Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

Kelimpahan Dan Keanekaragaman Jenis Gastropoda Di Pantai Motadikin Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA DI PANTAI MOTADIKIN DESA FAHILUKA KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA Agustina, D)* Alan, Ch. S)** Daud, Y)** Di perairan Indonesia hampir semua bentuk dasar laut dapat ditemukan seperti paparan lereng, terumbun karang dan lain sebagainya. Bentuk dasar laut yang majemuk beserta lingkungan air yang memberikan kemungkinan munculnya keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dengan sebaran yang luas secara merata. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa Saja jenis-jenis gastropoda yang ada di Pantai motadikin desa fahiluka kecamatan malaka tengah kabupaten malaka dan untuk mengetahui kelimpahan jenis dan indeks keanekaragamang gastropoda di pantai motadikin desa fahiluka kecamatan malaka tengah kabupaten malaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengambilan sampel gastropoda dalam penelitian ini menggunakan metode line transek. Hasil penelitian menunjukan gastropoda yang ditemukan di perairan Pantai Motadikin dikategorikan dalam 6 famili yaitu Potamididae, Littorinidae, Muricidae, Nassarius, Neritidae, Ellobiidae, Olividea dengan 13 spesies yaitu C. quoyii, C. djadjarensis, T. telescopium, T. sulcata, L. lutea, L. scabra, L. undulate, L. carinifera, N. reticulatus, C. capucinus, C. nucleus, O. reticularis, N. lineata yang tersebar di 4 transek pengamatan. Berdasarkan hasil perhitungan jenis gastropoda yang ditemukan pada lokasi penelitian transek 1 sampai 3 memiliki keanekaragaman sedang yaitu T1(2,40), T2(2,58),T3 (2,17), T4 (2,31) dan kelimpahan tertinggi yakni 25,75 ind/m pada setiap transek pengamatan, hasil penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan sumber atau informasi ilmiah dalam hubungannya dengan pembelajaran dengan mata kuliah zoologi invertebrata serta mata kuliah ekologi. KATA KUNCI: Spesies gastropoda, Kelimpahan, Keanekaragaman Keterangan: * Peneliti ** Pembimbing

PENGARUH TAX PLANNING TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN ( 2016-2020)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Tax Planning terhadapNilai Perusahaan. Tax Planning digunakan sebagai variabel independen dan NilaiPerusahaansebagaivariabeldependen. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan danminumanyangterdaftardiBursaEfekIndonesiatahun2016-2020.Sampelberjumlah 6 perusahaan dengan periode 5 tahun. Metode pemilihan sampel adalahpurposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan sumberdata menggunakan data sekunder. Metode analisis yang digunakan untuk mengujihipotesisadalahdenganmenggunakananalisisregresilinearsederhana.

HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN BELAJAR DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA TERPADU SISWA SMP NEGERI 2 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2021/2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN BELAJAR DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA TERPADU SISWA SMP NEGERI 2 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2021/2022.” Gole, W. D. )* Manu, N. S. T. )** Nggadas, P.E. D. )** Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Hubungan Antara Kemandirian belajar dan Gaya belajar terhadap Hasil belajar IPA terpadu siswa SMP N 2 kota kupang. Metodepenelitian yang digunakanpadapenelitianiniadalahmetodepenelitianex-post facto yang bertujuanuntukmengetahuiadatidaknyasuatuhubunganantaraduavariabelataulebihsertamengetahuiseberapaeratnyahubungandanberartitidaknyahubungantersebut, dengan proses penelitian berupaangket (kuesioer) yang digunakanuntukmemperoleh data kemandirianbelajar, dangayabelajarsiswa,danDokumentasidigunakanuntukmemperolehnilaihasilbelajarIPA terpadu. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIk yang berjumlah 32 orang. dengan teknik analisis data yang Dalam penelitian ini digunakan teknik korelasi, yaitu korelasi Pearson Product Moment (r). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kemandirian belajar dan gaya belajar terhadap hasil belajar, ketiganya saling mendukung dalam meningkatkan hasil belajar. jikakemandirianbelajar yang dimilikiseorangsiswatinggimakahasilbelajar yang diperolehakantinggi pula. Siswa yang memilikikemandirianbelajar yang tinggiakanberusahamenyelesaikantugas yang diberikanoleh guru dengankemampuan yang dimilikinya. Demikianjugadengangayabelajar, siswamemahamigayabelajarmerekasendirisepertibagaimanamemahamipelajarandenganbaik, sehinggamerekadapatmenerimamateripelajaran yang diberikanoleh guru denganbaik. JadiSemakintinggitingkatkemandirianbelajardangayabelajarmakaakansemakintinggi pula hasilbelajar. begitujugasebaliknyasemakinrendahtingkatkemandirianbelajarmakaakansemakinrendahjugahasilbelajar. Kata Kunci : Kemandirian Belajar, Gaya Belajar dan Hasil Belajar Keterangan: *) : Peneliti **) : Pembimbing

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN HANDOUT BERBASIS TUMBUHAN PAKU CIRI KHAS NTT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI WEBRIAMATA KABUPATEN MALAKA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUANHANDOUT BERBASIS TUMBUHAN PAKU CIRI KHAS NTT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI WEBRIAMATAKABUPATEN MALAKA Seran, P.J.)* Manu, T.S.N.)** Nomleni,F.Th.)** ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran STAD berbantuan handout berbasis tumbuhan paku ciri khas NTT terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri Webriamata Kabupaten Malaka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian posttest-only control design. populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswi SMA Negeri Webriamata kelas IPA yang terdiri dari 2 kelas yaitu XI IPAa dan XI IPAb dengan jumlah siswa 44 siswa. sampel dalam penelitian ini adalah Kelas XI IPAa dengan jumlah siswa 20 siswa sebagai kelas ekperimen dan IPAb yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas kontrol yang diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling.Berdasarkan analisis data hasil penelitian dalam proses pembelajaran terdapat pengaruh hasil belajar siswa pada nilai kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Dimana kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan handout berbasis tumbuhan paku siswa memperoleh nilai lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah. Pengaruhini terjadi karena pembelajaran mengunakan model STAD bebantuanhandout berbasis tumbuhan paku memiliki beberapa kelebihan yaitu, mampu meningkatkan minat baca siswa karena handout berbasis tumbuhan menyajikan materi secara ringkas, melatih siswa untuk bekerja kelompok dalam proses diskusi,melatih siwa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran,melatih kemampuan siswa belajar mandiri, dengan penggunaan gambar, warna menarik serta bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Penggunaan model pembelajaran STAD bebantuanhandout berbasis tumbuhan paku menjadikan siswa lebih termotivasi untuk belajar sehingga hasil belajar siswa meningkat. Artinya terdapat pengaruh model pembelajaran STAD berbantuan handout berbasis tumbuhan pakuciri khas NTT terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri Webriamata. Kata Kunci : Model STAD, handout berbasis tumbuhanpaku ciri khas NTT , hasil belajar Keterangan: )*Peneliti)**Pembimbing I)** Pembimbing II

KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN BINTANG LAUT (ASTEROIDEA) DI PANTAI WELOLO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN BINTANG LAUT (ASTEROIDEA) DI PANTAI WELOLO Lipiwata, Y.A)* Rupidara ,A. D. N)** Ngginak, J)** Lokasi Pantai Welolo berada tepat di Desa Mausamang, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor. Lokasi yang memiliki substrat seperti pasir putih, terumbu karang, hutan mangrove dan lamun. Hasil wawancara sebelumnya bahwadi Pantai Welolo bahwa terdapat juga beberapa spesies yang biasa ditemukan seperti seperti spesies Archaster typicusdanProstoreaster nodosus. Selanjutnya, dijelaskan bahwa masyarakat Desa Mausamang juga memanfaatkan lendir dari Bintang Laut untuk mengobati luka pada tubuh dengan tujuan mengurangi keluarnya darah pada luka tersebut.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Bintang Laut (Asteroidea) di Pantai Welolo. Penelitian dilakukan pada tanggal 30 September sampai dengan 4 Desember 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek ploting sistematis yang menggunakan 3 transek dengan jarak masing-masing transek 70 m. Pada tiap transek dibuat 4 plot dengan ukuran5 x 5 m, dengan jarak antara plot 10 m. Pembagian transek ditentukan berdasarkan substrat yaitu transek 1 (substrat berpasir), transek 2 (substrat lamun) dan transek 3 (substrat berkarang). Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, penghitungan, pengukuran dan pengambilan sampel di lapangan. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ditemukan tiga spesies Asteroidea yaitu spesies Protoreaster nodusus, Linckia laevigata dan Archaster typicus dengan jumlah total sebanyak 121 individu. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman Shannon Wienner diperoleh nilai H’ pada T1 (0.81), T2 (0,70), T3, (0,36). Jumlah spesies yang diperoleh T1 (3), T2 (3), T3, (2). Sehingga berdasarkan kriteria indeks keanekaragaman maka hasil indeks keanekaragaman yang diperoleh di Pantai Welolo rendah. Hasil analisis kelimpahan diketahui Spesies Protoreaster nodusus lebih banyak ditemukan dengan nilai 2,44 ind/m2. Hal ini karena kondisi Pantai Welolo terdapat banyak substrat pasir dan lamun yang merupakan habitat yang cocok untuk kehidupan Protoreaster nodusus. Indeks dominasi dari ketiga spesies kurang dari 0,50, sehingga tidak ada spesies yang mendominasi. Hal ini Maka Perlu adanya pelaksaanaan beberapa tindakan pencegahan untuk membatasi aksesibilitas masyarakat terhadap sumber daya laut dengan tujuan melindungi persediaan keanekaragaman hayati khususnya Bintang Laut (Asteroidea), sehingga tetap terjaga kestabilan kehidupan dari Bintang Laut Kata kunci : Keanekaragaman, Kelimpahan Bintang Laut (Asteroidea) Keterangan * : Peneliti ** : Pembimbing

ANALISIS REGISTER DALAM UPACARA WULLA PODDU DI KECAMATAN LOLI.

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul " Analisis Register dalam Upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli" Penelitian ini didukung oleh pertanyaan yaitu (1) apa register dalam Upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli? dan (2) apa tipe-tipe register dalam Upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli? Dan tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui register dalam Upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli dan (2) untuk mengetahui tipe-tipe register dalam Upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli. Penelitian ini didukung oleh teori dari Halliday dan Hasan (1985) bahwa analisis wacana adalah istilah untuk sebuah studi tentang cara-cara dimana bahasa digunakan antara orang-orang, baik dalam teks tertulis dan konteks lisan. Deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli, terdapat 21 register dan tipe-tipe register yang terdapat beberapa tahapan seperti ambil dompet sakral, buang rumput, berdoa untuk leluhur, pengumuman, potong pohon pelidung, makan ubi, membersihkan kampung adat, makan bersama, perayaan hari gila, menanam padi, ucapan syukur, pengumuman acara telah selesai. Masyarakat yang ikut serta dalam upacara Wulla Poddu adalah para pemimpin adat, ibu dan bapak, Kodalaiya (penyambut tamu), penduduk asli, sembilan suku. Bahasa yang digunakan dalam upacara Wulla Poddu adalah bahasa Loli. Bagi penduduk Kecamatan Loli sangat penting dan harus diadakan setiap tahun. Oleh karena itu penelitian tentang masalah ini sangat penting, yang berarti untuk memperkenalkan kembali atau melestarikannya sehingga tetap hidup dan dipahami oleh generasi masa depan dan kebanggaan pada masyarakat Kecamatan Loli itu sendiri dan masyarakat pada umumnya di wilayah Nggiala Koko, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat.

ANALISIS WACANA UJARAN KEBENCIAN DI GRUP WHATSAPP OLEH MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA.

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Analisis wacana ujaran kebencian di grup Whatsapp oleh mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana” Penulis merumuskan dua pertanyaan penelitian, yaitu: (1) Apa ujaran kebencian yang di gunakan di dalam grup Whatsapp? dan (2) Apakah ujaran kebencian yang di temukan di grup Whatsapp dapat di definisikan sebagai ujaran kebencian sesuai konteksnya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa ujaran kebencian di gunakan di dalam grup whatsapp dan apakah ujaran kebencian yang temukan dalam grup whatsapp dapat di kategorikan sebagai ujaran kebencian berdasarkan konteksnya. Data diambil dari grup whatsapp “English 2015”,kemudian penulis menyalin dan menganalisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam melakukan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah, penulis menemukan 12 kata ujaran kebencian yang di gunakan dalam grup whatsapp, ujaran kebencian tersebut memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteks linguistik, konteks fisik dan konteks budaya. Stelah menganalisa 12 ujaran kebencian tersebut degan konteks budaya, penulis menemukan bahwa 9 kata memiliki makna sebagai kata kata lelucon atau kata biasa yang dapat di terima dan 3 di antaranya bisa di definisikan sebagai ujaran kebencian.

ANALISIS PEMBERIAN KREDIT MELALUI SISTEM PENGENDALIAN INTERN KREDIT DALAM MENURUNKAN TINGKAT KREDIT MACET PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SOLIDARITAS KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koperasi merupakan lembaga keuangan yang berfungsi menyimpan dana dari masyarakat dan menyalurkannya melalui kredit. Resiko kemacetan kredit selalu terjadi dalam lembaga keuangan pemberi kredit, sehingga apabila lembaga keuangan pemberi kredit kurang hati–hati dalam pemberian kreditnya, maka dapat menyebabkan kemacetan kredit. Pengendalian intern yang memadai berkaitan erat dengan sistem pemberian kredit, karena apabila pengendalian intern tidak diterapkan secara memadai maka akan berpengaruh pada sistem pemberian kredit, dan resiko kredit macet dapat terjadi. Penulis melakukan penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui sistem pengendalian intern pemberian kredit pada Koperasi Solidaritas Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sistem pengendalian intern pemberian kredit dalam menurunkan tingkat kredit macet yang meliputi Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Aktivitas Pengendalian, Informasih dan Komunikasi, dan Pemantauan pada Koperasi solidaritas sudah berjalan dengan baik. memerlukan perhatian, diantarannya masih adanya perangkapan tugas, pendistribusian dokumen dan prosedur pemberian kredit.

Perkembangan Olahraga Extreme Selancar di Kabupaten Rote Ndao

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang:Aktifitas olahraga tanpa disadari atau sadar sering dilakukan dimana-mana. Aktifitas ini berkaitan dengan gerakan jasmani, bermain, dan rekreasi. Olahraga extreme adalah olahraga yang lebih mengarah kepada olahraga yang lebih modern dan lebih individualis yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dengan resiko kecelakaan lebih besar dari olahraga pada umumnya. Surfing atau Selancar air merupakan salah satu olahraga extreme yang dikategorikan sebagai olahraga prestasi dan rekreasi, dan olahraga selancar air juga dapat dijadikan sebagai hobi maupun profesi yang saat ini sedang berkembang dikalangan remaja (Krisnandar, 2016). Perkembangan olahraga surfing di Kabupaten Rote Ndao sudah tergolong sangat lama yakni pada tahun 2000 sudah ada beberapa orang di Kabupaten Rote Ndao yang menekuni olahraga ini. Tujuan penelitian:Untuk mengetahui Perkembangan Olahraga Extreme Selancar di Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian:Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dan pembahasan:Dari hasil penelitan tentang olahraga selancar di Desa Bo’a, kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao. Olahraga selancar sejauh ini masih minim, hal ini terbukti dengan mayoritas peselancar di Desa Bo’a yang banyak disukai oleh wisatawan baik dari dalam Negeri maupun luar Negeri. Olahraga selancar sampai sekarang belum didukung langsung dari pemerintah karena dianggap sebagai suatu hal yang dibawa oleh masyarakat mancanegara. Olahraga selancar sampai sekarang belum didukung langsung dari pemerintah karena dianggap sebagai suatu hal yang dibawa oleh masyarakat mancanegara. Simpulan:Para Atlit selancar melaksanakan latihan selancar dengan giat dan tekun sampai memperoleh kejuaraan

Analisis Pendapatan Nelayan Tangkap Pada Usaha Perikanan Jaring Insang (Gill Net)di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang.

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASRIDA NOFUS (15380087).ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kecamatan Sulamu merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang yang memiliki 6 Desa dan 1 Kelurahan yang memiliki potensi perikanan yakni Kelurahan Sulamu, Desa Pitai, Desa Pantai Beringin, Desa Oeteta, Desa Pariti dan Desa Bipolo, lima desa tersebut memiliki beberapa potensi perikanan yakni budidaya rumput laut, tambak garam, tambak ikan bandeng, ekosistem mangrove, dan melakukan penangkapan ikan kepiting dan kerang. Sedangkan ada dua desa yang memiliki potensi perikanan yang menggunakan alat tangkap jaring insang (gill net). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2022 di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan adalah 35 responden dari total populasi sebanyak 35 orang yang berasal dari dua lokasi yakni Kelurahan Sulamu berjumlah 25 orang dan Desa Pantai Beringin berjumlah 10 orang.Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah penerimaan, biaya tetap,pendapatan dan biaya penyusutan. Rata-rata hasil tangkapan di Kelurahan Sulamu sebesar 780kg/bulan sedangkan di Desa Pantai Beringin sebesar 650kg/bulan. Jadi total hasil tangkapan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar 1.430 kg/bulan.Rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap jaring insang (gill net) diKelurahan Sulamu sebesar Rp1.563.054,00/bulan dan di Desa Pantai Beringin sebesar 1.655.332,00/bulan. Jadi total hasil tangkapan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar 3.218.386,00/bulan.Rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkapjaring insang (gill net) di Kelurahan Sulamu sebesar Rp7.800.000/bulan sedangkan di Desa Pantai Beringin sebesar Rp 5.200.000/bulan. Jadi total bersih pendapatan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar Rp13.000.000/bulan.

TINJAUAN TENTANG POLA LATIHAN ATLET USIA DINI PADA PERGURUAN PENCAK SILAT SATRIA MUDA INDONESIA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pola latihan merupakan segala daya dan upaya untuk meningkatkan secara menyeluruh kondisi fisik dengan proses yang sistematis dan berulang-ulang dengan kian hari kian bertambah jumlah beban latihan, waktu atau intensitasnya. Tujuan penelitian: Sehubungan dengan masalah yang akan dibahas, maka adapun tujuan penyusunan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola latihan atlet usia dini pada perguruan pencak silat Satria Muda Indonesia Kota Kupang. Metode penelitian: Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analalisis data. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan teknik dan latihan yang meliputi unsur-unsur organisasi pembinaan agar latihan mencapai hasil prestasi yang optimal, maka program atau bentuk latihan disusun hendaknya mempertimbangkan kemampuan dasar setiap atlet usia dini dan mengembangkan kemampuan seorang atlet yang telah direncanakan secara sistematis dan terstruktur dalam jangka waktu yang lama untuk meningkatkan kemampuan gerak baik dari segi: (a) Latihan fisik, Latihan ini khusus ditujukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kondisi fisik atlet, yang mencakup komponen-komponen fisik. (b) Latihan teknik, Latihan untuk memahirkan teknik-teknik gerakan. (c) Latihan taktik, Latihan untuk menumbuhkan perkembangan daya tafsir pada atlet, strategi, taktik pertahanan dan penyerangan. (d) Latihan mental pada saat proses latihan. Meningkatkan kemampuan para pembina dan pelati dalam melaksanakan pembinaan sehingga akan tercapai sasaran yang di peroleh atlet usia dini dengan baik. Simpulan: Mengembangkan kemampuan gerak atlet yang patut diperhatikan adalah sikap pasang awal yang harus di perhatikan karena teknik memerlukan kecepatan dan konsentrasi dan kordinasi yang baik maka atlet yang tadinya tidak mampu menjadi mampu dalam melakukan gerakan teknik tesebut dengang baik

Pengaruh Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa (C. nucifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (C. Frutenscens L)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai rawit (C. frutescens L) adalah salah satu tanaman holtikultura dari jenis sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas. Selain buahnya, bagian lain dari tanaman cabai rawit seperti batang, daun, dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair sabut kelapa (C. nucifera) terhadap pertumbuhan tanaman Cabai rawit (C. frutescens L). Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk organik cair sabut kelapa (C. nucifera) terhadap pertumbuhan tanaman Cabai rawit (C. frutescens L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) perlakuan 1 = 0 mL POC sabut kelapa, perlakuan 2 = 100 mL POC sabut kelapa, perlakuan 3 = 200 mL POC sabut kelapa, perlakuan 4 = 300 mL POC sabut kelapa, perlakuan 5 = 400 mL POC sabut kelapa yang masing-masing diencerkan dalam 5.000 mL air dan kelas kontrol (tanpa perlakuan) = air tanpa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji jarak berganda Duncan atau Duncan’s New MultipleRange Test (DMRT) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helaian daun, jumlah buah. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari sabut kelapa terhadap parameter pengukuran, semua parameter pengukuran pada perlakuan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun dan banyaknya buah. Pemberian pupuk pada 5 perlakuan dengan konsentrasi sebesar 400mL memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman jumlah helaian daun dan jumlah buah dibandingkan perlakuan lainnya.

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI HIJAU BESAR (Capsicum annum var.annum)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi seperti protein, gula, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium dan juga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatannya selain sebagai bumbu masak dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan baku berbagai industri makanan, minuman serta dapat meningkatkan citarasa dan selera makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk cair dari campuran kulit bawang merah (Allium cepa L) terhadap pertumbuhan tanaman cabai hijau besar (Capsicum annum var.annum.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair dari campuran air kulit bawang merah yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada tanaman cabai hijau besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 pengulangan dan 5 perlakuan yaitu perlakuan 1 = 0 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 2 = 50 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 3 = 75 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 4 = 100 POC kulit bawang merah, perlakuan 5 = 150 POC kulit bawang merah, dan kontrol = air tampa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dengan keseluruhan nilai perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi batang dan jumlah daun. berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari kulit bawang merah terhadap parameter pengukuran, semua parameter pengukuran pada perlakuan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Dari pemberian pupuk pada perlakuan 1 = 0 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 2 = 50 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 3 = 75 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 4 = 100 POC kulit bawang merah, perlakuan 5 = 150 POC kulit bawang merah, pada perlakuan 5 dengan konsentrasi sebesar 150 ml yang memberikan pengaruh yang paling signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun dibandingkan perlakuan lainnya.

Identifikasi Bakteri Pada Rumput Laut Jenis Eucheuma cottonii Di Perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Identifikasi Bakteri Pada Rumput Laut Jenis Eucheuma cottonii Di Perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Sadhu , N.E )* Rafael, A)** Nge, S. T)** Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil karaginan dengan kadar karaginan antara 54-73 % tergantung pada jenis dan lokasi tempat tumbuhnya. Eucheuma cottonii adalah salah satu jenis rumput laut yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat antara lain sebagai sayuran, obat tradisional, bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan kedokteran. Tujuan penelitian mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri pada Eucheuma cottonii di Peraiaran Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang NTT. Penelitian ini menggunakan metode survei dan eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu meliputi karakteristik makroskopis, mikroskopik dan uji biokimia serta dari masing-masing bakteri dari rumput laut Eucheuma cottonii yang sudah terkena penyakit ice-ice. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan yakni terdapat 8 isolat bakteri mikroskopis yang diisolasi. Bakteri yang diisolasi dari Eucheuma cottonii ialah genus Klebseilla Sp, Bacillus Sp, Streptobacillus Sp, Streptococcus pneumonia Sp, Staphylococcus Sp , Bordetella pertussis Sp, Bacillus antharacis Sp, Pseudomonas aegurinos Sp.

Analisis kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru biologi pada mata kulia microteaching semester genap 2021/2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Biologi Pada Mata Kuliah Microteaching Semester Genap tahun 2021-2022. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ditemukan beberapa kendala dalam proses perkuliahan microteaching yaitu kemampuan seorang pendidik dalam mengelolah pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap karakteristik peserta didik, ketrampilan penguasaan ICT, ketrampilan berkomunikasi, dan ketrampilan pengelolaan kelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan lembar observasi, selanjutnya dianalisis menggunakan rumus TCR (Tingkat Capaian Responden). Sehingga mendapatkan hasil rata-rata persentase sebesar 68%. pada indikator 1 dan 2 dengan bunyi kemampuan seorang pendidik dalam mengelolah pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap karakteristik dan ketrampilan penguasaan ICT memperoleh 72% dan 68% dengan masing-masing indikator terdapat 4 peryataan, Selanjutnya pada indikator 3 dan 4 tentang ketrampilan komunikasi dan ketrampilan pengelolaan kelas memperolehan skor 70% dan 64% . Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahawa analisis kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah microteaching semester genap di universitas kristen artha wacana kupang program studi pendidikan biologi berada pada cukup mampu.

ANALISIS SAMPAH PADA HUTAN MANGROVE DI DESA TANAH MERAH KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ekosistem mangrove di Desa Tanah Merah merupakan tempat bermuaranya seluruh bahan pencemar yang membawa berbagai macam bahan pencemar berasal dari daratan masuk ke dalam perairan laut. Oleh karena itu, pada ekosistem mangrove akan mudah dijumpai berbagai jenis bahan pencemar yang berasal dari kegiatan manusia biasa membuang sampah ke sungai atau, sehingga sampah tersebut terbawa arus dan terperangkap di daerah mangrove. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis sampah dan kepadatan sampah yang terdapat pada hutan mangrove di Desa Tanah Merah. Penelitian ini telah dilakukan di ekosistem mangrove Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang selama satu bulan yaitu pada bulan Juni 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 5 m setiap garis transek dengan jarak antar transek 450 m. Sampel yang di sortir berdasarkan jenis kemudian ditimbang dalam satuan gram dan dilakukan pengolahan data analisis menggunakan Microsoft Excel. Jenis sampah yang terdapat di Hutan Mangrove Desa Tanah Merah yang terindetifikasi adalah sampah jenis kantong plastik, karung, sepatu, kaleng, karet ban, kain, tali nilon, pecahan kaca, kertas, botol plastik, gelas plastik, botol kaca. Berdasarkan hasil analisis di setiap transek penelitian tersebut jumlah jenis sampah yang paling dominan adalah kategori sampah jenis kantong plastik di transek I, II, dan IV dan transek III yang paling dominan adalah gelas plastik. Diketahui jumlah potongan jenis sampah di Desa Tanah Merah dengan didominasi oleh jenis sampah kantong plastik yaitu total sebanyak 842 potongan, dengan nilai kepadatan mutlaknya 0,42 potongan dan kepadatatan relatif 46 %.

STRUKTUR KOMUNITAS BIVALVIA DI PESISIR PANTAI SULAMANDA DESA MATA AIR KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANGStudi Ekologi

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yusuf B. Ndapa (16384071) Struktur Ekologi Bivalvia di Pesisir Pantai Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang: Alfred G. O. Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Secara ekologi, pesisir pantai Sulamanda memiliki habitat bagi keberlangsungan hidup bivalvia. Kehadiran beberapa bivalvia ekonomis di pesisir pantai Sulamanda menjadikannya sebagai bahan pangan untuk masyarakat di sekitar pesisir pantai tersebut salah satunya adalah Anadara sp. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia meliputi keanekaragaman, keseragaman, dominansi, kepadatan dan kelimpahan jenis di pesisir pantai Sulamanda Desa Mata Air. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021, di pesisir Pantai Sulamanda, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi langsung lapangan. Penentuan lokasi sampling menggunakan teknik purposive sampling dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek kuadran yang diletakkan tegak lurus dengan garis pantai pada saat air laut surut di lokasi keberadaan bivalvia. Analisis data dilakukan secara kuantitatif meliputi indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks kelimpahan. Hasil penelitian ini meliputi: Komposisi jenis bivalvia antara lain Stasiun I sebanyak 4 spesies dari 4 famili, Stasiun II sebanyak 3 spesies dari 3 famili, dan Stasiun III sebanyak 8 spesies dari 8 famili. Indeks keanekaragaman bivalvia yang ditemukan di ketiga stasiun tergolong keanekaragaman rendah. Indeks keseragaman di stasiun II tergolong dalam kondisi tertekan dan memiliki keseragaman rendah dan stasiun I dan III dikatakan bahwa ekosistem kurang stabil dan mempunyai keseragaman sedang. Indeks dominansi bivalvia di pantai Sulamanda Desa Mata Air tergolong sedang. Kelimpahan jenis bivalvia tertinggi terdapat di stasiun II adalah jenis Gemma gemma sebesar 91,567 individu/m², dan terendah di stasiun III yaitu jenis Anadara granosa sebesar 0,033 individu/m². Kepadatan relatif bivalvia tertinggi adalah Gemma gemma sebesar 95% di stasiun II, diikuti oleh Ostrea sp sebesar 59,5% di stasiun III dan Ostrea sp sebesar 47,7%. Kelimpahan tertinggi bivalvia adalah Gemma gemma sebanyak 119,43 individu/² dan Ostrea sp sebanyak 61,76 individu/m². Kata Kunci: Bivalvia, Struktur komunitas, Kelimpahan, Keanekaragaman, Pantai Sulamanda

ANALISIS KANDUNGAN NITROGEN DAN FOSFOR DARI EKSTRAK KASAR DAUN SUFMUTI (Chromolaena odorata) DARI DESA BAUMATA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN NITROGEN DAN FOSFOR DARI EKSTRAK KASAR DAUN SUFMUTI (Chromolaena odorata) DARI DESA BAUMATA BARAT KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Nalle, S, E)* Rafael, A)** Hendrik, A, Ch )** Kandungan unsur hara yang terdapat dalam tumbuhan umumnya seperti Nitrogen, Fosfor, Kalium dan lain-lain. Seperti unsur hara lainnya nitrogen dan fosfor mempunyai aktifitas beragam diantaranya mempunyai efek pada proses pertumbuhan tanaman. Nitrogen dan fosfor merupakan unsur hara yang paling banyak ditemukan ditanaman, salah satunya adalah tumbuhan sufmuti. Tumbuhan sufmuti banyak ditemukan di Indonesia dan dimanfaatkan sebagai pupuk pada kacang hijau, pakan ternak, dan sebagai obat-obatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nitrogen dan fosfor dari ekstrak kasar daun sufmuti (Chromolaena odorata) menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Baku pembanding yang digunakan dalam penelitian ini adalah larutan standar amonium molibdate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Hasil penelitian yang diperoleh dengan metode spektrofotometer UV-Vis didapat kandungan nitrogen 0,011 mg QE/g ekstrak atau 1,1% dan kandungan fosfor 12,66 m Qe/g ekstrak atau 12,66%. Dengan demikian, daun sufmuti dapat digunakan sebagai pupuk organik. Kata Kunci : Daun Sufmuti, Nitrogen dan Fosfor, Amonium Molibdate dan Spektrofotometri UV-Vis. Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing

ANALISIS PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDes) DI DESA HALIABASAR KECAMATAN WEWIKU KABUPATEN MALAKA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul : Analisis Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Desa Halibasar Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Skripsi ini ditulis oleh Yohanes Elfrano Neno Nahak, Nim 17411539 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Manajemen Keuangan Daerah, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa di Desa Halibasar Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Teknik analisis yang dilakukan pada saat penelitian adalah wawancara dengan populasi yaitu Aparat Desa Halibasar dengan sampel 10 orang. Teknik analisis data selain wawancara, peneliti juga menggunakan teknik dokumentasi berupa mengumpulkan laporan keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai, jika jawaban kurang memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai diperoleh data yang di anggap kredibel. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Desa Halibasar Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka dalam forum MusrenbangDesa, APBDes yang diterima Pemerintah Desa Halibasar pada Tahun 2017 senilai Rp. 1.112.105.400. Dalam proses perencenaan yang menggunakan dana desa, Desa Halibasar melakukan perencanaan dibidang penyelenggaraan pemerintahan senilai Rp. 409.265.400, bidang pelaksanaan pembangunan Rp. 466.596.000, bidang pembinaan kemasyarakatan Rp. 37.000.000, bidang pemberdayaan masyarakat Rp. 35.500.000 dan bidang penanggulangan bencana Rp. 163.744.000. Kedua pada Tahun 2018, APBDes yang diterima Pemerintah Desa Halibasar senilai Rp. 1.046.846.000. Dalam proses perencenaan yang menggunakan dana desa, Desa Halibasar melakukan perencanaan dibidang penyelenggaraan pemerintahan sebesar Rp.363.598.000, bidang pelaksanaan pembangunan Rp 419.050.000, bidang pembinaan kemasyarakatan Rp. 36.848.000, bidang pemberdayaan masyarakat Rp. 34.500.000, dan bidang penanggulangan bencana Rp. 192.850.000. Ketiga pada tahun 2019, APBDes yang diterima Pemerintah Desa Halibasar senilai Rp. 1.145.947.500. Dalam proses perencenaan yang menggunakan dana desa, Desa Halibasar melakukan perencanaan dibidang penyelenggaraan pemerintahan senilai Rp. 480.342.000, bidang pelaksanaan pembangunan Rp. 466.596.000, bidang pembinaan kemasyarakatan Rp. 45.500.000, bidang pemberdayaan masyarakat Rp. 40.000.000 dan bidang penanggulangan bencana Rp. 136.340.000. Keempat pada tahun 2020, APBDes yang diterima Pemerintah Desa Halibasar senilai Rp. 1.220.040.000.Dalam proses perencenaan yang menggunakan dana desa, Desa Halibasar melakukan perencanaan dibidang penyelenggaraan pemerintahan senilai Rp. 418.808.000, bidang pelaksanaan pembangunan Rp. 457.722.300, bidang pembinaan kemasyarakatan Rp. 23.125.000, bidang pemberdayaan masyarakat Rp. 55.201.600 dan bidang penanggulangan bencana Rp. 265.183.100 Penelitian ini menunjukan bahwa Pengelolaan APBDes meliputi Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, dan Pertanggungjawaban sudah dilakukan dengan baik, tetepi dalam hal pelaksanaan masih memeilik kendala oleh karena itu Pemerintah Desa lebih memperhatikan pertumbuhan Desa sehingga dana yang dianggarkan dan direncanakan bisa dikeluarkan sesuai dengan apa yang dianggarkan. Kata kunci : Pengelolaan, Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, dan Pertamggumgjawaban.

STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA MEOAIN DAN DESA LENTERA KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan obat merupakan etnobotani tumbuhan karena mempelajari tentang hubungan antara manusia dengan tumbuhan dan juga kebudayaannya yang dimana dapat dipergunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Jenis tumbuhan, bagian organ tumbuhan, dan cara pengolahan obat tradisional untuk alternatif penyembuhan penyakit di Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksplorasi. Pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling yaitu kepala Desa, tetua adat dan beberapa orang, sumber data yang digunakan adalah gambar jenis- jenis tumbuhan obat yang digunakan masyarakat. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, eksplorasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil wawancara bersama 10 responden di Desa Meoain dan Desa Lentera terdapat 28 jenis tumbuhan yang digunakan masyarakat untuk pengobatan secara tradisional yaitu sirih, Serai, widuri, kecubung, Bidara, Legundi, Jambu biji, sirsak Patikan cina, Mengkudu, Pepaya, Kamboja, Benalu, Patah tulang, Sisik naga Tapak liman, Gulma siam, Kencur, Faloak, Sukun, Mangga, Beringin pencekik, Tumbuhan Paku tertutup, Kesambi, Kedondong hutan, Damar merah, Srikaya, dan Pare hutan. Bagian organ tumbuhan yang dimanfaatkan yaitu daun, kulit, akar, batang, semua organ tumbuhan daun-buah, rimpang, ranting dan getah. Cara pengolahan tumbuhan obat yaitu direbus, ditumbuk, dipanggang, dikunyah, dan diremas. Cara penggunaan tumbuhan obat yaitu diminum, ditetes, ditempel, dikunyah, dan mandi. Penyakit yang disembuhkan yaitu jantung, malaria, ginjal, kencing nanah, kanker payudara, darah rendah, hepatitis, ibu nivas, bisul, disentri, diare, demam, muntah darah, ambeyen, sakit mata, usus, kaki bengkak, sakit kepala, sakit badan, batuk, patah tulang, kejang-kejang, luka sayatan, pilek, keputihan, bau mulut, sakit gigi, darah tinggi, asam urat, TBC, lever, keracunan, susah buang air kecil, panas dalam, jerawat, panu dan perut bengkak. Memberikan informasi kepada masyarakat Desa Meoain dan Lentera agar dapat membudidayakan tumbuhan-tumbuhan obat yang berada di Desa Meoain dan Desa Lentera Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao