2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK KINERJA WASIT FUTSAL PADA TURNAMEN IMPS (IKATAN MAHASIWA PELAJAR SATARMESE) CUP KOTA KUPANG Handri Suprapto Awo1* , Anderias J.F Lumba2 , Julian J. Leko3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Kinerja pada wasit merupakan satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu pertandingan cabang olahraga futsal yang berlangsung, oleh sebab itu seorang wasit juga harus mampu menguasai peraturan permainan dan peraturan pertandingan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui kinerja wasit futsal dalam turnamen IMPS (Ikatan Mahasiswa Pelajar Satarmese) cup Kota Kupang. Metode penelitian: Pendekatan dan jenis dalam penelitian ini menggunakan deskrptif kuantititif dengan teknik analisis data menggunakan Model Penilian Acuan Patokan (PAP). Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian tentang Kinerja Wasit Futsal Dalam Turnamen IMPS (Ikatan Mahasiswa Pelajar Satarmese Cup Kota Kupang pada unsur Kelengkapan dengan sub indikator lapangan, bola, jumlah pemain dan perlengkapan maka diperoleh 78,4% dengan karakteria Sedang. Pada unsur utama Wasit dengan sub indikator Wasit utama dan Asisten Wasit maka diperoleh 81,3% dengan karakteria Baik. Pada unsur utama Peraturan Pertandingan dengan sub indicator Lamanya pertandingan, Memulai pertandingan, Bola di dalam dan di luar pertandingan, Cara mencetak gol, Tendangan bebas, Tendangan pinalti, Tendangan ke dalam, Tendangan sudut amaka diperoleh 74,3% Simpulan: Kinerja Wasit Futsal Dalam Turnamen IMPS (Ikatan Mahasiswa Pelajar Satarmese) Cup Kota Kupang 76,5% dengan berkriteria Sedang. Kata kunci: Kinerja; Wasit futsal
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Arus kas sangat berguna untuk suatu sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut, sedangkan Laba kotor menyediakan angka yang berguna untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan menilai laba masa depan tentunya bermanfaat untuk prosepek usaha, sehingga memperoleh keuntungan dan mampu memenuhi tanggung jawabnya kepada pemilik, karyawan, masyarakat dan pemerintah (stakeholders). Harga saham merupakan harga penutupan pasar saham selama periode pengamatan untuk tiap-tiap jenis saham yang disajikan sampel dan pergerakannya senantiasa diamati oleh para investor. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh komponen arus kas, laba kotor terhadap harga saham. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh komponen arus kas, laba kotor terhadap harga saham. Penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear berganda kemudian dilanjutkan dengan Uji Koefisien Determinsi (R), Uji (F) dan Uji Parsial (T). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahan-perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 perusahaan, metode penariakan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah (Purpossive Sampling) Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dalam hal ini yakni data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data di peroleh dengan cara mendonload melalui website www.idx.co.id. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel pertama Arus kas berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap harga saham, kemudian pada variabel kedua Laba kotor berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACT PJOK LEARNING REVIEW FOR MENTALLY RETARDED CHILDREN SMALB N NUNUMEU SOE A’an Bertholomeos Nope 1* , Ramona M. Mae, Isak Riwu Rohi.3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia [email protected] Background: Overview of mentally retarded children participating in pjok learning at the Nunumeu Soe State Senior High School, which follows different characristics from normal children. Research aim: The purpose of this study was to find out the review of pjok learning for mentally retarded children at SMALB N Nunumeu Soe. Research method: This type of research is qualitative research, using a survey method with the research location at SMALB N Nunumeu Soe. Rearch data was collected through: 1) observation with observation sheets, 2) interviews, an, 3) document collection. The form of data analysis in this research is descriptive analysis. Results and discussion: The results van die studie toon dat die oorsig van pjok leer by SMALB N Nunumeu Soe as voldoende gese kan word, uit die results wat berkry is toon dit ‘n presentasie van 50%. The result is the average number of ovservation over a span of time. There are several times that affect the level of activity of children in participating in PJOK learning at SMALB N Nunumeu Soe, Including the child’s internal and external factors. . Conclusion: The level of activity of mentally retarded children in participating in physical education learning at SMALB N Nunumeu Soe in 2023 can be said to be sufficient, while the obstacles in the learning process take place are, learning does not match wat the teacher wants, and there are still some children who are passive in learning, there are also several factors that affect the avtivity of mentally retarded children participating in physical education learning including internal and external factors from children. Key Words: Learning for Mentally Retarded Children.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR MENGGIRING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KULI Rofli Naldi Paulus Nappu1*, Ramona M. Mae2, Andry Sinlaeloe3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan hasil pengamatan peneliti selama mengajar di kelas IV SD Negeri Kuli ditemukan beberapa permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut adalah sebagai berikut (1) kurangnya motivasi siswa dalam belajar penjasorkes dengan materi sepak bola, (2) metode pembelajaran yang diterapkan guru masih kurang efektif untuk memotivasi siswa, (3) rendahnya siswa dalam melakukan teknik menggiring sepak bola. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui. Proses pembelajaran teknik dasar menggiring sdalam permainan sepak bola pada siswa kelas IV SD Negeri Kuli. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dan hasil penelitian tentang Pembelajaran menggiring sepak bola seperti yang dikemukan oleh guru penjasorkes bahwa dalam proses pembelajaran guru melakukan refleksi, benahi dan mempunyai rencana supaya peserta didik aktif dalam pembelajaran, agar kelas tetap kondusif saat pembelajaran berlangsung, guru juga harus tegas dalam pembinaan pada saat mengajar. Jika peserta didik kesulitan dalam pembelajaran tolak peluru, maka tugas guru adalah untuk membimbing, memberi motivasi dan memberi dorongan. Apabila pada awal pembelajaran siswa tidak dapat melakukan menggiring bola dengan baik maka harus dilakukan gerakan atau praktek secara berulang-ulang kali sehingga mereka paham dan mengerti dalam melakukan menggiring bola. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran teknik dasar menggiring dalam permainan sepak bola pada siswa SD NEGERI Kuli berlangsung dengan baik dan siswa menjadi aktif dan kreatif. Simpulan: Peneliti disimpulkan bahwa Data hasil Proses pembelajaran teknik dasar menggiring dalam permainan sepak bola pada siswa kelas IV SD NEGERI Kuli selalu mengalami peningkatan. Persentase ketuntasan belajar juga telah memenuhi target dari yang direncanakan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACT THE LEARNING PROCESS OF THROWING CATCHING SMALL BALLS Yohanes Minggu Molo1* , M.Rambu P.Wasak 2 , Alventur Baun3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: The learning process is a process in which there are interaction activities between teacher-students and reciprocal communication that takes place in educative situations to achieve learning goals (Rustaman, 2001:461). Law No. 20 of 2003 concerning the national education system Chapter 1 Article 1 states: Education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and skills that are needed by himself, the people of the nation and the State”. Research objective: The purpose of this study was to find out the learning process of throwing and catching small balls. Research method: It was carried out using a descriptive research method and type of approach. The research was conducted on school principals, 1 physical education teacher and 5 grade III students at SD GMIT Bonipoi 3456 Kupang. Data collection techniques are by observation, interviews, and documentation Result and discussion: The results showed that students felt happy in learning to throw and catch small balls and students could also cooperate well and try and train hard to be able to follow or apply techniques in throwing and catching baseball. The learning process of throwing and catching a ball is the teacher's choice pattern for designing appropriate learning by developing gross motor, fine motor, locomotor, non-locomotor and manipulative movements to achieve the expected learning objectives based on the syllabus and lesson plans.. Conclusion: The learning process of throwing and catching a ball can be concluded that learning to throw and catch a ball really helps students in learning that is achieved by children, as well as makes it easier for students to learn and add insight with material explanations and direct practice of techniques from learning to throw and catch a ball. Keyword: .the learning process of throwing catching small balls
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Motivasi merupakan salah satu faktor internal yang berperan penting dalam segala aktivitas yang dilakukan oleh setiap orang. Tanpa memiliki motivasi yang tinggi maka mustahil segala aktivitas bisa dilakukan secara sempurna, termasuk bagi para pemain bola voli. Oleh karena itu, maka setiap pemain bola voli harus memiliki motivasi yang tinggi untuk mendukung upayanya meraih prestasi setinggi-tingginya. Tujuan penelitian: Untuk mendeskripsikan tingkat motivasi berprestasi pemain bola voli prodi PJKR UKAW Kupang. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif berpendekatan deskriptif eksplorasi yang dilakukan dengan menggunakan desain suvei kepada pemain bola voli PJKR UKAW Kupang tahun 2023, yang berjumlah 20 orang. Pengambilan sampelnya menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner. Teknik analisis datanya adalah analisis deskriptif persentase. Hasil dan pembahasan: Hasil analisis persentase menunjukkan sebanyak 15 orang (75%) memiliki motivasi berprestasi yang ‘tinggi’, serta 5 orang (25%) memiliki motivasi berprestasi dalam kategori ‘sedang’. Tidak ada satu pun pemain Tim Bola Voli PJKR UKAW Putra (0%) yang tingkat motivasi berprestasinya ‘rendah’. Dengan demikian, maka dapat dikemukakan bahwa ratarata tingkat motivasi berprestasi para pemain bola voli PJKR UKAW termasuk dalam kategori ‘tinggi’. Simpulan: Motivasi berprestasi pemain bola voli prodi PJKR UKAW Kupang termasuk ‘tinggi’. Ada dua aspek utama yang membentuk motivasi berprestasi mereka, yakni persaaan senang untuk berlatih dan bermain bola voli, serta keinginan mereka untuk bisa menjadi atlet profesional yang berprestasi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Berbagai permasalahan yang masih dihadapi oleh pelaku UMKM adalah dalam memanfaatkan penggunaan informasi akuntansi. Ketidakmampuan dalam praktik akuntansi merupakan faktor utama yang menimbulkan permasalahan dan memicu kegagalan UMKM dalam pengembangan usahanya. UMKM di Indonesia di atur dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM pada pasal 1 dari UU tersebut menyatakan bahwa usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha perorangan yang memiliki kriteria usaha mikro sebagaiman diatur dalam UU tersebut. Berbagai permasalahan yang masih dihadapi oleh pelaku UMKM adalah dalam memanfaatkan penggunaan informasi akuntansi. Ketidakmampuan dalam praktik akuntansi merupakan faktor utama yang menimbulkan permasalahan dan memicu kegagalan UMKM dalam pengembangan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh persepsi akuntansi terhadap penggunaan informasi akuntansi, (2) pengaruh pengetahuan akuntansi terhadap penggunaan informasi akuntansi, (3) pengaruh skala usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi, (4) pengaruh persepsi akuntansi, pengetahuan akuntansi, dan skala usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer atau data yang diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang di sebarkan kepada para pelaku UMKM di Kelurahan Oesapa. Indikator dalam penelitian ini adalah : Persepsi Akuntansi, Pengetahuan Akuntansi, Skala Usaha dan Penggunaan Informasi Akuntansi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda untuk dapat mengetahui pengaruh antar variabel X (independen), terhadap variabel Y (Dependen) dan dibantu dengan uji statistik yaitu program SPSS versi 26 dan Ms. Excel 2007. Populasi yang dipakai pada penelitian ini adalah para pelaku UMKM di Kelurahan Oesapa.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 pelaku UMKM pada uasaha perdagangan yang lama usahanya lebih dari 2 tahun. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan Porposive Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif persespi akuntansi terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hal ini dibuktikan nilai koefisien 0,099 dengan t hitung > t tabel (5,605 > 1,666) dan sig. 0,000 (0,000 0,05), (2) tidak terdapat pengaruh positif pengetahuan akuntansi terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hal ini dibuktikan nilai koefisien 0,082 dengan t hitung > t tabel (0,726 > 1,666) dan sig. 0,470 (0,470 > 0,05), (3) tidak terdapat pengaruh positif skala usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hal ini dibuktikan nilai koefisien 0,323 dengan t hitung dari t tabel (0,434 1,666) dan sig. 0,665 (0,665 > 0,05), (4) terdapat pengaruh positif persepsi akuntansi, pengetahuan akuntansi dan skala usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel (15,374 > 2,73 ) dengan nilai sig. 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 0,05). Kata kunci : Persepsi Akuntansi, Pengetahuan Akuntansi, Skala Usaha, Penggunaan Informasi Akuntansi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pajak merupakan sumber utama dalam penerimaan Negara. Dari beberapa sektor pajak yang ada di Indonesia. Pajak penghasilan merupakan penyumbang terbesar di tahun 2017 yang meningkat secara signifikan sebesar 44 %. Saat ini pemerintah mulai melirik sektor swasta yang dipastikan memiliki potensi yang besar untuk pemasukan pajak. Yaitu dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), omset dan labanya memang jauh lebih kecil di bandingkan perusahaan-perusahaan besar. Sehingga keberadaan UMKM yang di tengah situasi sulit ini dan penuh ketidakpastian ini menjadi perhatian khusus tersendiri bagi pemerintah baik pusat maupun daerah. Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) salah satu bidang yang memberikan konstribusi yang lebih besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain sebagai pencipta lapangan kerja sendiri, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) membantu dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Permasalahan pajak yang di hadapi oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih sedikit di antara mereka “Melek Pajak” hal tersebut dikarenakan ketidaktahuan mereka dalam pencatatan pembukuan atau keuangan yang tidak rapi sehingga menyulitkan dalam pencapaian kinerja UMKM sehingga tidak ada kemauan dalam membayar pajak yang ada. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh mental praktik terhadap kemauan membayar pajak pada UMKM dengan performance sebagai variable intervening. Dalam konsep kemauan membayar pajak (willingness to pay tax) didefinisikan sebagai nilai yang rela dibayarkan atau diberikan oleh individu (yang ditetapkan dalam aturan) yang digunakan untuk membiayai pengeluaran negara dengan tidak mendapatkan balas jasa secara langsung Setiyawan et al (2020). Beberapa faktor yang mempengaruhi akan kemauan membayar pajak yaitu Mental praktik akuntansi dan Performance (kinerja) UMKM. Mental praktik akuntansi adalah dimana proses pengambilan keputusan oleh seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor psikologis dan sosial yang salah satunya adalah aspek mental accounting. Konsep mental praktik akuntansi yang diteliti oleh Richard Thaler menyoroti perilaku individu terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan pengambilan keputusan ekonomi. Dalam menjalankan sebuah bisnis perlu untuk mencatat, meringkas, menganalisis dan melaporkan hasil transaksi dan peristiwa keuangan lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga pengeluaran di bawah kontrol. Performance (kinerja) UMKM bentuk pencapaian yang di capai berupa kinerja keuangan (finansial) dengan melihat pencapain UMKM dalam mendapatkan laba atau profit selama UMKM bergerak dan non keuangan (non finansial) dengan melihat kepuasan konsumen, menggunakan material sesuai standar, dan melihat kebutuhan apa saja yang dibutuhkan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear sederhana menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 240 UMKM dengan sampel sebanyak 70 pelaku UMKM. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purpose sampling dengan kriteria UMKM yang sudah berdiri 2 tahun ke atas. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa mental praktik akuntansi berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak. sedangkan mental praktik akuntansi tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM. Dari hasil uji regresi linear sederhana menggunakan spss versi 25, variabel mental praktik akuntansi berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.738 > dari t tabel 1.995, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,000 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa mental praktik akuntansi berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak. Sedangkan pengaruh mental praktik akuntansi tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM di tunjukan Berdasarkan perhitungan statistik pengaruh langsung mental praktik akuntansi terhadap kemauan membayar pajak 0,413 sedangkan pengaruh tidak langsung mental praktik akuntansi terhadap kemauan membayar pajak, melalui Performance (Kinerja) UMKM 0,282. Dari data tersebut diartikan bahwa mental praktik akuntansi tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM. Hasil uji output SPSS untuk uji koefisien determinasi diketahui nilai R squard sebesar 0,170 (17%). Hal tersebut memiliki arti bahwa kemampuan variabel inpenden dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 17% sedangkan sisanya 83% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu besarnya kemauan membayar pajak dapat dilihat dari tingkat mental praktik akuntansi dan performance ( kinerja) UMKM yang dimiliki oleh pemilik UMKM. Dengan memiliki mental praktik akuntansi yang tinggi menunjukkan bahwa mereka memiliki pengelolaan keuangan yang baik dengan mengkategorikan pendapatan dan pengeluaran ke dalam akun-akun. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka sudah memprediksi pengeluaran apa yang akan terjadi, tak terkecuali pengeluaran untuk membayar pajak. sedangkan mental praktik tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM karena dalam hal ini mentalitas yang baik saja tidak cukup untuk memajukan unit usaha yang mereka miliki. Karena dalam praktik nyatanya ada kemungkinan bahwa banyak pemilik UMKM yang sudah memiliki mentalitas yang baik, ketangguhan, dan kemauan yang tinggi tapi hal itu saja tidak cukup untuk meningkatkan unit usaha. Sehingga performance (kinerja) UMKM tidak mengalami peningkatan maka pelaku UMKM tidak ada kemauan membayar pajak.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Good Corporate Governance yang mencakup Kepemilikan Institusional dan Leverageterhadap Kinerja Keuangan pada perusahaan Healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2022. Kepemilikan Institusional adalah kepemilikan saham yang menjadi milik institusi ataupun lembaga. Makin tinggi kepemilikan institusional mengakibatkan makin kecil utang yang dibuat untuk mendanai perusahaan Wiranata dan Nugrahati (2013). Kepemilikan Institusional adalah kepemilikan saham yang menjadi milik institusi ataupun lembaga. Makin tinggi kepemilikan institusional mengakibatkan makin kecil utang yang dibuat untuk mendanai perusahaan. Kepemilikan istitusional memiliki arti penting dalam memonitoring manajemen karena dengan adanya kepemilikan oleh institusional akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal investor institusional sehingga dapat menghalangi perilaku opportunistic manajer. Leverage ialah ratio keuangan yang dipakai perusahaan guna melihat kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban dalam membayar hutang jangka panjang (Lastri dkk, 2018). Leverage merupakan Rasio Keuangan yang digunakan perusahaan untuk mengukur kewajiban jangka panjang perusahaan, untuk melihat mampu tidaknya perusahaan tersebut memenuhi kewajiban dalam membayar hutang. Dalam penelitian ini asumsi yang digunakan adalah perusahaan akan menjadi semakin baik apa bila menggunakan utang semakin besar. Dengan nilai utang yang semakin besar, nilai aktiva perusahaan akan mengalami peningkatan profitabilitas perusahaan. Dengan sumber dana yang lebih besar, besar kemungkinan keuntungan meningkat namun di ikuti pula dengan peningkatan rasio. Kinerja keuangan merupakan hasil kerja dari beberapa bagian suatu perusahaan yang dapat dilihat pada posisi keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu dalam hal pembiayaan, distribusi dana, kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas perusahaan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan yang diperoleh dari www.idx.co.id dan situs resmi perusahaan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Good Corporate Governance yang difokuskan pada aspek Kepemilikan Institusional dan Leverage yang menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Variabel Dependen yang digunakan adalah Kinerja Keuangan perusahaan Healthcare yang menggunakan Return On Asset (ROA). Populasi yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 yaitu sebanyak 30 Perusahaan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu(Sugiyono, 2010). Berdasarkan kriteria-kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan maka terdapat 13 perusahaan yang akan digunakan sebagi sampel dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis Statistik deskriptif dengan pengujian hipotesis menggunakan SPSS versi 25 . Hasil Penelitian menunjukan bahwa Kepemilikan Institusional dengan t hitung bernilai -4.086 dengan nilai signifikasi senilai 0.0000,05. Artinya secara parsial Kepemilkan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Variabel Leverage t hitung bernilai 3.049 dengan nilai signifikan senilai 0,0040,05 artinya secara parsial Leverage mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan Healthcare di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Maka Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kepemilikan dan Leverage berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada perusahaan Healthcare di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Sesuai dengan Undang-Undang perpajakan, membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi merupakan hak dari setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah tingkat pendidikan. Wajib pajak yang berpendidikan dan memperoleh pengetahuan pajak, akan lebih patuh dalam memenuhi kewajiban pajaknya dari pada yang kurang memperoleh informasi. Penelitian Ikhsan (2007) tentang kajian faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan Wajib Pajak secara statistik berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Faktor kedua yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah Penghasilan atau pendapatan. Faktor penghasilan dapat dijadikan salah satu alasan wajib pajak pajak tidak patuh membayar pajak. Masyarakat yang miskin akan kesulitan dalam membayar pajak, oleh karena itu masyarakat lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan pokoknya terlebih dahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Chaerunnisa (2010) menunjukkan bahwa tingkat penghasilan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan. Faktor ketiga yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah kesadaran wajib pajak. Tingkat kesadaran wajib pajak dapat dicerminkan dari bagaimana kesungguhan dan keinginan wajib pajak dalam mentaati ketentuan perpajakan yang berlaku. Kepatuhan pajak identik dengan kesediaan seorang wajib pajak dalam memenuhi peraturan perpajakannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, kepatuhan dianggap sebagai istilah yang menggambarkan kesediaan wajib pajak untuk membayar pajak (Kirchler, 2010). Penelitian yang dilakukan oleh Kundalini (2016) menemukan bahwa faktor kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak Faktor keempat yang menjadi pengaruh kepatuhan pajak adalah pelayanan pajak. Karena bentuk pelayanan yang baik dapat menarik perhatian dari masyarakat. Pelayanan yang dikelola dengan baik diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat, karena masyarakat memiliki peran besar untuk perbandingan standar evaluasi tingkat motivasi (Afrial 2009). Lena Elitan 2007:46 memaparkan bahwasannya pelayanan merupakan produk yang faktor utamanya perlengkapan yang tidak ada wujudnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear berganda menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 8.626 dengan sampel sebanyak 100 wajib pajak bumi dan bangunan. Dalam menentukan jumlah sampel dari populasi penulis menggunakan metode pengambilan sampel Purposive sampling. Purposive sampling dimana merupakan metode penetapan responden untuk dijadikan sampel berdasarkan pada kriteria tertentu. Dari hasil uji regresi linear sederhana menggunakan spss versi 25, variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 2.202 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0300,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 1.218 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,226> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H2 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.412 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0010,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, dan variabel pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar -621 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,536> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H4 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Hasil output SPSS untuk uji Determinasi / Squared (R2) diketahui nilai R Squard sebesar 0,313 (31,3%). Hal tersebut memilki arti bahwa kemampuan variabel independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 31,3%, sedangkan sisanya sebesar 0,687 (68,7%) sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu bahwa hipotesis pertama tingkat pendidikan berpengaruh pada kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Dengan memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami suatu hal atau keadaan. Hipotesis kedua tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan belum tentu meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hipotesis ketiga tingkat kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. diartikan semakin tingginya kesadaran wajib pajak menandakan pelaksanaan serta pemahaman kewajiban perpajakan semakin baik serta wajib pajak akan makin termotivasi. Hipotesis keempat kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. diartikan Walaupun kualitas pelayanan yang dilakukan aparat pajak sudah sangat optimal, namun wajib pajak menganggap bahwa kualitas pelayanan tersebut merupakan standar yang harus dilakukan oleh aparat otoritas pajak.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KOMISARIS INDEPENDEN DAN KOMITE AUDIT, TERHADAP TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2019-2022 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit, terhadap tax avoidandce. Variabel independen yang digunakan adalah kepemilikan institusional yang diproksikan dengan KI, komisaris independen yang diproksikan dengan KIP dan komite audit diproksikan dengan KA,. Variabel dependen yang digunakan adalah tax avoidance yang diproksikan dengan Cash Effective Tax Rate (CETR). Populasi penelitian ini menggunakan 47 perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2022. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga memperoleh sampel sebanyak 9 perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda, dan untuk pengolahan data menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpngaruh terhadap tax avoidance, komisairs independen tidak berpengaruh terhadap tax avoidance dan komite audit tidak berpengaruh terhadap tax avoidance.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pengaruh Penempatan Kerja, Pengembangan Karir Dan Kreativitas Kerja Pegawai Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang Dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan, pihak manajemen perusahaan harus dapat memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya prestasi kerja karyawan. Adapun program dan kebijakan perusahaan pada bidang sumber daya manusia merupakan peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi kerja karyawan. Salah satu kebijakan yang dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan adalah pengembangan karir dan penempatan kerja (Puspitasari, Djali, & Pambelum,2015). Salah satu cara yang dapat dilakukan suatu organisasi atau instansi pemerintah untuk menjaga dan memelihara sumber daya manusia yang dimiliki yaitu dengan cara penempatan kerja dan pengembangan karir. Penempatan pegawai ini dilakukan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan apa yang diharapkan baik secara ideal. Hal ini penting mengingat penempatan pegawai pada suatu kedudukan akan mempengaruhi terhadap pelaksanaan pekerjaan. Tidak jauh dari pentingnya penempatan kerja, pengembangan karir juga merupakan salah satu kunci meraih kinerja kerja yang optimal dari setiap pegawai, baik kreativitas dan prakarsanya akan berkembang. Pengembangan karir berkaitan dengan penyusunan jalur karir yang merupakan urut-urutan posisi (jabatan) yang mungkin diduduki oleh seorang pegawai mulai dari tangkat terendah hingga tingkat teratas dalam struktur organisasi. Prabowo dan Herawati (2007), mengutarakan bahwa prestasi kerja lebih merupakan tingkat keberhasilan yang digapai karyawan untuk mengetahui sejauh mana karyawan mencapai hasil kerja yang diukur atau dinilai. Hasil kerja juga merupakan Penempatan kerja adalah proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada karyawan yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggung jawabkan segala resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan, wewenang, serta tanggung jawabnya (Sastrohadiwiryo,2001). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang berjumlah 42 orang dan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penilitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Stimultan dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 57.399 sedangkan regresi X1= -0,377, X2= -0,016 dan X3 = -0,275. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan kerja(X1), pengembangan karir(X2) dan kreativitas kerja pegawai(X3) terhadap prestasi kerja adalah sebagai berikut : Y =57.399 -0,377 X1 -0,016 X2 -0,275 X3 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu tidak ada pengaruh variabel penempatan kerja (X1) terhadap variabel prestasi kerja(Y). Diketahui bahwa untuk variabel penempatan kerja(X1) di temukan t hitung = -1.821 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel penempatan kerja(X1) tidak berpengaruh terhadap variabel prestasi kerja pegawai(Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu tidak ada pengaruh pengembangan karir(X2) terhadap prestasi kerja pegawai(Y) diketahui bahwa variabel pengembangan karir(X2) ditemukan t hitung = -0,076 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel pengembangan karir(X2) memiliki pengaruh negatif terhadap prestasi kerja (Y). Sedangkan hasil uji hipotesis ketiga yaitu tidak ada pengaruh kreativitas kerja pegawai(X3) terhadap prestasi kerja pegawai(Y). Diketahui bahwa variabel kreativitas kerja pegawai(X3) ditemukan t hitung = -1,173 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dann Ha ditolak yaitu variabel kreativitas kerja pegawai(X3) tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja(Y). untuk hasil Uji F didapati F hitung = 1.165 lebih kecil dari F tabel = 3,35 maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya variabel penempatan kerja(X1), pengembangan karir(X2) dan kreativitas kerja pegawai(X3) tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai(Y). Dan terakhir berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai R Square Adjusted adalah = 0,017 atau 17%. Hal ini berarti kontribusi dari variabel penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja pegawai adalah = 17%. Sedangkan sisanya 83% oleh variabel lain diluar yang tidak diteliti. Kata kunci :Penempatan Kerja, Pengembangan Karir, Kreativitas Kerja Pegawai, Prestasi Kerja Pegawai.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pajak adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang, sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balasan jasa secara langsung. Pajak adalah pungutan terhadap masyarakat oleh negara berdasarkan undang-undang yang bersifat memaksa dan terutang yang wajib dibayar dengan tidak mendapat imbalan secara langsung, yang hasilnya digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan ekonomi (Siahaan, 2004 dalam Ummah, 2015). Berdasarkan pemungutannya, pajak dibagi menjadi 2 yaitu pajak pusat dan pajak daerah. Pemungutan pajak di Indonesia mengalami banyak permasalahan, antara lain disebabkan: Kelemahan regulasi dibidang perpajakan itu sendiri, kurangnya sosialisasi, tingkat kesadaran, pengetahuan dan tingkat ekonomi yang rendah, database yang belum lengkap dan akurat, lemahnya penegakan hukum berupa pengawasan dan pemberian sanksi yang belum konsisten dan tegas. Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak Kendaraan Bermotor yang ada di kantor SAMSAT ATAMBUA.Sampel dalam penelitian ini adalah Pembagian kuesioner kepada 50 responden Wajib Pajak kendaraan bermotor yang berada di Kantor SAMSAT Atambua.Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah jawaban responden berdasarkan indikator variabel dependen yaitu : kepatuhan wajib pajak (y) dan empat variabel independen yaitu : Tingkat Pendapatan (x1), Kesadaran Wajib Pajak (x2), Sosialisasi Perpajakan (x3), Sanksi Pajak (x4). Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari wajib pajak kendaraan bermotor yang ada di SAMSAT ATAMBUA, melalui pembagian kuesioner. Dengan melakukan penyebaran kuesioner untuk mengukur persepsi responden menggunakan 5 angka penelitian, yaitu : (1) sangat tidak setuju, (2)tidak setuju, (3) Netral, (4) setuju, (5) sangat setuju. Nilai sig.tingkat pendnapatan sebesar 0,001 0,05 maka H0 ditolak (H1 diterima) sehingga menunjukan terdapat pengaruh pemahaman terhadap pajak dalam kepatuhan wajib pajak. Faktor Tingkat Pendapatan mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Studi Kasus pada kantor Samsat Atambua. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t nilai sig.tingkat penghasilan 0,004 0,05 sehingga H0 ditolak (H3 diterima). Hasil ini menggambarkan bahwa variabel tingkat pendapatan secara parsial berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Hal ini berarti kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor terkait erat dengan besarnya pendapatan wajib pajak sehingga wajib pajak dapat memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotornya. Nilai sig. Kesadaran wajib pajak 0,179 0,05 sehingga H0 diterima (H2 ditolak). Artinya tidak terdapat pengaruh kesadaran wajib pajak dalam kepatuhan wajib pajak . Nilai sig.sosialisasi pajak 0,0040,05 sehingga H0 ditolak (H3 diterima). Artinya terdapat pengaruh sosialisasi pajak dalam kepatuhan wajib. Nilai sig sanksi pajak 0,561 0,05 sehingga H04 diterima (H4 ditolak). Artinya tidak terdapat pengaruh presepsi sanski pajak dalam kepatuhan wajib pajak. Faktor Sanksi Pajak tidak mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) studi kasus pada Kantor Samsat Atambua. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t nilai sig.persepsi sanksi pajak 0,561 0,05 sehingga H0 diterima (H4 ditolak). Artinya bahwa sanksi pajak secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada kantor Samsat Atambua. Hal ini menunjukkan bahwa sanksi pajak tidak memiliki peran penting dalam mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Kepatuhan dalam membayar pajak kendaraaan bermotor tidak tergantung pada sanksi pajak yang berlaku. Kesimpulan dari hasil penelitian yang berjudul ”Faktor faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Studi Kasus Kantor Samsat Atambua adalah sebagai berikut: Variabel tingkat pendapatan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada kantor samsat Atambua. Variabel kesadaran wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada kantor Samsat Atambua. Variabel sosialisasi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada Kantor Samsat Atambua. Variabel sanksi pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada Kantor Samsat Atambua Variabel tingkat pendapatan, kesadaran wajib pajak, sosialisasi pajak, dan sanksi pajak secara simultan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor pada Kantor Samsat Atambua.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif tujuannya untuk mengetahui transparansi, akuntabilitas dan konsep value for money pengaruh terhadap akuntansi keuangan sektor publik pada kantor Bappelitbangda Provinsi NTT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari lapangan dengan menyebarkan kuesioner, adapun alat analisis yang digunakan SPSS. Hasil dari uji ini menunjukan bahwa pada variabel pertama transparansi berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan sektor publik, kemudian pada variabel kedua akuntabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan sektor publik dan pada variabel ketiga konsep value for money berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan sektor publik. Populasi yang diguanakan populasi dalam penelitian ini adalah 156 pegawai pada kantor Bappelit Bangda Provini NTT. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling adalah sampling acak sederhana, dalam menentukan sampel penelitian ini menggunakan rumus slovin berdasarkan perhitungan menggunakan slofin maka sampel yang menjadi responden dalam penelitian Bappelitbangda Provinsi NTT berjumlah 112 Pegawai. Transparansi Menurut Mardiasmo, 2009 Transparansi mempunyai hubungan pengaruh terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa transparansi adalah keterbukaan pemerintah dalam memberikan informasi yang terkait dengan aktivitas pengelolaan sumber daya publik kepada pihak yang membutuhkan yaitu masyarakat. Transparansi mempunyai hubungan pengaruh terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah. Akuntabilitas menurut Arifani and Rante (2018) yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh terhadap akuntansi keuangan sektor publik, Kondisi itu terjadi karna kurang efktif, dan efsiensinya pelayanan terhadap akuntansi keuangan sektor publik instansi sektor publik memperoleh tuntutan agar lebih efesien mempertimbangkan biaya ekonomi dan sosial, serta mempertimbangkan pengaruh negatif mengenai kegiatan yang dilaksanakan, karena sektor publik sering kali dipandang negatif bagi sebagian pihak. Konsep value for money Ryki Saputra (2018) menyatakan bahwa konsep value for money memiliki pengaruh dalam pengelolaan akuntansi keuangan sektor publik. Dengan menerapkan prinsip ekonomis, efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan akan membuat Pengelolaan Keuangan di sektor publik semakin baik. Oleh sebab itu dengan adanya konsep value for money akan semakin meningkatkan kualitas pertanggungjawaban instansi kepada publik dalam memanfaatkan sumber daya milik daerah sebaik-baiknya.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TikTok's emergence as a global social media platform has demonstrated its potential as a powerful tool for developing English proficiency. Its engaging content, immersive experience, and interactive features provide learners with unique opportunities to enhance their language skills in an enjoyable and authentic manner. The influence of TikTok among youngsters has made it an appealing platform for them to be connected with English-learning videos from numerous English content creators. This conducted research aims to answer two research question as follows: 1. What are the Varieties of English learning types on TikTok that are used by youngsters? 2. How does TikTok influence the development of English Proficiency among Youngsters? In order to answer those two questions, the writer applied descriptive qualitative method which is taken from 55 respodents who fall into gen Z category. After analyzing the data, the writer found out that youngsters who learn English from TikTok experienced and found the varieties of English learning types on TikTok which are: Short-form videos, language challenges, native speaker videos, and interactive learning. It has also been figured out of how TikTok application as an English learning medium has shown its influence in the development of youngsters’ English proficiency, including, the influence of TikTok towards youngsters' communication competence, creativity and critical thinking, self-directed learning, and English learning and teaching tool.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research entitled “Use of Look and Say Method to improve student’s Vocabulary Mastery at the Eighth Grade of SMP N 2 Kupang.The writer’s research problem is:Does the Use of Look and Say method improve students’ vocabulary at the eighth grade of SMP Negeri 2 Kupang? Aim of this study is: To find out whether or not the use of Look and Say method improve students’ vocabulary at the eighth grade of SMP N 2 Kupang. In this study the writer used descriptive quantitative especially Experimental Design. Based on the analysis it was found that there is an improvement between students’vocabulary before and after giving treatment by using Look and Say Method that can be proved through the result showed that the pre test is 33,51 and the post test is 84,68, then the T-Test 10,9 due T-table is 1,695 the T-test is higher than T-table so the alternative hypothesis (Ha) is accept and the null hypothesis(Ho)is rejected therefore based on the data obtained, the writer writer concludedthat: The student’s vocabulary mastery before using of Look and say method wasstilllow,the problem was that they were stil llack of the vocabularies and not familiar with the words but After the writer gave the treatment by using Look and Say Method vocabulary of Student’s at SMP Negeri 2 Kupang very good improvement. Keywords: Vacabulary Mastery, Look and Say Method
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAKSI Peran guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dalam membangun karakter peserta didik di kelas IIi Sd gmit manumuti Serlianti Bali Mema1*, David Loba2, Jimmy Charter Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Latar belakang : Karakter adalah pola tingkah laku baik sikap maupun tindakan yang bersifat alami dari masing-masing individu. Menurut Cerika Rismayanthi dalam jurnal pendidikan jasmani Indonesia (2011: 13) mengungkapkan karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran sikap, perasaan, pe rkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata karma, budaya, dan adat istiadat. Tujuan penelitian : Tujuan dalam penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dan peran guru dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dalam membangun karakter peserta didik di kelas III SD GMIT Manumuti. Metode penelitian : kualitatif Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD GMIT Manumuti, disusun berdasarkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian ini melalui wawancara ,observasi dan dukumentasi. Simpulan: Masing masing informan dan subjek penelitian memiliki pandangan yang hampir sama terkait penanaman pendidikan karakter. Penanaman pendidikan karakter merupakan tanggung jawab semua pihak. Penanaman pendidikan karakter dapat dilaksanakan kapan saja didalam sekolah. Kata kunci: peran guru dalam membangun karakter siswa.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Nama : Marcel Otemusu Nim : 19410019 Fakultas : Ekonomi Program Studi / Jalur Minat : Manajemen / Kewirausahaan Pembelajaran Kewirausahaan merupakan sebuah bekal bagi seorang mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan baik teoritis maupun praktik yang akan menjadi jembatan dalam berwirausaha. motivasi berwirausaha merupakan sebuah dorongan yang akan membantu menguatkan pembelajaran kewirausahaan untuk menumbuhkan minat berwirausaha. Dari uraian tersebut peneliti tertarik mengangkat judul Penelitian Skripsi tentang Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan dan Motivasi Berwirausaha terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang karena dengan itu diharapkan pembelajaran dalam menumbuhkan minat berwirausaha mahasiswa akan tercapai. Tujuan Penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui pengaruh signifikan pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa semester VIII Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, (2) Mengetahui pengaruh motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk mendapat hasil yang akurat tentang pengaruh pembelajaran kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 343 dan sampel yang digunakan berjumlah 77. Adapun jenis pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan jenis korelasi. Dalam pengumpulan data untuk kemudian dianalisis, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data kuisioner, yang kemudian di uji validitas dan realibilitasnya dan selanjutnya dilakukan analisis data uji regresi linier berganda, kemudian dilakukan uji F, uji t dan uji R². Hasil penelitian dapat disampaikan bahwa: (1) Pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dinyatakan berpengaruh, (2) Pengaruh motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dinyatakan berpengaruh signifikan. Kata kunci : Pembelajaran Kewirausahaan, Motivasi Berwirausaha, Minat Berwirausaha
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kebutuhan akan sumber daya manusia untuk mendukung progres pemerintah dalam memenuhi target pegawai pajak di Indonesia merupakan suatu fenomena yang seharusnya di manfaatkan dengan baik oleh para lulusan dan calon lulusan akuntansi untuk semakin mengasah kemampuan dan pengetahuannya tentang dunia perpajakan. Sarjana Ekonomi khususnya jurusan akuntansi perpajakan merupakan salah satu angkatan kerja yang akan memanfaatkan kesempatan tersebut , dimana lulusan ini sangat dibutuhkan baik dalam lingkup kerja pemerintah maupun perusahaan swasta (Mafazah, 2020). Namun dengan banyaknya peluang kerja yang tersedia ternyata minat mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan masih sangar minim, hal itu dapat dilihat dari pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak yang masih terus membuka lowongan kerja untuk mencapai target yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh motivasi karir dan pengetahuan perpajakan terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk berkarir dalam bidang perpajakan. Minat mahasiswa adalah kecenderungan yang ada dalam diri mahasiswa untuk merasa tertarik terhadap sesuatu yang menyebabkan giat melakukan sesuatu yang telah menarik minatnya. Minat berkarir dalam bidang perpajakan merupakan pemusatan pikiran, perasaan senang, kemauan atau perhatian terhadap karir di bidang perpajakan (Seanturi dan Sitanggang, 2021). Beberapa faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan yaitu motivasi karir dan pengetahuan perpajakan. Motivasi karir adalah suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuannya untuk mencapai karir yang diinginkan (Dewi dan Setiawanta, 2014). Pengetahuan perpajakan adalah informasi pajak yang dapat digunakan wajib pajak sebagai dasar untuk bertindak mengambil keputusan dan untuk menempuh arah atau strategi tertentu sehubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajibannya di bidang perpajakan (Kartikasari dan Yadyana, 2020). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear Berganda menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 683 mahasiswa dengan sampel sebanyak 78 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purpose sampling dengan kriteria mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah perpajakan semester 6 dan 8, dimana mahasiswa pada semester tersebut telah mengikuti semua mata kuliah wajib perpajakan. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa motivasi karir berpengaruh terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk berkarir dalam bidang perpajakan, Sedangkan pengetahuan perpajakan tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk berkarir dalam bidang perpajakan Dari hasil uji regresi linear berganda menggunakan spss versi 25, variabel motivasi karir ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.108 > dari t tabel 1.992, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,003 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa motivasi karir berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan. Hasil uji regresi linear berganda variabel pengetahuan perpajakan menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 1.465 t-tabel 1.992 dan hasil uji t signifikanya lebih besar 0,147 > 0,05 dari nilai signifikan yang ditetapkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak HO diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan perpajakan tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan. Hasil output SPSS untuk uji Determinasi / Squared (R2) diketahui nilai R Squard sebesar 0,232 (23,2%). Hal tersebut memilki arti bahwa kemampuan variabel independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 23,2%, sedangkan sisanya sebesar 76,8% (1-0,232) sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu besarnya minat mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan dapat dilihat dari tingkat motivasi karir dan pengetahuan perpajakan yang dimiliki seorang mahasiswa. Dengan memiliki motivasi karir yang tinggi, maka mahasiswa akan semakin mengasah kemampuan dan pengetahuannya tentang dunia perpajakan. Namun sebaliknya, pengetahuan perpajakan tidak terlalu menjadi faktor pendukung karena perpajakan saat ini telah banyak menggunakan sistem sehingga pengetahuan perpajakan secara keseluruhan tidak terlalu berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk berkarir.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (KIOS) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Seperti halnya Keputusan Presiden RI nomor 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil. Adanya Gerakan dukung UMKM di Indonesia disambut baik oleh pelaku bisnis khususnya bagi para wirausaha muda atau indutri perumahan (home industry) yang terus tumbuh berkembang pesat dan berdikari. Model regresi tersebut dapat diinterpretasikan bahwa koefisien regresi variabel X (Literasi Keuangan) diperoleh sebesar 1,460. Tabel diatas menunjukan bahwa pengaruh Literasi Keuangan, memiliki tingkat signifikan 0,005 (dibawah α = 0,1). Dengan membandingkan t-tabel pada α = 0,1 dengan memakai rumus degree of freedom (df = n-k) dari total responden nilai df = 34-2 =32 dengan pengujian satu arah (one-tailed) di dapat nilai t- tabel sebesar 2,069. Maka dilihat dari (nilai t-tabel) dan t- hitung variabel X pada α = 0,1 yaitu sebesar 1693 yang berarti bahwa t- hitung lebih besar dari t-tabel, dengan melihat nilai t-hitung yang lebih besar dari t-tabel dan angka koefisien regresi dalam arah positif, maka ini berarti terdapat pengaruh positif literasi keuangan terhadap kinerja pada pelaku UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat diketahui bahwa F-hitung memiliki nilai 1222.770 lebih besar dari F-tabel yaitu 4,301 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p 0,1). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Literasi keuangan secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Pelaku UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Pada Tabel 4.10 diatas menunjukan bahwa besarnya koefisien determinasi atau angka R Square adalah sebesar 0,974 Hal ini menunjukan bahwa variabel X (Literasi Keuangan) dapat menjelaskan sebesar 0,974% berpengaruh terhadap variabel Y (Kinerja UMKM) di Kelurahan Oesapa dan sisanya sebesar 0 % Literasi keuangan (X),berpengaruh positif dan signifikansi terhadap kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Hasil tersebut memiliki mkna bahwa kinerja UMKM (Kios) akan meningkat apabila literasi keuangan pada kalangan pelaku Usaha Mikro ditingkatkan. Semakin tinggi literasi keuangan, maka akan semakin tinggi pula kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Maka dapat disampulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti pengaruh yang positif dan signifikan variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Hasil penelitian ini mendukung teori dari hasil penelitian sebelumnya diantaranya dari (Aribawa,2016) yang mengungkapkan bahwa jika pelaku usaha disektor usaha mikro memiliki kemampuan literasi keuangan yang memadai, maka keputusan bisnis dan keuangan yang diciptakan akan menuju kearah pengembangan yang membaik dari waktu ke waktu, meningkatkan kemampuan usaha untuk bertahan di tengah krisis, dan pada akhirnya akan membuat bisnis tersebut memiliki keberlanjutan jangka panjang. Kata Kunci : Literasi Keuangan Dan Kinerja Usaha Mikro Kecil Dan Menengah.