Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Mini Purse Seine
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE DI KECAMATAN INSANA UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suatu usaha dikatakan layak apabila usaha tersebut dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usaha tersebut. Adapun usaha penangkapan ikan yang di lakukan oleh nelayan selama ini berjalan dengan baik tetapi para nelayan belum ada yang melakukan analisis mengenai usaha penangkapan minipurseseine yang berada di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung secara semi terstruktur terhadap masyarakat yang pekerjaan utamanya melakukan penangkapan ikan menggunakan alat minipurse seine. Data sekunder diperoleh dari data instansi terkait. Biaya investasi yang dikeluarkan oleh nelayan Desa Humusu untuk pembelian kapal, mesin, jaring (pukat) dari rata-rata 6 responden yaitu Rp.493.895.833. Sedangkan biaya investasi Desa Oesoko dari rata-rata 5 responden sebesar Rp.529.000.000.Besarnya biaya varibel yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha perikanan tangkap mini purse seine responden (nelayan) Desa Humusu dan Oesoko bervariasi tergantung kebutuhanya dengan rata-rata sebesar Rp.9.090.000 dan Rp.9.740.000. Biaya tidak tetap diperuntukan untuk biaya operasional berupa pembelian bahan bakar minyak (BBM), perawatan alat tangkap, dan upah ABK yang dikeluarkan oleh nelayan Desa Humusu dan Oesoko dengan nilai rata-rata sebesar Rp.8.551.107dan Rp.9.120.587. Perhitungan R/C Ratio usaha perikanan mini purse seine nelayan Desa Humusu dan Oesoko dengan rata-rata sebesar15,2 dan 12,07, dan hasil perhitungan ROI (Return On Invesment) usaha perikanan mini purse seine nelayan Desa Humusu dan Desa Oesoko dengan rata-rata nilai ROI sebesar 14,92% dan 12,62%. Sedangkan hasil perhitungan BEP break event point atau titik impas usaha perikanan tangkap nelayan Desa humusu dan Oesoko menunjukan bahwa usaha tersebut mengalami keuntungan dengan nilai BEP rata-rata sebesar Rp.442.700.000 dan Rp.336.200.000. Dapat disimpulkan bahwa usaha perikanan tangkap mini purse seine nelayan Desa Humusu dan Desa Oesoko dengan menggunakan analisis ROI, R/C Ratio.dan break event point (BEP) menunjukan bahwa usaha perikanan tangkap di Desa Humusu dan Oesoko yang dijalankan dengan pendapatan perbulan sebesar 14,92% dan 12,62% dan sangat menguntungkan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE DI KECAMATAN LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mini purse seine merupakan alat tangkap yang sebagian besar bagian utamanya adalah jaring yang di pergunakanuntuk menangkap ikan pelagis dengan jumlah yang banyak. Mini purse seine merupakan alat tangkap yang berbentuk persegi panjang dengan pelampung di bagian atas dan pemberat serta cincin besi di bagian bawah. Kegiatan penangkapan dengan alat tangkap mini purse seine di Kabupaten Flores Timur telah cukup lama berkembang dengan baik. Namun ada faktor yang mempengaruhi dari penggunaan alat tangkap mini purse seine yaitu faktor internal dan eksternal. Analisis usaha dalam bidang perikanan tangkap merupakan suatu analisa ekonomi untuk mengetahui ukuran keberhasilan yang telah dicapai dalam usaha perikanan. Usaha penangkapan ikan harus memperhatikan kondisi lingkungan, pengalaman usaha penangkapan ikan, serta kelayakan usaha penangkapan, khususnya usaha penangkapan mini purse seine di Kabupaten Flores Timur agar dapat berjalan terus. Pengertian layak usaha adalah bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak pelaksanaan suatu usaha yang berpotensi dapat memberikan keuntungan atau manfaat, baik dari aspek financial maupun social bagi pelaku usaha tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Analisis yang digunakan adalah analisis Return on Invesmesnt (ROI) untuk mengukur tingkat pengembalian investasi dan penerimaan, analisis Benefit Cost Ratio (B/C) untuk mengukur kinerja kegiatan pengelolaan sumberdaya dari aspek perbandingan penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan, analisis Break Event Point (BEP) untuk mengetahui batas nilai produk suatu usaha mencapai titik impas. Hasil analisis kelayakan usaha menunjukan bahwa nilai return on investmen (ROI) yang di peroleh sebesar 70,8. Nilai B/C Ratio Pertahun dalam usaha perikanan tangkap mini purse seine sebesar1,70. Nilai break event point (BEP) nelayan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur akan mencapai titik impas pada penjualan sebanyak 2.142 Kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum 10.739 rupiah pada penjualan total produksi 3.989 Kg ikan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Hasil Tangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YOSEP KAREL LANGMA’A (15380027) Analisis Hasil Tangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang : Beatrix M. Rehatta, S.Pi., M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Provinsi NTT ini memiliki potensi yang cukup besar bagi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan untuk melakukan kegiatan penangkapan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya nelayan. Teluk Kupang merupakan kawasan pesisir dan laut yang terletak di bagian barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan Teluk Kupang menyimpan berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan ikan menggunakanalat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang yang meliputi komposisi jenis ikan, produksi hasil tangkapan dan Nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) dengan penelitian ini menggunakan metode survei Hasil penelitian menunjukan Komposisi jenis hasil tangkapan utama Mini Purse Seine yang terdapat di Perairan Teluk Kupang yaitu; ikan Layang, Selar, Lemuru, kembung, Tongkol dan Tembang, hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap yaitu ikan tembang dengan jumlah 10.500 individu dengan presentase 34,56% sedangkan jenis hasil tangkapan terendah yaitu ikan Selar dengan jumlah 2.520 individu dengan presentase 8,29 %. Dan produksi hasil tangkapan tertinggi pada jenis ikan tembang berkisar dari 341,19hari/kg-678,96 hari/kg dengan rata-rata 1500.00 kg dan nilai terendah berkisar dari 63,23 kg-198,20 kg dengan rata-rata 360,00 kemudian nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) hasil tangkapan Mini Purse Seine berkisar antara 6,85-68,00 dari 6 jenis ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Spasial Dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timurr

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak IMANUEL MESAKH TAEK (14380042), Analisis Spasial Dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timurr; Donny M. Bessie., S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I, Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa daerah penangkapan ikan berdasarkan tempat (spasial) dan waktu (temporal) penangkapan ikan melalui informasi kondisi faktor oseanografi perairan mengunakan alat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020 bertempat di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi kegiatan penangkapan ikan pelagis kecil, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur tentang informasi kondisi spasial dan temporal berdasarkan kondisi faktor oseanografi perairan. Observasi lapangan yang dilakukan selama mengikuti operasi penangkapan ikan meliputi posisi dan waktu yang tepat untuk melakukan penangkapan ikan. Sebaran data spasial dan temporal perairan Teluk Kupang berdasarkan titik koordinat pengambilan sampel yaitu jenis ikan hasil tangkapan yang diperoleh terdiri dari jenis ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.). Kata Kunci : Spasial, Temporal, ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.), mini purse seine, Teluk Kupang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Komposisi Jenis Ikan Pelagis Kecil Berdasarkan Alat Tangkap Berbeda di Perairan Teluk Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HERMAN OKTOVIANUS TASOIN (14380041). Studi Komposisi Jenis Ikan Pelagis Kecil Berdasarkan Alat Tangkap Berbeda di Perairan Teluk Kupang. Ir Izaak Angwarmasse M.Si dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan pelagis kecil adalah sumberdaya ikan ekosnomis penting dan sebagai komponen utama secara ekologis di ekosistem laut. Sumberdaya ikan ini termasuk sumberdaya neritik yang dominan ditemukan di sekitar pantai. (neritic population). Pemanfaatan sumberdaya ikan pekagis kecil di perairan Teluk Kupang dengan berbagai jenis alat tangkap. Dua jenis alat tangkap yang berperan sebagai penghasil ikan pelagis kecil adalah bagan apung dan mini purse seine. Penelitian ini berertjuan untuk mengetahui studi komposisi ikan pelagis kecil yang tertangkap berdasarkan alat tangkap berbeda di perairan Teluk Kupang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2020 dengan menggunakan metode deskritif survey. Metode deskritif survei yaitu melalui teknik eksplorasi dan eksperimental fishing terhadap ikan pelagis kecil pada alat tangkap mini Purse seine dan bagan apung yang beroperasi di perairan Teluk Kupang. Komposisi hasil tangkapan pada alat tangkap Bagan apung, jenis ikan yang memiliki proporsi dominan pada alat tangkap mini Purse seine yaitu jenis ikan kembung (Rastrelliger kanagurta.) sebesar 55,50% (545 kg), diikuti jenis ikan tembang (Sardinellla fimbriata) sebesar 32,08% (315 kg) jenis ikan Peperek (Leiognathus equulsu.) 11,10% (109 kg) dan jenis ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebesar 1,32% (13 kg). Sedangkan komposisi jenis ikan pada alat tangkap bagan apung yaitu jenis ikan teri (Stolephous indicus), sebesar 72,21% (932 kg), diikuti jenis ikan Peperek (Leiognathus equulsu.) 15% (191 kg ) jenis ikan tembang (Sardinellla fimbriata) sebesar 11,78% (150 kg). Pada alat tangkap mini Purse seine diperoleh jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) sedangkan pada bagan apung tidak mendapatkan hasil tangkapan kedua jenis ikan tersebut. Hal ini karenakan pada sifat dari alat tangkap bagan apung yaitu pasif atau tidak bergerak untuk mengejar ikan, sedangkan sifat jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) yaitu perenang aktif. Selain itu habitat dari jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) cenderung ke daerah lepas pantai (Oceanik), sedangkan daerah penangkapan alat tangkap bagan cenderung ke daerah teluk atau daerah perairan dekat pantai (neritik). Pada alat tangkap mini Purse seine tidak memperoleh jenis ikan teri dikarenakan ukuran mata jaring yang digunakan yaitu 1 inchi dan 1,5 inchi sedangkan untuk mendapatkan jenis hasil tangkapan ikan teri harus menggunakan ukuran mata jaring yg lebih kecil yaitu 0,2 inchi. Selain itu juga dipengaruhi oleh habitat dari ikan teri yaitu lebih cenderung ke daerah dekat pantai sedangkan daerah penangkapan alat tangkap mini Purse seine di daerah lepas pantai (Oceanik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail