Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEPUH (Sterculia foetida L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEPUH (Sterculia foetida L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Wandarmas, S* Nge, S. T** Sabuna, A. Ch** Tanaman Kepuh (S. foetida L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman Kepuh ini sangat mudah ditemukan di setiap daerah salah satunya adalah di Kecamatan Kelapa Lima. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari tanaman kepuh karena kurangnya pengetahuan yang berkaitan dengan manfaat tanaman Kepuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kepuh (S. foetida L.) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 taraf perlakuan 1 kontrol dengan 3 ulangan yaitu pemberian ekstrak daun kepuh25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, 100 mg/ml. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi Anova satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat berkisar antara 6,6 mm sampai dengan 8,33 mm yang dikategorikan sebagai daya hambat sedang. Uji Anova menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan yaitu pengaruh konsentrasi ekstrak Kepuh terhadap zona hambat bakteri dengan nilai sig adalah 0,000 < 0,05dan pada uji lanjut duncan menunjukkan bahwa antara perlakuan A1 sampai perlakuan A4 tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh ekstrak daun Kepuh (S.foetida L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureusdengan kategori sedang. Kata kunci : Uji Antibakteri, Daun Kepuh, S. aureus Keterangan * : Peneliti**: Pembimbing

HUBUNGAN PEMBELAJARAN DARING BERBASIS E-LEARNINGDENGAN MINAT BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK HUBUNGAN PEMBELAJARAN DARING BERBASIS E-LEARNING DENGAN MINAT BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI Tkela, S)* Meha, A)** Blegur, J)** Pembelajaran onlinemenggunakan e-learning merupakan suatu wujud inovasi baru dalam dunia pendidikan saat ini sekaligus menjadi solusi terbaik dalam proses belajar mengajar dimasa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar mahasiswa pendidikan biologi. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan desain korelasi, variabel (X) Pembelajaran daring berbasis e-learningdan minat belajar mahasiswa (Y). Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan angket, data penelitian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar mahasiswa pendidikan biologi dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,488 data tersebut berada pada kategori sedang karena pembelajaran daring berbasis e-learning memiliki kekurangan baik dari aplikasi yang digunakan dan kurangnya pemahaman pengoperasian aplikasi pembelajarn online baik dosen atau pengajar maupun mahasiswa . Semakin baik penerapan pembelajaran daring berbasis e-learning maka akan semakin meningkat minat belajar mahasiswa. Dari penelitian ini peneliti mengambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar pada kategori sedang. Kata kunci : Pembelajaran Daring Berbasis E-learning, Minat Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi. Keterangan * ) = Peneliti **) = Pembimbing

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KEPUH (Sterculia foetida L) TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (Mus musculus)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kepuh (Sterculia foetida L) Terhadap kecepatan Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus musculus) Talnai .S. S)* Nge.T.S)** Ballo . A)** Luka merupakan rusak atau hilangnya sebagian jaringan pada organ tubuh. Sedangkan Luka sayat merupakan luka terbuka, dan memiliki panjang luka lebih besar dari dalamnya luka. Povidone iodine merupakan antiseptik yang sering kali digunakan dalam penyembuhan luka dan sudah dipakai secara luas namun penggunaan iodine dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan iritasi pada kulit oleh karena itu perlu adanya pengembangan obat tradisional yang mengandung khasiat yang baik untuk penyembuhan luka dan memilki efek samping lebih kecil. Kepuh (Sterculia foetida L) merupakan salah satu tumbuhan yang dari masing-masing organ memiliki banyak manfaat dan juga telah diketahui mengandung senyawa-senyawa kimia yang berfungsi mempercepat proses penyembuhkan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian ekstrak daun kepuh (Sterculia foetida L) terhadap kecepatan penyembuhan luka sayat pada mencit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 1 kontrol. Perbedaan perlakuan 25%, 30% 35 % dan 1 kontrol povidone iodine. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA satu jalur dan dilanjutkan dengan uji LSD (leat significane different) untuk melihat perbedaan dari setiap perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun kepuh (Sterculia foetida L) dapat berpengaruh nyata terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Muss musculus) sehingga dapat dinyatakan bahwa jenis daun kepuh bisa di manfaatkan untuk penyembuhan jenis-jenis luka lainnya. Kata Kunci : Kepuh, Mencit, Penyembuhan Keterangan: *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II

HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI GAYA MENGAJAR GURU IPA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA UPTD SMP NEGERI LANTOKAKABUPATEN ALOR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI MENGAJAR GURU IPA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA UPTD SMP NEGERI LANTOKA KABUPATEN ALOR TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Besituba L)* Manu S.T)** Nggadas E.D)** Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan motivasi belajar siswa, variabel (X) persepsi siswa tentang gaya mengajar guru dengan (Y) motivasi belajar siswa. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri Lantoka yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket, data dianalisis dengan statistik inferensial bantuan SPSS. Hasil analisis deskriptif diperoleh variasi mengajar guru dan motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang dengan presentase rhitung 0,459 > rtabel 0,349 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signitifikan antara variasi mengajar guru dengan motivasi belajar siswa UPTD SMP Negeri Lantoka. Kata kunci :persepsi siswa tentang gaya mengajar variasi mengajar guru dan motivasi belajar *) Mahasiswa Peneliti *) Dosen Pimbimbing

Strukrutur Komunitas Gastropoda di Zona Intertidal Pantai Lalendo (Inokiu), Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Pantai Lalendo memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar perairan didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di Pantai Lalendo (Inokiu) dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Maret-April 2022 di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di samping PT Tom,Stasiun II di depan budidaya Mutiara, Stasiun III di samping budidaya mutiara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 stasiun pengamatan di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) diperoleh 23 spesies dari 15 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah;Cerithium coloumna,Stasiun II adalahCanarium microurceus dan stasiun III adalahMargistrombus marginatus.Struktur komunitas gastropoda di zona intertidal pantaiLalendo ( Inokiu) tergolong diversitas sedang.Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata.Dominansi Gastropoda di zona intertidal Pantai Lalendo ( Inokiu) tergolong rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, gastropoda, zona intertidal, pantai Lalendo Abstract Lalendo Pantai BeachIt has a sloping topography with a sandy beach substrate type with few rocks and the bottom of the waters is dominated by fine grained white sand and seagrass. Many marine biota found on the beach Lalendo ( Inokiu ) is used by local people, especially gastropods. Gastropods have an important role in ecological studies and are often used as indicators to assess changes that occur in the aquatic environment. Diversity organisms, both the number of species and the number of individual members of the species determine the character of the community. The purpose of this study was to determine the structure of gastropod community found in the coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency. This research was conducted in March -April 202 2 in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency at 3 (three) stations, namely Station I beside PT Tom , Station II at front cultivation Mutiara , Station III in side cultivation pearl . The method used in this research is a survey method. The results showed that the types of gastropods found at 3 observation stations in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) obtained 2 3 species from 1 5 families. The highest abundance of Gastropods at station I was; Cerithium coloumna , Station II is Canarium microurceus and station III is Margistrombus marginatus . Structure community gastropods in the intertidal zone Lalendo beach ( Inokiu ) is classified as medium diversity . The value of the uniformity of Gastropod species is close to the value of one, so the uniformity between species is the same or even. Gastropod dominance in the Coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) is low. Keywords: Structure community , gastropod , zone intertidal , beach Lalendo

Pengaruh Pemberian Plant Growht Promothing Rhizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan Porang (Amarphopallus ancophillus)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu usaha untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk hayati, seperti Plant Growht Promothing Rhizobacteria (PGPR). PGPR merupakan mikroba tanah yaga ada disekitar akar tanaman baik secara langsung maupun tidak langsungdalam memacu pertumbuhan serta perkembangan tanaman. Porang (Amarphopallus ancophillus) merupakan jenis umbu-umbian yang mampu hidup diberbagai jenis dan kondisi tanah, mempunyai nilai ekonomi karena mengandung glukomanan (polisakarida yang dapat larut dalam air dan sebagai serat pangan) yang tinggi.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh PGPR terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang porang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)yang terdiri dari 5 perlakuan PGPR yang diulang sebanyak 5 kali yaitu : kontrol atau tanpa PGPR (P0), 15 mL PGPR (P1), 30 mL PGPR (P2), 45 mL PGPR (P3) dan 60 mL PGPR (P4).Data yang diperoleh dianalisi dengan Anova dan dilakukan uji lanjutan dengan uji Duncan. Parameter yang diamati adalah parameter morfologi tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa PGPR mempunyai pengaruh dalam meningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang tanaman porang dan pada pemberian PGPR konsentrasi 15 mL (P1) memberikan hasil yang paling baik dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang pada tanaman porang.

Identifikasi filum echinodermata diperairan pantai namosain dikelurahan namosain kecamatan alak kota kupang nusa tenggara timur

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Echinodermata merupakan salah satu hewan yang paling penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya sehingga mempunyai peran sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi filum echinodermata yang ada di Pantai Namosain Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode transek. Hasil penelitian menunjukan jenis Echinodermata yang ditemukan di Pantai Namosain Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur terdapat tiga kelas Echinodermata yang ditemukan pada penelitian ini yaitu kelas Asteroidea,Ophiuroidea, Echinoidea dan 4 spesies Echinodermata, Protoreaster Nodosus, Macrophiotix Belii, Diadema Setosum, Echinothrix Calamaris. Jenis Echinodermata yang memiliki kelimpahan tertinggi pada waktu pengamatan yakni 0,435 ind/m² denganfrekuensi 54,28% diikuti oleh spesies Echinothrix Calamaris meiliki kelimpahan 0,104 ind/m² dan frekuensi 48,57%, Protoreaster nodosus 0,048 ind/m² frekuensi 40%, dan Macrophiotix Belii 0,019 ind/m² frekuensi 22,85%. hal ini disebabkan karena tempat ini merupakan daerah pemukiman penduduk, ada beberapa aktivitas yang dilakukan oleh mereka seperti mencari jenis hewan-hewan laut dan juga digunakan sebagai tempat rekreasi. Penutup saran yang dapat disampaikan yaitu perlu adanya tindakan pencegahan segera agar masyarakat menjaga dan melindungi kelestarian pantai Namosain sehingga ekosistem pantai tetap terjaga sehingga dapat melindungi persediaan keanekaragaman hayati yang bermanfaat di dalam ekosistem Namosain. Dengan adanya penelitian ini semoga bermanfaat untuk ilmu pengetahuan dan menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya.

STRATEGI PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA PANTAI LODIK KABUPATEN MALAKA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LOZITO PIRES. Skripsi Tahun 2022, dengan judul: Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Lodik Kabupaten Malaka, Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini akan difokuskan pada strategi pengembangan agar dapat menarik minat wisatawan untuk dapat berkunjung serta mengetahui apa permasalahaan yang sedang di hadapi agar dapat mencari jalan keluar permasalahan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengembangan objek wisata pantai Loodik Kabupaten Malaka, serta dapat mengetahui strategi apa yang dapat dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya mengembangkan objek wisata dan juga menarik minat wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata Pantai Loodik Kabupaten Malaka. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yakni suatu metode analisis yang digunakan agar dapat mengetahu, menggambarkan atau memecahkan masalah secara sistematis dengan menggunakan metode analisi SWOT yang dimana sebagai instrument yang penting untuk mengetahui serta mengukur lingkungan untuk memperoleh strategi kekuatan, kelemahan, peluang dan juga ancaman yang diperlukan untuk dalam hal pengembangan lokasi pantai wisata Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dengan Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam hal mengembangkan pariwisata pantai Loodik dibutuhkan kesadaran kerja sama dari semua pihak terkait baik itu pemerintah sebagai pendorong atau penggerak yang memberikan kewenangan yang penuh kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka dan pengelola lokasi pantai wisata Loodik agar dapat melakukan pengembangan dengan strategi-strategi pengembangan, pemeliharaan dan inofasi sehingga dapat mempertahankan yang sudah ada dan melengkapi hal yang menjadi penunjang agar menarik minat dari wisatawan. Kata Kunci : Pengembangan wisata, Pantai Loodik, Analisi SWOT

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP GILL NET DI KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN Yapdilson Rianto Nubatonis(15380011)Analisis Usaha Perikanan Tangkap Gill Net Di Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan: Alfred G. O. Kase., S.Pi, M.Si, Ph.D,Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebangai pembimbing Idan II.Progam studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Potensi sumber daya Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Timor Tengah Selatan terdiri dari wilayah laut untuk perikanan tangkap dan wilayah daratan untuk perikanan budidaya kolam. Kecamatan Kualin terdiri dari 8 Desa utama, dengan 3 desa yang secara geografis terdapat di daerah pesisir Karakteristik pantai pada Kecamatan Kualin cukup unik karena tipe substrat pantai adalah bebatuan kecil yang memiliki warna yang beragam sehingga memberikan keindahan. Selain itu, usaha penangkapan ikan di Kecamatan Kualin cukup baik Hal itu didukung dengan adanya sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan penangkap ikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha perikanan tangkap Gillnet yang meliputi Return On Invesment (ROI), Benefit Cost Ratio(B/C) dan Break Event Point (BEP) di Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah selatan. Penelitian menggunakan metodesurvei dan observasi Hasil penilitian menunjukan Nilai return of investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap gillnet adalah sebesar 4.69. Sedangkan nilai B/C Rasio pertahun yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap gillnet adalah sebesar 5.81.Dan nilai Break Even Point (BEP) nelayan dengan menggunakan alat tangkap gillnet di Desa Kualin, Desa Oni dan Desa Tuapakasakan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 1.290 kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp. 37.143 pada penjualan total produksi 42 kg ikan. Kata kunci: Gillnet, return of investmen (ROI), B/C Rasio, Break Even Point (BEP), Kualin

Analisis Tingkat Efisiensi dan Efektivitas dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “Tingkat Efesiensi dan Efektivitas dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang”. Di bawah bimbingan Jusuf Aboladaka, SE.,M.Si sebagai dosen pembimbing I dan Renya Rosari, SE,.M.Si sebagai dosen pembimbing II. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Bagaimana Tingkat Efesiensi dan Efektivitas dalam Pelaksanaan Anggaran Pedapatan Belanja Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang. Dengan mengacu pada persoalan Penelitian, 1) Bagaimana Tingkat Efesiensi periode 2018-2020 dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang?, 2) Bagaimana Tingkat Efektivitas periode 2018-2020 dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang?. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efektif dan efesien pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota kupang TA 2018-2020 berdasarkan Laporan Realisasi Anggarannya. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatn Daerah TA 2018-2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Dokumen laporan realisasi anggran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang. Sedangkan teknis analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini analisis kinerja keuangan dilakukan untuk menggambarkan dan menjelaskan serta dapat mempertanggungjawabkan kepada publik dengan menggunakan konsep perhitungan Laporan Realisasi Anggaran untuk menghitung kinerja dan evaluasi dari suatu organisasi melalui 2 elemen yaitu : efisiensi dan Efektivitas agar dengan jelas dapat mengetahui pencapaian atas target yang ditetapkan. Konsep efisiensi terkait dengan hubungan antara output berupa barang atau pelayanan yang dihasilkan dengan sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut. Konsep efektivitas terkait dengan hubungan antara hasil diharapkan dengan hasil yang sesungguhnya. Berdasarkan hasil penelitian yang disimpulkan bahwa : (1) Sesuai hasil analisis dan pembahasan mengenai rasio Efisiensi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang Tahun 2018-2020 sebesar 6,86% pada tahun 2018, 6,28% pada tahun 2019, dan 5,59% pada tahun 2020. Dikatakan Efisien karena hasil perhitungan nya 100% yang berarti realisasi pengeluaran tidak melebihi anggaran pendapatan. (2) Sesuai hasil analisis dan pembahasan rasio Efektivitas BAdan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang Tahun 2018-2020 dikategorikan tidak efektiv karena hasil perhitungan 100%. Oleh karena itu disarankan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang jika dilihat dari sisi rasio Efisiensi yang sangat baik maka pada tahun-tahun berikutnya tetap terus menekan biaya-biaya operasionalnya sehingga nantinya jumlah biaya tidak melebihi jumlah pedapatan. Dan pada rasio Efektivitas pada tahun 2018-2020 yang tidak memenuhi kriteria Efektiv, Hal ini di sebabkan karena pemerintah daerah belum berhasil dalam merealisasikan PAD dari target yang diperkirakan sebelumnya sehingga potensi PAD yang ada tidak dapat dimaksimalkan oleh pemerintah untuk menunjang pembangunan pada kota kupang.

KAJIAN KRIMINOLOGI TERHADAP TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN KEKERASAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini adalah : “Kajian Kriminologi Terhadap Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor Dengan Kekerasan”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan? 2. Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti ? Berdasarkan Hasil penelitian Penulis bahwa : 1. faktor yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan ialah: a. Perbuatan terdakwa merugikan korban; b. Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. 2. Akibat hukum dari tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti ialah: a. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan; b. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Kata Kunci : Begal, Motor, Pencurian dengan Kekerasan.

ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PADA PEMERINTAH KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengelolaan keuangan daerah sangat besar pengaruhnya terhadap nasib suatu daerah karena daerah dapat menjadi daerah yang kuat serta mampu berkembang atau tidak, tergantung pada cara mengelola keuangannya. Pengelolaan keuangan daerah yang baik akan membuat aset daerah terjaga keutuhannya. Keberhasilan otonomi daerah tidak terlepas dari kinerja Pemerintah Daerah dalam mengelola keuangannya secara tertib, taat pada peraturan perundangundangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab. Pengelolaan keuangan daerah tersebut dilaksanakan dalam suatu sistem yang terintegrasi yang diwujudkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang setiap tahun ditetapkan dengan peraturan daerah (PP 58 tahun 2005, pasal 4). Salah satu cara untuk menganalisa kinerja keuangan pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangannya adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Penilaian kinerja pemerintah berdasarkan berbagai rasio keuangan, diantaranya Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas dan Efisiensi, Rasio Keserasian, dan Rasio Pertumbuhan. (Halim, 2012:230). Rasio Kemandirian Pemerinah Kota Kupang yang di ukur dari tahum 2016 - 2020 masih termasuk dalam kategori rendah sekali dengan pola hubungan instruktif karena berada di antara 0% dan 25%, yaitu peranan pemerintah pusat masih sangat dominan dibandingkan pemerintah daerah, ini dapat dilihat dari rasio kemandirian keuangan daerah Kota Kupang pada tahun 2016 sebesar 12,13% ,tahun 2017 sebesar 17,24%, tahun 2018 sebesar 14,88%, tahun 2019 sebesar 16,22% dan tahun 2020 sebesar 14,19% Rasio Efektifivitas Pemerintah Kota Kupang Yang Diukur Dari Tahun 2016 – 2020, mengalami penurunan dari tahun ke tahun ke tahun hal ini dapat dilihat dari tahun 2016 sebesar 114,53%, tahun 2017 sebesar 110,26%, tahun 2018 sebesar 96,53%, tahun 2019 sebesar 94,73% dan tahun 2020 sebesar 102,75% dan berada dalam kategori efektif karena berada di bawah 100%, hal ini disebakan karena pemerintah daerah mampu merealisasikan pendapatan daerah sesuai yang di targetkan. Rasio Efesiensi Pemerintah Kota Kupang Yang Diukur Dari Tahun 2016 – 2020. Tahun 2016 sebesar 97,94% yang berada di kategori tidak efesien Tahun 2017 sebesar 95,26%, Tahun 2018 sebesar 97,87%, Tahun 2019 sebesar 97,98% , dan tahun 2020 sebesar 98,93% Rasio Keserasian yang diukur dari Rasio Belanja Modal Pemerintah Kota Kupang pada tahun 2016 proporsinya sebesar 18,07%, Tahun 2017 sebesar 23,81%, 2018 sebesar 22,93%, tahun 2019 sebesar 19,23% , dan tahun 2020 sebesar 18,32%, yang berarti dapat dikatakan cukup karena berada di antara 0- 50%. Melalui Analisis Rasio Belanja Modal Pemerintah Daerah Kota Kupang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengeluaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang, guna untuk membiayai modal perusahaan dalam menjalankan kegiatan pembangunan di Kota Kupang. Rasio Pertumbuhan Pendapatan Pemerintah Daerah Kota Kupang yang di ukur dari tahun 2016 – 2020, mengalami penurunan dari tahun ke tahun hal ini dapat dilihat untuk tahun 2016 – 2018 terus menurun dengan jumlah di tahun 2017 sebesar 43,85%, 2018 sebesar -14,5%, kemudian tahun 2019 – 2020 kembali meningkat dengan jumlah di tahun 2019 sebesar 9,95%, dan tahun 2020 sebesar 83,36%, hal ini dikarenakan dana transfer pusat dan lain – lain pendapatan yang sah tidak stabil. Berdasarkan hasil analisis dan bahasan hasil anaalisis diatas maka dapat disimpulkan :Rasio kemandirian yang berada dalam kategori rendah sekali,dengan pola hubungan instruktif berarti Pemerintah Kota Kupang kurang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sehingga menyebabkan Pemerintah Daerah Kota Kupang bergantung pada dana dari Pemerintah Pusat. Rasio Efektivitas yang masih dalam kategori tidak efektif hal ini terjadi dikarenakan Pemerintah Kota Kupang tidak mampu dalam mencapai target untuk pendapatan daerah tersebut. Rasio Efisiensi yang berada dalam kategori tidak efektif hal ini disebakan karena terdapat tiga tahun yang belanja daerah melebihi pendapatan Daerah Kota Kupang. Rasio Keserasian berada dalam kategori cukup, hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan Pemerintah Kota Kupang dalam pembelanjaan modal kurang mampu dalam menjalankan kegiatan untuk kebutuhan pembangunan daerah Kota Kupang. Rasio Pertumbuhan mengalami pertumbuhan yang kurang positif hal ini disebabkan karena Pemerintah Kota Kupang tidak Mampu mempertahankan Pertumbuhan Pendapatan daerahnya dari tahun ke tahun.

Analisis Iodium Garam Masak Yang Diproduksi Menggunakan Alat Modifikasi Selama Masa Penyimpanan Di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Garam adalah senyawa kimia yang komponen utamanya mengandung natrium klorida (NaCl), senyawa air, ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat. Komponen-komponen mempunyai peranan yang penting bagi tubuh manusia, sehingga diperlukan konsumsi garam dengan ukuran yang tepat untuk menunjang kesehatan manusia. Lama penyimpanan garam tradisional di kelompok Tiberias berpengaruh terhadap kadar air yaitu7% halini melebihi persyaratan mutu garam konsumsi beriodium (SNI 3556-2016) dan syarat mutu garam bahan baku untuk garam konsumsi beriodium (SNI 4435-2017) yaitu 8,50%, suhu tertinggi pada penyimpanan 0 hari dengan suhu 30,5ᴼC dan terendah pada penyimpanan 12 hari dengan suhu 27,9 ᴼC dan kelembaban tertinggi pada penyimpanan 12 hari dan terendah pada penyimpanan 0. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam masak, organoleptik (warna dan Bau), Kadar Air, NaCl dan iodium selama penyimpanan di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2022 bertempat di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang pada kelompok Tiberias sebagai lokasi survei dan pengambilan sampel. Pengujian organoleptik (warna dan bau) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan pengujian kadar air, kadar NaCl dan iodium di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Ganethech, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif meliputi metode survei, observasi lapangan dan turut serta dalam melaksanakan kegiatan masak garam, melalui metode pengambilan sampel sebanyak 3 kali pengambilan dari 1 hari pemasakan di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yang mencakup metode pembuatan garam menggunakan alat masak modifikasi, sedangkan metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian organoleptik (warna dan bau), kadar air, kadar NaCl dan iodium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air yaitu: 5,58-749 %, NaCl: 82,79-90,00%, iodium: 34,20-42,87 mg/kg organoleptik parameter Warna dan bau garam tergolong pada garam K1 (kualitas baik). Kata Kunci: Garam, Nacl, Iodium, Lama Penyimpanan ABSTRACK ifying the filtering technique using fibers combined with filtering using a layered system using fibers, gravel and sand. In addition, in this study using a cooking utensil that has been modified from a drum plate. The storage time of traditional salt in the Tiberias group has an effect on the water content, namely 7%, this exceeds the quality requirements for iodized consumption salt (SNI 3556-2016) and the quality requirements for raw material salt for iodized consumption salt (SNI 4435-2017) which is 8.50%, the highest temperature at 0 days storage with a temperature of 30.5ᴼC and the lowest at 12 days storage with a temperature of 27.9 C and the highest humidity at 12 days storage and the lowest at 0 storage. The purpose of this study was to determine the technique of making cooking salt, organoleptic (color and odor), moisture content, NaCl and iodine during storage in the Tiberias Group, Oesapa Barat Village. This research was conducted in May – June 2022 at Oesapa Barat Village, Kupang City in the Tiberias group as the location for survey and sampling. Organoleptic testing (color and odor) at the exact laboratory of the Christian University of Artha Wacana Kupang, while testing for water content, NaCl and iodine levels at the PT. Saraswanti Indo Ganetech, Bogor. This research uses descriptive qualitative and quantitative methods. Qualitative methods include survey methods, field observations and participating in salt cooking activities, through a sampling method of 3 times taking from 1 day of cooking in the Tiberias group, Oesapa Barat Village, Kupang City which includes the method of making salt using modified cooking utensils, while the method of making salt is using modified cooking utensils. The quantitative method used in this research is the organoleptic test method (color and odor), water content, NaCl and iodine levels. The results of this study indicate that the water content values ​​are: 5.58-749%, NaCl: 82.79-90.00%, iodine: 34.20-42.87 mg/kg organoleptic parameters Color and odor of salt belong to K1 salt. (good quality). Keywords: Salt, NaCl and Storage Time.

Persepsi Masyarakat Tentang Konversi Hutan Mangrove Menjadi Lahan Tambak Garam Di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WENDELINUS TAE (15380068). Persepsi Masyarakat Tentang Konversi Hutan Mangrove Menjadi Lahan Tambak Garam Di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka : ALFRED G. O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hutan mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang khas, tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut, terutama didekat muara, sungai, laguna dan pantai yang terlindung dengan substrat lumpur atau lumpur berpasir. Konversi lahan mangrove menjadi lahan tambak garam secara besar-besaran juga terjadi di Desa Weseben Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Garam menjadi program dari pemerintah Kabupaten Malaka yang baru saja di kembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sehingga perlu adanya pembuatan lahan tambak garam. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka selama satu bulan yaitu pada bulan Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah semua masyarakat di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka dengan jumlah 254 KK. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling yaitu berjumlah 72 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data menggunakan koesioner (angket). Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dengan presentase. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh bahwa pengetahuan masyarakat tentang hutan mangrove sebesar 86,11 % responden mengetahui secara baik tentang mangrove serta fungsi-fungsinya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 8,33 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 5,56 %. Untuk pengetahuan masyarakat tentang tambak garam diperoleh nilainya adalah 72,22 % responden mengetahui secara baik tentang tambak garam serta pengelolaannya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 5,56 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 22,22 %. Sedangkan Persepsi masyarakat tentang konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak garam di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka diperoleh nilai sebesar 73,61 % responden memahami secara baik tentang tujuan konversi serta manfaatnya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 18,06 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 8,33 %.

Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Mutu dan Masa Simpan Produk Ikan Tibu Tongkol Khas Manggarai Timur yang Disimpan Pada Suhu Dingin

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan tibu merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kesamaan dengan ikan pepes namun, cara pengolahan ikan tibu masih tradisional yaitu dimana ikan tibu dilumuri dengan bumbu-bumbu dan garam serta menggunakan batang bambu muda sebagai wadah dan bagian atas batang bambu ditutup menggunakan daun serei. Produk ini memiliki cita rasa yang lezat serta aroma yang khas disebabkan karena adanya penambahan bumbu-bumbu sehingga menghasilkan aroma yang khas.Produk ikan tibu tongkol memiliki daya awet yang rendah, dikarenakan ikan tibu tongkol merupakan produk semi basah sehingga menjadi media yang cocok untuk pertumbuhan mikroba pembusuk, yang dapat berpengaruh pada masa simpan produk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kadar air, pH, dan tingkat penerimaan panelis, yang disimpan pada suhu dingin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian nilai kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu kadar air, pH dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk ikan tibu tongkol dapat disimpulkan bahwa: tingkat penerimaan panelis pada uji organoleptik, pada parameter warna memiliki nilai 4.70-3,40 (kemasan polyethylene) dan 4.65-1.55% (kemasan aluminium foil). Pada parameter aroma memiliki nilai 4.78-2.04 (kemasan polyethylene) dan 4.74-3.08 (kemasan aluminium foil).Pada parameter tekstur 4.48-2.30 (kemasan polyethylene) dan 4.47-1.96 (kemasan aluminium foil). Pada parameter rasa memiliki nilai 4.64-2,68 (kemasan polyethylene) dan 4.52-1.52 (kemasan aluminium foil). Pada parameter kadar air memiliki nilai 66.00-64.67 (kemasan polyethylene) dan 67.22-65.30 (kemasan aluminium foil). Pada parameter pH memilki nilai 5.90-5.50 (kemasan polyethylene) dan 5.80-5.40 (kemasan aluminium foil). Kata kunci: Ikan Tibu, Kemasan, Lama Penyimpanan SUMMARY DIONESIA ROSWITA MAU (163931O6). The Effect of Packaging Type on the Quality and Shelf Life of Tibu Tongkol Fish Products Typical of East Manggarai Which Are Stored At Cold Temperatures: Dr. Ir. Ayub U.I. Meko M.Si as supervisor I and Mada M. Lakapu S.Si, M.Si as supervisor II. Fishery Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang. Tibu fish is one of the typical foods of East Manggarai Regency, which has similarities with pepes fish, however, the tibu fish processing method is still traditional, namely where tibu fish is greased with spices and salt and uses young bamboo sticks as a container and the top of the bamboo sticks is covered using serei leaves. This product has a delicious taste and a distinctive aroma caused by the addition of spices so as to produce a distinctive aroma. Cob tibu fish products have low durability, because cob tibu fish is a semi-wet product so that it becomes a suitable medium for the growth of putrefactive microbes, which can affect the shelf life of the product. The purpose of this study was to determine the value of moisture content, pH, and reception rate of panelists, which were stored at cold temperatures. This research was carried out in May-June 2022, located at the Exact Laboratory of Artha Wacana Christian University Kupang for product manufacturing, testing of water content values, pH, and organoleptic testing. This study used a factorial Complete Randomized Design (RAL). Factors that are tried are packaging and storage time. The variables tested were moisture content, pH and organoleptic testing such as color, aroma, texture and taste. Based on the results of research on cob tibu fish products, it can be concluded that: the panelist's acceptance rate on organoleptic tests, on color parameters have values of 4.70-3.40 (polyethylene packaging) and 4.65-1.55% (aluminum foil packaging). On the aroma parameters have values of 4.78-2.04 (polyethylene packaging) and 4.74-3.08 (aluminum foil packaging). On texture parameters 4.48-2.30 (polyethylene packaging) and 4.47-1.96 (aluminum foil packaging). On the taste parameters have values of 4.64-2.68 (polyethylene packaging) and 4.52-1.52 (aluminum foil packaging) . Keywords: Tibu Fish, Packaging, Storage Length

Analisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pesisir Pantai Pohon Duri Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maria Godelifa Seran (16381528) Analisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pesisir Pantai Pohon Duri Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Donny M. Bessie, S.Pi.,M.Si, Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove memiliki peran penting bagi kehidupan makluk hidup diperairan dan daratan. Ekosistem mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi), peredam badai dan gelombang, penangkap sedimen, habitat (tempat tinggal), tempat mencari makan (feeding graund), dan tempat pemijahan (spawning graund) bagi biota perairan Salah satu biota yang sering dijumpai diekosistem mangrove adalah moluska dan moluska yang paling banyak ditemui pada ekosiste mangrove yaitu gastropoda. Gastropoda mempunyai peranan penting dari segi ekologi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda yang meliputih analisis mangrove dan gastropoda dengan kerapatan jenis, kelimpahan Relatif, kelimpahan jenis, Indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan dominansi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan jenis dan keanekaragaman gastropoda diPesisir Pantai Pohon Duri Oesapa mulai dari yang tertinggi hingga terendah yaitu masing-masing pada stasiun 1 memiliki 1.208 ind/m² yang terdiri dari 33 jenis gastropoda dan stasiun 2 memiliki 0.918 ind/m² yang terdiri dari 49 jenis. Kelimpahan jenis tertinggi Clithon dispar dengan jumlah 0,325 ind/m² dan jenis Nerita histrio dengan jumlah 0,297 ind/m². Kelimpahan jenis terendah yaitu Clypeomorus subbrevicula, Nassarius gaudiosus, Nassarius pullus, Clithon squamulata, Clithon soerbianus, Clithon francoisi, Nerita signata, Nerita dydima, Nerita squamulata dengan presentase 0,091%. Dari kedua stasiun ini kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dikategorikan sedang dan dominansi dikategorikan rendah.

Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DENSIANA LURUK SERAN (17381978) Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kappaphcus merupakan salah satu rumput laut panghasil karaginan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor perikanan Indonesia di pasar dunia. Seleksi varietas merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan mengurangi penyakit. Desa Tablolong, di Kabupaten Kupang memiliki potensi budidaya Kappaphycus spp. yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus spp. yang memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan lebih tahan terhadap penyakit ice-ice yang dibudidayakan di Perairan Tablolong. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 7 minggu pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Kappaphycus spp. yang diuji adalah Varietas Tambalang hasil kultur jaringan dari Rote, Varietas Sacol dari Sulamu, Varietas Sacol dari Semau dan Varietas Cottonii dari Pasir Panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan metode budidaya adalah metode lepas dasar. Data pertumbuhan dan penyakit ice-ice di ambil setiap 7 hari sekali. Pengukuran parameter kualitas air berupa suhu, salinitas, kecepatan arus, Ph dan kecerahan. Data pertumbuhan yang dianalisis adalah Pertumbuhan Harian, Pertumbuhan Spesifik dan Pertumbuhan Mutlak. Sementara data penyakit adalah Insiden dan Intensitas penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertambahan berat Kappaphycus spp. tertinggi di Perairan Tablolong adalah Sacol Sulamu dengan nilai rata-rata tertinggi 844,50 gram pada minggu ke tujuh dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 295,60 gram pada minggu ke tujuh. Pertumbuhan harian dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu yaitu 13,00 gram/hari, sedangkan pertumbuhan terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 2,85 gram/hari. Pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata tertinggi pada Sacol Sulamu yakni 5,73 %/hari, sedangkan pertumbuhan spesifik terendah pada Cottonii Pasir Panjang dengan nilai 2,18%/hari. Pertumbuhan mutlak dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu 744,5 gram dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 195,6 gram. Untk Insiden penyakit ice-ice, Cotonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 61,85 % sedangkan paling rendah Sacol Sulamu dengan nilai 34,02 %. Untuk Intensitas penyakit, Cottonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 19,80 % sedangkan paling rendah Tambalang hasil Kultur jaringan Rote dengan rata-rata 3, 88 %.

Analisis Kualitas Garam Krosok di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Garam Konsumsi

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Garam krosok merupakan usaha komoditi yang dilakukan petani garam, bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan yang menjadi mata pencaharian utama yang menunjang kehidupan setiap harinya. Selain itu garam krosok dapat membantu perekonomian rakyat pada saat musim kemarau. Kelompok usaha garam Tiberias merupakan salah satu kelompok usaha garam yang terletak di Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kelompok usaha garam ini berdiri sekitar tahun 1979, pada saat itu, kelompok masak garam ini menggunakan bahan baku dari tanah tambak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Untuk mengetahui teknik pembuatan garam krosok, organoleptik (warna dan Bau), Kadar Air, NaCl dan logam berat Kadmium (Cd), Merkuri (Hg) dan Tembaga (Cu) Di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 ada beberapa tahap yaitu Pengujian Organoleptik di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, pengujian Kadar Air, NaCl dan logam berat ( Cd, Hg dan Cu) di PT SaraswatiIndo Ganethech, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif meliputi metode survei dan wawancara di lapangan, melalui teknik pengambilan sampel sebanyak 3 kali pengambilan yaitu pada petak 1, petak 2 dan petak 3, Sedangkan metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air yaitu 6,86%, Kadar NaCl 85,08% organoleptik parameter warna dan bau garam tergolong pada garam K3 (kualitas sedang) dan logam berat (Cd, Hg dan Cu) tidak terdeteksi. Kata Kunci : Garam, NaCl, dan Organoleptik SUMMARY ANGRIAN BESSIE (16391610). Analysis of the Quality of Krosok Salt in the Tiberias Group, Oesapa Barat Village as a Basic Material for Making Salt for Consumption: Umbu P. L. Dawa S.Pi, M.Sc as a firt advisor and Mada M. Lakapu, S.Si, M.Sias a second advisir). Fishery Products Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang. Salt is one of the strategic commodities because apart from being a basic human need, it is also useful as an industrial raw material. For the needs of human consumption salt, salt has been used as a means of fortification of iodine substance into iodized salt for consumption in order to overcome disturbances due to iodine deficiency. Tiberias salt business group is one of the salt business groups located in Oesapa Barat Village, Kelapa Lima District, Kupang City. This salt business group was founded around 1980, at that time, this salt cooking group used raw materials from pond soil. The purpose of this study was to determine the technique of making krosok salt, organoleptic (color and odor), moisture content, NaCl and heavy metals Cadmium (Cd), Mercury (Hg) and Copper (Cu) in the Tiberias Group, Oesapa Barat Village. This research was carried out in June-July 2022 in several stages, namely Organoleptic Testing at the Exact Laboratory of the Artha Wacana Christian University Kupang, testing for Moisture Content, NaCl and heavy metals (Cd, Hg and Cu) at PT SaraswatiIndo Ganethech, Bogor. This research uses qualitative and quantitative methods. Qualitative methods include survey methods and field interviews, through sampling techniques 3 times, namely in plot 1, plot 2 and plot 3, while the quantitative method used in this study is the method of testing in the laboratory. The results of this study indicate that the value of water content is 6.86%, NaCl content of 85.08% organoleptic color and odor parameters of salt belong to K3 salt (medium quality) and heavy metals (Cd, Hg and Cu) are not detected. Keywords : Salt, NaCl, and Organolepic

Analisis Hasil Tangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YOSEP KAREL LANGMA’A (15380027) Analisis Hasil Tangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang : Beatrix M. Rehatta, S.Pi., M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Provinsi NTT ini memiliki potensi yang cukup besar bagi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan untuk melakukan kegiatan penangkapan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya nelayan. Teluk Kupang merupakan kawasan pesisir dan laut yang terletak di bagian barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan Teluk Kupang menyimpan berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan ikan menggunakanalat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang yang meliputi komposisi jenis ikan, produksi hasil tangkapan dan Nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) dengan penelitian ini menggunakan metode survei Hasil penelitian menunjukan Komposisi jenis hasil tangkapan utama Mini Purse Seine yang terdapat di Perairan Teluk Kupang yaitu; ikan Layang, Selar, Lemuru, kembung, Tongkol dan Tembang, hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap yaitu ikan tembang dengan jumlah 10.500 individu dengan presentase 34,56% sedangkan jenis hasil tangkapan terendah yaitu ikan Selar dengan jumlah 2.520 individu dengan presentase 8,29 %. Dan produksi hasil tangkapan tertinggi pada jenis ikan tembang berkisar dari 341,19hari/kg-678,96 hari/kg dengan rata-rata 1500.00 kg dan nilai terendah berkisar dari 63,23 kg-198,20 kg dengan rata-rata 360,00 kemudian nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) hasil tangkapan Mini Purse Seine berkisar antara 6,85-68,00 dari 6 jenis ikan.

ANALISIS KANDUNGAN KARBON PADA BIOMASSA LAMUN DI PERAIRAN LALENDO DAN PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YANDRI P. BENU (16382402) Analisis Kandungan Karbon pada Biomassa Lamun di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kabupaten Kupang: Ir. YOHANES MERRYANTO S, M.Si., Ph.D dan ALFRED G.O. KASE S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemanasan global (global warming) mengakibatkan dampak perubahan iklim. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer sehingga terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi. Karbondioksida (CO2) adalah contoh gas rumah kaca yang memberikan pengaruh terbesar. Lamun adalah salah satu tanaman yang memiliki kemampuan menyerap karbon di atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa melalui proses fotosintesis. Lamun yang terdapat di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang membentuk suatu komunitas yang luas dengan kelimpahan individu dan keragaman jenis lamun yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume, biomassa dan cadangan karbon yang tersimpan pada jaringan lamun bagian atas substrat (daun dan tangkai) dan bawah substrat (akar dan rimpang). Pengambilan data lapangan dilakukan pada tegakan semua jenis lamun yang ditemukan di dalam transek kuadran di lokasi penelitian. Perhitungan volume tegakan menggunakan persamaan tabel kerapatan dan nilai biomassa menggunakan nilai berat kering yang dikonversi dengan nilai kerapatan. Sedangkan, perhitungan karbon diperoleh melalui tahap pengukuran berat abu, bahan organik, konstanta nilai karbon (1,724) kemudian nilai biomassa dikonversikan dengan nilai karbon sehingga mendapatkan nilai akhir kandungan karbon. Selanjutnya, nilai karbon yang telah diperoleh pada setiap jenis lamun dijumlahkan untuk mendapatkan nilai estimasi total stok karbon pada masing-masing stasiun. Hasil penelitian menunjukan nilai total rata-rata stok karbon pada bagian bawah substrat lebih besar dibandingkan bagian atas substrat pada kedua lokasi penelitian. Nilai rata-rata stok karbon di Perairan Lalendo yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 309,21 gC/m2 (73%) dan bagian atas substrat sebesar 113,82 gC/m2 (27%). Sedangkan nilai rata-rata stok karbon di Perairan Tablolong yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 466,72 gC/m2 (76%) dan bagian atas subtsrat sebesar 146,75 gC/m2 (24%). Sedangkan nilai estimasi total stok karbon per stasiun menunjukan sumbangan stok karbon di perairan Tablolong lebih besar dibandingkan di perairan Lalendo didasarkan pada nilai estimasi total rata-rata stok karbon yaitu pada Perairan Tablolong sebesar 613,47 gC/m2 dibandingkan Perairan Lalendo sebesar 423,04 gC/m2.