Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

Analisis Hubungan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Peningkatan Kualitas Kerja, dan Kinerja Pegawai Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENINGKATAN KUALITAS KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA KUPANG Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengembangan sumber daya manusia, kualitas kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kota Kupang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Kinerja Pegawai sangat berpengaruh dalam meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dan kuaitas kerja, Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kualitas kerja yang baik. Suatu instansi dapat berkembang jika dalam segala kegiatan didukung oleh pengembangan sumber daya manusia dan kualitas dari para pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia adalah dengan memperhatikan kualitas pegawai.kinerja pegawai merupakan salah satu komponen penting untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dan kualitas dalam bekerja di tempat kerja. Selain itu, kinerja pegawai juga perlu diperlihatkan karena kinerja yang baik dapat mempengaruhi hubungan kualitas kerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pegawai terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kota Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalahpengembangan sumber daya manusia,peningkatan kualitas pegawai ,kinerja pegawai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kota KupangTeknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 16. Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa kinerja pegawai berada dalam kategori baik, pengembangan sumber daya manusia dalam kategoribaik, dan kualitas kinerja ketegori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi Product Moment Pearson diketahui bahwa kinerja pegawai mempunyai hubungan positif dengan pengembangan sumber daya manusia. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.21di dapatkan nilai korelasi sebesar 0,533 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara Pengembangan Sumber daya manusia dan Kinerja pegawaisedangkan dari output juga dapat dilihat bawha nilai uji signifikansi 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,001 0,05 (H0 ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengembangan sumber daya manusia dan kinerja pegawai Berdasarkan pada tabel 4.22uji korelasi nilai korelasi product moment pearson sebesar 0,682 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara Kualitas Kerja dan Kinerja Pegawai. korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilaisignifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara variable kualitas kerja dan Kinerja Pegawai . Berdasarkan pada tabel 4.23 uji korelasi nilai korelasi product moment pearson sebesar 0,466 yang artinya terdapat yang kuat antara pengembangan Sumber Daya Manusia dan kualitas kerja. korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilaisignifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,003 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara Variabel Kualitas Kerja (X2) dan Kinerja Pegawai (Y)

DESKRIPSI TENTANG PERTIMBANGAN HAKIM PENGADILAN TATA USAHA NEGARA TERHADAP SENGKETA PEMBERHENTIAN PENGAWAI NEGERI SIPIL

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Tentang Pertimbangan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Terhadap Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil”. Rumusan masalah yaitu Mengapa Putusan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Ada Yang Di Kabulkan Dan Ada Yang Di Tolak? Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Putusan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri SIpil Ada Yang Di Kabulkan Dan Ada Yang Di Tolak. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan No. 16/G/2016/PTUN/-JKT, No. 196/B/2016/PT.TUN.JKT, No. 28 K/TUN/2017, No. 170/G/2011/PTUN-JKT, No. 58/B/2012/PT.TUN.JKT, No. 152 K/TUN/2013, No. 140 PK/TUN/2014, 35/G/2019/PTUN-KPG, No. 271/B/2019/PT.TUN.SBY, No. 30 K/TUN/2021 Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pertimbangan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara memutus perkara Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dengan Kronologi Kasus dan Dakwaan dengan mengunakan alat bukti dan dengan pertimbangan dalam fakta persidangan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Mengapa Putusan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Ada Yang Di Kabulkan Dan Ada Yang Di Tolak , yaitu: 1. Pertimbangan Hakim Menolak Gugatan dikarenakan: a. Penggugat telah menjalani hukum pemidanaan yang telah berkekuatan hukum tetap. b. Penerbitan Objek Gugatan telah sesuai dengan aspek kewenangan, aspek prosedurdan aspek substansi 2. Hakim Mengabulkan Gugatan dikarenakan: a. Penerbitan objek sengketa bertentangan dengan pasal 29 Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. b. Penerbitan objek sengketa melanggar asas kepastian hukum. Kata kunci :Pemberhentian Pengawai Negeri,Dikabulkan dan Di Tolak, dan Pertimbangan Hakim.

DESKRIPSI TENTANG MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN MOBIL

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Modus Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Penggelapan Mobil”. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana modus yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana penggelapan mobil ? 2) Bagaimakah akibat hukum dari tindak pidana penggelapan mobil terhadap pelaku, barang bukti dan korban ? tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui modus yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana penggelapan mobil. 2) untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana penggelapan mobil terhadap pelaku, barang bukti dan korban. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus dan akibat hukum tindak pidana penggelapan mobil. Sedangkan variabel terikat adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penggelapan mobil. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi modus tindak pidana penggelapan mobil adalah : 1) menyewa mobil, 2) menggadaikan mobil untuk mendapatkan pinjaman. Akibat hukum dari tindak pidana penggelapan mobil yaitu : 1) terhadap pelaku : pelaku dipidana penjara dan pelaku membayar biaya perkara, 2) terhadap barang bukti yaitu : mobil dikembalikan kepada pemiliknya dan kwitansi dikembalikan kepada pemberi pinjaman dan dilampirkan dalam berkas perkara. 3) Terhadap korban yaitu : barang miliki korban berupa mobil dan STNK dikembalikan kepada korban. Saran, untuk pihak kepolisian agar melakukan penyuluhan kepada pihak rental terkait peningkatan keamanan dalam menjalankan bisnis rental mobil, hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pengarahan terkait penggunaan alatalat keamanan yang bisa digunakan pada kendaraan yang akan disewakan seperti GPS (Global Positioning System) sehingga bila mana terjadi dugaan penggelapan kendaraan maka pihak polisi akan terbantu karena dapat dengan mudah menemukan kendaraan yang digelapkan. Untuk pihak rental sebaiknya melakukan peningkatan standar keamanan dalam pelayanan sewamenyewa kendaraan yang mereka miliki melalui prosedur-prosedur standar misalnya melalui penyimpanan uang jaminan dan barang-barang lain sebagai jaminan, memeriksa dengan seksama pihak penyewa baik dari tanda identitas maupun profil dari penyewa untuk memastikan penyewa bukan pelaku kejahatan.

DESKRIPSI TENTANG MODUS OPERANDI DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI MINYAK DAN GAS BUMI TANPA IKATAN KONTRAK KERJASAMA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Modus Operandi Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Eksplorasi Dan Eksploitasi Minyak Dan Gas Bumi Tanpa Ikatan Kontrak Kerjasama”. Rumusan masaalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama ?. 2) Bagamana akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara ?. Tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama, 2) untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian normatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus dan akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Variabel terikat adalah tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka diperoleh jawaban yaitu: 1. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama yaitu : 1) Terdakwa bersepakat untuk menyewa lahan, 2) terdakwa mempersiapkan alat penegboran, 3) melakukan pengeboran. 2. Akibat Hukum : 1) Terhadap Pelaku yaitu dipidana penjara, membayar denda dan dibebani biaya perkara. 2) Terhadap barang bukti yaitu : Dirampas untuk Negara, dirampas untuk dimusnahkan, 3) dikembalikan kepada jaksa penuntut umum untuk digunakan dalam perkara yang sama. 3) Terhadap Negara yaitu : Negara mengalami kerugian karena hasil dari eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi merupakan milik Negara yang bernilai ekonomis. Saran, diharapkan bagi masyarakat khususnya orang perseorangan untuk patuh pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku bahwa orang perseorangan dilarang untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi sebgaiamana telah ditentukan dalam ketentuan undang-undang. Bagi penegak hukum untuk memberikan hukuman yang hendaknya dapat ditingkatkan agar kerugian keuangan negara dapat dihindari. Kata Kunci : Tindak Pidana, Pelaku, Modus Operandi, Eksplorasi, Eksploitasi, Kontrak Kerjasama, Minyak Bumi, Akibat Hukum.

DESKRIPSI TENTANG PENYEBAB TERJADINYATINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG MENYEBABKAN KEMATIAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga Yang Menyebabkan Kematian. Permasalahan penelitian dalam penelitian ini adalah faktor menyebabkan terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan kematian. Selanjutnya sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebasnya yaitu faktor penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan kematian dan variabel terikatnya yaitu putusan pengadilan terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan atau dokumen yang di analisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis putusan pengadilan, diperoleh jawaban bahwa penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan kematian adalah faktor emosi, faktor mabuk (Minuman keras), rumah tangga yang tidak nyaman, pertengkaran yang tidak kunjung selesai, perselingkuhan dan ekonomi keluarga yang tidak baik. Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis dapat memberi saran bagi Pemerintah Daerah, Kepolisian atau Lembaga-lembaga yang terkait dalam KDRT agar mengadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak emosi dan amarah dalam rumah tangga yang dapat menyebabkan terjadinya tindak pidana KDRT. Dan juga bagi kalangan masyarakat khususnya dalam rumah tangga agar bersama-sama menjaga keutuhan rumah tangga masing-masing, dengan tidak terlibat dalam pertengkaran-pertengkaran yang dapat menimbulkan emosi dan amarah.

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN KOMISI KODE ETIK TERHADAP PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI POLRI DI WILAYAH HUKUM POLDA NTT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini ialah : Deskripsi Tentang Putusan Komisi Kode Etik Terhadap Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri Di Wilayah Hukum Polda NTT. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: Mengapa pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota polri dijatuhi hukuman yang berbeda?. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah : untuk mengetahui alasan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota polri dijatuhi hukuman yang berbeda. Sifat penelitian ini ialah deskriptif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif yang disebut juga penelitian hukum kepustakaan atau studi dokumen karena sepenuhnya menggunakan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: alasan penjatuhan hukuman secara berbeda untuk pelanggaran yang sama terhadap anggota Polri di wilayah hukum Polda NTT, karena: 1)Kualitas perbuatan pelanggar berbeda yakni Komisi kode etik Polri mempertimbangan fakta yang diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap kasus, dengan indikator: a)Anggota Polri Mengingkari Janji untuk Menikahi Korban; b) Anggota Polri Berusaha Bertanggung Jawab Tetapi Tidak Sepakat Dengan Keluarga Korban; c)Anggota Polri Berjanji Menikahi Korban; d)Anggota Polri Menghamili Perempuan Lain dan tidak Menafkahi Istri Sah; dan e)Anggota Polri Tidak Mau Bertanggung Jawab Meskipun Terdapat Bukti yang Autentik. 2) Tuntutan dari penuntut berbeda. Hal ini juga dipengaruhi oleh perangkat sidang komisi kode etik Polri yang berbeda, yakni ada pada tingkat Polres dan ada yang pada tingkat Polda dengan susunan komisi yang menempati posisi ketua, wakil dan anggota juga berbeda; dan 3)Putusan komisi bersifat rekomendatif dan kewenangan menetapkan hukuman adalah atasan yang berhak menghukum (Ankum), ditingkat Polres adalah Kapolres dan ditingkat Polda adalah Kapolda. Kesimpulan penelitian ini adalah: 1)Kualitas perbuatan pelanggar berbeda; 2)Tuntutan dari penuntut berbeda; dan 3)Rekomendasi putusan di komisi etik kepada Ankum berbeda. Saran dari penelitian ini yakni: 1)Penegakan kode etik profesi Polri di wilayah hukum Polda NTT perlu memperhatikan secara cermat syarat formil pengajuan banding sebagai upaya hukum pelanggar, diperhatikan sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan 2)Bagi Anggota Polri di wilayah hukum Polda NTT yang melakukan pelanggaran perlu memperkuat argumen hukum dan alasan-alasan dilakukannya pelanggaran saat pemeriksaan, karena putusan komisi kode etik Polri mempertimbangakan fakta yang diperoleh dari hasil pemeriksaan. Kata Kunci: Kode Etik, Profesi Polri

DESKRIPSI TENTANG MOTIF DAN MODUS OPERANDI TERJADINYA TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Motif dan Modus Operandi Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang. Permasalahan penelitian dalam penelitian ini adalah: Apa motif tindak pidana perdagangan orang? Bagaimana modus operandi tindak pidana perdagangan orang? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif dan modus operandi tindak pidana perdagangan orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas adalah motif dan modus operandi tindak pidana perdagangan orang dan variabel terikat adalah putusan pengadilan terhadap tindak pidana perdagangan orang dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis putusan diperoleh jawaban bahwa motif terjadinya tindak pidana perdagangan orang adalah: faktor ekonomi dan faktor pekerjaan. Modus Operandi Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang melalui bujuk rayu dengan iming-iming upah yang besar, perekrutan terhadap korban dan memberikan sponsor dan melakukan penyekapan terhadap korban.

MOTIF PELAKU TINDAK PIDANA TURUT SERTA MENGHILANGKAN BARANG BUKTI DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Penelitian ini berjudul “Motif Pelaku Tindak Pidana turut serta menghilangkan barang bukti dalam tindakan pidana pembunuhan”. Tujuan penelitian ini adalah unruk mengetahui motif pelaku tindak pidana turut serta menghilangkan barang bukti dalam tindakan pidana pembunuhan. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan motif pelaku tindak pidana turut serta menghilangkan barang bukti dalam tindakan pidana pembunuhan. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif.variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalahmotif pelaku tindak pidana turut serta menghilangkan barang bukti dalam tindakan pidana pembunuhan. Sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah keputusan hakim terhadap pelaku tindak pidana turut serta menyembunyikan mayat korban pembunuhan. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitia ini menunjukan bahwa motif pelaku tindak pidana turut serta menyembunyikan mayat korban pembunuhanadalah; 1) Takut dengan Saudara. 2) Untuk menghilangkan kematian korban, ) Untuk mendapatkan uang. 3) Berdasarkan hasil penelitian ini dan 4) Mendapat Ancaman. maka saran yang diberikan adalah Penegak hukum diharapkan agara sering memberi sosialisasi secara berantai pada tokoh masyarakat mengenai kesadaran hukum terkhususnya tentang akibat tindak pidana turut serta melakukan suatu kejahatan. Key words:Menyembunyikan,Barang Bukti Mayat

ANALISIS MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA PENGANCAMAN MENDISTRIBUSIKAN VIDEO ATAU FOTO PORNO MELALUI MEDIA SOSIAL

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi penulis, adalah “Analisis Motif, Modus Dan Akibat Hukum Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial”. Permasalahan pokok yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah 1. Apa motif pelaku tindak pidana pengancaman mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial. 2. Bagaimana modus pelaku tindak pidana pengancaman mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial. 3. Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pengancaman mendistribusikan vidoe atau foto porno terhadap pelaku dan korban. Sifat penelitian penulis adalah deskriptif, sedangkan jenis penelitian penulis. adalah penelitian hukum normative.Teknik pengumpulan data studi dokumen. Hasil penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa Motif Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial, yaitu a. Keinginan terjadinya perceraian antara korban dengan suaminya. b. Keinginan mempermalukan korban. c. Keinginan menjalin hubungan dengan korban. Modus Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial, yakni a. Terdakwa mengirimkan video dan foto asusila/porno dari korban melalui pesan Messenger dan akun Messenger facebook. b. Terdakwa mendistribusikan video dan foto porno korban melalui media sosial yaitu dengan cara terdakwa memuat/mengaploud foto-foto korban dalam keadaan tanpa busana di akun facebook. c.Terdakwa mendistribusikan dan mengirimkan rekaman video dan gambar tersebut melalui Massanger Facebook ke akun facebook orang lain. Akibat Hukum Dari Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Vidoe Atau Foto Porno Terhadap Pelaku Dan Korban, yakni : a. Akibat Hukum Terhadap Terdakwa. 1). Terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara denda; 2). Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.2.000,- (dua ribu rupiah); b. Akibat Hukum Terhadap Korban. 1). Korban dan keluarga besar korban merasa sangat malu dan trauma. 2). Menurunkan harkat dan martabat korban sebagai seorang wanita; 3). Menghancurkan masa depan korban yang saat ini masih aktif kuliah. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penulis dapat memberi saran, sebagai berikut: 1. Pemerintah diharapkan dapat lebih memperjelas dalam peraturan perundang-undangan tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah kesusilaan. 2. Pemerintah dan penegak hukum agar lebih aktif mensosialisasikan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 3. Penegak hukum khusus majelis hakim dapat memberikan sanksi yang lebih berat kepada pelaku tindak pidana mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial.

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERANTARA PEREDARAN NARKOTIKA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian penulis adalah “Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perantara Peredaran Narkotika”. Rumusan masalah penelitian adalah Apakah Yang Menyebabkan Terjadinya Disparitas Putusan Hakim Terhadap pelaku Tindak Pidana Peranatara Peredaran Narkotika? Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui penyebab terjadinya Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perantara Peredaran Narkotika. Metode penelitian yang bersifat “Deskriptif”, diartikan bahwa penelitian ini diberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya, dengan jenis penelitiannya adalah penelitian hukum normatif sehingga pengumpulan data dilakukan melalui kepustakaan, yang dimana penelitian hukum normatif mencakup : penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkronisasi vertical dan horizontal, perbandingan hukum, sejarah hukum. Dan variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : variabel bebas adalah bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Yang menjadikan variable bebas adalah Bagaimana pertimbangan hukum dari Hakim Dalam Memberikan Putusan Yang Berbeda Terhadap pelaku Tindak Pidana Peranatara Peredaran Narkotika. Sedangkan veriabel terikat adalah ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variable bebas. Oleh karenanya, varibel terikat dalam penelitian ini adalah Pemberian Putusan yang berbeda kepada Terdakwa dalam Tindak Pidana Peranatara Peredaran Narkotika. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari masyarakat dan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang merupakan dasar hukum pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana peranatara peredaran narkotika adalah : 1. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang berbeda-beda 2. Indenpedensi Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara 3. Kualitas Tindak Pidana yang dilakukan terdakwa pada dasarnya berbeda 4. Keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa

DESKRIPSI TENTANG MOTIF,MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENADAHAN KENDARAAN BERMOTOR

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penadahan Kendaraan Bermotor”. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah yang menjadi motif pelaku dalam melakukan tindak pidana penadahan kendaraan bermotor ? 2) Bagaimanakah modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penadahan kendaraan bermotor? 3) Bagaimanakah akibat hukum terhadap pelaku, korban dan kendaraan bermotor dalam tindak pidana penadahan tersebut ?.Tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui motif pelaku dalam melakukan tindak pidana penadahan kendaraan bermotor, 2) untuk mengetahui modus yang digunakan pelaku dalam melakukan tindak pidana penadahan kendaraan bermotor. 3) untuk mengetahui akbat hukum terhadap pelaku, korban dan kendaraan dalam tindak pidana penadahan kendaraan bermotor. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian normative.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah putusan-putusan hakim terhadap tindak pidana penadahan kendaraan bermotor.Variabel terikat adalah motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penahadan kendaraan bermotor. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penadahan kendaraan bermotor yaitu : 1) Motif : Faktor Ekonomi, Adanya Kesempatan, 2) Modus :Membeli sepeda motor dibawah harga pasaran, Membeli sepeda motor tanpa surat-surat. 3) Akibat Hukum : a) Terhadap pelaku : Pelaku ditahan dan dipidana, Sepeda motor di sita, Pelaku membayar biaya perkara. b) Terhadap Korban :Korban mengalami kerugian materil. Saran, bagi masyarakat pada umumnya diharapkan ketika membeli kendaraan bermotor hendaknya memperhatikan dan memeriksa kelengkapan kendaraan berupa STNK dan BPKP motor sehingga tidak terjerat dalam tindak pidana penadahan. Bagi aparat penegak hukum, diharapkan untuk menindak secara tegas pelaku tindak pidana penadahan kendaraan bermotor agar tidak merugikan orang lain yang menjadi korban atas tindakan tersebut. Kata Kunci : Motif dan Modus, Akibat Hukum, Tindak Pidana Penadahan, Kendaraan Bermotor

A DESCRIPTIVE STUDY ON LEXICAL RELATIONS IN KAMBERA LANGUAGE IN WATUHADANG VILLAGE, EAST SUMBA REGENCY

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT A DESCRIPTIVE STUDY ON LEXICAL RELATIONS IN KAMBERA LANGUAGE IN WATUHADANG VILLAGE,EAST SUMBA REGENCY This thesis entitled “ A Descriptive Study On Lexical Relations In Kambera Language In Watuhadang Village, East Sumba Regency “.The research questions what are the types of lexical relations found in Kambera language in East Sumba and what are the meaning of lexical relations occur in Kambera language in East Sumba Regency. It aims to find out the types and meaning of lexical relations found in kambera language. The data collected from people in Watuhadang village in case of their daily communication. The method used is descriptive qualitative. The result shows that types of lexical relations is divide into five, they are hyponymy, synonymy,polysemy,homonymy and antonymy. Homonymy for example iwi ‘ratttan and yam forest’,synonymy for example padeningu= langataka ‘true’,polysemy for example katiku ‘head or the top of something’, hyponymy for example mbada ‘animal’ and antonymy for example hamu+ ndahamu ‘nice and not good’. The research found five types of lexical relations, they are 12 word of homonyms, 16 words of synonyms,6 words of polysemy,8 words of hyponyms and 12 words of antonyms.From the five types of lexical relations with many more others examples each types in Kambera language above is often also found in everyday conversation by people in Watuhadang village.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN ROUND CLUB (KELILING KELOMPOK) DI SMP NEGERI MET’ANA TAHUN PEMBELAJARAN 2021/2022

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri Met’ana. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model Round Club (Keliling Kelompok) pada siswa kelas VIII A SMP Negeri Met’ana. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK. Penerapan model yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model Round Club (Keliling Kelompok)dengan 4 langkah yaitu : 1) rencana, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dan teknik analisisnya menggunakan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I, guru masih kurang dalam mengontrol siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung sehingga hasil belajar siswa hanya mencapai 64,70%. Dengan demikian hasil belajar siswa pada siklus 1 belum mencapai KKM yang telah ditetapkan sehingga akan dilanjutkan ke siklus berikutnya yaitu siklus II.Pada siklus II, guru telah memperbaiki atau menyempurnakan kesalahan dari siklus I. Sintaks model pembelajaran Round Club (Keliling Kelompok) dapat membantu guru menuntun siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dan memberikan pendapat mereka masing-masing mengenai tugas tersebut, siswa telah memahami dengan baik materi yang diberikan oleh guru sehingga hasil belajar siswa pada siklus II dapat meningkat menjadi 82,35% dan telah memenuhi KKM. Dengan adanya peningkatan ini maka penelitian diberhentikan pada siklus II. Dengan demikian proses pembelajaran yang diterapkan dengan menggunakan model Round Club (Keliling Kelompok) dalam penelitian tindakan kelas (PTK) dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dan meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok.

ADSORPSI SENYAWA PARAQUAT DIKLORIDA MENGGUNAKAN ARANG AKTIF TEMPURUNG SABOAK (Borassus flabellifer Linn)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Adsorpsi Senyawa Paraquat Diklorida Menggunakan Arang Aktif Tempurung Saboak (Borassus flabellifer Linn) Sri Yanti D. Beri ) * Merpiseldin Nitsae ) ** Hartini R. L. Solle ) ** Metode adsorpsi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan karena aman dan tidak membahayakan kesehatan, serta dapat digunakan untuk mengurangi jumlah herbisida. Metode adsorpsi melibatkan adsorben dan adsorbat. Adsorben yang sering digunakan adalah arang aktif (Borassus flabellifer Linn) sedangkan adsorbat yang digunakan adalah paraquat diklorida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adsorpsi senyawa paraquat diklorida menggunakan arang aktif tempurung saboak hingga keadaan setimbang. Aktivasi arang (Borassus flabellifer Linn) menggunakan H2SO4 1 M (waktu interaksi 68 jam). Untuk uji adsorpsi menggunakan metode batch selama 2 jam. Hasil penelitian untuk variasi dosis optimum berada pada massa adsorben 0,25 gram, konsentrasi paraquat diklorida 6 ppm, kecepatan shaker 150 rpm adalah 0,96 mg g-1. Berdasarkan hasil kondisi waktu kontak optimum terjadi pada menit ke- 30 dengan kapasitas adsorpsinya adalah 1.92 mg g-1. Daya adsorpsi arang aktif tempurung saboak terhadap paraquat diklorida yang terjadi secara cepat. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, dari menit ke 0,5,10,20,30, serta dengan jumlah yang sedikit tetapi dapat memberikan pengaruh yang besar. Menunjukan bahwa arang aktif tempurung saboak dapat dimanfaatkan sebagai adsorben. Kata Kunci : Borassus flabellifer Linn, Saboak, Kapasitas Adsorpsi, Variasi Dosis Optimum, Waktu Kontak Optimum. Keterangan: * = Peneliti **= Pembimbing

ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI BIOLOGI DALAM PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI SMA NEGERI 8 KUPANG TAHUN AJARAN 2021/2022

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi biologi dalam pembelajaran di masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri 8 Kupang Tahun Ajaran 2021/2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan desain penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data untuk menganalisis miskonsepsi pada peserta didik dilakukan dengan menggunakan instrumen three-tier diagnostic tes dengan melibatkan 20 peserta didik kelas XI MIPA. Materi yang digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik yaitu materi sistem peredaran darah yang terdiri dari 10 butir soal. Analisis data dilakukan dengan mencari persentase miskonsepsi dari masing-masing butir soal. Untuk mengetahui persentase peserta didik yang miskonsepsi, paham konsep, paham konsep tapi kurang yakin, dan tidak paham konsep, data yang diperoleh dianalisis menggunakan rumus p=f/n X 100. Dari hasil penelitian didapatkan data miskonsepsi peserta didik dengan persentase rata-rata sebesar 32,5%, berada pada kategori miskonsepsi sedang. Nilai rata-rata peserta didik yang paham konsep tetapi kurang yakin sebesar 1,5% dan rata-rata peserta didik yang tidak paham konsep sebesar 6,5%. Secara keseluruhan nilai rata-rata peserta didik yang paham konsep lebih besar jika dibandingkan dengan nilai kategori lain yaitu sebesar 59%. Disimpulkan bahwa hasil persentase miskonsepsi peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 8 Kupang yang di dapat, dalam penelitian ini berada pada kategori miskonsepsi sedang (31-60= sedang).

ANALISIS PERKEMBANGANKOGNITIF PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMPTK PIETER MIDDELKOOP KUATNANA TAHUN AJARAN 2021/2022

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PERKEMBANGAN KOGNITIF PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMPTK PIETER MIDDELKOOP KUATNANA TAHUN AJARAN 2021/2022 Natonis .L)* Manu .T)** Meha .A)** Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Perkembangan kognitif peserta didik dalam pembelajaran IPA terpadu di SMPTK Pieter Middelkoop Kuatnana Tahun ajaran 2021/2022 di kelas VII, VIII, IX yang mengacuh pada indikator C1(mengingat), C2(memahami), C3(menerapkan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif non experiment yang bersifat Deskriptif sederhana (studi kasus) Dalam penilitian ini sumber data yang digunakan adalah peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru dan siswa. Pengumpulan data menggunakan Teknik Dokumentasi. Perkembangan kognitif peserta didik usia SMP sudah memasuki umur 12 tahun keatas yang disebut dengan tahap Operasional Formal. Data yang diperoleh dalam penelitian berupa hasil kerja peserta didik dalam bentuk nilai tugas. Perkembangan kognitif peserta didik kelas 1 SMP pada ranah C1(mengingat) persentase 80.51% pada kategori Baik, perkembangan kognitif peserta didik kelas 2 SMP presentase 81.15% pada kategori sangat baik, perkembangan kognitif peserta didik kelas 3 SMP persentase 83.09%. perkembangan kognitif peserta didik pada ranah C2 (memahami) pada serta didik kelas 3 persentase 83.15 pada kategori sangat baik. Perkembangan kognitif peserta didik pada ranah C3 (menerapkan) pada peserta didik kelas 1 SMP persentase 50% pada kategori tidak baik, perkembangan kognitif peserta didik kelas 2 SMP persentase 70% pada kategori baik, perkembangan kognitif peserta didik kelas 3 SMP persentase 80% pada kategori baik. Perkembangan kognitif peserta didik kelas VII, VIII, IX pada ranah C1(mengingat), C2(memahami), C3(menerapkan) terjadi peningkatan atau perkembangan kognitifpersentase cukup baik karena dalampeserta didik kelas 1 SMP persentase 60.11% pada sangat baik, perkembangan kognitif dalam proses pembelajaran berlangsung peserta didik mampu mengetahui dan memahami materi yang disampaikan oleh guru IPA terpadu. Bagi guru Biologi (IPA terpadu) diharapkan untuk dapat menguasai tingkatan perkembangan kognitif peserta didik, dan selalu menyediakan media pembelajaran (carta) disetiap proses pembelajaran. Bagi siswa disarankan untuk tetap berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dikelas. Kata Kunci : Pembelajaran, Perkembangan Kognitif, Peserta Didik Keterangan * : Peneliti **: Pembimbing ABSTRACT ANALYSIS OF COGNITIVE DEVELOPMENT OF STUDENTS IN INTEGRATED SCIENCE LEARNING AT PIETER MIDDELKOOP KUATNANA SMPTK ACADEMIC YEAR 2021/2022 Natonis .L)* Manu .T)** Meha .A)** The purpose of this study was to determine the cognitive development of students in integrated science learning at SMPTK Pieter Middelkoop Strongnana for the academic year 2021/2022 in grades VII, VIII, IX referring to indicators C1 (remembering), C2 (understanding), C3 (applying). The method used in this research is a simple descriptive qualitative approach (case study). In this research, the data sources used are students in teaching and learning activities carried out by teachers and students. Data collection using test techniques, and documentation. The cognitive development of junior high school students has entered the age of 12 years and over which is called the Formal Operational stage. The data obtained in the study are in the form of students' work in the form of assignment scores. The cognitive development of grade 1 junior high school students in the C1 domain (remembering) the percentage of 80.51% in the Good category, the cognitive development of students in the second grade of junior high school with a percentage of 81.15% in the very good category, the cognitive development of students in the third grade of junior high school with a percentage of 83.09%. the cognitive development of students in the realm of C2 (understanding) in grade 1 junior high school students the percentage is 60.11% in very good, cognitive development of students in grade 3 is 83.15 in the very good category. Cognitive development of students in the C3 domain (applying) to students in grade 1 SMP the percentage of 50% in the bad category, cognitive development of students in grade 2 SMP the percentage of 70% in the good category, cognitive development of students in grade 3 SMP 80% in the category good. The cognitive development of students in grades VII, VIII, IX in the realms of C1 (remembering), C2 (understanding), C3 (applying) there is an increase or the percentage is quite good because in the learning process students are able to know and understand the material presented by the integrated science teacher . Biology teachers (integrated science) are expected to be able to master the level of cognitive development of students, and always provide learning media (charts) in each learning process. Students are advised to continue to actively participate in the learning process in class. Keywords : Learning, Cognitif Development, Learners Description * : Researcher ** : Mentor

STUDI EKSPLORATIF DAMPAK PANDEMI COVID-19 DALAM PROSES PEMBELAJARAN ONLINE DI SMP NEGERI BAKIRUK KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKATAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pandemi COVID-19 dalam proses pembelajaran online di SMP Negeri Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Tahun Ajaran 2020/2021 dan penelitian ini pada bulan juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengali sebuah masalah yang terjadi di SMP Negeri Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Tahun Ajaran 2020/2021. Tujuan penelitian ini untuk melihat dampak pandemi COVID-19 dalam proses pembelajaran online bagi guru dan peserta didik. Dengan subjek yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah satu guru IPA Terpadu dan siswa-siswi kelas VIIIA sebanyak 25 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mereduksi data, merangkum hal-hal pokok (display data) dan menarik kesimpulan (verivikasi data). Hasil dari penelitian ini adalah pandemi COVID-19 membahwa dampak yang sangat besar dalam proses pembelajaran terhadap pembelajaran bagi guru dan siswa serta kendala yang dihadapi guru dalam melakukan pengajaran, oleh karena itu pembelajaran biasanya dilaksanakan secara langsung kini dialihkan menjadi pembelajaran online. Selain itu penulis juga ingin melihat sisi positif dari pandemi COVID-19 dalam proses pembelajaran online bagi guru dan peserta didik. Peserta didik juga merasa jenuh dan bosan selama melaksanakan pembelajaran online dimasa pandemi COVID-19 saat ini. Pembelajaran online yang dilakukan untuk siswa-siswi kelas VIIIA di SMP Negeri Bakiruk Kecamatan Malaka tengah kurang aktif.

SURVEI TENTANG PENDEKATAN TAKTIS DALAM MINGKATKAN BELAJAR PASSING SEPAKBOLA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SURVEI TENTANG PENDEKATAN TAKTIS DALAM MINGKATKAN BELAJAR PASSING SEPAKBOLA Hedwing M Tuluk1*, David Loba2, Erwin S Neolaka3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pelaksanaanpendidikanjasmani di sekolahmenengahatasoleh guru hendaknyadilakukandenganmemilihpendekatanpembelajaran yang tepat, sehinggaakanmendukungkeberhasilanpembelajaranitusendiri. Denganpenggunaanpendekatanpembelajaran yang tepatakanberpengaruhpadakeaktifandanketertarikansiswaterhadappembelajaransehinggahasilbelajarsiswadapatditingkatkan. Tujuan penelitian: Untukmengetahuipedekataan taktis dalam meningkatkan belajar passing sepakbola di SMA Negeri 1 Satarmese. Metode penelitian: Pendekatanmasalah yang digunakandalampenelitianiniadalahPendekatankualitatifnaturalistikdenganjenispenelitiandeskriptifkualitatifdenganmenggunakanteknikpengumpulan data yaituobservasi, wawancara, dandokumentasi. Hasil dan pembahasan: Berdasarkandarihasilpenelitiandantemuandilapanganmelaluihasilobservasidanwawancaramaka survei tentangpedekataan taktis dalam meningkatkan belajar passing sepakbola di SMA Negeri 1 Satarmese Barat,melalui. 1.Pendekatantaktis yang diberikanoleh guru adalahpermainan, ataumelakukanpemanasan yang sesuaidengankarakterkecabangan yang diajarkandalam sub bahasanyaitusepakbola.2. Padabagianpendahuluan guru menyiapkansaranadanprasaranapendukung yang sesuaidengankarakterkecabangan yang akandiajarkan. 3. Padabagianinti, keterampilanteknikdasar yang diberikanoleh guru dimodofikasikedalambentukpermainan, sertasiswa-siswidiberikankesempatansebanyakmungkinuntukmemperagakanataumelakukanaktivitasgerak. 4. Saranadanprasarana yang dimodifikasisesuaidengankondisi yang adadisekolah.5.Penutup, guru melakukanevaluasimateri ajar sesuaidenganketerampilan yang telahdiajakan, dan guru memberimotivasipadasiswa-siswiuntukkembalimempelajariketerampilangerak yang telahdipelajaripadamateri yang telahdiajarkan. Simpulan: Penerapan metode pendekatan taktis dalam meningkatkan belajar passing sepakbola pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Satarmese sudah berjalan dengan baik. Karenapendekatan taktis yang diberikan oleh Guru adalah permainan, atau melakukan aktivitas pembelajaran seperti pemanasan yang sesuai dengan karakter kecabangan yang diajarkan dalam subahasan yaitu sepakbola. Katakunci: pendekatan taktis; passing sepakbola

TINJAUAN TENTANG TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMA EFATA SOE DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PERMAINAN VOLI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN TENTANG TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMA EFATA SOE DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PERMAINAN BOLA VOLI Yandri Tomi Atoin Tse1*,Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or2,Jimmy CH. Atty, S.Pd., M.FIS., AIFO3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Olahragamerupakansuatuaktifitas yang tidakterpisahkandalamkehidupandanrutinitassehari-sehari, aktifitasolahragadapatdilakukandimanapunkapanpundanolehsiapapun, mulaidarianak-anakremaja orang dewasasampaiusialanjut. Kebugaran jasmani sangat penting dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Tujuan penelitian: penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan data menggunnakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) edisi revisi tahun 2010 untuk siswa usia 16-19 tahun. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler permainan voli SMA Efata soe berjumpah 11 orang. Metode penelitian: Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan persentase. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pengukuran tingkat Kebugaran jasmani siswa SMA Efata Soe selama masa kegiatan ekstrakurikuler bola voli adalah sebagai berikut: pada kategori “Baik sekali” 0% (0 siswa), “Baik” 9,09% (1 siswa), “Sedang” 54,55% (6 siswa), “Kurang” 36,36% (4 siswa), dan “Kurang sekali” 0% (0 siswa). Simpulan: Tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Efata Soe selama masa kegiatan ekstrakurikuler bola voli adalah sebagai berikut: pada kategori “Baik sekali” 0% (0 siswa), “Baik” 9,09% (1 siswa), “Sedang” 54,55% (6 siswa), “Kurang” 36,36% (4 siswa), dan “Kurang sekali” 0% (0 siswa). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Efata Soe berkategori Sedang. Katakunci: Tes Kebugaran Jasmani Indonesia, Siswa, SMA Efata Soe

STRATEGI GURU PENJASORKES DALAM MEMBINA TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PEMBELAJARAN ONLINE

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, strategi guru Penjasorkes mempunyai peran penting dalam suatu pembelajaran serta dapat membina perilaku tanggung jawab siswa dengan baik. Penelitian ini mengacu pada rumusan masalah mengenai bagaimana strategi guru penjasorkes dalam membina tanggung jawab siswa pada pembelajaran online. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi guru penjasorkes dalam membina tanggung jawab siswa pada pembelajaran online Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan Hasil dan pembahasan: Penerapan strategi pembelajaran sangat penting dalam pembinaan tanggung jawab siswa, gunanya agar setiap perilaku atau karakter siswa dapat terbentuk dengan baik. Hal ini akan dijadikan dasar utama dan dapat berpengaruh pada perilaku siswa serta dapat meningkatkan minat belajar siswa. Strategi guru penjasorkes dalam membina tanggung jawab siswa menunjukan hasil pencapaian yang baik. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran sangat penting dalam membina perilaku tanggung jawab siswa yaitu melalui pembelajaran jarak jauh dimasa covid-19 dengan menggunakan aplikasi yang ada. Dengan aplikasi yang ada dapat membantu siswa dalam mengerjakan tugas dan juga dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran.