2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi adalah Deskripsi Tentang Putusan Pengadilan Dalam Sengketa Kepemilikan Tanah dengan Rumusan Masalah. Mengapa Pengadilan Negeri Mengabulkan Gugatan Penggugat Sedangkan Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung Dan Peninjuan Kembali Menyatakan Gugatan Tidak Dapat Diterima Dalam Sengketa Kepemilikan Tanah? Penelitian ini bersifat deskriptif yakni penelitian yang berupaya untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada berdasarkan data, jadi ia menyajikan data tersebut dan kemudian menganalisis serta menginterpresentasikannya. Dengan demikian, penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan alasan Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan penggugat sedangkan Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali Menyatakan Gugatan Tidak Dapat Diterima dalam sengketa kepemilikan tanah. Variabel yang digunakan terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variable yang mempengaruhi Pengadilan Negeri Mengabulkan Gugatan Penggugat Sedangkan Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung Dan Peninjuan Kembali Menyatakan Gugatan Tidak Dapat Diterima Dalam Sengketa Kepemilikan Tanah, Variabel terikat dalam penelitian ini adalah variabel yang dipengaruhi Putusan Pengadilan dalam Sengketa Kepemilikan Tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang menjadi alasan hakim dalam menjatuhkan putusan yakni, 1. Pengadilan Negeri Menjatuhkan Putusan Mengabulkan Gugatan Penggugat adalah: a. Penggugat mampu membuktikan dalil gugatannya, b. Gugatan penggugat adalah terkait dengan gugatan kepemilikan atas objek sengketa tanah. 2. Alasan pengadilan tinggi menjatuhkan putusan gugatan tidak dapat diterima adalah: a. permohonan banding telah melewati tenggang waktu, b. gugatan para penggugat tidak jelas (obscuur libel). 3. Alasan kasasi menolak gugatan penggugat: a. putusan judex facti pengadilan tinggi tidak bertentangan dengan hukum, b.objek sengketa tidak sesuai dengan dalil gugatan. 4. Alasan peninjauan Kembali menolak gugatan penggugat: a. putusan kasasi telah berkekuatan hukum tetap. Kata Kunci: Gugatan/putusan hakim dalam sengketa kepemilikan tanah.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul :DESKRPISI TENTANG TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN BAHAN PELEDAK DARI MALAYSIA KE INDONESIA, Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah. Apa penyebab terjadi penyelundupan bahan peledak ?, Bagaimana cara penyelundupan bahan peledak?,Bagaimana akibat hukum terhadap tindak pidana penyelundupan bahan peledak terhadap pelaku dan barang bukti ?, Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk mengetahui penyebab terjadi penyelundupan bahan peledak dari malaysia ke indonesia. Untuk mengetahui cara penyelundupan bahan peledak. Untuk mengetahui akibat hukum terhadap tindak pidana penyelundupan bahan peledak dari malaysia ke indonesia.sifat penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah variabel bebas yaitu faktor yang menjadi pokok permasalahan yaitu, tindak pidana penyelundupan bahan peledak, dan variabel terikat yaitu variabel dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan tentang tindak pidana penyelundupan bahan peledak. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan yaitu Penyebab terjadinya penyelundupan bahan peledak dari Malaysia ke Indonesia dan Cara pelaku melakukan penyulundupan bahan peledak dan Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan bahan peledak Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti. Saran suatu tindak pidana penyelundupan bahan peledak dari Malaysia ke Indonesia agar tidak terjadi lagi, maka perlu adanya penyuluhan dari pemerintah setempat untuk meningkatkan pemahaman atau wawasan yang lebih luas untuk masyarakat. Kata Kunci : Putusan hakim penyulundupan bahan peledak, akibat hukum
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan Masalah : Mengapa Putusan Pengadilan Negeri,Pengadilan Tinggi, Peninjauan Kembali .Menyatakan Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima.Mengapa Hakim Tingkat Kasasi memutus dan mengabulkan gugatan penggugat rekonpensi (semula tergugat)untuk sebagian. Tujuan Untuk Mengetahui putusan Pengadilan Negeri , Pengadilan Tinggi ,dan Peninjauan Kembali . Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima dan hakim tingkat kasasi memutus dan mengabulkan gugatan penggugat rekonpensi(semula tergugat) untuk sebagian. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif yaitu penelitian ini terdiri dari penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum dan penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum dan Sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmia. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah Variabel Bebas penyebab Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi,Peninjuan Kembali menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima, sedangkan di tingkat kasasi memutus dan mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian dan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi yaitu putusan hakim dengan sengketa kepemilikan tanah pecahan sertifikat Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari pertimbangan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar, bahan hukum sekunder yaitu memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil penelitian, dan hasil karya dari kalangan hukum, dan bahan hukum tersier yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk atau penjelasan bermakna terhadap terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum, ensiklopedia,Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab IV maka dapat disimpulkan bahwa yang menjadi dasar putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Peninjauan Kembali, menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima dan mengapa hakim tingkat kasasi memutus dan mengabulkan gugatan penggugat (semula tergugat) rekonpensi sebagian sebagai berikut: 1. Dasar pertimbanagan hakim Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Peninjauan Kembali memutus menolak gugatan penggugat dikarenakan a Penggugat tidak dapat membuktikan hubungan hukum antara penggugat dan tergugat berdasarkan perkara kepemilikan tanah pecahan sertifikat. b Gugatan kurang subjek hukum. 2. Dasar pertimbangan hakim tingkat kasasi memutuskan mengabulkan gugatan penggugat rekonpensi sebagian di karenakan: a Penggugat dapat membuktikan hubungan hukum penggugat dan tergugat berdasarkan perkara kepemilikan tanah pecahan sertifikat . b Hakim Pengadilan Negeri di anggap salah dalam menerapkan. Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah di kemukakan maka saran yang dapat dikemukakan penulis yaitu: 1. Bagi pengadilan Negeri lebih memperhatikan berkas perkara agar tidak terjadinya cacat formil dalam suatu persidangan 2. Bagi pengadilan Mahkamah Agung banyumas dalam menjatukan sebagian harus memperhatikan fakta-fakta yang ditemukan dalam persidangan agar tidak salah dalam menjatuhkan putusan
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan Masalah yang dikaji penulis adalah Apa penyebab terjadinya Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris, Bagaimana Bentuk Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris, Bagaimana Akibat Hukum terhadap Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk mengetahui penyebab terjadinya Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris, Untuk mengetahui Bentuk Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris, Untuk mengetahui Akibat Hukum terjadinya Tindak Pidana Penggelapan yang dilakukan oleh Notaris. Sifat penelitian dalam penulisan ini bersifat Deskripti, dan Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif. Variabel Bebas yaitu faktor yang menjadi pokok permasalahan, dan Variabel Terikat yaitu peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi Kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu Faktor Penyebab terjadinya Tindak Pidana yang di lakukan oleh Notaris adalah Noatris (Terdakwa) membutuhkan uang dalam jumlah besar yang diambil dari uang pengurusan sertifikat HGB, Bentuk tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh notaris adalah Notaris (Terdakwa) memakai uang pajak, uang pengurusan IPT dan IPPT, uang penjualan tanah, uang balek nama sertifikat untuk kepentingan pribadi. Dan Akibat hukum terhadap tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh notaris adalah Notaris (Terdakwa) ditangkap dan ditahan, Notaris (Terdawa) di pidana penjara, Notaris (Terdakwa) membayar biaya perkara, Notaris (Terdakwa) dijatuhi hukuman kode etik. Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah Notaris selaku pejabat yang telah diberikan kepercayaan oleh kliennya, harus menjunjung tinggi kode etik Notaris dan sumpah jabatannya, Kepada seluruh masyarakat indonesia agar selalu berhati-hati menggunakan jasa notaris
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi penulis adalah Deskripsi Tentang Alasan Terjadinya Pembatalan Perkawinan. Rumusan masalah penelitian penulis adalah : 1. Mengapa terjadinya pembatalan perkawinan? 2. Bagaimana akibat hukum terjadinya pembatalan perkawinan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengapa terjadinya pembatalan perkawinan. Dan akibat hukum terjadinya pemalsuan identitas dalam perkawinan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif. Variabel yang digunakan terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat, variabel bebas dari penelitian ini adalah penyebab terjadinya pembatalan perkawinan, dan akibat hukum terjadinya pemalsuan identitas dalam perkawinan. Variabel terikat adalah variabel yang tergantung dari variabel bebas, variabel terikat dari penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pemalsuan identitas dalam perkawinan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder. Sumber data yang digunakan terdiri dari 3 (tiga) bahan hukum yaitu Bahan hukum primer adalah bahan hukum yang mempunyai kekuatan hukum mengikat secara umum seperti putusan-putusan. Bahan hukum sekunder adalah bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil-hasil penelitian, hasil karya dari kalangan hukum dan seterunya. Bahan hukum tersier adalah bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti penelurusan di internet. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab terjadinya pembatalan perkawinan adalah: 1. Tidak memenuhi syarat sahnya suatu perkawinan 2. Tidak ada izin poligami dari istri pertama Akibat hukum terjadinya pemalsuan identitas dalam perkawinan adalah: 1. Terhadap suami atau istri hubungan suami istri menjadi batal perkawinan 2. Terhadap anak yaitu anak tersebut tetap mendapatkan nafkah dari kedua orangtua meskipun perkawinan orangtuanya telah batal. 3. Terhadap harta yaitu harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama, dan harta bawaan dari masing-masing suami dan istri yang diperoleh sebagai warisan adalah dibawah penguasaan masingmasing. 4. Saran : 1. Seorang suami atau istri yang ingin melangsungkan perkawinan harus menunjukan identitas yang jelas untuk melangsungkan perkawinan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Dalam hal seorang suami atau istri yang ingin melakukan poligami terlebih dahulu harus mendapatkan izin dari pengadilan. Kata Kunci : Sebab dan Akibat hukum pemalsuan identitas dalam perkawinan
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dari hasil penelitian yang dilakukan DI Manumuti tarus pada musim kemarau, dapat disimpulkan bahwa Tingkat efisiensi distribusi air irigasi di jaringan utama sebesar 88,84 % yang dapat dipilah untuk saluran primer 97,18 % dan saluran sekunder 91,43 %. Tingkat efisiensi pemakaian air irigasi sebesar 81,43%.Tingkat efisiensi irigasi total di Manumuti sebesar 58,94 % Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap primerdan inlet sadap sekunder (lampiran 2) dan debit pada tabel 4.1., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder Di Manumuti sebesar 97,18%. Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap sekunder dan inlet sadap primer (lampiran 4) dan debit pada tabel 4.2., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder DI Manumuti sebesar 91,43 %. Berdasarkan hasil analisa data pengukuran kecepatan aliran di outlet sadap primer dan inlet sadap sekunder (lampiran 2) dan debit pada tabel 4.1., diperoleh bahwa efisiensi distribusi di saluran sekunder Di Manumuti sebesar 97,18%.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persepsi Petani Padi Terhadap Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian Hand Tractor Di Kelompok Tani Sukaerleon Desa Lakulo Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka. Hand Tractor adalah salah satu alat dan mesin pertanian yang digunakan untuk mengolah tanah sebelum tanah tersebut digunakan untuk budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Persepsi Petani Terhadap Penggunaan hand tractor di Kelompok Tani Sukaerleon Desa Lakulo Kecamatan Weliman Kabupaten Bone. Pengambilan populasi dalam penelitian ini adalah anggota Kelompok Tani Sukaerleon dengan jumlah 5 (Lima) responden. penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif dan Skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap penggunaan alat dan mesin pertanian hand tractor secara umum yaitu aspek kemudahan, aspek efesiensi waktu, aspek efesiensi tenaga dan aspek efesiensi biaya. Dari penelitian yang sudah dijalankan di dapatkan hasil persepsi petani terhadap penggunaan alat dan mesin pertanian hand tractor efektivitas yaitu dengan kategori efektif dengan jumlah skor penilaian sebanyak 227, dengan skor rata-rata 45,4.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perumusan masalah yang di ajukan adalah bagaimana kinerja penjualan pada Sanggar Tenun Ikat Petra Cilik Kupang. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana inovasi produk dan orientasi pasar berpengaruh terhadap kinerja penualan pada Sanggar Tenun Ikat Petra Cilik Kupang selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tabel output SPSS diketahui nilai signifikan (Sig) variabel inovasi produk (x1) adalah sebesar 0,024 yang artinya H1 atau hipotesis pertama ditolak, atau pengaruh inovasi produk (x1) secara simultan berpengaruh terhadap kinerja penjualan. Berdasarkan tabel output SPSS diketahui nlai signifikan (Sig) variabel orientasi pasar (x2) adalah sebesar 0,862 yang artinya H2 atau hipotesis kedua di tolak. Artinya ada pengaruh signifikan orientasi pasar (x2) terhadap kinerja penjualan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengaruh inovasi produk dan orientasi pasar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pemasaan. Saran yang diberikan peneliti bagi Sanggar Petra Cilik Kupang agar mempertahankan dan meningkatkan kinerja penjualan terhadap tenun ikat, maka sanggar dapat memperoleh laba yang maksimal. Adapun yang harus dilakukan yaitu dengan meningkatkan sikap dan kepercayaan terhadap konsumen. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya, agar melakukan penelitian lanjutan dengan menggunkan variabel lainnya yang tidak diteliti oleh penulis, seperti jasmaniah dan psikologis dan lainnya
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
THE RELATIONSHIP BETWEEN LEARNING INDEPENDENCE AND STUDENT ATTITUDES IN ONLINE LEARNING USING AN INDIVIDUAL APPROACH AT JUNIOR HIGH SCHOOL COUNTRY 20 KUPANG CITY Subu, Y.F)* Meha, A.M)** Bullu, N.I)** This research departs from the limitations of learning models and access during the COVID-19 pandemic which affected success in learning. In general, class VII A students at SMP Country 20 Kupang City experienced problems because some learning materials required a series of simple practical practical activities offline so that online learning was used, namely the individual assignment approach. This research aims to determine the relationship between learning independence and students' attitudes in learning online using an individual assignment approach at SMP Country 20 Kota Kupang. This type of research is a non-experimental quantitative research using a correlational research design. The sample of this research was students of class VII A, which consisted of 30 students. The instruments used in this study were non-test instruments in the form of questionnaires and documentation. Learning independence is able to develop when students are able to complete a lesson they face. The better the learning independence of students, the better the results they get. The principle that starts from attitude is the tendency of individuals or students to act in a certain way. The form of the relationship that occurs between learning independence and the attitude of students in online learning is that it has a positive relationship with a very strong correlation level. This is proven from the results of hypothesis testing using the Product Moment Correlation formula assisted by SPSS Version 21, the Pearson Correlation value is 0.920 > 0.05. This is evidenced by the higher the level of student learning independence, the better the level of readiness of students in receiving individual assignment learning.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Sepak bola merupakan olahraga yang dinamis dan menuntut kesiapan fisik yang prima dengan dukungan teknik, taktik dan mental yang baik dari seluruh pemainnya. Oleh karena itu, maka pelatih harus memperhatikan keempat komponen tersebut dalam program latihannya sehari-hari. Tujuan penelitian: (1) Untuk mendeskripsikan model latihan fisik pada pesepakbola U-16,(2) Untuk mendeskripsikan model latihan teknik pada pesepakbola U-16, (3) Untuk mendeskripsikan model latihan taktik pada pesepakbola U-16, (4) Untuk mendeskripsikan model latihan mental pada pesepakbola U-16, (5) Untuk mengidentifikasi hambatan dan solusinya dalam penerapan model latihan bagi pesepakbola U-16. Metode penelitian: Penelitian kualitatif ini menggunakan rancangan studi kasus yang melibatkan staf pelatih U-16 dari klub Bali United Kristal Kupang sebagai informan. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan datanya meliputi ialah wawancara, observasi, dan dokmentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil dan pembahasan: Hasil wawancara dengan seluruh informan dan hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa pelatih telah menerapkan model-model latihan fisik meliputi latihan fisik dengan dan tanpa bola, model latihan teknik yang berfokus pada teknik passing dan dribbling, model latihan taktik bermain menyerang dan bertahan dengan formasi utama yaitu 4-3-3, serta model latihan mental kepada para pemain U-16 dari klub Bali United Kristal Kupang. Hasil wawancara dengan seluruh informan diketahui ada dua hambatan yang dialami dalam latihan yakni hambatan teknis dan non teknis. Simpulan: (1) Model latihan fisik telah diterapkan meliputi latihan fisik dengan bola yakni dribbling dengan variasi lintasan dan latihan fisik tanpa bola (jogging, push-up, sit-up, zigzagrun, shuttle-run),(2) Model latihan teknik ditekankan pada penguasaan teknik passing dan dribbling, (3) Model latihan taktik bermain yang diterapkan adalah taknik menyerang dan bertahan dengan formasi utama 4-3-3, (4) Model latihan mental ditekankan pada aspek kepercayaan diri, kontrol emosi, berpikir positif, dan sportivitas melalui pemberian nasehat-nasehat dan contoh-contoh perilaku, (5) Hambatan yang dialami pelatih dalam latihan meliputi hambatan teknis (pemain masih kurang menguasai teknik passing dan dribbling) dan hambatan non teknis (pelatih tidak bisa mengontrol aktivitas dan pola hidup sehat pemain ketika di rumah atau di luar jadwal latihan). Solusinya adalah pelatih terus memberi himbauan kepada pemain agar tetap berolahraga dan menjaga pola hidup sehatnya saat di rumah.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACT TINJAUAN PELAKSANAAN TEKNIK KETERAMPILAN SHOOTING DALAM PERMAINAN BOLA BASKET PADA SISWA SMA NEGERI 2 ENDE Eustakius Erland Rhande1*, Ramona M. Mae 2, Jimmy Charter Atty 3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: Physical education has a very important role in the implementation of education as a process of human development that lasts a lifetime. Physical education provides opportunities for students to be directly involved in learning experiences through physical activity. Basketball is a game that is played on a rectangular, flat court, either in an open (outdoor) or closed (indoor) area. One of the ways to develop basketball can be carried out in schools through non-formal (extracurricular) activities. Extracurricular activities are directed at fostering and enhancing talents, interests and abilities. This activity is expected to trigger student achievement, because achievement is not created in a short time. To be able to play basketball proficiently, it is required to have the ability to master the basic techniques first, without mastering the basic techniques you will definitely not be able to play basketball well. Research objective: The purpose of this study was to determine the technique of shooting skills in basketball games for students of SMA Negeri 2 Ende. Research method:Handled with the method of approach and type of descriptive research. The research was conducted on Physical Education teachers and class XI students at SMA Negeri 2 Ende. Data collection techniques are by observation, interviews, documentation. Result and discussion: The results of the study indicate that there are several things that become obstacles in carrying out the learning process. Overview of the Application of Shooting Skills Techniques is a lack of preparation between teachers and students. The following will explain to achieve a better learning process in learning Shooting Skills Techniques students must really prepare themselves and master the basic techniques of shooting, especially basketball Conclusion: Based on the results and discussion, it was concluded that the learning process of throwing and catching small balls for class XI at SMA Negeri 2 Ende was very interesting, so that students were very happy and excited while participating in the learning process of shooting skill techniques. Keyword: Learning and throwing (shooting).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Otonomi daerah menjadi salah satu hal penting yang di miliki suatu daerah dalam mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat, salah satu wujud pelaksanaan otonomi daerah adalah dengan adanya otonomi dalam aspek pengelolaan keuangan daerah yang disebut otonomi fiskal. Keberhasilan otonomi daerah tak lepas dari kemampuan dalam bidang keuangan yang merupakan salah satu indikator penting dalam menghadapi otonomi daerah. (Prawirososetoto, 2002) Desentrlisasi fiskal adalah pendelegasian tanggung jawab dan pembagian kekuasaan dan kewenangan untuk pengambilan keputusan dibidang fiskal yang meliputi aspek penerimaan maupun aspek pengeluaran. Desentralisasi fiskal merupakan inti dari desentralisasi itu sendiri karena pemberian kewenangan dibidang politik maupun administrasi tanpa dibarengi dengan desentralisasi fiskal merupakan desentralisasi yang sia-sia, sebab untuk dapat melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab serta tugas-tugas pelayanan publik tanpa diberi wewenang didalam penerimaan maupun pengeluaran desentralisasi fiskal tidak akan efektif. Suatu daerah otonomi di harapkan mampu atau mandiri dalam membiayai kegiatan pemerintah daerahnya dengan tingkat ketergantungan kepada pemerintah pusat yang semakin menurun. Oleh karena itu, sudah sewajarnya apa bila PAD dijadikan tolak ukur dalam pelaksanaan otonomi daerah demi mewujudkan tingkat kemandirian dalam meghadapi otonomi daerah. Untuk meningkatkan kemandirian daerah pemerintah daerah harus berupaya terus menerus menggali dan meningkatkan sumber keuangan sendiri. Menurut Halim (2007), Kemandirian keuangan daerah (otonomi fiskal) menunjukkan kemampuan pemda dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintah, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan retribusi sebagai sumber pendapatan yang diperlukan daerah. Kemandirian keuangan daerah di tunjukkan oleh besar kecilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan dengan pendapatan daerah yang berasal dari sumberlain, misalnya bantuan pemerintah pusat ataupun pinjaman. Rasio kemandirian menggambarkan ketergantungan daerah terhadap sumber dana eksternal. Salah satu bentuk tolak ukur untuk melihat kemampuan suatu daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah, sumber pendapatan daerah salah satunya berasal dari Pendapatan Aslih Daerah (PAD). Kemandirian fiskal merupakan salah satu aspek yang memiki peran penting dalam otonomi darah, dengan adanya kemandirian fiskal maka mampu memperbaiki alokasi sumber daya produktif melalui pergeseran pengambilan keputusan publik dan mampu mendorong peningkatan kreatifitas masyarakat, pembangunan serta pemerataan hasil-hasil diseluruh daerah (Mardiasmo 1999). Derajat Desentralisasi Fiskal mampu membawa pengaruh yang baik untuk menentukan kemandirian suatu daerah dalam mengelola segala yang terkait didalamnya terutama dalam hal pengambilan keputusan dibidang fiskal yang meliputi aspek penerimaan (tex assignment) maupun aspek pengeluaran (expenditure assessment). Di lihat dalam laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dana transfer dari pemerintah pusat merupakan salah satu sumber pendapatan yang turut andil dalam pendanaan biaya oprasional pemerintah daerah. populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kota Kupang tahun 2017-2021. sampel yang digunakan dalam penelitan ini adalah Laporan Realisasi Anggaran pemerintah kota Kupang pada tahun 2017-2021. Untuk mendapatkan data yang akurat peneliti menggunakan Teknik pengumpulan data Dokumentasi dan Studi kepustakaan. teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif Derajat Desentralisasi Fiskal dari Pendapatan Asli daerah di kota kupang dari Tahun 2017-2021 rata-ratanya adalah 15,09% yang artinya Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF) kurang. Jika dianalisis lebih lanjud pada komponen PAD ternyata Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan rata-rata DDF-nya hanya sebesar 1,72% lalu disusul oleh Lain-lain pendaptan asli Daerah yang Sah 2,91% kemudian rata-rata DDF Pendapatan Retribusi 3,35% dan rata-rata DDF Pendapatan Pajak 8,63%. Dengan demikian maka penyebab utama dari kurangnya DDF PAD adalah DDF Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan. DDF PAD tertinggi terjadi pada tahun 2019 yaitu 15,89% dan terrendah tahun 2018 yaitu 14,66%, tertinggi tahun 2019 karena adanya peningkatan pendapatan asli daerah, peningkatan tersebut berasal dari pendapatan pajak daerah yang meningkat sebesr 9,61% demikian juga DDF PAD terendah terjadi pada tahun 2018 disebabkan oleh peresentase peningkatan total pendapatan daerah lebih besar dari presentase peningkatan PAD. Peningkatan total pendapatan daerah tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil Bukan pajak yang masing-masing meningkat sebesar 59,00% dan 12,38%. Rata-rata perkembangan BHPBP terhadap TPD di kota kupang pada tahun 2017-2021 berjumlah 2,44% kondisi ini menunjukkan bahwa derajat desentralisasi fiskal di kota kupang sangat kurang. Jika dianalisis lebih lanjud pada komponen ini Bagi Hasil pajak rata-rata DDF-nya 12,09% dan Bagi Hasil Bukan Pajak rata-ratanya 0,3%. DDF BHPBP yang paling rendah yaitu pada tahun 2019 sebesar 1,44%, presentasenya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya yaitu tahun 2021 yaity 3,40%. Pada tahun 2021 lebih tinggi dari tahun sebelumnya di sebabkan oleh karena adanya peningkatan total pendapatan daeraah yang bersal dari alokasi kurang bayar tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan presentase dari Bagi Hasil Pajak pada tahun 2021 sebesar 26,30%. Rata-rata Derajat Desentralisasi Fiskal dari Sumbangan Daerah di kota kupang tahun 2017-2021 adalah 3,33% yang berarti masuk dalam kriteria sangat kurang, Derajat Desentralisasi Fiskal dari Sumbangan daerah tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 5,20% dan terndah pada tahun 2017 sejumlah 0,69%. Tertinggi pada tahun 2020 karena adanya peningkatan hibah atau sumbagan daerah lebih besar dari peningkatan total penerimaan daerah, terjadi kaikan sumbagan daerah sebesar 35,28%. Serta pada tahu 2020 kota Kupang mendapatkan bantuan keungan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainya.Bedasarkan hasil anlisis permasalahan yang telah diuraikan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah: Derajat Desentralisasi Fiskal Kota Kupang yang dihitung dari proporsi Pendapatn Asli Daerah (PAD) terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) rata-rata selama kurun waktu lima tahun yaitu tahun 2017-2021 sebesar 15,09% yang dikategorikan kurang sedangkan proporsi Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak (PBHPB) terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) sebesar 2,44% dengan kriteria sangat kurang. Dan proporsi Sumbangan Daerah (SD) terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) adalah 3,33% kriterinya sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan pemerintah Kota Kupang terhadap pemerintah pusat masih sangat besar atau dapat dikatakan bahwa desentralisasi fiskal Kota Kuapang masih tinggi, atau dapat dikatakana bahwa kota kupang belum mandiri, karena besarnya peran pemerintah pusat dalam membantu membiayai benja daerah kota Kupang yang tidak bisa di biayai melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The title is "A Descriptive Study On Types Of Ice-Breaking Techniques In Teaching English At SD GMIT Kuanino II Kupang" the research problems of this study are: (1) What are the types of Ice Breaking techniques used in teaching English (2) What is the dominant type of Ice Breaking techniques used in teaching English. The type of research used is descriptive qualitative research. The data was collected by checklist observation, in this case the writer observed the activities of the teacher in the class who used the types of ice-breaking during the lesson. Based on the data, it was found that (1) The types of ice breaking techniques used by the teacher in teaching English at SD GMIT Kuanino II Kupang are, yelling, claps hand, songs, body motion, games, and audio visual, (2) The most dominant type of ice breaking used by the teacher in teaching English at SD GMIT Kuanino II Kupang, is yelling.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The title is “the use of procedure text pictures series in improving students’ writing ability at smp negeri 7 kolhua “, the reseach problem, is the use of procedure text picture series able to improve students’ writing ability? Methodology used in this research is quantitative research method. The design of this research is a pre-experimental design of a one-group pre-test, post-test design. In this study, The design of this research is as follows. The sample is part of the number and characteristics possessed by the population. In this study, the sample consisted of only one class in the population of class VIII.B, based on the results of preliminary observations there are low learning outcomes, especially in English subjects in class VIII.B SMP Negeri 7 Kolhua Kupang, with totaling 18 students’, 8 Males and 10 Females. To collect data, the researcher conducted tests. The researcher gave a test of writing Procedure text in 2 phases, namely pre-test and post-test. The test score consisted of four aspects. That aspects; measuring are the Content, Structure, Rules Writing, and, Characteristics writing. Whereas in the observation section, the researcher observed the continuity of learning activities to seek benefits from the method applied, based on the score in the pre-test, Based on the score in above the table shows, 6 students got very poor score, students got 8 good score, students got 3 fair score and 1 excellent score. Based on the score in above the table shows, 1 student got very poor score, 1 student got good score, 16 students got excellent score. Based on the analysis of research data, the researcher concludes that procedure text pictures series can develop students’ writing ability in class VIII.B SMP Negeri 7 Kolhua. This can be seen from the main score of students on the pre-test was 9,44 and on the post-test 13,9 as well as an increase in students’ writing ability by 20%. So, it was concluded that the procedure text pictures series method can develop students’ writing ability in the learning process.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSRTAK Perputaran piutang dan perputaran persediaan merupakan unsur aktiva lancar yang secara kontinyu mengalami perputaran. Perputaran piutang dan perputaran persediaan mempunyai peranan yang penting bagi perusahaan melalui pengelolaan perputaran piutang dan perputaran persediaan secara efektif dan efesien sehingga modal yang dibutuhkan semakin kecil dan dapat diperoleh tingkat profitabilitas yang tinggi Profitabilitas merupakan salah satu ukuran bahwa perusahaan bekerja secara efisien. Penelitian ini mengkaji tentang Pengaruh Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan sub sektor Kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui pengaruh Perputaran Piutang terhadap Profitabilitas dan Perputaran Persediaan terhadap profitabilitas. Penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear berganda kemudian dilanjutkan dengan Uji Koefisien Determinsi (R) dan Uji Parsial (T). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahan-perusahaan sub sektor Kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, periode 2019-2021. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 7 perusahaan, metode penariakan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah (Purpossive Sampling) Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dalam hal ini yakni data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI. Data di peroleh dengan cara mendonload melalui website www.idx.co.id. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara parsial Perputaran Piutang berpengaruh Positif tidak signifikan terhadap Profitabilitas (Return On Asset, Hasil kedua (2) secara parsial bahwa Perputaran Persediaan berpengaruh positif signifikan terhadap Profitabilitas (Return on Asset).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Improving Students’ Speaking Skill Using YouTube Video in SMPN 1 KahaunguEti, Academic Year 2022/2023 in Sumba Regency ABSTRACT Student, Name1Supervisor1, Name.2 Supervisor2,Name.3 (Octarida E. Yahbrob) (Seprianus A. Nenotek, S.Pd.,M.Pd) (Eltina A. Maromon. S.Pd., M.Pd) Corresponding author’s email:[email protected] This thesis is entitled Improving students speaking skill using YouTube videos at SMP N 1 KahaunguEti, Academic Year 2022/2023 in Sumba Regency. The problem of this research is whether students can improves speaking skill using YouTube videos? This study aims to describe YouTube videos as an effective medium to improves English speaking skill and to collect information regarding the use of YouTube videos in the process of teaching and learning English. Data collection was carried out using the pre-test and post-test give to students. The results showed that there were differences in the results of the students' pre-test post-test took from various sources using You- Tube videos. In fact, YouTube video media can not only be adapted for children but can also be extended to all levels of education and allows students to quickly practice their own speaking skill.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Cekaman kekeringan merupakan kondisi lingkungan dimana tanaman tidak menerima asupan air yang cukup, sehingga tanaman tidak dapat melakukan proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal serta produksi pertumbuhan menurun. Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu spesies tumbuhan dalam family Moringaceae yang tahan tumbuh di daerah kering tropis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan tanaman Kelor. Penelitian ini dengan metode eksperimen kuantitatif dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) serta 6 perlakuan dangan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 18 unit. Dalam penelitian ini yang dianalisis adalah pertumbuhan tinggi batang (cm) diameter batang (cm) jumlah daun (helai) lebar daun (cm). Hasil penelitian yang di peroleh bahwa semakain sedikit air yang di berikan semakin baik pertumbuhan pada tanman, dan semkin banyak air yang di berikan akan menghambat pertumbuhan tanaman. Hal ini membuktikan Cekaman kekeringan berpengaruh nyata terhadap tinggi batang, diameter batang, jumlah daun, dan luas dauan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dunia kerja merupakan suatu persaingan yang sangat ketat saat ini dimana sekumpulan individu melakukan suatu aktifitas kerja dan harus dibarengi dengan pemikiran yang maju, cerdas serta memiliki kemampuan kerja dan semangat yang tinggi dalam menghadapi suatu pekerjaan. Di sisi lain mengingatkan bahwa persaingan dalam dunia kerja akan semakin meningkat di karenakan perekonomian yang begitu memadai sehingga setiap pegawai harus mampu bersaing dalam memaksimalkan laba yang ada dalam sebuah pekerjaan untuk membantu perkembangan kinerja perusahaan. Dalam era globalisasi sekarang ini akan memasuki persaingan yang begitu ketat di segala bidang pekerjaan yang memungkinkan setiap kantor akan mempertahankan kinerja kedinasannya yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang pegawai akan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pegawai, dalam hal ini pegawai harus mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi di lingkungan kerjanya. Kemampuan kerja para pegawai dianggap penting karena setiap pemimpin perlu memahami sifat yang dimiliki oleh pegawai, melalui usaha tersebut dapatlah suasana kerja yang lebih tepat bagi usaha kinerja pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh pegawai akan diberikan dukungan oleh perusahaan. Supaya perusahaan dapat mencapai tujuannya. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara kemampuan dengan usaha pencapaian yang akan dicapai. Menurut Handoko (1984) Tunjangan kesejahteraan adalah merupakan suatu kompensasi tambahaan yang bertujuan untuk mengikat pegawai agar tetap bekerja pada perusahaan tersebut. Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang sudah dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah dibebankan kepadanya atas dasar kecakapan, pengalam serta dalam menghargai waktu dalam bekerja. Tanggung jawab yang di peroleh itu meripakan suatu nilai yang baik dalam menentukan prestasi kerja yang dihasilkan. Adapun indikator dalam mencapai prestasi kerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, hubungan kerja, serta penyesuaian lingkungan kerja dalam dinas. Sehingga kesamaan persepsi terhadap penyesuaian perilaku dan sikap, kemampuan kerja serta tunjangan kesejahteraan sebagai suatu kepuasan sendiri dalam kedinasan. Sehingga tinggi rendahnya prestasi seorang pegawai tidak dapat di perolah begitu saja, tetapi melalui proses yang sangat panjang dalam proses prestasi kerja itu sendiri .Jadi setiap pegawai yang ada dalam kantor tersebut memiliki perbedaan terhadap kemampuan kerja, tunjangan keejahteraan dan prestasi kerja yang dimilikinya. Dalam hal ini kantor UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang olahraga dalam memimpin serta memajukan generasi muda yang ada di NTT. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian inipeneliti akan membahas kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai yang berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja pegawai, peneliti menggunakan uji analisis Regresi Linier Berganda, uji parsial (Uji T), dan uji stimultan atau uji koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Sedangkan secara stimultan kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijikan yang didapati dari hasil analisis regeresi linier berganda dengan konstantan a sebesar 6,430 sedangkat koefisien b1 = 0,679 dan b2 = 0,445. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan tunjangan kesejahteraan (X2) terhadap prestasi kerja (Y) adalah sebagai berikut : Y = 6.430 + 0,679 + 0,445 + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama adalah pengaruh variabel kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan kerja (X1) ditentukan t hitung=3,561 lebih besar dari t tabel =2,05183 dan tingkat signifikan=0,001. Oleh karena itu nilai sig>0,05 maka Ho (bl=0) diterima Ha(b1) ditolak yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap varibel prestasi kerja (Y). Berikut ini hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung=1,949 lebih besar dari t tabel=2,05183 dan tingkat sig=0,05 maka Ho (b1=0) ditolah Ha (b=0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung=11,178 lebih besar dari F tabel=3,35 dan tingkat sig=0,000 oleh karena itu nilai sig0,05 maka Ho (bl=0 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima. Artinya variabel kemampuan kerja (X1) dan variabel tunjangan kesejahteraan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap prestasi kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) adalah 45,3 atau 45,3%. Hal ini berarti besar pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja adalah 45,3% sedangkan pengaruh sebesar 54,7% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Manajemen Sumber Daya Manusia berperan aktif dan dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku, dan penentu terwujudnya tujuan organisasi. Tujuan tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif karyawan meskipun alat-alat yang dimiliki perusahaan begitu canggi. Alat-alat canggih yang dimiliki perusahaan tidak ada manfaatnya bagi perusahaan, jika peran karyawan tidakdiikutsertaka Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini Peneliti akan membahas tipe keemimpinan demokratis dan Karakteristik pekerjaan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT.PLN(Persero) Unit Induk Wiayah NTT.Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif.Populasi dan sampel dalam penelitian ini pada PT.PLN(Persero) Unit Induk Wiayah NTT berjumlah 105 orang dan dilakukan penentuan sampel menunggunkan rumus slovin makan penelitian ini berjumlah 83 orang.Teknik pengumpulan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden.Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini mengetahui pengaruh tipe kepemimpinan demokratis dan Karakteristik pekerjaan terhadap Kinerja Karyawan.Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda,Uji Parsial (Uji T),Uji Simultan dan Uji Kooefesien Determinasi (R2).Dari hasil penelitian yang dilakukan,Peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial tipe kepemimpinan demokratis berpengaruh positif terhadap Kinerja karyawan pada PT.PLN(Persero) Unit Induk Wiayah NTT dan Karakteristik pekerjaan berpengaruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja karyawan pada PT.PLN(Persero) Unit Induk Wiayah NTT. secara simultan tipe kepemimpinan demokratis, dan Karakteristik pekerjaan terdapat pengaruh secara Bersama-sama secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 4,172 ,Sedangkan Kooefeisen regresi b1=1,051,b2=0,301.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh Tipe kepemimpinan demokratis (X1) dan Karakteristik pekerjaan (X2) terhahap Kinerja karyawan Karyawan (Y) adalah sebagai berikut :Y=4,172+1,051X1+ 0,301+e.Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada Tipe kepemimpinan demokratis (X1) Kinerja karyawan (Y).Diketahui variabel tipe kepemmpinan demokratis (X1) di temukan t hitung = 11,462 lebih besar dari t tabel = 1,663 dan tingkat signifikan = 0,000 oleh karena itu nilaisig > 0,05 maka maka H0 (b1=0) ditolak Ha (b1 > 0) diterima yaitu variabel tipe kepemimpinan demokratis (X1) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y).Berikut Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Karakteristik pekerjaan (X2) dan Kinerja karyawan (Y) diketahui bahwa variabel Karakteristik pekerjaan (X2) ditemukan t hitung = 11,635 lebih besar dari t tabel = 1,990 dan tingkat sig = 0,005. Oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 > 0) diterimah yaitu Karakteristik pekerjaan memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan.Untuk hasil Uji F didapati F hitung = 3814,830 lebih besar dari F tabel = 3,11 dan tingkat sig = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,000 maka H0 ( b1=0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima artinya variabel Tipe kepmimpinan demokratis (X1) dan Variabel Karakteristik Pekerjaan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap Kinerja Karyawan(Y).Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil ujikkofesien determinasi (R2) adalah 0,995% atau 0,95%.Hal ini berarti besar pengaruhnya Tipe kepemimpinan demokratis dan karakteristik pekerjaan terhadap Kinerja Karyawan adalah 0,95%.Sedangkan pengaruh sebesar 1,9% disebabkan oleh faktor lain.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENERAPAN PEMBELAJARAN RAMAH ANAK DALAM PEMBELAJARAN PENJAS PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI KUANINO 3 Yosua Rato Doko1* , David Loba2 , Dortean A. Jois Jaha3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia [email protected] Latar Belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, penerapan pembelajaran ramah anak dalam pembelajaran penjas pada siswa kelas III untuk menjamin dan memenuhi hak-hak anak dan perlindungan anak dalam aspek kehidupan dengan terencana dan bertanggung jawab Tujuan Penelitian: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran ramah anak dalam pembelajaran penjas pada siswa kelas III Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah kepela sekolah, guru penjas, dan tiga orang siswa kelas III di SD Inpres Kuanino 3 Hasil dan pembahasan: Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pembelajaran ramah anak dalam pembelajaran penjas sudah di terapkan pada siswa kelas III, namun kadang karena karakter siswa yang berbeda-beda sehingga terkadang guru masih menegur siwa dengan nada yang keras dan sampai member i hukuman pada siswa. Dalam mengikuti proses pembelajaran penjas ada siswa yang nakal dan tidak mendengarkan arahan dari gurunya sehingga guru terpaksa harus menegur siswa dengan nada yang keras dan harapannya guru harus mampu menghadapi setiap karakter siswa agar penerapan ramah anak dapat terlaksana dengan baik agar proses pembelajaran berjalan seterusnya sesuai dengan peratuaran yang ada. Simpulan: dalam mengikuti pembelajaran siswa kadang masih merasah takut karena guru masih menegur siswa dengan nada yang keras dan member hukuman pada siswa sehingga penerapan ramah anak sudah diterapkan namun karena karakter siswa yang membuat guru memberikan teguran dengan nada yang keras, harapannya agar guru mampu menghadapi setiap karakter siswa –siswi. Katakunci: Ramah anak, pendidikan jasmsni