2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembentukan karakter anak pada usia Golden Age (0-6 tahun) merupakan tahap
yang sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian dan iman anak di masa
depan. Dalam iman Kristen, orang tua dipahami sebagai pendidik iman pertama
dan utama bagi anak. Namun, realitas kehidupan keluarga masa kini menunjukkan
adanya berbagai tantangan yang menyebabkan peran orang tua dalam
pembentukan karakter anak belum berjalan secara optimal. Berdasarkan konteks
tersebut, penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana peran orang tua dalam
pembentukan karakter anak Golden Age di Jemaat GMIT Batu Karang
Nonohonis, serta bagaimana gereja berperan sebagai mitra keluarga dalam
mendukung proses tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age berdasarkan
perspektif Pendidikan Agama Kristen, mengidentifikasi realitas praktik
pengasuhan yang terjadi di jemaat, serta merumuskan refleksi teologis dan
implikasi praktis bagi orang tua dan gereja. Penelitian ini juga bertujuan
menegaskan kembali pentingnya sinergi antara keluarga dan gereja dalam
pembinaan iman dan karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis-refleksi. Data
diperoleh melalui wawancara dengan orang tua, guru Sekolah Minggu, guru
PAUD, dan pengajar program pelayanan anak, serta melalui observasi dan studi
kepustakaan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen. Analisis data
dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan landasan teologis Alkitab
dan teori Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar orang tua menyadari pentingnya pembentukan karakter anak sejak
usia dini, namun keterbatasan waktu, pemahaman yang belum utuh tentang
Golden Age, serta kesibukan pekerjaan menyebabkan pembentukan karakter anak
belum dilakukan secara konsisten. Gereja telah menjalankan pelayanan anak,
tetapi belum sepenuhnya didukung oleh keterlibatan aktif orang tua. Penelitian ini
menegaskan bahwa pembentukan karakter anak Golden Age akan berjalan lebih
efektif apabila orang tua menjalankan perannya sebagai pendidik iman utama dan
gereja hadir sebagai mitra yang mendampingi keluarga secara berkelanjutan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi digital membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan remaja, khususnya dalam proses pencarian identitas diri. Remaja hidup di tengah arus informasi yang cepat, budaya media sosial, dan tuntutan untuk membangun citra diri yang ideal, sehingga sering kali mengalami kebingungan identitas, tekanan psikologis, serta ketergantungan pada pengakuan eksternal. Kondisi ini juga dialami oleh remaja di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana remaja mencari dan membentuk identitas diri di era digital, serta bagaimana gereja berperan dalam mendampingi proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pencarian identitas diri remaja pada era digital dan merumuskan bagaimana remaja dapat memahami dan mencari identitas diri pada era digital saat ini dengan baik, penelitian ini juga ingin menegaskan peran gereja sebagai komunitas iman yang aman, menerima, dan mendampingi remaja dalam pergumulan hidup mereka, sehingga remaja dapat membangun identitas diri yang berakar pada iman Kristen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskpsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi. Kajian ini memanfaatkan teori perkembangan remaja, refleksi teologis berdasarkan Alkitab, serta pemikiran Andrew Root tentang pelayanan remaja yang berpusat pada relasi dan pengalaman hidup sebagai ruang perjumpaan dengan Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas diri remaja di era digital cenderung rapuh apabila dibangun di atas standar budaya digital seperti popularitas dan citra diri. Oleh karena itu, gereja memiliki peran penting untuk menghadirkan pendidikan agama kristen yang berpusat pada relasi, pendampingan yang setia, dan komunitas yang menerima remaja apa adanya. Bagi Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan, implikasi pendidikan agama Kristen ini menegaskan bahwa gereja perlu menjadi ruang aman yang menolong remaja memahami dan menemukan identitas diri mereka sebagai pribadi yang dikenal, dikasihi, dan dipanggil Allah di tengah tantangan era digital.
Kata Kunci: Remaja, Identitas diri, Era digital, Pelayanan Pastoral, GMIT Gunung Sinai Naikolan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul “Tinjauan Kriminologi terhadap Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor”. Masalah dalam penelitian ini adalah; Faktor-faktor apakah yang menyenyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyenyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan faktor yang menyenyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini dilakukan pada lima putusan yaitu; Nomor : 33/Pid.B/2014/Pn.Wkb (Pn.Waikabubak), Nomor: 67/Pid.B/ 2015/PN. Bon (Pn.Bontang) Nomor: 09/Pid.B/2016/PN.Unh. (Pn. Unaaha), Nomor: 348/Pid.B/2013/Pn.Gs.(Pn. Gunung Sugih), Nomor: 193/Pid.B/ 2013/PN.Klk.(Pn. Kolaka). Variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalah faktor Sosiologi Kriminal yang menyenyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah putusan pengadilan terhadap tindak pidana pencurian sepeda motor. Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang menyenyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor adalah faktor Kesadaran hukum, faktor Minuman keras ,faktir individu, faktor lingkungan dan faktor ekonomi. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah bagi Lembaga Pemasyarakatan, diharapkan kepada Lapas untuk memberikan pembinaan dan pembekalan ketrampilan secara berkelanjutan kepada narapidana sebagai suatu upaya pembekalan terhadap narapidana guna menghadapi kehidupan di lingkungan masyarakat untuk kedepannya
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Tinjauan Kriminologi terhadap Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor”. Masalah dalam penelitian ini adalah; Faktor-faktor apakah yang menyenyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyenyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan faktor yang menyenyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini dilakukan pada lima putusan yaitu; Nomor : 33/Pid.B/2014/Pn.Wkb (Pn.Waikabubak), Nomor: 67/Pid.B/ 2015/PN. Bon (Pn.Bontang) Nomor: 09/Pid.B/2016/PN.Unh. (Pn. Unaaha), Nomor: 348/Pid.B/2013/Pn.Gs.(Pn. Gunung Sugih), Nomor: 193/Pid.B/ 2013/PN.Klk.(Pn. Kolaka). Variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalah faktor Sosiologi Kriminal yang menyenyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah putusan pengadilan terhadap tindak pidana pencurian sepeda motor. Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang menyenyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor adalah faktor Kesadaran hukum, faktor Minuman keras ,faktir individu, faktor lingkungan dan faktor ekonomi. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah bagi Lembaga Pemasyarakatan, diharapkan kepada Lapas untuk memberikan pembinaan dan pembekalan ketrampilan secara berkelanjutan kepada narapidana sebagai suatu upaya pembekalan terhadap narapidana guna menghadapi kehidupan di lingkungan masyarakat untuk kedepannya
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The title of this research is "A Study on English Teacher Lesson Plan based on Components of 2013 Curriculum in Teaching English for Fourth Grade Students at SD Inpres Naikoten 1 Kupang in the Academic Year 2019/2020". The problem of this research is "What are the components of the 2013 curriculum that are applied by English teachers in designing lesson plans at SD Inpres Naikoten 1 Kupang?". The objectives of this research is to find out the components of 2013 Curriculum applied by English teacher lesson plans at SD Inpres Naikoten 1 Kupang. This research uses descriptive qualitative method. The data resource of this study were 4 documents of lesson plans taken by the writer from one English teacher at SD Inpres Naikoten 1 Kupang. After obtaining the data, the perform an analysis of the components of the 2013 Curriculum which were applied by English teacher in designing lesson plans. The results showed that from 4 documents of lesson plans that designed by the English teacher at SD Inpres Naikoten 1 Kupang did not applied 5 components from 13 components that refer to the Regulation of the Ministry of Education and Culture Number 22 in 2016, but she applied 8 components that refer to the circular of Regulation of the Minister of Education and Culture Number 14 in 2019. Because, from 13 components of lesson plan regulated in Regulation of the Ministry of Education and Culture Number 22 in 2016 simplified into the core components which are objectives of learning, learning steps, and assessment, while the others components are complementary. English teacher also joint two components into one component, which are learning media and learning resources.