ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah: DESKRIPSI TENTANG PENGAJUAN SAKSI VERBALISAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA DI PENGADILAN. Rumusan masalah penelitian penulis adalah: Mengapa jaksa penuntut umum mengajuakan saksi verbalisan ? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: 1) Untuk mengetahui alasan jaksa penuntut umum mengajukan saksi verbalisan di persidangan, Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah: Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Tentang alasan jaksa penuntut umum mengajukan saksi verbalisan di persidangan, Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar.
Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis teliti maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu: alasan Jaksa Penuntut Umum mengajukan Saksi Verbalisan ke pengadilan adalah 1) karena Karena Terdakwa memberikan keterangan berada dibawah tekanan penyidik, 2) Keterangan terdakwa bertentangan dengan BAP, 3)Terdakwa mencabut keterangan di BAP
Kata Kunci : Putusan Hakim, Perkara Pengajuan Saksi Verbalisan Dalam Pemeriksaan Perkara Pidana Di Pengadilan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PEMBERIAN PENGUATAN VERBAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI DI KELAS VIII DI SMP ANGKASA KUPANG
Nunu , N)* Natonis ,D A.)** Pellu H.L(**)
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari
pemberian penguatan verbal pada saat pembelajaran berlangsung terhadap motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif ex-post facto dengan desain regresi yaitu mencari pengaruh variabel pemberian penguatan verbal (X) terhadap variabel motivasi belajar (Y). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Angkasa Kupang. Dari 30 populasi di SMP Angkasa, dipilih sebanyak 30 orang siswa kelas VIII sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan
statistik inferensial. Hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif dan s ignifikan pemberian penguatan verbal terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Angkasa Kupang. besarnya nilai koefisien korelasi yang dilambangkan
dengan R yaitu sebesar 0.955. Sedangkan besarnya persentase (%) pengaruh yang
ditimbulkan variabel bebas (pemberian penguatan verbal) terhadap variabel terikat
(motivasi belajar siswa) yang dilambangkan dengan R square (R2) yaitu 0.911,
artinya bahwa pengaruh variabel pemberian penguatan verbal (X) terhadap variabel, motivasi belajar siswa (Y) adalah sebesar 91.1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari yang diteliti. Jadi, konstribusi pemberian penguatan verbal terhadap motivasi belajar siswa sebesar 91.1%.
kata kunci: pengaruh, penguatan verbal, motivasi belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekerasan verbal adalah penganiayaan emosi maupun perilaku menyakiti emosional siswa yang dilakukan secara terus-menerus hingga menyebabkan pengaruh buruk terhadap perkembangan mental siswa. Persekutuan Siswa Kristen menjadi tempat bagi siswa/i untuk berbagi cerita tentang masalah yang mereka alami dalam keluarga maupun di lingkungan sekolah. Masalah yang penulis kaji ialah mengenai kekerasan verbal yang dialami oleh siswa/i di SMAN 1 Kupang. Oleh karena itu, Persekutuan hadir sebagai media pemulihan. Untuk mencapai tujuan penulisan, penulis ingin melakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif yaitu lapangan dan penelitian kepustakaan dimana dengan menggunakan metode ini penulis dapat dengan mudah memperoleh data secara langsung dan lebih akurat. Metode kepustakaan juga penulis dapat mendukung hasil penelitian dengan teori-teori ilmiah. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa kekerasan verbal masih sangat sering terjadi di dalam keluarga, baik dari seorang ayah, ibu maupun dari saudara. Hal ini dipandang bahwa masih ada keluarga yang tidak harmonis dikarenakan masih terjadi gesekan-gesekan yang bisa membuat sakit hati maupun terjadi hal-hal yang tidak di inginkan terjadi dalam keluarga. Akibat dari kekerasan verbal yang dilakukan terhadap siswa, mereka merasa sakit hati, rasa ingin bunuh diri, menyalahkan diri, benci kepada pelaku kekerasan verbal, depresi dan trauma. Siswa lebih menutup diri, tidak mau mengembangkan bakat, dan tidak mau bersosialisasi. Oleh karena itu, Persisten hadir untuk memulihkan dan menyembuhkan yang terluka. Pemulihan dan penyembuhan yang terjadi terhadap korban kekerasan verbal semata karena kasih Tuhan. Tuhan memakai anak-anakNya untuk menjadi alat memulihkan yang terluka. Dalam upaya menolong korban kekerasan verbal, maka Persisten menerapkan pola pendampingan pastoral yang memuat 5 fungsi, yaitu Membimbing, Menopang, Menyembuhkan, Memulihkan, Memelihara
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NAOMI SELAN (2020\2021 ) A PREMINARY STUDY ON STUDENT’S ENGLISH KNOWLEDGE ON ENGLISH PARTS OF SPEECH IN SMP NEGERI 2 SOUTH AMANATUN ACADEMIC YEAR 2020/2021 This study aims to find out students knowledge about parts of speech which consists of nouns, pronouns, adjectives, verbs, adverbs, prepositions, article conjunctions, and to determine students' understanding of part of speech at SMP N 2 Amanatun Selatan. To determine student learning, the researcher used a multiple-choice test and the author also used three kinds of assessment methods, namely, good, bad and bad. The results of the study show that most students poor grades compared to good grades. The reason why students get poor grades is because students lack material and students also cannot speak English. So the researchers concluded that the ability of the part of speech component of students at SMP Negeri 2 Amanatun Selatan still did not meet the learning standards. The reason is that students lack time to study, because there is only one English teacher so they learn less English and most students cannot speak English so they learn English when they enter school and they learn more English when the teacher provide theory. At first they did not know what to do and how to respond but as they spoke they had a conversation. Keywords : part of speech ( Noun, Pronoun, Verb, Adjective, Adverb, Preposition,Conjunction, Interjection)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACTS
The title of this writing “Analysis on the Verb ‘to Take’ in Tetun Terik Diallect of Tetun Language: Natural Semantic Metalinguage Approach”. The research problems of the study was: What are the verbs ‘to Take’ in Tetun Terik Dialect of Tetun Language found in Tetun Terik Bible? The method used in this writing is qualitative method. The data of this resarch is taken from Tetun Terik Bible. The writer collected and analyzed the the verbs ‘to Take’ in Tetun Terik Dialect of Tetun Language found in Tetun Terik Bible. In analyzing the data, the writer found the verbs ‘to Take’ in Tetun Terik Dialect of Tetun Language found in Tetun Terik Bible were namely; Raut , hili, Hola, Nola, Nili Foti, the verb Bahola, The verb Bafoti and The verb Bahili. The writer hopes this studied can add more knowledge about
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KATA KERJA SERIAL DALAM ALKITAB LOLE BAHASA ROTE
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis jenis semantik dan struktur penyusun dan struktur fungsional konstruksi verba serial Dialek Lole bahasa Rote. Data dalam Alkitab Dialek Lole bahasa Rote. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode read and analysis, dan metode reflektif-introspektif dengan teknik elisitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi verba serial Dialek Lole memiliki sepuluh jenis semantik, yaitu gerak, arah, instrumen, komitatif, cara, aspek dan suasana hati, manfaat, kausatif, sebab-akibat, dan sinonim. Berdasarkan sintaksis, konstruksi verba serial Dialek Lole memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) Mereka berada di bawah satu kontur intonasi, 2) Mereka membentuk mono-klausa sebagai predikat tunggal, 3) Mereka memiliki penanda kata kerja yang hanya terjadi pada satu kata kerja atau setiap kata kerja memperoleh penanda yang sama, 4) Mereka berbagi aspek, suasana hati, dan negasi, dan 5) Mereka berbagi argumen yang sama. Lole Dial dll konstruksi verba serial dibentuk oleh kombinasi intransitif-intransitif, intransitif-transitif, transitif-intransitif, transitif-transitif, intransitif-intransitif-transitif, dan intransitif-transitif-transitif verba. Analisis struktur penyusun dan struktur fungsional menunjukkan bahwa konstruksi verba serial Dialek Lole memiliki struktur V-V, dan struktur X-COMP atau X-ADJ. Verba seri Dialek Lole memiliki struktur X-COMP untuk gerak, komitatif, aspek dan suasana hati, serialisasi menguntungkan, kausatif, dan sinonim, sedangkan bentuk struktur XADJ terdapat pada gerak, arah, instrumen, cara, aspek, menguntungkan, sebab- efek, dan sinonim serialisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This study discuss about ”A Metathesis Found in Uab Meto Verb of Amanuban and Amfo’an Dialects on the Book of Mark”. The aim of study is: to find out types of metathesis found in Uab Meto verbs of Amanuban and Amfoa’an dialect on the Book of Mark. The researcher used qualitative method and theory suggested by Sona and Budiarta (2018) explained Uab Meto is unique in its verb construction and also interesting to study in terms of meaning. Those verbs have different forms, same meaning and most importantly metathesis was found there. As in Khafidhoh (2019) metathesis is one of the unique phenomena of language and has divided into five types. Namely; pure metathesis in the same syllable, pure metathesis in different syllable, metathesis followed by addition, metathesis followed by omission, and metathesis followed by addition and omission. The data is taken from the Book of Mark on Amanuban and Amfo’an version and was analyzed with using some procedures such as, selecting chapter to be analyzed, next is reading that chapter, identifying Uab Meto verb, and classifying the types of metathesis. After that, analyzing data and making conclusion. The result of this study showed that there were 45 verbs found in Amanuban and Amfo’an dialects which have metathesis. As the result, 11 verbs found as pure metathesis in the same syllable, 19 verbs found as pure metathesis in different syllables, 9 metathesis followed by addition, no metathesis followed by omission, and 6 metathesis followed by addition and omission. Keywords: Metathesis, Uab Meto verb, dialect, the Book of Mark.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This research is about “A NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE ANALYSIS ON VERB TO TAKE IN AMANUBAN DIALECT OF UAB METO". The problems of this study are what are the kinds of ‘verb to take’ in Uab Meto of Amanuban dialect and how does the ‘verb to take’ are using in Uab Meto of Amanuban dialect. The aims of this research are to find out the kinds of ‘verb to take’ in Uab Meto of Amanuban dialect and how the ‘verb to take’ are using in Uab Meto of amanuban dialect. Descriptive qualitative method is used in doing this research. The writer applies the Natural Semantic Metalanguage (NSM) approach of Goddard’s (2002) theory to find out the results with picture through interview. The ‘verb to take’ in Uab Meto has same meaning but different action. Based on the data analysis it was found that in Uab Meto of Amanuban dialect, the ‘verb to take’ can be expressed in fourteen lexicon, namely naiti, ntet, nabak, nloti, nseki, nhel, nau, nbok, naheun, nkui, nseu, nhetu, nbuti, nlefi. The semantic structure based on the argument show; if someone ‘take’ then the component can be mapped to ‘X do something to Y’ and because of this ‘Y move to X’ at the same time, X wants this , X do something like this.