· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara. Keberadaan UMKM memberi nilai positif pada penyerapan tenaga kerja. Masyarakat yang memiliki unskill labor intensive dapat diserap UMKM sehingga UMKM dapat mengurangi pengangguran pada level masyarakat bawah. Data Kementrian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia menunjukkan sampai tahun 2012 tenaga kerja yang mampu diserap UKM mencapai 97,16 persen dari total jumlah angkata kerja yang mampu diserap oleh seluruh sector ekonomi. Sedangkan unit usaha yang dimiliki UKM mencapai 99,99 persen dari total unit usaha.
pemasaran digital terbukti berdampak besar terhadap banyaknya sales. Para pelaku usaha yang belum menerapkan pemasaran digital tentu semakin gulung tikar disebabkan kurangnya pelanggan Capelli dan Racat (2016) dalam Elida & Raharjo (2019) meneliti barang kosmetik sehingga mampu mengungkapkan jika uji coba melalui dunia maya (menggunakan pemasaran digital atau aplikasi) sehingga mempengaruhi kepuasaan pelanggan dan niat beli. Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TRADISI MASEKEN-SUATU TINJAUAN TEOLOGIS KRISTEN TERHADAP TRADISI DORONG-MENDORONG PETI JENAZAH DI JEMAAT OEMATHONIS BOBOK
Penelitian yang penulis lakukan mengangkat sebuah tema Tradisi Maseken, dengan sub-tema Suatu Tinjuan Teologis Kristen Terhadap Tradisi Dorong-mendorong Peti Jenazah di Jemaat Oemathonis Bobok.
Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library) dan penelitian lapangan (Field Research) bersifat deskriptis kualitatif dengan menggunakan pendekatan teologi, dan fenomologi. Sumber data penelitian ini adalah jemaat Oemathonis Bobok, klasis Amanatun Selatan dan pelaksanaan tradisi maseken. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Proses tradisi Maseken sangat berbeda dengan proses penguburan jenazah pada umumnya di mana tradisi Maseken ini menggunakan kegiatan dorong-mendorong peti Jenazah di sepanjang perjalanan menuju liang kubur. 2) Pemahaman jemaat Oemathonis Bobok terhadap tradisi Maseken beragam namun tidak Alkitabiah dan mengandung unsur bersifat mitos. 3) Perspektif teologis terhadap tradisi Maseken, dalam hal kepercayaan perlu adanya pembicaraan ulang yang baik untuk meluruskan pemahaman Jemaat Oemathonis Bobok, serta memberi makna yang lebih teologis sesuai dengan pelaksanaannya yang dalam lingkup agama.
Implikasi dalam kajian ini adalah: 1) Dalam pelaksanaan tradisi Maseken perlu untuk melakukan peninjauan ulang mengenai serangkaian acara dalam tradisi tersebut serta pemaknaan dari tradisi Maseken tersebut. Baik dari segi aspek tingkah laku maupun kepercayaan, agar tidak terjadi pertentangan antara agama, dan tingkah laku dalam tradisi. 2) Antara agama dan tradisi masyarakat dalam lingkungan setempat harus selalu sejalan, karena agama seharusnya dijadikan sebagai pedoman hidup yang dapat diinterpretasikan dalam beberapa nilai tradisi yang berlaku.
Tujuan penulis melakukan kajian ini adalah untuk mengembalikan kesadaran jemaat tentang segala sesuatu yang dilaksanakan dalam siklus kehidupan (termasuk dalam hal kematian) harus dengan pemaknaan yang sesuai dengan ajaran agama Kristen. Dan lagi, untuk mengedepankan pengajaran yang berdasarkan pada ajaran-ajaran yang Kristiani.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk menyediakan layanan dan kemampuan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang. Tujuan yang ingin dicapai biasanya ditentukan dalam bentuk kualitatif, misalnya peningkatan keamanan dan kenyamanan, mutu pendidikan, mutu kesehatan dan lain- lain. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kuantitatif dengan data dokumentasi berupa Laporan Realisasi Keuangan Daerah.
Hasil penelitian dari rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas pendapatan asli daerah, dan rasio efesieensi pendapatan asli daerah sebagai berikut: Rasio Kemandirian Keuangan Daerah yaitu dengan membandingkan jumlah penerimaan pendapatan asli daerah dibagi dengan jumlah total pendapatan, menunjukan bahawa rata-rata Rasio Kemandirian Keuangan Daerah tahun 2012-20121 berdasarkan tabel 4.7 adalah sebesar 15,77% dengan klasifikasi kriteria rendah karena masih berada pada skala interval kurang dari 25%. Rasio Efektivitas yaitu, membandingkan realisasi pendapatan asli daerah dibagi anggaran pendapatan daerah, menunjukan bahwa rata-rata Rasio Efektivitas Pendapatn Daerah tahun 2012-20121
berdasarkan tabel 4.8 adalah 22,471%, dengan klasifikasi kriteria tidak efektif karena berada dibawah 100%. Rasio efesiensi Badan Keuangan dan Aset Daerah di Kabupaten Alor pada tahun 2012-2021, hasil perhitungan menggunakan analisis efisiensi
pendapatan asli daerah yaitu membandingkan Realisasi Belanja Daerah dibagi Realisasi Pendapatan Daerah menunjuikan bahwa rata-rata Rasio Efisiensi Pendapatan Asli Daerah tahun 2012-2021 pada tabel 4.9 sebesar 42,64% dengan klasifikasi kriteria efisien karena nilainya dibawah dari 100%.
kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kemandirian keuangan daerah memperoleh klasifiksi kriteria rendah karena berada pada interfal dibawah dari 25% dan cenderung mengalami perubahan dari tahun ke tahun, Rasio Efektivitas PAD menunjukan efektifitas PAD memperoleh klasifikasi kriteria tidak efektif karena berada pada interfal dibawah dari 100% dan cenderung mengalami perubahan dari tahun ke tahun, dan Rasio Efisiensi PAD menunjukan efisiensi PAD memperoleh klasifikasi kriteria efisien karena berada pada interfal dibawah 100% dan cenderung mengalami perubahan dari tahun ke tahun.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Efektivitas pajak PKB merupakan perbandingan antara penerimaan pajak PKB dengan target penerimaan untuk mengetahui Efektivitas dari pelaksanaan penerimaan pajak PKB, dengan membandingkan target yang ditetapkan dengan realisasinya. Penerimaan pajak PKB dapat membantu dalam peningkatan pendapatan suatu daerah, seberapa besar peningkatannya pajak PKB untuk memenuhi pendapatan asli daerah, melalui penerimaan pajak PKB yang tujuannya juga untuk mengukur potensi penerimaan pajak PKB yang sudah menunjukkan tingkat yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan suatu daerah dalam menigkatkan pendapatan asli daerah, dan digunakan untuk mengukur Efisiensi dalam penerimaan pajak PKB, dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Dokumentasi yaitu mengambil populasi dan sampel dengan melakukan Dokumentasi sebagai pengumpulan data. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah Efektivitas pajak PKB, pendapatan asli daerah dan Efisensi pajak PKB terhadap pendapatan asli daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator Efektivitas Pemungutan pajak PKB di UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang pada tahun 2019-2021 tergolong sangat Efektif dimana pemungutan pajak PKB rata-rata mencapai 80% - 90% atau rata-rata realisasi mencapai Rp. 977. 857.160.946 dari target yang ditetapkan.
Rata-rata target pendapatan asli daerah tahun 2019 sampai tahun 2021 menjadi sebesar Rp 135.740.069.707 dan realisasi penerimaan pendapatan asli daerah di UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang Menjadi sebesar Rp 145.387.269.396 dan rata - rata efektivitas tahun 2019 sampai dengan 2021 mencapai Rp 80% - 90% terbilang sangat efektif. Realisasi pendapatan asli daerah pada tahun 2019 sangat efektif dikarenakan penerimaan retribusi daerah dan lain-lain pendapatan asli daerah sudah mencapai target yang direncanakan, hal ini dapat dilihat dari presentase efektifitas 99,68%.
Efisiensi pajak PKB terhadap pendapatan asli daerah dari tahun 2019 sampai dengan 2021 rata-rata mencapai 9,12% Efisiensi pajak PKB terhadap pendapatan asli daerah dikatakan sangat rendah karena kurang dari <10%.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study was conducted under the title: Improving Students Writing in Procedure Text By Using Video At Seventh Grade Students Of SMP Negeri 1 Kupang Tengah. The aim at this research was to find out whether or not the use of video can improve students writing in procedure text. The research problem is “Can using videos improve students writing skills in procedure text?”. Answer the problem of this study, the writer employed a pre-experimental design by in this study. Class VIIA students of SMPN 1 Kupang Tengah who took part in class were 30 students, the research were taught procedural text using video. And were tough without video but using some materials, then the post-test was distributed to them where the result shows that the post-test mean score is 340 and the mean score of the pre-test is 196. that staticall calculation shows the t-test value of both experimental and control is 2599. this means that the result of t-test in post test is significant. This is due to treatment that was only exposed to the experimental group in teaching the material before having the post-test. This concludes that the use of video can improve students writing in procedure text.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The title of this writing is “Descriptive Study On Imperative Sentence In Sabu Langauge”. This research was conducted to answer research problem; 1. What are the types of imperative sentence in sabu language? 2. What are the function of imperative sentence in Sabu language? The aim of this research was to find out the types of imperative and the function of imperative sentence in sabu language. The writer used qualitative method (interview and recording), base on the data and fact that serve in narrative explanation and did the interview. and the result of the interview show and answer those research problem about the types and function of imperative sentence in Sabu Language. The types of imperative sentence in sabu languae consists of two types those are positive and negative command. while the function of imperative sentence in Sabu Language consist of five function those are 1. Imperative sentence as Instruction. 2. Imperative sentence as Request 3. Imperative sentence as Suggestion, 4. Imperative sentence as Advise, 5. Imperative sentence as Prohibition.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia is a country rich in biodiversity. Some plants are grouped into ornamental plants, cultivated plants and medicinal plants one type of plant is guavawater. The purpose of this study was to inventory plant species that have the potential to be ornamental plants in Nunsaen Village, Fatuleu Tengah sub-district. The method used in this study used descriptive qualitative analysis techniques with the main objective to provide an objective description or description of a situation. Based on research that has been conducted in Nunsaen Village, Fatuleu Tengah sub-district regarding the inventory of ornamental plant species, it can be concluded that there are 10 types of ornamental plant with 10 families, Alloe vera, Codiaeum variegatum, Anthurium crystalinum, Echinopsis pachanoi, Aglaonema, Asplenium nidus L, Bugenvillea, Ficus Benjamina, Dypsis lutescens and Rosa multiflora namely ornamental plant groups can be grouped into 3, namely ornamental plants with flowers, stems and leaves. There were 2 types of ornamental flower plants,8 types of leaf ornamental plants and 1 type of stem ornamental plants.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui tentang strategi manajemen sumber daya manusia pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini juga untuk memberitahukan dimana proses pengadaan dan proses pengembangan serta proses pemeliharaan terjadi di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam dengan adanya proses pengadaan, proses pengembangan dan proses pemeliharaan ini terus meningakat sehingga dapat meningkatkan sumber daya manusia pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam. Dengan menerapkan proses pengadaan yang dimana akan melakukan proses seleksi dan rekrutmen dan untuk proses pengembangan yang dimana akan melakukan proses Pelatihan dan pengembangan karir sedangkan untuk proses pemeliharaan akan melakukan proses Kompensasi dan Jaminan hari tua. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: a. Berdasarkan hasil penelitian ini maka proses pengadaan manjemen sumber daya manusia yang terjadi di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Nusa Tenggara Timur sudah berjalankan dengan baik maka dapat dilihat dari palaksanaan proses rekrutmen di instansi yang dilakukan secara terbuka dan proses rekrutmen juga diketahui secara terbuka. b. Berdasarkan hasil penelitian ini maka proses pengembangan manjemen sumber daya manusia di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Nusa Tenggara Timur sudah berjalankan dengan baik dilihat dari proses pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan karir bagi pegawai karena dengan adanya proses pelatihan dan pengembangan karir dapat meningkatkan kemampuan pegawai dan ketrampilan. c. Berdasarkan hasil penelitian ini pemeliharaan manjemen sumber daya manusia di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Nusa Tenggara Timur sudah berjalankan dengan baik karena dilihat dari proses kompensasi terhadap pegawai dan jaminan hari tua untuk pegawai
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem pemerintahan daerah sangat erat kaitannya dengan otonomi daerah yang saat ini telah berlangsung di Indonesia. Dengan pelaksanaan otonomi daerah diharapkan pemerintah daerah mampu mengatur sistem pemerintahannya sendiri dengan memaksimalkan sumber daya yang di miliki.
Dalam tahap perencanaan manajemen aset memastikan efektivitas dan koordinasi kegiatan manajemen aset yang disusun pemerintah serta mengawasi penggunaan dana dalam proses manajemen aset properti sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan pemerintah daerah. Karena pada dasarnya kunci keberhasilan manajemen aset adalah memiliki potensi daerah yang efektif dan efisien.
Salah satu bentuk pengelolaan aset yaitu konsep real property adalah suatu hak perorangan/badan hukum untuk memiliki dalam arti menguasai tanah dengan suatu hak atas tanah, misalnya hak milik/hak guna bangunan berikut bangunan (permanen) yang didirikan diatasnya/tanpa bangunan.
Tujuan dilakukan penelitian ini untuk megetahui seberapa efektif pengelolaan manajemen aset properti pemerintah daerah pada kantor Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.
Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan kuantitatif dengan rasio efektivitas untuk menggambarkan secara akurat mengenai fakta-fakta perhitungan dan memberikan prediksi mengenai hasil penelitian guna mendapatkan suatu kesimpulan.
Populasi yang dipakai peneliti ini adalah dokumen Laporan keuangan Badan Pendapatan dan Aset daerah Provinsi NTT. Dengan demikian maka untuk kepentingan analisis maka sampel dokumen Laporan keuangan yang diambil adalah Laporan Anggaran, Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) Tahun 2021-2022.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas manajemen aset properti pemerintah daerah pada kantor badan pendapatan dan aset daerah provinsi NTT kurang efektif dan tidak efektif karena adanya pandemic covid-19 yang melanda dunia, Indonesia dan Nusa Tenggara Timur. Pengelolaan manajemen aset properti juga masih kurang efektif karena terdapat beberapa Permasalahan seperti :keterbatasan sumber daya, (SDM terbatas sedangkan jumlah aset itu banyak), ketersediaan anggaran untuk melakukan monitoring dan pengawasan itu minim sekali serta sistem aplikasi tentang pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) belum maksimal.
Hasil penelitian ini di harapkan memberikan manfaat bagi kepentingan keilmuan yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sejalan dengan Permandagri Nomor 77 tahun 2020 Tentang Pedoman Teknis Pengeloloaan Keuangan Daerah, pengelolaan keuangan daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggung jawaban, dan pengawasan keuangan daerah. (Muindro Renyowijoyo 2012:54). Adanya desentralisasi pada pemerintah daerah dan tuntutan masyarakat makan transparansi dan akuntabilitas, maka pemerintah harus menyelenggarakan sistem pengelolaan keuangan yang dapat meningkatkan ekonomis, efektif dan efisien kinerja serta dilakukan secara tertib, taat pada peraturan dan bertanggungjawab.
Menurut Dr. Rudy Badrudin (20017;98) Anggaran Pendapata dan Belanja Daerah adalah satuan rencana kerja pemerintah daerah yang mencakup seluruh pendapatan atau penerimiaan dan belanja atau pengeluaran pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, dan kota dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun yang dinyatakan dalam satuan uang yang disetujui oleh DPRD dalam peraturan perundangan yang di sebut peraturan daerah.
Struktur anggaran yang berkualitas adalah alokasi anggaran yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Beberapa prinsip dasar yang harus diakomodasi dalam penyusunan anggaran menurut Rinusu (2013:46) adalah transparan, partisipatif, disiplin, keadilan, efisiensi dan efektifitas, serta rasional dan terukur. Selain itu, Munir (2003:42-43) menambahkan prinsip-prinsip anggaran daerah yaitu otorisasi oleh legislatif, komprehensif, keutuhan anggaran, nondiscretionary appropriation, periodik, akurat, jelas, dan diketahui publik. Anggaran daerah berperan penting dalam menentukan tingkat kebutuhan masyarakat. Pencerminan kebutuhan masyarakat dalam anggaran daerah ditunjukkan melalui belanja daerah yang dikeluarkan. Berdasarkan urayan diatas maka peneliti tertatarik untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis Reformasi Penyusunan Anggaran Daerah Kaitannya Dengan Kualitas APBD Di Kantor BPKAD Kabupaten Kupang.
Dalam penelitian ini yang menjadi konsep adalah Pengaruh reformasi penyusunan anggaran daerah terhadap kualitas APBD.
Dalam proses perencanaan pembangunan tahunan dibutuhkan partisipasi aktif dari stakeholders di daerah tersebut, namun masyarakat yang termasuk dalam stakeholders tersebut masih sering diabaikan. Sistem ini memerlukan perubahan dari masyarakat dari pasif menjadi aktif dan DPRD harus memfasilitasi.
Masalah lain yang muncul dalam perencanaan pembangunan adalah masalah kualitas. Rencana yang berkualitas bisa mengakomodir kepentingan berbagai pihak yang terkait. Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2013:4). Hasil analisis pendahuluan dan analisa lanjutan memberikan indikasi reformasi penyusunan APBD sudah dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku akan tetapi dalam prosesnya kualitas APBD masih sangat rendah. APBD pada dasarnya memuat rencana keuangan yang diperoleh dan digunakan Pemerintah Daerah dalam rangka melaksanakan kewenanganny auntuk penyelenggaraan pelayanan umum dalam satu tahun anggaran. Sesuai dengan pendekatan kinerja yang digunakan dalam penyusunan APBD, setiapalokasi biaya yang direncanakan harus dikaitkan dengan tingkat pelayanan atas hasilyang diharapkan dapat dicapai. Kinerja Pemerintah Daerah dapat diukur melaluievluasi terhadap pelaksanaan APBD.
Arah dan kebijakan umum APBD memuat komponen-komponen pelayanan dan tingkat pencapaianyang diharapkan pada setiap bidang kewenangan Pemerintah Daerah yang akan dilaksanakan dalam satu tahun anggaran. Komponen dan kinerja pelayanan yang diharapkan tersebut disusun berdasarkan aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan Daerah, termasuk kinerja pelayanan yang telah dicapaidalam tahun-tahun anggaran sebelumnya kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Reformasi penyusunan APBD sudah sesuai dengan perubahan regulasi baik dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan pertanggungjawaban.
2. Kualitas APBD yang dilihat dari keberpihakan kepada masyarakat miskin, berkeadilan partisipatif belum optimal
3. Kaitan antara reformasi penyusunan anggaran dengan kualitas APBD menunjukkan hasil terbalik, yakni reformasi penyusunan anggaran sudah baik tetapi kualitas APBD justru belum optimal yaklni kurangnya keberpihakan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, terdapat beberapa masukan implikasi terapan:
1. Pemerintah Kabupaten Kupang, hendaknya harus mematuhi regulasi dalam penyusunan APBD dan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan
2. Hendaknya pemerintah Kabupaten Kupang mengedepankan kepentingan masyarakat miskin dan pelaksanaan APBD
3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dapat menggunakan faktor-faktor lain yang dapat digunakan untuk melihat pengaruhnya reformasi penyusunan anggran daerah terhadap kualitas APBD dan memperhatikan indikator-indikator yang digunakan sehingga mampu memberikan hasil penelitian yang benar-benar mewakili keadaan yang sebenarnya.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Book tax differences adalah perbedaan besaran laba akuntansi atau laba komersial dengan laba fiskal atau penghasilan kena pajak. Martani menyatakan bahwa, laba akuntansi adalah laba atau rugi bersih selama satu periode sebelum dikurangi beban pajak yang dihitung berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum, sedangkan laba kena pajak atau laba fiskal (rugi pajak atau rugi fiskal) adalah laba (rugi) selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Otoritas Pajak atas pajak penghasilan yang terutang (dilunasi). Persoalan Penelitian yang diteliti dalam skripsi ini yaitu (1) Apakah perbedaan laba akuntansi dan laba fiskal (Book-Tax Differences) permanen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba? (2) Apakah perbedaan laba akuntansi dan laba fiskal (Book-Tax Differences) temporer berpengaruh terhadap pertumbuhan laba? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menguji pengaruh perbedaan laba akuntansi dan laba fiskal (Book-Tax Differences) permanen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. (2) Untuk menguji pengaruh perbedaan laba akuntansi dan laba fiskal (Book-Tax Differences) temporer berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang Pengaruh Perbedaan Laba Akuntansi dan Laba Fiskal (Book-Tax Differences) Terhadap Pertumbuhan Laba. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan keramik, porselen, dan kaca dari tahun 2018-2021 di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 8 perusahaan. Data penelitian diperoleh dari data kuantitatif dengan metode dokumentasi, yaitu dengan mempelajari, mengklasifikasikan, dan menganalisis data sekunder berupa catatan-catatan, laporan keuangan tahunan pada perusahaan manufaktur sub sektor keramik, porselen, dan kaca yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2021. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling, sampel yang diperoleh sebanyak 7 perusahaan. Hipotesis dalam penelitian ini diuji menggunakan analisis linear berganda. Variabel yang diuji dalam penelitian ini adalah perbedaan permanen, perbedaan temporer, pertumbuhan laba yang merupakan proksi dari book tax differences. Pertumbuhan laba yang digunakan dihitung dengan cara mengurangkan laba periode berjalan dengan laba periode sebelumnya kemudian dibagi dengan laba pada periode sebelumnya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa permanen dan temporer berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba. Perbedaan permanen book-tax berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba. Hal ini ditunjukan dengan nilai sebesar 0,546. Perbedaan temporer book-tax berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba. Hal ini ditunjukan dengan nilai sebesar -1.056
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan penting yang perlu dilakukan perusahaan untuk meningkatkan usaha dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Disamping kegiatan pemasaran perusahaan juga perlu mengkombinasikan fungsi-fungsi dan menggunakan keahlian mereka agar perusahaan berjalan dengan baik. Dalam hal ini perlu diketahui beberapa definisi pemasaran.
Menurut Utami (2010:162) kelengkapan produk adalah kelengkapan produk yang menyangkut kedalaman, luas, dan kualitas produk yang ditawarkan juga ketersediaan produk tersebut setiap saat di toko. Menurut Levy (2013) dalam Utami (2017) lokasi merupakan perencanaan dan pelaksanaan program penyaluran produk atau jasa melalui tempat atau lokasi yang sama. Menurut Kotler dan Keller (2011) Minat beli adalah perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukan keinginan seseorang untuk melakukan pembelian.
Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini penelitiakan
Membahas tentang Pengaruh Kelengkapan Produk dan Lokasi Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Dutalia Kupang. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan metode purpose sampling.
Populasi dalam penelitian ini jumlahnya tidak diketahui, maka sampel dalam penelitian ini mengunakan rumus raopurba (sujarweni, 2015)
Berdasarkan hasil perhitungan, maka jumlah sampel yang digunakan minimal 96 responden..teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab .Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 96 konsumen Dutalia kupang.
Berdasarkan nilai indeks jawaban responden dari variable kelengkapan produk berkisar antara 82,6-75,1 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 78,1. Dengan nilai koefisien regresi dari kelengkapan produk sebesar 0,396 dengan tingkat signifikansinya sebesar 0.000. Sedangkan nilai indeks jawaban responden dari variable minat beli juga berkisar antara 76,7-72,9 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 74,3. Dengan nilai koefisien regresi dari Minat beli sebesar 14,887 dengan tingkat signifikansinya sebesar 0.000.
Maka, dapat disimpulkan bahwa nilai indeks Kelengkapan produk lebih besar dari nilai koefisien regresi yaitu74,3>14,887.
Berdasarkan nilai indeks jawaban responden dari variable Lokasi berkisar antara 73-72,3 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 72,7. Dengan nilai koefisien regresi dari lokasi sebesar 0,264 dengan tingkat signifikansinya sebesar 0.000. Sedangkan nilai indeks jawaban responden dari variable minat beli juga berkisar antara 76,7-72,9 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 74,3. Dengan nilai koefisien regresi dari minat beli sebesar 14,887 dengan nilai signifikansinya sebesar 0.000.
Maka, dapat disimpulkan bahwa nilai indeks Lokasi lebih besar dari nilai koefisien regresi yaitu 72,7>14,887.
Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 14,8887. Hasil Uji T menunjukan bahwa thitung sebesar8,569>t table sebesar 1.986 maka, H0 di tolak dan Ha diterima yait kelengkapan produk berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen dutaliakupang. Dan nilai thitung sebesar 4.240>t tabel 1.986 maka, H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Lokasi berpengaruh positif terhadap Minat Beli pada konsumen. Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung>Ftabel yaitu 72,741>3,09 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan Kelengkapan Produk dan Lokasi berpengaruht erhadapMinat Beli pada konsumen. Berdasarkan table hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah sebesar 0,610 atau 61%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi Kelengkapan Produk terhadap Minat Beli konsumen adalah 61% sedangkan besaran 39,8% dipengaruhi oleh variabel-variabel lainyang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian teori yang saya pakai sesuai dengan teori dari
(Kurniawan dan Krismonita, 2020;147) Di mana penyediaan kelengkapan produk yang bagus bukan hanya memikat minat pembeli melainkan juga bias berefek pada keputusa konsumen serta kemungkinan besar bias menjadi pelanggan tetap.
Hasil dari penelitian saya juga mendukung teori dari (Kurniawan dab Krismonita, 2020;147). Hasil penelitiansaya juga menguatkan penelitian terdahulu yang digunakan oleh Ryan Kurniawan dan Yuniar Aisah dimana Penelitian terdahulu di lakukan oleh Ryan Kurniawan dan Yuniar Aisah di mana Kelengkapan Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.
Berdasarkan hasilpenelitian, teori yang saya pakai sesuai dengan teori dari Menurut Utami (2012:89), dimana Lokasi tidak hanya mempengaruhi keputusan pembelian, namun lokasi juga membentuk kesan sebuah usaha yang dilakukan perusahaan dalam melakukan penempatan usahanya. Memiliki lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh para konsumen sehingga diharapkan pemilik usaha dapat meningkatkan minat belikonsumen.
Hasil penelitian saya mendukung teori Utami (2012;89).Hasil penelitiansaya juga menuatkan penelitian terdahulu yang digunakan oleh Hardiansyah dan Ekawanti (2019) dimana lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemberian kredit merupakan kegiatan usaha yang mendominasi pengalokasian dana bank. Oleh karena itu sumber utama pendapatan bank berasal dari kegiatan penyaluran kredit dalam bentuk pendapatan bunga.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Objek dalam penelitian ini adalah 6 pegawai di koperasi sangosay cabang oelamasi. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari narasumber dan data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara.
Hasil penelitian menunjukan bahwa laporan keuangan nasabah pada Koperasi Sangosay Cabang Oelamasi sangat berperan penting dalam kebijaksanaan pemberian kredit. Hal ini dibuktikan dari hasil analsis penelitian oleh Yakobus Buka memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 500.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 5.000.000. Lalu usahanya be rkembang sehingga terjadi peningakatan pendapatan sebesar Rp. 2.100.000. tiap bulannya, Mario Babis memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 5.000.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 100.000.000. Lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 30.000.000. tiap bulannya, Yohanes Pian memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 500.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 10.000.000. Lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 7.500.000. tiap bulannya, Maria Fatima Abuk melakukan kredit sebesar Rp 5.000.000. lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 2.850.000. tiap bulannya, Andrianus Kon Anin memulai usaha dengan melakukan kredit sebesar Rp. 50.000.000. lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 15.550.000 tiap bulannya.
Berdasarkan hasil peneltian dan analisis data penulis menarik kesimpulan bahwa laporan keuangan nasabah sangat berperan penting dalam kebijaksanaan pemberian kredit, karena kelayakan kredit dilakukan dengan cara melihat perkembangan usaha yang dilakukan debitur, sekaligus juga mendapatkan kredit mengalami peningkatan atau tidak.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh seluruh anggota yang membedakan satu organisasi itu dari organisasi- organisasi lain. Penerapan budaya organisasi yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadi kekuatan yang mampu mengarahkan perilaku karyawan pada pencapaian tujuan organisasi melalui kinerja yangdiberikan.
Budaya organisasi yang kuat berguna untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga setiap karyawan diawalkarirnya perlu memahami budaya organisasi dan bagaimana budaya itu diterapkan didalam sebuah perusahaan/organisasi. Tanpa adanya budaya organisasi jalannya roda perusahaan tidak memiliki pedoman atau acuan dalam bertindak dan memecahkan masalah. Dengan adanya budaya organisasi perusahaan mencerminkan nilai dan norma penentu arah organisasi untuk mencapai visi dan misi perusahaan.
Selain Budaya organisasi yang mempengaruhi kepuasan karyawan, pemberian kompensasi juga mempengaruhi kepuasan karyawan. Kompensasi merupakan bagian dari hubungan timbal balik antara organisasi dengan sumber daya manusia. Faktor lain yang memengaruhi kinerja seorang karyawan adalah pemberian kompensasi. Kompensasi merupakan hubungan timbal balik antara organisasi dengan karyawan. Menurut Hasibuan dalam jurnal (Rizal & Surya, 2018) menyatakan bahwakompensasi sebagai semua pendapatan dalam bentuk uang, barang, baikyang diterima secara langsung atau tidak langsung oleh karyawan sebagaiimbalan atas layanan yang diberikan oleh perusahaan.
Selain berpegang pada budaya organisasi, pihak manajemen perlu memberikan kepuasan kerja pada setiap karyawannya seperti memberikan gaji yang dikenal menjadi signifikan, tetapi kompleks secara kognitif dan merupakan faktor multidimensi, kemudian promosi jabatan yang membuat karyawan berlomba-lomba dalam melakukan yang terbaik atas rekam jejak kinerjanya supaya mendapatkan reward naik jabatan atau promosi jabatan, dan kondisi kerja yang baik.
Pemberian kompensasi menurut Hasibuan (2017:119) merupakan semua pendapatan yang berbentuk uang barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Pembentukan system kompensasi yang efektif merupakan bagian penting dari manajemen sumber daya manusia karna membantu menarik dan mempertahankan pekerjaan- pekerjaan yang berbakat. Selain itu sistim kompensasi perusahaan memilki dampak terhadap kinerja strategis.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara budaya organisasi dengan pemberian kompensasi serta kepuasan kerja pada pegawai kantor Walikota Kupang di bagian tata pemerintahan.
Menurut Irma & Gawi, 2016, Faktor kepuasan kerja pegawai sangat pentingartinya bagi perusahaan karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai,diharapkan nantinya akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh, atau dalam ilmu manajemen jasa dikenal dengan istilah“happy employee,happy customer”,yang berarti sebelum memuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu memberi kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan tulus ikhlas memberi pelayanan yang optimal bagi customernya.
Metode dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menjadikan pegawai pada bidang tata pemerintahan kantor Walikota Kupang sebagai populasi dan sampel yang berjumlah 30 orang.
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah penyebaran kuesioner dengan angket tertutup. Kuesioner ini berisi tentang sejumlah pertanyaan atau pernyataan mengenai variable penelitian yaitu budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai dengan teknik analisis data meliputi analisis pendahuluan, analisis lanjutan, yang mana kedua alat analisis ini mempresentasikan indicator empiric dari konsep budaya organisasi dan pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji korelasi rank spearman merupakan bagian daristatistik non parametrik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel.
Uji korelasi ranks pearman dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut: (1) Jika signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan antar variable budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, (2) Jika signifikansi > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yangberarti tidak terdapat hubungan antar variabel budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai
Dari hasil penelitian yang dilakukan melalui analisis pendahuluan dan analisis lanjutan, maka penulis memberikan kesimpulan sesuai dengan persoalan penelitian yang telah dilakukan yaitu (1) berdasarkan hasil analisis hubungan budaya organisasi terhadap kinerja pegawaikantorWali Kota Kupang bagian tata pemerintahan memiliki hubungan tidak yang searah, (2) berdasarkan hasil analisis hubungan pemberian kompensasi terhadap kinerja pegawai kantor Wali Kota Kupang bagian tata pemerintahan memiliki hubungan tidak searah.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada tahun 2012, ekualisasi pajak diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-04/PJ/2020.Peraturan ini mengatur mengenai Pedoman Penggunaan Metode dan Teknik Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan Kewajiban Perpajakan. Namun, dua tahun setelahnya, yaitu tahun 2014, peraturan tersebut telah dicabut atau tak berlaku lagi. Dirjen Pajak mengeluarkan Peraturan Nomor PER-07/PJ/2014 tentang Pencabutan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-04/PJ/2012.Maka dari itu, dasar hukum dari Ekualisasi Pajak mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak tahun 2017 yaitu Nomor SE-10/PJ/2017 yang menjelaskan tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Lapangan dalam Rangka Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan. Ekualisasi pajak adalah mencocokkan data di SPT (mencocokkannya disajikan terperinci per transaksi ) dengan pos-pos yang terdapat di buku-buku pengeluaran/pembelian/penjualan yang memiliki hubungan dalam pembukuan dan atau laporan jenis pajak yang lain (baik sebagian maupun keseluruhan). Dapat disimpulkan ekualisasi pajak adalah proses menyamakan biaya/pendapatan yang merupakan objek pajak dengan surat pemberitahuan (SPT). Ekualisasi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan proses pencocokan antara data yang dilaporkan Wajib Pajak pada Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT PPh) dan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Pertambahan Nilai (SPT PPN) berkaitan dengan jumlah omset yang dilaporkan Wajib Pajak pada kedua Surat Pemberitahuan tersebut berbeda atau tidak. Ekualisasi pajak dilakukan untuk mengetahui perbedaan nilai tersebut. Tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui ekualisasi pajak SPT masa PPN dengan SPT tahunan PPh badan perusahaan jasa konstruksi. Teknik pengumpulan data berupa data primer yang diperoleh dari wawancara dan dokumentasi, gunanya untuk menganalisis dan mengolah data pajak yang diperoleh, sehingga dapat melakukan perbandingan antara penghasilan dan PPN, biaya dan DPP PPN masukan serta biaya dan PPh potong pungut pada SPT Tahunan PPh Badan dan SPT Masa PPN dari PT. Gabriel Gabryela Jaya kemudian diolah lebih lanjut untuk dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab perbedaan nilai yang ditimbulkan. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Ekualisasi Penghasilan dan PPN, Ekualisasi Biaya dan DPP PPN Masukan dan Ekualisasi Biaya dan PPh Potong Pungut. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, serta menyajikan data secara deskriptif dengan berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara dan dokumentasi mengenai masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data perpajakan PT Gabriel Gabryela Jaya dari tahun berdirinya perusahaan sampai sekarang (tahun 2023) dan penentuan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono,2018). Sampel dari penelitian ini adalah data primer berupa; data perpajakan PT Gabriel Gabryela Jaya tahun 2020, 2021, dan tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan : bahwa Selisih pada ekualisasi penghasilan dan PPN, ekualisasi biaya dan DPP PPN masukan, dan ekualisasi biaya dan PPh potong pungut disebabkan oleh; pembulatan pencatatan pada pembukuan dan penerbitan faktur pajak, kelalaian karyawan PT. Gabriel Gabryela Jaya yang tidak mencatat dan melaporkan beberapa biaya pembelian pada SPT Tahunan dan adanya pembelian non PPN seperti pengadaan alat suku cadang dari supplier non PKP, serta biaya yang bukan objek PPh pasal 21 seperti gaji karyawan yang penghasilannya belum mencapai PTKP. Pelaporan dan pencatatan SPT masa PPN dan SPT tahunan PPh badan telah disampaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku, namun dilihat dari hasil ekualisasi SPT masa PPN dan SPT tahunan PPh badan terdapat ketidaksamaan antara kedua nilai tersebut dikarenakan pembelian non PPN seperti pembelian suku cadang (penyerahan barang kena pajak) dari supplier non PKP sehingga faktur pajak yang dibuat nihil dan tidak dapat dikreditkan karena lawan transaksi merupakan non PKP. Begitu juga dengan kelalaian karyawan dalam pencatatan dan penerbitan faktur pajak dan biaya yang bukan objek PPh 21 seperti gaji karyawan. Hal ini menjadi salah satu objek untuk dilakukannya ekualisasi pajak terhadap pencatatan dan pelaporan SPT masa PPN dan SPT tahunan PPh badan sehingga terdapat perbedaan nilai dalam pencatatan dan pelaporannya, sehingga dapat diasumsikan bahwa ekualisasi pajak dilakukan sebagai suatu proses dimana perusahaan dapat meninjau kembali kewajiban yang telah dilaporkan sudah sesuai atau tidak dengan peraturan perundang-undangan sehingga perusahaan dapat terhindar dari pemeriksaan pajak dan penggelapan pajak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi PT. Gabriel Gabryela Jaya agar perusahaan dapat terhindar dari pemeriksaan dan penggelapan pajak, dengan melakukan pencatatan faktur masukan maupun keluaran dan mengarsip semua bukti pelaporan pajak guna membantu perusahaan dalam melakukan ekualisasi pajak sewaktu-waktu ada pemeriksaan pajak dan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan. Kemudian penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi kepentingan keilmuan dan dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang dengan memperoleh tingkat sampel yang sesuai dan lebih memperluas sampel penelitian sehingga peneliti mendapatkan hasil yang maksimal dan akurat.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Return On Asset, Curent Ratio, dan Debt To Equity Ratio yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2019. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini berjumlah 4. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, berdasarkan teknik purposive sampling maka diperoleh sampel pada penelitian 4 perusahaan. Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear berganda hal ini disebabkan karena penelitian ini terdapat lebih dari satu variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwaReturn On Assets secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada pada perusahaan Rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2019.Penelitian selanjutnya adalahCurrent Raio. Hasil penelitian menunjukan bahwa Current Ratio berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaanpada perusahaan Rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2019. Dan terakhir Debt To Equity Ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa Debt To Equity Ratioberpengaruhnegatif terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2019.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Kinerja Perusahaan sangatlah penting, Analisis Pendahuluan Pada analisis terdahulu akan mendeskripsikan indikator-indikator empirik masing-masing konsep analisis kinerja perusahaan, laporan arus kas dan perubahan modal yang terdaftar di BEI data dikumpulkan menggunakan data sekunder. Data yang diperoleh adalah data dari laporan keuangan Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI. Berdasarkan perhitungan rasio yang telah diuraikan, maka dapat diketahui perbandingan kondisi kinerja perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman dalam membayar kewajiban lancar belum dikatakan baik.Untuk itu perusahaan harus mampu menambah jumlah arus kas operasi agar perusahaan mampu melunasi kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo. Perubahan modal yang mengalami peningkatan terdapat pada perusahaan Siantar Top Tbk,yaitu pada tahun 2021 sebesar Rp. 3.300.848.622.529 sedangkan perusahaan yang mengalami penurunan dialami oleh perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk, pada tahun 2021 sebesar Rp. . 3.300.848.622.529 sedangkan perusahaan yang mengalami penurunan dialami oleh perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk,
pada tahun 2021 sebesar Rp. 1.099.157, hal ini disebabkan pengeluaran perusahaan lebih besar dibandingkan dengan pemasukan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut, Kinerja Perusahaan dilihat dari Rasio Capital Expenditure dan Investasi Berdasarkan hasil kinerja dari 12 perusahaan dengan menggunakan Ratio Capital Expendeture dan Investasi secara umum dikatakan tidak baik. Kinerja Perusahaan dilihat dari Perubahan Modal dapat diketahui kinerja perusahaan dari tahun 2018-2021.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan judul ini maka persoalan dalam penelitian ini adalah: Seberapa besar tingkat kepatuhan wajib pajak berdasarkan realisasi penerimaan Pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang? Penelitian ini dilakukan di Badan Pendapatan Daerah kota kupang (Bapenda). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepatuhan wajib pajak berdasarkan realisasi penerimaan Pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan realisasi penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan pada Badan pendapatan Daerah Kota Kupang Tahun 2012 – 2021. pengambilan data dalam penelitian ini akan menggunakan teknik pengumpulan data diantaranya yaitu : Dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil penelitian dari analisis kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) yang ada pada Badan Pendapatan Daerah kota Kupang, pada tahun 2012 dengan presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 106,88% sehingga dapat dikatakan bahwa kepatuhan wajib pajak sangat patuh. Dan tahun 2013 dengan presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 83,53% sehingga dikatakan cukup patuh. pada tahun 2014 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 118,50% sehingga dapat dikatakan sangat patuh. Dan pada tahun 2015 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 108,64% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2016 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 112,24% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2017 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 109,75% sehingga dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2018 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 104,63% sehingga dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2019 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 100,87% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2020 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 90.92% sehingga dikatakan patuh. Pada tahun 2021 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 90.93% sehingga dikatakan patuh. Namun dapat dikatakan bahwa pada tahun 2014 sampai 2021 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak mengalami penurunan terus dari tahunn ke tahun. Hal ini jika dilihat berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh narasumber, diketahui bahwa penurunan ini diakibatkan oleh Pandemi Covid 19, sehingga adanya kebijakan dari pemerintah agar para wajib pajak diberi kelonggaran sementara waktu untuk tidak melakukan pembayaran pajak.
Kepatuhan wajib pajak masyarakat Kota Kupang, tentunya ada aturan-aturan yang mengatur sehingga mengikat masyarakat untuk harus patuh terhadap pembayaran pajak. Aturan ini diatur pada pasal 51 ayat 1, 2 dan 3 Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pajak Daerah berbunyi (1) Walikota dapat menerbitkan surat tagihan pajak daerah (STPD) jika: a. pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar; b. dari hasil penelitian SPTPD terdapat kekurangan pembayaran sebagai akibat salah tulis dan/atau salah hitung; c. wajib pajak dikenakan sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. (2) Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam STPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b ditambah dengan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan untuk paling lama 15 (lima belas) bulan sejak saat terutangnya pajak. (3) SKPD yang tidak atau kurang dibayar setelah jatuh tempo pembayaran dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dan ditagih melalui STPD.
Berdasarkan isi aturan tersebut maka dapat diketahui bahwa, Badan pendapatan daerah Kota Kupang dengan tegas berupaya agar seluruh wajib pajak di Kota Kupang patut untuk membayar pajak agar terhindar dari sanksi pajak yang akan membebani para wajib pajak. Menurut Suandy (2014:12) menjelaskan bahwa pada dasarnya faktor yang menghambat pembayar pajak adalah masalah kesadaran masyarakat, dimana masyarakat perlu diberi pengarahan bahwa pajak merupakan kewajiban dan hak setiap warga negara untuk ikut serta dalam pembangunan. Kesadaran dalam membayar pajak muncul dari motivasi wajib pajak. Jika kesadaran wajib pajak tinggi yang berasal dari motivasi untuk membayar pajak, maka kepatuhan untuk membayar pajak pun akan tinggi dan pendapatan untuk daerah sektor pajak semakin meningkat. Terdapat salah satu faktor yang mempengaruhi wajib pajak dalam patuh membayar Pajak Bumi dan Bangunan, faktor tersebut adalah sanksi pajak. Fungsi sanksi adalah digunakan sebagai cara untuk mengatur sekelompok populasi untuk memenuhi aturan yang ditentukan. Sanksi ditujukan kepada wajib pajak yang tidak mematuhi aturan perpajakan atau melakukan pelanggaran berupa kecurangan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku.
Dari pembahasan dan analisis tentang kepatuhan wajib pajak yang ada di Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) yang meliputi realisasi dan target pajak bumi dan bangunan (PBB) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang pertahun 2012 sudah tergolong sangat patuh karena jumlah realisasinya melebihi jumlah yang ditargetkan. Dan pada tahun 2013 dapat dikatakan cukup patuh karna realisasi yang diterima tidak sesuai denga target yang diharapkan.Sedangkan pada tahun 2014 sampai 2019 dapat dikatakan sangat patuh karna realisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) selalu melebihi target yang ditetapkan. Dan pada tahun 2020-2021 mengalami penurunan akibat Covid 19 sehingga jumlah target dan realisasi pada tahun tersebut dikategorikan patuh
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepatuhan perpajakan adalah upayah tanggung jawab wajib pajak kepada Tuhan bagi pemerintah dan rakyat sebagai kegiatan pemenuhan kewajiban dan hak perpajakannya..Kepatuhan wajib pajak memiliki kesediaan untuk memenuhi kewajiban pajaknya sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa perlu diadakannya pemeriksaan investigasi,peringatan ataupun ancaman dan penerapan sanksi baik hukum maupun administrasi).Kepatuhan wajib pajak menjadi aspek penting mengingat sistem perpajakan Indonesia menganut system self assesment,yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung,membayar,dan melaporkan kewajibannya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan pajak dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi.Penelitian ini meupakan jenis penelitian yang menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi di Kelurahan Fatululi dan sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi.
Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pajak tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi sedangkan sanksi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan daerah Kabupaten Kupang dilihat dari rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian, rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi keuangan daerah, dan rasio keserasian.
Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan rumus : rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian, rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi keuangan daerah, dan rasio keserasian.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dilihat dari (1) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal dapat dikategorikan sangat kurang, karena rata-ratanya sebesar 6,37% (2) Rasio Kemandirian Daerah pola hubungannya masih tergolong dalam pola hubungan instruktif karena rata-rata besarnya rasio ini sebesar 8,27% (3) Rasio Efektivitas PAD efektivitas kinerja keuangan Kabupaten Kupang kurang efektif karena rata-rata efektivitasnya 78,46% (4) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah dapat dikatakan kurang efisiensi karena rata-rata efisiensi keuangan daerah Kabupaten Kupang sebesar 98,51% (5) Rasio Keserasian diketahui bahwa rata-rata belanja operasi daerah masih lebih tinggi yaitu 54,68% dibandingkan rata-rata belanja modal sebesar 44,92% sehingga masih dapat dikatakan bahwa Pemerintah Daerah kurang memperhatikan pembangunan daerah.