Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENIPUAN OLEH WARGA NEGARA ASING DI INDONESIA

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini adalah Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penipuan Oleh Warga Negara Asing di Indonesia. Permasalahan yang diteliti adalah modus yang digunakan oleh para pelaku tindak pidana penipuan dan akibat hukum dari tindak penipuan terhadap terdakwa, korban dan negara. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui modus dan akibat hukum dari tindak pidana penipuan terhadap terdakwa, korban dan negara sehingga menghasilkan manfaat teoritis dan praktis. Manfaat teoritis dari penulisan ini adalah dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hukum pidana pada kalangan akademisi sedangkan manfaat praktis dari penulisan ini adalah dapat menjadi bahan masukan bagi para penegak hukum dalam proses penegakan hukum terhadap tindak pidana penipuan oleh warga negara asing. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dari penulisan ini adalah modus operandi yang digunakan oleh pelaku warga negara asing terhadap tindak pidana penipuan sedangkan variabel terikat dari penulisan ini adalah terjadinya tindak pidana penipuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif dengan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan dan pengolahan data menggunakan studi kepustakaan yang dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif normatif. Hasil penelitian menunjukan modus operandi yang digunakan dalam tindak pidana penipuan antara lain : 1. Orang Asing melakukan janji bohong 2. Orang Asing menggunakan identitas palsu Akibat hukum yang timbul dari tindak pidana pengangkutan hasil hutan antara lain: 1. Terhadap Terdakwa : a. Terdakwa dikenakan penahanan. b. Terdakwa dihukum penjara. c. Terdakwa dihukum membayar membayar biaya perkara. 2. Terhadap Korban : a. Korban mengalami kerugian. b. Korban mengorbankan waktu untuk menjadi saksi di persidangan. 3. Terhadap negara : a. Merugikan negara pada bidang pariwisata karena dapat mencoreng nama baik pariwisata di Indonesia.

Deskripsi Tentang Penyebab Dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Terorisme

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

melakukan tindak pidana terorisme? Bagaimanakah modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana terorisme? Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui faktor penyebab pelaku melakukan tindak pidana terorisme dan modus pelaku melakukan tindak pidana terorisme. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu : sebab dan modus tindak pidana terorisme dan variabel terikat yaitu : putusan tindak pidana terorisme. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder dengan 3 (tiga) bahan hukum yaitu bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Berdasarkan hasil penelitian pada putusan Nomor : 1399/PID.B/2012 /PN.JKT.PST, putusan Nomor : 1397/PID.B/2012 /PN.JKT.PST, putusan Nomor : 1400/PID.B /2012/PN.JKT.PST, dan putusan Nomor : 1402/PID.B /2012/PN.JKT.PST maka ditemukan faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana terorisme adalah : Faktor politik karena terdakwa tidak puas dengan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi membatalkan Pasal 256 Undang – Undang Pemerintah Aceh, Faktor sosial yang berkaitan dengan kesenjangan sosial dalam masyarakat aceh dan tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah, Faktor ekonomi yang berkaitan dengan kemiskinan dan ketiadaan lapangan pekerjaan bagi para pelaku dan pemerintah daerah tidak mengakomodir dalam pengangkatan sebagai pegawai Negeri Sipil dan Faktor ajaran radikal. Dalam putusan Nomor : 357 / Pid.SUS / 2019 / PN.Jkt.Tim Faktor ajaran radikal yang mengatasnamakan agama berjihad dan merencanakan penyerangan ke Mako Brimob. Modus operandi tindak pidana terorisme antara lain: Modus melakukan permufakatan jahat, Modus penggunaan pendanaan dan sarana yang digunakan dalam aksi terorisme dan Modus mengajak orang untuk melakukan aksi berjihad. Saran dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk mencegah terjadinya tindak pidana terorisme dan perlunya peningkatan pembelajaran agama yang baik untuk menghindari ajaran – ajaran radikalisme di Indonesia, bagi para penegak hukum perlu mempelajari modus – modus operandi dalam mencegah terjadinya tindak pidana terorisme terutama dari segi pendanaan terorisme.

ANALISIS PERBEDAAN PENERAPAN PASAL OLEH JUDEX FACTIE DAN JUDEX JURIS DALAM PENJATUHAN PUTUSAN PEMIDANAAN KEPADA PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Kasus Tindak Pidana Korupsi di PLS Depdikbud NTT)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Analisis Perbedaan Penerapan Pasal oleh Judex Factie dan Judex Juris dalam Penjatuhan Putusan Pemidanaan Kepada Pelaku Tindak Pidana Korupsi (Studi Kasus Tindak Pidana Korupsi di Pls Depdikbud NTT), dengan Rumusan masalah Mengapa Judex Factie menerapkan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 sedangkan Judex Juris menerapkan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999,UU No. 20 Tahun 2001 terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Judex Factie menerapkan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 sedangkan Judex Juris menerapkan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999,UU No. 20 Tahun 2001 terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Dan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, instansi terkait Varibel yang dingunakan 2 (dua) variabel yaitu Variabel Bebas adalah variabel yang memberikan pengaruh bagi variabel terkait. Variabel bebas dalam penilitian ini adalah pelaku tindak pidana korupsi dan Variabel Terkait (dependent variable) adalah variabel yang tergantung dari variabel bebas yaitu yaitu Judex Factie menerapkan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 sedangkan Judex Juris menerapkan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian normatif. Pengumpulan data melalui data sekunder dari Direktorat Mahkamah Agung kemudian di analisis dan ditarik kesimpulanya. Populasi dalam penelitian ini putusan Direktorat Mahkamah Agung. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mengapa Judex Factie menerapkan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 sedangkan Judex Juris menerapkan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001 terhadap pelaku tindak pidana korupsi yaitu Judex Factie menerapkan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999, UU Nomor 20 Tahun 2001 karena terdakwa melakukan penyalahgunaan kewenangan sedangkan Judex Juris menerapkan Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999, UU Nomor 20 Tahun 2001 terhadap pelaku tindak pidana korupsi karena terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum. KATA KUNCI : PELAKU, TINDAK, PIDANA, KORUPSI, JUDEX FACTIE, JUDEX JURIS

Studi Variasi Plankton Berdasarkan Kondisi Oseanografi di Daerah Penangkapan Bagan Apung dan Bagan Tancap di Perairan Oesapa

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Plankton merupakan organisme yang hidup melayang di dalam badan perairan dan mempunyai kemampuan yang terbatas. Perairan Oesapa diduga merupakan salah satu daerah perikanan tangkap ikan pelagis kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi plankton dalam komunitasnya berdasarkan kondisi oseanografi pada daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap di perairan Oesapa. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah deskripsi eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan di daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap Perairan Oesapa, selama dua (2) bulan yaitu Maret dan Mei 2021. Sementara untuk identifikasi sampel di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa plankton yang ditemukan di daerah penangkapan bagan apung terdiri dari fitoplankton sebanyak 178 jenis dari 3 kelas. Sedangkan Zooplankton sebanyak 195 jenis dari 11 kelas. sedangkan Fitoplankton ditemukan di daerah penangkapan bagan tancap sebanyak 179 jenis dari 3 kelas. Sedangkan zooplankton ditemukan sebanyak 162 jenis dari 8 kelas.Kelimpahan plankton di daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap mengikuti trend kedalaman dan waktu pengamatan terlihat bahwa kelimpahan plankton di kedua lokasi penelitian bervariasi. Nilai keanekaragaman Plankton di daerah penangkapan baganapung dan bagan tancap memiliki nilai keanekaragaman tinggi. Keseragaman plankton yang diperoleh pada kedua daerah penangkapan (bagan apung dan bagan tancap) kekayaan setiap individu memiliki spesies jauh berbeda. Dominansi plankton di daerah penangkapan bagan apung dan bagan tancap perairan Oesapa tidak terdapat spesies yang dominan lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil

Strategi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Di Kawasan Pantai Konokar Ki'ik Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ekowisata mangrove merupakan objek wisata yang berwawasan lingkungan dimana wisata tersebut mengutamakan aspek keindahan yang alami dari hutan mangrove serta fauna yang hidup di sekitarnya tanpa harus merusak ekosistem tersebut untuk membuatnya lebih menarik wisatawan. Ekowisata merupakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir yang dapat menambah pendapatan mereka. Selain itu dalam pengelolaan ekowisata dan strategi konservasi hutan mangrove, keterlibatan para stakeholders sangat berperan penting. Proyek ekowisata dapat berhasil jika stakeholders melaksanakan peran mereka dalam pengelolaan ekowisata maupun konservasi hutan mangrove. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2020, dengan tujuan untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Strategi yang dipakai adalah progresif dimana pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu sedang berkembang, dan memiliki prioritas yang paling tepat dilakukan adalah (1) Meningkatkan sistem pengelolaan ekowisata mangrove lebih maksimal serta menjaga ekosistem mangrove dan fauna yang ada, guna menarik perhatian bagi setiap pengunjung yang datang, (2) Pengembangan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan wisata,(3) Membangun komitmen bersama antara instansi terkait dalam proses pengembangan ekowisata ke depan, (4) Pemanfaatan potensi dan ekosistem untuk pengembangan ekowisata yang menjunjung tinggi nilai kelestarian alam

Inventarisasi Tumbuhan Penghasil Nektar atau Sari Untuk Lebah Madu (Apis dorsata) Di Hutan Camplong, Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Inventarisasi Tumbuhan Penghasil Nektar Atau Sari Untuk Lebah Madu (Apis dorsata) di Hutan Camplong, Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang Mau, K.) * Sabuna, A.) ** Ngginak, j.) ** Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman penghasil nektar dan polen pada kawsan hutan Camplong. Variabel yang diamati dalam meliputi jenis-jenis tanaman persingahan lebah madu, dan jenis-jenis tanaman penghasil nektar dan polen. Metode yang digunakan adalah metode survey pada lokasi (Hutan Camplong) tumbuhan persingahan lebah madu Di Hutan Camplong, Desa Kiuoni, Kecamanatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanaman yang terdapat pada lokasi kawasan hutan camplong adalah tanaman hias antara lain: bunga kembang sepatu, almanda (Allamanda blancheti L), Jassia javanica, Bunga lempuyuk tanaman perkebunan antara lain: kelapa (Cocos nufiera), mangga gala-gala (Sesbania grandiflorapers), kelor (Moringa oleifera) dan Tanaman buah-buahan antara lain: jambu biji (Psidium guajava), jambu mete (Arnacidium occidentale mangga (mangifera indica), pisang (Musa paradisiaca L), sirkaya (Annona squamosa).

Studi Karakteristik Habitat Dan Tingkah Laku Harian Dugong Mawar (Dugong dugong) Di Perairan Pantai Mali Kelurahan Kabola Kabupaten Alor

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dugong adalah mamalia herbivore laut dan merupakansatu-satunya spesies dari family Dugongidae yang masih hidup. Dugong sendiri masuk ke dalam kategori vulnerable oleh IUCN dan Appendix I oleh CITES karena populasinya menurun di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikarakteristik habitat dan tingkah laku harian Dugong (Dugong dugon) di Perairan Pantai Mali Kecamatan Kabola Kabupaten Alor. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 di Perairan Pantai Mali Kecamatan Kabola Kabupaten Alor. Metode yang digunakan adalah metode survey/observasilangsung. Survei yang dilaksanakan dalam bentuk pengamatan terhadap karaketeristik habitat dan tingkah laku harian. Karakteristik yang diamati antara lain: (1) menentukan kawasan aktivitas dugong dengan menggunakan titik koordinat GPS; (2) mengamati karakteristik habitat dan kondisi biofisik melalui pengamatan terhadap keadaan biotik dan kondisi abiotik, dan (3) pengukuran parameter fisika-kimia yaitu suhu, salinitas dan pH. Sedangkanpengamatan tingkah laku harian dugong digunakan metode Ad libitum, yaitu mencatat setiap aktivitas dan waktu dari objek yang diamati. Keseluruhan data yang ada selanjutnya dianalisis untuk mencari kecendrungan tingkah laku dugong. Berdasarkan hasil penilitian bahwa ditemukan padang lamun pada lokasi penelitian memiliki tipe vegetasicampuran yang teriridari 3-6 spesies. Kualitas perairan baik suhu, salinitas, pH dan substrat masih dalam kondisi normal atau baik untuk pertumbuhan lamun dan mampu diadaptasi oleh dugong untuk hidup. Terdapat berbagai perilaku yang dilakukan oleh dugong di Perairan Mali seperti bernafas, mengelilingi perahu, berenang di permukaan, berenang di dasar, berenang di kolom air, makan, istirahat di dasar, memainkan kemudi, menggesekan tubuhnya ke kapal, menggesekan tubuhnya ke kemudi, mengeluarkan penis, menggesekan penisnya ke kapal, dan mencoba bermain dengan kaki manusia. Sifat alami dari dugong yang umumnya pemalu berubah menjadi berani dalam beraktivitas dengan manusia di Perairan Mali.

ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI DESA TOINEKE KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI DESA TOINEKE KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN JULINDA N.BOYMAU 17411901 Universitas Kristen Artha Wacana Kupang 2021 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Desa Toineke Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian kualitatif dengan mengurai data secara deskriptif. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan cara wawancara, serta dukumentasi dengan arsip dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan: pertama, proses pengelolaan alokasi dana desa meliputi: Perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Pengelolaan alokasi dana desa oleh pemerintah desa Toineke telah mengikuti aturan teknis yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Namun dalam prosesnya belum optimal. Hal ini terlihat dari proses pelaporan dan pertanggungjawaban yang mengalami keterlambatan. Untuk proses peloporan realisasi penggunaan alokasi dana desa belum sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan sehingga menyebabkan keterlambatan pencairan dana untuk tahapan berikutnya. Begitupula dengan pertanggungjawaban penggunaan alokasi dana desa sehingga masyarakat tidak dapat mengevaluasi hasil kerja pemerintah desa dan pertanggungjawaban kepada pemerintah daerah yang tidak di laksanakan tepat waktu. Kata Kunci: Pengelolaan Alokasi Dana Desa

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SDM DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PADA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALIS STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas sumber daya manusia pada pegawai. sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan pegawai di tempat kerja untuk meningkatkan ketaatan pegawai terhadap peraturan organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam upaya meningkatkan keinerja pegawai pada dinas peternakan kabupaten kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi pegawai serta meningkatkan kinerja pegawai. Konsep dalam penelitian skripsi ini adalah Stratengi pengembamgan sumber daya manusi dan kinerja pegawai. Menurut Hasibuan, (2011:68). Strategi pengembangan Sumber Daya Manusia pada dasarnya tidak hanya melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan, namun ada banyak cara untuk mengembangkannya. Strategi pengembangan Sumber Daya Manusia. Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan perencanan mengenai cara bagaimana kualitas dari sumber daya manusia yang dimiliki mampu berkembang ke arah yang lebih baik, meningkat kemampuan kerja, skill dan memiliki loyalitas yang baik terhadap organisasi. Pengembangan sumber daya manusia dibutuhkan untuk kelangsungan sebuah organisasi atau organisasi berkembang secara lebih dinamis. Mangkunegara (2005:9) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu sendiri juga menunjukkan kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 48 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 48 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis des kriptif presentase diketahuai bahwa. Strategi pengembangan sumber daya manusia dalam kategori sedang, dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori sedang. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana diketahui bahwa Strategi pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,713 yang berarti semakin baik Strategi pengembangan sumber daya manusia, semakin tinggi pula kinerja pegawai

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH KOTA KUPANG TAHUN ANGGARAN 2010-2019

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI “ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH KOTA KUPANG TAHUN ANGGARAN 2010 – 2019 Masalahyang diambildalampenelitian iniadalah “Bagaimana kinerja keuangan Kota Kupang Tahun anggaran 2010-2019. Sertayang menjadipersoalan penelitian ini adalah : Bagaimana mengukur kinerja keuangan daerah Kota Kupang menggunakan rasio keuangan daerah? Analisis rasio keuangan pada APBD dilakukan dengan membandingkan hasil yang dicapai dari satu periode dibandingkan dengan periode sebelumnya sehingga dapat diketahui bagaimana kecenderungan yang terjadi. Selain itu dapat pula dilakukan dengan cara membandingkan dengan rasio keuangan yang dimiliki suatu pemerintah daerah tertentu dengan daerah lain yang terdekat maupun yang potensi daerahnya relatif sama untuk dilihat bagaimana rasio keuangan pemerintah daerah tersebut terhadap pemerintah daerah lainnya. Penelitian inibertujuan untuk mengetahuikinerja keuangan daerah Kota Kupang melalui rasio keuangan daerah . Konsep dalampenelitian ini adalahmenggunakan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kota Kupang tahun 2010-2019 sebagai sumber infomasi utama yang bermanfaat meniIai kinerja keuangan pemerintah daerah, penelitian ini hanya dibatasi pada perhitungan analisis rasio keuangan terhadap Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010-2019, analisis rasio keuangan ini hanya untuk mengukur kinerja keuangan daerah dan kemapuan keuangan daerah. Padaanalisis pendahuluandigunakanmetodedeskriptifkuantitatif, artinya data yang diperoleh di lapangan diolah menggunakan rumus dan perhitungan sehingga memberikan data yang sistematis dan akurat mengenai permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasilpenelitian mengenai “Analisis Kinerja Keuangan Daerah Kota Kupang Tahun Anggaran 2010-2019”.HasilpenelitianmenunjukkanbahwaKota Kupang sebagai Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur belum mampu melaksanakan Otonomi Daerah (dalam hal ini Kinerja Keuangan) dengan baik.

PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DI MEDIA SOSIAL DAN ATRAKSI WISATA TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE WISATA ALAM FATUMNASI (Survei Pada Pengguna Facebook dan Instagram)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DI MEDIA SOSIAL DAN ATRAKSI WISATA TEHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE WISATA ALAM FATUMNASI (Survei Pada Pengguna Facebook dan Instagram) Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh e-wom terhadap keputusan berkunjung dan pengaruh atraksi wisata terhadap keputusan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi. Penelitian ini dilatar belakangi Dengan adanya media sosial online yang memiliki jangkauan luas seluruh dunia, masyarakat mulai mengubah cara promosi mereka dari yang bersifat konvensional menjadi bersifat modern yaitu mempromosikan menggunakan sosial media online berupa facebook. Salah satu kegiatan promosi yang sering dilakukan para pengguna facebook saat ini yaitu promosi wisata. Promosi objek wisata yang dilakukan melalui media sosial tersebut adalah cara yang bersifat baru dan dapat mendorong perkembangan wisatawan (Fatanti & Suyadnya, 2015). Selain itu, media sosial juga mampu memberikan dampak positif dalam media pemasaran objek wisata suatu daerah dilihat dari segi biaya, efektivitas serta kemudahan dalam menjalankan promosi melalui media ini sehingga menjadikan facebook semakin diminati banyak pihak dalam melakukan promosi dan Berdasarkan data dari tabel 1.1 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari tahun 2016 sampai tahun 2019 dan terjadi penurunan kunjungan wisatawan pada tahun 2020. . Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu e-wom, atraksi wisata, dan keputusan berkunjung. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang diambil sampel sebanyak 100 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel yang digunakan adalah para pengguna media sosian Facebook dan Instagram yang pernah berkunjung ketempat wisata alam Fatumnasi. Dari hasil pengolahan data yang dikumpulkan tersebut diuji berdasarkan persamaan regresi linear berganda dengan uji hipotesis pertama yaitu bahwa untuk e-wom (X1) ditemukan t hitung = 4.664 lebih besar dari t tabel = 1.660 dan tingkat sig = 0,000. Oleh karena nilai sig 0,05 maka Ho (b1>0) diterima yaitu variable e-wom (X1) berpengaruh positif secara parsial teerhadap keputusan berkunjung (Y). dan uji hipotesis kedua yaitu bahwa untuk variable atraksi wisata (X2) ditemukan t hitung = 4.134 lebih besar dari t tabel = 1.660 dan tingkat sig = 0,000. Oleh karena nilai sig > 0,05, maka Ho (b2 = 0) ditolak dan H2 (b2>0) diterima yaitu variabel atraksi wisata (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap keputusan berkunjung (Y). dan dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 53,489 > F tabel 3,09 dengan sig = 0,000.oleh karena nilai sig0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel e-wom (X1) dan atraksi wisata (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap keputusan berkunjung (Y). sedangkan nilai koefisien determinasi dalam penelitian ini adalah diketahui bahwa pengaruh e-wom terhadap keputusan berkunjung dengan nilai sebesar 0,006 dan hubungan yang terjadi antara lingkungan keluarga dengan minat berwirausaha juga sangat lemah dengan nilai sebesar 0,022. Penelitian ini menunjukan secara teori terbukti bahwa e-won berpengaruh positif terhadap keputusan berkunjung pada tempat wisata alam Fatumnasi. Dengan demikian semakin baik pemanfaatan dan pengelolaan e-wom maka akan semakin meningkat pula keputusan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi. Penelitian ini juga menunjukan bahwa secara teori atraksi wisata memiliki pengaruh positif terhadap keputussan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi. Dengan demikian semakin banyak atraksi wisata yang ada maka dapat meningkatkan keputusan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi Kata kunci : e-wom, atraksi wisata, keputusan berkunjung

ANALISIS PENGELOLAAN DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2020 (Studi Kasus Pada Desa Naileu, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGELOLAAN DANA TAHUN ANGGARAN 2020 (Studi kasus pada Desa Naileu, Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan) NOVIANTI DESILFA SABUNA 17413622 Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengelolaan dana desa di Desa Naileu Kecamatan Kie, Kabupaten TTS. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan dana desa, faktor penghambat dan pendukungnya pengelolaan dana desa, dan strategi mengatasi faktor penghambat pengelolaan dana desa didesa Naileu, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teori yang digunakan adalah teori pengelolaan keuangan desa yang dikemukakan oleh Umar Nain, S.Sos., M.Si dan karena kebutuhan untuk membangun termasuk perencanaan, pelaksanaan, usaha pengelolaan, pelaporan termasuk laporan pertanggungjawaban. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa belum sepenuhnya efektif, dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Dana Desa tahun 2020 di desa Naileu Kecamatan kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Penelitian ini secara khusus mengkaji atau fokus pada pengelolaan Dana Desa untuk penanganan pandemi COVID-19. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis praktik pengelolaan Dana Desa dalam penanganan pandemi COVID-19 dibandingkan dengan kebijakan/peraturan yang berlaku. Temuan penelitian ini adalah bahwa secara umum praktik pengelolaan dana desa dalam penanganan pandemi COVID-19 belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Prosedur untuk pengalokasian penggunaan dana Desa mengikuti proses perencanaan dan penganggaran desa. Perubahan dalam Fokus kegiatan penanganan pandemi COVID-19 dilakukan melalui Musyawarah Desa dalam RKP Desa. Perubahan RKP Desa diikuti dengan perubahan APBD Desa dengan memaksimalkan bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat, dan Mendesak Desa. Prioritas penggunaan dana Desa untuk penanganan COVID-19 berdasarkan Permendes No 6 tahun 2020 adalah melalui Program Tanggap Darurat COVID-19, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Padat Karya Tunai (PKT). Faktor-faktor yang menghambat pengelolaan dana desa dan upaya dalam mengatasi pengelolaan dana desa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan dan Pertanggungjawaban tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. (2) Faktor penghambat dalam pengelolaan dana desa di Desa Naileu yaitu, sumber daya manusia, keterlambatan pelaporan, perubahan APBDesa, internet dan pemahaman masyarakat. (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut yaitu, peningkatan sistem transparansi pengelolaan dana desa terhadap masyarakat dan Peningkatan kinerja kerja pada Pemerintah Desa Naileu. Prioritas penggunaan Dana Desa untuk penanganan COVID-19 adalah melalui Program Tanggap Darurat COVID-19, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Padat Karya Tunai (PKT). Kata kunci: Analisis Pengelolaan Dana Desa, Covid-19.

ANALISIS HUBUNGAN PENGALAMAN KERJA DAN PELATIHAN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. TELKOM INDONESIA CABANG KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Era globalisasi berpengaruh terhadap berbagai bidang dan perusahaan atau organisasi manapun yang semakin meningkatnya persaingan baik antar perusahaan atau organisasi yang sejenis maupun bukan, antar individu dalam perusahaan atau organisasi itu sendiri memiliki aspek yang positif dan negatif. Perusahaan atau organisasi semakin dituntut untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki, ketrampilan, kemampuan dan sikap yang baik dalam bekerja. Karyawan merupakan salah satu faktor yang harus di perhatikan dalam suatu perusahaaan karena mereka adalah kunci utama kesuksesan perusahaan dimasa sekarang maupun dimasa mendatang dan merupakan asset sebuah perusahaan untuk membuat perusahaan terus maju dan bertahan dalam perkembangan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab tiga persoalan yaitu Untuk mengetahui hubungan pengalaman kerja dengan kinerja karyawan dan Untuk mengetahui hubungan pelatihan kerja dengan kinerja karyawan dan Untuk memgetahui hubungan pengalaman kerja dengan pelatihan kerja pada PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan sempel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang berjumlah 65 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 39 orang sebagai responden. Sedangkan di dalam pembahasannya menggunakan alat analisis korelasi. Berdasarkan tabel 4.17 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pengalaman kerja dan kinerja karyawan adalah sebesar 0,061 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05 (0,0610,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja karyawan pada PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang. Pengalaman Kerja dengan Kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pengalaman kerja sebesar 92% dan kinerja kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 95%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pengalaman kerja dan kinerja kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik dan juga terlihat dari nilai pearson correlation sebesar 0,654 yang berarti kekuatan hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja karyawan termasuk dalam kategori korelasi kuat. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pengalaman kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan . Maka sebaliknya jika pengalaman kerja tidak baik maka kinerja karyawan pun menurun. Berdasarkan tabel 4.18 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pelatihan kerja dan kinerja karyawan adalah sebesar 0,081 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05 (0.0810,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan pelatihan kerja dengan kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kupang. Pelatihan Kerja dengan Kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pelatihan kerja sebesar 90% dan kinerja kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 95%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pelatihan kerja dan kinerja kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik. Terlihat juga nilai pearson correlation sebesar 0,926 yang berarti kekuatan hubungan antara pelatihan kerja dengan kinerja karyawan termasuk dalam kategori korelasi sempurna. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pelatihan kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan. Maka sebaliknya jika pelatihan kerja tidak baik maka kinerja karyawan pun menurun. Berdasarkan tabel 4.19 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pengalaman kerja dengan pelatihan kerja adalah sebesar 0,061 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05(0.061,0,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan pengalaman kerja dengan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kupang. terlihat nilai pearson correlation sebesar 0,667 yang berarti kekuatan hubungan antara pengalaman kerja dengan pelatihan kerja termasuk dalam kategori korelasi kuat. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pengalaman kerja maka semakin tinggi pelatihan kerja. Maka sebaliknya jika pengalaman kerja tidak baik maka pelatihan kerja pun menurun. Pengalaman Kerja dan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pengalaman kerja sebesar 92% dan pelatihan kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 90%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pengalaman kerja dan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA DI SMP NEGERI FAUTMOLO TAHUN PEMBELAJARAN 2020/2021

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran student facilitator and explaining terhadap pemahaman konsep siswa pada kelas VII SMPN Fautmolo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VII berjumlah 50 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan test tertulis. Teknik analisis data menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada hasil post test siswa kelas VIIA (kelas Eksperimen) menunjukan bahwa nilai dari 77-83 terdapat 11 siswa dengan persentase 44%. Dari nilai 84-89 terdapat 6 siswa dengan persentase 24%. Dari nilai 90-95 terdapat 12 siswa dengan presentase 32%. Pada hasil post test siswa kelas VIIB menunjukan bahwa nilai dari 70-75 terdapat 18 siswa dengan persentase 72%. Dari nilai 76-80 terdapat 5 siswa dengan persentase 20% dan dari rentang nilai 81-85 terdapat 8 siswa dengan persentase 8%. Dari hasil pengamatan pemahaman konsep siswa dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining, terlihat bahwa adanya peningkatan yang terlihat pada kelas eksperimen, dimana pemahaman konsep siswa mendapat persentase sebesar 84%, dan kelas kontrol 73 %. Pengaruh pemahaman konsep siswa ini karena pada saat guru menjelaskan materi siswa kelas eksperimen lebih aktif memperhatikan penjelasan guru karena siswa tertarik dengan suasana belajar yang baru yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Sedangkan pada kelas kontrol guru menjelaskan dengan menggunakan metode ceramah. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang menggunakan rumus uji t dimana hasil analisis data pada perhitungan Indenpendent Samples Test menunjukkan pada sig (2-tailed) diperoleh nilai P= 0,000 0,05, maka dapat dikatakan H1 diterima dan Ho ditolak.

IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) TERESTERIAL PADA BERBAGAI KETINGGIAN DIKAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) RUTENG KABUPATEN MANGGARAI

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kerapatan tumbuhan paku di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng, Kabupaten Manggarai. Pengamatan membagi lokasi penelitian menjadi 5 stasiun, antara lain ekosistem pepohonan dengan ekosistem semak. Ekosistem pepohonan terdiri atas 3 stasiun.Ekosistem semak terdiri atas 2 stasiun. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling dengan memasang plot berukuran panjang 40 m dan lebar 40 m. Di dalam plot 40X40 meter terdapat 5 sub plot yang berukuran 10X10 meter. Setiap jenis tumbuhan paku yang ditemukan dicatat mengenai keterangan lokasi, jenis, jumlah, dan dicatat pula hasil pengukuran faktor abiotik. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis kelimpahan menggunakan rumus analisis vegetasi dan keanekaragaman menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada ekosistem pepohonan ditemukan 13 jenis tumbuhan paku antara lain: Chyateaceae Sp, Angiopteris evecta, Chyathea contaminans, Davalia solida, Davalia denticulate, Pteris biaurita, Vittaria elongate, Vittaria graminifolia, Adiantum cuninghamii, Asplenium nidus, Nephrolepis cardifolia, Selaginella intermedia, Lygodium circinatum. Pada ekosistem semak ditemukan 9 jenis tumnuhan paku antara lain: Christella dentate, Lycopodium candesis, Glechenia linearis, Pteridium aquilinum, Adiantum cuninghami, Nephrolepis cardifolia, Selaginella intermedia, Dipteris conjungatedan Chyathea contaminans. Berdasarkan hasil penelitian di lakukan di Taman Wisata Alam Ruteng dapat disimpulkan bahwa jenis tumbuhan paku yang mendominasi kawasan ekosistem pepohonan yaitu Nephrolepis cardifolia dengan jumlah sebanyak 137 individu dengan nilai kerapatan relatif 44,480%. Nilai keanekaragaman pada ekosistem pepohonan termasuk kategori sedang dengan nilai sebesar H’=1,934. Tumbuhan yang mendominasi pada ekosistem semak yaitu Glechenia linearis dengan jumlah sebanyak 216 individu dengan nilai kerapatan relatif 49,655%. Nilai keanekaragaman pada ekosistem semak termasuk kategori sedang dengan total nilai sebesar H’=1,464.

Analisis sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas untuk perencanaan dan pengendalian keuangan pada gereja Santo Andreas lasiana kupang

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini meneliti mengenai analisis sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas untuk perencanaan dan pengendalian keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada Gereja Santo Andreas Lasiana Kupang. Dalam menjalankan aktivitasnya memerlukan informasi yang akurat, cepat, relevan, dan lengkap. Penelitian ini dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan wawancara. Hasil analisa pada penelitian ini yaitu tidak ada pembagian tugas antara pihak suport dan accounting yang akan menyebabkan penyalahgunaan keuangan Gereja, penyisihan uang untuk pengeluaran kebutuhan gereja hanya diproses oleh pihak accounting. Saran pada hasil penelitian ini yaitu fungsi akuntansi yang ada dalam gereja agar melaksanakan aktivitas sesuai pembagian tugas, lebih meningkatkan efektivitas dalam pembuatan laporan keuangan dan pengeluaran kas, melakukan kelengkapan dokumen dalam sistem penerimaan kas.

ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAERAH (SIMDA-BMD) PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN ROTE NDAO

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Leon Aditia Putra Henukh “Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA-BMD) Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao” dibawah bimbingan Mesri W.N. Manafe, SE.,M.Sc selaku pembimbing I dan Herry A. Manubulu,S.Sos.,M.Si selaku pembimbing II. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Penerapan sistem informasi manajemen daerah (SIMDA-BMD) Pada Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao. Dengan mengacu pada persoalan penelitian Bagaimana penerapan sistem informasi manajemen daerah Pada Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao? Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengatahui penerapan sistem informasi manajemen daerah (SIMDA-BMD). Konsep penelitian yang diangkat dalam penelitian ini adalah penerapan sistem informasi manajemen daerah dan yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah pegawi di badan pengelola keuangan dan aset daerah Kabupaten Rote Ndao dan yang menjadi sampel pada penlitian ini adalah kabid aset dan operator simda. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah wawancara dengan pegawai di bagian aset terkhususnya operator simda. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Dengan melihat hasil penelitian yang dilakukan oleh saya maka Penerapan Sistem Informasi Manajemen Daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao sangat membantu Pemerintah Daerah dalam mengelola barang milik daerah, dan juga SIMDA memberikan kelengkapan penjelasan yang terlihat dalam output seperti daftar kebutuhan barang dan pemeliharaan, daftar rencana pengadaan barang daerah, daftar rencana pemeliharaan barang daerah, daftar hasil pengadaan barang, daftar kontrak pengadaan, kartu inventaris barang, kartu inventaris ruangan, buku inventaris, daftar mutasi barang daerah, dan rekap hasil sensus, dan label barang yang dihasilkan serta cepat dalam menghasilkan laporan keuangan. SIMDA–BMD ini pada dasarnya digunakan untuk melakukan proses pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) secara otomatis dengan memanfaatkan pengolahan data elektronik. Menu-menu yang terdapat dalam Aplikasi Pengolahan BMD digunakan untuk mencatat dan mengadministrasikan mutasi barang daerah atau aset tetap daerah sesuai ketentuan. Diharapkan program aplikasi ini akan dapat memenuhi kebutuhan Pemerintah Daerah, baik di Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah Daerah, yang dalam hal ini selalu berhubungan dengan administrasi semua barang milik daerah. Ada juga kekurangan SIMDA yaitu aplikasi SIMDA belum kompatibel apabila dibuka dalam Windows 10, jadi pada windows 10 SIMDA harus dibuka secara online. Dalam BPKAD sendiri juga menggunakan aplikasi SIMDA ver. 2.0.7 Oleh karena itu badan pengelola keuangan dan aset daerah atau terkhususnya bidang aset harus mengupdate SIMDA, sehingga dapat menghasilkan output yang dibutuhkan dengan SIMDA ver. Terakhir.

ANALISIS KONTRIBUSI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP BELANJA LANGSUNG DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2017-2020

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Setiap daerah memiliki kemampuan keuangan yang tidak sama dalam mendanai kegiatan-kegiatannya, hal ini menimbulkan ketimpangan fiscal antara satu daerah dengan daerah yang lain. Oleh karena itu untuk mengatasi ketimpanga fiscal pemerintah mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD untuk mendanai daerah dalam pelaksanaan kegiatan. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Pasal 10 menyatakan bahwa sumber-sumber pembiayaan untuk pembangunan daerah antara lain berasal dari PAD yang diterima oleh daerah-daerah dari pemerintah pusat. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 menyebutkan pengertian kinerja sebagai berikut, kinerja adalah keluaran atau hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur. Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 adalah yaitu sumber keuanga daerah yang digali dari wilayah daerah yang bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan keuangan daerah yang dipisahan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Menurut Erlina dan Omar Sakti dkk (2015:158) belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.kelompok belanja langsung dari suatu kegiatan dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari: belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi Pendapatan Asli daerah terhadap Belanja Langsung dan implikasinya terhadap Kinerja.Penelitian ini menggunakan Pendekatan kuantitatif.Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD tahun 2017-2020).Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan data Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan.Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa PAD tidak ada hubungan kinerja dan derajat hubungan antara variabel PAD dengan kinerja termasuk dalam kategori sangat rendah dan hasil penelitian ini membuktikan bahwa belanja langsung tidak ada hubungan kinerja dan derajat hubungan antara variabel belanja langsung dengan kinerja termasuk dalam kategori sangat rendah.

ANALISIS PENGARUH PENGEMBANGAN KAPASITAS APARATUR DESA TERHADAP PENGELOLAAN DANA DESA MENUJU DESA MANDIRI (Studi Kasus : Desa Bebalain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGEMBANGAN KAPASITAS APARATUR DESA TERHADAP PENGELOLAAN DANA DESA MENUJU DESA MANDIRI (Studi Kasus: Desa Bebalain Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao) Disusun Oleh : Nama : Wiwi Aprilia Hendrik Nim : 16192997 Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENGEMBANGAN KAPASITAS APARATUR DESA TERHADAP PENGELOLAAN DANA DESA MENUJU DESA MANDIRI (Studi Kasus: Desa Bebalain Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan kapasitas aparatur desa terhadap pengelolaan dana desa menuju desa mandiri. Pengembangan Kapasitas merupakan suatu proses meningkatkan kemampuan, keterampilan dan pemahaman yang dimiliki oleh individu, suatu organisasi atau suatu sistem dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya secara efektif, efisien, serta berkelanjutan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk mencapai tujuan bersama dalam pembangunan. Pengelolaan Keuangan Desa merupakan keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Asas dalam mengelola keuangan desa terdiri dari transparansi, partisipatif, akuntabel, tertib serta disiplin penggunaan anggaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah berupa Kuesioner. Penelitian dilakukan dengan uji asumsi klasik, pengujian determinasi, pengujian pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa berpengaruh positif signifikan terhadap Pengelolaan Dana Desa. Penelitian tersebut didukung dengan hasil pengujian regresi yang menunjukkan bahwa variansi data variabel Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa dapat menjelaskan variansi data Dana Desa sebesar 73,3 % berdasarkan pengujian atas data kuesioner. Selanjutnya hasil pengujian regresi juga menunjukkan bahwa Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa berpengaruh positif sebesar 68,8% dan signifikan ditunjukkan dengan nilai t-hitung = 0,733 > t-tabel (α/2; n-k-1) = 2,030 atau sig = 0,000 dari α = 0,05. Kata Kunci: Kapasitas Aparatur Desa, Pengelolaan Dana Desa.

TATO'NU

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Konsep tato’nu merupakan satu konsep yang telah mempersatukan agama Islam dan Kristen di Desa Aimoi terkhususnya Jemaat GMIT Sei’Eng dan Masjid Attaqwa Wahing, dalam membangun persaudaraaan. Konsep tato'nu mula pertama diperkenalkan oleh Timung Bel sebagai kapal mate atau tamukung (ketua adat) pada saat dilakukan pembagian agama. Konsep ini mengandung kebenaran yang di dalamnya mengisahkan satu keluarga atau turunan dalam masyarakat Desa Aimoli. Oleh karena konsep ini memiliki makna yang sangat dalam saat jemaat maupun jemaah menghadirkannya dalam tindakan kerukunan dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejarah terbentuknya budaya kerukunan yang didasarkan pada konsep tato'nu dan untuk mengetahui nilai-nilai teologis dan sejauh mana diimplementasikan dalam membentuk konsep tato'nu sebagai sokok guru bagi kerukunan Jemaat GMIT Sei’Eng dan Jemaah Masjid Ataqwa Wahing, serta merumuskan pokok-pokok teologis sebagai bahan refleksi dari konsep Tatonu yang menjadi dasar kerukunan masyarakat Islam - Kristen Desa Aimoli dan Implikasinya bagi pembangunan jemaat GMIT Sei’Eng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian ini digunakan untuk mengetahui dan memperoleh nilai dan makna yang mandalam terhadap konsep tato’nu yang dihidupi oleh jemaat GMIT Sei’Eng dan Masjid Attaqwa Wahing. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerukunan ini terbentuk dari pembegian agama yang dilakukan oleh masyarakat desa Aimoli, sampai membentuk konsep tato’nu (satu perut/rahim), yang di dalamnya masyarakat memiliki hubungan darah antara satu dengan yang lain, namun mereka hidup dalam perbedaan agama. Keberagaman ini juga telah dihidupi oleh nabi-nabi terdahulu, seperti Ibrahim (Abraham), Musa, dan Yesus. Di temukan juga bahwa konsep tato’nu memiliki nilai-nilai Kristiani seperti kasih, keadilan dan kebebasan. Nilai-nilai ini merupakan misi yang diberikan Allah kepada Abraham, Musa dan juga Yesus dan sampai kepada Timung Bel yang dirangkum dalam konsep Tatu’nu. Konsep ini dipercaya sebagai misi Allah yang berkelanjutan dan merupakan kehendak dari Allah agar melalui nilai-nilai ini dapat diambil dan dimaknai sebagai sebuah misi yang harus dijalankan masyarakat Aimoli terkhsusunya Jemaat GMIT Sei’Eng dalam melakukan pelayanan, dengan menumbuhkan kasih, keadilan dan kebebasan untuk menciptakan kedamian serta keselamatan di tengah-tengah dunia.