2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Praktik kawin tangkap adalah salah satu cara memperistri seorang perempuan oleh masyarakat di Sumba. Para perempuan yang ditangkap secara paksa merasakan luka batin, trauma, ketakutan, dan keluarga juga mengalami kesusahan dalam bidang ekonomi. Realitas di GKS Jemaat Waidamisi banyak korban praktik kawin tangkap tidak terdata, namun berdasarkan data dari tahun 2000-2021 ada 4 orang korban praktik bawa lari secara paksa, 3 tidak dapat lari dari perkawinan tersebut, 1 berhasil lari dan kembali ke keluarganya. Perempuan yang ditangkap berumur 20-24 tahun dan telah mereka menamatkan pendidikan di Sekolah Menangah Atas. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab praktik kawin tangkap yang mempengaruhi pelayanan pastoral gereja kepada perempuan korban, dan merefleksikan persoalan ini menurut tinjauan pastoral yang menolong perempuan korban praktik kawin tangkap, serta bagaimana melakukan pelayanan pastoral yang baik untuk korban. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan penelitian lapangan dengan mewawancarai pihak gereja, pemerintah dan para perempuan korban praktik kawin tangkap. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan sebagai korban praktik tersebut sangat terpuruk. Pendampingan pastoral gereja bagi mereka belum terlalu fokus kepada korban dan dibuat dalam ibadah PKS (Pembacaan Kitab Suci) sehingga korban tidak secara bebas menceritakan apa yang dirasakan. Gereja merupakan tempat pelayanan pastoral dijalankan, sehingga tugas gereja menguatkan mereka yang ada dalam keterpurukan untuk terus bertumbuh secara baik. Pendampingan gereja juga untuk membebaskan para perempuan yang ada dalam ketakutan. Perempuan dan laki-laki adalah ciptaan yang segambar dengan Allah, sehingga baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama. Dalam prakarsa pernikahan juga laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama untuk menentukan dengan siapa mereka akan menikah. Saat Yesus menolong para perempuan yang ada dalam keterpurukan maka gereja juga memiliki tugas untuk menolong perempuan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ritus Hatama Kakaluk merupakan ritus penyembuh sakit. Hatama Kakaluk secara harafiah yakni memasukkan kesaku atau ruangan, artinya bahwa orang yang sakit dipisahkan dari keluarga dan akan tinggal di dalam rumah adat atau rumahnya sendiri. Selama proses penyembuhan perempuan dilarang untuk ikut terlibat dalam merawat. Hal ini karena perempuan dianggap sebagai yang lemah, kotor dan dapat memperparah kondisi dari orang yang sakit. Selain itu, pemahaman lain bahwa perempuan itu sama dengan Hawa sehingga jika mereka masuk maka dapat menyebabkan kesalahan seperti Hawa. Ritus ini masih dilakukan oleh Jemaat GMIT Imanuel Maktihan-Klasis Malaka. Hal ini telah merendahkan perempuan sebagai penolong yang sepadan dan Segambar dan SerupadenganAllah. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi pemahaman Jemaat yang masih melakukan ritus yang mendiskriminasikan satu pihak dan merefleksikan persoalan ini menurut teologi gender serta bagaimana memberikan pemahaman yang tepat mengenai Ritus Hatama Kakaluk di Jemaat GMIT Imanuel Maktihan-Klasis Malaka. Tujuan ini dapat dicapai dengan satu penelitian dan metode yang digunakan adalah metode penelitian fenomenologi. Metode penelitian ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman hidup dan persepsi yang muncul dari suatumasyarakat mengenai fenomena tertentu, bertujuan untuk memperoleh makna yang mandalam terhadap masalah Ritus Hatama Kakaluk di Maktihan. Hasil penelitian menunjukan bahwa permasalahan gender yang terjadi dalam ritus Hatama Kakaluk disebabkan beberapa faktor yaitu budaya Matriakat, di mana posisi perempuan lebih tinggi dari laki-laki, sehingga timbul kecemburuan, faktor penafisiran terhadap teks-teks Alkitab, di mana menggunakan teks Kejatuhan Manusia sebagai alasan pelarangan bagi perempuan dan faktor Ekonomi. Adapun dampak yang ditimbulkan dari faktor-faktor ini yaitu adanya ketidakadilan gender. Ritus Hatama Kakaluk menjadi tempat untuk Jemaat mendapatkan kesembuhan namun karena praktiknya yang mendiskriminasi satupihak yaitu perempuan maka Gereja haruslah hadir untuk memberikan pemahaman kepada Jemaat mengenai kesetaraan gender baik itu laki-laki dan perempuan. Agar jemaat dapat memahami bahwa praktik yang selama ini mereka jalani adalah salah (pelarangan terhadap perempuan sebagai yang kotor dan lemah serta sebagai pembawa kekacauan seperti Hawa).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini ditulis oleh Romelton N Selan sebagai pra-syarat dalam menyelesaikan perkuliahan. Judul yang diberikan untuk skripsi ini yaitu “Efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah” dengan sub judul yaitu “ Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah di Jemaat GMIT Ararat Haukoto Kalsis Kota Kupang Barat”. dalam penulisan skripsi ini, penulis dibimbing oleh Pdt Endang D. Koli M.Si Teol sebagai pembimbing 1 dan Pdt Dr. Welfrid F. Ruku, M.Th, MA, sebagai pembimbing 2. Sebelum memasuki pernikahan calon mempelai akan diberikan pemahaman tentang arti menikah dan pemahaman berkeluarga, sebagai bekal dalam membentuk rumah tangga yang akan mereka hadapi setelah menikah melalui pastoral gereja, yakni Penggembalaan Pra-Nikah. Namun, pemberian bekal melalui Penggembalaan Pra-Nikah yang tidak efektif memberi pengaruh dalam kehidupan pernikahan, karena tidak dapat membantu mereka untuk membangun rumah tangga dengan baik. Kekudusan pernikahan yang semestinya menciptakan rumah tangga yang saling melengkapi di dalam Kristus, menjadi tidak berarti bagi sebagian jemaat masa kini. Hal ini perlu menjadi perhatian, karena fenomena ini terjadi dalam kalangan gereja, terkususnya Jemaat GMIT Ararat Haukoto. Faktor-faktor yang menimbulkan masalah ini terjadi karena kurangnya pemahaman jemaat tentang materi Penggembalaan Pra-Nikah. Pemberian materi berkisar pemahaman teologis selama 3 minggu dan kebutuhan non teologis hingga mencapai batas waktu selama kurang lebih 3 bulan. Kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, yaitu materi tentang teologis dan non teologis hanya diberikan dalam 2-3 minggu saja. Hal ini kemudian menghasilkan kurangnya pemahaman calon mempelai dalam rumah tangga dan berdampak pada kehidupan rumah tangga mereka. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui konteks jemaat Ararat Haukoto di mana pengembalaan pra-nikah bagi calon suami isteri dipraktikan, untuk mengetahui proses dan efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah bagi calon suami isteri di Jemaat GMIT Ararat Haukoto, serta untuk mengetahui dan mengembangkan refleksi teologis pastoral terhadap efektivitas pengggembalaan pra-nikah bagi calon suami isteri di Jemaat GMIT Ararat Haukoto Klasis Kota Kupang Barat. Untuk menjawab tujuan dari penulisan skripsi ini, maka penulis menggunakan metode yang dibagi dalam dua bagian yaitu metode penelitian yang mencakup : Penelitian pustaka, dan penelitian lapangan serta observasi, atau teknik pengumpulan data yang paling utama dalam penelitian. Di mana adanya pengamatan atau peninjauan secara langsung terhadap objek untuk mengetahui kebenarannya. Selain observasi, penulis juga menggunakan wawancara dengan teknik snow balling, Di mana penelitian akan berakhir ketika tercapai kejenuhan data atau tidak ada data yang baru lagi dari informan yang diwawancara. Adapun metode yang kedua yakni metode penulisan, yaitu deskriptif, analitis, dan reflektif. Setelah melakukan penelitian dan analisis, penulis mendapati bahwa Penggembalaan Pra-Nikah yang dilakukan ternyata tidak efektif. Hal ini terjadi karena pemberian materi yang kurang efektif, disertai dengan waktu yang terbatas, sehingga menghasilkan kurangnya pemahaman dan penerapan jemaat terhadap materi Penggembalaan Pra-Nikah dalam rumah tangga mereka. Kenyataan yang demikian mengundang perhatian, terutama gereja untuk bagaimana merefleksikan kembali peran, fungsi dan kehadiran gereja ditengah-tengah jemaat. Dalam kaitannya dengan fenomena yang dikemukakan di atas, gereja perlu untuk menata kembali tugas pastoral, yakni Penggembalaan Pra-Nikah. Karena itu, telah diuraikan juga sebuah materi dan metode yang diusulkan untuk mewujudkan penggembalaan Pra-Nikah yang efektif.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sebelum adanya superbook, pengajar Oemathonis Nait menggunakan bahan ajar Pelayan Anak Remaja (PAR) yang diterbitkan oleh Majelis Sinode GMIT. Bahan ajar tersebut cukup membantu pengajar Sekolah Minggu dalam melakukan pendidikan bagi anak. Tetapi dalam perjalanannya ditemukan bahwa bahan ajar tersebut kurang efektif dalam pendidikan iman anak. Bahan ajar tersebut cenderung membuat metode pembelajaran menjadi monoton. Kurangnya dialog antara pengajar dengan anak-anak bimbingannya. Anak-anak hanya menjadi pendengar dan pengajar yang memiliki peran aktif. Hal ini mengakibatkan pengajar tidak mengetahui sejauh mana pemahaman anak-anak Sekolah Minggu terhadap setiap materi yang diberikan. Melihat hal ini maka Jemaat Oemathonis Nait memutuskan untuk menggunakan kurikulum superbook sebagai media bantu bagi pengajar untuk mendidik anak-anak Sekolah Minggu. Dalam pemakaiannya, superbook masih memiliki beberapa kendala yang membuat pemakaiannya masih belum maksimal sehingga penulis ingin melihat bagaimana efektivitas dari penggunaan kurikulum superbook yang ada di Jemaat GMIT Oemathonis Nait, Klasis Kupang Barat. Dalam melakukan penelitian kualitatif, penulis melakukan pengamatan secara langsung dengan terlibat dengan aktivitas bersama terhadap hal-hal yang berhubungan dengan penelitian untuk melihat atau mengamati perubahan sosial yang tumbuh dan berkembang kemudian dapat dilakukan penilaian atas perubahan tersebut, selain itu dalam menyajikan hasil penelitian secara sistematis, metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif, analitis dan interpretatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, penulis menemukan bahwa superbook cukup membantu dalam mempersiapkan bahan ajar, karena bahan ajar yang diberikan dapat dipakai selama 1 bulan. Namun ada beberapa kendala seperti materi superbook yang tidak dibagi menurut golongan usia anak, sehingga para guru harus mengolah kembali materi yang ada dan menyampaikannya kepada anak Sekolah Minggu. Kendala lain yang dihadapi lebih kepada kesiapan dari para guru dalam mengolah materi superbook yang ada. Penulis menemukan bahwa perlu adanya persiapan diri dari pengajar dan juga Pendalaman Alkitab untuk membantu pengajar dalam mempersiapkan materi yang ada sehingga materi yang ada dapat dipahami oleh anak-anak Sekolah Minggu.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pelaksanaan adat suus oef (air susu ibu) yang merupakan bagian dari perkawinan adat di Desa Nekmese, yang masih dilakukan sampai sekarang. Adat suus oef merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari seluruh prosesi perkawinan adat, hal ini dikarenakan adat suus oef merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan sebelum melakukan pernikahan kudus. Namun pada pelaksanaannya penentuan besaran suus oef sangat besar sehingga keluarga dari mempelai laki-laki menjadi kesulitan untuk memenuhinya, sehingga yang terjadi adalah beberapa anggota jemaat GMIT Ebenhaezer Naimuti yang sudah tinggal bersama bahkan sudah memiliki anak, namun mereka belum menikah secara sah di gereja. Hal ini dikarenakan belum memenuhi adat suus oef atau belum menyelesaikan adat, sehingga pasangan yang sudah tinggal bersama namun belum menikah secara sah di gereja. Oleh karena itu, melalui tulisan ini penulis ingin mengkaji lebih dalam tentang praktek adat suus oef, dengan model teologi kontekstual yang diperkenalkan oleh Bevans yaitu model antropologis. Bevans melihat dan memberi perhatian utama pada proses pelestarian jati diri budaya oleh seorang pribadi yang beriman Kristen. Perhatian utamanya pada pemahaman ajaran agama Kristen sebagai seorang pribadi yang berpusat pada nilai dan kebaikan pribadi manusia. Selain itu juga terbuka dengan budaya, namun tetap mempertahankan iman Kristen. Untuk itu penulis menggunakan metode penelitian lapangan (Field research) dan penelitian kepustakaan (Library research), dan kemudian menganalisa dengan menggunakan teknik deskripsi-analisis-refleksi. Adat suus oef (air susu ibu) yang masih dilakukan oleh masyarakat Desa Nekmese, terkhususnya Jemaat GMIT Ebenhaezer Naimuti, Klasis Amarasi Timur. Sejumlah jemaaat, majelis jemaat maupun Pendeta, mengakui bahwa pelaksanaan praktek adat suus oef tidak hanya berdampak bagi generasi penerus, tetapi juga berdampak sampai jalannya pelayanan di jemaat seperti pernikahan mereka yang belum diberkati di gereja. Hal ini juga membuat jemaat menjadi resah karena jemaat yang belum melakukan pernikahan karena belum menyelesaikan adat. Pemberian adat suus oef diberikan sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih kepada ibu dan se’ nono untuk ayah. Pelaksanaan adat suus oef jika dilakukan dengan baik maka akan mendapatkan kesejahteraan dan berkat yang melimpah, namun jika tidak melakukannya dengan baik maka akan mendapat masalah dan tidak akan mendapat keberuntungan dalam berumah tangga. Penulis menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan adat suus oef. Salah satu cara agar pelaksanaan praktek adat suus oef tetap dijalankan adalah dengan tetap memberikan keringanan tuntutan adat, agar pelaksanaan praktek adat suus oef ini dilakukan dengan baik. Penulis kemudian merefleksikan dari salah satu nilai yang terkandung dalam pelaksanaan adat suus oef, yaitu nilai hukum hormat/penghormatan yang merupakan dasar dari pelaksanaan adat suus oef (air susu ibu). Nilai hukum hormat/penghormatan kepada orangtua ini tidak terletak pada seberapa besar besaran nilai yang diberikan, tetapi lebih kepada hasil akhir dari pelaksanaan adat tersebut, yang dapat memberikan kesejahteraan dan berkat untuk orangtua dan juga bagi perjalanan rumah tangga.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Korupsi adalah salah satu masalah sosial yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat.Hal ini membuat korupsi dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime).Penyebarannya sistematis mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah dan desa-desa bahkan melibatkan pilar utama kekuasaan bangsa yakni Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Di NTT sendiri tak perlu diulang-ulang karena hampir setiap hari kita membaca di surat kabar maupun secara online. Gereja khususnya GMIT terpanggil secara aktif untuk melibatkan diri dan memiliki kepekaan dalam usaha memberantas masalah-masalah ini terutama dalam realitas sosial. Penulis dalam mengkaji masalah ini menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka. Jon Sobrino melihat bahwa gereja harus turut ambil bagian dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.Namun ketelibatan gereja bukan hanya keterlibatan humanis semata tetapi juga keterlibatan teologis.Ia berangkat dari konteks Amerika Latin khususnya El Salvador dan mengantarkannya untuk berbicara mengenai Yesus yang Solider.Penulis mengaitkan konsep ini dengan pemikiran J.B. Banawiratma mengenai proses Teologi Sosial untuk dianalisis melalui empat aspek teologi Sosial yaitu aspek sosial, kultural, historis dan personal. Analisis ini menghasilkan tiga pokok penting tentang solidaritas menurut Sobrino yaitu sumber dari solidaritas adalah realitas, solidaritas terbentuk dari iman komunitas dan bukan individu dan Yesus dari Nazaret menjadi titik tolak melakukan solidaritas. Penulis kemudian melakukan refleksi teologis dan mengaitkan dengan teks Lukas 4:16-21 yang merupakan bagian cerita tentang Yesus yang ditolak di Nazaret. Teks ini membuktikan bahwa Allah selalu melihat realitas. Ia mengutus anak-Nya untuk memberitakan kabar baik ke dalam realitas hidup manusia yang penuh ketidakadilan dan keputusasaan.Kabar baik adalah juga kehadiran untuk orang miskin, orang-orang tawanan, orang-orang buta dan yang tertindas. Artinya bukan hanya mengenai kabar baik lewat pemberitaan firman atau lewat perkataan tetapi aksi nyata yang kita lihat lewat pengajaran, penyembuhan dan mujizat yang dibuat Yesus.Namun gereja mesti juga menjaga sikap kritis atas realitas yang dihadapi. Gereja yang bercermin dari Yesus juga harus menyadari bahwa ia sama seperti Yesus berbeda dari dunia. Namun terlepas dari perbedaan itu, gereja lahir di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia. Ini berarti khotbah atau pelayanan nyata yang diberikan gereja boleh sama tetapi punya nilai dorong yang berbeda.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kemajemukan yang ada di Indonesia membuktikan bahwa Indonesia berada dalam kemajemukan global. Tetapi dalam kenyataannya, keberagaman ini menjadi ancaman. Salah satu pemicu munculnya masalah ialah keberagaman agama dan ajarannya masing-masing. Hal ini terlihat dari pemahaman pemuda GMIT Syalom Kupang tentang keselamatan di tengah-tengah kemajemukan. Pemuda GMIT Syalom Kupang tidak setuju bahwa keselamatan juga diperoleh umat beragama lain walaupun pemuda GMIT Syalom Kupang setuju bahwa keselamatan tidak terbatas pada suatu agama. Pemuda GMIT Syalom Kupang masih membatasi keselamatan Allah yang universal dalam pemahaman mereka sebagai seorang kristiani. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk membahas konsep berteologi Karl Rahner yakni Kristen Anonim yang sesuai dengan konsep berteologi di dalam GMIT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep teologi Karl Rahner yakni “Kristen Anonim” yang dapat direfleksikan dan manfaatnya bagi pemuda GMIT Syalom Kupang di dalam memahami dan merumuskan konsep keselamatan yang juga diterima oleh umat beragama lain. Metode yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah ini terbagi atas dua yaitu metode penelitian baik penelitian pustaka maupun penelitian lapangan yang berlokasi di Jemaat GMIT Syalom Kupang. Populasi dalam penelitian ini ialah pemuda-pemudi tingkat jemaat dengan jumlah sampel yakni 60 orang dari 600 orang. Sedangkan untuk metode penulisan memakai metode deskriptif-deduktif. Artinya metode yang dipakai ini akan membahas terlebih dahulu data-data yang bersifat umum dan dilanjutkan dengan penuturan dan penafsiran data atas fenomena yang ada. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, penulis menemukan bahwa pemuda GMIT Syalom Kupang tidak setuju bahwa keselamatan diperoleh oleh umat beragama lain jika tidak menjadi Kristen walaupun pemuda GMIT Syalom Kupang setuju bahwa keselamatan tidak terbatas pada suatu agama. Pemahaman pemuda GMIT Syalom Kupang ini ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni usia, orang tua dan keluarga, lingkungan dan sesama pemuda menjadi faktor yang mempengaruhi pemahaman pemuda dalam berpikir. Berdasarkan hasil analisis yang ada, penulis melihat bahwa konsep Teologi Karl Rahner yang sesuai dengan konsep GMIT dalam menjalankan misi-Nya tidak dimaknai dengan baik. Konsep GMIT dalam berteologi ini menunjukkan bahwa GMIT terbuka lebih fleksibel dan lebih terbuka dalam menerima keberadaan umat beragama lain tetapi tetap mempertahankan ciri khas dari setiap agama. Teori Rahner ini tentu menjadi relevan dan bisa dijadikan bahan untuk memperbaiki pemahaman pemuda GMIT Syalom Kupang, yang sedang menjalankan misi Allah dalam persekutuan bersama pemuda agama lain. Teologi “Kristen Anonim” menjadi konsep teologis yang menarik bagi pengembangan wacana dan wawasan pemuda GMIT Syalom Kupang
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hasil Penelitian ini Basis Akuntansi yang digunakan dalam
laporan keuangan Pemerintah yaitu basis akrual, untuk pengakuan
pendapatan, Laporan Operasional, beban, aset Kewajiban dan Ekuitas
(SAP PP No 70 tahun 2010) adapun Basis akuntansi yang digunakan oleh
Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan Betun Malaka yaitu Basis
Kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam
Laporan Realisasi Anggaran dan Basis Akrual untuk pengakuan aset,
kewajiban dan ekuitas dana dalam Neraca sehingga dapat dikatakan
Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan Betun belum sepenuhnya
menggunakan basis akrual dalam pengakuan pendapatan, belanja dan
pembiayaan.
Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi
dan pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah
xiii
pusat/daerah yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan
realisasinya dalam satu periode pelaporan sedangkan laporan realisasi
anggaran yang dibuat oleh Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan
Betun Malaka hanya menyajikan pendapatan dan belanja saja. Unsur
yang dicakup secara langsung oleh laporan realisasi anggaran terdiri dari
pendapatan laporan realisasi anggaran, belanja, transfer dan pembiayaan.
Laporan operasional menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang
menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah
pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintah dalam satu
periode. Unsur yang dicakup Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan
Betun dalam laporan operasional terdiri dari pendapatan dan beban saja
karena tidak adanya kegiatan transfer
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hasil Penelitian ini menunjukan perkembangan biaya produksi pada
PT.Gudang Garam, Tbk dari tahun 2015-2019 yang mana di lihat dari data biaya
produksi dan hasil perhitungan peningkatan/penurunan serta persentase
pertumbuhan mengalami peningkatan, namun di tahun 2017 mengalami
penurunan sebesar atau dengan kata lain mengalami fluktuasi dan faktor-faktor
yang mempengaruhi biaya produksi pada PT.Gudang Garam, Tbk adalah
komponen dari biaya produksi yang meliputi biaya produksi langsung, terdiri dari
biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya produksi tidak langsung
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACT THE APPLICATION OF TEACHER'S SOCIAL COMPETENCY IN PHYSICAL EDUCATION, SPORT AND HEALTH LEARNING AT SD NEGERI KANINO, AMABI OEFETO DISTRICT, KUPANG Gilbert Reynhart Babis1*, Lukas Maria Boleng2, Pnatmo Welhelmina Masi3 1,3Physical Education, Sport and Health Study Program, Faculty of Teacher Training and Education Artha Wacana Christian Universiy, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: Teachers are a very dominant and vital factor in formal education. In general, for students, teachers are often used as role models, even become self-identification figures, so applying social competence is essential. Research objectives: This study aims to determine the application of social competence in physical education, sport, and health learning. Research method: This study used a descriptive qualitative research method. The subjects in this study were grade VI students, physical education teachers, and non-physical education teachers at SD Kanino, Amabi Oefeto District, Kupang Regency. The data collection techniques used 1) observation, 2) interviews, 3) documentation to complete the research data. The data analysis technique used was descriptive qualitative. Results and discussion: The application of teacher social competence in physical education learning makes teachers can be 1) inclusive, 2) objective, 3) non-discriminatory, 4) communicate subjectively, 5) empathize, 6) polite, 7) able to adapt, 8) able to communicate orally and in writing. Conclusion: The application of teacher social competence in physical education learning is where the teacher can communicate and interact with students, fellow educators, the school environment, and the school community. Keywords: teacher's social competence; Physical Education, sport and health Learning
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa BEP penjualan CV.
Talenta dari tahun 2016-2020 telah melewati titik impas, yang artinya
perusahaan tidak mengalami kerugian dan mampu menghasilkan laba dari
penjualan yang dilakukan.dan Perusahaan CV.Talenta merencanakan laba
untuk tahun 2021 sebesar 32% dari total penjualan tahun 2020 atau dalam
rupiah sebesar Rp.26.208.000 untuk mencapai target laba tersebut
perusahaan harus menjual 9.154 bungkus atau dalam rupiah sebesar
Rp.91.532.034.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PRODUKTIFITAS TANAMAN SAWI HIJAU DENGAN MENGUNAKAN SISTIM IRIGASI TETES Asakameng, F. A*) Nainiti, N. P.P.E. **) Makaborang, M***) Penelitian mengenai pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau Brassica juncea L. pada berbagai jenis tanah yang berbeda, dan telah dilakukan mulai bulan April hingga Mei 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik (perbedaan antara perlakuan) pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau Brassica juncea L. Perlakuan yang dicoba yaitu A (Tanah organosol) B (tanah pasir), C (tanah lateril) dan D (tanah kapur). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan berat basah tanaman sawi hijau Brassica juncea L. Data dianalisis mengunakan sidik ragam (ANOVA). (A Tanah Laterit) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 12 daun, lebar daun 15,833 cm, panjang daun 23,333 cm dan berat tanaman 173,5 gr (B Tanah Pasir) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 9 daun, lebar daun 12,833 cm, panjang daun 19,667 cm dan berat tanaman 94,333 gr. (C Tanah Organosol) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 10 daun, lebar daun 12,500 cm, panjang daun 19,000 cm dan berat tanaman 88,333 gr.( D Tanah Kapur) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 9 daun, lebar daun 14,500 cm, panjang daun 18,833 cm dan berat tanaman 142,167 gr. Kata kunci: Sawi Hijau (Brassica juncea L), Tanah Laterit *) Peneliti **) Pembimbing 1 ***) Pembimbing 2
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masalah yang diidentifikasikan adalah: 1) Bagaimana Pelaksanaan Pendidikan Jasmani dalam Mencapai Tujuan Pendidikan. 2) Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Penjasorkes. 3) Bagaimana Kreativitas Guru dalam Proses Pembelajaran Penjasorkes. 4) Seberapa Besar Kreativitas yang Dilakukan Oleh Guru dalam Proses Pembelajaran Penjasorkes. Kemudian Rumusan Masalah, yaitu Bagaiman kreativitas guru dalam proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Kristen 1 Soe? Tujan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kreativitas guru dalam proses pembelajaran penjasorkes. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru penjasorkes dan siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Kemampuan kreativitas guru penjasorkes terhadap proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Kristen 1 Soe guru sudah melakukan kemampuan kreativitasnya berdasarkan lima aspek, yaitu1) Kelancaran berpikir (fluency of thinking), 2) Keluwesan berpikir (flexibility), 3) Elaborasi (elaboration), dan 4) Originalitas (originality) dan 5) mengembangkan (Redefinition). Saran bagi guru agar menambah pengetahuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran baik teknik atau cara mengajar agar proses pembelajaran dapat berjalan lancer dan siswa, terus bersemangat dan bersungguh- sungguh dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACT MODIFIKASI MEDIA BALON UNTUK AKTIVITAS GERAK SEPAK SILA PADA SISWA KELAS VI DI SD INPRES KUANINO 2 KOTA KUPANG Krisdayanti A. Djami Bangngu1*, M. Rambu P. Wasak2, Jusuf Blegur3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: The problems often faced by elementary school students in the sepak takraw are basic techniques and equipment problems. The lack of educational facilities and infrastructure by schools requires teachers of physical education to be more creative in empowering and optimizing existing facilities and infrastructure following the conditions of students and schools. The equipment needed in the sepak takraw game includes a takraw ball and a net. The school only has a net and a ball and no field. Research objectives: This study aimed to determine the modification of the balloon as the media in the sixth-grade student's movement of sepak sila activity at SD Inpres Kuanino 2 Kupang City. Research method: This study used a naturalistic qualitative approach. Results and discussion: The research results and discussions on how to modify balloon media for class VI soccer practice activities at SD Inpres Kuanino 2 Kupang City using balloon media modifications. Researcher students changed balloon media as seen from 1) Modification of the number, 2 ) Heavy and light modifications, 3) Shape modifications. Conclusion: Suggestions for physical education teachers can use balloons as a substitute for balls because elementary students like the modified media from balloons, and students continue to be more enthusiastic and serious in participating in Physical Education learning. Keywords: Modification of media, movement activities, Sepak Sila
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk menganalsis disiplin kerja terhadap kinerja anggota di Polres Kota Kupang, dan Untuk menganalsis beban kerja terhadap kinerja anggota di Polres Kota Kupang. Dengan latar belakang penelitian ini adalah Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting di dalam suatu organisasi. Dengan demikian setiap organisasi harus senantiasa meningkatkan kualitas kinerja sumber daya manusianya untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, Salah satu sistem pembinaan karier anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dilaksanakan melalui mutasi pada setiap jenjang kepangkatan secara rutin dan insidentil berdasarkan kebutuhan organisasi atau pertimbangan kepentingan individu Anggota sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. Mutasi Jabatan dalam hal ini adalah pemindahan anggota dari suatu jabatan ke jabatan yang lain, baik yang sifatnya promosi, setara maupun demosi. Mutasi bisa berupa mutasi antar daerah yakni pemindahan anggota antar Polda atau antar Satuan fungsi (Satfung) di lingkungan Mabes POLRI atau dari Polda ke Mabes POLRI atau sebaliknya tanpa menunjuk jabatan Fakta yang diperoleh melalui penelitian awal tanggal 15 Februari 2021 menunujukkan hasil yang berbeda, ternyata penempatan sumber daya dalam institusi Kepolisian seringkali tidak tepat. Berdasarkan hasil wawancara awal 15 Feberuari 2021 dengan
beberapa anggota POLRI Resort Kupang kota, menunjukkan bahwa masih banyak anggota POLRI yang merasa bahwa dirinya kurang
kompeten dalam mengimplementasikan tugasnya pada suatu bidang setelah mutasi diberlakukan. Anggota-anggota tersebut berpendapat bahwa bidang yang dimaksud kurang atau bahkan tidak sesuai denganxiii minat, bakat serta kompetensinya. Ketidakpuasan anggota dalam penempatan kerja menimbulkan dampak yang cukup besar baik terhadap anggota itu sendiri, bagi organisasi, dan juga bagi masyarakat. Ketidakjelasan mutasi tersebut menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda pada bawahan, serta membuat mereka bekerja dalam ketidakpastian karena sewaktu-waktu dapat dilakukan mutasi.
Banyak kasus yang dijumpai dimana anggota POLRI ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai minat dan kompetensinya. Sebagai contoh, anggotaanggota tersebut ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai dengan dikjur (Pendidikan Kejuruan) yang telah dilaksanakan. Misalnya anggota tersebut mengikuti dikjur Binmas tetapi saat penempatan justru pada unit Reserse, sehingga penempatan tersebut tidak sesuai dengan kompetensi anggota. Selain itu, seringkali bidang baru setelah mutasi diberlakukan merupakan bidang yang kurang diminati oleh anggota yang bersangkutan secara psikologis, anggota POLRI yang ditempatkan pada bidang yang kurang sesuai dengan minat dan kompetensinya tentu akan mengalami konflik-konflik internal seperti ketidaknyamanan yang pada akhirnya akan membuat anggota tersebut merasa tertekan atau stress dan merasa terbebani hingga memicu frustrasi, ini akan mengakibatkan anggota akan malas
dan menghindar dari pekerjaan yang sudah di berikan. Hasil penelitian ini adalah Responden yang merupakan anggota polisi resort kota Kupang menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Nilai Hasil Pengujian H1 menunjukan variabel Disispli Kerja (X1) terhadap variabel Kinerja Anggota (Y) sebesar 0,796, hasil ini menunjukan bahwa peranan variabel disispli kerja memiliki hubungan yang kuat sehingga dapat meningkatkan
kinerja anggota Polisi Resort Kota Kupang Dikarenakan atasan dan rekan kerja saling mendukung dalam bekerja dan pembagian tugas diberikan sesuai dengan peran masing-masing anggota sehingga anggota polisi merasa disiplin kerja menjadi lebih baik jika kesadaran dan kesediaan setiap anggota menaati semua peraturan danxiv norma-norma sosial yang berlakuJika kemampuan pekerja lebih tinggi dari padatun tutan pekerjaan, akan muncul perasaan bosan. Namun sebaliknya, jika kemampuan pekerja lebih rendah dari pada tuntutan pekerjaan, maka akan muncul kelelahan yang lebih. Beban kerja yang dibebankan kepada karyawan dapat dikategorikan kedalam tiga kondisi, yaitu bebankerja yang sesuai standar, beban kerja yang terlalu tinggi (over capacity) dan beban kerja yang terlalu rendah (under capacity). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel Beban Kerja (X2) terhadap variabel Kinerja Anggota (Y) sebesar 0,906. Hasil ini menunjukan bahwa beban kerja memiliki korelasi terhadap kinerja anggota polisi resort kota Kupang. Artinya bahwa Disaat organisasi memberikan aturan disiplin kerja maka dengan sangat mudah akan mewujudkan efektivitas dan efisiensi kerja sehingga akan muada pula dalam mencapai tujuan organisasi secara
maksimal.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengguliran Dana Pem Tahap VI Tahun 2019 (Nov 2019 S/d Juli 2021) Jumlah Penerima 30 Orang Jumlah Dana Yang salurkan Rp.227.000.000 Cicilan s/d Bulan lalu Rp.42.282.000. Cicilan Bulan ini Rp.1.270.000. Cicilan s/d Bulan ini Rp.43.552.000 Sisa Cicilan Rp 183.448.000.pada umumnya responden penerima bantuan pemberdayaan ekonomi berada pada usia produktif dan berpendidikan cukup memadai. usaha yang paling menonjol dikalangan responden penerima bantuan modal adalah usaha kios sembako dan usaha ternak babi. dengan jumlah bantuan terbesar pada kategori Rp. 5.000.000 - Rp. 15.000.000. sebagian besar peserta mengerjakan usahanya sendiri (tanpa bantuan orang lain atau tanpa menggunakan tenaga kerja).sesudah adanya program dana pemberdayaan ekonomi masyarakat 96,67% usaha yang dijalankan oleh responden masih dikelolah sendiri dan 3,33% usaha yang dijalankan oleh responden menggunakan tenaga kerja. 3,33% usaha dengan menggunakan tenaga kerja menggunakan sistem upah harian dan bulanan.dari realisasi penyaluran dana pemberdayaan ekonomi sebesar 53,3 % , dengan 83,33% respondennya mengelola usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Kondisi demikian menunjukkan bahwa skala usaha atau aktivitas usaha responden masih terbatas atau relatif kecil, dan mengalami perkembangan modal usaha sebesar 34%. Adapun Responden yang melakukan pengembalian modal secara lancar sebesar 19,9%.peningkatan volume usaha responden terlihat mengalami peningkatan volume usaha sebesar 74,55% atau naik sebesar Rp.32.818.000 dari tahun 2018 ke tahun 2019, sedangkan dari tahun 2019 ke tahun 2020 peningkatan volume usaha sebesar 57,28% atau naik sebesar Rp.44.020.000. sebelum adanya dana pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah Rp.44.020.000, dengan pendapatan rata ratanya adalah Rp.1.467.333, masing – masing responden mendapat bantuan modal dari dana pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan jumlah dana secara keseluruhan sebesar Rp.227.000.000. Bantuan modal dana dari pemerintah digunakan oleh responden untuk pengembangan usaha, adapun hasil secara keseluruhan dari semua responden adalah Rp.120.858.000, dengan pendapatan sesudah menerima bantuan modal rata-ratanya adalah Rp.4.028.600.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi retribusi pasar kabupaten timor tengah selatan tahun 2017-2019 di lihat dari : (1) Strategi Yang Di Pakai
Dalam Meningkatkan Retribusi Pasar. (2) Analisis Trend Perkembangan Retribusi Pasar (3) Analisis Trend Perkembangan Retribusi Jasa Umum (4) Analisis Trend Perkembangan Retribusi Daerah (5) Kontribusi Retribusi Pasar Terhadap Retribusi Jasa Umum (6) Kontribusi Retribusi Jasa Umum Terhadap Retribusi Daerah . Pengumpulan data mengunakan metode Dokumentasi dan data yang di gunakan dalam penelitian ini berupa laporan realisasi retribusi pasar, retribusi Jasa Umum dan Retribusi Daerah tahun angaran 2017-2020. Hasil Optimalisasi retribusi Pasar Kabupaten Timor Tengah Selatan di lihat dari (1) strategi optimalisasi retribusi pasar meliputi 5 indikator memperluas basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan, meningkatkan pengawasan, meningkatakan efisiensi administrasi dan menekan biaya pemungutan serta meningkatkan kapasitas melalui perencanaan yang baik yang berarrti pemerintah kabupaten timor tengah selatan cukup serius untuk melaksanakan strategi yang ada. (2) trend perkembangan retribusi pasar dimasa yang akan datang terus mengalami peningkatan yang berarti Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan cukup serius untuk mengoptimalkan retribusi Pasar. (3) Trend Perkembangan Retribusi Jasa Umum terus Mengalami peningkatan di masa yang akan datang yang berarti Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan cukup serius untuk mengoptimalkan Retribusi Jasa Umum (4) Trend Perkembangan retribusi daerah menunjukan bahwa penerimaan retribusi Daerah untuk tahun-tahun yang akan datang terus mengalami peningkatan, Sehinga Retribusi Daerah juga perlu mendapatkan perhatian yang cukup serius dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk mengoptimalkan penerimaannya. (5) Kontribusi Retribusi Jasa Umum Terhadap Retribusi Daerah mengalami pertumbuhan dengan rata-rata setiap tahunnya dari tahun 2017-2020 sebesar 59,92 parsen sehingga dari hasil kontribusi retribusi Jasa Umum terhadap retribusi daerah tersebut dapat dikatakan termasuk dalam kategori Sedang karena perolehan nilai berada pada kriteria 50% . (5) Konttribusi Retribusi Pasar Terhadap Retribusi Jasa Umum mengalami pertumbuhan dengan rata-rata setiap tahunnya dari tahun2017-2020 sebesar 22,79%, sehingga dari hasil hasil kontibusi retribusi Pasar tersebut dapat dikatakan termasuk dalam kategori kurang.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan organisasi dapat tercapai apabila para pegawai mengerjakan pekerjaan sebagai tanggung jawabnya dengan dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku didalam organisasi atau dalam suatu perusahaan. Pada dasarnya sumber daya manusia mempunyai peranan yang penting dalam setiap aspek kehidupan suatu organisasi termasuk didalamnya adalah organisasi perusahaan lebih khususnya perusahaan media cetak Victory News oleh karena itu perlu memahami karakteristik para pegawai yang akan berperan dalam pencapaian tujuan organisasi.
Menurut Rivai (2009:405) kinerja perusahaan merupakan tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan dan dengan demikian kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk mendorongPada saat yang sama karyawan pun memerlukan umpan balik atas kinerja mereka sendiri yang disebut penilaian kinerja.
Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang ataupun barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan karyawan terhadap perusahaan (Hasibuan, 2002:118).Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan meningkatkan kepuasan kerja para karyawan adalah melalui kompensasi (Mathis dan Jackson, 2000:113). Secara sederhana kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan untuk balas jasa kerja mereka.
Pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistimatika dan terorganisir dimana karyawan non manajerial mempelajari pengetahun dan ketrampilan teknis dalam tujuan teerbatas (Mangkunegara, 2000:44).
Lingkungan kerja dalm suatu perusahaan juga akan mendukung tingkat kinerja karyawan. Jika dalam lingkungan sekitar tempat kerja memberikan kesan yang tidak nyaman, karyawan akan merasa malas dalam bekerja. Hal ini sama seperti apa yang dikatakan oleh Nitisemito dalam Nuraini (2013:97) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yangada disekitar karyawan dan dapat mempengaruhi dalam menjalankan tugas yang diemban kepadanya.
Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: Pengaruh Kompensasi, Pelatiahan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Victory News Kupang. Ada pun yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah : Apakah kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory News Kupang? Apakah pelatihan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory News Kupang? Apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory News Kupang?
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis pertama yaitu kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut berdasarkan uji t sebesar 0.353 menunjukkan nilai signifikan sebesar 0.725 > 0.05 yang artinya lebih besar dari 0.05. Sehingga dapat membuktikan bahwa kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.
Hasil penelitian pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Victory News Kupang. Hal ini berdasarkan nilai uji t sebesar 2.321 menunjukkan nilai signifikan 0.024 < 0.05 yang berarti lebih kecil dari 0.05. sehingga membuktikan bahwa pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini memperkuat dan sejalan dengan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Berhard dan Sendow (2018) yang menyimpulkan bahwa baik secara parsial atau simultan pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.
Hasil penelitian pengaruh limgkungan kerja terhadap kinerja karyawan mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Victory News Kupang. Hal ini berdasarkan nilai uji t sebesar 4.729 menunjukkan nilai signifikan 0.00 < 0.05 yang berarti lebih kecil dari 0.05. sehingga membuktikan bahwa lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan
Implikasi terapan dalam penelitian ini adalah : 1. Hasil penelitian membuktikan bahwa kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, oleh sebab itu disarankan kepada pihak manajemen PT. Victory News agar dapat memperhatikan Upah dan gaji perlu tingkatkan, insentif perlu diperbaiki, tunjangan karyawan perlu disesuaikan dengan kondisi pekerjaan demikian juga dengan fasilitas yang digunakan oleh karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. 2. Pihak manajemen juga perlu memperhatikan tentang pemberian pelatihan kepada karyawan agar dapat meningkatkan dan menambah ketrampilan dan wawasan karyawan dalam bekerja, 3.Pihak manajemen dapat memperhatikan dan memperbaiki lingkungan kerja, menigkatkan pencahayaan, mengurangi bau tidak sedap serta kebisingan yang dapat mengganggu dalam bekerja.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Peran orang tua dalam pendidikan keluarga merupakan hal yang sangat penting. Orang tua menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pertumbuhan anak-anak baik secara jasmani maupun rohani. Peran orang tua dalam hal ini kedua pihak yakni bapak maupun ibu. Namun dalam kenyataannya secara umum dalam keluarga-keluarga Kristen peran orang tua dalam pendidikan iman keluarga sangat rendah. Oleh karena itu dalam skripsi ini penulis mengkaji tentang peran Abraham sebagai orang tua, dalam mendidik keluarganya sebagai refleksi bagi peran orang tua di dalam pendidikan keluarga pada masa kini. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan. Metode kepustakaan adalah metode yang mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengolah bahan penelitian. Kajian kepustakaan harus menghimpun teori-teori atau konsep-konsep yang terkait dengan aspek penelitian baik aspek utama maupun penjabarannya. Penulis juga menggunakan metode penelitian tokoh atau biografi. Penelitian tokoh atau biografi bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara menyeluruh tentang segala sesuatu dari seorang tokoh, baik berupa ide, gagasan, teori, pemahaman, pandangan dan hal unik yang dimiliki tokoh tersebut. Metode penulisan yang dipakai penulis adalah deskriptif, analisis dan reflektif. Penulis mendeskripsikan latar belakang tokoh Abraham, lalu menganalisis model pendidikan yang diterapkannya dalam keluarga, dan kemudian merefleksikan model pendidikan Abraham tersebut terhadap peran orang tua dalam mendidik keluarga. Berdasarkan kajian di atas penulis mendapatkan bahwa peran orang tua dalam pendidikan keluarga sangat penting. Keteladanan Abraham dalam hidupnya sehari-hari menjadi model pendidikan yang baik bagi orang tua untuk mendidik anak-anak. Model pendidikan ini penulis sebut sebagai model pendidikan langsung dan kontekstual. Model pendidikan ini menekankan pada peran orang tua sebagai pendidik yang dituntut untuk harus menjadi panutan atau teladan bagi anak-anak yang dididik. Selain itu, kontekstualisasi terhadap bahan yang diajarkan dalam proses pembelajaran juga sangat penting karena sasaran model ini adalah pada tindakan nyata sehari-hari dari pendidik dan naradidik. Model pendidikan Abraham juga terdapat beberapa kekurangan karena tidak memiliki bahan ajar tertulis, metode yang monoton serta beban terhadap pendidik yang besar dalam proses pendidikan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Kue Nastar uwi ungu merupakan produk hasil olahan percobaan dengan menggunakan tepung uwi ungu sebagai bahan substitusi tepung terigu. Tepung uwi merupakan hasil olah dari umbi Uwi ungu (Dioscorea Alata) yang kurang dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat, walaupun ada sebagian kecil masyarakat yang mengelolah uwi secara sederhana saja seperti di rebus, kukus dan di goreng untuk dijadikan keripik. Dalam tujuan penelitian, maka dilakukan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan masing masing di ulang sebanyak 3 kali dengan prensentase 0%, 5%, 10%, dan 15% tepung uwi. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapt pada perlakuan B dengan substitusi 5% tepung uwi terhadap Warna Nastar uwi yang tertinggi dengan skor 4,600a (sangat suka), Aroma Nastar uwi yang paling disukai yaitu terdapat pada perlakuan substitusi 5% tepung uwi dengan sko 4,550a (sangat suka), Rasa Nastar uwi yang disukai terdapat pada perlakuan substitusi 5% tepung uwi dengan skor 4,767a (sangat suka), dan Tekstur Nastar yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan substitusi 5% dengan skor 4,683a (sangat suka)