2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DIDESA WADUMADDI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA Djara R. S)* Ballo A)** Nge S. M)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jenis tumbuhan obat, organ yang digunakan, cara pengolahan tumbuhan obat yang digunakan sebagai pengobatan tradisional oleh masyarakat di Desa Wadumaddi Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian deskriptif (eksplorasi) ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan 30 responden yang terdiri dari 13 pengobat tradisional, 2 tokoh masyarakat, dan 15 pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, eksplorasi, identifikasi, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian mencatat adanya 34 jenis tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Wadumaddi yaitu Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pendanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, Vernonia amygdalina. Masyarakat Desa Wadumaddi menunjukkan pengetahuan lokal yang kuat dengan memanfaatkan daun (65%) sebagai bagian tumbuhan obat utama dan perebusan (68%) sebagai metode ekstraksi senyawa aktif paling efektif. Terdapat 11 spesies tumbuhan dengan nilai guna tertinggi yang menjadi pilihan utama dalam penggunaan, di mana dokumentasi pengetahuan tradisional ini penting untuk pelestarian budaya sekaligus dasar penelitian ilmiah masa depan. Kata Kunci : Tumbuhan Obat, Pengobatan Tradisional, Pengolahan Tumbuhan Obat, Desa Wadumaddi Keterangan : : *) Peneliti : **) Pembimbing ABSTRACT UTILIZATION OF TRADITIONAL MEDICINAL PLANTS IN WADUMADDI VILLAGE HAWU MEHARA DISTRICT SABU RAIJUA REGENCY Djara, R.S)* Ballo, A.)** Nge, S.T.M.)** This research aims to identify the variety of medicinal plant species, the plant parts used, and the processing methods employed in traditional medicine by the community of Wadumaddi Village, Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency. This descriptive (exploratory) study utilized a purposive sampling technique to select 30 respondents, consisting of 13 traditional healers, 2 community leaders, and 15 patients. Data collection was conducted through observation, structured interviews, exploration, identification, and documentation. The data were then analyzed using a qualitative descriptive approach with a quantitative approach. The results recorded 34 species of traditional medicinal plants utilized by the people of Wadumaddi Village, namely, Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum L, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pandanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, and Vernonia amygdalina. The Wadumaddi Village community demonstrates strong local knowledge, utilizing leaves (65%) as the primary medicinal plant component and boiling (68%) as the most effective method for extracting active compounds. Eleven plant species with the highest utility value are the primary choice for use, and documenting this traditional knowledge is crucial for cultural preservation and the basis for future scientific research. Keywords : Medicinal Plants, Traditional Medicine, Processing Medicinal Plants, Wadumaddi Village. Information : : *) Researcher : **) Mentor
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DIDESA WADUMADDI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA Djara R. S)* Ballo A)** Nge S. M)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jenis tumbuhan obat, organ yang digunakan, cara pengolahan tumbuhan obat yang digunakan sebagai pengobatan tradisional oleh masyarakat di Desa Wadumaddi Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian deskriptif (eksplorasi) ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan 30 responden yang terdiri dari 13 pengobat tradisional, 2 tokoh masyarakat, dan 15 pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, eksplorasi, identifikasi, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian mencatat adanya 34 jenis tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Wadumaddi yaitu Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pendanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, Vernonia amygdalina. Masyarakat Desa Wadumaddi menunjukkan pengetahuan lokal yang kuat dengan memanfaatkan daun (65%) sebagai bagian tumbuhan obat utama dan perebusan (68%) sebagai metode ekstraksi senyawa aktif paling efektif. Terdapat 11 spesies tumbuhan dengan nilai guna tertinggi yang menjadi pilihan utama dalam penggunaan, di mana dokumentasi pengetahuan tradisional ini penting untuk pelestarian budaya sekaligus dasar penelitian ilmiah masa depan. Kata Kunci : Tumbuhan Obat, Pengobatan Tradisional, Pengolahan Tumbuhan Obat, Desa Wadumaddi Keterangan : : *) Peneliti : **) Pembimbing ABSTRACT UTILIZATION OF TRADITIONAL MEDICINAL PLANTS IN WADUMADDI VILLAGE HAWU MEHARA DISTRICT SABU RAIJUA REGENCY Djara, R.S)* Ballo, A.)** Nge, S.T.M.)** This research aims to identify the variety of medicinal plant species, the plant parts used, and the processing methods employed in traditional medicine by the community of Wadumaddi Village, Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency. This descriptive (exploratory) study utilized a purposive sampling technique to select 30 respondents, consisting of 13 traditional healers, 2 community leaders, and 15 patients. Data collection was conducted through observation, structured interviews, exploration, identification, and documentation. The data were then analyzed using a qualitative descriptive approach with a quantitative approach. The results recorded 34 species of traditional medicinal plants utilized by the people of Wadumaddi Village, namely, Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum L, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pandanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, and Vernonia amygdalina. The Wadumaddi Village community demonstrates strong local knowledge, utilizing leaves (65%) as the primary medicinal plant component and boiling (68%) as the most effective method for extracting active compounds. Eleven plant species with the highest utility value are the primary choice for use, and documenting this traditional knowledge is crucial for cultural preservation and the basis for future scientific research. Keywords : Medicinal Plants, Traditional Medicine, Processing Medicinal Plants, Wadumaddi Village. Information : : *) Researcher : **) Mentor
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bidan dalam perizianan dan penyelenggaraan praktik Bidan telah diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 tahun 2017. Keberhasilan pelayanan kebidanan tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan, keyakinan, pemahaman dan cara pandang bidan dalam kaitannya antara wanita, kesehatan (lingkungan, asuhan kebidanan, perilaku) atau pemahaman bidan terhadap konsep kebidanan itu sendiri
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku “Manajemen Usaha Kecil dan Menengah” ini menyajikan berbagai informasi dalam mengembangkan sebuah bisnis yang relatif kecil dan sederhana. Buku ini dirangkum untuk membuka wawasan para wirausahawan yang ingin menggeluti usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (MUMKM) dan diharapkan dapat mengambil manfaat dan terinspirasi dari buku ini. Kiranya buku ini dapat memberi masukan bagi para pengambil keputusan, tentang apa yang diberikan kepada para pelaku UMKM dalam mendukung perekonomian nasional. Buku ini membahas : Bab 1 Pengenalan Manajemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah Bab 2 Karakteristik UMKM di Indonesia Bab 3 Peranan dan Kinerja UKM di Indonesia Bab 4 Strategi dan Kiat Memilih Jenis UMKM Bab 5 Penerapan Fungsi Manajemen dalam UMKM: Fungsi Perencanaan Bab 6 Penerapan Fungsi Manajemen dalam UMKM: Proses Perorganisasian Bab 7 Penerapan Fungsi Manajemen dalam UMKM: Proses Kepemimpinan Bab 8 Penerapan Fungsi Manajemen dalam UMKM: Proses Pengawasan Bab 9 Mengelola Aspek Keuangan dalam UKM Bab 10 Mengelola Aspek SDM dalam UKM Bab 11 Mengelola Aspek Pemasaran dalam UKM Bab 12 Mengelola Aspek Distribusi dan Produksi dalam UKM Bab 13 Perkembangan UKM di Indonesia Bab 14 Eksistensi UKM di dalam Proses Pembangunan Ekonomi
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Alhamdulillah penulis panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat dan hidayahNya kepada Penulis, sehingga buku ini dapat terselesaikan. Terima kasih juga penulis ucapkan kami kepada pihak-pihak yang mendukung lancarnya buku ini mulai dari proses penulisan hingga proses cetak, yaitu orang tua kami, rekan-rekan kami, penerbit, dan masih banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Dalam buku ini, tertulis bagaimana implementasi customer relationship management dan juga keterkaitanya dengan riset pemasaran, loyalitas konsumen, kepuasan konsumen serta kualitas pelayanan yang menjadi alternatif pegangan bagi mahasiswa dan dosen yang menempuh studi tersebut. Namun penulis menyadari dalam penulisan buku ini masih jauh dari sempurna, Oleh sebab itu, penulis mohon agar pembaca memberi kritik dan juga saran terhadap karya buku ajar ini agar penulis dapat terus meningkatkan kualitas buku ini.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini diharapkan menjadi bahan referensi dan dapat memberikan gambaran bahwa Kewirausahaan adalah kewirausahaan bisa didefinisikan sebagai kemampuan untuk menjadi kreatif dan inovatif (menciptakan yang baru dan berbeda), digunakan sebagai singkatnya keterampilan, fondasi, sumber daya, proses, dan upaya untuk menciptakan produk dan layanan bernilai tambah untuk berani menghadapi risiko. Buku ini membahas: Bab 1 Kewirausahaan dan Tantangan Bangsa Bab 2 Kewirausahaan: Konsep yang Berevolusi Bab 3 Falsafah dan Spirit Kewirausahaan Bab 4 Motivasi Wirausaha Bab 5 Kreativitas Dalam Kewirausahaan Bab 6 Inovasi Dalam Kewirausahaan Bab 7 Perspektif Kewirausahaan Pada Individu Bab 8 Kecerdasan Wirausaha Bab 9 Intrapreneurship Bab 10 Woman and Home Entrepreneurship Bab 11 Menemukan Dan Mengembangkan Ide Usaha Bab 12 Technopreneur dan Inspirasi Bab 13 Pendidikan Kewirausahaan Bab 14 Peran Teknologi Informasi dalam Kewirausahaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian merupakan kegiatan untuk memecahkan berbagai persoalan yang ada di sekitar kita, sekaligus sebagai motor penggerak yang menghasilkan ilmu pengetahuan. Melalui buku ini, kita dapat memahami bagaimana sebuah prosedur penelitian mulai dari penentuan masalah, pelaksanaan sampai dengan pelaporannya, sehingga sangat komprehensif sebagai referensi penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Semoga dapat memberikan acuan bagi semua dalam proses dan pelaksanaan kegiatan penelitian. Buku persembahan penerbit prenadaMedia
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Variasi Konsentrasi Hasil Fermentasi Kotoran Sapi Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora). Ufi, Y, S.)* Solle, H R. L.)** Nitsae, M.)** Kopi merupakan tanaman perkebunan yang menjadi komoditas pertanian yang berperan penting dalam mendukung kehidupan perekonomian masyarakat. Faktor yang menjadi permasalahan dalam budidaya tanaman kopi adalah tanah yang kurang subur sehingga dapat menyebabkan rendahnya produktivitas dan mutu tanaman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi hasil fermentasi kotoran sapi terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman kopi robusta (Coffea canephora). Penelitian deskriptif kuantitatif ini terdapat 4 perlakuan termasuk kontrol, yaitu N_0 (Kontrol), N_1 (50ml HFKS + 250ml air), N_2 (100ml HFKS + 250ml air), N_3 (150ml HFKS + 250ml air) Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deksriptif. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian variasi konsentrasi hasil fermentasi kotoran sapi berpengaruh signifikan terhadap daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun, dimana konsentasi terbaik pada perlakuan N_3 (150ml HFKS + 250ml air) nilai terbaik masing-masing parameter uji adalah rata-rata daya kecambah 12,05 %, rata-rata laju perkecambahan 16,00 hari, rata-rata tinggi tanaman 12,05 cm, rata-rata jumlah daun 4,00 helai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian hasil fermentasi kotoran sapi memberikan pengaruh signifikan terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman kopi robusta (Coffea canephora) Kata Kunci : Benih, Kopi Robusta (Coffea canephora), Fermentasi, Kotoran Sapi Keterangan: )* Penulis )** Pembimbing