Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Natal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KADERISASI PEMUDA-PEMUDI DALAM GEREJA: Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Upaya Kaderisasi Pemuda-Pemudi Melalui Program Aksi Paskah Dan Natal Di Jemaat GMIT Golgota Alak Serta Implikasinya Bagi Pelayanan Gereja Masa Kini

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kaderisasi pemuda-pemudi merupakan kebutuhan mendasar gereja dalam menjaga keberlanjutan pelayanan dan kehidupan bergereja. Di tengah tantangan sekularisme yang semakin memengaruhi cara pandang, minat, dan keterlibatan pemuda-pemudi dalam kehidupan bergereja, gereja dituntut untuk merefleksikan secara teologis upaya kaderisasi yang kontekstual dan berkelanjutan. Pemuda-pemudi dipahami bukan hanya sebagai penerima pelayanan, tetapi sebagai subjek yang memiliki potensi untuk dibina dalam iman, karakter, dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya kaderisasi pemuda-pemudi melalui program Aksi Paskah dan Natal di Jemaat GMIT Golgota Alak dalam perspektif pembangunan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Appreciative Inquiry yang menekankan penggalian pengalaman positif dan potensi jemaat melalui tahapan Discover, Dream, Design, dan Destiny. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan melibatkan pemuda-pemudi serta Majelis Jemaat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan reflektif untuk memahami dinamika kaderisasi yang berlangsung dalam kehidupan jemaat. Kemudian, data disajikan dalam bentuk deskripsi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Aksi Paskah dan Natal menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi pemuda-pemudi dalam mengembangkan keterampilan pelayanan, kerja sama, serta rasa memiliki terhadap pelayanan gereja. Keterlibatan aktif dalam liturgi, pewartaan firman, dan pengelolaan kegiatan memberikan pengalaman konkret hidup bergereja. Namun, proses kaderisasi masih bersifat periodik dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam perencanaan pembangunan jemaat jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa refleksi teologis atas praktik kaderisasi diperlukan agar gereja mampu merespons tantangan sekularisme secara sadar, menata pembinaan pemuda-pemudi secara terarah, dan menghadirkan kaderisasi yang berkesinambungan demi keberlanjutan pelayanan gereja masa kini dan masa depan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENATALAYANAN SEBAGAI TUGAS GEREJA Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Tugas Gereja dalam Menata Lingkungan Alam dan Implikasinya bagi Krisis Ekologi di GMIT Imanuel Oenay, Klasis Amanuban Timur Selatan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Krisis ekologi yang terjadi di wilayah pelayanan GMIT Imanuel Oenay, Klasis Amanuban Timur Selatan, menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian gereja sebagai komunitas iman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk dan penyebab kerusakan lingkungan di Jemaat GMIT Imanuel Oenay, bagaimana gereja merespons krisis tersebut, serta bagaimana refleksi teologis tentang penatalayanan dapat diterapkan dalam konteks tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Dengan teknik observasi serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tebas bakar yang diwariskan secara turun-temurun, rendahnya pemahaman ekoteologis, dan lemahnya implementasi program gereja menjadi penyebab utama terjadinya krisis ekologi. Situasi ini diperparah oleh kondisi topografi wilayah Desa Oenay yang didominasi lereng curam dengan jenis tanah yang rawan longsor dan curah hujan tinggi, sehingga rentan terhadap bencana seperti erosi dan tanah longsor. Dalam refleksi teologis, pemikiran Norman L. Geisler memberikan dasar bahwa penatalayanan berakar pada doktrin penciptaan: bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu dan manusia hanyalah pengelola yang bertanggung jawab. Tanggung jawab tersebut bukan sekadar etis-praktis, tetapi merupakan panggilan iman untuk merawat bumi sebagai rumah tangga Allah. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk menyuarakan suara profetis, membangun kesadaran ekoteologis, dan menghidupi spiritualitas ekologis melalui tindakan nyata yang kontekstual dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAYAAN NATAL PEMUDA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perayaan Natal adalah tradisi Kristiani untuk memaknai karya keselamatan dari Allah melalui kelahiran Yesus Kristus. Makna Natal yang demikian mengalami degradasi karena pengaruh budaya populer yang masif. Pengaruh budaya populer bagi kebudayaan memberi perubahan yang mencolok pada perayaan Natal. Pengaruh budaya populer ini paling banyak dibawa oleh anak-anak muda yang memang lebih terbuka dengan pengaruh budaya baru dan terbawa dalam perayaan Natal. Budaya yang dimasukkan dalam perayaan Natal cenderung ke arah negatif yang mempertontonkan euforia keagamaan yang berisi pesta pora, mabuk-mabukan, sikap konsumtif atau hedonisme, dan lain sebagainya. Akibatnya Natal yang ditunggu bukan lagi untuk mendalami makna kelahiran Yesus melainkan euforianya perayaan yang hedon. Tujuan dari tulisan ini agar anggota jemaat memahami makna Natal yang penuh dengan kasih karunia Allah yang luar biasa dalam kehidupan umat manusia. Merayakan Natal adalah tindakan rasa syukur atas karya Yesus Kristus yang telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan. Metode metode penelitian kualitatif digunakan oleh penulis dalam penulisan untuk memahami dan menganalisa suatu fenomena secara mendalam di Jemaat GMIT Oemathonis, Tepas, Klasis Amanatun Selatan. Data-data yang diperoleh berdasarkan fakta, peristiwa dan realita melalui observasi dan wawancara dengan berbagai pihak yang menjalankan kebiasaan ini. Natal hendaknya tidak kehilangan makna yang sesungguhnya. Natal mestinya dirayakan secara sederhana, selayaknya tradisi yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya. Perayaan Natal adalah tradisi kristiani untuk memaknai karya keselamatan dari Allah melalui kelahiran Yesus Kristus. Dengan demikian, makna Natal tidak mengalami degradasi meskipun berhadapan dengan budaya populer yang masif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail