2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA FRUITGHURT DARI KULIT DAN DAGING BUAH PISANG MAS (Musa acuminata) ASAL DESA LAKEKUN BARAT KABUPATEN MALAKA Tajo,M.L)* Ledo,S.E.M)** Nge,T.S)*** Perkembangan teknologi dibidang pangan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, dan kesadaran akan pentingnya makanan dan minuman sehat yang baik bagi tubuh menyebabkan adanya pembuatan minuman bernutrisi yang mengandung beberapa bakteri asam laktat, salah satu produk yang dihasilkan yaitu fruitghurt. Pisang merupakan tanaman yang dapat dijumpai dibeberapa negara terutama di Indonesia. Buah pisang rentan terhadap kerusakan mekanis dan daya simpan rendah. sehingga perlu diolah menjadi fruitghurt. Daging buah pisang dan kulitnya, memiliki kandungan serat pangan, pati, vitamin, mineral dan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan gizi, kadar asam laktat, pH, fruitghurt dari kulit dan daging buah pisang mas. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan sebanyak 3 kali ulangan dengan variasi konsentrasi daging buah pisang mas dan kulit pisang mas pada (PO) 0%, (P1) 10%, (P2) 20%, (P3) 30%. Terdapat 3 tahapan kulit dan daging buah pisang mas dalam penelitian ini yaitu uji proksimat dilakukan untuk mengetahui kandungan gizi berupa kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat. Protein berkisar 3,16% - 4,93%, lemak 0,85% - 1,05%, dan karbohidrat 33,84% - 38,69%. Uji kadar asam laktat fruitghurt 0,35% - 0,41%, dan uji pH fruitghurt 3,33% - 3,8%. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan variasi waktu fermentasi terhadap daya simpan fruitghurt pisang mas dan dapat menggunakan pewarna alami lainnya sehingga dapat dihasilkan fruitghurt yang lebih berkualitas.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS KADAR ALKOHOL DAN KADAR GLUKOSA PADA WINE DARI NIRA BATANG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench ) MELALUI PROSES FERMENTASI Go, L. D)* Nge, S. T)** Ballo, A)*** Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench ) merupakan hijauan yang termasuk dalam serelia dan juga toleran terhadap kekeringan, genangan air dan dapat bereproduksi pada lahan marginal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama atau penyakit. Wine merupakan minuman beralkohol yang biasanya terbuat dari jus anggur yang difermentasi. Masalah utama dalam penelitian ini yaitu kurangnya pengetahuan tentang pengolahan batang sorgum selain digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak adanya nilai ekonomis dari tanaman tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar alkohol dalam wine nira batang sorgum dan juga untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap wine dari nira batang sorgum. Dengan variasi lama fermentasi yang digunakan adalah P1 (10 hari), P2 (15 hari), P3 (20 hari), dan P4 (25 hari). Kadar alkohol tertinggi terdapat pada P4 (28%), kadar alkohol terendah pada P1 (19%). Berdasarkan hasil organoleptik nilai kesukaan tertinggi terhadap rasa, aroma, dan warna terdapat pada P3 dengan rata-rata rasa: 4,05%, aroma: 3,65%, dan warna: 4,0%. Kata Kunci: Kadar alkohol, wine, tanaman sorgum Keterangan * = Penelitian **)= Pembimbing ABSTRACT ANALYSIS OF ALCOHOL CONTENT AND GLUCOSE LEVEL IN WINE FROM SORGUM STEM SAP (Sorghum bicolor L. Moench ) THROUGH THE FERMENTATION PROCESS Go, L. D)* Nge, S. T)** Ballo, A)*** Sorghum plants (Sorghum bicolor L. Moench ) are greens that belong to the cereal group and are also tolerant to drought, waterlogging, and can reproduce on marginal land, as well as being relatively resistant to pest or disease disturbances. Wine is an alcoholic beverage that is usually made from fermented grape juice. The main issue in this research is the lack of knowledge about processing sorghum stalks apart from using them as animal feed, leading to no economic value from the plant. The objective of this study is to determine the alcohol content in sorghum stem sap wine, as well as to assess the preference level of panelists for the wine made from sorghum stalk sap. With variations of fermentation time used: P1 (10 days), P2 (15 days), P3 (20 days), and P4 (25 days). The highest alcohol content is found in P4 (28%), while the lowest alcohol content is in P1 (19%). Based on organoleptic results, the highest preference score for taste, aroma, and color is found in P3 with an average taste: 4,05%, aroma: 3,65%, and color: 4,0%. Keywords: Alcohol content, wine, sorghum plants Information * = Researcher **) = Supervis
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PEMANFAATAN NIRA BATANG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) SEBAGAI BAHAN BAKU GULA CAIR Dae, S)* Ballo, A)** Nge, T.S)** Sorgum (Sorghum bicolour L. Moench) merupakan tanaman serealia yang memiliki daya adaptasi yang luas sehingga dapat dikembangkan di lahan kering atau lahan marginal, membutuhkan air yang relatif rendah serta relatif tahan terhadap gangguan hama atau penyakit. Tanaman sorgum mimiliki batang yang menyimpan nira manis. Gula cair merupakan produk yang diperoleh dari proses pengolahan nira setelah melalui proses pemanasan. Masalah utama dalam penelitian ini yaitu kurangnya pengetahuan tentang pengolahan batang sorgum yang digunakan sebagai pakan ternak dan pupuk alami sehingga tidak adanya nilai ekonomis dari tanaman tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar gula reduksi, kadar air, pH dan organoleptik pada gula cair dari nira batang sorgum. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen laboratorium untuk menganalisis kadar gula reduksi, kadar air, uji pH dan uji organoleptik. Hasil yang diperoleh yaitu nira batang sorgum memiliki kadar gula reduksi =0,56%, kadar air =79,26%, pH=5,48. Gula cair memiliki kadar gula reduksi=2,17%, kadar air=19,86%, pH=5,87. Berdasarkan hasil organoleptik, nilai rata-rata tingkat kesukaan terhadap warna=4,15, aroma=3,55 dan rasa yaitu 3,35. Kata Kunci : Gula cair, nira sorgum, tanaman sorgum, Umalor Keterangan : * = Peneliti **)= Pembimbing ABSTRACT Ultilization of Sorghum Stem Sap (Sorghum bicolor L. Moench) as a Raw Material for Liquid Sugar Dae, S)* Ballo, A)** Nge, T.S)** Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) is a cereal crop with a wide adaptability, allowing it to be cultivated on dry or marginal land. It requires relatively low water input and is relatively resistant to pest and disease disturbances. Sorghum plants have stalks that store sweet sap. Liquid sugar is a product obtained from the processing of sap through a heating process. The main problem addressed in this study is the lack of knowledge regarding the processing of sorghum stalks, which are commonly used only as animal feed and organic fertilizer, resulting in the absence of economic value from this plant. Therefore, this study aimed to determine the reducing sugar content, moisture content, pH, and organoleptic properties of liquid sugar produced from sorghum stalk sap. The method employed was descriptive quantitative research with a laboratory experimental approach to analyze reducing sugar content, moisture content, pH value, and organoleptic characteristics. The results showed that sorghum stalk sap had a reducing sugar content of 0.56%, a moisture content of 79.26%, and a pH of 5.48. The liquid sugar produced had a reducing sugar content of 2.17%, a moisture content of 19.86%, and a pH of 5.87. Based on organoleptic evaluation, the average preference scores were 4.15 for color, 3.55 for aroma, and 3.35 for taste. Keywords: Liquid sugar, sorghum sap, sorghum plant, Umalor Notes: *=Researcher **) = Supervis
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan
Teknologi Informasi Dan Pengendalian Intern Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pada KSP Kopdit Solidaritas St.Maria Assumpta Kupang Kota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas sumber daya mansia,
pemanfaatan teknologi informasi dan pengendalian intern akuntansi terhadap kualitas laporan
keuangan.jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data
yang diperoleh melalui kuesioner. Populasi yang digunakan adalah pegawai Kopdit
Solidaritas Sta.Maria Assumpta KCU Kupang Kota. Teknik pengambil sampel pada
penelitian ini menggunakan jenuh sampling.dengan menggunakan populasi seluruh karyawan
dan teknik pengambilan sampel sebanyak 33 responden.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif,uji kualitas data,uji
asumsi klasik,analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 25.
Berdasarkan pengolahan data yang sudah dilakukan, maka bahasan hasil analisis peneltian
diperoleh sebagai berikut: (1), berdasarkan hasil dari uji t variabel kapasitas sumber daya
manusia diperoleh hasil dengan nilai t hitung sebesar 1,787 < t tabel sebesar 2,0422 dengan
nilai signifikansi 0,84 > 0,05, maka variabel Kapasitas Sumber Daya Manusia (X1) tidak
memiliki pengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y). (2) berdasarkan uji t
variabel pemanfaatan teknologi informasi diperoleh hasil dengan nilai t hitung sebesar 0,434
> t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,667 > 0,05, maka variabel Pemanfaatan
Teknologi Informasi (X2) tidak memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
Kualitas Laporan Keuangan (Y).(3)berdasarkan hasil uji t variabel pengendalian intern
akuntansi diperoleh hasil uji t hitung sebesar 5,044 > t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai
signifikansi 0,000 < 0,05, maka variabel Pengendalian Intern Akuntansi (X3) memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y).Dengan demikian
secara persial hanya pengendaliann intern akuntansi yang yang terbukti mempengaruhi
kualitas laporan keuangan sedangkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi informasi
tidak berpenaruh signifikan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Loyalitas karyawan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan
keberlangsungan dan keberhasilan suatu organisasi, termasuk organisasi koperasi.
Karyawan yang loyal tidak hanya memiliki komitmen untuk tetap bekerja dalam
organisasi, tetapi juga menunjukkan dedikasi, tanggung jawab, serta kesediaan untuk
berkontribusi secara maksimal demi tercapainya tujuan organisasi. Dalam praktiknya,
banyak organisasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan loyalitas karyawan,
terutama di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Kondisi ini juga dialami
oleh Koperasi Timau Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan
adanya tingkat pergantian karyawan yang cukup tinggi. Fenomena tersebut
mengindikasikan perlunya perhatian serius terhadap faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi loyalitas karyawan. Kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi kerja
merupakan tiga faktor penting yang diyakini memiliki pengaruh terhadap loyalitas
karyawan. Kepemimpinan berperan dalam mengarahkan, membimbing, serta
mempengaruhi perilaku karyawan agar bekerja secara efektif dan selaras dengan tujuan
organisasi. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan dan sikap karyawan terhadap
berbagai aspek pekerjaannya, seperti pekerjaan itu sendiri, upah, promosi, pengawasan,
dan hubungan dengan rekan kerja.xvi
Sementara itu, motivasi kerja merupakan dorongan internal maupun eksternal
yang mendorong karyawan untuk berusaha, berprestasi, dan mempertahankan
kinerjanya. Apabila ketiga faktor tersebut dikelola dengan baik, maka diharapkan dapat
meningkatkan loyalitas karyawan terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi kerja terhadap
loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh karyawan Koperasi Timau Kupang yang berjumlah 37 orang. Mengingat
jumlah populasi kurang dari 100 orang, maka teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah teknik sensus, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel
penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup yang disusun
berdasarkan indikator masing-masing variabel penelitian dan diukur menggunakan
skala likert 1–10. Data kemudian diolah menggunakan program SPSS versi 22 dengan
metode analisis regresi linear berganda, serta dilakukan uji t (parsial), uji F (simultan),
dan uji koefisien determinasi (R2) untuk mengetahui besarnya pengaruh antara
variabel-variabel penelitian.
Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Kepemimpinan (X1),
Kepuasan Kerja (X2) dan Motivasi Kerja (X3), sedangkan variabel dependen adalah
Loyalitas Karyawan (Y). Indikator variabel kepemimpinan mencakup kemampuan
mengambil keputusan, kemampuan memotivasi, kemampuan komunikasi, kemampuan
mengendalikan bawahan, tanggung jawab dan kemampuan mengendalikan emosional.
Indikator kepuasan kerja mencakup pekerjaan, upah, promosi, pengawas, dan rekanxvii
kerja. Indikator motivasi kerja mencakup balas jasa, kondisi kerja, fasilitas kerja,
prestasi kerja, pengakuan dari atasan dan pekerjaan itu sendiri. sementara indikator
loyalitas karyawan meliputi setia pada perusahaan, rela berkorban, dedikasi tinggi,
mempromosikan perusahaan, kemauan bekerja sama, kepatuhan pada aturan, integritas
dan rasa bangga. Hasiil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Kepemimpinan
(X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas karyawan (Y). Hal ini
dibuktikan melalui hasil uji t, dimana diperoleh nilai t hitung sebesar 2,650 lebih besar
dari t tabel sebesar 1,692, serta nilai signifikan 0,012 > 0,05. Hasil ini menunjukkan
bahwa kepemimpinan memiliki arah pengaruh yang positif terhadap loyalitas
karyawan, namun pengaruh tersebut belum cukup kuat secara statistik untuk
dinyatakan signifikan. Dengan demikian, peningkatan kepemimpinan belum tentu
secara langsung diikuti oleh peningkatan loyalitas karyawan, karena masih terdapat
faktor-faktor lain yang turut memengaruhi loyalitas karyawan di Koperasi Timau
Kupang. Hasil uji t untuk Kepuasan Kerja (X2) juga menunjukkan pengaruh positif dan
signifikan terhadap Loyalitas Karyawan (Y) dengan nilai t hitung sebesar 3,228 > t
tabel 1,687 dan nilai signifikan 0,003 < 0,05. Hal ini berarti bahwa kepuasan kerja
memiliki peranan penting dalam meningkatkan loyalitas karyawan. Semakin tinggi
tingkat kepuasan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi pula loyalitas
karyawan di Koperasi Timau Kupang. Dengan demikian, kepuasan kerja menjadi salah
satu faktor utama yang secara nyata memengaruhi loyalitas karyawan.xviii
Hasil uji t untuk Motivasi Kerja (X3) juga menunjukkan pengaruh positif dan
signifikan terhadap Loyalitas Karyawan (Y) dengan nilai t hitung sebesar 4,565 > t
tabel 1,687 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hal ini berarti bahwa motivasi kerja
memiliki pengaruh yang nyata dan kuat terhadap loyalitas karyawan. Semakin tinggi
tingkat motivasi kerja yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi pula loyalitas
karyawan terhadap Koperasi Timau Kupang. Dengan demikian, motivasi kerja menjadi
faktor penting yang mendorong karyawan untuk tetap setia, berkomitmen, dan
berkontribusi secara optimal dalam organisasi. Hasil uji F (simultan) menunjukkan nilai
F hitung sebesar 8,058 lebih besar dari F tabel sebesar 2,89, dengan nilai signifikan
0,000 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa secara simultan Kepemimpinan (X1),
Kepuasan Kerja (X2), dan Motivasi Kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap
Loyalitas Karyawan (Y). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ketiga
variabel independen tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan perubahan
loyalitas karyawan, sehingga peningkatan kepemimpinan, kepuasan kerja, dan motivasi
kerja secara terpadu dapat meningkatkan loyalitas karyawan di Koperasi Timau
Kupang. Adapun hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan nilai R2 sebesar
0,370, atau 37,0%. Hal ini berarti bahwa sebesar 37,0% variasi perubahan loyalitas
karyawan dapat dijelaskan oleh variabel kepemimpinan, kepuasan kerja dan motivasi
kerja, sedangkan 63,0% sisanya dipengaruhi oleh factor lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.xix
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa loyalitas
karyawan di Koperasi Timau Kupang lebih dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan
dan tingkat kepuasan kerja dibandingkan dengan motivasi kerja semata. Oleh karena
itu, pihak manajemen Koperasi Timau Kupang disarankan untuk terus meningkatkan
kualitas kepemimpinan melalui pengembangan kemampuan manajerial dan komunikasi
pimpinan, serta menciptakan lingkungan kerja yang mampu meningkatkan kepuasan
karyawan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat loyalitas karyawan,
menurunkan tingkat pergantian karyawan, dan mendukung keberlanjutan serta kinerja
Koperasi Timau Kupang di masa yang akan datang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial kepemimpinan berpengaruh
positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas karyawa di Koperasi Timau Kupang,
secara parsial kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas
karyawan di Koperasi Timau Kupang, secara parsial motivasi kerja berpengaruh positif
dan signifikan terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang dan secara
simultan kepemimpinan, kepuasan kerjai dan motivasi kerja berpengaruh secara
bersama-sama terhadap loyalitas karyawan di Koperasi Timau Kupang.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RQA (READING, QUESTION AND ANSWERING) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP Lay, O. M* Meha, A. M** Ngginak, J** Salah satu masalah yang terdapat di SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap hasil belajar kognitif siswa yang masih rendah khususnya pada materi sistem pencernaan pada manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RQA (Reading, Question And Answering) terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 60 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIIB yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIA yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas eksperimen peneliti menggunakan model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu idikator yaitu C1 (mengingat) 83%. Penggunaan model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) di dalam pembelajaran, siswa terlihat tertarik dan membantu siswa dalam memahami suatu bahasan sehingga dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode konvensional sehingga tidak dapat menumbuhkan hasil belajar kognitif siswa, hal ini dilihat dari indikator C5 (mengevaluasi) dengan persentase 52%. Hasil presentase kelas kotrol ini menunjukan bahwa hasil belajar kognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar kognitif siswa B kelas VIII di SMP N 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Kata Kunci : Hasil Belajar Kognitif, Signifikan, Model Pembelajaran RQA *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II ABSTRACT THE EFFECT OF THE RQA (READING, QUESTION AND ANSWERING) LEARNING MODEL ON COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS AT SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP Lay, O. M* Meha, A. M** Ngginak, J** One of the problems at SMP Negeri 6 Balfai, Central Kupang is that students' cognitive learning outcomes are still low, especially in the subject of the human digestive system. The aim of this research is to determine the effect of the RQA (Reading, Question and Answering) learning model on students' cognitive learning outcomes at SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap. The research uses a quantitative approach, with experimental methods. The population in this study was all 60 class VIII students. The sample in this research was class VIIIB, totaling 20 students, as the experimental class and class VIIIA, totaling 20 students, as the control class. The data collection technique used in this research is tests. The research data was analyzed using a parametric statistical test, namely the t-test with the help of SPSS. The results of the t-test data processing obtained a Sig (2-tailed) value of p=0.000, thus H0 was rejected and H1 was accepted because Sig (2-tailed) α or (0, 001 0.05). The results of this research state that the control class and experimental class have differences in student cognitive learning outcomes. In the experimental class, researchers used the RQA (Reading, Question and Answering) learning model so that it could improve students' cognitive learning outcomes in class. This can be seen in one of the indicators, namely C1 (remembering) 83%. Using the RQA (Reading, Question and Answering) learning model in learning, students look interested so that it can improve students' thinking abilities. Meanwhile, in the control class, researchers used conventional methods so that they could not improve students' cognitive learning outcomes, this can be seen from the C5 indicator (evaluating) with a percentage of 52%. The results of this control class percentage show that students' cognitive learning outcomes in the learning process using conventional methods are low. This fact shows that the RQA (Reading, Question and Answering) learning model has a significant influence on the cognitive learning outcomes of class VIII B students at SMP N 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Keywords: Cognitive Learning Results, Significant, RQA Learning Model *Researcher **Supervisor I **Supervisor II
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh peran penting sumber daya manusia
(SDM) dalam menentukan keberhasilan organisasi. Dalam konteks lembaga
keagamaan seperti Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kota Kupang,
kualitas dan semangat kerja pegawai merupakan faktor utama yang menentukan
efektivitas pelayanan dan pelaksanaan administrasi gerejawi. Namun berdasarkan hasil
observasi, ditemukan adanya fenomena seperti pegawai yang datang terlambat, pulang
sebelum jam kerja berakhir, kurang memiliki tanggung jawab dan motivasi kerja, serta
belum optimalnya kondisi lingkungan kerja, seperti ruang kerja yang sempit dan
fasilitas yang kurang memadai. Fenomena tersebut menunjukkan adanya indikasi
bahwa semangat kerja pegawai masih belum maksimal. Faktor-faktor yang diduga
memengaruhi semangat kerja karyawan adalah disiplin kerja dan lingkungan kerja.
Disiplin kerja berperan penting dalam menciptakan keteraturan dan tanggung jawab
individu terhadap tugas, sedangkan lingkungan kerja yang baik mampu menumbuhkan
kenyamanan, motivasi, dan antusiasme dalam bekerja. Berdasarkan hal tersebut,
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin kerja dan
lingkungan kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap semangat kerja
karyawan di Kantor Sinode GMIT Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode kuantitatif deskriptif asosiatif. Populasi penelitian ini berjumlah 93xv
orang karyawan, dan sebanyak 52 orang dijadikan sampel dengan teknik cluster
sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer, yang diperoleh melalui
penyebaran kuesioner dengan skala Likert 1-10. Data kemudian diolah menggunakan
program SPSS versi 22 dengan metode analisis regresi linier berganda, serta dilakukan
uji t (parsial), uji F (simultan), dan uji koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui
besarnya pengaruh antara variabel-variabel penelitian.
Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Disiplin Kerja (X₁) dan
Lingkungan Kerja (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Semangat Kerja (Y).
Indikator variabel disiplin kerja mencakup ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan,
tanggung jawab terhadap pekerjaan, dan kemampuan menjaga kinerja tanpa
pengawasan. Indikator lingkungan kerja mencakup pencahayaan, sirkulasi udara,
kebersihan, ruang gerak, dan keamanan kerja. Sementara indikator semangat kerja
meliputi motivasi bekerja keras, keterlibatan emosional terhadap pekerjaan, serta
produktivitas kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Disiplin Kerja
(X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja (Y). Hal ini
dibuktikan melalui hasil uji t, di mana diperoleh nilai t hitung sebesar 6,534 lebih besar
dari t tabel sebesar 2,009, serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan
bahwa semakin tinggi tingkat kedisiplinan pegawai, maka semakin tinggi pula
semangat kerja mereka. Pegawai yang memiliki disiplin tinggi cenderung memiliki
tanggung jawab besar, bekerja tepat waktu, dan berkomitmen terhadap tugas-tugas
yang diberikan. Hasil uji t untuk Lingkungan Kerja (X₂) juga menunjukkan pengaruh
positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja (Y) dengan nilai t hitung sebesar 4,329 >xvi
t tabel 2,009 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Hal ini berarti bahwa kondisi
lingkungan kerja yang baik-baik dari segi fisik seperti pencahayaan, sirkulasi udara,
dan kebersihan, maupun dari segi sosial seperti hubungan antarkaryawan berdampak
langsung pada peningkatan semangat kerja karyawan. Hasil uji F (simultan)
menunjukkan nilai F hitung sebesar 57,493 lebih besar dari F tabel sebesar 3,18,
dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa disiplin kerja dan
lingkungan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap semangat kerja karyawan di Kantor Sinode GMIT Kota Kupang. Dengan kata
lain, kedua faktor ini berperan penting dalam meningkatkan semangat kerja pegawai
secara kolektif. Adapun hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai R²
sebesar 0,712, atau 71,2%. Hal ini berarti bahwa sebesar 71,2% variasi perubahan
semangat kerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel disiplin kerja dan lingkungan
kerja, sedangkan 28,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini, seperti gaya kepemimpinan, penghargaan, kompensasi, serta motivasi
pribadi karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja dan
lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja, baik secara parsial
maupun simultan. Disiplin kerja merupakan faktor yang paling dominan dalam
meningkatkan semangat kerja karyawan. Pegawai yang disiplin cenderung lebih fokus,
memiliki tanggung jawab, serta menunjukkan komitmen tinggi terhadap tugas yang
diberikan. Sementara itu, lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung menciptakan
kondisixvii
Penelitian ini memiliki implikasi baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis,
hasil penelitian ini memperkuat teori manajemen sumber daya manusia yang
dikemukakan oleh Hasibuan (2019) dan Sedarmayanti (2017), yang menyatakan bahwa
disiplin kerja dan lingkungan kerja merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi
semangat kerja dan produktivitas karyawan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat
menjadi masukan bagi Kantor Sinode GMIT Kota Kupang untuk memperkuat sistem
kedisiplinan yang konsisten, memperbaiki fasilitas kerja agar lebih nyaman,
meningkatkan pengawasan kerja, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis dan
mendukung kolaborasi antarpegawai.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan dan
administrasi di Kantor Sinode GMIT tidak hanya ditentukan oleh kemampuan spiritual
dan teknis, tetapi juga oleh kualitas manajemen sumber daya manusia yang disiplin,
bersemangat, dan bekerja dalam lingkungan yang kondusif. Upaya peningkatan disiplin
kerja dan pembenahan lingkungan kerja akan menjadi strategi efektif dalam
membangun semangat kerja yang tinggi di kalangan karyawan, sehingga mendukung
tercapainya tujuan pelayanan gerejawi yang profesional dan berintegritas.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daerah Irigasi (DI) Air irigasi Dulurasa terdapat banyak saluran yang
retak, yang tidak terlihat karna tertutup oleh tanaman liar serta warga yang
melakukan alih fungsi lahan. Penelitian berjudul analisis efisiensi penyaluran air
irigasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui debit air yang disalurkan
pada saluran sekunder, mengetahui nilai efisiensi penyaluran air irigasi disaluran
sekunder Daerah Irigasi Dulurasa. Metode penelitian ini dilakukan dengan
pengumpulan data sekunder, yaitu data irigasi sekunder debit masuk dan debit
keluar sepanjang saluran. Hasil penelitian menunjukan tingkat kehilangan air
sebesar 4,128(/) Sedangkan efisiensi yang diperoleh 90,53%. Hal ini
disebabkan karna kondisi saluran yang kurang baik, penumpukan sampah pada
saluran dan pintu saluran sehinga laju aliran semakin lambat
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemerintah Indonesia telah menetapkan UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa.
Desa adalah sebuah kebijakan yang telah dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan
untuk menujukan kepada pembangunan dan kemajuan desa dengan melalui
pemberdayaan oleh masyarakat dan manajemen potensi yang ada di desa. Dengan
adanya UU Desa diharapkan mampu menjadi pedoman untuk dapat menciptakan
suatu desa yang mandiri secara politik, ekonomi yang mempunyai landasan sosial,
budaya dan kearifan lokal yang kuat. Konsistensi dalam pemerintah terkait upaya
pelimpahan wewenang perekonomian terwujud ke dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Masalah penelitian ini adalah Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun,
Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Dengan demikian persoalan
penelitian ini adalah Bagaimana Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun Kecamatan
Malaka Tengah, Kabupaten Malaka?. Tujuan penelitian ini adalah (a)
Mengidentifikasi praktik tata kelola keuangan yang ada di BUMDes Desa
Mataulan dan mengevaluasi efektivitasnya, dan (b) Menilai penerapan prinsip
Good Governance dalam pengelolaan BUMDes, termasuk keterbukaan,
akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
Untuk mendukung arah menelitian, beberapa teori diangkat yaitu (a)
Pengelolaan Keuangan. Pengelolaan keuangan BUMDes mengikuti tahapan
kegiatan mengikuti siklus perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan
oertanggungjawaban, dan (b) Good Governance. Good Governance didefinisikan
sebagai pemerintahan yang mengembangkan dan menetapkan konsep
profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, pelayanan besar, demokrasi, efisiensi,
efektivitas, dan supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
Populasi penelitian ini adalah pemangku kepentingan BUMDes Dato Mota
di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka berjumlah 9
orang yang sebagaimana tampak dalam struktur organisasi BUMDes Dato Mota,
Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Sampel penelitian sejumlah 3
orang masing-masing sekretaris desa, bendahara dan pengawas BUMDes Dato
Mota, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Data dikumpulkan dengan
metode wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisisnya, dapat diambil kesimpulan
bahwa BumDes Dato Mota do di Desa Mataulun, Kecamatan Malaka Tengan,
Kabupaten Malaka belum dikeloka dengan baik berdasarkan Prinsip Good
Governance. Di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui informasi pengelolaan
keuangan pada GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa dan informasi mengenai arus uang
yang kelola oleh bendahara gereja. Pengelolaan keuangan pada GMIT Diaspora
Danau Ina Oesapa saat ini belum memiliki sismtem laporan keuangan yang relevan,
penelitian ini bertujuan untuk membantu bendahara gereja dalam mengelola data
keuangan agar lebih teratur dan terperinci sehingga pengelolaaan keuangan lebih
akurat. Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan dalah menggunakan
pendekatan kualitatif. Pada analisis pendahuluan akan dilakukan analisis deskriptif.
Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari
nilai rata-rata.analisis statistik deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran
mengenai distribusi dan perilaku data sampel penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan keuangan Gereja merupakan bagian
penting dalam mencapai tujuan dan target dari gereja sebagai bentuk
pertanggungjawaban Gereja kepada para jemaat atau pihak-pihak eksternal, laporan
keuangan Gereja menjadi sumber informasi dan alat bantu untuk pengambilan
keputusan. Dengan demikian kualitas laporan keuangan akan menjamin perencanaan
dan pengelolaan keuangan Gereja hingga mencapai tujuan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas
dan kreativitas konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak (studi
kasus kantor pelayanan pajak pratama kupang).Pajak merupakan sumber
utama penerimaan negara yang memiliki peranan penting dalam
membiayai pembangunan nasional dan penyelenggaraan pemerintahan.
Sistem perpajakan di Indonesia menganut self assessment system, yaitu
sistem yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk
menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban
perpajakannya. Dalam praktiknya, sistem ini menuntut tingkat
pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan yang tinggi dari wajib pajak.
Namun, pada kenyataannya masih terdapat berbagai kendala yang
menyebabkan tingkat kepatuhan wajib pajak belum optimal.
Kompleksitas peraturan perpajakan, perubahan regulasi yang dinamis,
serta keterbatasan pemahaman teknis seringkali membuat wajib pajak
mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya secara benar dan
tepat waktu. Kondisi ini mendorong banyak wajib pajak untuk
menggunakan jasa konsultan pajak sebagai pihak profesional yang
membantu dalam perencanaan, pelaporan, dan penyelesaian masalah
perpajakan.Konsultan pajak memiliki peran strategis sebagai penghubung
antara wajib pajak dan otoritas pajak. Dalam menjalankan perannya,
konsultan pajak tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi
juga karakter profesional seperti integritas dan kreativitas. Integritas
konsultan pajak tercermin dari kejujuran, tanggung jawab, kepatuhan
terhadap peraturan, serta komitmen untuk memberikan layanan sesuai
ketentuan hukum dan kode etik profesi. Konsultan pajak yang
berintegritas tinggi cenderung memberikan saran yang benar, transparan,
1
dan tidak menyesatkan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan wajib
pajak dan mendorong perilaku patuh. Di sisi lain, kreativitas konsultan
pajak berkaitan dengan kemampuan menghasilkan solusi yang inovatif,
efektif, dan sah dalam kerangka peraturan perpajakan. Kreativitas
dibutuhkan dalam menyusun strategi perencanaan pajak, memanfaatkan
fasilitas dan insentif pajak secara legal, serta menyederhanakan
permasalahan perpajakan yang kompleks agar mudah dipahami dan
dilaksanakan oleh wajib pajak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas
konsultan pajak dan kreativitas konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib
pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang. Secara khusus,
penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) pengaruh integritas konsultan
pajak terhadap kepatuhan wajib pajak, dan (2) pengaruh kreativitas
konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam pengembangan
ilmu akuntansi perpajakan serta memberikan manfaat praktis bagi
konsultan pajak, wajib pajak, dan otoritas pajak dalam meningkatkan
kepatuhan perpajakan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode survei. Data yang digunakan merupakan data primer yang
diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden wajib pajak
yang menggunakan jasa konsultan pajak dan terdaftar di wilayah kerja
KPP Pratama Kupang. Teknik pengambilan sampel menggunakan
kriteria tertentu, yaitu wajib pajak yang telah menggunakan jasa
konsultan pajak minimal dua tahun, sehingga dianggap memiliki
pengalaman yang cukup dalam menilai integritas dan kreativitas
konsultan pajak. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator
empiris masing-masing variabel, yaitu integritas konsultan pajak,
kreativitas konsultan pajak, dan kepatuhan wajib pajak, dengan skala
pengukuran ordinal menggunakan skala Likert lima poin.
2
Variabel integritas konsultan pajak diukur melalui indikator
kejujuran, tanggung jawab, bekerja sepenuh hati, memberikan manfaat,
dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Variabel kreativitas konsultan
pajak diukur melalui indikator kemampuan menyusun strategi
perencanaan pajak yang efisien, kemampuan memanfaatkan ketentuan
perpajakan yang sah, inovasi dalam penggunaan teknologi perpajakan,
penyediaan alternatif solusi yang legal, serta kemampuan menyelesaikan
masalah pajak yang kompleks secara sederhana. Variabel kepatuhan
wajib pajak diukur melalui indikator kepatuhan pendaftaran, kepatuhan
pelaporan SPT, kepatuhan penghitungan pajak terutang, kepatuhan
pembayaran pajak, dan kepatuhan penyelesaian tunggakan.
Data yang terkumpul dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu
analisis deskriptif, uji kualitas data, dan analisis regresi linier berganda.
Uji kualitas data dilakukan melalui uji validitas dan uji reliabilitas untuk
memastikan bahwa instrumen penelitian layak digunakan. Uji validitas
dilakukan dengan korelasi product moment antara skor item dan skor
total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach Alpha.
Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t parsial untuk
mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap
variabel dependen, serta uji koefisien determinasi (R²) untuk melihat
besarnya kemampuan model dalam menjelaskan variasi kepatuhan wajib
pajak.
Hasil analisis menunjukkan bahwa integritas konsultan pajak dan
kreativitas konsultan pajak memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan
wajib pajak. Konsultan pajak yang menunjukkan integritas tinggi
cenderung membimbing wajib pajak untuk memenuhi kewajiban
perpajakan secara benar, jujur, dan sesuai ketentuan, sehingga
membentuk perilaku patuh dan mengurangi risiko pelanggaran. Integritas
juga membangun kepercayaan antara wajib pajak dan konsultan pajak,
yang pada akhirnya meningkatkan kesediaan wajib pajak untuk
mengikuti saran profesional dalam menjalankan kewajiban perpajakan.
3
Sementara itu, kreativitas konsultan pajak terbukti membantu wajib pajak
dalam memahami peraturan yang kompleks, menemukan solusi yang
efisien namun tetap legal, serta memanfaatkan peluang perpajakan yang
sah. Hal ini membuat wajib pajak merasa terbantu, lebih yakin, dan lebih
nyaman dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.
Secara parsial, hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel
integritas konsultan pajak memberikan pengaruh terhadap kepatuhan
wajib pajak, dan variabel kreativitas konsultan pajak juga memberikan
pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Secara simultan, kedua
variabel independen mampu menjelaskan variasi kepatuhan wajib pajak
dalam model penelitian dengan tingkat kontribusi tertentu sebagaimana
ditunjukkan oleh nilai ksoefisien determinasi. Temuan ini memperkuat
teori etika profesional dan teori kepercayaan yang menyatakan bahwa
integritas dan kualitas profesional konsultan berperan dalam membentuk
perilaku kepatuhan klien. Selain itu, hasil penelitian juga mendukung
teori kreativitas dan inovasi yang menekankan pentingnya kemampuan
problem solving dalam meningkatkan kualitas layanan profesional.
Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah memperkuat konsep
bahwa faktor karakter dan kompetensi non-teknis konsultan pajak,
khususnya integritas dan kreativitas, merupakan determinan penting
dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam sistem self
assessment. Implikasi praktisnya, kantor konsultan pajak perlu
meningkatkan standar etika, pengawasan kualitas layanan, serta
pengembangan kreativitas dan inovasi dalam praktik perpajakan. Otoritas
pajak juga dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai masukan untuk
memperkuat pembinaan dan regulasi profesi konsultan pajak. Bagi wajib
pajak, hasil penelitian ini menjadi pertimbangan dalam memilih
konsultan pajak yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga
berintegritas dan kreatif.
Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup wilayah
dan jumlah responden yang terbatas pada wajib pajak pengguna jasa
4
konsultan pajak di KPP Pratama Kupang, sehingga generalisasi hasil
penelitian perlu dilakukan secara hati-hati. Penelitian selanjutnya
disarankan untuk menambah variabel lain seperti kompetensi teknis,
pengalaman konsultan, kualitas pelayanan, dan faktor psikologis wajib
pajak, serta memperluas wilayah penelitian agar diperoleh gambaran
yang lebih komprehensif.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses penyjian
laporan keuangan dan Efektivitas laporan keuanagan pada Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) Tunas Baru Talenta di pulau semau berdasarkan Standar
Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM). UMKM
memiliki peranan strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih banyak
pelaku UMKM yang belum menyusun laporan keuangan secara sistematis sesuai
standar yang berlaku, sehingga menghambat akses terhadap pembiayaan dan
pertumbuhan usaha.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
studi kasus pada sepuluh pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor, seperti
perdagangan, jasa, dan kuliner. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara langsung dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Tunas Baru Talenta dipulau
semau telah menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar SAK EMKM.
Penerapan SAK EMKM yang konsisten dapat membantu UMKM dalam
viii
pengambilan keputusan bisnis dan memperluas akses terhadap pembiayaan serta
kemitraan usaha
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP
PAUD) merupakan program pendanaan dari pemerintah yang ditujukan untuk men-
dukung keberlangsungan, pemerataan, dan peningkatan kualitas layanan PAUD.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih ditemukannya keterlambatan pencairan
dana, keterbatasan fasilitas pembelajaran, serta tantangan dalam pemanfaatan dana
secara optimal pada PAUD Omega di Desa Tarung Majaga, Kecamatan Katikutana
Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keefektivitasan pengel-
olaan dana BOP dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, yang mencakup
ketepatan waktu penerimaan dana, penggunaan dana untuk operasional
PAUD, dampak dana terhadap proses pembelajaran, serta kontribusinya bagi keberlan
jutan lembaga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Data dikumpulka
n melalui wawancara terstruktur, observasi, serta dokumentasi yang melibatkan
kepala sekolah, pendidik, dan orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan melalui
proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles
dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOP di PAUD Omega
telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran,
ketersediaan alat peraga edukatif, serta pemenuhan sarana pendukung kesehatan dan
xvi
kebersihan anak. Dana BOP juga membantu meningkatkan akses anak ke layanan
PAUD dan meringankan beban biaya pendidikan orang tua. Namun demikian, efek-
tivitas pengelolaan dana belum optimal karena pencairan dana sering terlambat, pros-
es administrasi berlapis, serta kendala sinkronisasi data pada Dapodik yang meng-
hambat realisasi anggaran tepat waktu. Keterbatasan jumlah dana juga menyebabkan
beberapa kebutuhan operasional belum dapat terpenuhi secara menyeluruh.
Secara keseluruhan, dana BOP berkontribusi signifikan terhadap keberlangsun
gan penyelenggaraan pendidikan di PAUD Omega, tetapi diperlukan perbaikan sis-
tem pencairan, penguatan administrasi, serta peningkatan kapasitas pengelola untuk
memastikan pemanfaatan dana lebih efektif dan tepat sasaran
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan barang milik daerah
pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif
kualitatif yang melibatkan kepala bidang aset I dan bidang penataan ruang Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Penelitian ini berfokus pada pengelolaan barang milik daerah yang ada pada Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan
menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan barang milik
daerah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan sudah dilakukan dan berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan
kebutuhan dan pengangaran, pengadaan, pengunaan, pemanfaatan,
pengamanandan pemeliharaan, penilaian, pemidahtanganan, penghapusan,
pemusnahan, penatausahaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian.
Selain itu, pengelolaan yang dilakukan oleh subbagian Umum dan Kepegawaian
yang berada dibawah naungan Sekretariat Dinas sebagai pembantu pengelola telah
sesuai dengan prosedur siklus pengelolaan barang milik daerah yang diatur dalam
Permendagri No.19 Tahun 2016 tentang pengelolaan barang milik daerah, akan
tetapi belum semua terlaksana dengan maksimal seperti adanya keterlambatan
penyampaian laporan pada tingkat pengguna barang, pemanfaatan barang milik
daerah oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan yang hanya sebatas pada pemanfaatan sewa pengamanan yang dilakukan
oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan tidak melakukan pengamanan hukum
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul Pengaruh Fasilitas kerja, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap
Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Timur. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah apakah fasilitas
kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap
kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Timur, apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Untuk mengetahui
pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai
Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil diluar kontrak Pada
Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara yang
berjumlah 87 orang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan
sampel sebanyak 87 orang. Teknik pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini untuk
menggunakan kuesioner yang di sebarkan secara langsung. Sedangkan Teknik analisis data
menggunakan analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji Simultan (uji F), dan Koefisien
determinasi (R2).
Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Fasilitas Kerja di atas, nilai indeks setiap
indikator berkisar antara 84,59-88,84. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 347,44
dan nilai rata-rata indeks 86,86, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban
responden variabel Lingkungan Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 88,15-
89,65. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 355,07 dan nilai rata-rata indeks 88,76,
berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Motivasi Kerja
di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 83,33-89,42. Dengan demikian jumlah dari
seluruh indeks yaitu 348,37 dan nilai rata-rata indeks 87,09, berada dalam kategori tinggi.
Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y= 8,480 - 0,073 X1 + 0,304 X2 + 0,548
X3 di ketahui konstanta regresi sebesar 8,480, koefisien regresi b1= -0,073, koefisien regresi b2=
0,304 regresi b3= 0,548, Nilai konstanta sebesar 12,190 artinya jika nilai Fasilitas Kerja (X1)
Fasilitas Kerja (X2) dan Motivasi Kerja (X3) sama dengan nol, maka kinerja karyawan (Y)
memiliki nilai sebesar 12,190 satuan. Koefisien regresi (b1) sebesar -0,073 artinya jika nilai
motivasi kerja (X1) mengalami penurunan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan
menurunt sebesar -0,073 satuan, koefisien regresi bernilai negatif artinya terdapat pengaruh negatif
fasilitas kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b2) sebesar 0,304 artinya jika
lingkungan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan
meningkat sebesar 0,304 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif
disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b3) sebesar 0,548 artinya jika
lingkungan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan
meningkat sebesar 0,548 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif
disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).
Implementasi Terapan: berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penilaian dapat menggunakan
beberapa masukan sebagai berikut: dengan di ketahui bahwa variable fasilitas kerja di kategori baik
dan terlihat bahwa semua indikator variable fasilitas kerja mendapat respon yang baik maka hal ini
perlu perlu di tingkatkan atau tetap dalam keadaan ini. Dengan di ketahui bahwa variabel
lingkungan kerja di kategorikan baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa
variabel disiplin kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel lingkungan kerja
mendapat respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel
motivasi kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel motivasi kerja mendapat
respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya di sarankan untuk
memperdalam kajian terhadap ketiga variabel tersebut, dengan mempertimbangkan penggunaan
metode yang berbeda, objek atau lokasi yang lebih luas, serta pengujian terhadap karakteristik
demografis responden yang lebih beragam. Hal ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang
lebih komprehensif mengenai sejauh mana pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi
kerja terhadap kinerja pegawai dengan konteks yang berbeda,
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial Fasilitas Kerja berpengaruh negatif dan tidak
signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara parsial Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Timur, secara parsial Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pegawai
pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan
secara simultan Fasilitas Kerja, Lingkungan Kerja, Dan Motivasi Kerja berpengaruh secara
bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat,
disertai dengan meningkatnya penggunaan internet dan perangkat digital, telah
membawa perubahan signifikan dalam pola aktivitas ekonomi masyarakat,
khususnya dalam bidang perdagangan. Fenomena ini mendorong pertumbuhan e-
commerce yang sangat cepat di Indonesia, termasuk di Kota Kupang. E-commerce
tidak hanya menawarkan kemudahan dalam proses jual beli, tetapi juga
menghadirkan efisiensi waktu, fleksibilitas tempat, serta variasi produk yang lebih
luas dibandingkan dengan perdagangan konvensional. Perubahan perilaku
konsumen yang semakin mengandalkan teknologi digital menjadikan e-commerce
sebagai salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam perekonomian
modern.
Shopee sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia hadir
dengan berbagai fitur yang dirancang untuk menarik minat konsumen, seperti
tampilan aplikasi yang mudah digunakan, beragam metode pembayaran, promo
yang kompetitif, serta sistem perlindungan transaksi. Dua faktor utama yang
dinilai sangat berpengaruh dalam mendorong minat beli konsumen pada platform
e-commerce adalah kemudahan transaksi dan keamanan transaksi. Kemudahan
transaksi berkaitan dengan sejauh mana sistem aplikasi dapat dipahami, diakses,
dan digunakan oleh konsumen tanpa mengalami kesulitan berarti, mulai dari
pencarian produk, proses pemesanan, hingga tahap pembayaran. Sementara itu,
keamanan transaksi berkaitan dengan perlindungan data pribadi pengguna,
keamanan pembayaran, serta jaminan bahwa transaksi yang dilakukan berjalan
dengan aman dan terhindar dari risiko penipuan.
Meskipun Shopee telah menyediakan berbagai fitur pendukung
kemudahan dan keamanan transaksi, persepsi konsumen terhadap kedua faktor
tersebut dapat berbeda-beda, terutama jika ditinjau dari karakteristik sosial,
ekonomi, dan geografis suatu daerah. Kota Kupang sebagai salah satu kota
berkembang di Indonesia Timur memiliki karakteristik masyarakat yang unik,
baik dari segi tingkat literasi digital, kebiasaan berbelanja, maupun kepercayaan
terhadap transaksi online. Oleh karena itu, diperlukan kajian empiris yang bersifat
lokal untuk memahami bagaimana pengaruh kemudahan dan keamanan transaksi
terhadap minat beli masyarakat Kota Kupang pada e-commerce Shopee.
Penelitian ini menjadi penting karena hasilnya diharapkan dapat memberikan
gambaran nyata mengenai perilaku konsumen di wilayah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemudahan transaksi
dan keamanan transaksi terhadap minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee
di Kota Kupang, baik secara parsial maupun secara simultan. Secara lebih
spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemudahan
transaksi memengaruhi minat beli masyarakat, sejauh mana keamanan transaksi
memengaruhi minat beli masyarakat, serta variabel mana yang memiliki pengaruh
lebih dominan. Dengan adanya tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kajian pemasaran
digital dan pengelolaan platform e-commerce.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kuantitatif dengan pendekatan survei. Pendekatan kuantitatif dipilih karena
mampu memberikan gambaran objektif mengenai hubungan antarvariabel
berdasarkan data numerik yang diperoleh dari responden. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kota Kupang yang pernah menggunakan
aplikasi e-commerce Shopee. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
purposive sampling, dengan kriteria responden yaitu masyarakat yang berdomisili
di Kota Kupang dan pernah melakukan transaksi pembelian melalui Shopee.
Berdasarkan perhitungan jumlah sampel, penelitian ini melibatkan 96 responden
sebagai sampel penelitian.
Data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden
dengan menggunakan media daring. Kuesioner disusun berdasarkan indikator-
indikator yang relevan dengan masing-masing variabel penelitian, yaitu
kemudahan transaksi, keamanan transaksi, dan minat beli. Setiap pernyataan
dalam kuesioner diukur menggunakan skala Likert untuk mengetahui tingkat
persetujuan responden terhadap pernyataan yang diajukan. Data yang telah
terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda
dengan bantuan perangkat lunak statistik. Selain itu, dilakukan pula uji t untuk
mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial, uji F untuk mengetahui
pengaruh variabel independen secara simultan, serta uji koefisien determinasi (R²)
untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel kemudahan transaksi dan
keamanan transaksi dalam menjelaskan variasi minat beli masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kemudahan transaksi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli masyarakat pada e-
commerce Shopee di Kota Kupang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin
mudah aplikasi Shopee digunakan, dipahami, dan dioperasikan oleh konsumen,
maka semakin tinggi pula minat masyarakat untuk melakukan pembelian melalui
platform tersebut. Kemudahan dalam proses pencarian produk, kejelasan
informasi, serta efisiensi proses pembayaran menjadi faktor-faktor yang
mendorong kenyamanan konsumen dalam bertransaksi.
Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keamanan transaksi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli masyarakat. Konsumen
cenderung memiliki minat beli yang lebih tinggi ketika mereka merasa aman
dalam melakukan transaksi online, yakin bahwa data pribadi mereka terlindungi,
serta percaya bahwa dana yang dibayarkan tidak akan disalahgunakan.
Keberadaan fitur keamanan seperti sistem verifikasi, perlindungan pembayaran,
dan kebijakan pengembalian dana memberikan rasa aman dan meningkatkan
kepercayaan konsumen terhadap platform Shopee.
Secara simultan, kemudahan transaksi dan keamanan transaksi
berpengaruh signifikan terhadap minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee
di Kota Kupang. Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa kedua
variabel tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menjelaskan
variasi minat beli masyarakat, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor
lain di luar model penelitian, seperti harga, promosi, kualitas produk, dan
kecepatan pengiriman. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan dan
keamanan transaksi merupakan faktor strategis yang harus diperhatikan secara
berkelanjutan oleh penyedia platform e-commerce.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemudahan transaksi dan
keamanan transaksi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan
minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee di Kota Kupang. Semakin tinggi
tingkat kemudahan dan keamanan yang dirasakan oleh konsumen, maka semakin
besar pula kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian secara online.
Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya bagi pihak Shopee untuk terus
meningkatkan kualitas antarmuka aplikasi, menyederhanakan alur transaksi, serta
memperkuat sistem keamanan dan perlindungan konsumen. Sementara itu,
implikasi akademis dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi empiris bagi
pengembangan penelitian di bidang pemasaran digital dan perilaku konsumen,
khususnya dalam konteks e-commerce di wilayah Indonesia Timur. Penelitian
selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain dan menggunakan
pendekatan metodologis yang berbeda agar dapat memberikan pemahaman yang
lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat beli
konsumen dalam belanja online
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Akuntansi sektor publik memegang peranan yang sangat vital dalam struktur
pemerintahan modern, berfungsi sebagai instrumen utama untuk menjamin
transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Melalui penerapan
akuntansi yang tepat, pemerintah dapat menyajikan informasi keuangan yang
tidak hanya jelas tetapi juga mudah dipahami oleh masyarakat luas. Hal ini
esensial untuk membangun kepercayaan publik bahwa dana yang dikelola
pemerintah digunakan sesuai dengan peruntukan yang sah dan aturan yang
berlaku.
Seiring dengan reformasi manajemen keuangan negara, tuntutan terhadap
kualitas pelaporan keuangan semakin meningkat. Pemerintah daerah kini
diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan berbasis akrual, sebuah standar
yang diatur secara tegas dalam Permendagri Nomor 64 Tahun 2013. Standar ini
bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan realistis
mengenai posisi keuangan, termasuk pencatatan aset, kewajiban, dan ekuitas dana
yang lebih akurat dibandingkan basis kas.
Untuk menjawab tantangan kompleksitas pelaporan berbasis akrual tersebut,
pemanfaatan teknologi informasi menjadi sebuah keharusan. Salah satu solusix
yang diterapkan secara luas adalah Sistem Informasi Manajemen Daerah
(SIMDA), sebuah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sistem ini dirancang khusus untuk
mengintegrasikan pengelolaan keuangan dan aset daerah, memudahkan
penyusunan laporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan salah satu entitas pemerintah
daerah yang telah mengadopsi sistem ini. Namun, berdasarkan evaluasi kinerja,
daerah ini masih menghadapi berbagai tantangan, di mana laporan keuangan yang
dihasilkan kerap ditemukan belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang
ditetapkan. Oleh karena itu, implementasi SIMDA di wilayah ini menjadi langkah
strategis yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan ketidaksesuaian
pelaporan dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk menganalisis secara
mendalam bagaimana implementasi SIMDA dijalankan pada Pemerintah
Kabupaten TTS. Fokus penelitian tidak hanya terbatas pada hasil akhir laporan,
melainkan juga menggambarkan proses implementasi secara menyeluruh serta
memahami persepsi pengguna terhadap efektivitas sistem tersebut dalam
membantu tugas harian mereka.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sebuah
pendekatan yang dipilih untuk memberikan gambaran yang komprehensif
mengenai fenomena yang terjadi di lapangan. Pendekatan ini memungkinkan
peneliti untuk mengeksplorasi perspektif subjek penelitian dan memahami makna
di balik data yang ditemukan, serta membandingkan fakta lapangan dengan
landasan teori yang ada.
Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai yang terlibat
langsung dalam penggunaan SIMDA di Sekretariat Daerah Kabupaten TTS.
Adapun sampel penelitian difokuskan pada 5 orang pegawai, termasuk Kepala
Bagian Penatausahaan, staf bagian akuntansi, dan pengurus barang yang
berinteraksi aktif dengan sistem.xi
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi observasi langsung,
dokumentasi, dan wawancara. Observasi dilakukan untuk melihat proses
penggunaan sistem secara real-time, sementara studi dokumentasi. Wawancara
bebas terpimpin digunakan untuk menggali informasi mendalam dari responden.
Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi SIMDA, khususnya modul
Barang Milik Daerah (BMD), di Sekretariat Daerah TTS telah mengikuti alur
prosedur yang terstruktur. Proses dimulai dari data entry yang mengubah data
input menjadi informasi melalui aplikasi komputer. Pengurus barang memegang
peranan sentral sebagai operator yang menjalankan prosedur perencanaan hingga
pelaporan.
Pada tahapan prosedur perencanaan dan pengadaan, aplikasi SIMDA BMD
telah dimanfaatkan untuk mencatat Rencana Pengadaan dan Rencana
Pemeliharaan. Output yang dihasilkan meliputi Daftar Kebutuhan Barang dan
Daftar Rencana Pengadaan yang menjadi basis data awal. Sistem ini juga
memfasilitasi pencatatan aset baru maupun hasil inventarisasi aset lama ke dalam
berbagai Kartu Inventaris Barang (KIB). Penelitian juga menemukan bahwa
prosedur penghapusan aset telah terakomodasi dalam sistem. SIMDA
memfasilitasi proses administratif penghapusan aset yang rusak atau hilang
melalui penerbitan SK Penghapusan dan daftar lampirannya. Hal ini memastikan
bahwa register aset tetap update dan valid sesuai kondisi fisik di lapangan.
Terkait kualitas informasi, hasil analisis mengonfirmasi bahwa laporan yang
dihasilkan SIMDA memiliki karakteristik "Relevan". Informasi tersebut memiliki
manfaat prediktif dan umpan balik yang membantu pengelola barang dalam
menyusun anggaran dan mengevaluasi kinerja masa lalu. Selain itu, laporan juga
dinilai konsisten dan dapat diperbandingkan antar periode. Namun, terdapat
temuan kritis mengenai aspek keandalan (reliability) informasi. Meskipun sistem
berjalan baik secara prosedural, laporan keuangan yang dihasilkan belum
sepenuhnya andal karena fitur penyusutan aset tetap belum difungsikan.
Akibatnya, nilai aset yang dilaporkan di neraca masih tercatat sebesar nilaixii
perolehannya dan tidak mencerminkan penurunan nilai ekonomis yang
sebenarnya, sehingga informasi nilai aset menjadi kurang wajar.
Dari sisi sumber daya manusia, karakteristik responden menunjukkan variasi
latar belakang pendidikan, dengan sebagian besar berpendidikan sarjana namun
masih terdapat kendala dalam pemahaman teknis mendalam. Kurangnya pelatihan
intensif dan sosialisasi menyebabkan beberapa fitur canggih SIMDA belum
dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pegawai. Kendala teknis juga menjadi
hambatan yang signifikan. Implementasi sistem kerap terganggu oleh masalah
infrastruktur, seperti jaringan yang sering offline dan keterbatasan perangkat
keras yang memadai. Hambatan ini berpotens memperlambat proses input data
dan pelaporan, serta meningkatkan risiko human error dalam pengoperasian
sistem.
Meskipun dihadapkan pada berbagai kendala tersebut, secara keseluruhan
implementasi SIMDA BMD dinilai telah membawa dampak positif. Sistem ini
berhasil meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dibandingkan metode
manual, serta memperkuat transparansi yang memungkinkan masyarakat
memantau pengelolaan aset daerah. Pengendalian internal yang tertanam dalam
aplikasi, baik pengendalian fisik maupun sistem, juga dinilai sudah memadai.
Sebagai kesimpulan dan rekomendasi, Pemerintah Kabupaten TTS perlu
memprioritaskan perbaikan pada modul akuntansi penyusutan agar laporan
menjadi andal. Selain itu, pemerintah daerah disarankan untuk meningkatkan
investasi pada infrastruktur pendukung dan menyelenggarakan program pelatihan
berkelanjutan bagi staf. Langkah-langkah ini krusial untuk memastikan SIMDA
tidak hanya sekadar alat pencatatan, tetapi menjadi instrumen strategis dalam
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
engelolaan anggaran pendidikan memegang peranan penting karena
seluruh kegiatan sekolah, seperti proses belajar mengajar, penyediaan sarana
prasarana, hingga peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan,
membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, penggunaan anggaran
harus dilakukan secara jujur, hemat, dan tepat sasaran agar benar-benar
bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. Salah satu cara untuk menilai
apakah dana sekolah sudah digunakan dengan baik adalah melalui pendekatan
Value for Money, yaitu pengukuran kinerja yang dilihat dari tiga hal: ekonomis,
efisiensi, dan efektivitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengelolaan anggaran
pendidikan di SMP Negeri Ile Boleng, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores
Timur, sudah sesuai dengan prinsip Value for Money. Penelitian ini juga berusaha
melihat faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pengelolaan anggaran
sekolah. Dengan hasil ini diharapkan sekolah dan pihak terkait bisa mendapatkan
gambaran nyata mengenai kondisi keuangan sekolah sekaligus bisa memperbaiki
kekurangan di masa mendatang.
Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods atau metode
campuran. Penelitian ini menggabungkan dua pendekatan, yaitu kuantitatif dan
kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari dokumen Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAS) serta laporan realisasi anggaran tahun 2020–2024.
Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan rumus Value for Money menurut
Mardiasmo (2018; 2021) dan Purwiyanti (2017) untuk menghitung rasio
ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui
wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan bendahara yang
dipilih dengan teknik purposive sampling. Wawancara ini bertujuan melengkapi
hasil angka dengan penjelasan nyata di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran di SMP
Negeri Ile Boleng sudah cukup baik. Nilai rata-rata rasio ekonomis adalah 96,62%
(tergolong ekonomis), efisiensi 97,91% (tergolong hampir mendekati efisien), dan
efektivitas 90,63% (tergolong tidak efektif). Angka-angka ini membuktikan
bahwa sekolah sudah mampu mengatur dana sesuai rencana, menghindari
pemborosan, dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal.
Beberapa faktor yang mendukung capaian ini antara lain perencanaan anggaran
yang jelas, adanya strategi penghematan biaya, partisipasi warga sekolah dalam
gotong royong menjaga fasilitas, serta penggunaan sumber belajar gratis yang
tersedia secara daring.
Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa efisiensi dan
efektivitas masih dapat ditingkatkan. Beberapa program sekolah yang bertujuan
meningkatkan kualitas belajar siswa belum sepenuhnya berjalan sesuai target.
Salah satu penyebabnya adalah sebagian besar dana masih dipakai untuk
kebutuhan rutin sehingga ruang untuk program inovatif menjadi terbatas. Hal ini
membuat capaian belajar siswa, baik akademik maupun non-akademik, belum
maksimal. Dengan kata lain, meskipun sekolah sudah ekonomis dan efisien,
efektivitas perlu terus ditingkatkan agar penggunaan dana lebih berorientasi pada
hasil nyata (outcome).
Penelitian ini memberi dua jenis manfaat. Pertama, secara teori, hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Value for Money adalah alat yang tepat untuk
mengukur kinerja keuangan sekolah karena dapat menilai dari sisi input, output,
dan hasil yang diperoleh. Kedua, secara praktik, hasil penelitian ini memberi saran
agar sekolah memperkuat pengawasan penggunaan anggaran, meningkatkan
program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, serta mengalokasikan
dana pada kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip
Value for Money dapat membantu sekolah mengelola dana secara lebih
transparan, akuntabel, dan berkualitas. SMP Negeri Ile Boleng sudah mampu
menunjukkan praktik pengelolaan anggaran yang baik, tetapi masih ada hal-hal
yang perlu diperbaiki terutama dalam aspek efektivitas. Penelitian ini diharapkan
bisa menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengatur keuangan agar lebih
bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Self
Assessment System terhadap kepatuhan wajib pajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) di Kecamatan Amarasi Barat. Self Assessment System
merupakan sistem pemungutan pajak yang memberikan kepercayaan penuh kepada
wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban
perpajakannya. Tingkat kepatuhan wajib pajak UMKM di wilayah ini masih
menjadi tantangan, terutama akibat keterbatasan literasi pajak, akses informasi, dan
sarana pelaporan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
survei. Sampel penelitian berjumlah 75 pelaku UMKM yang dipilih dengan teknik
purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis
menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, dan uji F
dengan bantuan program SPSS versi 27xiii
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Self Assessment System
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di
Kecamatan Amarasi Barat. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji validitas menunjukan
seluruh item pernyataan memiliki nilai r hitung > r tabel sebesar 0,227 sehingga
seluruh butir dinyatakan valid. Uji reliabilitas menghasilkan nilai cronbach’s alpha
sebesar 0,868 yang berarti instrumen reliabel. , hasil uji t sebesar nilai t hitung
(10,803) > t tabel (1,803) dengan sig. 0,000 < 0,05 yang menandakan bahwa
variabel penerapan self assessment system berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepatuhan wajib pajak. Artinya, semakin baik penerapan Self Assessment
System, maka semakin tinggi pula kepatuhan wajib pajak, baik secara formal
maupun material.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas Self Assessment System
sangat dipengaruhi oleh edukasi perpajakan, kemudahan akses sistem, serta
hubungan kepercayaan antara fiskus dan wajib pajak. Hasil penelitian diharapkan
dapat menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merumuskan strategi
peningkatan kepatuhan pajak UMKM.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai
perbandingan keluaran (output) dengan masukan (input). Dimana produktivitas
merupakan ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan
dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Produktivitas juga dapat
digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan
barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi pertanian, produktivitas merupakan
perbandingan antara hasil yang diharapkan akan diterima pada waktu panen
(penerimaan) dengan biaya (pengorbanan) yang harus dikeluarkan. Hasil yang
diperoleh petani pada saat panen disebut produksi, dan biaya yang dikeluarkan
disebut biaya produksi. Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang
menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap
penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan
kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam
penelitian ini adalah mengetahui produktivitas Tani padi di Desa Kiuola
Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara dan Untuk mengetahui
pendapatan petani dari usaha tani padi di Desa Kiuola Kecamatan Noemuti
Kabupaten Timor Tengah Utara produktivitas petani padi sawah, mengetahui
indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi
petani padi sawah di Desa Kiuola Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam
penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan
observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas
petani adalah 3,38 dengan Produktivitas terendah 2,53 dan produktivitas tertingi
Rp 4,8. Nilai rata-rata pendapatan petani Rp 9.940.000 Pendapatan tertinggi ,
adalah Rp 13.000.000 dengan nilai pendapatan terendah petani Rp 6.000.000
Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan
produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi
sawah bisa di tingkatkan lagi