2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran berupa handout berbasis problem solvingpada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada pokok bahasan jamur (fungi).
Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan atau dikenal dengan metode Research and Development. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, tahapan dalam proses penelitian ini adalah tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan pengujian. Validasi dilakukan oleh ahli desain, ahli media dan ahli materi. Kemudian media pembelajaran diuji coba oleh siswa. Setelah dilakukan validasi, media memenuhi kriteria interaktif yang layak, baru dilakukan pengujian atau penelitian untuk mengatahui kelayakan di lapangan. Penelitian ini dilakukan di SMA PGRI Kupang dengan melibatkan 14 siswa. Metode pengumpulan data adalah angket, data kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil kelayakan ahli materi pada persentase 97,82% termasuk dalam kategori sangat layak. Ahli desain pada persenrase 95,45%, termasuk dalam kategori sangat layak. Sedangkan ahli media pada persentase 88,09%, termasuk dalam kategori sangat layak. Hasil uji coba siswa pada kelompok kecil dan kelompok besarmemperoleh persentase 88,23% dan 87,07% termasuk dalam kategori baik.Persentase penilaian menunjukkan adanya respon positif terhadap handout berbasis problem solving yang dikembangkan sehingga menunjukkan bahwa handout yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena handout berbasis problem solving sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hal ini dikarenakan handout berbasis problem solvingyang dikembangkan memiliki kelebihan tersendiri, dimana karakter gambar yang terdapat pada handout di buat dengan desain yang menarik dan gambar yang ada di dalam handout dapat menarik perhatian siswa sehingga materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami siswa serta dapat membantu guru untuk mengajar materi jamur
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Konsep diri merujuk pada bagaimana individu memahami dirinya sebagai pribadi, jika dihadapkan dengan tugas-tugas perkembangannya sesuai dengan tuntutan pribadi yang dihadapkan dan tuntutan lingkungan dalam upaya mengoptimalkan potensinya. Kemandirian belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih di dorong oleh kemauan sendiri, dan tanggung jawab sendiri oleh pembelajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan kemandirian dengan hasil belajar biologi pada siswa kelas XIB SMP Angkasa Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas IXB yang berjumlah 29 orang. Data konsep diri dan kemandirian belajar diambil menggunakan angket. Sedangkan hasil belajar diambil dari nilai ulangan siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan uji linieritas sedangkan uji hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil analisis pertama menunjukkan nilai sig=0,003 lebih kecil dari = 0,05 hal ini berarti ada hubungan positif dan signifikan antara antara konsep diri dengan hasil belajar, dengan koefisien hubungan tinggi. Hasil pengujian kedua menunjukkan nilai sig=0,001 lebih kecil dari = 0,05 hal ini berarti ada hubungan positif dan signifikan antara antara kemandirian belajar dengan hasil belajar, dengan hubungan koefisien sedang. Hasil pengujian ketiga menunjukkan nilai sig. F Change diperoleh sebesar 0,002 lebih kecil dari nilai= 0,05 Artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara konsep diri dan kemandirian belajar dengan hasil belajar.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuhan asam (Tamarindus indica L ) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dibudidayakan di negara tropis sehingga dapat dengan mudah ditemukan termasuk di Indonesia. Tumbuhan ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisonal Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daging buah asam Tamarindus indica terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan konsentrasi optimum dari estrak daging buah asam dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen laboratorium dengan 4 perlakuan yaitu konsentrasi 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,6% dan 1 kontrol tanpa pemberian ekstrak dengan 3 kali ulangan. Hasil pengamatan diameter zona hambat dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi (ANOVA) satu jalur dengan signifikansi 5%.Analisis statistik dilakukan menggunakan program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daging buah asam berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Hal ini dapat dilihat dar konsentrasi yang digunakan mulai dari 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,6% memiliki rata-rata zona hambat yang berkisar antara 6 mm, 6,66 mm, dan 6,3 mm. Dengan demikian semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, maka semakin besar daya hambat yang terbentuk.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
“Analisis Kandungan Polifenol Pada Buah Markisa Hutan (Passiflora foetida Lingularis) Dengan Spektrofotometri UV Visibel”,
Nahak ,Y) * Rafael, A)** Ngginak, J)**
Markisa hutan (P. foetidaLingularis) merupakan tumbuhan yang tumbuh liar dan merambat, markisa hutan memiliki fungsi sebagai obat untuk mengobati anemia, kanker, tekanan darah, guzi dan gigi, gangguan ginjal, diabetes, dan stres. salah satu senyawa yang terkandung dalam tumbuhan adalah polifenol, polifenol memiliki tanda khas yaitu banyak gugus fenol dalam molekulnya, manfaat dari polifenol adalah menurunkan kadar gula darah, dan melindungi terhadap penyakit kanker dan membantu melawan pembentukan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan polifenol pada buah markis hutan (P. foetida Lingularis) dengan metode Spektrofotometri UVVisible, sampel dimeserasi dengan etanol 96% dan dipekatkan dengan menggunakan Rotary evaporator pada suhu 40◦C ekstrak yang didapatkan ditentukan kadar senyawa fenolat dengan menggunakan metode folin ciocalteu. Persamaan linearitas asam galat yang digunakan dalam penentuan kadar senyawa fenolat didalam sampel adalah y: 0,006x+ 0,081.dengan koefesien korelasi r^2: 0, 997 yang diukur pada serapan maksimum 761,5 nm, kadar senyawa fenolat rata-rata yang didapatkan pada sampel adalah 130.3 mg/ml.
Kata Kunci: Markisa hutan , Polifenol, Spektrofotometri UV Visibel.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINJAUAN TENTANG SARANA DAN PRASARAN OLAHRAGA DI SMA NEGERI 1 KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG Danny Christian Kapitan1* , Andreas J. F. Lumba2, Alventur Baun3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia. Email. [email protected] Latar belakang: Sarana dan prasarana merupakan hal yang sangat vital dan hal yang sangat penting dalam menunjang kelancaran atau kemudahan dalam proses pembelajaran, dalam kaitannya dengan pendidikan yang membutuhkan sarana dan prasaran dan juga pemanfaatannya baik dari segi intensitas kreatifitas dalam penggunaannya oleh guru maupun oleh siswa/i dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui sarana dan prasarana olahraga sepak bola dan bola voli di SMA Negeri 1 Kupang Timur. Metode penelitian: Peneliti menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif naturalistik. Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab, mendekati, mengamati, menjelaskan dan menganalisis suatu fenomena dari setiap persoalan yang di temukan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dan Pembahasan: 1) Sarana dan prasarana sepak bola 2) Sarana dan prasarana bola voli Kesimpulan: Domingos Soares Pinto, S.Pd, Guru penjas SMA Negeri 1 Kupang Timur mampu mengatasi masalah kekurangan sarana dan prasarana dalam kegiatan pembelajaran penjas khususnya permainan bola kaki dan bola voli.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses belajar mengajar merupakan interaksi berkelanjutan antara perilaku guru dan perilaku peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga di Sekolah akan berjalan efektif apabila semua unsur bersinergi. Akibat pandemi covid-19, banyak sekolah dan perguruan tinggi ditutup sehingga bukan pembelajaran tatap muka melainkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tujuan penelitian: Untuk mengetahui proses pembelajaran penjasorkes pada masa pandemic covid-19 di SD GMIT Pariti. Metode penelitian: Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi penyajian data, pengolahan data, penarikan kesimpulan.Pengujian keabsahan data meliputi kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas dan konfermabilitas. Hasil dan pembahasan: Proses pembelajaran penjasorkes saat ini, dilaksanakan secara jarak jauh. Pihak sekolah tidak mengharuskan siswa ke sekolah untuk melakukan pembelajaran, sehingga alternatif yang digunkaan oleh sekolah adalah memberikan materi dan tugas pembelajaran kepada siswa untuk belajar dari rumah.Pembelajaran penjasorkes saat ini, tetap memperhatikan aspek afektif, kognitif dan psikomotor siswa, pada saat pembagian materi pembelajaran kepada siswa untuk dipelajari. Dalam pembagian tugas dan materi, siswa dikelompokan 2 sampai 3 orang untuk dapat belajar bersama, dikerenakan setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda, akan tetapi ada beberapa siswa yang harus dibimbing secara khusus di sekolah. Simpulan:Pada masa pendemic covid-19 saat ini, SD GMIT Pariti melakukan kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh. Guru penjasorkes harus memiliki kemampuan merancang, pelaksanaan dan evaluasi hasil belajar siswa dengan baik pada masa pandemic covid-19 saat ini.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan mangrove merupakan suatu ekosistem perpaduan antara ekosistem lautan dan daratan dan berkembang terutama di daerah tropika dan sub tropika yaitu pada pantai- pantai yang landai, muara sungai dan teluk yang terlindung dari hempasan gelombang air laut. Dengan demikian hutan mangrove merupakan penyangga ekosistem daratan dan lautan, dan merupakan mata rantai yang sangat penting dalam memelihara keseimbangan biologi di suatu perairan (Harahap, 2010). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis komunitas mangrove di Desa Holulai Kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Line Transect. Analisis data menggunakan kerapatan jenis, kerapatan relatif jenis, frekuensi jenis dan indeks keanekaragaman. Terdapat 5 jenis mangrove yang ditemukan di Desa Holulai Kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao yaitu Sonneratia caseolaris, Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa dan Sonneratia alba. Jenis yang memiliki kerapatan yang tinggi ditemukan pada tingkat pohon yaitu jenis Sonneratia caseolaris dengan kerapatan 0.11 ind/m2 dan kerapatan relatif 34.37%. Jenis yang memiliki kerapatan yang rendah terdapat pada Sonneratia alba pada tingkat pohon dengan nilai kerapatan sebesar 0.02 ind/m2 dengan kerapatan relatif sebesar 7.14%.Indeks keanekaragaman ekosistem mangrove di kawasan Desa Holulai tergolong rendah, yaitu (H’)=H’1.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia memiliki posisi sangat strategis dalam organisasi, artinya unsure manusia memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan. Untuk itulah eksistensi sumber daya manusia dalam organisasi sangat kuat.
Ilyas (2005:55) mengatakan bahwa kinerja adalah penampilan, hasil karya personil baik kualitas, maupun kuantitas penampilan individu maupun kelompok kerja personil, penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personil yang memangku jabatan fungsional maupun struktural tetapi juga kepada keseluruhan jajaran personil di dalam organisasi. Henry Simamora (2004:610) Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.
Disiplin merupakan pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam sebuah organisasi. (2001:12) menyatakan bahwa lingkungan kerja bisa disebut baik atau sesuai jika manusia bisa menjalankan aktivitas dengan optimal, sehat, amakan dan nyaman.
Kesesuaian lingkungan kerja bisa dilihat dari dalam jangka waktu yang lama lebih jauh dari lingkungan-lingkungan kerja yang kurang baik bisa menuntut tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung didapatkannya rancangan sistem kerja yang efisien. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Amarasi Selatan. Yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Amarasi Selatan? Bagaimana lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Amarasi Selatan?.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Amarasi Selatan dan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Amarasi Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah 16 orang pegawai dan semuanya dijadikan sampel.
Metode analisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menujukan bahwa Disiplin Kerja tidak memiliki pengaruh terhadap Kinerja Pegawai hal ini dibuktikan dengan diperoleh thitung -1,743 < ttabel 1,771 dengan taraf signifikan 0,105 > 0,05. Nilai -1,743 lebih kecil dari 1,771 menunjukan thitung lebih kecil dari ttabel. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil penelitian menujukan bahwa Lingkungan Kerja memiliki pengaruh terhadap Kinerja Pegawai hal ini dibuktikan dengan diperoleh thitung 5, 290 > ttabel 1,771, dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05. Nilai 5, 290 lebih besar dari 1,771 menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai . Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,687. Hal ini berarti 68,7% variasi variabel Kinerja Pegawai (Y) ditentukan oleh kedua variabel independen yaitu Disiplin Kerja (X1) dan Lingkungan Kerja (X2). Sedangkan sisanya 31,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti Dari hasil perhitungan uji F dapat diketahui bahwa nilai Fhitung adalah 14,279 dengan tingkat signifikan 0,001, sedangkan Ftabel 3,80 dengan signifikan 0,05. Dengan demikian Fhitung > Ftabel yakni 14,279 > 3,80 Nilai 14,279 lebih besar dari 3,80 menunjukkan Fhitung lebih besar dari Ftabel, artinya Ha diterima, Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai.
Implikasi terapan dalam penelitian ini adalah disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, selain itu,tanggapan responden terendah pada variabel disiplin kerja yaitu indikator menggunakan peralatan kantor dengan baik, Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, selain itu,tanggapan responden terendah pada variabel lingkungan kerja yaitu indikator penerangan/cahaya di tempat kerja.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan handout berbasis hewan vertebratapada dunia animalia sebagai bahan ajar yang layak digunakan didalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Persentase Hasil penelitian yang diperoleh dari uji ahli materi 75%, uji ahli desain 93,18%, uji ahli media 95,96%, uji kelompok kecil 97,18% dan uji kelompok besar 93,56%. Presentase penilaian menunjukkan adanya respon yang sangat baik terhadap handout berbasis hewan vertebrata yang dikembangkan sehingga menunjukkan bahwa handout berbasis hewan vertebrata yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena handout berbasis hewan vertebrata tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran, Hal ini dikarenakan handout berbasis hewan vertebrata pada dunia animalia yang dikembangkan memiliki kualifikasi sangat baik. Selain itu, handout berbasis hewan vertebrata memiliki kelebihan tersendiri, dimana karakter gambar yang terdapat pada handout dapat menarik perhatian siswa sehingga materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami siswa serta dapat membantu guru untuk mengajar materi dunia animalia.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan mencari hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ex post facto dengan desain korelasi, variabel (X) minat belajar dan hasil belajar (Y). Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan biologi semester 3 yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan angket, data dianalisis dengan statistik inferensial berbantuan SPSS. Hasil pengujian uji Lineritas pada Deviation from Linearity Sig adalah 0,324 lebih besar dari 0,05. Sedangkan hasil pengujian hipotesis korelasi Product Moment menunjukkan nilai sig = 0,000 lebih kecil dari = 0,05 terdapat hubungan pembelajaran yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar mahasiswa, dengan koefisien hubungan kuat dan tinggi. Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar mahasiswa dengan hasil belajar mahasiswa, dengan koefesien hubungan kuat dan tinggi. Artinya semakin baik minat belajar mahasiswa maka akan semakin meningkat hasil belajar mahasiswa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH MEDIA DAN PEMBERIAN BIO-URINE TERHADAP PERTUMBUHAN KABESAK (Acacioleucophloea) Yahbrob, B.)* Hendrik, A. Ch.) ** Daud, Y.)** Di Pulau Timor Kabesakmerupakanjenistanaman yang tumbuh liar danmemilikibanyakmanfaat. DaunKabesakpadasaatmusimkeringmasihditemukanhijausehinggadigunakansebagaipakanmenggantikanrumput yang sudahkering. SelainitubatangkayuKabesak juga digunakanmasyarakatsebagaikayukonstruksidanmebel.PemanfaatanKabesak yang cukuptinggiolehmasyarakatPulau Timor dapatmenyebabkanpenurunanpopulasiKabesak. Tidaktersediadipersemaiansehinggatidakdapatmengadakanbibitdenganjumlahbanyakdalamwaktu yang cepat. Keterbatasan-keterbatasantersebutmenjadisuatualasankuatuntukmencobaalternatif lain diantaranyamemanfaatkanpengadaanbibitdengansemaiatauanakanalam. Dimanaanakanalamakantumbuhdenganbaikapabiladiletakanpada media tanam yang suburdandiberinutrisitambahanseperti POC bio-urine. Tujuanpenelitianiniyaituuntukmengetahuikomposisi media tanamdanpengaruhkonsentrasi bio-urine yang baikterhadapcabutansemaikabesak. Penelitianinimerupakanpenelitianeksperimendenganmenggunakan RAL faktorialdengan 2 faktor. Faktorpertama Bio-urine dengan 4 tarafperlakuan, factor keduadengan 5 tarafperlakuanmakadiperoleh 20 unit percobaan yang diulangsebanyak 4 kali. Paremeterpengamatandalampenelitianinimeliputitinggitanaman,diameterbatangdanjumlahdaun. Hasilpenelitianmenunjukkanadanyapengaruh yang nyataperlakuan media tanamdankombinasiperlakuan bio-urine terhadaptinggitanaman yang terdapatpadaperlakuan P2U2 (Media tanah 50% : media sekambakar 50% + bio-urine 200 ml), jumlahdaunterdapatpadaperlakuan P2U2 (Media tanah 50% : media sekambakar 50% + bio-urine 200 ml) dan diameter batangterdapatpadaperlakuan P4U3 (Media sekambakar 100% + Bio-urine 300 ml) Kata kunci :Kabesak, Bio urine dan media tanam.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berupa buku saku terhadap hasil belajar IPA terpadu di kelas VIII SMP N I Kupang Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen yaitu bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variable terikat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 150 siswa dan sampel kelas VIIA dan kelas VIIIB berjumlah 26 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Posttest. Data hasil belajar siswa diperoleh menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS versi 22. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai F sebesar 0,740 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai t 7,875 dengan signifikan 0.000 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar, ini membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konse dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan penggunaan media buku saku memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hasil ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang lebih tinggi yaitu C1 96,15%, C2 94,32%, C3 86,15% dan C4 55,38%. Dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam proses pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami, menerapkan dan menganalisis apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media buku saku terhadap hasil belajar siswa
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman anggrek merupakan jenis tanaman hias yang sangat prospektif dan mempunyai nilai ekonomis tinggi karena bentuk dan warna bunga yang menarik serta mempunyai daya tahan yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui jenis-jenisdan karakteristik habitat Anggrek yang terdapat di kawasan Hutan Fatuleu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling melalui tahapan identifikasi. Metode yang digunakan metode jelajah (cruise method). Analisis data dengan menghitung indeks keanekaragaman. Jenis tumbuhan anggrek yang ditemukan di Kawasan Hutan Fatuleu kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang terdapat 7 jenis anggrek yaitu Calanthe triplicata, Dendrobium crumenatum, Nervilia punctata, Vanda tricolor, Platanthera angustata, Platanthera elegans dan Pomatocalpa spicata. Nilai indeks keanekaragaman (H’) tumbuhan anggrek masuk dalam kategori sedang yaitu 1,831201. Demikian dapat disimpulkan bahwa anggrek yang ditemukan di Kawasan Hutan Camplong yaitu 7 jenis 3 jenis anggrek epifit dan 4 jenis anggrek terestrial. Parameter lingkungan habitat anggrek di kawasan hutan Camplong berdasarkan suhu, kelembaban dan intensitas cahaya. Berdasarkan kelembaban udara tergolong tinggi, berdasarkan suhu tergolong sedang hingga dingin dan berdasarkan intensitas cahaya tergolong sedang.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan aktivitas belajar IPA terpadu di SMP Negeri 1 Taebenu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatf. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes angket, dan dokumentasi. Tes angket yang digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, sedangkan dokumentasi dilakukan untuk mengambil gambar disetiap tes berlangsung terhadap upaya peningkatan aktivitas belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Adapun indikator keberhasilan tindakan ditandai dengan minimal 80% dari jumlah siswa pada kategori baik dan sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar IPA Terpadu siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tes angket. mengalami peningkatan 74%, pada nilai sikap dan nilai tanggung jawab sangat menurun. Aktivitas belajar IPA Terpadu pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu pada grafik 4.1 meningkat 80%, siswa pada kategori baik, sedangkan pada grafik 4.2 presentase yang paling baik yaitu nilai sikap 74% dan nilai tanggung jawab 68%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) Talo, W. D. C.)* Solle, H. R. L.)** Daud, Y.)** Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan banyak manfaatnya bagi manusia, tingginya kebutuhan komsumsi mengakibatkan budidaya bawang merah yang tidak memperhatikan faktor lingkungan seperti penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan sehingga mengakibatkan tanah menjadi padat. Pemberian pupuk organik cair (POC) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah karena kandungan hara mikro maupun makro serta mampu memperbaiki kualitas tanah. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair kotoran ayam terhadap pertumbuhan umbi bawang merah (Allium cepa L.). Metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari A0 (240ml air), A1 (100ml POC), A2 (200ml POC), A3 (300ml POC), A4 (400ml POC) dan A5 (500ml POC), Parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai F hitung tinggi tanaman (2.70) > F tabel 0.05 (2.62) dan F hitung jumlah daun (2.67) > F tabel 0.05 (2.62). Pemberian POC kotoran ayam memberikan pengaruh pada tinggi tanaman dan jumlah daun menunjukkan ketersedian unsur hara melalui pemberian POC kotoran ayam mampu menunjang pertumbuhan vegetatif tanaman secara optimal, dan dapat di simpulkan pemberian POC kotoran ayam berpengaruh pada pertumbuhan umbi bawang merah (Allium cepa L.). Pemberian POC kotoran ayam pada perlakuan A3 (300ml) lebih baik dibandingkan dengan A0 (240ml air), A1 (100ml POC) A2 (200ml POC), A4 (400ml POC), dan A5 (500ml POC). Kata kunci: bawang merah, pupuk organik cair, kotoran ayam.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Etnobotani Tumbuhan Kosmetik Alami di Desa Haitimuk Kabupaten Malaka
Nahak, A.D)* Rupidara, A.D.N)** Bullu, N.I)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan jenis-jenis tumbuhan dan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan kosmetik alami. Penelitian ini termasuk penelitian survey eksploratif dengan metode teknik wawancara yang meliputi wawancara semi terstruktur (semi terstruktured interview), wawancara terbuka (tidak terstruktur). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Masyarakat Haitimuk Umaau terdiri dari 10 spesies dan masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 8 spesies sebagai bahan kosmetik alami. Organ yang digunakan masyarakat Haitimuk Umaau terdiri dari 5 organ yaitu Daun, Buah,Batang, Rimpang, Biji. Sedangkan masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 4 organ yaitu Daun, Buah, Rimpang, Biji. Cara pengolahan oleh masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 4 cara pengolahan yaitu diparut, ditumbuk, diiris, dikunyah sedangkan masyarakat Haitimuk Umaau terdapat 5 cara pengolahan yaitu ditumbuk, diris, dikunyah, diparut, diremas. Kosmetik alami digunakan untuk menyuburkan rambut, memperkuat gigi, mencerahkan kulit wajah, menghilangkan bekas jerawat, menghilangkan ketombe, memperkuat rambut, pewangi rambut. Sumber perolehan mayarakat Haitimuk Wematan dan Haitimuk Umaau sama-sama memperoleh dari hutan dan lading atau Budidaya.
Perlu adanya dokumentasi tertulis tentang jenis-jenis tumbuhan bahan kosmetik alami dan cara pemanfaatannya, agar pengetahuan lokal tentang pemanfaatan jenis tumbuhan tetap terpelihara dan tidak punah.
Kata Kunci : Etnobotani, Kosmetik, Tumbuhan Alami, Haitimuk Malaka
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wilayah pesisir dan laut Indonesia mempunyai kekayaan dan keanekaragaman hayati (biodiversity) terbesar di dunia, yang tercermin pada keberadaan ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, terumbu karang dan padang lamun.Salah satu jenis kekayaan sumber daya alam yang dapat ditemukan pada wilayah pesisir dan lautan yaitu kerang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kelimpahan Jenis Kerang (Anadara) pada Kawasan Pantai Namodale Desa Kuli Kecamatan LobalainKabupaten Rote Ndao dan untuk mengetahui kelimpahan kerang (anadara) yang ada pada kawasan Pantai Namodale Desa Kuli Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Transek Kombinasi Metode Garis dan Transek Kuadrat. Hasil penelitian menunjukan Kerang yang ditemukan di perairan Pantai Namodale dikategorikan dalam 1 famili yaitu Arcidae dengan 3 spesies yaitu A. granosa, A. antiquata danA. poliiyang tersebar di 4 stasiun pengamatan. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan komposisi jenis Kerang yang dinyatakan berdasarkan observasi serta melakukan pengukuran dan perhitungan kelimpahan frekuensi dan indeks keanekaragaman.Berdasarkan hasil perhitunganKelimpahan jenis kerang yang ditemukan pada lokasi penelitian stasiun lamun memiliki kelimpahan tertinggi yaitu 9.25 ind/m2 dengan diikuti stasiun batu memiliki kelimpahan 4.30 ind/m2. Kerang jenis A. antiquata memiliki kelimpahan tertinggi yaitu 4.10 ind/m2dengan kepadatan relatif 46.42%, Kerang jenis A. polii memiliki kelimpahan terendah yaitu 0.35 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 5.81%.Kerang jenis A. antiquata memiliki frekuensi tertinggi yaitu 1.00% dengan kepadatan relatif 38.2% dan Kerang jenis A. polii memiliki frekuensi terendah yaitu 0.25% dengan frekuensi relatif 10.42%indeks keanekaragaman spesies Kerang yang terdapat pada stasiun mangrove 0.87, stasiun batu 0.83, stasiun pasir 1.08 dan stasiun lamun 0.97, nilai indeks keanekaragaman tersebut berada pada kateogori rendah-sedang.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gamal (Gliricidia sepium) adalah tanaman dalam golongan Leguminosae, dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga 30 m di atas permukaan laut (DPL) dan di tanah yang kurang subur yang dimanfaatkan sebagai pagar hidup, dan pupuk hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antibakteri ekstrak kulit batang gamal terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kuli batang gamal terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW Kupang, dengan menggunakan metode eksperimen dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang di amati zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian dianalisis menggunakanan analisis ANOVA satu jalur dengan uji lanjut Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh uji antibakteri ekstrak kulit batang gamal (Gliricidia Sepium) berpengaruh terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan tidak memberi pengaruh terhadap bakteri Escherichia coli. Konsentrasi ekstrak kulit batang gamal yang memberi pengaruh sangat tinggi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan zona hambat sebesar 10,67 mm kategori kuat dan pada bakteri Escherichia coli dengan zona hambat 7,67 mm kategori sedang
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
This research entitled A Grammatical Analysis of Pronouns in Waijewa Language. The research problems of this study are: 1). what are the forms and types of pronouns in Waijewa language? 2) How are those pronouns used in clause? The aims are 1) to identify and describe the forms and types of pronouns in Waijwa language, 2) to describe the used of those pronouns in clauses. This research concerned on grammatical analysis of pronouns in Waijewa language, the used of pronouns in clauses. The data was collected from video recording that take place in Waimangura sub-district. The method used is descriptive qualitative. There were four informants that the writer record as the subject of this study. The techniques of data analysis used in this study are transcribing the recording, identifying and classifying the types of pronouns forms and describing the use of the pronouns in clause. The result of this study shows that there are 7 types of pronouns found in Waijewa language. First, there are 7 personal pronouns such as yauwa, yo’u, nya, yamme, hitto, hidda, yemmi. Second, there are 6 possessive pronouns such as nggu, mu, nya, ma, ndi. Third, there are 6 reflexive pronouns such as dounggu, doumu, nyadou, dounda, doundi. Fourth, there are 4 demonstrative pronouns such as newe, neke, nawa, naka. Fifth, 2 reciprocal pronouns such as ia waddeka. Sixth, there are 5 interrogative pronouns such as nggara, nggei, appa. Seventh, there are 3 relative pronouns such as nakka, nggarra nggei. The pronouns have been described by using the 8 types of pronouns. The entire pronouns are used as a subject or as an object either as independent clause or dependent clause.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fungi atau jamur merupakan organisme yang bersifat heterotrof, memperoleh makanan dengan menyerap nutrisi dari bahan organik seperti tumbuhan dan sisa-sisa hewan yang telah mati. Fungi parasit memperoleh nutrisi dengan menyerap dari tumbuhan ataupun hewan yang masih hidup. Kebiasaan masyarakat menggunakan berbagai jenis jamur sebagai lauk untuk dimakan didasarkan pada pengetahuan tradisional dalam pengolahan jenis-jenis jamur sebagai bahan makanan. Masyarakat menggunakan berbagai jenis jamur sebagai bahan makanan karena mudah didapat dan tidak memakai biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis dan manfaatnya di Taman Hutan Raya Prof Ir Herman Johannes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dan pengumpulan data jenis jamur dilakukan dengan metode jelajah di sekitar lokasi Taman Hutan Raya Prof Ir. Herman Johannes. Hasil penelitian menunjukan bahwa di sekitar lokasi Taman Hutan Raya Prof Ir. Herman Johannes, terdapat 14 jenis jamur. Dari 14 jenis jamur tersebut ada yang diolah menjadi bahan makanan dan obat tradisional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Taman Hutan Raya Prof. Ir. Herman Johannes Kecamatan Amarasi maka dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis jamur makroskopis yang ditemukan terdapat beberapa jenis jamur seperti jamur kipas, jamur shitake, jamur lapuk putih, jamur kuping, jamur merah dan jamur lingsih. Disarankan setiap mahasiswa atau calon sarjana agar melakukan penelitian lanjutan dari segi pemanfaatan jamur sebagai bahan obat-obatan karena dari beberapa jamur tersebut terdapat beberpapa jenis yang digunakan oleh masyarakat setempat baik untuk dikosumsi maupun digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisonal.