2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
An Analysis on Teacher and Students' Classroom Verbal Interaction (A Study of the Second Grade of Senior High School I Kupang Academic Year 2018/2019)
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
MAKARIUS, N. TAEK* NAINITI, N. P. P. E** MAKABORANG M** ABSTRAK Dalam memenuhi kebutuhan air untuk berbagai keperluan usaha tani, maka air (irigasi) harus diberikan dalam jumlah, waktu, dan mutu yang tepat sehingga tidak mempengaruhi menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman.Pemberian air irigasi dari hulu sampai hilir memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai, berupa; bendungan, bendung, saluran primer dan sekunder, box bagi, pertumbuhan tanaman dapat terjamin dengan baik, dan tercukupi air pengairannya (Silahooy, 2010). Untuk menjamin kebutuhan air irigasi bagi petani padi di Desa Bakus Tulama, telah tersedia fasilitas Irigasi berupa sumber air dari sungai Aimalae. Permasalah yang di hadapi di Daerah Irigasi adalah terjadi pemborosan dimana pembagian air tidak merata, ada kelompok petani yang mendapat jatah pembagian air cukup ada pula yang tidak cukupUntuk menjamin kebutuhan air irigasi bagi petani padi di Desa Bakus Tulama. maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul“ Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Pada Musim Tanam (MT I) di Daerah Irigasi Aimalae Desa Bakustulama, Kecamat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu ” Dari hasil penelitian dapat di ketahui bahwa hasil Efesiensi saluran primer pada daerah irigasi Aimale di Desa Bakus Tulama sebesar 86,862 % artinya kehilangan air di sepanjang saluran ialah 2,575%. Rata-rata Efesiensi saluran sekunder pada daerah irigasi Aimalae di Desa Bakus Tulam sebesar 43,360 %, artinya kehilangan air di sepanjang saluran sebesar 2,308%. Rata-rata Efisiensi saluran tersier pada daerah irigasi Aimalae di Desa Bakus Tulama sebesar 41,755%,artinya kehilangan air di sepanjang saluran sebesar 21,437%. Efesiensi penyaluran air pada Irigasi Aimalae Di Desa Bakus tulama sebesar 1,573 Kata Kunci : Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Padi Pada Mt I Didaerah Irigasi Aimalae Desa Bakustulama Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu *) penelitian **) pembimbing
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini tentang Rendemen Destilasi Minyak Kayu Putih (Malaleuca Leucadendron) Dengan Pra perlakuan daun kayu putih yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium prosessing Universitas Kristen Artha Wacana Kupang selama 2 minggu pada tanggal 07 Juni – 21 juni. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pra perlakuan daun tanaman (malaleuca leucadendron) yang menghasilkan minyak kayu putih dengan rendemen tertinggi. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan jenis daun utuh,potong dan tumbuk. Variabel yang diamati adalah volume minyak dan berat jenis minyak. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik pra perlakuan daun yang berbeda tertinggi terdapat pada perlakuan C daun tumbuk dengan nilai volume minyak 0,708,berat jenis0.006233.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa pasal 1 menjelaskan bahwa Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa desa merupakan suatu langkah awal kemandirian desa dalam penyelenggaraan Pemerintah maupun dalam pengelolaan dana desa untuk menunjang pembangunan, yang dilihat dari tahap perencanaan anggaran, tahap realisasi anggaran dan tahap capaian anggaran. Menurut Listyangsi (2014) mengemukakan bahwa perencanaan merupakan suatu proses yang kontimu yang meliputi dua aspek yaitu formulasi perenanaan dan pelaksanaan. Perencanaan dapat digunakan untuk mengontrol dan mengevaluasi jalannya kegiatan karena sifat rencana itu adalah sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan. Menurut Anthony dan Govindarajan (2013) mengemukakan bahwa anggaran merupakan alat penting untuk perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang efektif dalam organisasi. Anggaran memiliki dua peran penting di dalam sebuah organisasi, yaitu berperan sebagai alat perencanaan dan kedua berperan sebagai alat pengendalian. Menurut Mardiasmo (2009) perencanaan anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang ingin dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial. Realisasi anggaran merupakan suatu rangkaian aktivitas dalam menggunakan sumber daya ekonomi yang dikelolah dan diukur dalam satuan rupiah,disusun menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu periode. Menurut Dedi Nordiawan (2010) mengemukakan bahwa realisasi adalah proses yang harus diwujudkan untuk menjadi kenyataan dan pelaksanaan yang nyata agar realisasi dapat sesuai dengan harapan di inginkan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa realisasi adalah suatu proses yang harus diwujudkan untuk menjadi kenyataan dan dalam proses tersebut diperlukan adanya tindakan dan pelaksanaan yang nyata agar realisasi tersebut dapat sesuai dengan harapan yang di inginkan. Realisasi anggaran diguakan untuk meberikan informasi. Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan infromasi yang penting dalam proses perencanaan, pengawasan dan pengendalian. Menurut Abdul Hafis Tanjung (2013) Laporan Realisasi Anggaran Merupakan Iktisar sumber, alokasi dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah pusat atau daerah yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan. Capaian anggaran adalah hasil akhir dari Kepala Desa menyampaikan laporan realisasi penyerapan dan capaian outpout dana desa setiap tahap kepada bupati atau walikota.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
RINGKASAN GABRIEL DEROSARI (15380004), Pengaruh Umpan Yang Berbedaterhadap Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Menggunakan Pancing Tonda Di Wilayah Perairan Kelurahan Larantuka Dan Kelurahan Balela, Kecamatan Larantuka. Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan plagis (ikan tongkol, cekalang, tenggiri, madidiang, setuhuk, alu-alu, sunglir) merupakan jenis ikan yang yang berada dilapisan permukaan air. Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan plagis dalam penelitian ini menggunakan pancing tonda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh unmpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan ikan pelagis Menggunakan Pancing Tonda Di Wilayah Perairan Kelurahan Larantuka Dan Kelurahan Balela, Kecamatan Larantuka. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Oktober 2020 bertempat di wilaya Perairan Kelurahan Larantuka dan Kelurahan Balela. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi partisipasi. Metode partisipasi merupakan metode pengumpulan data melalui pengamatan atau penginderaan oleh peneliti dengan cara turut terlibat secara langsung dengan keseharian responden. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa perlakuan umpan buatan yang paling banyak memperoleh hasil tangkapan yaitu umpan cumi karet dengan perolehan tangkapan ikan pada Kelurahan Larantuka dengan sembilan kali ulangan sebanyak 15 ekor ikan dan rata-ratanya 1,6 rata-rata perolehan hasil tangkapan diperoleh dengan cara total hasil tangkapan dibagi banyaknya ulangan. Pada kelurahan Balela umpan cumi karet memperoleh total hasil tangkapan ikan sebanyak 23 ekor dengan rata-rata 2,5 rata-rata perolehan hasil tangkapan diperoleh dengan cara total hasil tangkapan dibagi banyaknya ulangan. Kata kunci:Pengaruh, Umpan Tonda, Ikan Pelagis, Perairan Larantuka, Perairan Balela.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pisang raja (Musa paradisiaca) merupakan salah satu tanaman holtikultura yang penting didunia karena potensi produksinya yang cukup besar. Pisang raja men gandung kadar gula yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar fermentasi minuman beralkohol seperti wine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan flavonoid dan kadar alkohol yang terdapat pada fermentasi wine pisang raja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan 1 perlakuan dan 3 ulangan. Sampel buah pisang raja (Musa paradisiaca) diperoleh dari pasar tradisional Inpres.Buah pisang dicuci, dipotong-potong dan ditimbang, diblender, direbus, didinginkan, disaring, kemudian tambahkan gula 300g dan yeast 11g, dibotolkan dan difermentasi selama 21 hari. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat flavonoid dan kadar alkohol pada wine pisang raja. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsi kuantitatif dan kualitatif yang disajikan dalam bentuk grafik, tabel dan gambar. Berdasarkan data hasil penelitian, ditemukan bahwa kadar alkohol yang terdapat pada wine pisang raja adalah 5%. Wine pisang raja memiliki warna, aroma, dan rasa yang berkualitas. Sedangkan hasil uji kandungan flavonoid pada ekstrak wine pisang yang ditambahkan etanol dan HCL warnanya menjadi merah sehingga menunjukan adanya kandungan flavonoid.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH INFORMASI LABA, ARUS KAS OPERASI DAN ZISE PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTANIAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Perusahaan adalah suatu badan usaha yang melakukan kegiatan operasional dengan tujuan utamanya yaitu memaksimalkan laba atau keuntungan perusahaan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kelangsungan perusahaan dalam mengahasilkan laba atau keuntungan selama periode tertentu dapat diukur dengan melihat kemampuan dan kesuksesan perusahaan dalam menyediakan ketersediaan dana dan akses sumber dana yang besar memiliki pengaruh yang kuat terhadap kelangsungan hidup dalam perkembangan di dunia usaha. Dalam era persaingan usaha yang semakin kompetitif sekarang ini, perusahaan dituntut untuk dapat mengelola dan mempergunakan dana dengan sebaik mungkin salah satunya dengan mengelola dana ekternal perusahaan dalam pasar modal dimana pasar modal menjadi sarana pendanaan bagi perusahaan untuk menanamkan modal yang dimilikinya yang mengharuskan perusahaan bersaing secara sehat dalam rangka menarik investor agar menanamkan modal di perusahaannya dengan cara berinvestasi. Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Tujuan dari investasi dalam pasar modal yaitu untuk mendapatkan return saham. Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi, atau dapat dikatakan keuntungan yang dinikmati investor atas investasi saham yang dilakukannya Jogiyanto, (2009). Saham banyak dipilih oleh para investor untuk menambah modal karena saham dapat memberikan tingkat keuntungan, akan tetapi saham tidak selalu menghasilkan keuntungan layaknya perdagangan pada umumnya. Oleh sebab itu dalam membuat keputusan investasi, investor sangat membutuhkan informasi yang akurat hal ini disebabkan karena investor mempunyai harapan dapat memperoleh keuntungan (return) berupa capital gain maupun dividend. Informasi yang paling mendasar bagi investor sebelum mengambil keputusan informasi adalah kinerja perusahaan yang tercermin dari laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi keuangan perusahaan yang di dalamnya mengandung informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan investasi. Salah satu informasi yang dapat meningkatkan return saham adalah informasi laba. Laba terdiri atas laba kotor, laba operasi, dan laba bersih. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan laba bersih dikarenakan laba bersih mempunyai kandungan informasi yang direaksi oleh investor dan mampu menggambarkan hubungan laba dengan return saham. Hal ini dikarenakan laba bersih mendapat perhatian lebih banyak daripada bagian laba lainnya dalam laporan keuangan. Laba bersih adalah pendapatan yang diterima perusahaan setelah mengurangkan seluruh biaya dengan pajak pendapatan. Menurut Sugiyono, (2010) Laba bersih adalah laba perusahaan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi. Dalam penelitian ini laba rugi akuntansi tahunan perusahaan setelah dikurangi pajak. Laba bersih diperoleh dengan cara yaitu laba kotor dikurangi beban operasi dikurangi beban lain-lain ditambah pendapatan lain-lain kemudian dikurangi pajak. Selain itu arus kas operasi juga dapat mempengaruhi return saham. Menurut Lidayati (2020) menjelaskan bahwa Arus kas sebagai komponen penyusun laporan keuangan merupakan sumber informasi yang menjadi perhatian bagi investor. Laporan arus kas ditujukan untuk melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode yang berasal dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Dalam penelitian ini, peneliti berfokus pada Arus Kas Operasi, dimana Aktivitas operasi berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi bersih, dan merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar, Nursita (2021: 2). Informasi penting lainnya yang sering digunakan oleh investor adalah menentukan size perusahaan yang merupakan salah satu alasan bagi investor dalam menanamkan modalnya dengan mempertimbangakn besar kecilnya suatu perusahaan. Besar kecilnya perusahaan akan mempengaruhi kemampuan dalam menanggung risiko yang timbul akibat berbagai situasi yang dihadapi perusahaan berkaitan dengan operasinya Ismail, (2004:52). Menurut Jogiyanto, (2015) Size atau ukuran perusahaan adalah suatu nilai yang menunjukkan besar kecilnya perusahan. Salah satu tolak ukur yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan adalah ukuran aktiva dari perusahaan tersebut atau ukuran aktiva dipakai sebagai proxy besarnya perusahaan. Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini perusahaan sektor pertanian yang terdiri dari beberapa sub sektor yang terdaftar di BEI antara lain yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan, Sub Sektor Perkebunan, Sub Sektor Peternakan, Sub Sektor Perikanan, dan Sub Sektor Kehutanan. Dari jumlah populasi yang di uraikan, maka perusahaan yang dijadikan tempat acuan untuk melakuakan penelitan ini yaitu dari perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020. Oleh sebab itu populasi perusahaan sub sektor perkebunan adalah sebanyak 18 perusahaan. Dari populasi tersebut peneliti menggunakan metode Purposive Sampling sehingga diperoleh sampel sebnyak 9 perusahaan. Data yang dikumpulkan dan dianalisis dengan metode analisis data. Data diuji menggunakan SPSS versi 16 dengan menggunakan Uji Regresi Linier Berganda dan Uji Hipotesis. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh positif dan signifikan Informasi Laba Terhadap Return Saham pada Perusahaan Sub Sektor Pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai sig 0,0050,05 dan nilai T_hitung 2.957>1.683, Selanjutnya Secara Parsial Terdapat pengaruh positif dan signifikan arus kas operasi terhadap return saham pada Perusahaan Sub Sektor Pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan nilai sig 0,0000,05 dan nilai T_hitung 3.903>1.683, Selanjutnya Secara Parsial Terdapat pengaruh positif dan signifikan zise perusahaan terhadap return saham pada Perusahaan Sub Sektor Pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan nilai sig 0,0250,05 dan nilai T_hitung 2.322>1.683. Kata kunci : Return Saham, Informasi Laba, Arus Kas Operasi Dan Zise Perusahaan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAKSI Seorang auditor harus memahami konsep maupun pengukuran materialitas sebelum membuat opini atas laporan keuangan. Hal ini dikarenakan pemahaman tersebut akan digunakan untuk tujuan evaluasi kekeliruan keuangan yang berasal dari perbedaan-perbedaan jumlah yang termaksuk dalam laporan keuangan dengan bukti-bukti yang memadai. Materialitas berkaitan dengan seberapa besar salah saji yang terdapat arsesi yang dapat diterima oleh auditor agar pengguna laporan keuangan tidak terpengaruh oleh salah saji tersebut. Dalam mengaudit laporan keuangan tingkat materialisme dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain profesionalisme, etika profesi dan pengalaman auditor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profesionaliasme, etika profesi, dan pengalaman auditor terhadap tingkat materialitas. Penelitian ini dilaksanakan di Inspekorat Kabupaten Kupang. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu independensi (X1) profesionalisme, (X2) etika profesi, dan (X3) pengalaman auditor. Variabel dependen yaitu tingkat materialitas (Y). Data yang digunakan merupakan data primer. popolasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Inspektorat Kabupaten Kupang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive Sampling, yakni penentuan sampel berdasarkan tujuan atau pertimbangan tertentu. Dengan demikian, sampel dalam penelitian ini adalah 44 auditor yang bekerja di Inspektorat Kabupaten Kupang. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data dengan skala ordinal. Data dianalisis dengan mengggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) deskripsi profesionalisme auditor di Kabupaten Kupang dikategorikan sangat tinggi, yang dibuktikan dengan persentase sebesar 93%; etika profesi auditor dikategorikan cukup tinggi, yakni sebesar 28%; dan pengalaman auditor dikategorikan cukup tinggi, yakni sebesar 43%. (2) Tingkat Materialitas Auditor di Kabupaten Kupang dipengaruhi oleh profesionalisme dan etika proesi. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 123.77 lebih besar dari nilai F tabel pada tingkat kepercayaan 99 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.914 ini berarti bahwa 91,40 % keragaman variabel tingkat materialitas auditor dapat dijelaskan oleh keragaman variabel profesionalisme, etika proesi dan pengalaman auditor. Sedangkan 8,60 % diterangkan oleh variabel lain diluar model atau variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini; dan (3) tingkat materialitas auditor kabupaten Kupang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengalaman auditor. Kata Kunci: Materialitas, Profesionalisme, Etika Profesi, dan Pengalaman Auditor. ABSTRACT Seorang auditor harus memahami konsep maupun pengukuran materialitas sebelum membuat opini atas laporan keuangan. Hal ini dikarenakan pemahaman tersebut akan digunakan untuk tujuan evaluasi kekeliruan keuangan yang berasal dari perbedaan-perbedaan jumlah yang termaksuk dalam laporan keuangan dengan bukti-bukti yang memadai. Materialitas berkaitan dengan seberapa besar salah saji yang terdapat arsesi yang dapat diterima oleh auditor agar pengguna laporan keuangan tidak terpengaruh oleh salah saji tersebut. Dalam mengaudit laporan keuangan tingkat materialisme dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain profesionalisme, etika profesi dan pengalaman auditor. This study aims to determine the effect of professionalism, professional ethics, and auditor experience on the level of materiality. This research was conducted at the Inspectorate of Kupang Regency. The independent variables in this study are independence (X1) professionalism, (X2) professional ethics, and (X3) auditor experience. The dependent variable is the level of materiality (Y). The data used is primary data. The population in this study are auditors who work at the Kupang Regency Inspectorate. Sampling using purposive sampling technique, namely determining the sample based on certain objectives or considerations. Thus, the sample in this study is 44 auditors who work at the Kupang Regency Inspectorate. The method of data collection is by using a questionnaire distributed to respondents. Data measurement scale with ordinal scale. The data were analyzed using multiple regression analysis with the help of the SPSS program. The results showed that (1) the description of the professionalism of auditors in Kupang Regency was categorized as very high, as evidenced by the percentage of 93%; the professional ethics of auditors is categorized as quite high, at 28%; and the experience of auditors is categorized as quite high, which is 43%. (2) Auditor Materiality Level in Kupang Regency is influenced by professionalism and professional ethics. This is evidenced by the calculated F value of 123.77 which is greater than the table F value at the 99% confidence level. The results of the analysis show that the coefficient of determination (R2) of 0.914 means that 91.40% of the diversity of auditor materiality variables can be explained by the diversity of variables of professionalism, professional ethics and auditor experience. While 8.60 % is explained by other variables outside the model or variables not examined in this study; and (3) the level of materiality of the Kupang district auditors has no significant effect on the auditor's experience. Kata Kunci: Materiality, Professionalism, Professional ethics, dan Auditor Experience.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUHMODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMTING BERBASIS ACTIVE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMP NEGERI MET’ANA KECAMATAN KUANFATU TAHUN AJARAN 2020/2021 Kase M. M* Nomleni Th. F)** Foeh. Y** TujuandalampenelitianiniadalahUntukmengetahuipengaruh modelpembelajaranprobing promtingberbasisactive learningterhadapkemampuanberpikirkritissiwapadakelas VIIISMP NegeriMet’ana.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeEksperimenyaitubertujuanuntukmengetahuihubunganvariabelbebasterhadapvariabelterikat.Metode yang digunakanadalahmetodeeksperimendengandesainPosstest-Only Control Design.Populasiseluruhsiswakelas VIII berjumlah31siswadansampelkelas VIIIAdankelas VIIIB berjumlah14 siswa.Teknikpengambilansampel yang digunakanadalahPurposive Sampling.Pengumpulan data dilakukandengantes.Teknikanalisis data menggunakanUji t, denganbantuanSPSS.Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai F sebesar 4,124 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai t 9,032 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh berpikir kritis siswa antara kelas kontrol dan eksperimenHasilpenelitianmenunjukkanbahwapenggunaanModel PembelajaranProbing promtingberbasisactive learningpadakelaseksperimenlebihtinggiyaituMemberikanpenjelasansederhana93%, Membangunketerampilandasar93,00%, Menyimpulkan87,14%,Memberikanpenjelasanlebihlanjut 86,00%.danMengaturstrategidantaktik92,85%. Dibandingkandengankemampuanberpikirkritis padakelasKontrol.Sehinggadapatdisimpulkanbahwaadapengaruh yang signifikandalammodelpembelajaranprobing promtingterhadap kemampuan perpikir kritis siswa di SMP NegeriMet’anaKecamatanKuanfatuTahunAjaran 2020/2021.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG Dierapemerintahaansekaranginibanyaksekaliterjadipembaharuanperaturanpemerintah yang sejalandenganberlakunyaundang-undangotonomidaerahuntukmenumbuhkankesadaranpembangundaerahsecara optimal. Hal tersebutberartipemerintahdaerahdiberikankewenanganuntukmenyelenggarakanpemerintahdaerah yang lebihluas, nyata dan bertanggungjawab. SehinggaPemerintah Daerah ditugaskanuntukmenjalankanrodapemerintahan, pembangunan dan layanansosialmasyarakatsertadiwajibkanuntukmenyampaikanlaporanpertanggungjawabankeuangandaerahnyauntukdinilaiapakahpemerintahdaerahtersebutberhasilmenjalankantugasdenganbaikatautidak. Oleh sebabituPemerintahdaerahdituntut agar pengelolaankeuangandaerahsecarabaik yang harusdilakukandalammewujudkantujuanpemerintahan yang bersih(clean goverment), dimanapengelolaankeuangandaerah yang baikadalahkemampuanmengontrolkebijakankeuangandaerahsecaraekonomis, efisien, transparan dan akuntabel. Pemerintah Daerah harusdapatmempertanggungjawabkanpengelolaankeuangandaerahmelaluiLaporanKeuangan. Undang-UndangNomor 17 Tahun 2003 tentangKeuangan Negara dan Undang-UndangNomor 9 Tahun 2015 tentangPerubahanKedua Atas Undang-UndangNomor 23 Tahun 2014 tentangPemerintah Daerah, yang mengaturbentukpertanggungjawabandalampenyelenggaraankegiatanpemerintahan, dalamhalinidenganmenyampaikanlaporanpertanggungjawabanberupalaporankeuangan. MenurutPeraturanPemerintahNomor 71 Tahun 2010, apabilainformasi yang terdapatdalamLaporanKeunganPemerintah Daerah telahmemenuhikriteriakarakteristik yang ditetapkanmakapemerintahdaerahmampumewujudkantransaparasi dan akuntabilitasdalampengelolaankeuangandaerah. Informasi yang terkandungdalamlaporankeunganharussesuaidenganstandar yang ditetapkan, apabilatidaksesuaimakaakanmengakibatkankerugiandaerah, potensikekuranganpenerimaan, kelemahanadministrasi, ketidakefisien dan ketidakefektifan. Kualitaslaporankeuanganadalahsejauh mana laporankeuanganmenyajikaninformasi yang benar dan jujur. Hal iniberartibahwakualitaslaporankeuanganmenunjukkankonsepkualitasinformasidarilaporantersebut. SehinggaberdasarkanpenjelasantersebutmakadapatmenjadiacuanuntukmenganalisisFaktor-faktorapasaja yangdapatmempengaruhiKualitasInformasiLaporanKeuangan. Faktor-faktor yang dapatmempengaruhikualitasinformasilaporankeuangandiantaranyayaituPengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi, Dan KomitmenOrganisasi. Objek yang akanditelitidalampenelitianiniadalah Badan Keuangan dan AsetPemerintah Daerah Kota Kupangdenganjumlahpegawaisebanyak 85 orang. Teknik analisis data yang penelitigunakandalampenelitianiniuntukmengetahuipengaruhPengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi, dan KomitmenOrganisasiterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan, penelitimenggunakan Uji AnalisisRegresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisienDeterminasi (R2). Dari hasilpenelitian yang dilakukan, penelitidapatmenyimpulkanbahwaSecaraparsialterdapatpengaruhPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4) teterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) pada Pemerintah Daerah Kota Kupang. SedangakansecarasimultanterdapatpengaruhPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4) teterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan pada Pemerintah Daerah Kota Kupang. Hal inidibuktikandenganperolehanhasilpengujiandidapatihasilanalisisregresi linier bergandadengannilaikonstan a sebesar 1.103 sedangkankoefesienregresibˡ = 0.176, b² adalah 0.143, b3adalah 0.113, b4adalah 0.925. Sehinggadapatdimasukandalampersamaananalisisregresi linier bergandayaitu Y = 1.103 + 0.176X1 + 0.143X3 + 0.113X3 + 0.925X4+e. Selainituhasil Uji hipotesispertamayaituterdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPengawasan Internal (X1) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0000,05 dan nilaiT_hitung 8.279>1,664. Selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelKapasitasSumberDayaManusia (X2) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0010,05 dan nilaiT_hitung 3.542>1,664. Selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPemanfaatanTeknologiInformasi(X3) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0040,05 dan nilaiT_hitung 2.978>1,664. Dan selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPemanfaatanKomitmenOrganisasi(X4) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0000,05 dan nilaiT_hitung 28.210>1,664. Berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar 0.970. Artinyabahwasebesar 97% variabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dapatdijelaskan oleh variabelPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4). Sedangkanselisihnya 3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidaktermasukdalampenelitianini. Kata Kunci :KualitasInformasiLaporanKeuangan, Pengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi dan KomitmenOrganisasi.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAKSI Maria Yunita Paulina Nanda (16381195).KajianPemahamanMasyarakat di Desa Terong Kecamatan Satar MeseBarat Kabupaten ManggaraiTerhadapKawasanKonservasiTNPLautSawu.Ir. Izaak S. Angwarmasse,M.SisebagaiPembimbing IdanRockie R.L.Supit,S.Pi.,M.SisebagaiPembimbigII. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan,Fakultas Perikanandan Ilmu Kelautan,Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Perairan Laut Sawu terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan Langsung dengan wilayah pesisir barat Timor Leste. Perairan Laut Sawu terletak di wilayah lintasan Arus lintas Indonesia (Arlindo),yang merupakan pertemuan dua massa arus dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. PenelitianinibertujuanuntukMengkajitingkatpemahamanmasyarakatdaneksistensikawasankonservasiTNPLautSawu diDesaTerongKecamatanSatarMeseBaratKabupatenManggarai. Penelitiantelahdilaksanakan di DesaTerongKabupatenManggarai.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalah purposive random sampling penentuananggotasampelpenelitimengambilwakil-wakildaritiap-tiapkelompok yang adadalampopulasi yang jumlahdisesuaikandenganjumlahanggotasubyek yang adadalammasing-masingkelompoktersebutdananalisis data menggunakan Pivot Table. Hasilpenelitiandibuatdalambentuk diagram persentasesesuaidengankelayakan data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tinggkat pemahaman responden diDesa Terong 10 (24%) responden menyatakan tidak yakin mengetahuitentang Kawasan Konservasi, 3 (7%) responden menyatakan tidak tahu, dan 28 (68%) responden menyatakan pernah dan paham tentang Kawasan Konservasi Perairan. Pengelolaan KKP secara efektif dapat melindungi kegiatan di bidang pariwisata dan perikanan berkelanjutan. Kata Kunci: Pemahaman, LautSawu, KawasanKonservasi, TNP, DesaTerong. ABSTRACT MARIA YUNITA PAULINA NANDA (16381195). Study of Community Understanding in Terong Village, West Satar Mese District, Manggarai Regency on the Savu Sea TNP Conservation Area. Ir.IzaakAngwarmasse,M.Sias advisor I Rockie R.L.Supit, S.Pi., M.Sias advisor II of theAquatic Resources Management Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University-Kupang. . The Savu Sea waters are located in the Province of East Nusa Tenggara (NTT) which is directly adjacent to the west coast of Timor Leste. The waters of the Savu Sea are located in the Indonesian passage (Arlindo) trajectory, which is the confluence of two currents from the Pacific Ocean and the Indian Ocean. This study aims to examine the level of public understanding and the existence of the Savu Sea TNP conservation area in Terong Village, Satar Mese Barat District, Manggarai Regency. Data collection techniques using observation and interviews with the method used in this study is purposive random sampling. The research was carried out in TerongVilage, Manggarai Regency. The method used in this study was purposive random sampling. The determination of the sample members. The researcher took representatives from each group in the population, the number of which was adjusted to the number of subject members in each group. and data analysis using Pivot Table. The results of this study indicate that the level of understading of the respondentsin Terong Village 10 (24%) of respondents said they were not sure they knew about the Conservation Area, 3 (7%) respondents said they did notknow, and 28 (68%) respondents said they had and understood about the Marine Protected Area. Effective MPA management can protect biodiversity which will immediately support activities in the field of torusim and sustainabelfisheris. Keywords: Understanding, Sawu Sea, Conservation Area,TNP, Terongvilage
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
RINGKASAN MARIA GUNDULFA LURUK (15380137). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Bandeng (Chanos-Chanos) di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka”. ALFRED G.O KASE S.Pi. M.Si, Ph.D dan Ir. IZAAK ANGWARMASSE M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kabupaten Malaka merupakan salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang memiliki wilayah pesisir pantai yang cukup luas. Salah satu usaha yang memanfaatkan wilayah pesisir di kabupaten tersebut adalah usaha budidaya tambak ikan bandeng. Berdasarkan fakta tersebut, maka dilakukan penelitian ilmiah dengan tujuan untuk mengetahui Kelayakan usaha dan pendapatan budidaya tambak ikan bandeng di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilakukan di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, dimulai dari bulan Mei-Juni 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sampel sederhana (Simple Random Sampling), dimana total sampel responden sebanyak 28 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini, terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh ini, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Setelah data penelitian ini diolah dan dianalisis, maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa lokasi penelitian sangat cocok dijadikan sebagai tempat budidaya tambak ikan bandeng. Rata-rata responden mengakui bahwa usaha budidaya tambak ikan bandeng lebih menguntungkan daripada usaha lainnya. Teknik budidaya yang gunakan, yaitu, teknik budididaya tradisional dan teknik semi intensif, dimana pembudidaya yang mnggunakan teknik budidaya tradisional sebanyak 25 orang dan yang menggunakan teknik budidaya semi intensif sebanyak 3 orang. Sedangkan hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata untuk teknik budidaya semi intensif sebesar Rp.10.813.666,67 dan untuk teknik budidaya tradisional sebesar Rp.9.393.960, dimana teknik budidaya semi intensif lebih menguntungkan daripada teknik budidaya tradisional. Hasil perhitungan nilai B/C Ratio, nilai Break Event Point (BEP) dan nilai Return on Investment (ROI) untuk teknik budidaya tradisional, berturut-turut 1,85, 220,12 Kg (Rp 26.975,59/Kg) dan 85,35%. Sedangkan, hasil perhitungan nilai B/C Ratio, nilai Break Event Point (BEP) dan nilai Return on Investment (ROI) untuk teknik budidaya semi intensif, berturut-turut 1,76, 283,73 Kg (Rp 32.737.94/Kg) dan 76,23%. Berdasarkan tingkat pendapatan dan nilai B/C Ratio, BEP dan ROI dari kedua teknik budidaya tambak ikan bandeng tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya tambak di Desa Motaain menguntungkan dan layak dilakukan. Kata Kunci : Analisis Kelayakan, Analisis Pendapatan, Bandeng, semi intensif dan tradisional, Motaain.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Walburga Saria Jelita; 17192171 “Determinan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Pada Sektor Kesehatan, pada UPTD Puskesmas Borong, Manggarai Timur”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Sistem Informasi Akuntansi pada UPTD Puskesmas Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian ini terdiri dari satu variabel terikat (Y), dan dua variabel bebas (X). Persoalan dalam penelitian ini dijelaskan secara empiris apakah variabel Sumber Daya Manusia (X1) dan Pemanfaatan Teknologi Infomasi (X2) berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Infomasi Akuntansi (Y) pada UPTD Puskesmas Borong. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai UPTD Puskesmas Borong, sedangkan Sampel yang diambil adalah pegawai pada bagian sekretariat dan keuangan yang berjumlah 34 responden, dengan metode pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Teknik analisis data terdiri dari Analisis Pendahuluan dan Analisis Lanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Pengujian hipotesis dengan menggunakan alat regresi linear berganda dan menggunakan alat statistika SPSS 2020. Kualitas sistem informasi akuntansi adalah kualitas keluaran (output) informasi yang memiliki karakteristik relevan, terpercaya, lengkap dan tepat waktu guna untuk digunakan pada saat pengambilan keputusan dan mengukur kinerja suatu organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas sistem informasi akuntansi yaitu Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi. Menurut Sayuti Hasibuan (2000: 3) sumber daya manusia adalah semua manusia yang terlibat di dalam suatu organisasi dalam mengupayakan terwujudnya tujuan organisasi tersebut. Menurut Nurhaliza (2014) dengan adanya teknologi informasi membantu pengguna dalam memudahkan pekerjaannya dan dibutuhkan penggunaan teknologi informasi yang memadai, seperti tersediannya perangkat komputer baik hardware maupun software yang mampu menghasilkan informasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kulitas Sistem Informasi Akuntansi pada UPTD Puskesmas Borong. (2) Pemanfaatan Teknologi Informasi Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kulitas Sistem Informasi Akuntansi pada UPTD Puskesmas Borong.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Efektivitas Penerapan Akuntasi Sektor Publik (Studi Kasus Pada Skpd Kabupaten Sabu Raijua)” Budaya organisasi adalah suatu sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang membedakan dengan organisasi lainnya. Warididn dan Masrurukhin (2006) menyatakan budaya organisasi diartikan sebagai nilai-nilai, simbolsimbol yang dimengerti dan dipatuhi bersama, yang dimiliki suatu organisasi sehingga anggota organisasi merasa satu keluarga dan menciptakan suatu kondisi anggota organisasi tersebut merasa berbeda dengan organisasi lain, Efektivitas penerapan akuntansi dapat dipengaruhi oleh budaya organisasi. Budaya organisasi tersebut berpengaruh terhadap tindakan manajer, pengambilan keputusan, dan juga termasuk pemilihan sistem kontrol. Dengan demikian, budaya organisasi mempengaruhi perilaku pekerja untuk efektivitas praktek akuntansi, seperti, integrasi informasi keuangan, pembentukan pelaporan, diseminasi laporan keuangan, informasi akuntansi dapat dipercaya (Hanpuwadal, Nupakorn dan Ussahawanitchakit, Phapruke, 2010), yang menjadi persoalan dalam penelitian ini, yaitu bagaimana Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Evektifitas Penerapan Akuntansi Sektor Publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh budaya organisasi terhadap evektifitas penerapan akuntansi sektor publik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap penerapan efektivitas akuntansi sektor public. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan regresi linear sederhana, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: Hasil penelitian ini membuktikan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas penerapan akuntansi sektor publik dimana nilai sig sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis pelaksanaan pengajaran remidial mata pelajaran IPA TERPADU Pada kelas VIII SMP N Tualaran Kabupaten Malaka Metode yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskkriptif. Subjek penelitian yang saya ambil Guru IPA dan siswa sebagai observasi. Pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi yang difokuskan pada guru IPA.Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajihan data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian analisis guru IPA dalam perencanaan pembelajaran remedial sudah terlaksana. Perangkat tersebut sudah dimiliki guru dan sudah dipergunakan dalam proses pembelajaran remedial.Salah satu perangkat pembelajaran yang ada dan disusun oleh guru IPA adalah RPP. Berdasarkan RPP inilah guru bisa menerapkan pembelajaran secara terperogram. RPP guru IPA masuk dalam kategori efektif. RPP disusun sudah memenuhi indikator dalam pembelajaran. Dalam pelaksanaan remedial menunjukkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran remedial dilakukan secara Offline. Untuk membantu siswa dalam memperbaiki KKM yang tidak memenuhi dengan cara pemberian remedial ulang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Analisis Pelaksanaan Pengajaran remedial Di SMP N Tualaran secara kesuluruhan berada pada kategori sudah membaik.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi seperti protein, gula, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium dan juga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatannya selain sebagai bumbu masak dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan baku berbagai industri makanan, minuman serta dapat meningkatkan citarasa dan selera makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk cair dari campuran air kelapa dan daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap pertumbuhan tanaman cabai padi (Capsicum frutescens L.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair dari campuran air kelapa dan daun gamal (Gliricidia sepium) yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada tanaman cabai padi (Capsicum fretescens L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 pengulangan dan 5 perlakuan yaitu perlakuan 1 = 8% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 2 = 12% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 3 = 16% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 4 = 20% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 5 = 50% POC daun gamal dan air kelapa, dan kontrol = air tampa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dengan keseluruhan nilai perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi batang, jumlah daun, dan lebar daun. berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari air kelapa dan daun gamal terhadap tumbuhan cabai, semua parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Pemberian pupuk pada perlakuan 4 dengan konsentrasi sebesar 20% memberikan pengaruh yang paling signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun dibandingkan perlakuan lainnya
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Tendangan C merupakan tendangan berbentuk busur dan menggunakan kaki pada perkenaanya dengan tumpuan satu kaki yang berputar sejauh 1300. Tujuan penelitian: Ini untuk mengetahui teknik dasar tendangan C dalam Pencak Silat Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Ranting Penfui Timur. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan dilakukan di Ranting Penfui Timur, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan: Teknik dasar tendangan C dilakukan dengan langkah-langkah: 1. Pasang awal (kuda-kuda depan) dilakukan dengan posisi kaki kiri melangkah kedepan dan di tekuk, kedua tangan disilang untuk melindungi tubuh dan pandangan kedepan. 2. Persiapan serangan, dilakukan dengan kaki kanan diangkat dan kaki kiri dijinjit kemudian posisi badan diputar kira-kira 90°. 3. Serangan dilakukan dengan melepaskan tendangan kaki kanan dengan lintasan setengah lingkaran dan perkenaannya adalah punggung kaki. 4. Kembali kesikap pasang awal.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KSP CU SERVIAM KUPANG BERDASARKAN PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH RI (TAHUN 2016-2020) Damasir Y. Koli; Jusuf Abola Daka; Katarina Anu Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan pada KSP CU Serviam Kupang berdasarkan Peraturan Koperasi untuk Menilai Kesehatan Koperasi. Adapun objek yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP CU Serviam Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dokumen keuangan koperasi dan kuesioner yang diisi secara mandiri oleh pimpinan koperasi dengan meggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah analisis rasio berdasarkan Peraturan Koperasi memiliki 7 aspek yaitu: Aspek Permodalan, Aspek Kualitas Aktiva Produktif, Aspek Manajemen, Aspek Efisiensi, Aspek Likuiditas, Aspek Kemandirian dan Pertumbuha, dan Aspek Jati Diri Koperasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan tahun 2016-2020 dikategorikan “Cukup Sehat” ini membuktikan bahwa kinerja keuangan suatu koperasi perpengaruh pada kesehatan koperasi itu sendiri.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS KINERJA GURU IPA TERPADU DIMASA PANDEMI COVID-19 DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 3 TAKARI Nifu M. S* Meha M.A)** Manu. L** Permasalahanutamadalampenelitianiniadalahbagaimanakinerja guru IPA padamasapandemiCOVID-19 dalammengimplementasikan K-13 di SMP Negeri 3 Takari.TujuandalampenelitianiniadalahUntukmengetahuikinerja guru IPA terpadupadamasapademiCOVID-19 dalammengimplementasikan K-13 di SMP Negeri 3 Takari.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahpendekatankualitatifbersifatdeskriptif.Berdasarkanhasilpenelitianterhadapkinerja guru IPA dalamperencanaanpembelajaranmenunjukkanbahwakinerja guru IPA SMP Negeri 3 Takaridalamperencanaanpembelajaransudahterlaksana.Salah satuperangkatpembelajaran yang adadandisusunoleh guru IPA adalah RPP.Dalampelaksanaanpembelajaranmenunjukkanbahwa guru IPA telahdapatmelaksanakanpelaksanaanpembelajaransecara BDR denganpemberiantugaskepadasiswa.Untukpemberiantugas di SMP Negeri 3 Takari guru IPA menggunakanmetodeoffilekarenaketerbatasanaksesjaringan internet danketerbatasankemampuan orang tuasiswadalamhal HP android makatugasuntuksiswadibuatdalambentuk LKPD/LKS.Sehinggadapatdisimpulkanbahwa RPP di SMP Negeri 3 Takaridalampelaksanaanpembelajaransudahditerapkandenganbaik. Proses pembelajarandarirumah (BDR) dimasapandemiCOVID-19 jugaterlaksanadenganbaiksedangkanpenilaianhasilbelajarsiswabelummemuaskandanhasilbelajarsiswamasihmenurun. Kata Kunci:Kinerja guru IPA Terpadu,MasaPandemi,ImplementasiKurikulum Keterangan: Peneliti Pembimbing ABSTRACT Integrated science teacher's performance analysis at the COVID-19 pandemic in implementing the 2013 curriculum at state SMP N 3 Takari Nifu M. S* Meha M.A** Manu. L The main problem in this research is how the science teacher performs During the COVID-19 pandemic in implementing k-13 at SMP Negeri 3 Takari, the purpose in this study is to know the performance of the united science teacher In the time of pademiCOVID-19 implementing K-13 at SMP Negeri 3 Takari. The method used in this study is a descriptive qualitative approach. Based on the results of the science teacher's performance in learning planning, it shows that the third-state high science teacher's performance in learning planning has been completed. One of the existing learning tools for the science teacher is RPP. In the performance of learning indicates that the science teacher has been able to perform the BDR performance of learning with the conferral of duty to students. For assignments at SMP Negeri 3 Takari the science teacher USES an offline method because of limited access to Internet networks and limited ability of students' parents in the matter of android phones, the task for students is made in the form of lto-/ LKS. Thus, it would be concluded that the RPP at SMP Negeri 3 Takari has applied well. The home-teaching process (BDR) at COVID-19 was also well accomplished while student learning assessments were not satisfactory and student studies were still dropping. Keywords: Integrated Science Teacher Performance, Pandemic Period, Curriculum Implementation Description: *Researcher .. * *Supervisor
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBANKAN TERJADINYA KESALAHAN PENETAPAN HARGA OLEH USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) ( Studi Pada Mebel Lima Bersaudara ) NAMA : FITASARI PALPIALY NIM : 17191611 PROGRAM STUDI: AKUNTANSI FAKULTAS: EKONOMI ABSTRAKSI Harga merupakan salah satu faktor penentu konsumen dalam menentukan suatu keputusan pembelian terhadap suatu produk maupun jasa. sehingga dalam penentuan harga produk atau jasa yang dijual, baik perusahaan besar maupun usaha kecil sekali pun harus memperhatikan konsumen dan para pesaingnya. dalam melakukan pembelian. Penentuan harga jual dengan tepat, terlebih dahulu harus diketahui harga pokok produksi (perusahaan manufaktur), karena harga pokok produksi merupakan dasar bagi perusahaan untuk menetukan harga jual. Harga pokok produksi merupakan komponen biaya yang langsung berhubungan dengan produksi. Penetapan harga pokok produksi memegang peranan yang sangat penting pada suatu perusahaan, sebab dari harga pokok dapat dibuat analisa rencana dan kekuatan pemasaran, penentuan harga jual dan sebagai perencanaan laba perusahaan. Kammarudin (2013: p,174) menyatakan bahwa antara pendekatan full costing dan variable costing terdapat perbedaan mengenai konsep langsung dan tidak langsungnya biaya dengan volume. Namun permasalahan yang sering muncul dalam usaha adalah bagaimana menentukan harga jual yang tepat bagi konsumen. Seorang pengusaha perlu mempertimbangkan biaya-biaya dalam produksi dan perubahan yang terjadi dalam kuantitas produksi apabila ingin dapat menetapkan harga secara efektif. harga sering kali digunakan sebagai indikator nilai bilamana indikator tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat harga tertentu, bila manfaat yang dirasakan konsumen meningkat, maka nilainya akan meningkat pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana harga pokok produksi meyebabkan kesalahan penetapan harga dan bagaimana penyusunan pembukuan sederhana terhadap pada UMKM. Populasi dalam penelitian ini adalah pada pelaku UMKM mebel lima Bersaudara Dan Sampel yang dipilih adalah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mebel lima bersaudara dan telah memiliki surat ijin usaha. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan dokumentasi dan wawancara kepada pelaku usaha mebel lima bersaudar.. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penentuan harga jual mengikuti rumus sebagai berikut: Harga Jual = Full Cost + Mark Up…(Basu Swasta 2007) Penentuan mark up (%) menggunakan rumus sebagai berikut (Tri Elia Ningsih, 2018): Harga Jual menurut Perusahaan (-) Harga Pokok Produksi Mark up (%) = ------- Harga Pokok Produksi Keterangan: Harga Jual menurut Perusahaan = Harga jual per unit yang berlaku di perusahaan Harga Pokok Produksi = Harga pokok produksi per unit yang dihitung dengan metode full cost Mark Up (Rp) = Mark Up (%) x Harga Pokok Produksi Mark Up (Rp/unit) = Mark Up (Rp) / Jumlah Unit Produksi Perhitungan Harga Pokok Produksi: Perhitungan Biaya bahan baku + biaya tenaga kerja langsung + biaya overhead pabrik Presentase keuntungan (laba) Untung = harga penjualan – harga pembelian Prensentase keuntungan = untung/harga pembelian x 100% Kunci kunci: harga pokok produksi, dan margin kontribusi