ASNI MITNY SEUBELAN
· Thesis · Open Access
Penelitian ini berangkat dari realitas komplek tradisi Hela Keta dalam kehidupan keluarga Kristen di jemaat GMIT Getsemani Halilulik Mata Jemaat Manoinhau Motasokon, Klasis Belu. Tradisi Hela Keta merupakan praktik adat masyarakat Tetun yang bertujuan untuk melepaskan sumpah leluhur dan memperoleh kedamaian dalam pernikahan, namun menimbulkan pertanyaan teologis karena masih melibatkan pengorbanan darah hewan. Permasalahan jemaat bersifat kompleks, mencakup aspek budaya, kepercayaan, sosial, ekonomi, dan spiritual yang berdampak pada pemahaman jemaat tentang keselamatan dan pendamaian sejati dalam Kristus.Tulisan penelitian ini memahami konteks jemaat Manoinhau Motasokon, menganalisis pelaksanaan dan makna tradisi Hela Keta, serta merumuskan tinjauan teologi kontekstual berdasarkan teori Robert J. Schreiter tentang model kontekstual dalam pengembangan teologi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, analitis, dan reflektif melalui wawncara, pengamatan langsung, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, pendeta, dan anggota jemaat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hela Keta mengandung nilai-nilai teologis positif yang sejalan dengan iman Kristen, yaitu kerinduan akan pendamaian, pemulihan hubungan yang rusak, dan kesadaran akan dampak lintas generasi. Namun, praktik ini juga mengandung aspek yang memerlukan transformasi, khususnya pemahaman tentang sumber keselamatan, fungsi darah dalam ritual, dan ketakutan terhadap kutuk leluhur. Penelitian ini mengusulkan model transformasi dialogis yang mempertahankan identitas budaya sambil mengarahkan makna Hela Keta menuju pemahaman yang sejalan dengan iman Kristen, yakni melalui doa bersama, rekonsiliasi yang sadar, pengampunan, dan pengharapan dalam Allah.
RUT JULITA SAKETU
· Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project dalam bidang tenaga listrik PLTMG (peaker) 40 MW kupang”. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah : pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prestasi Kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dan Untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang sebanyak 30 karyawan yang terpilih sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner sedangkan teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji f), dan koefisien determinasi (R2). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda Y= 18,791 + 0.453 X1 + 0.256 X2. Diketahui konstan regresi sebesar 18.791 sedangkan koefesien regresi (b1) sebesar 0,453 artinya jika nilai prestasi kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,453 atau 45,3% maka terbukti hipotesisi yang menyatakan prestasi kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Artinya semakin baik prestasi kerja karyawan (X1) maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji parsial (uji t) variabel prestasi kerja (X1). Diketahui uji t, thitung = 3,939 dan ttabel =1,703 dapat disimpulkan bahwa Jika nilai thitung 3,939>ttabel 1,703 dan tsignifikan 0,0001
Kata kunci : Prestasi kerja,karakteristik pekerjaan, dan kepuasan kerja karyawan
ENOS KOILHING
· Thesis · Open Access
INTISARI Judul :Deskripsi Tentang Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa. Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah Mengapa terjadinya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana perdagangan susu bubuk tanpa waktu tanggal kadaluarsa? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah untuk mengetahui alasan terjadinya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana perdagangan susu bubuk tanpa waktu tanggal kadaluarsa Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah variabel bebas yaitu faktor yang menjadi pokok permasalahan yaitu, Dispartias Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa. dan variabel terikat yaitu variabel yang terdiri dari Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sebagai berikut 1.Tuntutan Jaksa penuntut berbeda-beda 2. independensi hakim yang berbeda-beda 3. kualifikasi perbuatan tuntutan yang berbeda-beda 4. pertimbangan hakim yang memberatkan dan meringankan hakim terhadap pelaku tindak pidana perdagangan susu bubuk tanpa waktu tanggal kadaluarsa. Saran Pelaku usaha yang memperdangkan produk makanan kadaluarsa harus bertangungjawab dan Pelaku usaha dilarang memperdangkan barang makanan atau minuman yang kadaluarsa.karan bisa mengakibatkan ganguan kesehata. Kata Kunci :Deskripsi Putusan Hakim, Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa
RINALDI PHITER SELAN
· Thesis · Open Access
ABSTRAK PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA KUPANG Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. sumber daya manusia sebagai penggerak organisasi dalam mencapai tujuannya, maka upaya – upaya organisasi dalam mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik harus terus dilakukan, dengan adanya karyawan- karyawan yang bekerja secara baik ini, maka diharapkan hasil kerja (kinerja) dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab di berikan terhadap karyawan. Salah satu upaya yang dapat menentukan proses prima khususnya dalam organisasi apalagi organisasi pemerintah tergantung pada kinerja. Kinerja merupakan performance atau unjuk rasa. Kinerja juga dapat pula diartikan sebagai prestasi kerja atau hasil unjuk kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah 43 orang pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang dengan sampel keseluruhan pegawai yaitu 43 orang. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui kompensasi dalam kategori rendah, motivasi berada dalam kategori rendah serta kinerja karyawan juga berada pada kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,489 yang berarti semakin baik kompensasi semakin tinggi kinerja pegawai dan sebaliknya. Sedangkan motivasi berpengaruh positif juga terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,033 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,395 yang berarti semakin baik motivasi maka semakin tinggi pula kinerja pegawai. Kata Kunci : Kompensasi, Motivasi dan Kinerja Pegawai
CHRISYE GIDEON MAKONI
· Thesis · Open Access
Judul Skripsi Penulis adalah: Deskripsi Tentang Penjatuhan Putusan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (Studi Kasus RSUD Dr.Harjono Kabupaten Ponorogo). Rumusan masalah yang penulis kaji adalah 1). Mengapa Pengadilan Negeri Menjatuhkan Putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkama Agung dengan putusan pemidanaan? 2). Mengapa putusan Mahkama Agung dalam tingkat Kasasi menjatuhkan pemidanaan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas?. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: 1). Untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkama Agung dengan menjatuhkan putusan pemidanaan. 2). Untuk mengetahui alasan putusan Mahkama Agung dalam tingkat Kasasi menjatuhkan pemidanaan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas. Sifat penelitian adalah deskriptif dan Jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel bebas yakni : Pengadilan Negeri menjatukan putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkamah Agung dengan putusan pemidanan serta putusan Mahkamah Agung menjatuhkan pemidanan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatukan putusan bebas dan Variabel Terikat dalam penelitian ini yaitu Putusan Pengadilan terhadap Terdakwa tindak pidana korupsi pembangunan RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo. Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif.
Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas karena: 1).Tidak memenuhi unsur melawan hukum dalam dakwaan primair; dan 2).Tidak memenuhi unsur menyalahgunakan kewenangan dalam dakwaan subsidair. Kemudian alasan Mahkamah Agung Tingkat Kasasi membatalkan karena: 1).Pengadilan Negeri salah menerapkan hukum; 2).Perbuatan terdakwa terbukti atau memenuhi unsur dalam dakwaan primair. Selanjutnya ditemukan alasan Mahkamah Agung tingkat Peninjauan Kembali membatalkan putusan Kasasi dan membebasakan Terpidana karena 1).Majelis Hakim Mahkamah Agung tingkat Kasasi salah menerapkan hukum dan 2).Perbuatan Terpidana tidak terbukti atau memenuhi unsur dalam dakwaan Penuntut umum. Adapun saran yang diberikan yaitu : 1). Pemeriksaan yang dilakukan oleh Hakim baik di tingkat Pengadilan Negeri atau Mahkamah Agung diharpkan lebih cermat dalam memperhatikan fakta-fakta persidangan, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam meberikan putusan atau menerapkan hukum; dan 2).Hakim Pengadilan Kasasi dalam menerapkan hukum diharapkan lebih cermat memperhatikan dengan baik dalam menghubungkan fakta hukum dengan unsur-unsur yang terdapat dalam pasal dakwaan.
YOSEP FERNANDO MAUSIRI
· Thesis · Open Access
INTISARI 1. Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana penyelundupan pakaian bekas”.Permasalahan yang diangkat oleh penelitian ini adalah” a. Bagaimana motif pelaku tindak pidana penyelundupan pakaian bekas. b. Bagaimana modus pelaku tindak pidana penyelundupan pakaian bekas.c. Bagaimana akibat hukum Terjadinya Tindak Pidana penyelundupan pakaian bekas.2.Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: a.untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana penyelundupan pakaian bekas.b.untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana penyelundupan pakian bekas.c.untuk mengetahui akibat hukum bagi pelaku dan barang bukti tindak pidana penyelundupan pakaian bekas.3.Sifat dan Jenis Penelitian a.Sifat Penelitian, Penelitian ini bersifat deskriptif dan hasil penelitian adalah.1.Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi, atau yang menjadi sebab perubahan dari adanya suatu variabel dependen (terkait), Dalam penelitian ini motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penyelundupan pakaian bekas terhadap pelaku dan barang bukti.2, Variabel terkait yaitu variabel yang tergantung pada variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel tersebut adalah putusan pengadilan tentang tidak pidana penyelundupan pakaian bekas. 2. Berdasarkan hasil penelitian, maka yang menjadi motif, modus, dan akibat hukum terhadap pelaku dan barang bukti tindak pidana penyelundupan Pakaian Bekas Adalah: 1. Motif terjadinyatindak pidana penyelundupan pakaian bekas adalah.a.Untuk mendapatkan keuntungan.b.Karena ada permintaan konsumen.2.Modus terjadinya tindak pidana penyelundupan pakaian bekas adalah.a.Terdakwa mendapat tawaran.b.Terdakwa memuat pakaian bekas dengan menggunakan kapal.3.akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penyelundupan pakaian bekasadalah.a. Pelaku ditahan b.Pelaku dipidana penjara c.Pelaku dikenakan denda.d.Pelaku dikenkana menanggung biaya perkara.e.akibat hukum Terhadap barang bukti yaitu barang bukti Dirampas untuk dimusnakan. kata kunci: Motif, Modus Akibat Hukum, Penyelundupan Pakaian Bekas.
MARIA STEFANIA ATAGORAN
· Thesis · Open Access
INTISARI Judul “Skripsi Deskripsi Tentang Hakim Terhadap Anggota Nasional Indonesia Yang Melakukan Tindak Pidana Pemerkosaan”. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah:Mengapa Judex Facty menjatukan Putusan Pemidanaan Sedangkan Judex Juris Menjatuhkan Putusan Pemidanaan terhadap Anggota Tentara Nasional Indonesia Yang Melakukan Tindak Pidana Pemerkosaan? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: Untuk mengetahu Judex Facty Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Sedangkan Judex Juris Menjatuhkan Putusan Bebas terhadapa Anggota Tentara Nasional Indonesia. Penelitian ini bersifat Deskriftif analisis artinya bahwa penelitian ini termasuk lingkungan penelitian yang menggambarkan,menelaah,menjelaskan secara tepat serta menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian ini yakni tindak pidana pemerkosaan Jenis penelitian ini masuk dalam kategori penelitian hukum normatif, karena dalam penelitian hukum normatif terutama menggunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai sumber data penelitian atau biasa disebut dengan (liblarybsearch), Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder. Variabel Bebas ( Independent Variabel) adalah variebal yang mempengaruhi variabel terikat, variabel bebas ini adalah peertimbangan judex facty menjatuhkan putuab pemidanaan sedangkan judex juris menjatuhkan putusab bebas terhadap Anggota Tentara Nasioanl Indonesia Yang melakukan tindak pidana pemerkosaan. Sedangkan Variabel Trikat ( Depedent Variabel) Adalah variabel yang tergantung pada varibel bebas oleh karenanya variabel terikat dalam penelitian ini adalah Putusan Hakim Terhadapa Anggota Tentara Nasional Indonsia Yang Melakukan Tindak Pidana Pemerkosaan. Sumber data yang di gunakan adalah sumber sumer data Sekunder dengan 3 ( tiga) bahan yaitu Bahan Hukum Primer, Sekunder dan Tersier. Bahan Hukum Primer yaitu seperti putusan Nomor:48/PMIII18/AD/IV2015, PutusanNomor: 76/PMT.III/BDG/AD/IX/2015, Putusan Nomor : 297/K/MIL/2015. Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka Alasan karena judex facti tedapat cukup bukti yang sah dan meyakinkan bahwa Terdakwa dalam melakukan tindak pidana sebagaimana di atur dan di ancam menurut pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Acaera Pidana. Alasan judex juris/Mahkamah Agung berpendapat adanya kesalahan penerapan hukum dan Terdakwa tidak terbukti melakukan tinnak oidana seagaimana di dakwakan oleh Odittur Militer Yang menjadi akibat hukum dari putusan bebas terhadap nama baik dan penahanan yang telah dijalani terdakwa yaitu memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya. Kata Kunci : Pemerkosaan ,Judex Facti, Judex Juris
DOMINGGUS ABANI
· Thesis · Open Access
INTISARI Judul penelitian ini adalah Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pangan Olahan (Usaha Shoun) Berdasarkan Undang-undang 18 Tahun 2012 Berikut Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : a. Bagaimana bentuk tindak pidana perdagangan pangan tanpa izin edar? b. Mengapa terhadap pelaku tindak pidana perdagangan pangan olahan tanpa izin edar ada yang diputus pidana penjara dan ada yang diputus denda ? Berikut tujuan penelitian ini adalah : a. Untuk mengetahui bentuk tindak pidana perdagangan pangan olahan tanpa izin edar b. Untuk mengetahui alasan tindak pidana perdagangan pangan olahan tanpa izin edar ada yang diputus pidana penjara dan ada yang diputus denda Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah dan Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif . sumber data yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakuakan oleh penulis selanjutnya dirumuskan dan ditarik kesimpulan sebagai berikut: a. Bentuk tindak pidana perdagangan pangan olahan tanpa izin edar b. Perdagan pangan olahan ada yang putus pidana penjara dan ada putus pidana Denda Kata Kunci : penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pangan olahan (usaha shoun)
MUSA YESKIAL TEFU
· Thesis · Open Access
Judul skripsi ini ”Analisi Yuridis Pembatalan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun1999 Tentang Jaminan Fidusia Oleh Mahkamah Konstitusi (Studi Kasus Putusan Nomor 71/PUU-XIX /2021)”. Rumusan masalah: Bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam membatalkan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam membatalkan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun1999 Tentang Jaminan Fidusia ?.
Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif yang berusaha untuk mendeskripsikan atau menguraikan masalah aktual terkait dengan Pembatalan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun1999 Tentang Jaminan Fidusia. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer. Bahan hukum yang mengikat yang terdiri dari perundan-undangan dan putusan Mahkamah Konstitusi. Bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang memberikan penjelasan pada bahan hukum primer yang diperoleh dari buku, jurnal-jurnal, pendapat para sarjana. Dan bahan hukum tersier. Bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis terkait dengan masalah pokok dalam penulisan ini yakni bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam membatalkan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun1999 Tentang Jaminan Fiduasia Maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Karena hak konstitusionalnya dirugikan oleh Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia
b. Ketentuan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia Bertantangan Dengan UUD 1945.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis menarik beberapa saran sebagai berikut:
1. Pembuat peratuaran perundang-undangan serta penegak hukum dapat dengan segera melakukan revisi ulang terhadap penerapan pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam pembatalan Pasal 30 dan undang-undang nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia?
2. Penulis menyarankan para pembuat peraturan perundang-undangan dan penegak hukum supaya mempertimbangkan peraturan perundang-undangan yang ada sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian hukum dalam penerapan hukum.
MARIA HILDEGARDIS BOUK
· Thesis · Open Access
INTISARI Judul penelitian ini adalah Kajian yuridis putusan hakim terhada pelaku tindak pidana izin usaha Minyak dan gas bumi. Rumusan masalah Megapa hakim judex facti memutus pidana sedangkan hakim judex juris memutus bebas terhadap pelaku tindak pidana izin usaha minyak dan gas bumi? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan hakim judex facti memutus pidana sedangkan hakim judex juris memutus bebas terhadap pelaku tindak pidana izin usaha minyak dan gas bumi. Sifat Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis artinya bahwa penelitian ini yang hendak menggambarkan, menelaah, dan menjelaskan suatu keadaan atau fenomena secara tepat dan terang benderang tanpa ada perlakuan dari objek yang diteliti yaitu pertimbangan hakim judex factie memutus pemidanaan sedangkan hakim judex juris memutus bebas. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian hokum normatif, menggunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai sumber data penelitian atau biasa di sebut dengan (liblary search). Variabel bebas (independent variable) dari penelitian ini adalah alasan judex factie memutus pemidanaan sedangkan hakim judexjuris memutus bebas. Variabelterikat (dependent variable) dari penelitian ini adalah tindak pidana izin Usaha Minyak dan Gas Bumi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder dengan 3 (tiga) bahan hukum yaitu Bahan Hukum Primer , sekunder dan tersier. Bahan hukum primer yang digunakan dari penelitian ini yaitu Undang-undang Dasar 1945, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, Putusan Nomor 880/Pid.Sus/2018/ PN.SMG, putusan Nomor 132/Pid.Sus/2019/PT SMG, putusan Nomor 3229K/Pid.Sus/2019. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis terhadap satu kasus dengan 4 (empat) putusan yaitu: Hakim judex facti memutus pidana terhadap pelaku tindak pidana izin usaha minyak dan gas bumi karena Dakwaan Jaksa Penuntut Umum sempurna, Terbukti unsur pasal yang didakwakan, Pertimbangan keadaan yang memberatkan dan meringankan. Sedangkan hakim Judex Juris memutus bebas terhadap pelaku tindak pidana izin usaha minyak dan gas bumi, disebabkan karena Terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan, Hakim judex facty telah salah dalam menerapkan hukum. Kata Kunci: Tindak Pidana; Judex Facty; Judex Juris; Minyak dan Gas Bumi.
KURNIAWAN SUJANA ANGSAR
· Thesis · Open Access
Judul tulisan ini adalah “Deskripsi Tentang Penyelesaian Gugatan Perjanjian Jual Beli Tanah”. Berdasakan judul tersebut maka yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah: Mengapa Putusan Hakim Dalam Gugatan Perjanjian Jual Beli Tanah Ada gugatan yang Ditolak, Dikabulkan Dan Tidak Dapat Diterima. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif yang berusaha untuk mendeskripsikan atau menguraikan masalah aktual terkait Putusan Hakim Pengadilan Negeri dalam sengketa perjanjian jual beli tanah. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer. Bahan hukum yang mengikat yang terdiri dari perundang-undangan dan putusan-putusan pengadilan. Bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang memberikan penjelasan pada bahan hukum primer yang diperoleh dari buku, jurnal-jurnal, pendapat para sarjana. Dan bahan hukum tersier. Bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberapa alasan sesuai dengan permasalahan penulis yakni mengapa putusan hakim dalam gugatan perjanjian jual beli tanah ada gugatan yang ditolak, dikabulkan dan tidak dapat diterima sebagai berikut:
1. Gugatan pengugat ditolak karena Penggugat tidak dapat membuktikan dalil gugatannya
2. Gugatan penggugat dikabulkan dengan alasan: Penggugat dapat membuktikan dalil gugatanya
3. Gugatan penggugat dinyatakan tidak dapat diterima dengan alasan:
a. Gugatan Penggugat Kurang Pihak (Plurium Litis Consortium)
b. Gugatan tidak memenuhi syarat- syarat gugatan atau gugatan penggugat Kabur dan Tidak Jelas (Obscuur Libel)
Mengacu pada kesimpulan Saran Penulis adalah: 1)Kepada setiap masyarakat yang ingin melakukan suatu kesepakan dalam hal ini perjanjian jual beli tanah agar tidak terjadi kesalah pahaman dikemudian hari yang kemudian masalah tersebut sampai dibawah ke rana hukum.2) Kepada pemerintah dalam hal ini aparat penegak hukum dalam memeriksa dan mengadili suatu kasus harus diperhatikan setiap bukti serta fakta-fakta yang ditemukan dalam persidangan agar tercapainya kemanfaatan, keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat
EXEL FRANS ROHI
· Thesis · Open Access
INTISARI Judul: Analisis Yuridis Peranan CCTV Dalam Pembuktian Pada Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan. Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah Bagaimana pertimbangan hakim terhadap peran CCTV dalam pembuktian pada tindak pidana pencurian dengan pemberatan ? Bagaimana cara terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang telah direkam CCTV ? Apa akibat hukum dari tindak pidana pencurian dengan pembertan terhadap terdakwa ? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim terhadap peran CCTV dalam pembuktian pada tindak pidana pencurian dengan pemberatan. untuk mengetahui cara terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana pencurian dengan pemberatan terhadap terdakwa. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif yaitu penelitian ini terdiri dari penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum dan penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum dan Sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmia. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah variabel bebas yaitu yang menjadi pokok permasalahan yaitu, Tindak Pidana Pencurian Dengan Pembaratan. dan variabel terikat yaitu variabel yang tergantung dari putusan pengadilan tentang tindak pidana pencurian dan pemberatan. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari pertimbangan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar, bahan hukum sekunder yaitu memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil penelitian, dan hasil karya dari kalangan hukum, dan bahan hukum tersier yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk atau penjelasan bermakna terhadap terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum, ensiklopedia,Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu Pertimbangan hakim dalam tindak pidana pecurian dengan pemberatan dan Cara terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang direkam CCTV dan Akibat hukum tindak pidana pencurian dengan pemberatan Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah Mengenai penggunaannya dalam suatu tindak pidana pencurian dengan pemberatan yaitu melihat petunjuk-petunjuk yang direkaman CCTV Kata Kunci : Cctv, Tindak Pidana, Pencurian
ARKAP LUKAS LANMAY
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO
VISUAL BERBASIS LIFE SKILL PADA MATERI UPAYA
PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP MINAT
BELAJAR PESERTA DIDIK
Lanmay A. L) * Meha, A. M) ** Daud. Y) **
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa kelas X IPA SMA Negeri 3 Fatuleu tahun ajaran 2022/2023 dengan menggunakan media pembelajaran audio visual berbasis life skill pada mata pelajaran upaya penanggulangan pencemaran lingkungan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian menggunakan angket control grup design. Sampel penelitian ini yaitu peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 3 Fatuleu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen penyebaran angket. Data yang telah dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan berbantuan SPSS menunjukan bahwa nilai t hitung > t tabel (2,548> 2,201), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran audio visual berbasis life skill pada materi upaya penanggulangan pencemaran lingkungan terhasap minat belajar peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 3 Fatuleu Tahun Ajaran 2022/2023
XAVERIUS YOSEPH BRIA
· Thesis · Open Access
Rumusan masalah yang penulis kaji adalah: Alasan saksi memberikan keterangan palsu di persidangan dan akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana memberikan keterangan palsu di persidangan. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: Untuk Mengetahui Alasan saksi memberikan keterangan palsu di persidangan dan akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana memberikan keterangan palsu di persidangan. Penelitian ini bersifat Deskriptif analisis artinya bahwa penelitian ini termasuk lingkungan penelitian yang menggambarkan, menelaah, menjelaskan secara tepat serta menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian ini yakni tindak pidana keterangan palsu. Jenis penelitian ini masuk dalam kategori penelitian hukum normatif, karena dalam penelitian hukum normatif menggunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai sumber data penelitian atau biasa disebut dengan (liblary search). Variabel yang digunakan yaitu variable bebas dalam penelitian ini adalah alasan saksi memberikan keterangan palsu di persidangan dan akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana memberikan keterangan palsu di persidangan. Variaberl terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim tindak pidana memberikan keterangan palsu. Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu, Alasan saksi memberikan keterangan palsu di persidangan adalah a. Untuk menghindari pertengkaran dengan istri. b. Karena tidak ingin terlibat dalam kasus penipuan. c. Untuk mengelabui pihak leasing. d. Karena tidak terima diberhentikan dari jabatan sabagai Datuak Bando Rajo. e. Karena terdakwa memiliki dendam pribadi. Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana memberikan keterangan palsu di persidangan adalah: Pelaku ditahan, dipidana penjara dan membayar biaya perkara. Saran penulis adalah: 1. Masyarakat dapatkan meningkatkan kesadaran hukum dan berfikir secara matang untuk tidak memberikan keterangan palsu di depan persidangan, karena dengan memberikan keteragan palsu dalam persidangan akan menimbulkan akibat hukum yang akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain yang bersangkutan. 2. Pemerintah diharapkan melakukan sosialisasi serta edukasi terkait pidana sumpah palsu dan pidana penyertaan agar lebih banyak orang yang memahami terkait akibat apabila seseorang melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu di persidangan
NOFRIDA WASTI YUMINA EFI
· Thesis · Open Access
RINGKASAN Nofrida W.Y. Efi, NIM. 16382950 “Struktur Komunitas Bulu Babi (Echinodea) yang Berasosiasi dengan Ekosistem Lamun di Perairan Kuanheum Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang” Donny M. BessieS. Pi., M. Si, Imanuel J. Emola,S.Pi.,M.Si.sebagai pembimbing I dan II.Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen ArthaWacanaKupang. Bulu babi adalah hewan herbivora yang juga grazer utama pada daerah padang lamun.Secara ekologi,padang lamun berfungsi sebagai habitat dari berbagai organisme karena padang lamun menyediakan tempat berlindung dan juga makanan bagi berbagai macam biota laut. Distribusi dan kehadiran bulu babi di padang lamun menunjukan bahwa mereka memainkan peran ekologis yang sangat penting dan menjadi kunci penting dalam aliran energy dan dau rmateri.Data bulu babi yang telah di dapatt di analisis secara deskriptif kuantitatif. Kemudian, di lakukan analisis data dengan menggunakan rumus; Kepadatan (D), keanekaragaman jenis (H’), dominansi(C) dan indeks keseragaman(E) dengan menggunakan model matematis dan di sajikan dalam bentuk gambar, grafik dan tabel. Komposisijenis Echinoidea terdiridari 5 jenis ,dua di antaranya yg mendominasi perairan Kuanheum yaitu Echinotrix calamaris dan Diadema setosum.Kepadatan tertinggi di tempati oleh Echinotrix calamaris 18 individu/500m2 Diadema setosum sebanyak 10 individu/500m2 .Nilai indeks keanekaragaman tergolong rendah, keseragaman jenis termasuk dalam kondisi tertekan dan nilai indeks dominansi tergolong sedang Perairan Pantai kuanheum merupakan salah satu Perairan Pantai yang terletak di Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang yang memiliki perairan laut cukup luas dan di dalamnya terdapat ekosistem lamun dan terumbu karang yang cukup baik dan berperan penting dalam proses siklus hidup organism laut. Padang lamun juga memiliki fungsi sebaga itempa tberlindung (habitat berbaga ibiotalaut) dan sumber nutrisi dalam rantaima kanan. . Kata kunci: Bulu babi, Kuanheum, deskriptif kuantitatif Echinotrix calamaris SUMMARY Nofrida W.Y. Efi, NIM. 16382950 "Sea urchin (Echinodea) Community Structure Associated with Seagrass Ecosystem in Kuanheum Waters, West Kupang District, Kupang Regency" Donny M. Bessie S. Pi., M. Si, Imanuel J. Emola, S. Pi., M. Si. as supervisor I and II. Aquatic Resources Management Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang. Sea urchins are herbivorous animals that are also the main grazers in seagrass meadow areas. Ecologically, seagrass beds function as habitats of various organisms because seagrass beds provide shelter and food for various marine macambiota. The distribution and presence of sea urchins in seagrass beds suggests that they play a very important ecological role and are key in energy flow and material cycling.Sea urchin data that have been analyzed in a quantitative descriptive manner. Then, data analysis is carried out using formulas; Density (D), species diversity (H'), dominance (C) and uniformity index (E) using mathematical models and presented in the form of figures, graphs and tables. The composition of Echinoidea species consists of 5 types, two of which dominate the waters of Quineheum, namely Echinotrix calamaris and Diadema setosum. The highest density is occupied by Echinotrix calamaris 18 individuals/500m2, Diadema setosum as many as 10 individuals/500m2. The value of the diversity index is low, the uniformity of species is included in depressed conditions and the value of the dominance index is classified as medium Kuanheum Beach Waters is one of the coastal waters located in West Kupang District, Kupang Regency which has extensive sea waters and in which there are seagrass ecosystems and coral reefs that are quite good and play an important role in the life cycle process of marine organisms. Seagrass beds also have a function as a shelter (habitat for various marine life) and a source of nutrients in the food chain. Keywords: Quantitative descriptive Kuanheum urchin Echinotrix calamaris
HENDRA KUSUMADYA
· Thesis · Open Access
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah: Analisis Pertimbangan Hakim Dalam
Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Tindak Pidana Korupsi. Rumusan
masalah yang penulis kaji adalah Mengapa Hakim Pengadilan Negeri dan
Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah sedangkan Mahkamah
Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap
pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi?. Tujuan
yang ingin Penulis kaji adalah: Untuk mengetahui hakim Pengadilan Negeri dan
Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah sedangkan Mahkamah
Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap
pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi. Jenis
penelitian adalah penelitian normatif dan sifat penelitian adalah deskriptif.
Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan
pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara
kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif.
Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka alasan Hakim
Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah karena
Terdakwa hanya melakukan perbuatan Menyalahgunakan Kewenangan, Kesempatan atau
Sarana Yang Ada Padanya dalam Jabatannya, Sedangkan alasan Hakim Mahkamah
Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap pelaku tindak
pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi karena Terdakwa terbukti
melakukan perbuatan secara melawan hukum. Adapun saran yang diberikan yaitu 1).
Judex Facti diharapkan lebih cermat dalam memperhatikan, meneliti dan
mempertimbangkan fakta hukum di persidangan agar dalam putusannya tidak terdapat
kekeliruan dalam menerapkan hukum; 2). Terdakwa seharusnya menjalankan tugas dan
tanggungjawabnya secara profesional dan tidak tergiur dengan memperoleh keuntungan
dari hasil korupsi yang dilakukan, dan setelah dipidana diharapkan terdakwa dapat jera
sehingga tidak melakukan Tindak Pidana Korupsi lagi
Kata Kunci: Disparitas Putusan, Tindak Pidana, Korupsi, Barang dan Jasa.
MARTONO DAPPA MERA
· Thesis · Open Access
INTI SARI Judul, DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN ORANG. Rumusan Masalah: 1) Mengapa Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyeludupan orang? 2) Alasan Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali memutuskan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan orang?.Tujuan: 1) Untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyeludupan orang, 2) Untuk mengetahui Alasan Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali memutuskan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan orang.Jenis penelitian Normatif Sifat Penelitian Deskriptif, yaitu penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah. Tentang alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyeludupan orang, alasan Hakim Kasasi dan Peninjauan Kembali memutuskan pemidanaan.Bahan hukum yang digunakan adalah Bahan hukum primer, yang terdiri dari: Putusan Hakim, serta peraturan perundang-undangan lainya, serta Bahan hukum Sekunder dan Bahan Hukum Tersier. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis teliti, maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji adalah: 1) Perbuatan terdakwa bukan merupakan perbuatan pidana 2) Perbuatan terdakwa tidak terbukti sebagaimana dalam dakwaan jaksa penuntut umum pasal 120 (2) UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasin juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke- 1 KUHP yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum, 3) Perbuatan terdakwa terbukti, 4) Adanya kekhilafan atau kekeliruan dalam penerapan hukum. Berdasarkan hasil penilitian dan pembahasan yang telah ditemukan ,maka saran yang dapat dikemukakan penulis yaitu: 1) Perlu adanya kerjasama yang lebih erat antara instansi pemerintah Indonesia dan pemerintah luar Negeri dalam menanggulangi kasus penyelundupan orang, 2) Kepada pemerintah perlu dibentuk tim penanggulangan TPPO di daerah. Kata Kunci: Putusan Hakim, Tindak Pidana Penyelundupan Orang.
FEBRIYANTI ARITA SAH
· Thesis · Open Access
ABSTRAK Pengaruh Pupuk Organik Kulit Pisang Kulit Telur dan Rumput Laut Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Sah, F.A.) * Ngginak, J)** Bullu, N.I )** Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan bawang merah tidak dapat dihindari oleh konsumen rumah tangga sebagai bumbu masakan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kulit pisang kulit telur dan rumput laut pada pertumbuhan bawang merah (Allium ascalonicum L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) denganKontrol (tanpa PO), perlakuan K1 = 25 g PO kulit pisang, kulit telur dan rumput laut perlakuan K2 = 50 g, POkulit pisang kulit telur dan rumput laut, perlakuan K3 = 75 g POkulit pisang kulit telur dan rumput laut, perlakuan K4 = 100g PO kulit pisang kulit telur dan rumput laut. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%.Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helai daun, Lebar daun dan jumlah umbi. Berdasarkan hasil penelitian pemberian PO darikulit pisang kulit telur dan rumput laut terhadap parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun lebar daun jumlah umbi. Pemberian pupuk pada perlakuan K2 dengan konsentrasi sebesar 50 g pupuk organik kulit pisang, kulit telur dan rumput laut memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman bawang merah57,25 cm, jumlah helaian daun sebanyak 41,31, lebar daun 0,63 dan jumlah umbi sebanyak 19. Kata kunci :Bawang Merah, pupuk organik, kulit pisang, kulit telur, rumput laut. Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT Effect of Organic Fertilizer of Eggshell Banana Peel and Seaweed on Red Onion Plant Growth (Allium ascalonicum L) Sah, F.A.) * Ngginak, J)** Bullu, N.I )** Shallots (Allium ascalonicum L.) are one of the basic human needs. The need for shallots cannot be avoided by household consumers as a complement to daily cooking spices. This study aims to determine the response of banana peel and seaweed fertilizer on shallot growth (Allium ascalonicum L.). The method used in this research is experimental method using Randomized Group Design (RAL) with Control (without PO), treatment K1 = 25 g PO banana peel, eggshell and seaweed treatment K2 = 50 g, PO banana peel eggshell and seaweed, treatment K3 = 75 g PO banana peel eggshell and seaweed, treatment K4 = 100 g PO banana peel eggshell and seaweed. The data obtained were analyzed by ANOVA and then further tests were conducted with DMRT (Duncan Multiple Range Test) at the 5% level. Parameters with the average value and the overall treatment value of each repetition were observed including plant height, number of leaflets, leaf width and number of tubers. Based on the results of the study, the provision of PO from banana peel eggshell and seaweed on the measurement parameters gave a significant effect on plant height, number of leaves width of the number of tubers. Giving fertilizer to the K2 treatment with a concentration of 50 g of organic fertilizer banana peel, eggshell and seaweed has a significant effect in increasing plant height growth with an average shallot plant height of 57.25 cm, the number of leaflets as much as 41.31, leaf width 0.63 and the number of bulbs as many as 19. Keywords: Shallot, organic fertilizer, banana peel, eggshell, seaweed. Description: *) Researcher **) Supervisor
ELISABET BOUKA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Cair (Limbah Sayur Dan Buah) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum) Bouka, E)* Bullu,N. I)** Nge, S. T)** Tomat (Lycopersicum esculentum) merupakan tanaman hortikultura yang sangat banyak manfaatnya, Manfaat tanaman tomat untuk kesehatan tubuh manusia diantaranya, menghilangkan jerawat, menghaluskan kulit, mengobati wasir, menurunkan darah tinggi, mencegah penyakit jantung, dan menangkal sel-sel kanke. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui respon penggunaan pupuk organik cair (limbah sayur dan buah) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dan mengetahui Perlakuan manakah yang akan memberikan respon terbaik pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dirancang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Teknik pengumpulan data dilakukan 7 hari sekali setelah tanaman tomat muncul diatas tanah, dengan para meter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai),diameter batang (cm), umur berbunga, jumlah buah dan berat bobot buah (g). Data yang diperoleh dari pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun , diameter batang pada pengamatan terakhir dan hasil produksi tanaman tomat dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Anova) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perlakuan dan jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar pasangan perlakuan yang dibandingkan (Sastrosupadi, 2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah sayur dan buah berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pemberian pupuk organik cair limbah sayur dan buah pepaya dengan konsentrasi 18% memberikan hasil yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (lycopersicum esculentum) dimana rata-rata tinggi tanaman 63,2 cm, jumlah daun 13 helai, diameter batang 2,6 cm, jumlah buah 8,5625 buah dan berat bobot buah 86.69 gram Kata kunci: POC, limbah sayur dan buah,tanaman tomat Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT Effect Of Using Liquid Organic Fertilizer (Vegetable And Fruit Waste) On The Growth And Yield Of Tomato Plants (Lycopersicum Esculentum) Bouka, E)* Bullu,N. I)** Nge, S. T)** Tomato (Lycopersicum esculentum) is a horticultural plant that has many benefits. The benefits of tomato plants for the health of the human body include eliminating acne, smoothing the skin, treating hemorrhoids, lowering high blood pressure, preventing heart disease, and warding off cancer cells. This study aims to determine the response to the use of liquid organic fertilizer (vegetable and fruit waste) on the growth and yield of tomato plants and to determine which treatment will give the best response to the growth and yield of tomato plants. This study was an experimental study designed using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The data collection technique was carried out every 7 days after the tomato plants appeared on the ground, with the parameters observed being plant height (cm), number of leaves (strands), stem diameter (cm), flowering age, fruit number and fruit weight (g). . The data obtained from the growth of plant height, number of leaves, stem diameter at the last observation and production yield of tomato plants were analyzed using variance (Anova) to determine whether there was a treatment effect and if there was a real or very significant treatment effect it would be followed by Duncan's test. at the 5% level to determine differences between treatment pairs being compared (Sastrosupadi, 2002). The results showed that the administration of POC from vegetable and fruit waste had a very significant effect on the growth and yield of tomato plants. The application of liquid organic fertilizer from papaya vegetable and fruit waste with a concentration of 18% gave optimum results for the growth and yield of tomato plants (Lycopersicum esculentum) where the average plant height was 63.2 cm, the number of leaves was 13, the stem diameter was 2.6 cm, number of fruit 8.5625 fruit and fruit weight 86.69 gram Keywords: POC, vegetable and fruit waste,tomato plants Information : *) Researchers **) Advisor
NEDI INAWATI KONDO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK DAMPAK PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Kondo, N.I)* Meha, A.M)** Manu, T.S.N)** Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas diluar kelas perkuliahan serta mengasah kemampuan sesuai dengan bakat dan minat yang mereka miliki untuk meningkatkan komptensi lulusan, baik soft-skills maupun hard-skills agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) yaitu kampus mengajar dan pertukaran mahasiswa merdeka bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif kualitatif, dalam proses pengumpulan data penulis mengunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan pengisian kuesioner melalui online maupun ofline untuk mengetahui dampak program merdeka belajar bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi mahasiswa kampus mengajar 1 sampai angkatan 4 dan mahasiswa pertukaran mahasiswa merdeka. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa program studi pendidikan biologi yang telah mengikuti program kampus mengajar dan pertukaran mahasiswa merdeka memperoleh dampak positif pada peningkatan soft-skill dan hard-skill dan untuk sotf-skill seperti kemampuan kecapakan dalam sikap untuk mudah menyesuaikan diri, kecakapan berkomonikasi, kemampuan menyelesaikan masalah dan kreativitas. Sedangkan untuk hard-skill berupa kecakapan pengusaan ilmu pengetahuan teknologi, pemikiran kreatif dan inovatif. Kata kunci: Merdeka belajar kampus merdeka, Mahasiswa Keterangan ꞉* )= Peneliti **) = Pembimbing ABSTRACT THE IMPACT OF INDEPENDENT LEARNING IN INDEPENDENT CAMPUS FOR STUDENTS IN BIOLOGY EDUCATION STUDY PROGRAM ARTHA CHRISTIAN UNIVERSITY KUPANG Kondo, N.I)* Meha, A.M)** Manu, T.S.N)** Merdeka Learning Merdeka Campus (MBKM) is one of the policies of the Minister of Education and Culture which aims to provide opportunities for students to learn and develop themselves through activities outside the lecture class and hone skills according to their talents and interests to improve graduate competence, both soft-skills and hard-skills to be more prepared and relevant to the needs of the times, preparing graduates as future leaders of the nation who are superior and have personality. The purpose of this study was to determine the impact of the independent learning campus independent program (MBKM), namely the teaching campus and independent student exchanges for students of the Biology Education Study Program at Artha Wacana Christian University Kupang. This research is a qualitative descriptive study, in the data collection process the author used data collection techniques. by interviewing and filling out questionnaires online and offline to find out the impact of the independent learning program for Biology Education Students, campus students teaching batch 1 to 4 and independent student exchange students. obtain a positive impact on increasing soft-skills and hard-skills and for soft-skills such as the ability to adapt easily, communication skills, problem-solving abilities and creativity. Meanwhile, hard skills are in the form of skills in mastering science and technology, creative and innovative thinking. Keywords: Independent learning independent campus, Students Description ꞉ *): Researcher **) : Advisor