Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

Pengantar Ilmu Ekonomi

· Book · Buku Bahan Ajar

Bahan ajar ini hanya digunakan untuk kalangan sendiri (internal FE-UKAW)

Modul Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi

· Book · Buku Bahan Ajar

Buku ajar pendidikan Pancasila ini terdiri atas tujuh bab. Bab pertama, diawali dengan latar belakang pendidikan Pancasila; kebijakan nasional pembangunan bangsa dan karakter; landasan hukum pendidikan Pancasila; kerangka konseptual pendidikan Pancasila; visi dan misi; tujuan pendidikan Pancasila; desain mata kuliah; kompetensi inti dan kompetensi dasar. Pada bagian pengantar ini, mahasiswa diajak untuk memahami konsep, hakikat, dan perjalanan pendidikan Pancasila di Indonesia. Bahasan materi ini penting untuk diketahui karena berlakunya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi mengalami pasang surut. Selain itu, kebijakan penyelenggaraaan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi tidak serta merta diimplementasikan, baik di perguruan tinggi negeri maupun di perguruan tinggi swasta. Keadaan tersebut terjadi karena dasar hukum yang mengatur berlakunya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi selalu mengalami perubahan dan persepsi pengembang kurikulum di masing-masing perguruan tinggi berganti-ganti.

Sosial

· Book · Buku Bahan Ajar

Contoh Buku Ajar

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PEWARNA DAN TUMBUHAN MORDAN DI DESA HUNDIHOPO KECAMATAN ROTE TIMUR KABUPATEN ROTE NDAO

2121 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keanekaragaman merupakan kekayaan mahkluk hidup disuatu kawasan baik di daratan maupun di lautan atau di tempat lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan pewarna dan tumbuhan mordan di Desa Hundihopo Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi. Analisis data dengan menghitung indeks keanekaragaman. Jenis tumbuhan pewarna dan tumbuhan mordan yang ditemukan di Desa Hundihopo Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao terdapat 13 jenis tumbuhan pewarna yaitu Tarum (Indigofera tinctorea L), Mengkudu (Merinda citrifolia L), Kunyit (Curcuma dometica L), Lagundi (vitex trifolia L), Ketapang (Terminalia catapa), Jati (Tectona grandis), Kelumpang (Sterculia foetida L), Pinang (Areca catechu), Trengguli (Cassia fistula), Kecubung (Datura metel), Biduri (Calotropis gigantae), Gadung (Dioscorea hispida), Kesambi (Scheichera oleosa) dan 10 jenis tumbuhan mordan yaitu Kelumpang (Sterculia foetida L), Dadap (Erythrina variegate), Pinang (Areca catechu L), Soga tingi (Ceriops tagal), Kecubung (Datura metel), Biduri (Calotropis gigantea), Saga (Abrus precatorius L), Loba (Symplocos sp), Jarak pagar (Jatropha curcas L), Jeruk nipis (Citrus aurantifolio). Nilai indeks keanekaragaman (H’) tumbuhan pewarna masuk dalam kategori sedang yaitu 1.002177 dan nilai indeks keanekaragaman (H’) Masuk dalam kategori rendah yaitu 0.860803.

BENTUK-BENTUK KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KAMPUNG SEYDON DAN WEILENG KELURAHAN ADANG KECAMATAN ALOR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk kerukunan antarumat beragama serta upaya mempertahankan kerukunan tersebut dalam kehidupan masyarakat Kampung Seydon dan Kampung Weileng, Kecamatan Alor Barat Laut. Fokus penelitian meliputi kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kehidupan beragama, kerja sama sosial lintas agama, dialog antarumat beragama, serta mekanisme penyelesaian konflik berbasis adat, budaya, dan nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan warga, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan antarumat beragama di Kampung Seydon dan Weileng terwujud secara nyata dalam kehidupan sehari- hari. Masyarakat mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, khususnya persatuan, kemanusiaan, dan musyawarah, tanpa membedakan latar belakang agama. Kerja sama lintas agama terlihat dalam kegiatan sosial seperti kerja bakti, pembangunan fasilitas umum, dan pelestarian lingkungan, yang melibatkan umat Kristen dan Islam secara aktif dan setara. Dialog dan musyawarah lintas agama menjadi sarana utama dalam mencegah konflik dan menyelesaikan permasalahan secara damai. Selain itu, adat dan budaya lokal, seperti sumpah adat dan upacara perdamaian, berperan penting sebagai pengikat moral dan spiritual dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerukunan umat beragama di Kampung Seydon dan Weileng merupakan proses sosial yang berkelanjutan, dibangun melalui sikap saling menghormati, keterbukaan, dialog, kerja sama sosial, serta dukungan kuat dari tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Kerukunan tersebut tidak hanya menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis, tetapi juga menjadi teladan bagi penguatan persatuan dan integrasi sosial di tengah masyarakat multikultural.

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN, PENGEMBANGAN KARIR DAN KOMPENSASI KARYAWAN TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA PT. CIPTA LAKU LESTARI

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN, PENGEMBANGAN KARIR DAN KOMPENSASI KARYAWAN TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA PT. CIPTA LAKU LESTARI Dalam era globalisasi saat ini, dunia kerja mengalami perubahan yang sangat cepat seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya persaingan bisnis. Setiap perusahan dituntut untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, berkomitmen tinggi, dan loyal terhadap organisasi. PT. Cipta Laku Lestari adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan distribusi sabun dan deterjen. Perusahaan ini berlokasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia dan memiliki fokus pada kegiatan usaha seperti produksi sabun dan deterjen serta distribusi produk tersebut ke pengecer dan konsumen akhir. PT. Cipta Laku Lestari juga dikenal sebagai distributor barang- barang kelontong seperti mie instan dan sabun, menandakan perannya dalam rantai pasok barang kebutuhan sehari-hari di wilayah tersebut. Pada penelitian ini peneliti memilih meneliti pada PT Cipta Laku Lestari, dikarenakan PT Cipta Laku Lestari Kupang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi dan perdagangan, tentu sangat bergantung pada kinerja sumber daya manusianya. Dalam menjalankan aktivitas usahanya, perusahaan ini memiliki karakteristik pekerjaan yang beragam sesuai dengan posisi dan tanggung jawab masing-masing karyawan. Selain itu, perusahaan juga terus berupaya mengembangkan karir karyawan serta memberikan kompensasi karyawan yang layak sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka. Ketiga aspek tersebut menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi tingkat loyalitas karyawan terhadap perusahaan, sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut dalam konteks PT Cipta Laku Lestari. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Galang Supra Yudha, Rike Kusuma Wardhani, dan Nuraidya Fajariah (2022) dengan judul “Pengaruh Karakteristik Pekerjaan, Pengembangan Karir, dan Kompensasi Terhadap Loyalitas Karyawan pada PT. Shopee Express Hub Kediri”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pekerjaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap loyalitas karyawan dengan nilai uji t sebesar 0,002<0,05, sebaliknya pengembangan karir tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap loyalitas karyawan dengan nilai uji t sebesar 0,461>0,05, sebaliknya kompensasi karyawan memiliki Pengaruh secara langsung terhadap loyalitas karyawan dengan nilai uji t sebesar 0,003<0,05. Namun secara simultan, Karakteristik Pekerjaan, Pengembangan Karir, dan Kompensasi karyawan berpengaruh positif terhadap Loyalitas Karyawan sebesar 24,5%. Penelitian lainnya oleh Viola Herliana Dan Indra Budi Sumantoro (2024) dengan judul “Pengaruh Kompensasi, Job Security, Dan Pengembangan Karir Terhadap Loyalitas Karyawan pada Lampung Post”. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa nilai uji T hitung sebesar 0,713 < uji T table sebesar 1,650 dan nilai signifikansi 0,476 > 0,05 menunjukkan bahwa secara parsial kompensasi karyawan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan pada Lampung Post. Sebaliknya Job Security Dan Pengembangan Karir berkontribusi signifikan terhadap loyalitas karyawan sebesar 71%, dengan pengembangan karir memiliki pengaruh paling besar diantara ketiga variabel. Yang menunjukkan bahwa job security dan pengembangan karir berpengaruh terhadap loyalitas karyawan pada lampung post. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini, peneliti akan membahas tentang “Analisis Pengaruh Karakteristik Pekerjaan, Pengembangan Karir Dan Kompensasi Karyawan Terhadap Loyalitas Karyawan Pada PT. Cipta Laku Lestari”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Cipta Laku Lestari, yang berjumlah 257 orang, dengan sampel yang menggunakan rumus slovin sebanyak 72 karyawan di PT Cipta Laku Lestari. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara Karakteristik Pekerjaan, Pengembangan Karir dan Kompensasi Karyawan Terhadap Loyalitas Karyawan, peneliti menggunakan uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F), dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang digunakan peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial Karakteristik Pekerjaan (X1) berpengaruh berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan (Y), Pengembangan Karir (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan (Y), dan Kompensasi (X3) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan (Y). Sedangkan secara simultan Karakteristik Pekerjaan (X1), Pengembangan Karir (X2) dan Kompensasi (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap Loyalitas Karyawan pada PT. Cipta Laku Lestari. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstanta sebesar 24,207 poin sedangkan koefisien regresi b1 = 0,838; b2 = 0,712; dan b3 = 1,189. Dengan demikin persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh Karakteristik Pekerjaan (X1), Pengembangan Karir (X2), dan Kompensasi (X3) terhadap Loyalitas Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 24,207 + 0,838 X1 + 0,712 X2 + 1,189 X3 +e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu Karakteristik Pekerjaan (X1) berpengaruh terhadap Loyalitas Karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel Karakteristik Pekerjaan (X1) Nilai T hitung 6,053 > 1.995 dengan tingkat sig 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial Karakteristik Pekerjaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan. Berikutnya hasil uji hipotesis kedua yaitu Pengembangan Karir (X2) ditemukan Nilai T hitung 3,657 > 1,995 dengan tingkat sig 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial Pengembangan Karir berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Karyawan. Dan hasil uji hipotesis ketiga yaitu Kompensasi (X3) ditemukan Nilai T hitung 6,701 > 1,995 dengan tingkat sig 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Karyawan. Untuk pengujian F, dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka perolehan F hitung 227,880 > F tabel 2,74 dan tingkat Sig. F 0,000 < 0,05. Maka, H0 (b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima. Artinya bahwa secara simultan karakteristik pekerjaan (X1), pengembangan karir (X2), dan kompensasi (X3) berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap loyalitas karyawan (Y). Dan hasil hitung koefisien determinasi (R²) diperoleh nilai adjusted R2 adalah 0,906 atau 90,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh karakteristik pekerjaan, pengembangan karir dan kompensasi terhadap loyalitas karyawan adalah 90,6% . Sedangkan pengaruh sebesar 9,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

PEMBELAJARAN TEKNKIK DASAR BULU TANGKIS PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI OTAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BULU TANGKIS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI OTAN Addy G.A.Koen1, David Loba 2, Jimmy Ch Atty, 3 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Penelitian ini membahas tentang pembelajaran teknik dasar bulu tangkis pada siswa kelas VI SD Negeri Otan Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran teknik dasar bulu tangkis pada siswa kelas VI SD Negeri Otan. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 7 orang dan guru penjas orkes. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran mengetahui pembelajaran teknik dasar bulu tangkis pada siswa kelas VI SD Negeri Otan melibatkan beberapa tahapan, yaitu: (1) Tahap persiapan, meliputi pemanasan dan penjelasan materi; (2) Tahap pelaksanaan, meliputi latiha teknik teknik dasar bulu tangkis dengan bimbingan guru; dan (3) Tahap penutup, meliputi evalusai dan pendinginan. Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran, seperti demonstrasi dan pemberian umpan balik. Siswa menunjukan antusiasme dan moivasi yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam proses pembelajaran, seperti siswa tidak bisa melakukan teknik dasar bulu tangkis dengan baik dan benar. Simpulan: Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran teknik dasar bulu tangkis sudah terstruktur sesuai tahapan demi tahapan. Dalam proses pembelajaran bulu tangkis di SD Negeri Otan yaitu: 1. Pendahuluan ada pemanasan dan Penjelasan materi/tujuan pembelajaran, 2. Inti pembelajaran ada demonstrasi gerakan dan latihan bertahap dan 3. Penutup ada pendinginan, evaluasi pembelajaran, pemberian tugas atau latihan mandiri dan motivasi dan penutup. Hasil pembelajaran teknik dasar bulu semunya memenuhi kriteria tuntas, dapat dilihat dari hasil observasi penilaian teknik dasar bulu tangkis di SD Negeri Otan menggunakan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 75, dari hasil penelianan dari 12 orang siswa semuahnya mampu melakukan teknik dasar bulu tangkis dengan baik dan benar semuah siswa memenuhi kriteria tuntas atau mendapat nilai 75 keatas

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN E-KTP DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI KOTA KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini berjudul:” PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PEMBUATAN E-KTP TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI KOTA KUPANG” Pelayanan publik tentu tidak terlepas dari kehidupan masyarakat karena pada hakikatnya setiap manusia membutuhkan pelayanan publik sebagai bagian yang tidak terpisahkan, tentunya pelayanan publik menjadi tugas utama dari instansi pemerintahan karena fungsi utama pemerintahan guna melaksanakan segala kegiatan pemerintah yang nanti hasilnya akan memberikan pelayanan kepada warga negara karena pelayanan menjadi tangung jawab pemerintah. Berdasarkan undang-undang nomor 25 tahun 2009 mengenai pelayanan publik, dimana setiap penyelenggara pelayanan publik, baik yang memberikan pelayanan secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat haruslah wajib menyusun, menetapkan, maupun menerapkan standar pelayanan untuk setiap jenis pelayanan sebagai tolak ukur dalam penyelenggaraan pelayanan disetiap instansi. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Nofa Irma Kumala, 2018) yang menghubungkan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dan menunjukkan hasil bahwa kualitas pelayanan masyarakat berpengaruh terhadap kepuasan, hasil penelitian menunjukan bahwa dari variabel bukti fisik menunjukan bahwa tersedia fasilitas yang memadai dan nyaman seperti ruang tunggu pelayanan, tempat parkir, tempat ibadah, dan toilet.lalu untuk variabel reabilitas menunjukan bahwa petugas pelayanan melayani dengan tanggap dan dapat diandalkan dan pembuatan E-ktp tepat pada waktunya, lalu untuk variabel daya tanggap menunjukan bahwa tersedianya layanan informasi bagi pemohon seperti papan persyaratan, papan prosedur pelayanan, dan papan jangka waktu penyelesaian,lalu petugas pelayanan memberikan pelayanan secara cepat tanpa menunda pekerjaan, dan terdapat kotak pengaduan layanan, variabel jaminan menunjukan hasil yang baik dimana petugas pelayanan memberikan penjelasan dan informasi dengan sangat baik dan jelas dengan komunikasi yang baik, lalu kedisiplinan petugas dalam bekerja dan kejujuran petugas juga keahlian maupun ketrampilan petugas yang memadai, lalu variabel empati menunjukan petugas pelayanan sungguh-sungguh mengutamakan kepentingan masyarakat, lalu jam operasional yang nyaman bagi semua masyarakat dengan pelayanan yang berkualitas. Salah satu pelayanan publik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kota Kupang juga dituntut memberikan pelayanan yang berkualits dan sesuai dengan harapan masyarakat kota Kupang. Maka kualitas pelayanan ini diukur menggunakan 5 dimensi seperti wujud fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Berdasarkan kebijakan dan kewenangan pemerintah pada Dinas Kependu dukan dan Pencatatan Sipil kota Kupang maka pemerintah wajib melakukan pelayanan publik kepada masyarakat seperti yang telah ditetapkan dalam perundang- undangan, tetapi dalam jalanannya pelayanan terkadang didapati adanya persyaratan yang berbelit-belit, lalu pelayanan yang terkadang terkesan lambat, selain itu jaringan yang tidak stabil sehingga masyarakat harus menunggu sedikit lama, dan terkadang tidak transparansi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan publik terhadap kepuasaan masyarakat pada kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik survey dan kuisioner dalam bentuk link google form yang disebarkan kepada masyarakat yang datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, dengan indikator yang digunakan ialah wujud fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regeresi linear sederhana antara variabel kualitas pelayanan X dan Kepuasan masyarakat Y dengan SPSS 23 dan Excel 2010 sebagai alat bantu uji statistik. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berkunjung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini ialah 100 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian karena tidak seluruh masyarakat kota Kupang memiliki pengalaman dalam pembuatan E-ktp. Hasil penelitian ini menunjukan indikator wujud fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di kota Kupang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kepentingan akademik yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi kedepannya.

MOTIVATION AND CHALLENGES OF SECOND GRADE STUDENTS AT UPTD SMP NEGERI 2 KUPANG IN LEARNING ENGLISH

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

This research aims to identify the motivation and challenges faced by second-grade students at UPTD SMP Negeri 2 Kupang in learning English. The study employed a descriptive quantitative method using two instruments: a questionnaire and interviews. The data were collected from 22 students as respondents. Which is 70.25% of students indicating a medium level of intrinsic motivation, and 68% of students also indicating a medium level of extrinsic motivation. The results show that 76.18% of the students have a high level of motivation in learning English, indicating a generally positive attitude toward the subject. However, 73.63% of the students also reported facing several challenges during the learning process. These challenges include a lack of sustained motivation, limited instructional support, fear of making mistakes, and the complexity of English phonology. The combination of questionnaire and interview data supports a deeper understanding of the students' learning experiences. The findings suggest that although students are motivated to learn English, targeted efforts are needed to overcome the specific barriers they face in the classroom.