Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan antara PT. Gaya Abadi Sempurna Tbk dan PT. Bintang Oto Global Tbk, dua perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan barang konsumen non-primer dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan didirikan sebagai usaha yang bertujuan untuk memperoleh laba yang maksimal agar tujuan perusahaan itu tercapai maka perusahaan harus dapat mengelola keuangannya dengan baik.salah satu aspek yang penting untuk dikelola dengan baik adalah kinerja keuangan. Kinerja Keuangan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui keadaan keuangan perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Pengukuran kinerja keuangan dilakukan melalui 8 ratio yakni Current ratio, Quick ratio, Debt To Asset Ratio, Debt To Equity Ratio, Inventory TurnOver, Total Asset TurnOver, Return On Invesment, Return On Equity. Current Ratio, merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo. Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.Rasio cepat (Quick Ratio) atau rasio sangat lancar atau acid test ratio merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory). Artinya, nilai sediaan kita abaikan, dengan cara dikurangi dengan nilai total aktiva lancar. Hal ini dilakukan karena sediaan dianggap memerlukan waktu relatif lebih lama untuk diuangkan, apabila perusahaan membutuhkan dana cepat untuk membayar kewajibannya dibandingkan dengan aktiva lancar lainnya.Menurut Kasmir (2019:112) Debt To Asset Ratio atau Debt Ratio, merupakan rasio utang yang diguanakan untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh