakwa telah melakukan pengambilan paksa Jenazah dari petugas tanpa menggunakan masker dan Alat Pelindung Diri (APD)
3. Terdakwa dalam melakukan aksi unjuk rasa tidak membawa rapid test atau swab dari petugas kesehatan, tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker.
Akibat hukum bagi pelaku tindak pidana kekarantianaan kesehatan adalah hakim menerapkan Pasal 93 jo Pasal 9 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Akbat dari perbuatan terdakwa :
a. Dipidana dengan pidana percobaan
b. Membayar denda
c. Membayar biaya perkara
Saran yang dapat penulis berikan adalah :
1. Dalam penerapan hukum pidana terhadap tindak pidana Kekarantinaan Kesehatan, Hakim harus mampu bukan saja memberikan efek jera bagi terdakwa agar tidak mengulangi kembali perbuatannya, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perbuatannya.
2. Dengan adanya pengaturan hukum yang jelas mengenai tindak pidana Kekarantinaan Kesehatan, maka diharapkan bagi setiap penegak hukum untuk menegakkan dan menerapkan setiap kekentuan-ketentuan yang ada didalam peraturan perundang-undangan terkait sesuai dengan kualifikasi atau jenis tindak pidana yang dilakukan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul: “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penggunaan Sumber Daya Air Untuk Usaha Tanpa Izin”.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin?, Bagaimana cara pelaku melakukan penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin?, dan Bagaimanakah akibat hukum penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin terhadap pelaku?.
Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah: Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya tindak pidana penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin, Untuk megetahi cara pelalaku melakukan penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin, Untuk mengetahui akibat hukum penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin terhadap pelaku.
Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab terjadinya tindak pidana penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin, cara pelaku melakukan penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin dan akibat hukum penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin terhadap lingkungan dan pelaku. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka :
1. Faktor penyebab terjadinya tindak pidana peggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin yaitu:
a. Izin penggunaan Sumber daya air masih dalam proses,
b. Terdakwa belum mengurus izin.
2. Cara pelaku melakukan penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin yaitu:
a. Air tanah disedot dengan menggunakan mesin pompa air,
b. Air di tampung ke dalam bak penampung/tangki,
c. Air di alirkan ke tempat atau mesin pendorong.
3. Akibat hukum Terhadap pelaku tindak pidana penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin yaitu:
a. Pelaku dipidana penjara,
b. Pelaku membayar denda,
c. Pelaku dibebankan membayar biaya perkara.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Penerapan Hukum Kepada Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Menghilangkan Nyawa Orang Lain”. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengapa penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa orang lain ada yang diterapkan Pasal 170 c KUHP dan ada yang diterapkan pasal 76 huruf c jo Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan anak ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa orang lain ada yang diterapkan Pasal 170 c KUHP dan ada yang diterapkan pasal 76 huruf c jo Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan anak. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa
orang lain ada yang diterapkan Pasal 170 c KUHP dan ada yang diterapkan pasal 76 huruf c jo Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan anak. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana kekerasan menghiangkan nyawa orang lain.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari kelima putusan pengadilan tersebut, maka alasan hakim menerapkan Pasal 170 C KUHP terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa orang lain yaitu : 1) Pelaku anak melakukan tindak pidana bersama-sama orang dewasa. 2) Perbuatan anak bersama-sama pelaku orang dewasa memenuhi unsur pasal 170 huruf C KUHP, yaitu : Unsur Barang Siapa, Unsur Dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, kekerasan mengakibatkan maut. Alasan hakim menerapkan Pasal 76 C Undang-Undang perlindungan anak yaitu : 1) Pelaku tindak pidana semua berstatus anak. 2) Perbuatan para pelaku anak memenuhi unsur Undang-Undang Perlindungan Anak, yaitu : Unsur Setiap Orang, Unsur dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Anak yang mengakibatkan mati.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam mengandung natrium klorida (NaCl), ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat yang penting bagi tubuh manusia, sehingga diperlukan konsumsi garam dengan jumlah yang tepat untuk menunjang kesehatan manusiaPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022, di Desa Silawan, Kabupaten Belu untuk pengambilan sampel garam, sedangkan untuk pengujian Organoleptik, Kadar Air, Kadar NaCl, Bagian Yang Tidak Larut Dalam Air dan Iodium, dilakukan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik pembuatan garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan Kabupaten Belu, meliputi tanah tambak digaruk/dikumpulkan dan air laut ditampung dalam kolam jebakan, penyaringan selama 1 jam, pemasakan atau perebusan selama 7 jam, penirisan selama 2 jam, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan, untuk pengujian kadar air : 4,44%, kadar NaCl : 48,2%, bagian yang tidak larut dalam air : 0,83 dan kadar iodium : 34,4% mg/kg, Parameter warna (putih normal) 0%, (putih kecokelatan) 100%, dan parameter bau (Bau normal) 7%, (bau tidak normal) 93%. Desa Silawan juga memperhatikan proses/teknik pembuatan garam masak yang baik dan garam masak yang sudah diproses harus dilanjutkan dengan proses penjemuran sehingga kadar airnya sesuai dengan standar SNI 4435-2017.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENELUSURAN MINAT OLAHRAGA USIA DINI
DI SD INPRES HANAN
Agustinus Manek1*, Ramona M. Mae2, Alventur Baun3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Pembinaan dan pengembangan olahraga merupakan bagian upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia diarahkan pada peningkatan kesehatan jasmani, mental dan rohani masyarakat, serta ditujukan untuk pembentukan watak dan kepribadian, disiplin dan sportifitas yang tinggi serta peningkatan prestasi.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Penelusuran Minat Olahraga Usia Dini di SD Inpres Hanan.
Metode penelitian:Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif, dengan pengumpulan data penelitian diperoleh dengan teknik tringulasi dengan teknik pengumpulan data: dokumentasi, wawancara, dan observasi. Langkah menganalisis data adalah dengan data reduction (reduksi data), data display dan verivication.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini mengungkapkan lima temuan yaitu: 1) kegiatan latihan Minat olahraga, 2) penerapan pendidikan Minat, 3) bentu-bentuk penerapan pendidikan Olahraga yang di terapkan kepada siswa-siswi SD Inpres Hanan, 4) pelaksanaan pendidikan Minat Olahraga pada Siswa-siswi SD Inpres Hanan, 5) hasil pedidikan karakter siswa-siswi Pada SD Inpres Hanan.
Simpulan: Olahraga merupakan salah satu bentuk pembinaan fisik-jasmani dan juga pembinaan mental-rohani yang cukup efektif bagi setiap orang. Pembinaan yang dimaksud sangat penting bagi setiap orang tanpa kecuali. Oleh karena itu, pembinaan seperti ini mesti dimulai dari anak-anak usia dini. Idealnya bahwa orientasi minat olahraga harus dimulai pada anak-anak berusia sekitar 4-14 tahun demi menunjang perkembangan fisik, mental dan prestasi anak-anak usia dini.
Kata kunci: Penelusuran Minat Olahraga Usia Dini di SD Inpres Hanan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALSIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DALAM PEMBERIAN KREDIT USAHA SIMPAN PINJAM PADA KOPDIT SWASTI SARI OEBA
ABSTRAK
NAMA : KRISTOFEL JODAY
NIM : 18190039
FAKULTAS :EKONOMI
PROGRAM STUDI :AKUNTANSI
TAHUN PENULISAN :2023
Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian internal pemberian kredit yang diterapkan di Kopdit Swasti Sari Oeba. Teknik penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan metode wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 38 pegawai di kopdit swasti sari oeba, dengan sampel berjumlah 4 pegawai dengan rincian 2 pegawai kredit dan 2 pegawai pengendalian internal.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pengendalian internal dalam pemberian kredit yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian resiko, prosedur pengendalian, pemantauan, dan informasi dan komunikasi pada Kopdit Swasti Sari Oeba sudah berjalan dengan baik. Namum terdapat beberapa bagian yang masih perlu diperhatikan,dalam lingkungan pengendalian diantaranya masih ada perangkapan jabatan bagian manajemen kredit dengan manajemen penagihan, pelaksanaan kredit dengan pembahas kredit, dan pelaksanaan kredit dengan penyidikan dan analisa kredit.
Sedangkan sistem pemberian kredit Kopdit Swasti Sari menerapkan prinsip-prinsip sesuai dengan prosedur-prosedur dan dokumen dalam pemberian kredit. Kopdit Swasti Sari menerapakn prinsip tata kelola pemberian kredit yang baik dalam masyarakat agar kepercayaan masyarakat dipertahankan dan tingkatkan sehingga banyak masyarakat yang mempercayakan dana.
Kata Kunci: Sistem Pengendalian Internal, Pemberian Kredit.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM PADA UMKM DI KELURAHAN OEBOBO Dalam beberapa tahun belakangan ini,di berbagai belahan dunia isu mengenai literasi keuangan (financial literacy) tengah hangat diperbincangkan.literasi keuangan diakibatkan oleh keinginan sebuah negara untuk memiliki penduduk yang berkualitas dan memiliki kecerdasan finansial yang baik, sehingga akan berdampak pada perbaikan roda ekonomi negara itu sendiri. UMKM yang ada di Kelurahan Oebobo, sudah memasuki Usaha Mikro, Kecil, Menengah dituntut untuk mengembangkan daya saing melalui pemanfaatan platform digital termasuk pemahaman mengenai laporan keuangan yang berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas, Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK UMKM) masih 10% dari ekosistem pada segmen klarifikasi UMKM yang baru memanfaatkan teknologi dan literasi keuangan dalam menunjang kegiatan usahanya selain itu terbatasnya pengetahuan sumber daya manusia tentang keuangan yang mengakibatkan, perkembangan finansial UMKM ini tergolong lambat.Permasalahan dalam penelitian ini yaitu literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja usaha mikro, kecil, menengah di kelurahan oebobo. Maka persoalan penelitian yang akan di bahas yaitu Apakah literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja usaha pada pelaku UMKM di kelurahan oebobo. OJK menyatakan bahwa misi penting dari program literasi keuangan adalah untuk melakukan edukasi di bidang keuangan kepada masyarakat Indonesia agar dapat mengelola keuangan secara cerdas,meningkatkan pengetahuan tentang literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tertipu pada produk-produk investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam jangka waktu pendek tanpa mempertimbangkan risikonya (Wulandari,2019). Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh UMKM yang berada di kelurahan oebobo. Sampel penelitian terdiri dari 30 UMKM industri pengelolaan yang termasuk dalam produk makanan, minman dan jasa yang berada di kelurahan oebobo, kota kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan langsung kepada para pelaku UMKM. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk menganalisis variabel independen yaitu literasi keuangan (X) terhadap variabel dependen yaitu kinerja UMKM (Y). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis pendahuluan akan dideskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik dari masing-masing konsep dan analisis lanjutan. Analisis linear berganda dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM (pada UMKM di Kelurahan Oebobo). Berdasarkan hasil persamaan regresi linear sederhana coefficientsᵅ diketahui bagian B diperoleh nilai variabel literasi keuangan sebesar .589, dan nilai constant (a) adalah 15.722. a = 15.722 ini menunjukan bahwa jika literasi keuangan dianggap konstanta maka variabel kinerja usaha sudah memiliki nilai sebesar 15.722. b = 589 menunjukan jika variabel literasi keuangan meningkat satu-satuan maka nilai kinerja usaha meningkat sebesar 589. Y= 15.722 + 589 X + ℇ. Berdasarkan hasil uji determinasi model summary di atas, diketahui bahwa: Nilai R sebesar 0,479 ͣ yang artinya variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM memiliki hubungan yang erat. Nilai Adjusted R Square 0,229 berarti 20,2% kinerja UMKM dapat di jelaskan oleh Literasi Keuangan. Variabel Literasi Keuangan berpegaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja UMKM. Hal ini terlihat dari nilai signifikan 0,007>0,05. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM. Dilihat berdasarkan nilai t-hitung sebesar 2,888 serta signifikan sebesar 0,007 0,05. Maka dapat di ketahui bahwa variabel literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar. Data diolah menggunakan SPSS Versi 27 dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda,dengan pegujian uji t dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil uji menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM.Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 30 UMKM di kelurahan oebobo,kota kupang,maka dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan yang memilki pengaruh terhadap kinerja UMKM. Nilai Adjusted R Square 0,202 yang artinya variabel literasi keuangan yang memberikan kontribusi sebesar 20,2% terhadap kinerja UMKM. Berdasarkan hasil penelitian saran kepada responden pelaku UMKM yang berada di Kelurahan Oebobo untuk lebih meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan usahanya agar kinerja usaha dapat di tingkatkan. KATA KUNCI: Literasi Keuangan, Kinerja UMKM.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi adalah : Deskripsi Tentang Pengujian Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Di Mahkamah Agung Mengenai Dugaan Pelanggaran Etika Dan Peraturan Perundang-Undangan Oleh Wakil Wali Kota. Rumusan Masalah adalah: 1) Mengapa DPRD mengajukan permohonan pengujian dugaan pelanggaran etika dan peraturan perundang-undangan oleh wakil walikota 2) Bagaimana dasar pertimbangan Mahkama Agung terhadap permohonan pengujian DPRD tersebut sehingga menjatuhkan putusan menolak permohonan DPRD. Tujuan penelitian, yaitu 1) Untuk mengetahui alasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mengajukan permohonan pengujian dugaan pelanggaran Etika dan Peraturan Perundang-Undangan oleh wakil walikota. 2) Untuk mengetahui dasar pertimbangan Mahkamah Agung terhadap pengujian pendapat mengenai dugaan pelanggaran etika dan peraturan perundang-undangan oleh wakil walikota. sifat penelitian adalah penelitian hukum yang bersifat Deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian hukum Normatif. Variable bebas dalam penelitian variable terikat.
Hasil penelitian ini adalah: 1) Alasan DPRD mengajukan Pengujian pendapat karena Wakil Walikota diduga melanggar Etika dan Peraturan Perundang-Undangan yaitu Pasal 66 ayat (1) huruf a, 67 huruf b dan d, Pasal 207 ayat (1) dan ayat (2) huruf d serta pelanggaran terhadap SK Badan Kepegawaian Negara Nomor K.26-30/V.20-3/99 Tahun 2016 dan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. 2) Alasan Mahkamah Agung menolak permohonan pengujian pendapat DPRD karena tidak ada ketegasan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh wakil walikota. Saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut: 1) Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dalam melaksanakan atau dalam menggunakan hak angketnya, sebaiknya dilakukan dengan teliti dan berdasarkan pada ketentuan hukum, sehingga tidak merugikan hak-hak dan kepentingan kepala daerah atau wakil kepala daerah dalam hal ini wakil walikota Bandar Lampung. 2) Kepada Kepala Daerah secara keseluruhan bahwa dalam melaksanakan fungsi, tugas dan kewenangannya, sebaiknya dilaksanakan dengan baik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan dugaan-dugaan pelanggaran yang nantinya akan merugikan hak-hak dan kepentingannya.
Kata Kunci: Putusan Mahkamah Agung, Pengujian Pendapat DPRD, Pelanggaran Etika Dan Peraturan Perundang-Undangan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
AGUSTHINA DJO HAU (17383920).Stuktur Komunitas Makroalga di Perairan Ledeana dan Mebba Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Makroalga merupakan tumbuhan thallus (Thallophyta) dimana organ-organ berupa akar, batang dan daunnya tidak terdiferensiasi dengan jelas (tidak sejati). Pesisir pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba Merupakan salah satu pantai yang memiliki wilayah pasang surut serta memiliki tipe pantai dengan tipe substrat berbatu, berpasir serta berkarang.pantai ini memiliki sumberdaya hayati salah satunya makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di kawasan perairan Pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga yang ditemukan perairan pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba terdiri dari 3 Devisi yaitu Phaephyta terdiri dari 6 spesies, Padina australis, Dyctyopteris polypodioide, Sargassum polycarpum, Sargassum muticum Sargassum horneri, cystoseira sedangkan Rhodophyta terdiri dari 2 spesies yaitu Gracilaria coronopifalia, Galaxaura rugosa dan Clorophyta terdiri dari 4 spesies yaitu Caulerpa lentilifera, Boergisenia forbesii, Caulerpa taxifolia,Halimeda disconosoides.
Nilai indeks keanekaragaman PantaiLedeana 0,636 dan Kelurahan Mebba 0,901 (H') tergolong rendah, indeks keseragaman Pantai Ledeana yaitu 0,106, dan Kelurahan Mebba 0,901 (E) tergolong merata dan indeks dominansi (C) Pantai Ledeana 0,295 dan Kelurahan Mebba 0,059 menunjukan tidak ada jenis yang mendominansi.
Kata Kunci :struktur komunitas, makroalga, perairan Ledeana, dan Kelurahan Mebba
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS ON THEMATIC ROLES IN GOSPEL OF LUKE OF TETUN BELU
ABSTRACT
Student, 1 Supervisor1 Supervisor2, Deni Kristian Bei Magdalena Ngongo June A. Jacob
Corresponding Writer’s [email protected]
The title of this writing is “An analysis on thematic roles in Gospel of Luke of Tetun Belu” the problem of this study are 1. What are the thematic roles in gospel of Luke of Tetun Belu. 2. How are thematic roles in Tetun Belu classified based on gospel of Luke. Therefore the aims of this research is to describe what are the thematic roles in gospel of Luke of Tetun Belu, and to explain the Tetun Belu classification based on thematic roles in gospel of Luke. All the gained data are classified and analysed using Descriptive qualitative Method. The research was conducted in following procedure; first the writer chose Gospel of luke, second the writer read it to describe the Thematic roles, based on their writer, third analysed the data, fourth, the writer classified the thematic roles based on thematic roles, and the last the writer reported the Result of data analyzed. The result of this research showed that there are thirteen Thematic roles in Gospel of Luke of Tetun Belu. They are: Agent, Experiencer, Recipient, Beneficiary, Instrument, Theme, Patients, Stimulus, location, Source, Goal, Path, Accompaniment. Related to the classification argument in gospel of Luke of Tetun Belu there are some of roles that become mark to add another arguments in a sentennce they are; Agent is relevant with patient such as, we dei, Yesus, hakerek nia. Experiencer is relevant with Goal: Yesus nare, bero mamuk rua, Yesus toba, Maria bena. Recepient is relevant with source: Maria, natudu laran di’ak, ema. Beneficiary Recepient is relevant with Location such as, Ema ida, Daud husar-binan, Lewi, Yesus. Instrument is relevant with Agent such as, Nia, ha’i, mina morin. Theme is o fiar ti’an, Fini nia. Patients is relevant with Agent: Ami, kfui bele-bele, Yesus, hakerek nia, tubi. Stimulus is relevant with Theme: kalo’an, sia. lia maliak, kalo’an. Location is relevant with Theme such as, ita, Betlehem, Yesus Debu boot Galilea tehen. Source is relevant with Agent such as, Nia, ha rai Galilea. Goal is relevant with source: leo Nasaret, iha rai Galilea, Nia, Yesus, sa’e bero. Path is relevant with Agent such as, na’i lulik, tuir nia, ema ida, fila baa, Nasaret. Accompaniment is relevant with Agent such as Maria, no Elisabet, no sia.
Key words: Luke Gospel,Thematic Roles,Tetun Belu.