Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Krisis Ekologi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KERUSAKAN PANTAI Suatu Tinjauan Eko-teologi terhadap Kerusakan Pantai Akibat Aktivitas Penambangan Pasir dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Manuoen, Klasis Rote Timur”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada permasalahan kerusakan pantai akibat aktivitas penambangan pasir yang dilakukan oleh Jemaat GMIT Imanuel Manuoen. Aktivitas penambangan tersebut terus berlangsung meskipun jemaat menyadari dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Fokus penelitian ini berangkat dari realitas kerusakan lingkungan pesisir yang semakin meningkat dari waktu ke waktu sebagai akibat dari berbagai aktivitas manusia, yang berdampak signifikan baik bagi keberlangsungan kehidupan manusia maupun bagi kelestarian alam itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kehidupan jemaat, menganalisis penyebab serta dampak kerusakan pantai, dan mengkaji implikasi kerusakan tersebut bagi Jemaat GMIT Imanuel Manuoen, Klasis Rote Timur. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang bertujuan untuk memahami pengalaman hidup dan realitas jemaat dalam keterlibatannya pada aktivitas penambangan pasir. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tinjauan ekoteologi, khususnya teori ekofeminisme Sally McFague tentang The Body of God. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, penyebab utama kerusakan pantai adalah dominasi pandangan antroposentris, meningkatnya tuntutan ekonomi, serta budaya jemaat yang cenderung memandang alam semata-mata sebagai objek eksploitasi. Kedua, kerusakan pantai memberikan dampak yang signifikan tidak hanya terhadap keberlanjutan kehidupan jemaat, tetapi juga terhadap keseimbangan ekosistem lingkungan pesisir. Ketiga, kerusakan pantai tidak hanya merupakan persoalan ilmiah dan ekologis, melainkan juga mencerminkan krisis moral dan spiritual, sehingga gereja memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran ekologis jemaat. Keempat, perspektif alam semesta sebagai tubuh Allah mendorong jemaat untuk memandang alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai bagian dari tubuh Allah yang harus dihargai, dirawat, dan dilestarikan sebagai wujud tanggung jawab iman kepada Sang Pencipta.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENATALAYANAN SEBAGAI TUGAS GEREJA Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Tugas Gereja dalam Menata Lingkungan Alam dan Implikasinya bagi Krisis Ekologi di GMIT Imanuel Oenay, Klasis Amanuban Timur Selatan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Krisis ekologi yang terjadi di wilayah pelayanan GMIT Imanuel Oenay, Klasis Amanuban Timur Selatan, menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian gereja sebagai komunitas iman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk dan penyebab kerusakan lingkungan di Jemaat GMIT Imanuel Oenay, bagaimana gereja merespons krisis tersebut, serta bagaimana refleksi teologis tentang penatalayanan dapat diterapkan dalam konteks tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Dengan teknik observasi serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tebas bakar yang diwariskan secara turun-temurun, rendahnya pemahaman ekoteologis, dan lemahnya implementasi program gereja menjadi penyebab utama terjadinya krisis ekologi. Situasi ini diperparah oleh kondisi topografi wilayah Desa Oenay yang didominasi lereng curam dengan jenis tanah yang rawan longsor dan curah hujan tinggi, sehingga rentan terhadap bencana seperti erosi dan tanah longsor. Dalam refleksi teologis, pemikiran Norman L. Geisler memberikan dasar bahwa penatalayanan berakar pada doktrin penciptaan: bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu dan manusia hanyalah pengelola yang bertanggung jawab. Tanggung jawab tersebut bukan sekadar etis-praktis, tetapi merupakan panggilan iman untuk merawat bumi sebagai rumah tangga Allah. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk menyuarakan suara profetis, membangun kesadaran ekoteologis, dan menghidupi spiritualitas ekologis melalui tindakan nyata yang kontekstual dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail