Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Korban
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

RITUS TA'KOLO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pola hidup Jemaat GMIT Oemathonis Tepas bisa dikatakan masih tradisional, sebab sikap dan cara berpikir serta bertindak mereka yang selalu berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun-temurun. Salah satu contohnya adalah Ritus Ta’kolo yang masih dipraktikan hingga saat ini. Tradisi ini merujuk pada ritual penyucian diri melalui pemercikan darah kepada setiap orang yang melakukan kejahatan misalnya perzinahan atau perkelahian yang menumpahkan darah manusia atau bahkan pada pembunuhan. Orang yang melakukan ritual ta’kolo akan dianggap bebas dari kesalahan yang telah dilakukan. Hal ini menjadi sebuah kegelisahan bagi penulis sebab para pelaku ritus tersebut adalah orang-orang Kristen yang tentu sudah mendapat pengajaran tentang makna pengorbanan Kristus bagi manusia. Dalam mengkaji masalah ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penulis menemukan alasan dari para pelaku ritus ta’kolo yang tetap mempertahankan tradisi ini yakni mereka ingin mempertahankan tradisi yang diwarisi dari nenek moyang. Oleh karena itu, penulis ingin memberikan pemahaman dogmatis mengenai peranan Kristus sebagai “sang korban” satu-satunya yang sudah menjadi penyelamat, penebus dan pendamai bagi manusia. Jika darah korban yang dipercik dalam ritual tersebut dipercikan sebagai tanda penyucian setelah itu adanya makan dan minum bersama sebagai tanda kekeluargaan dan kebersamaan menyambut kembali orang yang telah berdosa sebelumnya, maka sesungguhnya dalam kekristenan sendiri Kristus sudah bertindak sebagai korban satu-satunya dan darah-Nya sudah menebus seluruh umat manusia sehingga tidak perlu ada lagi korban yang harus berikan. Oleh karena itu, ritus ta’kolo semestinya tidak perlu dilakukan sebab Kristus sudah menebus semuannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENDAMPINGAN GEREJA BAGI ANAK KORBAN KASUS PEMERKOSAAN “Suatu Tinjauan Teologis Pastoral terhadap Peran Pendampingan Gereja bagi Anak-anak Korban Pemerkosaan di Jemaat GMIT Elim Kie”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kasus kekerasan seksual semakin meningkat setiap tahunnya. Negara Indonesia dijuluki sebagai negara darurat kekerasan seksual karena krisisnya angka kekerasan seksual yang terus meningkat, salah satu bentuk kekerasan seksual adalah pemerkosaan. Kasus pemerkosaan kian memprihatinkan karena semakin meningkat setiap tahun. Kasus ini juga terjadi dalam jemaat GMIT Elim Kie. Setiap tahunnya akan ada kasus pemerkosaan dan yang menjadi korban adalah warga gereja. Oleh karena itu dalam tulisan ini menganalisa peran pendampingan gereja dalam mendampingi dan memberi dukungan emosional dan spiritual serta keadilan bagikorban pemerkosaan. Dengan menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, dengan gereja dan korban. Melalui penelitian ini, penulis menemukan bahwa gereja belum memberanikan diri untuk mendampingi para korban pemerkosaan secara langsung karena dianggap sebagai hal yang sensitive dan pribadi. Gereja menyadari akan keberadaan para korban dan dampak yang dialami, namun belum mendampingi para korban. Pendampingan gereja adalah proses konseling pastoral yang harus gereja laksanakan dalam program pelayanan. Gereja harus memberanikan diri untuk mendampingi korban pemerkosaan dan berani untuk menyuarakan keadilan bagi perempuan dan anak-anak. Gereja adalah wujud kehadiran Allah dalam dunia dengan suatu tanggung jawab dan panggilan untuk bisa terlibat secara aktif dalam mendampingi, memulihkan dan mendukung mereka yang menjadi korban pemerkosaan. Melalui pendampingan pastoral yang efektif untuk membimbing, menyembuhkan, meneguhkan, membebaskan dan memulihkan, menunjukan bahwa gereja dapat menjadi ruang pemulihan bagi warga gereja terkhususnya bagi korban pemerkosaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG SEBAB DAN AKIBAT TERJADINYA TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN TERHADAP RAS DAN ETNIS TERTENTU

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi adalah Deskripsi tentang sebab dan akibat terjadinya tindak pidana ujaran kebencian terhadap ras dan etnis tertentu dengan Rumusan masalah faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana terhadap ras dan etnis tertentu dan bagaimanakah akibat daritindak pidana ujaran kebencian terhadap pelaku, dan ras tau etnis tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Putusan Hakim Pengadilan Negeri terhadap ujaran kebencian pada ras dan etnis tertentu Variabel yang digunakan terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebab dan akibat hukum, variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana ujaran kebencian terhadap pelaku rasa tau etnis tertentu Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah Normatif. Jenis data yang digunakan dalam Penelitian ini melalui Sumber data Primer yaitu bahan-bahan Hukum yang mengikat seperti Putusan-Putusan Pengadilan, Putusan No 55/Pid.sus/2021/PN Tim, putusan No 259/Pid.B/2018/PN Smg, Putusan No 388/Pid.sus/2020/PN JKT Tim, Putusan No 1454/Pid.sus/2018/PN Mks, Putusan No 2664/Pid.sus/2017/PN Sby . Sumber data sekunder adalah yaitu bahan yang memberi penjelasan mengenai sumber data primer seperti Rancangan Undang-undang, hasil-hasil penelitian, jurnal dan buku-buku refernsi lainnya. Sumber data tersier adalah bahan hukum yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus (hukum), ensiklopedia, yang kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulannya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Hakim menyatakan bahwaterdakwa di pidanakerna dengan sengajamelakukan ujaran kebencian tehadap ras dan etnismelalui media sosial yang dimana di sampaikan seacara langsung maupun tidak langsung kepada korban. Terdakwa melakukan tindakan tersebut juga dengan sengaja sehingga majelis hakim dapat memutuskan agar terdakwa tetap di tahan dan di pidana menurut aturan atau undang - undang yang mengatur tentang ujaran kebencian terhadap ras dan etnis tersebut. Kata Kunci: Terdakwa dan Korban Terhadap Ras Dan Etnis

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Nalonip 'na

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Adat istiadat, kebiasaan dan budaya dapat menunjukkan identitas diri seseorang. Masyarakat suku Timor Atoni Pah Meto sampai sekarang masih melakukan ritus nalonip `na atau percik darah. Ritus ini dilakukan sebagai upaya untuk mendinginkan sesuatu agar dijauhkan dari suat (malapetaka) dari kehidupan keluarga. Seiring berjalannya waktu dan karena faktor agama, pelaksanaan ritus ini mengalami pro dan kontra karena dianggap sebagai dualisme dan menyembah berhala. Inilah yang menjadi alasan penulis melakukan penelitian tentang ritus Nalonip `na atau percik darah utnuk mendinginkan rumah. Penelitian yang penulis lakukan bertempat di jemaat GMIT Esa Matsio Nunusunu, dengan tujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritus nalonip `na dan melakukan refleksi teologis tentang ritus ini. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif dan dilakukan dengan cara wawancara. Hasil penelitian yang didapat penulis ialah, ritus ini telah mengalami pergeseran makna karena faktor agama. Jemaat yang sudah Kristen tetap melakukan ritus ini dengan maksud sebagai bentuk ucapan syukur dan pengakuan kedaulatan Allah Tritunggal yang telah memberkahi mereka dengan berbagai berkat. Khususnya dalam hal mendinginkan rumah, jemaat melakukan ritus ini karena mereka mensyukuri penyertaan Allah dari awal pelaksaan pembangunan rumah hingga selesai. Ritus nalonip `na sebagai upaya jemaat mencari keamanan dan tidak terkena malapetaka kini telah memiliki arti baru setelah jemaat memeluk agama dan menjadi Kristen. Ritus nalonip `na memiliki nilai positif yang berguna bagi pelayanan gereja yaitu usaha mencari keselamatan dan kepasrahan akan kuasa Tuhan. Darah binatang/korban yang dipercik bukanlah pemberi keselamatan melainkan satu-satunya keselamatan ialah bersumber dari Darah Kristus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG PENYEBAB DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Deskripsi tentang Penyebab dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang”. Masalah dalam penelitian ini adalah; 1) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana perdagangan orang? dan 2) Bagaimanakah akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang bagi pelaku, korban dan Negara? Tujuan penelitian ini adalah; 1) Untuk mengetahui dan menganalisis penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang dan 2) Untuk mengetahui dan menganalisis akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang bagi pelaku, korban dan Negara. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang dan akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang bagi pelaku. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini dilakukan pada lima putusan yaitu; 1) Nomor 32/Pid.Sus/2020/PN Rtg, 2) Nomor 94/Pid.Sus/2016/PN Slw, 3) No: 83 /Pid.Sus/2011/PN.SMI, 4) Nomor 265/Pid.Sus/2017/PN Idm dan 5) Nomor 140 / Pid. Sus / 2017 / PN. Idm. Variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalah penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah akibat hukum terjadinya tindak pidana perdagangan orang. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang adalah, faktor ekonomi yaitu terdakwa diberikan bayaran dari setiap pekerja yang direkrut dan faktor kebutuhan akan para perkerja. 2) Akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang adalah; a. Bagi pelaku mendapat kurungan penjara dan denda; 1) Korban mengalami kerugian materil, 2) Korban Mengalami Gangguan Psikologis, 3) Korban Mengalami Cacat Fisik dan 4) Korban Mendapatkan Penambahan Restitusi. b Bagi negara yaitu Negara mengalami kerugian terhadap pendapatan karena keberangkatan para pekerja tidak diproses melalui pasar tenaga kerja sehingga menimbulkan lambatnya perekonomian negara. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah; ditujukan kepada seluruh orang tua, agar lebih waspada dan hati-hati dalam menjaga anak agar tidak menjadi korban perdagangan orang. Diharapkan para orang tua agar tidak menitipkan anak kepada orang-orang yang tidak dikenal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail