Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

2.079 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 612025: 372024: 162023: 3122022: 4662021: 6902020: 872018: 482017: 12016: 42011: 11018: 1

INVENTARISASI TUMBUHAN PARASIT DI KAWASAN HUTAN DESA OEBATU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK INVENTARISASI TUMBUHAN PARASIT DIKAWASAN HUTAN DESA OEBATU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO Mesah, M,D.)* Ballo, A.)** Nge, S,T.M.)** Inventarisasi tumbuhan parasit sangat besar manfaatnya dalam rangka menambah wawasan mengenai keanekaragaman tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk 1). menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan parasit, 2). mengetahui karakteristik inang Di Kawasan Hutan Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data eksplorasi dan sampling (plot). Hasil Penelitian telah ditemukan 3 spesies tumbuhan parasit yang tergolong ke dalam 3 famili yakni Spesies Tali Putri (Cassytha filiformis), F.(Lauraceae), Spesies Benalu (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), dan spesies Cendana (Santalum album), F.(Santalaceae). Berdasarkan karakteristik pada inangnya ditemukan 9 spesies inang yang tergolong dalam 2 karakteristik inang yaitu : pertama, pohon antara lain : Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula dan Mallotus philippensis. Kedua adalah perdu yaitu: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa dan Vitex trifolia. Kata Kunci: Inventarisasi, Tumbuhan Parasit, Inang, Desa Oebatu. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF PARASITIC PLANTS IN THE FOREST AREA OF OEBATU VILLAGE, SOUTHWEST ROTE DISTRICT, ROTE NDAO REGENCY Mesah, M,D.)* Ballo, A)** Nge, S,T.M.)** Inventory of parasitic plants was very beneficial in order to increase insight into plant diversity. This study aims to 1). Inventory the types of parasitic plants, 2). determine the characteristics of the host in the Oebatu Village Forest Area, Southwest Rote District, Rote Ndao Regency. The research method used was a qualitative descriptive method with exploration and sampling (plot) data collection techniques. The founding of the study were found 3 species of parasitic plants belonging to 3 families namely the Princes Rope species (Cassytha filiformis), F. (Lauraceae), Mistletoe species (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), and Sandalwood species (Santalum album), F. (Santalaceae). Based on the characteristics of the host, 9 host species were found which were classified into 2 host characteristics, namely : first, trees including: Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula and Mallotus philippensis. The second is shrubs, namely: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa and Vitex trifolia. Keywords : Inventory, Parasitic Plants, Hosts, Oebatu Village Information: *) Researcher **) Advisor

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA PT.GAYA ABADI SEMPURNA Tbk DAN PT. BINTANG OTO GLOBAL Tbk

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan antara PT. Gaya Abadi Sempurna Tbk dan PT. Bintang Oto Global Tbk, dua perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan barang konsumen non-primer dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan didirikan sebagai usaha yang bertujuan untuk memperoleh laba yang maksimal agar tujuan perusahaan itu tercapai maka perusahaan harus dapat mengelola keuangannya dengan baik.salah satu aspek yang penting untuk dikelola dengan baik adalah kinerja keuangan. Kinerja Keuangan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui keadaan keuangan perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Pengukuran kinerja keuangan dilakukan melalui 8 ratio yakni Current ratio, Quick ratio, Debt To Asset Ratio, Debt To Equity Ratio, Inventory TurnOver, Total Asset TurnOver, Return On Invesment, Return On Equity. Current Ratio, merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo. Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.Rasio cepat (Quick Ratio) atau rasio sangat lancar atau acid test ratio merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory). Artinya, nilai sediaan kita abaikan, dengan cara dikurangi dengan nilai total aktiva lancar. Hal ini dilakukan karena sediaan dianggap memerlukan waktu relatif lebih lama untuk diuangkan, apabila perusahaan membutuhkan dana cepat untuk membayar kewajibannya dibandingkan dengan aktiva lancar lainnya.Menurut Kasmir (2019:112) Debt To Asset Ratio atau Debt Ratio, merupakan rasio utang yang diguanakan untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh

ANALISIS PENGARUH STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. ANEKA NIAGA KOTA KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini berjudul Pengaruh Stres Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang dan apakah beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang serta untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang yang berjumlah 55 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang (sampel jenuh). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada responden. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel stres kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 75,815 sampai dengan 87,089. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 752,161 dan nilai rata-rata indeks sebesar 83,573 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel beban kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 70,541 sampai dengan 85,271. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 614,151 dan nilai rata-rata indeks sebesar 76,768 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel kinerja karyawan, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 59,086 sampai dengan 77,088. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 623,050 dan nilai rata-rata indeks sebesar 69,227 yang berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y = −34,354 + 1,028X₁ + 0,305X₂, diketahui konstanta regresi sebesar −34,354, koefisien regresi b₁ = 1,028 dan koefisien regresi b₂ = 0,305. Nilai konstanta sebesar −34,354 artinya jika stres kerja (X₁) dan beban kerja (X₂) bernilai nol, maka kinerja karyawan (Y) memiliki nilai sebesar −34,354 satuan. Koefisien regresi stres kerja (b₁) sebesar 1,028 artinya jika stres kerja (X₁) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 1,028 satuan. Koefisien regresi bernilai positif yang berarti terdapat pengaruh positif stres kerja (X₁) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi beban kerja (b₂) sebesar 0,305 artinya jika beban kerja (X₂) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,305 satuan, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Implementasi terapan: Berdasarkan hasil penelitian, yang menunjukan bahwa stress kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT. Aneka Niaga Kota Kupang, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang, diharapkan dapat memperhatikan dan mengelola Tingkat stress kerja karyawan dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, komunikasi yang baik antara atasan dan karyawan, serta pemberian dukungan kerja yang memadai, agar tidak berdampak negatif terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya meskipun beban kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang tetap diharapkan dapat memperhatikan pengelolaan beban kerja dengan memberikan arahan yang jelas, target kerja yang realistis, serta waktu penyelesaian pekerjaan yang cukup sehingga karyawan dapat bekerja lebih efektif dan kondisi kerja karyawan tetap terjaga dengan baik. Selain itu masih terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan namun belum dibahas dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam kajian mengenai stress kerja dan beban kerja dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda, memperluas objek penelitian, serta menambah jumlah dan karakteristik responden yang lebih beragam agar diperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif.

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN SEPEDA MOTOR HONDA PADA MUTIARA TIMOR STAR KOTA KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menurut Kotler dan Keller (2012:325) Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide. Jadi hanya perusahaan dengan kualitas produk paling baik yang akan tumbuh dengan pesat dan dalam jangka panjang perusahaan tersebut akan lebih berhasil dari perusahaan yang lain. Selain unsur produk, Harga Menurut Tjiptono (2014) merupakan satu- satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, tempat, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya/pengeluaran. Dan harga dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian suatu produk. Sama halnya dengan variabel produk, harga dan promosi juga mempunyai fungsi yang dapat mempengaruhi pemikiran konsumen dan hal ini akan bermanfaat bagi perusahaan. Menurut Suryadi (2011:8) promosi merupakan serangkaian kegiatan untuk mengkomunikasikan, memberi pengetahuan dan meyakinkan orang tentang suatu produk agar ia mengakui kehebatan produk tersebut, membeli dan memakai produk tersebut, juga mengikat pikiran dan perasaannya dalam suatu wujud loyalitas terhadap produk. Setelah melihat sisi produk, harga, dan promosi, konsumen juga memperhatikan tempat atau distribusi produk tersebut. Menurut Tjiptono (2014:295) tempat/saluran distribusi merupakan serangkaian partisipan organisasional yang melakukan semua fungsi yang dibutuhkan untuk menyampaikan produk/jasa dari penjual ke pembeli akhir. Faktor penting dalam pengembangan suatu usaha adalah letak lokasi terhadap daerah perkotaan, cara pencapaian dan waktu tempuh lokasi ke tujuan. Berdasarkan hal ini, perusahaan dituntut untuk mempertimbangkan konsumen sebagai salah satu faktor terpenting dalam pasar, karena dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen perusahaan dapat memenangkan persaingan pasar. Jika faktor tersebut telah dipertimbangkan oleh perusahaan, maka dapat memberikan manfaat bagi perusahaan salah satunya konsumen akan membuat keputusan pembelian produk. Salah satu dari faktor tersebut biasanya ada yang lebih dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Karena sesungguhnya masing- masing konsumen tentu memiliki motif yang berbeda dalam melakukan pembelian sepeda motor. Menurut Kotler dan Amstrong (2014) keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar membeli. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh bauran pemasaran terhadap peningkatan penjualan sepeda motor honda pada mutiara timor star di masyarakat kota kupang. Dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara bauran pemasarn terhadap peningkatan penjualan, peneliti mengunakan Uji analisis regresi linear berganda, Uji persial (Uji T), Uji simultan (Uji F) dan koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian iniyang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara persial produk (X1) berpengaruh singnifikan terhadap peningkatan penjualan (Y). Sedangkan secara simultan atau sacara bersana-sama produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) memiliki pengaruh singifikan terhadap peningkatan penjualan. Hal ini dibuktian dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) terhadap peningkatan penjualan (Y) dengan nilai konstanta sebesar 9.599 sedangkan koefisien b1 = 0,277, b2 = 0,187, b3 = 0,100, b4 = 0,111. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) terhadap peingkatan penjualan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 9,588 + 0,277X₁ + 0,187X₂ – 0,100X₃ + 0,111X4 Selain itu hasil uji hipotesi pertama yaitu produk (X1) berpengaruh terhadap peningkatan penjualan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel produk (X1) diperoleh T hitung sebesar 7,966 > 1,985 dan Sig. 0,000 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima yaitu variabel produk (X1) berpengaruh singnifikan terhadap peningkatan penjualan (Y). hasil pengujian yang kedua yaitu harga (X2) peningkatan penjualan (Y). Ditemukan bahwa untuk variabel harga (X2) diperoleh T hitung sebesar 5,127 > 1,985 dan Sig. 0,000 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima.Dengan demikian, Harga berpengaruh signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Hasil pengujian yang ketiga yaitu promosi (X3) terhadap peningkatan penjualan (Y). Diperoleh T hitung sebesar -3,091 < -1,985 dan Sig. 0,003 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Namun karena nilai koefisien regresi bernilai negatif, maka dapat disimpulkan bahwa Promosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Hasil pengujian yang keempat tempat (X4) terhadap peningatan penjualan (Y). Diperoleh T hitung sebesar 2,599 > 1,985 dan Sig. 0,011 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Ini berarti Tempat/Distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,770. Hal ini berarti bahwa variabel Produk (X₁), Harga (X₂), Promosi (X₃), dan Tempat/Distribusi (X₄) secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 77,0% terhadap variasi Peningkatan Penjualan (Y), sedangkan sisanya sebesar 23,0% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJASAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH (PERUMDA) AIR MINUM TIRTA LONTAR KABUPATEN KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJASAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH (PERUMDA) AIR MINUM TIRTA LONTAR KABUPATEN KUPANG Dalam era globalisasi yang semakin kompetitif, kepuasan kerja karyawan merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu organisasi. Kepuasan kerja tidak hanya memengaruhi produktivitas dan kinerja individu, tetapi juga berdampak pada efektivitas organisasi secara keseluruhan. Hal ini sangat relevan dalam konteks organisasi pelayanan publik seperti Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang yang memiliki peran vital dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan fokus pada analisis pengaruh lingkungan kerja dan kerjasama tim terhadap kepuasan kerja karyawan di perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan kerjasama tim terhadap kepuasan kerja karyawan pada Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang. Permasalahan penelitian berangkat dari kondisi lingkungan kerja yang belum sepenuhnya mendukung kenyamanan serta tantangan dalam membangun kerjasama tim yang optimal, yang berdampak pada menurunnya motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Secara teoretis, penelitian ini menggunakan landasan teori kepuasan kerja dari Robbins dan Judge (2013), Herzberg (reprint 2017), serta teori keadilan dari Adams (diperluas dalam edisi 2024). Teori-teori ini menegaskan bahwa kepuasan kerja merupakan refleksi dari evaluasi karyawan terhadap berbagai aspek pekerjaan, baik yang bersifat intrinsik seperti tanggung jawab dan pengakuan, maupun ekstrinsik seperti kondisi kerja, hubungan interpersonal, dan fasilitas. Lingkungan kerja dipandang sebagai faktor higienis yang jika tidak memadai dapat menimbulkan ketidakpuasan, sementara kerjasama tim diposisikan sebagai faktor penting dalam menciptakan rasa kebersamaan dan meningkatkan komitmen karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan PERUMDA Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang yang berjumlah 192 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, sehingga diperoleh 69 orang responden yang dianggap mewakili populasi berdasarkan pembagian bagian kerja, yakni bagian umum dan keuangan, bagian pelayanan pelanggan, serta bagian teknik. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala interval 1–10. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan antar variabel. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan (a) sebesar 3,896, sedangkan koefisien regresi untuk Lingkungan Kerja b1= 0,477 dan Kerjasama Tim b2= 0,521. Dengan demikian, persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh Lingkungan Kerja (X1) dan pengaruh Kerjasama Tim (X2) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut: Y= 3,896 + 0,477 X1+ 0,521 X2. Selain itu hasil Uji hipotesis menunjukkan bahwa lingkungan kerja (X1) berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) (t hitung = 5,432 > t tabel = 1,668; sig. = 0,000 0,05) Maka, H0 (b1=0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima artinya bahwa lingkungan kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Demikian pula, kerjasama tim (X2) berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) (t hitung = 3,985 > t tabel = 1,668; sig. = 0,000 0,05). Maka, H0 (b1=0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima artinya bahwa kerjasama tim (X2) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Secara simultan, kedua variable secara simultan, lingkungan kerja dan kerjasama tim berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan nilai F-hitung = 38,745 > F-tabel = 3,13 dan sig. = 0,000 0,05. Dan terakhir berdasarkan analisis hasil nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,54,0 yang berarti 54,0% variasi kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh lingkungan kerja dan kerjasama tim, sedangkan sisanya sebesar 46,0% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai koefisien determinasi (R²) yang menunjukkan kontribusi keduanya terhadap variasi kepuasan kerja karyawan.

Kapasitas Tenaga Pengajar PART Suatu Tinjauan Teologi Terhadap Kapasitas Tenaga Pengajar PART Di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui, Klasis Alor Tengah Utara

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) merupakan salah satu bentuk pelayanan gereja yang strategis dalam menanamkan iman dan membentuk karakter anak sebagai generasi penerus gereja. Namun, dalam realitas pelayanan PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui, Klasis Alor Tengah Utara, masih dijumpai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART. Persoalan tersebut tampak dalam keterbatasan kompetensi pedagogis, penggunaan metode pengajaran yang kurang variatif, minimnya bahan ajar, serta rendahnya dukungan struktural gereja terhadap pembinaan pengajar PART. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi, minat, dan pemahaman iman anak-anak dalam kegiatan PART. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui serta meninjaunya dari perspektif teologi Kristen, khususnya dalam kerangka Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan reflektif-teologis. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan pendeta, majelis jemaat, pengajar PART, serta orang tua anak PART. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART masih berada pada tingkat yang terbatas, baik dari aspek pedagogis, metodologis, maupun dukungan kelembagaan gereja. Dalam tinjauan teologis, gereja dipahami memiliki tanggung jawab iman untuk membina dan memperlengkapi para pengajar PART sebagai pelayan pendidikan iman anak. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengajaran PART perlu dipahami sebagai panggilan teologis gereja dalam melaksanakan tugas mendidik generasi iman secara berkelanjutan.

MAMAT Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Tradisi Mamat di Jemaat GMIT Ebenhaizer Haumolo, Klasis Amanatun Utara

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari adanya ketegangan pemahaman di tengah jemaat GMIT Ebenhaizer Haumolo mengenai tradisi mamat (makan sirih pinang). Sebagian jemaat memandang mamat sebagai praktik budaya semata, sedangkan sebagian lainnya mempertanyakan relevansinya bagi kehidupan iman Kristen. Pokok persoalan inilah yang kemudian melahirkan kebutuhan untuk menelaah tradisi mamat secara teologis, khususnya bagaimana tradisi tersebut dapat dipahami an dimaknai dalam terang Injil serta kehidupan bergereja. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai teologis yang terkandung dalam tradisi mamat serta menjelaskan bagaimana praktik budaya tersebut dapat menjadi sarana membangun keramahtamahan, mempererat persekutuan, memulihkan relasi, membentuk iman generasi muda, dan menghadirkan kesaksian gereja di tengah masyarakat. Tujuan lainnya adalah membantu jemaat melihat bahwa tradisi mamat tidak harus dipertentangkan dengan iman Kristen, melainkan dapat menjadi bagian dari spiritualitas yang membumi dan relevan bagi kehidupan umat. Pendekatan yang digunakan adalah teologi kontekstual dengan metode kualitatif, melalui analisis literatur, pengamatan terhadap praktik mamat dalam kehidupan jemaat, serta refleksi teologis berdasarkan narasi Alkitab dan pemikiran teolog Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan penelitian menangkap makna teologis tradisi mamat secara menyeluruh, tidak hanya sebagai adat istiadat, tetapi sebagai ruang hidup yang mempengaruhi pembentukan relasi, iman, dan identitas jemaat. Temuan utama menunjukkan bahwa tradisi mamat mengandung nilai-nilai kristiani yang kuat, seperti penerimaan, kesetaraan, keramahtamahan, rekonsiliasi, pembinaan iman, dan kesaksian gereja. Tradisi ini mampu menjadi ruang perjumpaan yang menghadirkan kasih Allah dan memperkaya spiritualitas jemaat. Dengan demikian, mamat tidak hanya layak dipertahankan sebagai identitas budaya, tetapi juga dapat diintegrasikan sebagai bagian dari praksis iman Kristen yang kontekstual dan membangun kehidupan jemaat secara holistik.

STRUKTUR DAN IKLIM ORGANISASI JEMAAT: Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat terhadap Struktur dan Iklim dalam Pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari persoalan rendahnya partisipasi jemaat dalam pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur, yang berkaitan erat dengan pola relasi dalam struktur organisasi majelis jemaat serta iklim pelayanan yang terbentuk. Dalam konteks sosial pedesaan dengan karakter komunikasi yang terbuka dan keras, muncul dominasi pihak tertentu dalam kepemimpinan, sikap otoriter dalam komunikasi, serta kecenderungan jemaat untuk bersikap pasif dan enggan menyampaikan pendapat dalam forum gerejawi. Situasi ini bertentangan dengan tujuan pembangunan jemaat yang partisipatif dan prinsip penataan organisasi GMIT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks sosial-budaya dan organisatoris Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, menganalisis struktur organisasi serta dampak relasi dalam majelis jemaat terhadap iklim pelayanan dan partisipasi warga jemaat, serta merumuskan refleksi teologis pembangunan jemaat terhadap realitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan yang terdiri dari pendeta, majelis jemaat, dan anggota jemaat, serta didukung dengan dokumen gerejawi. Validitas data dibuktikan melalui triangulasi sumber dan analisis tematik berdasarkan tahapan dalam pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi yang secara formal bersifat partisipatif dalam praktiknya dipengaruhi oleh relasi yang timpang, komunikasi yang keras, serta pemutlakan tipe relasi tertentu sebagaimana dikritisi dalam teori Jan Hendriks. Kondisi ini membentuk iklim pelayanan yang kurang dialogis, menghambat keterlibatan jemaat, serta melemahkan vitalitas pelayanan gereja. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan jemaat yang sehat menuntut penataan struktur dan iklim pelayanan yang menempatkan jemaat sebagai subjek, mengembangkan kepemimpinan yang kolaboratif, serta membuka ruang partisipasi sebagai wujud karya Allah dalam membangun gereja.

KEPEMIMPINAN ORANG MUDA : Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Kepemimpinan Orang Muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemuda merupakan kelompok strategis dalam kehidupan bergereja karena memiliki potensi besar sebagai generasi penerus pelayanan. Namun, realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana menunjukkan berbagai persoalan, seperti ketidakstabilan struktur kepemimpinan, lemahnya pembinaan dan pendampingan, serta pemahaman kepemimpinan yang masih bersifat struktural dan administratif, bukan sebagai panggilan iman dan pelayanan. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya koordinasi pelayanan, rendahnya partisipasi aktif pemuda, serta melemahnya peran pemuda dalam dinamika kehidupan jemaat. Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menelaah kepemimpinan orang muda dalam perspektif teologis serta menganalisis realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana dengan menggunakan pendekatan servant leadership sebagaimana dikemukakan oleh Robert K. Greenleaf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, analitis, dan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan serta penelitian lapangan berupa observasi, wawancara, dan dokumen. Subjek penelitian meliputi majelis jemaat dan pemuda Jemaat GMIT Getsemani Sikumana yang terlibat aktif dalam pelayanan. Data yang diperoleh dianalisis untuk menggambarkan kondisi kepemimpinan orang muda, mengidentifikasi persoalan yang terjadi, serta merefleksikannya secara teologis berdasarkan nilai-nilai kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan orang muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana belum sepenuhnya dipahami sebagai panggilan pelayanan yang berakar pada iman, melainkan masih dipandang sebagai beban struktural organisasi. Kurangnya pembinaan dan formasi kepemimpinan berdampak pada lemahnya integritas, tanggung jawab pelayanan, kepekaan sosial, serta visi kepemimpinan orang muda. Melalui refleksi teologis dan pendekatan servant leadership Robert K. Greenleaf, kepemimpinan orang muda dipahami sebagai kepemimpinan yang berangkat dari sikap melayani, diwujudkan melalui keteladanan hidup, integritas karakter, kerendahan hati, serta komitmen untuk memberdayakan dan membangun sesama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teologis dan praktis bagi gereja dalam merumuskan model pembinaan kepemimpinan pemuda yang kontekstual, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai iman Kristen.

PRAKTIK PANEN PADI Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Praktik Panen Padi di Manefu Sebagai Wadah Mempererat Persekutuan Jemaat GMIT Imanuel Manefu

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji praktik panen padi di Jemaat GMIT Imanuel Manefu sebagai ruang hidup teologis yang mengintegrasikan tradisi budaya lokal dengan iman Kristen. Praktik panen padi tidak semata-mata dipahami sebagai aktivitas agraris, melainkan sebagai praktik komunal dan spiritual yang berfungsi membentuk identitas, relasi sosial, serta penghayatan iman jemaat secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan praktik panen padi dari masa sebelum Kristen, masa sesudah Kristen, hingga masa kini, sekaligus menganalisis nilai, makna, dan tema teologis yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini juga menelaah implikasi praktik tersebut bagi persekutuan Jemaat GMIT Imanuel Manefu, terutama dalam menghadapi tantangan relasi persaudaraan akibat konflik sosial, seperti perebutan tanah warisan. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, menggunakan wawancara mendalam dan studi pustaka sebagai sumber data utama, kemudian dianalisis melalui kerangka Teologi Kontekstual Model Sintesis karya Stephen B. Bevans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik panen padi di Manefu mengalami transformasi dalam bentuk kerja dan teknis pelaksanaan akibat pengaruh modernisasi yang bisa saja menggeser nilai-nilai inti Kristen yang terkandung dalam praktik tersebut seperti nilai persekutuan, kasih, persaudaraan, gotong royong, dan pemberian diri tanpa pamrih tetap terpelihara. Praktik panen padi dimaknai sebagai ritus syukur kepada Tuhan, peneguh identitas budaya jemaat, sarana penguatan relasi sosial, dan media pembentukan etos kerja yang bertanggung jawab. Refleksi teologis menegaskan bahwa praktik panen padi merupakan wujud teologi hidup yang kontekstual, di mana kerja dipahami sebagai bentuk ibadah, tanah sebagai anugerah Tuhan, dan tindakan berbagi sebagai kesaksian iman. Dalam konteks konflik warisan yang mengancam persatuan jemaat, praktik panen padi berpotensi menjadi ruang rekonsiliatif sekaligus pedagogi iman yang meneguhkan persekutuan sebagai tubuh Kristus. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengembangan praktik ini menjadi penting sebagai media pewartaan Injil dan pembentukan spiritualitas komunal jemaat di tengah dinamika sosial dan perubahan zaman

DANSA KIZOMBA Suatu Tinjauan Etis Teologis Terhadap Dansa Kizomba Oleh Pemuda-Pemudi Jemaat GMIT Siloam Oelbioin, Klasis Fatuleu

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penulisan ini mengkaji praktik dansa kizomba yang dilakukan oleh pemuda-pemudi GMIT Siloam Oelbioin. Pokok persoalan penelitian ini adalah adanya keresahan karena praktik dansa kizomba dengan sentuhan fisik yang berlebihan dengan lawan jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat, menganalisis praktik dansa kizomba, serta memberikan refleksi etis teologis terhadap praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis, data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan beberapa narasumber serta dianalisis menggunakan teori etika deontologi Immanuel Kant dan konsep kekudusan hidup dalam perspektif alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dansa kizomba di kalangan pemuda-pemudi ditandai dengan kedekatan fisik yang sangat intim, sentuhan pada area tubuh privat dan perilaku seperti berciuman di depan umum sehingga praktik ini sering memicu terjadinya konflik dan dinilai melanggar prinsip kekudusan hidup kristen. Berdasarkan analisis deontologi, tindakan ini dinilai tidak bermoral karena melanggar kewajiban universal untuk menghormati martabat manusia dan kekudusan hidup. Kata Kunci: Dansa kizomba, Etika deontologi Immanuel Kant, kekudusan hidup

INJIL DAN BAHASA "Suatu Tinjauan Misiologi Terhadap Penggunaan Bahasa Lokal Dalam Penyebaran Injil di Jemaat GMIT Elim Tulleng, Klasis Alor Tengah Utara.

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji penggunaan dan revitalisasi bahasa lokal dalam pelayanan gereja di Jemaat GMIT Elim Tulleng sebagai bagian dari pelaksanaan misi gereja. Latar belakang penelitian ini muncul dari fenomena menurunnya penggunaan bahasa lokal, khususnya di kalangan generasi muda, akibat dominasi bahasa nasional dan bahasa global dalam pendidikan, media, dan kehidupan sehari-hari. Pergeseran ini tidak hanya memengaruhi aspek budaya, tetapi juga berdampak pada cara jemaat memahami, menghayati, dan meneruskan iman Kristen dalam komunitas mereka. Situasi ini menempatkan gereja pada panggilan untuk menghadirkan Injil secara relevan dengan konteks kehidupan jemaat, sekaligus setia pada ajaran firman Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung kajian pustaka mengenai teologi misi dan kontekstualisasi Injil. Analisis data dilakukan secara teologis dan misiologis dengan menggunakan kerangka Missio Dei, yang menekankan bahwa misi gereja adalah partisipasi dalam karya Allah yang berlangsung di dunia, dan harus dijalankan secara kontekstual sesuai realitas sosial, budaya, dan bahasa jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa lokal dalam ibadah, pengajaran, doa, dan pelayanan gereja memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman dan pengalaman iman jemaat. Bahasa lokal memungkinkan firman Tuhan disampaikan dalam bahasa yang akrab dan mudah dihayati, sehingga iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dialami secara personal, emosional, dan eksistensial. Selain itu, penggunaan bahasa lokal mendorong keterlibatan aktif jemaat dalam kehidupan bergereja, memperkuat rasa memiliki terhadap gereja, dan memperkokoh identitas komunitas iman. Revitalisasi bahasa lokal juga menjadi jembatan antara pesan Kitab Suci dengan pengalaman hidup jemaat, sehingga pewartaan Injil menjadi lebih relevan, bermakna, dan kontekstual. Secara teologis, penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi bahasa lokal merupakan tindakan misiologis yang selaras dengan visi Allah dalam Missio Dei. Landasan biblis seperti peristiwa Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:1–13) dan visi Wahyu 7:9 menunjukkan bahwa keberagaman bahasa bukan penghalang, melainkan sarana Allah untuk menyampaikan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Dengan demikian, revitalisasi bahasa lokal bukan sekadar upaya pelestarian budaya, tetapi sarana strategis untuk memperdalam iman jemaat, membangun komunitas yang hidup, dan menjamin pewarisan iman antar generasi.

PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI SUAMI YANG DITINGGALKAN ISTRI “Suatu Kajian Teologi Pastoral Terhadap Peran Pendampingan Pastoral Gereja Bagi Suami yang ditinggalkan Istri di Jemaat Emaus Kotalain, Klasis Rote Barat Daya”

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah perceraian dan perpisahan dalam rumah tangga Kristen merupakan realitas pastoral yang semakin kompleks, termasuk fenomena suami yang ditinggalkan oleh istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendampingan pastoral gereja bagi suami yang ditinggalkan oleh istri di Jemaat GMIT Emaus Kotalain, Klasis Rote Barat Daya (RBD), serta meninjau secara teologis praktik pendampingan pastoral yang telah dilakukan gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis-reflektif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan melibatkan pendeta dan rekan majelis jemaat, suami yang ditinggalkan istri, keluarga, serta unsur adat dan pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial-budaya, ekonomi, komunikasi, serta konstruksi maskulinitas patriarkal turut memengaruhi terjadinya perpisahan dan respons suami terhadap pendampingan pastoral gereja. Praktik pendampingan pastoral yang dilakukan gereja selama ini cenderung berfokus pada upaya rekonsiliasi dan penyatuan kembali secara fisik, namun belum sepenuhnya menerapkan fungsi-fungsi pendampingan pastoral secara holistik. Melalui kajian teologi pastoral dengan menggunakan fungsi-fungsi pastoral menurut Howard Clinebell, penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menghadirkan pendampingan yang menyembuhkan, menopang, membimbing, memulihkan, dan memelihara kehidupan suami yang ditinggalkan istri secara menyeluruh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi teologis dan praktis bagi pengembangan pelayanan pastoral gereja yang lebih kontekstual, inklusif, dan transformatif.

PERAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK GOLDEN AGE : Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Peran Orang Tua Bagi Pembentukan Karakter Anak Golden Age (0-6 Tahun) di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembentukan karakter anak pada usia Golden Age (0-6 tahun) merupakan tahap yang sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian dan iman anak di masa depan. Dalam iman Kristen, orang tua dipahami sebagai pendidik iman pertama dan utama bagi anak. Namun, realitas kehidupan keluarga masa kini menunjukkan adanya berbagai tantangan yang menyebabkan peran orang tua dalam pembentukan karakter anak belum berjalan secara optimal. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis, serta bagaimana gereja berperan sebagai mitra keluarga dalam mendukung proses tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age berdasarkan perspektif Pendidikan Agama Kristen, mengidentifikasi realitas praktik pengasuhan yang terjadi di jemaat, serta merumuskan refleksi teologis dan implikasi praktis bagi orang tua dan gereja. Penelitian ini juga bertujuan menegaskan kembali pentingnya sinergi antara keluarga dan gereja dalam pembinaan iman dan karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis-refleksi. Data diperoleh melalui wawancara dengan orang tua, guru Sekolah Minggu, guru PAUD, dan pengajar program pelayanan anak, serta melalui observasi dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan landasan teologis Alkitab dan teori Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menyadari pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini, namun keterbatasan waktu, pemahaman yang belum utuh tentang Golden Age, serta kesibukan pekerjaan menyebabkan pembentukan karakter anak belum dilakukan secara konsisten. Gereja telah menjalankan pelayanan anak, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh keterlibatan aktif orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter anak Golden Age akan berjalan lebih efektif apabila orang tua menjalankan perannya sebagai pendidik iman utama dan gereja hadir sebagai mitra yang mendampingi keluarga secara berkelanjutan.

PERSAUDARAAN DALAM KEBERAGAMAN Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Makna Tena El Dalam Relasi Islam dan Kristen di Jemaat GMIT Tena El’Ladon Klasis Alor Barat Laut

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertolak dari realitas kehidupan masyarakat Ladon, Klasis Alor Barat Laut, yang hidup dalam konteks keberagaman agama, khususnya relasi antara umat Kristen dan Islam. Di tengah pluralitas tersebut, masyarakat menghidupi nilai budaya lokal Tena’El yang dimaknai sebagai persaudaraan, persahabatan, dan kebersamaan lintas iman. Pokok persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana konteks wilayah dan jemaat GMIT Tena’El Ladon membentuk relasi Islam-Kristen, bagaimana makna dan nilai Tena’El dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan sosial-keagamaan, dan bagaimana nilai tersebut ditinjau secara teologis dalam terang Injil dengan menggunakan perspektif pluralisme agama menurut Paul F. Knitter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna Tena’El sebagai identitas lokal yang berperan dalam membangun relasi persaudaraan antara umat Kristen dan Islam, mengkaji praktik hidup bersama dalam keberagaman melalui pendekatan teologi agama-agama, serta menafsirkan nilai Tena’El sebagai bagian dari kesaksian iman Kristen yang kontekstual dan dialogis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologi agama-agama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan warga jemaat, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta umat Islam, observasi lapangan, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menafsirkan temuan penelitian dalam kerangka pluralisme agama Paul Knitter dan teologi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tena’El berfungsi sebagai modal sosial dan teologis yang memperkuat relasi persaudaraan Islam–Kristen di Ladon. Nilai ini tidak bertentangan dengan iman Kristen, melainkan sejalan dengan Injil yang menekankan kasih, penghargaan terhadap martabat manusia, dan hidup berdampingan secara damai. Tena’El menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan gereja hadir sebagai agen perdamaian dan memperteguh kesaksian iman di tengah masyarakat plural.

TRADISI EU’NAKAF (Menggunting Rambut) Suatu Tinjauan Kontekstual Tentang Makna Tradisi Eu’nakaf (Menggunting Rambut) dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, Klasis Amanuban Timur Selatan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis pelaksanaan dan makna tradisi Eu’nakaf (menggunting rambut) serta implikasinya bagi kehidupan iman Jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, Klasis Amanuban Timur Selatan. Tradisi Eu’nakaf merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Atoni Meto yang masih terus dipraktikkan hingga saat ini, khususnya dalam penerimaan anak. Dalam praktiknya, tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai ritual budaya, tetapi juga memiliki dimensi religius yang berkaitan dengan perlindungan, keselamatan, serta masa depan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, analitis, dan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan majelis jemaat, tokoh adat, serta anggota jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, dan didukung dengan studi kepustakaan. Analisis teologis dalam penelitian ini menggunakan tipologi hubungan Kristus dan kebudayaan menurut Niebuhr, khususnya tipologi ketiga tentang “Kristus di atas kebudayaan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Eu’nakaf mengandung nilai teologis, sosial, dan kultural yang penting, terutama sebagai ungkapan syukur dan penyerahan hidup kepada Allah, penguatan persekutuan jemaat, serta pelestarian identitas budaya lokal. Namun demikian, ditemukan pula adanya unsur-unsur tertentu yang berpotensi bertentangan dengan iman Kristen, seperti keyakinan tentang “mauputu” dan praktik ritual yang dapat menggeser peran Kristus sebagai satu-satunya sumber keselamatan. Oleh karena itu, tradisi Eu’nakaf perlu dimurnikan dan dimaknai kembali dalam terang Injil agar dapat menjadi sarana kontekstualisasi iman yang sehat, di mana kebudayaan tetap dihargai tanpa kehilangan pusat iman kepada Yesus Kristus.

KONSUMERISME DAN HIDUP UGAHARI: Suatu Tinjauan Teologi Terhadap Perilaku Konsumerisme dan Implikasinya Bagi Jemaat Efata Liliba

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku konsumerisme merupakan fenomena sosial yang semakin menguat dalam kehidupan masyarakat modern, termasuk dalam konteks kehidupan bergereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perilaku konsumerisme yang terjadi dalam Jemaat GMIT Efata Liliba, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta merefleksikan fenomena tersebut dalam terang ugahari, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuntitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara dengan warga jemaat serta pelayan gereja, yang kemudian dianalisis secara sosial dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumerisme dalam Jemaat GMIT Efata Liliba tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui interaksi berbagai faktor struktural dan kultural, seperti perkembangan teknologi digital, pengaruh media sosial dan iklan, lingkungan pergaulan, serta kedekatan geografis jemaat dengan pusat-pusat perbelanjaan modern. Konsumerisme tampak dalam pola konsumsi yang berorientasi pada keinginan, tren, dan simbol sosial, sehingga batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi kabur. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya tekanan ekonomi, melemahnya solidaritas sosial, munculnya ketimpangan relasi antarjemaat, serta pergeseran nilai-nilai spiritual seperti kesederhanaan, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam perspektif hidup ugahari, konsumerisme dipahami sebagai persoalan yang menyangkut moral individu, tetapi juga berkaitan dengan sistem ekonomi dan budaya yang populer. Iman Kristen tidak dapat dipisahkan dari praksis hidup ugahari terhadap ketidakadilan sosial. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk menghadirkan praksis iman yang membebaskan melalui pengembangan kesadaran kritis jemaat, diakonia yang transformatif, serta pembentukan pola hidup berjemaat yang berlandaskan pada nilai-nilai Kerajaan Allah, yaitu keadilan, kesederhanaan, solidaritas, dan kesejahteraan bersama.

Luka Yang Menubuh “Suatu Kajian Teologis Pemikiran Shelly Rambo Mengenai Konsep “Remaining” sebagai Luka Yang Menubuh dan Sumbangsihnya bagi Realitas Kekerasan Seksual di GMIT”

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan seksual merupakan realitas yang terus dihadapi gereja dan menimbulkan luka yang tidak selalu berakhir ketika peristiwa kekerasan berhenti. Dalam konteks ini, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berhadapan dengan pengalaman trauma para korban yang berlangsung secara berkelanjutan dalam tubuh, ingatan, dan relasi sosial mereka. Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran teologi trauma Shelly Rambo, khususnya konsep Remaining, sebagai luka yang menubuh, serta menelaah implikasinya bagi sikap dan pelayanan pastoral GMIT dalam merespons kasus kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis kontekstual. Sumber data primer berasal dari karya-karya Shelly Rambo, terutama Spirit and Trauma: A Theology of Remaining dan Resurrecting Wounds: Living in the Afterlife of Trauma, sedangkan sumber data sekunder meliputi literatur teologi trauma, dokumen gerejawi GMIT, serta laporan pendampingan Rumah Harapan GMIT pada periode 2020–2024. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Remaining menolong gereja untuk memahami trauma sebagai penderitaan yang tidak sepenuhnya selesai, melainkan tetap hadir dan bekerja dalam kehidupan para penyintas. Dalam konteks GMIT, kehadiran Rumah Harapan menunjukkan komitmen pastoral gereja terhadap korban kekerasan seksual. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan pastoral GMIT masih cenderung berfokus pada pemulihan yang cepat dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pengakuan atas luka yang menubuh ke dalam sistem pastoral, disiplin gereja, dan spiritualitas jemaat. Oleh karena itu, skripsi ini menegaskan pentingnya pengembangan sikap pastoral yang lebih peka terhadap trauma, yang tidak mengabaikan tubuh yang terluka, ingatan yang rapuh, dan relasi sosial yang retak, serta bersedia tinggal bersama luka sebagai bagian dari kesetiaan iman Kristen.

REMAJA DI ERA DIGITAL “Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pemahaman Diri Remaja Dalam Mencari Identitas Diri Pada Era Digital dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan”

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan teknologi digital membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan remaja, khususnya dalam proses pencarian identitas diri. Remaja hidup di tengah arus informasi yang cepat, budaya media sosial, dan tuntutan untuk membangun citra diri yang ideal, sehingga sering kali mengalami kebingungan identitas, tekanan psikologis, serta ketergantungan pada pengakuan eksternal. Kondisi ini juga dialami oleh remaja di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana remaja mencari dan membentuk identitas diri di era digital, serta bagaimana gereja berperan dalam mendampingi proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pencarian identitas diri remaja pada era digital dan merumuskan bagaimana remaja dapat memahami dan mencari identitas diri pada era digital saat ini dengan baik, penelitian ini juga ingin menegaskan peran gereja sebagai komunitas iman yang aman, menerima, dan mendampingi remaja dalam pergumulan hidup mereka, sehingga remaja dapat membangun identitas diri yang berakar pada iman Kristen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskpsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi. Kajian ini memanfaatkan teori perkembangan remaja, refleksi teologis berdasarkan Alkitab, serta pemikiran Andrew Root tentang pelayanan remaja yang berpusat pada relasi dan pengalaman hidup sebagai ruang perjumpaan dengan Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas diri remaja di era digital cenderung rapuh apabila dibangun di atas standar budaya digital seperti popularitas dan citra diri. Oleh karena itu, gereja memiliki peran penting untuk menghadirkan pendidikan agama kristen yang berpusat pada relasi, pendampingan yang setia, dan komunitas yang menerima remaja apa adanya. Bagi Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan, implikasi pendidikan agama Kristen ini menegaskan bahwa gereja perlu menjadi ruang aman yang menolong remaja memahami dan menemukan identitas diri mereka sebagai pribadi yang dikenal, dikasihi, dan dipanggil Allah di tengah tantangan era digital. Kata Kunci: Remaja, Identitas diri, Era digital, Pelayanan Pastoral, GMIT Gunung Sinai Naikolan

PENGEMBANGAN TEH CELUP DAUN KELOR JAHE SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGEMBANGAN TEH CELUP DAUN KELOR JAHE SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Maus, S.F)* Ballo.A)** Ledo, S.E.M)** Teh adalah minuman yang sangat umum dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebiasaan minum teh sudah dikenal tidak hanya di Indonesia tetapi hampir di seluruh dunia. teh memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Senyawa dalam teh dapat menyembuhkan beberapa penyakit ringan dan mencegah timbulnya beberapa penyakit serius. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pH, uji tingkat kesukaan konsumen dari parameter organoleptik aroma, rasa dan warna dan kadar air dan kadar abu pada pembuatan teh celup berbahan dasar kelor dengan variasi konsentrasi jahe. Penelitian ini dilakukan diLaboratorium Pendidikan Biologi UKAW kupang dan diLaboratorium Kimia Universitas Nusa Cendana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan ( 3 pengulangan). Perbandingan daun kelor dan jahe dengan variasi perlakuan meliputi: (P0) 100 % : 0%, ( P1) 90 % : 10 %, ( P2 ) 80 % : 20 %, ( P3) 70 % : 30 %. Parameter yang diuji yaitu pH dengan nilai tertinggi pada P3: 5,52% dan terendah P1: 5,22%, uji organoleptik yang meliputi parameter aroma di perolehF hitung 7,316,df=3, dan nilai P 0,000 0,005, rasa di peroleh F hitung 17,786, df=3, dengan nilai P 0,000 0,005, warna diperoleh F hitung 4,626, df=3, dengan nilai P 0.005, dan uji proksimat meliputi kadar air dan kadar abu. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan Hasil Uji proksimat untuk mengukur kandungan gizi teh celup kelor jahe kadar air tertinggi pada perlakuan P1 sebesar 35% kadar abu tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 83%. Kata Kunci: Teh celup kelor jahe merah,pH,organoleptik dan proksimat. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT DEVELOPMENT OF GINGER MORINGA TEABAGS AS A HEALTH DRINK Maus, S.F)* Ballo.A)** Ledo, S.E.M)** Tea is a very common drink in our daily life. The habit of drinking tea is known not only in Indonesia but almost throughout the world. Tea has many health benefits. The compounds in tea can cure several minor illnesses and prevent the onset of several serious illnesses. The aim of this research is to determine the pH, test the level of consumer preference from the organoleptic parameters of aroma, taste and color and water content and ash content in making moringa-based tea bags with variations in ginger concentration. This research was conducted at the UKAW Kupang Biology Education Laboratory and at the Chemistry Laboratory at Nusa Cendana University. The method used in this research was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments (3 repetitions). The comparison of Moringa leaves and ginger with various treatments includes: (P0) 100 % : 0%, (P1) 90 % : 10 %, (P2) 80 % : 20 %, (P3) 70 % : 30 %. The parameters tested were pH with the highest value at P3: 5.52% and the lowest at P1: 5.22%, the organoleptic test which included aroma parameters was obtained F hitung 7.316, df = 3, and P value of 0.000 0.005, taste was obtained F hitung 17.786, df = 3, with P value of 0.000 0.005, color was obtained F hitung 4.626, df=3, with P value of 0.005, and proximate tests include water content and ash content. Based on the results of the ANOVA test, proximate test results were obtained to measure the nutritional content of ginger moringa tea bags, the highest water content in treatment P1 was 35%, the highest ash content in treatment P2 was 83%. Keywords: Red ginger Moringa tea bags, pH, organoleptic and proximate. Information: *) Researcher **)Advisor