Abstrak
ABSTRAK Sektor publik seringkali dipahami sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan umum dan penyediaan barang dan jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan Negara lain yang diatur dengan hukum (Mashun dkk.2011).Pelayanan publik merupakan suatu kewajiban yang harus diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.Desa sebagai perangkat pemerintah daerah yang langsung berhadapan dengan masyarakat berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Soetardjo Kartohadikoesoemo, desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bermukim suatu masyarakat yang berkuasa dan masyarakat tersebut mengadakan pemerintah sendiri. Pengukuran kinerja menjadi salah satu faktor penting dalam organisasi sektor publik. Mahmudi (2007) mengidenttifikasi tujuan dilakukannya pengukuran kinerja pada organisasi sektor publik untuk mengetahui tujuan organisasi, menyediakan sarana pembelajaran bagi pegawai, memperbaiki kinerja untuk periode berikutnya, memberikan pertimbangan yang sistematik dalam pembuatan keputusan pemberian reward dan punishment, memotivasi pegawai dan menciptakan akuntabilitas publik. Akuntabilitas bukan sekedar kemampuan menunjukan bagaimana uang publik tersebut telah dibelanjakan, akan tetapi juga menunjukan uang publik tersebut telah dibelanjakan secara ekonomis, efektif, dan efisien. Pengukuran kinerja sangat diperlukan untuk menilai akuntabilitas organisasi publik yang baik dan tepat sasaran. Value for money merupakan suatu konsep pengukuran kinerja organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu : (1) ekonomi, yang terkait dengan sejauh mana organisasi sektor public dapat meminimalisir inputresources yang digunakan yaitu dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak produktif. (2) efesiensi, merupakan pencapaianoutput yang meksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu. (3) efektivitas, merupakan tingkat pencapaian hasil program dengan target yang telah ditetapkan atau secara sederhana merupakan perbandingan outcome dengan output (Mardiasmo, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa kinerja keuangan pemerintahDesa Bolua Kecamatan Raijua Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2017dan2018 dikatakan ekonomi berimbang. Dan tahun 2019 dikatakan ekonomis.Artinya Pemerintah Desa Bolua Kecamatan Raijua Kabupaten Sabu Raijua telah mampu mengelola keuangan dengan hemat. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa kinerja keuangan pemerintahDesa Bolua Kecamatan Raijua Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2017-2019 dikatakan efisien karena menghasilkan rasio tingkat efisien lebih kecil dari 100%. Artinya Pemerintah Desa Bolua Kecamatan Raijua Kabupaten Sabu Raijua telah mampu mengelola keuangan dengan baik.Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa kinerja keuangan pemerintahDesa Bolua Kecamatan Raijua Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2017-2019 dikatakan efisien karena menghasilkan rasio tingkat efisien lebih kecil dari 100%. Artinya Pemerintah Desa Bolua Kecamatan Raijua Kabupaten Sabu Raijua telah mampu mengelola keuangan dengan baik.Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa kinerja keuangan pemerintah Desa Bolua Kecamatan Raijua Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2017dan 2019 dikatakan efektivitas berimbang karena menghasilkan rasio tingkat efektivitas sama dengan 100%. Dan 2018 dikatakan tidak efektif karena menghasilkan rasio tingkat efektivitas lebihbesar dari 100%. Kata kunci : ekonomi, efisiensi, efektivitas, value for money, kinerja keuangan