2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hujan adalah salah satu bentuk presipitasi uap air yang berasal dari awan yang terdapat diatmosfer,titik-titik air di udara atau awan yang sudah terlalu berat karena kandungan air yang sangat banyak,akan jatuh kembali kepermukaan bumi sebagai hujan.
metode yang akan digunakan untuk penelitian ini adalah Metode Poligon Thiessen. Dari hasil analisis data dan pembahasan maka dapat di simpulkan bahwa terdapat 8 wilayah hujan spasial dengan besar hujan yang bervariasi. Ada kecenderungan pada wilah bagian selatan Kabupaten Timur Tengah Selatan merupakan wilayah dengan curah hujan rendah, yang di wakili oleh pos hujan Panite, dan pos hujan Kualin yang dapat dikategorikan wilayah kering semi arid, sedangkan pada wilayah utara Kabupaten Timor Tengah Selatan memeliki curah hujan tinggi cenderung humid, yang di wakili oleh pos hujan Kapan, Oelbubuk dan pos hujan Ayotupas. Pada bagian Tengah wilayah Kabupaten TTS yang di wakili oleh pos hujan Tetaf, Neonmat dan loli cenderung semi arid yang relative sama.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
irigasi ialah usaha untuk memperoleh air yang menggunakan bangunan dan saluran buatan untuk keperluan penunjang produksi pertanian.
Operasi jaringan irigasi dalam arti sempit adalah pengaturan pintu-pintu pada bangunan air (bendungan, bangunan bagi) untuk menyadap air dari sumber air mengalirkannya kedalam jaringan irigasi memasukan air kepetak-petak sawah, serta membuang kelebihan air ke saluran pembuang.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kinerja P3A saluran irigasi Dalam Kom Kelurahan Oesao Kecamatan kupang Timur Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan dan kondisi fisik jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Dalam Kom.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja P3A sudah berjalan dengan baik. Sedangkan kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran irigasi pada daerah irigasi Dalam Kom yang telah dilakukan oleh P3A belum berjalan dengan baik yang dipengaruhi karena kurangnya kerja sama antar petani, Sehingga masih ditemukan sampah pada pintu saluran utama, masih ditemukan juga rumput yang tumbuh pada saluran dan pembagianan air pada petak tersier masih belum dapat dilakukan secara maksimal
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap anak usia dini, serta pemahaman orang tua mengenai pentingnya pembentukan karakter anak usia dini dalam keluarga. Masalah ini di angkat oleh penulis dalam Jemaat Ebenhaezer Moramam, sebab banyaknya orang tua yang kurang memahami pentingnya membentuk karakter anak usia dini, dan pola asuh orang tua yang keliru selama mendidik anak dalam keluarga yang membuat anak saat beranjak dewasa menjadi pribadi yang tidak baik, pembangkang, dan memiliki sikap yang buruk. Dalam menganalisis masalah ini, penulis menggunakan teori dari Horace Bushnell yang mengatakan bahwa: “penanaman bibit iman Kristen dalam diri seseorang yaitu khususnya sejak kanak-kanak supaya ia memeluk nilai-nilai Kristiani secara wajar dan semakin mengabdikan diri kepada Allah”. Teori ini memberikan pengertian kepada orang tua agar lebih memperhatikan pola asuh dalam rumah, terlebih khusus dalam memberikan pengajaran mengenai iman Kristen dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode yang digunakan penulis ialah metode penelitian kualitatif yakni metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball.
Dari hasil penelitian, penulis menemukan banyak orang tua yang kurang memperhatikan pola asuh mereka terhadap anak-anak saat proses pendidikan di rumah. Sikap memanjakan anak serta bertindak keras terhadap anak saat berusia dini dapat membentuk pribadi mereka menjadi anak yang pembangkang dan suka membantah. Selain itu, orang tua juga membiarkan anak tinggal bersama dengan keluarga dan tidak memantau perkembangan mereka sehingga anak memiliki kebebasan untuk bertindak sesuai keinginan mereka sendiri. Penulis melihat bahwa orang tua sangat berusaha untuk membuat anaknya merasa bahagia, akan tetapi orang tua sangat keliru dalam menerapkan pola asuh di dalam rumah yang pada akhirnya membuat anak memiliki karakter yang tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya.
Dari analasis tersebut, penulis berefleksi bahwa anak merupakan harapan bagi orang tuanya. Keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Anak perlu ditanamkan nilai-nilai baik sesuai ajaran Kristen saat ia masih berusia dini, yang akan menjadi pegangan dalam perjalanan hidup kedepan. Selama proses didikan dalam rumah, orang tua harus memiliki sikap peduli dan peka terhadap persoalan yang anak alami dan berusaha untuk memberikan pemahaman yang baik sehingga anak tidak merasa sendiri dan lebih percaya diri.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Salah satu kisah Alkitab yang berbicara tentang pelayanan ialah pelayanan rasul Petrus dan Yohanes dalam Kisah Para Rasul 3:1-10. Kitab Kisah Para Rasul ditulis agar Teofilus mengetahui bahwa pelayanan para rasul pada waktu lampau dipimpin oleh Roh Kudus. Mereka terus bertumbuh dan diperlengkapi, sehingga mereka mampu untuk melayani secara holistik: melayani tanpa memandang orang serta memperhatikan segala aspek kehidupan umat yang dilayani. Dalam realitas kehidupan berjemaat di GMIT Bukit Kasih Baumata Barat; ada majelis jemaat yang tidak aktif melayani, dan ada juga program pelayanan yang tidak berjalan. Sehingga, program-program pelayanan yang telah dirancangkan kurang memberi dampak yang baik bagi jemaat. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang hal ini. Bagaimana model pelayanan dari rasul Petrus dan Yohanes? Apa indikator yang dilihat untuk memberikan sumbangsih bagi jemaat terkait dengan pelayanan yang berdampak di jemaat GMIT Bukit Kasih? Untuk mengkaji hal tersebut, penulis menggunakan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif dan metode penafsiran Historis Kritis. Selanjutnya untuk mendaratkan pada konteks, tulisan penulis didukung dengan observasi dan wawancara guna melihat realita masalah yang ada di dalam jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di jemaat GMIT Bukit Kasih Baumata Barat, ada tantangan tersendiri di dalam pelayanan yang dijalankan. Ada majelis jemaat yang tidak aktif melayani, dan di sisi lain program pelayanan yang holistikpun disusun bagi kehidupan di dalam jemaat, baik untuk rohani maupun jasmani. Berkaitan dengan pelayanan tersebut, kemudian timbul beberapa hal: ada beberapa program yang tidak berjalan sebab keuangan jemaat yang minim, sehingga ada program yang tidak berjalan dan memberi dampak bagi jemaat. Selain itu, ada juga program yang tidak berjalan juga memberi dampak sebab tidak adanya peminat di dalam jemaat akan hal tersebut. Bertolak dari hal tersebut, maka pemberdayaan bagi jemaat menjadi hal penting dan yang harus diusahakan. Melihat dari pelayanan rasul Petrus dan Yohanes, segala hal yang ada yang hendaknya diusahakan oleh para pelayan Tuhan masa kini bagi pelayanan yang bisa memberi dampak. Kata Kunci: pelayan, pelayanan, holistik, berdampak, jemaat.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Perselingkuhan menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, merupakan perilaku dan perbuatan suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, tidak jujur, dan curang. Perselingkuhan tidak hanya mengurangi kebahagiaan pernikahan, tapi secara sosial juga merupakan aib dalam masyarakat, serta menghilangkan kekudusan pernikahan. Pandangan keluarga Kristen terhadap perseligkuhan adalah perzinahan, suatu tindakan yang dilarang Tuhan dan perbuatan yang tidak mendatangkan berkat dalam keluarga. Perselingkuhan juga terjadi dalam berbagai konteks bermasyarakat, termasuk konteks bergereja. Misalnya, perselingkuhan yang terjadi di jemaat GMIT Ebenhaezer Apui, yang menimbulkan dampak negatif bagi keluarga. Dampak perselingkuhan yang dialami oleh jemaat dan warga Apui adalah penyakit Nakawang. Nakawang merupakan penyakit yang dialami oleh salah pasangan suami atau istri dari pasangan yang berselingkuh. Orang yang mengalami Nakawang akan menderita secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Penyakit Nakawang juga menimbulkan kematian. Tujuan pelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan dampak dari Nakawang terhadap kehidupan rumah tangga Kristen, serta mengetahui bagaimana tindakan pasatoral terhadap Nakawang.
Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif, yakni mengumpulkan data-data dengan menggunakan wawancara. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah orang-orang yang terlibat secara langsung dalam penyelesaian masalah Nakawang, yakni majelis jemaat, tua-tua adat dan anggota jemaat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nakawang sudah ada sejak dahulu kala dan masih terjadi sampai sekarang dan secara turun-temurun. Penderita Nakawang akan sembuh kecuali suami atau istrinya yang berselingkuh mengakui dosa yang mereka lakukan di hadapan majelis jemaat, orang tua adat dan keluarganya, serta membayar denda.
Pendampingan pastoral dari gereja sangat penting bagi rumah tangga di jemaat GMIT Ebenhaezer Apui. Setiap keluarga perlu punya pemahaman dasar tentang kehidupan keluarga yang dikehendaki oleh Allah. Keutuhan keluraga harus tetap terjaga sama seperti Allah yang mencintai persekutuan. Pengakuan dari pasangan yang melakukan tindakan perselingkuhan akan menolong serta memulihkan kehidupan rumah tangga mereka, sebab Allah adalah Allah yang yang mengampuni. Dan gereja juga berperan pentingdalam mewujudkan keutuhan keluarga, yakni gereja menjadi sarana pemulihan bagi keluaraga yang berselingkuh, sehingga dampak buruk perselingkuhan tidak terjadi bagi keluarga Kristen.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tenunan merupakan salah satu jenis karya seni budaya khas Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Tenunan yang dilestarikan merupakan warisan budaya nenek moyang kepada orang-orang atau suku-suku yang ada di satu tempat. Pada kain-kain tenunan terajut gambar motif-motif yang mengandung makna dan nilai budaya, salah satunya tenunan motif Tokek dalam suku Amanuban di Timor Tengah Selatan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti tentang pemahaman jemaat GMIT Soleman Neonmat terhadap, makna dan nilai, dan manfaat tenunan motif Tokek.
Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dan pengamatan terhadap objek penelitian. Penulis juga menggunakan metode penulisan deskriptif- Analisis-reflektif untuk menguraikan hasil penelitian yang di dapat. Penulis juga menggunakan teori Bevans yaitu antropologi untuk membantu penulis menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam tenunan motif tokek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman orang Timor tentang Tokek mengarah kepada totem orang Timor. Buaya dipercaya sebagai asal usul orang Timor sedangkan Tokek sebagai identitas orang Timor, dimana selalu ada tokek yang tingal di setiap rumah orang Timor. Bagi orang Timor Tokekmenggambarkan identitas mereka.Berkaitan dengan hal ini maka Alkitab juga berbicara tentang identitas, bagaimana Allah mengenal kita sebagai umat kepunyaanNya. Allah menciptakan lalu memberikan mandat kepada manusia agar terus melakukan dan meneruskan mandat Allah. Lewat tenunanMotif Tokek mengajarkan orang Timor bagaimana memaknai akan identitas dirinya yang siap mengakui dirinya dimanapun berada untuk menjalankan tugas yang diemban dari Allah.
Kata Kunci: Timor,Tenunan,Tokek, Motif Tokek, Identitas
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Siklon Seroja merupakan jenis Siklon ketujuh dalam musim siklon wilayah Australia. Badai ini dapat menimbulkan dampak yang merugikan seperti kerusakan yang masif pada daerah yang dilandanya, memakan korban jiwa, dan menyebabkan trauma pada korban yang selamat dari badai Siklon Seroja. Pada tanggal 3 hingga 5 April 2021, badai Siklon Seroja telah terjadi dan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk di dalamnya Jemaat GMIT Imanuel Oesao. Pasca terjadinya badai ini, GMIT Imanuel Oesao melakukan pelayanan trauma healing pada Jemaat GMIT Imanuel Oesao yang selamat dari badai Seroja. Trauma healing adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan trauma yang dialami oleh seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana efektifitas proses trauma healing yang dilakukan oleh gereja untuk menolong jemaat yang mengalami trauma. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berupa wawancara dan pengamatan untuk memperoleh data yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses trauma healing yang dilakukan GMIT Imanuel Oesao bagi jemaat yang selamat dari badai Siklon Seroja belum membuat trauma yang dialami jemaat berkurang. Hal ini dikarenakan pelayanan trauma healing hanya dilakukan satu kali dan para presbiter yang tidak memiliki pedoman dalam melakukan trauma healing. Allah sebagai penyembuh adalah landasan dari tindakan gereja dalam melakukan trauma healing bagi jemaat korban badai Siklon Seroja. Atas dasar ini gereja perlu melakukan pelayanan trauma healing yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan jemaat secara holistik. Dalam melakukan pelayanan trauma healing, gereja perlu membekali para presbiter dengan keahlian dasar pelayan pendampingan pastoral. Gereja adalah gereja yang mengalami trauma sekaligus gereja yang mewartakan kesembuhan gereja hadir sebagai tempat perlindungan yaitu rumah yang aman dan ramah bagi korban pasca bencana badai Siklon Seroja, dan membangun kemitraan dengan pemerintah dalam mitigasi bencana, sehingga korban pasca bencana badai Siklon Seroja dapat terus melanjutkan hidup dan pulih dari trauma. Kata Kunci: Badai Seroja, Trauma, Trauma Healing, Pastoral.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterlibatan sosial GMIT dalam bidang pendidikan dilakukan dalam kesadaran untuk menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia, secara khusus dalam konteks pelayanan GMIT di Nusa Tenggara Timur. Penyelenggaraan pendidikan di GMIT tidak lepas dari sejumlah persoalan, seperti: terbatasnya fasilitas pendidikan, rendahnya kualitas tenaga pendidik, serta manajemen pendidikan di sekolah-sekolah GMIT yang belum tertata dengan baik. Menyikapi persoalan-persoalan tersebut, GMIT membangun kemitraan dengan beberapa pihak dengan tujuan untuk mengatasi persoalan serta meningkatkan kualitas pendidikan di GMIT. Namun, dampak dari kemitraan GMIT dalam bidang pendidikan belum menyentuh seluruh sekolah GMIT.
Fakta tersebut penulis temukan melalui sebuah penelitian dengan metode kualitatif di lima sekolah GMIT di kabupaten TTS dan satu sekolah GMIT di Kota Kupang. Lima sekolah GMIT di kabupaten TTS belum merasakan dampak dari kemitraan GMIT dalam bidang pendidikan. Hingga kini mereka masih berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan guru, fasilitas pendidikan, dan manajemen pendidikan. Berbeda dengan SMA Lentera Harapan Kupang sebagai salah satu sekolah GMIT yang lahir dari kemitraan GMIT dengan Yayasan Pelita Harapan. SMA Lentera Harapan Kupang menampilkan kualitas lebih baik dibandingkan lima sekolah GMIT di Kabupaten TTS.
Penulis melakukan analisa berdasarkan teori teologi sosial Banawiratma. Dua aspek teologi sosial yang ditekankan adalah aspek sosial dan aspek historis. Aspek sosial menunjuk pada keterlibatan semua pihak dalam penyelengggaraan pendidikan di GMIT, secara khusus dalam kemitraan eksternal dan internal GMIT. Sementara itu aspek historis menunjuk pada suatu usaha mempertahankan esensi sekolah-sekolah GMIT sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan gereja. Pada akhirnya, tulisan ini mengajak semua pihak untuk memaknai hakekat keberadaan GMIT sebagai mitra Allah melalui kemitraan dalam bidang pendidikan. Sebelum GMIT membangun kemitraan dengan pihak lain, GMIT itu sendiri adalah mitra Allah. Oleh karena itu, perlu adanya optimalisasi penyelenggaraan pendidikan di GMIT melalui kemitraan dalam bidang bidang pendidikan dalam rangka pembenahan sekolah-sekolah GMIT. Upaya optimalisasi tersebut dilakukan di dalam kesadaran untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia.
Kata Kunci: Kemitraan, Pendidikan, Keterlibatan Sosial, Keadilan, Optimalisasi.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Kematian adalah peristiwa natural, setiap manusia pasti akan mati. Kematian adalah kehidupan dalam cara yang baru, bentuk baru, dari kehidupan itu Yesus namakan tidur. Ini adalah suatu masa antara di mana manusia itu istirahat sambil menantikan kebangkitan. Orang beriman mati sebelum kedatangan kembali Kristus dihubungkan dengan Kristus oleh karen itu disebut mati dalam Kristus. Anggota jemaat Etam Lipa, Klasis Alor Tengah Utara memahami kematian karena kecelakaan sebagai penyakit atau masalah adat yang belum terselesaikan sehingga harus melaksanakan ritus Patei Sela Kate untuk membatasi kematian karena kecelakaan. Kematian bagi orang percaya bukan suatu hal yang harus ditakutkan karena Kristus sendiri telah mati dan bangkit pada hari yang ketiga untuk mengalahkan kuasa dosa.
Penelitian mengenai pemahaman anggota Jemaat GMIT Etam Lipa dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pandangan anggota Jemaat tentang ritus Patei Sela Kate. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian mengemukakan bahwa pemahaman anggota Jemaat Etam Lipa terhadap kematian merupakan suatu penyakit. Kematian dipahami secara sempit oleh anggota Jemaat Etam Lipa mengenai kematian karena kecelakan dipengaruhi juga oleh faktor warisan leluhur. Oleh karena itu gereja perlu memberikan pemahaman lagi tentang kematian dalam ajaran Iman Kristen sehingga anggota jemaat Etam Lipa tidak menganut pemahaman yang keliru tentang kematian, tetapi dapat diterima bahwa kematian bagi orang percaya merupakan kehidupan dalam cara yang baru yaitu tidur sambil menantikan kebangkitan.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sejarah merupakan peristiwa yang telah berlalu dalam kehidupan, baik itu hal-hal yang positif maupun hal-hal yang negatif. Sejarah juga turut mempengaruhi kahidupan di hari esok, baik itu pengaruh buruk maupun pengaruh baik. Oleh karena itu belajar dari pengalaman masa lalu adalah hal yang sangat penting untuk menata hari ini dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik. Sejarah perjalanan gereja juga harus menjadi perhatian masa kini. Lewat pengalaman masa lalu gereja dapat mengetahui bagaimana gereja bertumbuh hingga kini. Namun, pada kenyataannya banyak generasi masa kini yang tidak peduli terhadap peristiwa masa lalu. Hal ini membuat mereka tidak mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi dan berkesan dari perjalanan sebuah gereja. Jemaat Efata adalah salah satu jemaat GMIT yang memiliki perjalanan sejarah yang panjang, namun tidak diketahui oleh generasi masa kini. Hal ini mengakibatkan akan mulai hilangnya sejarah dari generasi muda. Metode penelitian kualitatif dan metode penelitian sejarah yang dilakukan melalui langkah-langkah berikut, menentukan topik yang akan diteliti, mengumpulkan sumber data yang diperlukan baik itu secara lisan, dan tulisan. Melakukan verifikasi data, dan interpretasi (penulisan hasil), menolong untuk dapat mengetahui sejarah Jemaat Efata yang pertumbuhannya disertai oleh Tuhan, Selama 66 tahun Jemaat Efata bertumbuh, yang terbagi menjadi tiga periode yakni: periode 1954-1974, periode 1975-2005, dan periode 2005-2020. Setiap periode memiliki cerita masing-masing, yang mempengaruhi perjalanan selanjutnya. Pemaknaan atas penyertan Tuhan dalam perjalanan kehidupan jemaat membuat jemaat semakin bertumbuh dalam iman dan juga mengalami perkembangan pembangunan yang lebih maju. Peristiwa-peristiwa masa lalu yang telah dilewati kini menjadi pembelajaran penting bagi generasi masa kini, untuk dapat menata masa depan gereja menjadi lebih baik dan syalom Allah benar-benar nyata dalam kehidupan jemaat. Kata kunci: Gereja, Sejarah, Pertumbuhan, Penyertaan Tuhan, Jemaat Efata.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sejarah gereja merupakan kisah tentang perkembangan-perkembangan dan perubahan-perubahan yang dialami oleh gereja selama di dunia ini. Sejarah gereja dapat memberikan gambaran tentang berdirinya gereja tersebut dan bagaimana perjalanan pelayanannya hingga saat ini. Sejarah itu juga penting bagi generasi masa kini dan yang akan datang untuk mengenal para pendahulu yang telah meletakan dasar bagi kehidupan berjemaat dengan suka dan dukanya, dan catatan sejarah juga dapat memotivasi jemaat untuk terus membangun persekutuan yang indah serta berperan aktif dalam pelayanan. Bertolak dari hal itu, penulis tertarik untuk meneliti sejarah terbentuk dan pertumbuhannya Jemaat GMIT Eklesia Oeteta. Penulis memberi judul Bertumbuh di Tengah Semak Duri karena melihat pergumulan Jemaat Eklesia Oeteta saat ini; Jemaat Eklesia Oeteta bergumul dengan Spritualitas Jemaat, hubungan antar anggota jemaat yang kurang baik, perselisihan antar anggota jemaat yang tidak terselesaikan terus berlanjut sehingga membuat persekutuan dalam jemaat menjadi terhimpit dan adanya oknum-oknum tertentu yang berambisi menjadi pemimpin dalam jemaat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memilih Jemaat GMIT Eklesia Oeteta menjadi lokus penelitian untuk mengkaji tentang sejarah terbentuk dan pertumbuhannya Jemaat Eklesia Oeteta. Dari penelitian tersebut penulis menemukan bahwa latar belakang berdirinya jemaat tersebut karena adanya konflik antar jemaat dan jemaat serta jemaat dan majelis jemaat yang mengakibatkan perpecahan. Gereja sebagai persekutuan orang percaya membentuk suatu perkumpulan atau perhimpunan yang kemudian dikenal dengan istilah jemaat. Ketika hubungan dalam sebuah Jemaat dilandaskan atas takut akan Tuhan dan membangun hubungan berlandaskan kasih Kristus, maka jemaat tersebut akan mengalami suatu pertumbuhan yang baik, baik itu dari segi kualitasnya maupun kuantitasnya. Akan tetapi jika jemaat tersebut masih hidup dengan melakukan hal-hal di luar dari kehendak Tuhan, maka jemaat tersebut akan terpecah belah. dari pandangan di atas dapat dikatakan bahwa yang menjadi faktor penyebab terjadinya perpecahan dalam gereja karena adanya ketidaksepahaman orang-orang yang ada dalam gereja yang ingin menang sendiri dan berkeinginan untuk menjadi pemimpin dalam gereja sehingga menyebabkan perpecahan. Untuk itu jemaat perlu memahami arti dari gereja itu sendiri yakni; gereja merupakan orang yang dipanggil keluar dari dalam kegelapan Menuju terang yang ajaib untuk mewartakan berita sukacita tentang Yesus Kristus Sang Juruselamat. Kata Kunci : Sejarah Jemaat GMIT Eklesia Oeteta, Konflik, Perpecahan, Pembentukan, Pertumbuhan.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Anak yatim piatu adalah anak yang tidak lagi memiliki ayah dan ibu atau kedua orang tua telah meninggal dunia. Anak yatim piatu memiliki pergumulan kehidupan yang khas. Pergumulan mereka berkaitan erat dengan empat aspek penting dalam kehidupan manusia yaitu aspek fisik, aspek mental, aspek sosial dan aspek spiritualitas. Perhatian kepada kebutuhan anak yatim piatu tidak hanya datang dari negara tetapi juga harus datang dari pihak gereja sebagai bentuk nyata tindakan kasih yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Di Jemaat GMIT Imanuel Oepura terdapat sejumlah anak yatim piatu yang merupakan anggota jemaat tersebut. Kehadiran mereka dalam jemaat harus mendapat perhatian khusus dari gereja sebagaimana kelompok kategori lainnya. Hal itu harus diwujudkan dalam program pelayanan yang disusun secara berkala dan teratur. Menjadi masalah adalah jika kehadiran anak yatim piatu dalam gereja tidak terdata dengan baik. Tidak adanya data membuat pihak gereja mengalami kesulitan dalam menentukan bentuk pelayanan yang akan diberikan kepada anak - anak yatim piatu tersebut. Penelitian ini berfokus pada bagaimana peran gereja terhadapanak-anak yatim piatu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas anak yatim piatu dalam konteks jemaat setempat dan bagaimana peran pastoral gereja terhadap kehadiran dan pergumulan yang dihadapi mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa peran gereja sangat penting bagi anak-anak yatim piatu. Gereja dapat membuat program pelayanan khusus dan membuat pendataan bagi anak-anak yatim piatu. Demikian pula peran pastoral holistik gereja bagi anak yatim piatu harus dijalankan dengan kesadaran bahwa gereja harus menjadi rumah dan orang tua bagi mereka.
Kata Kunci: Pastoral, Gereja, Anak-anak Yatim Piatu
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang terpanggil untuk mempersaksikan panggilan itu kepada orang lain. Berdasarkan keterpanggilan itu, Alkitab menggambarkan gereja dengan berbagai model sebagai metafora yang lahir dari konteks kehidupan jemaat. Dalam pandangan yang lahir dari pengalaman persekutuan Jemaat GMIT Betel Nitneo, gereja memberi perhatian cinta kasih dan memastikan pertumbuhan iman jemaat, dengan begitu, terciptanya persekutuan yang harmonis. Sejatinya, salah satu pengajaran tentang metafora Gereja sebagai Ibu telah dihidupi nilai-nilainya oleh Jemaat GMIT Betel Nitneo dalam hidup sehari-hari, hanya saja ajaran ini tidak dirumuskan secara baik dalam doktrin tentang gereja sehingga tidak diketahui dengan pasti. Maka tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pemahaman Jemaat GMIT Betel Nitneo memaknai metafora Gereja sebagai Ibu berdasarkan nilai-nilai yang telah dihidupi. Hal ini menarik karena jarang sekali orang mendengarkan dan membicarakan tentang metafora Gereja sebagai Ibu.
Tulisan ini dikaji menggunakan metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat secara kritis dan dianalisis secara ilmiah. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa jemaat memahami gereja secara beragam, baik sebagai orang-orang yang bersekutu, tubuh Kristus, pokok anggur, maupun sebagai institusi. Sedangkan berbicara tentang Gereja sebagai Ibu, hampir tidak diketahui secara baik. Namun, jika bertolak dari kata ‘ibu’ sejatinya jemaat menyadari dan mengakui bahwa Gereja adalah Ibu, sebab gereja telah memberi jemaat sebuah keluarga baru, dan mereka dapat mengalami Allah seperti seorang Ibu yang mengasuh dan memelihara mereka melalui rahim Gereja. Metafora Gereja sebagai Ibu menjadi suatu pengajaran yang relevan dalam praktik kehidupan persekutuan di Jemaat GMIT Betel Nitneo.
Kata Kunci : Gereja, Metafora, Ibu, Rahim, Keluarga
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kinerja P3A saluran irigasi Dalam Kom Kelurahan Oesao Kecamatan kupang Timur Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan dan kondisi fisik jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Dalam Kom.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja P3A sudah berjalan dengan baik. Sedangkan kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran irigasi pada daerah irigasi Dalam Kom yang telah dilakukan oleh P3A belum berjalan dengan baik yang dipengaruhi karena kurangnya kerja sama antar petani, Sehingga masih ditemukan sampah pada pintu saluran utama, masih ditemukan juga rumput yang tumbuh pada saluran dan pembagianan air pada petak tersier masih belum dapat dilakukan secara maksimal
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pemberitaan Alkitab memuat kesaksian iman umat percaya akan Allah yang berkarya
dalam beragam realitas pergumulan dunia, termasuk dalam krisis. Muatan tema krisis
yang lumrah ditemui dalam kesaksian Perjanjian Lama salah satunya ialah krisis
pangan atau dapat disebut kelaparan. Kelaparan, merupakan situasi di mana makhluk
hidup mengalami kesulitan disebabkan tidak tersedia dan sulitnya akses kepada
pangan. Kejadian 41 mencatat kelaparan yang melanda Mesir pada masa Yusuf. Krisis
tersebut diasosiasikan bukan sebagai akibat dosa umat sebagaimana teks biblis lain
menjelaskannya, melainkan sebuah peristiwa alami, dan Allah memberikan
kesempatan manusia untuk mengantisipasi dampaknya. Isu krisis pangan pada
Kejadian 41 menemui relevansinya kini. Krisis tersebut menjadi isu global dan
memiliki urgensi yang kuat.
Tulisan ini didasarkan pada tinjauan eksegese terhadap teks Kejadian 41:46-57,
menggunakan metode penelitian kajian pustaka dengan tafsir kritik historis sebagai
metode tafsirnya, dan penulisan deskripsi-analisis-reflektif sebagai metode
penulisannya. Penggunaan metode tafsir kritik historis berguna dalam upaya membaca
kebutuhan konteks historis serta menggali pemaknaan yang lebih utuh terhadap teks
didasarkan pada analisa bahasa.
Isu Krisis pangan global pada periode sejak 2020 semakin menemui
urgensinya. FAO (Food and Agriculture Organzation) memprediksi kemungkinan
besar terjadinya krisis pangan dalam beberapa tahun ke depan, diakibatkan kenaikan
harga bahan baku, pandemi, konflik dan krisis iklim. Antisipasi terhadap krisis pangan
memerlukan keterlibatan semua pihak, tidak terkecuali gereja. Dalam konteks NTT,
ancaman krisis pangan bukan isu baru. Upaya menyikapinya pada ranah lokal
memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)
Tulisan ini memuat implikasi terkait, yakni: mengedepankan aspek kolaboratif,
antisipatif dan adaptif pada ranah lokal sebagai upaya mitigasi bersama terkait ancaman
krisis pangan. Kolaboratif yakni mau dan rela menjalin kerjasama dengan pihak-pihak
terkait di luar dirinya yang memiliki kapasitas yang cukup dalam bidangnya;
antisipatif, yakni memiliki kepekaan dan perhatian terhadap tanda-tanda zaman; dan
adaptif, yakni mengakomodir pemanfaatan sumber-sumber lokal sebagai sarana
mitigasi aktif dalam meresponi ancaman krisis pangan.
Kata Kunci: Yusuf, krisis pangan, mitigasi, Kejadian 41:46-57, Gereja Masehi Injili
di Timor (GMIT)
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
irigasi ialah usaha untuk memperoleh air yang menggunakan bangunan dan saluran buatan untuk keperluan penunjang produksi pertanian.
Operasi jaringan irigasi dalam arti sempit adalah pengaturan pintu-pintu pada bangunan air (bendungan, bangunan bagi) untuk menyadap air dari sumber air mengalirkannya kedalam jaringan irigasi memasukan air kepetak-petak sawah, serta membuang kelebihan air ke saluran pembuang.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS HUBUNGAN KINERJA CUSTOMER SERVICE DENGAN PENYELESAIAN KELUHAN NASABAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG SOE Oleh : Marlen Yollanda Karimoy Nim : 20410226 ABSTRAK Sumber daya manusia adalah salah satu unsur yang paling vital bagi organisasi karena kinerja mereka sangat diperhitungkan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan yang telah ditetapkan. Bank dalam kehidupan ini sangat memegang peranan penting, apalagi sejak berkembangnya masalah ekonomi, sehingga dalam perekonomian saat ini hubungan bank dalam masyarakat sangat sulit untuk dipisahkan, karna bank juga sangat membutuhkan dana-dana yang berasal dari masyarakat, yang mana hal ini merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pihak perbankan. Maka kinerja customer service sangat penting karena baik buruknya image suatu Bank bergantung dari kualitas pelayanan serta daya manusia yang dimiliki Bank tersebut. Menurut Mangkunegara (2017:67) “Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.”Sumber daya manusia merupakan suatu modal dasar paling utama dalam setiap organisasi. Dalam perbankan, sumber daya manusia yang sangat berperan dalam menarik nasabah adalah Customer Service. Menurut Kotler (2017): “Keluhan pelanggan adalah bentuk aspirasi pelanggan yang terjadi karena adanya ketidakpuasan terhadap suatu barang atau jasa Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kinerja customer service dengan penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah : Bagaimana Kinerja Customer Service Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe, Bagaimana Penyelesaian Keluhan Nasabah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe Bagaimana Hubungan Kinerja Customer Service Dengan Penyelesaian Keluhan Nasabah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe. Dalam penelian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Jenis penelitian ini adalah penelitian menggunakan data deskriptif kuantitatif, baik library research maupun field research. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut : 1. Kinerja customer service pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe mayoritas dalam kriteria tinggi (38,54%) ini terlihat dari frekuensi tinggi pada interval 69-84 (37 responden). 2. Penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe mayoritas dalam kriteria tinggi (39,58%) ini terlihat dari frekuensi tinggi pada interval 69-84 (38 responden). 3. Terdapat hubungan cukup erat antara kinerja customer service dengan penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe termasuk kategori interpretasi cukup erat dengan nilai 0,40-0,599 Penelitian ini membuktikan bahwa adanya korelasi antara data kinerja customer service serta data penyelasaian keluhan nasabah. Hal ini ditunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis menggunakan korelasi product moment dan mendapatkan harga koefisien korelasi sebesar 0,585 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, termasuk kategori interpretasi cukup kuat dengan nilai 0,40-0,599. Jumlah responden yang ditetapkan peneliti 96 responden. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan cara mendatangi nasabah yang sedang mengantri untuk menemui bagian customer service, baik nasabah baru maupun nasabah lama di PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe. Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan yaitu hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya korelasi signifikan antara data kinerja customer service serta data penyelasaian keluhan nasabah. Implikasi teoritis yang di gunakan sebagai pendukung dalam penelitian ini sebagai berikut : menurut Kasmir (2018, 216) pengertian customer service secara umum adalah“ setiap kegiatan yang diperuntukan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada nasabah, melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan nasabah”. Bell & Luddington (20017): “Keluhan pelanggan (customer complaints) adalah umpan balik (feedback) dari pelanggan yang ditunjukkan kepada perusahaan yang cenderung bersifat negatif. Berdasarkan kesimpulan dari hasil yang diperoleh maka saran yang dapat menjadi bahan masukan yaitu: Bagi PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe, agar mempertahankan dan meningkatkan kinerja customer service, maka kantor dapat memperoleh kinerja yang maksimal. Adapun yang harus dilakukan yaitu dengan meningkatkan skill serta product knowledge dan penanganan komplain secara efektif agar memberikan peluang untuk mengubah seorang nasabah yang tidak puas menjadi nasabah produk / jasa perusahaan yang puas (atau bahkan menjadi nasabah yang loyal). Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya, agar melakukan penelitian lanjutan dengan menggunkan variabel lainnya yang tidak diteliti oleh penulis, seperti jasmaniah dan psikologis dan lainnya.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Penelitian Penulis Adalah: Deskripsi Tentang Penjatuhan Putusan Kepada Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Klas 1AKupang. Rumusan masalahnya yang dikajiadalah: dasar pertimbangan hakim menjatuhkan pidana penjara dengan percobaan kepada anak pelakutindak pidana pencurian dengan pemberatan.Jenispenelitian yang digunakan adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif yakni dalam hal ini penulis mendeskripsikan atau menggambarkan, serta menjelaskan. Data yang dugunakan adalah data primer dengan tiga bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, yaitu merupakan kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topic atau masalah yang menjadi objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis maka yang menjadi kesimpulan sesuai dengan masalah ini adalah sebagai berikut: 1. Pertimbangan Terhadap Kondisi anak 2. Pertimbangan terhadap faktor penyebab anak melakukan tindak pidana 3. Pertimbangan terhadap kepenntingan baik kepada anak 4. Pertimbangan terhadap hal yang merigankan dan memberatkan pada anak dalam persidangan Saran dari penulisan ini adalah: 1. Diharapkan kepada orang tua agar lebih meluangkan waktunya untuk memperhatikan pergaulan anak baik di lingkugan tempat tinggal maupun di lingkugan anak bergaul 2. Sebaiknya kepada aparat penegak hukum dan masyarakat utuk memberikan sosialisasi hukum secara aktif dan menyeluruh khususnya anak di bawah umur mengenai dampak dalam melakukan tindak pidana yang akibatnya merugikan anak itu sendiri. Kata kunci : Tindak Pidana, Pencurian Dengan Pemberatan, Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi penulis adalah “Analisis Hukum Putusan Hakim Terhadap Alat Bukti Sertifikat Ganda Dalam Sengketa Kepemilikan Tanah” Rumusan masalah dalam penelitian Mengapa Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, sedangkan Pengadilan Tinggi menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya terhadap alat bukti sertifikat ganda dalam sengketa kepemilikan tanah? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan Mahkama Agung mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, sedangkan Pengadilan Tinggi membatalkan gugatan penggugat untuk seluruhnya terhadap alat bukti sertifikat ganda dalam sengketa kepemilikan tanah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah variable bebas, yakni: Alasan Pengadilan Negeri dan Mahkama Agung kabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, dan variable terikat yakni; Putusan Hakim Terhadap Sengketa alat bukti sertifikat ganda hak milik atas tanah. Penelitian memberikan kesimpulan bahwa alasan Pengadilan Negeri dan Mahkama Agung mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian karena mempertimbangkan Sertifikat Hak Milik yang diterbitkan terlebih dahulu yang mmempunyai kekuatan hukum mengikat dan penggugat dapat membuktikan bukti kepemilikan (Alas Hak) atas tanah. Apabila seseorang memiliki sebidang tanah maka ia harus membuatkan tanah tersebut sertifikat dengan memakai sistem pendaftaran (kadesteral). Struktur sarana dan pra sarana, Sistem hukum pertanahan masih memakai sistem administrasi manual, walaupun sekarang sudah mulai proses perbaikan data-data seperti sertifikatsertifikat yang sudah ada barkodenya. SDM yang masih korup, dengan adanya pejabat atau aparat pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya. Tanah tersebut sudah bersertifikat akan tetapi adanya oknum yang berkuasa dengan sengaja melakukan pembuatan sertifikat lagi dengan objek tanah yang sama. Budaya Hukum, masyarakat itu sendiri yang tidak memiliki kesadaran atau, dengan artian pemilik tanah itu sendiri yang tidak memperhatikan tanah miliknya dan tidak memanfaatkanya dengan baik sehingga di ambil alih oleh orang lain dan kemudian di manfaatkan karna merasa bahwa tanah tersebut tidak bertuan atau tidak ada pemiliknya. Kata Kunci : Analisis Hukum, Putusan Hakim, Alat Bukti Sertifikat Ganda dan Kepelikan Tanah.