2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Materi yang terkait dalam buku ini didukung dengan hasil riset sehingga diharapkan lebih memperluas wawasan tentang anatomi komparatif organ reproduksi jantan pada hewan cervidae berikut karakteristik sekundernya yang berupa ranggah (antler) dan anatomi makroskopis (histologi) dan fisiologi organ reproduksi jantan pada muncak secara khusus dan juga membandingkannya dengan sub spesies muncak dan beberapa spesies cervidae lainnya. Buku Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Jantan dan Ranggah Muncak (Cervidae) terbagi atas beberapa topik bahasan yaitu anatomi organ reproduksi jantan dan ranggah berikut fisiologinya. Anatomi dan fisiologi organ reproduksi jantan muncak dibahas dengan pendekatan secara anatomi komparatif sehingga membantu pembaca memahami mengenai anatomi anatomi dan fisiologi organ reproduksi jantan dan ranggah muncak (cervidae).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANATOMI RINDU 2 adalah juga kumpulan opini, puisi, dan sajak yang menyerupai kakak kandung sebelumnya, Anatomi Rindu 1. Butuh waktu satu tahun lebih untuk melahirkan buku ini kembali, sejak Anatomi Rindu yang. Pada buku yang pertama, penulis sengaja membiarkan rasa mengambang, rindu yang kemana mana, dan kesimpulan yang dibuat sendiri-sendiri oleh pembacanya. Di buku Anatomi Rindu 2 agak berbeda. Penulis membaginya ke dalam tiga fase perjalanan, yaitu ; fase kehilangan, fase kesendirian, dan fase ketuhanan. Anatomi Rindu 2 tidak akan membiarkan ada rasa yang mengambang setelah dibuat berbunga, dan pada akhirnya ada Tuhan yang selalu setia.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Puji syukur Alhamdhulillah dipanjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa yang telah menganugerahkan kesehatan dan motivasi kepada penulis sehingga buku ini bisa terwujud. Salam dan sholawat semoga tetap tercurahkan kepada tauladan umat yaitu Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya. Buku Anatomi Fisiologi untuk Terapis berisi sistemsistem yang ada pada tubuh manusia ditinjau baik dari strukturnya (anatomis) maupun fungsinya (fisiologis) beserta pengaruhnya pijat terhadap masing masing sistem. Terwujudnya buku ini ber-awal dari rasa keprihatinan terhadap para penyehat tradisional bahwa mereka berhubungan dengan kesehatan manusia namun pemahamannya tentang struktur dan fungsi organ masih perlu ditingkatkan. Terapis yang memahami tentang struktur tubuh dan bagaimana fungsinya penting untuk merancang pemeliharaan kesehatan yang efektif dan menjelaskan kondisinya kepada klien.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bahan ajar ini diperlukan untuk menunjang proses belajar mengajar Botani Farmasi 1 dan memenuhi kebutuhan pustaka bagi mahasiswa farmasi STIKes Bogor Husada. Dalam bahan ajar ini terdapat tinjauan tentang anatomi tumbuhan.Untuk saat ini bahan ajar ini hanya digunakan oleh Civitas Akademika STIKes Bogor Husada.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Anatomi dan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari urai tubuh beserta fungsinya. Sebagai pun calon tenaga kesehatan sudah menjadi keharusan bahwa setiap pelayanan kesehatan yang dilakukan harus mengerti terhadap keilmuan dasar. Anatomi perlu dimengerti karena menjadi dasar pertimbangan dalam setiap tindakan asuhan kepada pasien. Demikian juga, anatomi fisiologi tubuh manusia , terutama terkait kulit, rambut dan kuku menjadi suatu ilmu pendukung bagi mahasiswa AKS-AKK prodi tatarias, karena penting untuk memhami anantomi fisiologi ini sebagai ilmu yang memperkuat keterampilan dalam pemberian perawatan pada manusia. Secara umum buku ini terbagi dalam 3 bagian yaitu bagian . Bagian pertama menjelaskan pengantar anatomi sistem dan organ tubuh. Dimulai dari istilah-istilah dalam anatomi, sistim muskuloskeletal, syaraf, jantung dan pembuluh darah, darah dan sistim imunitas, pernafasan, pencernaan, reproduksi, perkemihan, endokrin, integument serta persepsi sensori, vitamin, dan mineral. ke dua fungsi dari masing-masing sistim/organ tubuh dan yang ketiga, menjelaskan beberapa gangguan ringan pada beberapa organ tersebut terutama kulit, rambut dan kuku. Buku Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia ini berupaya memaparkan dengan lebih sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh mahasiswa perawat maupun mahasiswa prodi tatarias AKS-AKK, namun demikian, mata kuliah ini sangat sulit karena kompleksitasnya. Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai contoh ragangan gambar untuk memperjelas, dan memudahkan serta dapat membantu mahasiswa dalam memahami dan lebih mudah dipelajari dan diingat. Semoga sederhana ini sangat berguna bagi mahasiswa dan perawat praktisi di tatanan pelayanan, Juga, mahasiswa tata rias.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jemaat Imanuel Kefamenanu Klasis Timor Tengah Utara merupakan salah satu anggota GMIT yang sangat merasakan dampak Pandemi Covid-19 khususnya yang dialami dalam sebuah kedukaan. Kedukaan ditengah Pandemi dirasakan sangat berbeda dari kedukaan-kedukaan yang dialami sebelum adanya pandemi. Berbagai dampak positif dan negatif muncul pada saat adanya kedukaan. Kedukaan di masa Pandemi sangat berbeda karena waktu yang dipersingkat, kontak fisik, jaga jarak serta dampak lainnya harus dirasakan dan mengakibatkan kesedihan yang mendalam kepada setiap keluarga yang berduka. Pembatasan sosial menjadi sebuah dampak yang pada akhirnya sangat berpengaruh terhadap kematian ditengah Pandemi. kedukaan yang dialami ditengah Pandemi ini mengharuskan setiap keluarga dan jemaat untuk memiliki kekuatan yang lebih dalam menghadapi kedukaan. Melihat permasalahan di atas, penulis kemudian tertarik untuk meninjau lanjut dalam sebuah penulisan skripsi. Metode yang penulis gunakan adalah sebuah tinjauan pastoral terhadap dampak pembatasan sosial kepada keluarga duka selama adanya Pandemi Covid-19. Tinjauan pastoral ini sangat menolong keluarga duka dan jemaat dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi. Dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi Covid-19 fungsi pelayanan pastoral sangatlah membantu. Fungsi-fungsi itu terdiri dari: membimbing, menopang, mendamaikan dan mengasuh. Dengan kehadiran pelayanan pastoral ditengah kedukaan seharusnya dapat memberikan kontribusi dan menolong setiap keluarga yang mengalami kesedihan dikarenakan kedukaan. Fungsi pastoral juga merupakan salah satu jalan mendewasakan setiap keluarga yang berduka. Peranan gereja sebagai gembala juga sangatlah dibutuhkan untuk membimbing setiap keluarga yang berduka ditengan Pandemi Covid-19. Ditengah Pandemi Covid-19 mengharuskan gereja bekerja secara lebih efektif dan kreatif, karena dalam masa ini segala bentuk pelayanan harus dibatasi oleh waktu. Pertolongan yang diberikan oleh gereja sebagai gembala mesti dilakukan secara terus menerus meskipun hanya melalui sebuah kontak dengan jarak yang jauh. Otoritas Tuhan tidak bisa dibatasi oleh pemikiran manusia. Dan ketika manusia mengalami penderitaan khususnya menghadapi covid-19 ini, seharusnya tanggung jawab diletakan kepada manusia sebagai “pewaris” dari alam ciptaan Tuhan. Ia menginginkan agar manusia tidak menjadi manusia yang cengeng dengan sedikit-sedikit meletakan seluruh tanggung jawab kepada Tuhan ketika menghadapi malapetaka dan penderitaan. KATA KUNCI: Kedukaan, Pandemi Covid-19, Pembatasan Sosial, Pastoral, Gembala.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kehidupan patriarki merupakan kehidupan yang di dominasi oleh kekuasaan laki-laki. Kekuasaan tersebut membuat lali-laki menjadi yang utama dalam berbagai bidang, misalnya pendidikan, khususnya di tanah Timor (suku Timor). Laki-laki diberi hak untuk mendapatkan pendidikan terbaik, sedangkan perempuan lebih pada urusan dapur. Inilah yang menyebabkan perempuan Timor menjadi tidak bebas untuk melakukan sesuatu. Hasil produktifitas perempuan menjadi menurun dan perempuan menjadi tertinggal dibandingkan dengan laki-laki . Melihat hal ini, pemerintah dan gereja bersepakat untuk mendirikan sekolah bagi perempuan yang diberi nama Skol Bife Meto. Secara etimologis, Skol Bife Meto berasal dari bahassa Timor yakni; Skol yang berarti sekolah, Bife yang berarti perempuan, dan Meto yang berarti Timor, jadi Skol Bife Meto berarti Sekolah Perempuan Timor. Sekolah ini didirikan dengan tujuan agar perempuan Timor mempunyai kesempatan untuk memberi perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji peran Skol Bife Meto di Desa Anin, Kec. Amanatun Selatan Kab Timor Tengah Selatan sebagai bagian dari upaya untuk mengangkat derajat perempuan. Metode penelitian yang digunakan ialah deskripsi dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan menemukan fakta untuk menggambarkan realita yang terjadi berdasarkan fenome-fenome yang ada. Kehadiran sekolah Bife Meto nampak membawa perubahan dalam kehidupan para siswi dan keluarga mereka. Banyak istri yang mulai berani berbicara kepada suami tentang pembagian kerja di dalam rumah. Bahkan ada juga suami yang mulai memiliki kesadaran bahwa bekerja dalam rumah bukan semata-mata tugas seorang istri, tetapi tanggung jawab bersama sebagai anggota keluarga. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan tempat yang penting bagi kehidupan perempuan untuk hidup di tengah masyarakat yang patriarki. Dengan mendapatkan pendidikan yang baik maka perempuan dapat mengubah kehidupannya. Perempuan diciptakan Allah untuk menjadi penolong yang sepadan dengan laki-laki (Kej.2:21-22). Laki-laki dan perempuan diciptakan oleh Allah yang sama tanpa membedakan bentuk dan rupa sehingga pemaknaan tentang kehadiran perempuan di samping laki-laki adalah supaya laki-laki dan perempuan dapat secara bersama-sama dalam mengusahakan dan memelihara segala makhluk ciptaan Allah lainnya. Kesetaraan gender yang diperjuangkan di Skol Bife Meto ini adalah bagian dari pergumulan teologis tentang kesetaraan gender. Oleh karena itu, telaah tentang penciptaan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah menjadi bagian yang penting dalam melihat keseteraan gender secara teologis. Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana kesetaraan gender dapat nampak dalam tafsiran kitab suci, yang sering menggunakan kaca mata patriarki, jika menggunakan kacamata gender. Kata kunci: Skol Bife Meto, gender, pendidikan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jemaat GMIT Mahanaim Melangwala adalah salah satu jemaat yang berada di Desa Pura Barat, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Jemaat masih terikat dengan adat istiadat dalam kampung tersebut. Sebagai manusia yang hidup dalam kebudayaan, tentu kita tidak bisa memisahkan diri dari budaya atau melepaskan diri dari budaya, karena kita ada dalam budaya dan budaya melekat dengan kita. Adat istiadat ini masih dipelihara dan dilakukan secara turun tumurun yang diwariskan dari nenek moyang kepada mereka sebagai makluk yang berbudaya. Salah satunya yang penulis ambil, dan menulisnya sebagai suatu kajian ilmiah adalah ritus Jang’u Atera. Ritus Jang’u Atera suatu proses penerimaan perempuan yang dilakukan oleh jemaat ketika calon istri dan istri hadir di Melangwala. Proses penerimaan dilakukan agar sang calon istri dan istri mendapatkan keturunan, mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan bersama suami, serta terhindar dari celaka yang akan mengancam hidup mereka. Dalam menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan sebuah pendekatan teologi kontekstual, yakni pendekatan sintesis yang dijabarkan oleh Stephen B. Bevans. Model sistesis ini menunjukan adannya teologi jalan tengah yang menekankan bahwa tadisi kekristenan dan kebudayaan dalam sebuah konteks memiliki nilai kebenarannya masing-masing. Kebudayaan dan kekristenan saling berinteraksi dan saling memberi sumbangsih bagi kelanjutan bagi budaya dan Kekristenan. Dengan adannya sikap saling terbuka maka Allah dalam kemahakuasaaNya tetap berkarya dalam kehidupan berbudaya. Allah berbicara kepada umat melalui perantara. Allah memperkenalkan diri melalui perantara para nabi. Jadi Allah menyampaikan identitas dengan gambaran bahwa ketika Allah menyampaikan identitas sebagai Allah, Allah juga ingin menyatu dengan warga jemaat agar bisa menerima berita sebagai satu berita yang bisa menyatu dengan masyarakat dan bisa mempengaruhi mereka serta bisa menerima sebagai Tuhan atau berbalik kepada allah lain. Ritus Jang’u Atera dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menemukan adanya kata-kata kunci yakni, hubungan manusia dengan Allah, dan manusia dengan alam. Dimana manusia dalam kehidupannya melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak berkenan kepada Tuhan, sehingga manusia seharusnya mentaati dan menjalankan tugas Allah sebagai Pencipta makluk hidup yang ada di dunia. Kedua adalah penghargaan terhadap perempuan.Ritus Jang’u Atera yang dilihat penulis merupakan suatu penghargaan terhadap perempuan di Pura-Melangwala. Ketiga identitas perempuan, Identitas Perempuan menjadi warisan budaya di Pura-melangwala. Dalam dunia Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, perempuan seringkali tidak mendapat sebuah kedudukan dalam keluarga. Oleh Karena itu melalui penulisan ritus Jang’u Atera ini sekaligus membicarakan penghargaan terhadap perempuan dan merupakan identitas diri dari sebuah budaya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
MAGDALENA ROSIANA TUPA (17392122). Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum. Di bawah bimbingan : Yunialdi H. Teffu, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang Penyakit ice-ice menyebabkan penurunan produksi dan mutu bahan baku pangan, tidak hanya menurunkan hasil panen (60-70%) tetapi dapat menyebabkan gagal panen. Jenis bakteri patogen yang berpotensial menyebabkan penyakit ice-ice pada rumput laut adalah bakteri Vibrio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka lempeng total paling tinggi pada K.alvarezii Sulamu 4,5 X 106 dan paling rendah air laut 1 X 102 dan karakterisasi dari bakteri Vibrio ialah memiliki motil, memfermentasi glukosa dan mampu hidup pada NaCl 2-8%, bakteri yang teridentifikasi berdasarkan Bergey’s Manual Of Determinative Bacteriology yang terserang rumput laut pada penyakit ice-ice dengan kemiripan bakteri Vibrio alginolyticus 94-100%, Vibrio harveyi 91-100%, Vibrio vulnificus 94-97%, Vibrio fulvialis 97%, Vibrio metchnikovii 91-97%, Vibrio. Furnissii 91-94% dan Vibrio damsela 91% yang merupakan bakteri patogen, dapat menurunkan kualitas dari hasil panen bahan baku rumput laut. Pengukuran parameter lingkungan, suhu 27°C, 28°C dan 25°C, kecepatan arus 0.12 m/s, 0,21 m/s dan 0.13 m/s dan nilai pH 8
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Firens Ritman Tanaem (15380130) “Pengaruh Pemberian Pakan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Di Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Penyu Taefun”, dibawah bimbingan Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D, sebagai pembimbing utama dan Rockie R. L. Supit., S.Pi, M.Si sebagai pembimbing anggota. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ketersediaan dan kualitas pakan yang memadai sangat perlu mendapatkan perhatian dalam masa perawatan tukik. Pakan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi serta komposisi yang baik bagi pertumbuhan tukik ditentukan oleh kandungannya yang lengkap mencakup protein, lemak, dan karbohidrat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan tukik penyu lekang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020, bertempat di Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Penyu Taefun, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratoris. Dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian jenis pakan yang berbeda yaitu (P1) ikan tongkol, (P2) udang vaname dan jumlah ulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian didapatkan data rasio konversi pakan lebih baik pada perlakuan (P1) ikan tongkol 25,47±0,12 gram, data pertumbuhan panjang mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1) ikan tongkol 3,14±0,15 mm, data pertumbuhan lebar mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1)ikan tongkol 3,24±0,11 mm, dan data pertumbuhan berat mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1) ikan tongkol berat 4,41 ± 0,15 gram. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan pada rasio konversi pakan, panjang karapas, lebar karapas dan berat tubuh tukik penyu lekang (Lephidochelys olivacea) menunjukan pertumbuhan yang berbeda, walaupun nilai rasio konversi pakan dan berat tubuh tukik tidak memberi berpengaruh yang nyata.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ketidakadilan terhadap perempuan telah terjadi dari zaman Yesus sampai dengan sekarang ini. Yohanes :1-11 menggambarkan dengan jelas tentang, bagaimana seorang perempuan yang tertangkap basah sedang melakukan perzinahan. Ia ditangkap oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dan dibawa kehadapan Yesus untuk diadili atas kesalahannya tersebut. Menarik bahwa, tujuan utama dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tersebut adalah menjatuhkan Yesus. Namun, karena mereka tidak mendapatkan kesalahan Yesus, maka mereka menjadikan perempuan tersebut sebagai alat untuk menjatuhkan-Nya. Yesus dengan jelas mengetahui niat jahat yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tersebut. Yesus juga tahu bahwa, perempuan itu hanya dipakai sebagai alat untuk menjatuhkan-Nya. Yesus juga melihat bahwa, apa yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat serta orang-orang Farisi tersebut adalah suatu bentu ketidakadilan. Mereka berusaha melancarkan niat jahat untuk menjatuhkan Yesus, dengan memakai perempuan tersebut. Yesus menunjukkan keadilan-Nya di sini. Ia menyelamatkan perempuan tersebut dari hukuman mati dan membongkar niat jahat ahli-ahli Taurat serta orang-orang Farisi tersebut. Namun, hal penting lainnya ialah Yesus tidak menghendaki perzinahan, Ia dengan tegas memerintahkan perempuan tersebut untuk tidak melakukan kesalahannya lagi. Dan menarik bahwa perempuan tersebut tidak memberontak serta bertanggungjawab atas kesalahannya. Ia juga menyerahkan seluruh hidupnya kepada Yesus, karena ia tahu Yesus adalah Tuhan yang sanggup menyelamatkannya Di masa sekarang masih banyak perempuan yang menjadi korban dari ketidakadilan yang dipengaruhi oleh sistem dan kebudayaan, yang mana laki-laki menjadi dominan di dalamnya. kaum laki-laki. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan, karena sedang dalam tekanan yang sangat berat. Perempuan-perempuan tersebut juga mengalami kekerasan secara fisik. Jelas bahwa ketidakdilan sedang merajalela di masa sekarang ini. Oleh karena itu, dengan mendalami teks Yohanes 8:1-11 mengenai Perempuan yang berzinah, penulis berupaya mencari dan menemukan bagaimana seharusnya berlaku adil terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan, yakni dengan tidak menempatkan perempuan sebagai obyek namun menempatkannya sebagai subyek. Selanjutnya bagaimana seharusnya perempuan yang menjadi korban menghadapi permasalahannya, yakni dengan berpegang teguh kepada Tuhan dan tidak memberontak.. Untuk mencapai maksud tersebut, penulis menggunakan metodologi historis kritis agar memperoleh kerygma teks dan dapat diterapkan pada konteks.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACT This study discusses about “An analysis on factors influencing online English learning during covid-19 at Artha Wacana Christian University Kupang in academic year 2019/2020”. The aims of study: to know the factors influencing online English learning during covid-19 at Artha Wacana Christian University. This research used descriptive qualitative method and collecting data by interview (give questionnaires in a manner online). The data were analyzed through stages, namely transcribing the data from the respondent into written data, identifying and classifying data based on the factors influencing online English learning during covid-19, from giving questionnaires and analyzing data. The researcher concludes that there are many factors are facing by students in their daily learning activity or online English learning during covid-19 and those aren’t ensuring students to interest and enjoy the learning nicely. The analysis data that take of factor influencing in online English learning in this current situation covid-19. Therefore, it is become problems for students which is happened during online learning but, the student always enjoy to join the online class. Although in this current situation of covid-19 the researcher showed readers that the English learning are still well even students facing many problems during the Online class, they are challenged and learned new things. Keywords: factors influencing, covid-19, Online Learnig and E-learning.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Novilia Rossince Siki; Pendidikan Multikultural di SD GMIT Oenaek; “Analisis SWOT Terhadap Peran Sekolah GMIT dalam Membudayakan Pendidikan Multikultural di SD GMIT Oenaek Kupang Barat.” Pembimbing I: Pdt. Merensiana Hale, M.Th; Pembimbing II: Pdt. Dr. Fredrik Y. A. Doeka, MA. Tulisan ini mengkaji persoalan pendidikan multikultural yang berlangsung di SD GMIT Oenaek. Sejauh mana pendidikan multikultural menjadi prioritas untuk diwujudkan dan dibudayakan melalui kajian kurikulum dan metode pembelajaran yang mencakup berbagai pengetahuan tentang keberagaman suku, budaya, bahasa, ras, gender, sosial dan agama, sebab melalui peranan pendidikan multikultural dapat mempersiapkan peserta didik sejak dini agar mampu bersikap terbuka dengan perbedaan yang ada serta mampu untuk mencegah dan menangani konflik yang ditimbulkan oleh perbedaan-perbedaan tersebut. Untuk itu, SD GMIT Oenaek sebagai sekolah yang berbasis agama Kristen Protestan diharapkan dapat menjadi wadah yang dapat membudayakan pendidikan multikultural ini. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah pertama, mendeskripsikan dan mengkaji konteks SD GMIT Oenaek. Kedua, mengkaji dan menganalisa sejauh mana peran SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural. Ketiga, merefleksikan peran SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural di tengah masyarakat majemuk. Untuk mencapai tujuan penulisan tersebut, maka metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Selanjutnya penulis melakukan wawancara dan observasi langsung ke lokasi penelitian dan penulis juga menggunakan penelitian pustaka untuk memahami literatur-literatur yang menunjang penulisan karya ilmiah ini. Sedangkan metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif lalu dianalisis menggunakan analisis SWOT dan ditarik kesimpulannya menggunakan Balance Scorecard dan diakhiri dengan merefleksikan peran dari SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural. Mengacu pada hasil penelitian, maka penulis menemukan bahwa SD GMIT Oenaek sebagai sekolah berbasis agama Kristen Protestan belum dapat menjalankan perannya secara optimal. Faktor yang mempengaruhi baik secara internal maupun eksternal dan berdasarkan analisis yang telah dikaji dalam beberapa aspek yakni sejarah, struktur organisasi, visi misi, komposisi guru dan siswa, keadaan infrastruktur, keadaan sosial masyarakat dan sistem pendidikan, maka terdapat kekuatan dan peluang yang bisa menolong, akan tetapi terdapat juga kelemahan dan ancaman yang bisa menjadi penghambat. Adapun nilai-nilai multikulturalisme yang termuat dalam dasar biblis, serta bentuk tindakan kasih yang telah ditunjukkan oleh Yesus dapat menjadi kunci utama yang harus dimiliki semua orang agar mampu hidup berdampingan dengan damai dalam keberagaman dan menjadi acuan bagi pendidikan dalam konteks majemuk serta menjadi jalan bagi manusia untuk bisa saling mengenal dan mengasihi satu dengan yang lain. Dengan belajar hidup dalam perbedaan, berpikir terbuka untuk belajar budaya lain, menjunjung sikap saling menghargai, serta menjadi penyalur kasih merupakan peran atau nilai-nilai multikulturalisme yang diharapkan dapat dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi peran-peran tersebut belum dapat diwujudkan secara optimal oleh SD GMIT Oenaek. Untuk mencapai peran-peran tersebut, maka membutuhkan kerjasama serta partisipasi aktif dari berbagai pihak baik itu pengelola pendidikan, peserta didik, orang tua dan sistem pendidikan beserta fasilitas pendukung lainnya yang perlu ditingkatkan lagi, serta diharapkan dapat menjadi pendukung dalam meningkatkan kualitas SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural di tengah kehidupan masyarakat majemuk yang semakin modern.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pertanian yang dijalankandenganpengunaanbahan-bahankimiasemakinharisemakinmengancamtanahsebagaiwadahpertanian. Tanah yang semakinrusakditandaidengankesuburan yang berkurang, hama yang semakinkebaldankematian mikro-organisme di dalamtanah. Bahankimiainijugaberakibatpadakerusakanalamataulingkungansepertipeningkatan gas emisi, pencemarantanahdan air akibatreduksibahankimiadankeracunanpadamakanan yang dikonsumsiolehmakhlukhidup yang memakanya. Pola pertanian dengan bahan-bahan kimia juga masih ditemukan di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat. Para petani di jemaat ini didorong untuk bertani selaras alam yaitu “Pertanian Organik”. BerefleksidariKejadian 2:4b-25, menolong agar setiapmanusiakhususnyaparapetanimulaimenyadari bahwa pemberian lahan pertanian dari Allah adalah melanjutkan tugas dari Allah untuk mengelola dan memeliharataman Eden. Pertanian yang baikdanmenjadisolusidalammenghadapikerusakanlingkungan di bidangpertanian ialah “pertanian organik”.Penelitiandanpenulisaninibertujuanmenganalisisdanmenjelaskanhubunganpertaniandengankerusakanlingkungan.Krisis ekologi dari bidang pertanian perlu untuk diperhatikan. Wilayah pertanian di Jemaat Alfa Omega Labat sangat berperan penting bagi jemaat sekitarnya, berbagai interaksi terjadi melalui bidang pertanian di jemaat ini. Pertanian sudah menjadi salah satu sumber hidup bagi jemaat di tempat ini, lingkungan yang padat ekosistem dengan berbagai tumbuhan dan sungai sangat mendukung pertanian di wilayah ini. Model atau pola pertanian di wilayah ini mulai berganti dengan penggunaan teknologi seperti traktor dan bahan-bahan kimia untuk menyuburkan tanaman dan menjaga dari kerusakan. Penggunaan bahan kimia yang sudah berlangsung selama ini ternyata berbanding terbalik dengan harapan para petani. Tanah semakin semakin rusak dan hasil panen terus menurun. Pola pertanian seperti ini jika terus dipertahankan maka, akan memberi dampak pada kerusakan lingkungan. Dalam bingkai ekoteologi gerejadanumatkristenjugabertanggungjawabuntukmemperbaikilingkungan yang sudahrusakdaribidangpertanian. Berefleksi dari Kejadian 2:4b-25, mengarahkan kita maupun para petani pada sikap hidup yang menghormati dan menghargai alam semesta sebagai bentuk penyembahan kepada Allah, terutama dalam pengelolaan pertanian yang selaras dengan alam. Parapetani di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat diharapkan agar mulaimenerapkansistempertanianorganik yang menyejahterakandanmemberikeharmonisanbagisesamaciptaanlainya. Pertanianorganikperlujugamendasarikehidupanparapetaniketikabertani, Pertanianinimenjadiwujudimandanibadahsejatikepada Allah. Para petaniperlumemandangsetiaplingkunganpertanianlayaknyataman Eden yang sedangdiusahakandanberpihakpadakehidupantanpakeserakahan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tindakan disiplin gereja atau siasat gereja dilakukan oleh GMIT untuk menata kehidupan anggotanya menjadi murid Kristus yang taat dan dengan rela hati melakukan apa yang diajarkan kepada mereka. Pemahaman jemaat dalam penerapan tindakan disiplin gereja di jemaat GMIT Imanuel Oenali sangatlah beragam. Pemahaman jemaat yang berbeda sampai pada anggapan disiplin gereja yang diberikan tersebut merupakan sebuah hukuman yang diberikan oleh gereja kepada anggota jemaatnya. Pemahaman tersebutlah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian bagaimana pemahaman jemaat mengenai tindakan disiplin gereja dan penerapannya di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif sehingga bisa mendalami permasalahan tersebut, mengambil sampel dan melakukan wawancara sehingga memperoleh informasi dengan lebih akurat. Hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat diketahui dampak penerapan tindakan disiplin gereja yang diberlakukan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menemukan bahwa anggota jemaat yang menerima tindakan disipli gereja menarik diri dari pelayanan yang diberikan kepada mereka. Melihat faktor serta dampak yang terjadi dalam jemaat, penulis kemudian mendialogkannya dengan teologi pastoral, mengingat teologi pastoral dalam hal pendampingan dan percakapan pastoral tidak dapat terpisahkan dengan tindakan disiplin gereja yang diaplikasikan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Percakapan dan pendampingan pastoral yang dilakukan serta pemahaman jemaat dalam memahami tindakan disiplin gereja tersebut akan mempengaruhi proses tindakan disiplin gereja di jemaat ini. Oleh sebab itu maka pemahaman yang tepat dalam jemaat tentang tindakakan disiplin gereja ini akan akan membantu anggota sidi tersebut dalam melewati tindakan disiplin gereja dalam jemaat.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendeta adalah hamba Tuhan yang ditugaskan dengan dua jabatan yaitu organisasi dan pelayanan di mana ia harus bertanggunjawab secara organisatoris serta menjalankan fungsi kenabian, kerasulan dan gembala untuk melayani di mana ia hidup dan ditugaskan dalam gereja. Dalam menjalankan panggilan sebagai pengikut Kristus tidak terlepas dari situasi di mana antara memilih menjalankan panggilan sebagai pengikut-Nya atau harus memusatkan perhatian pada kepentingan diri sendiri dan keluarga. Panggilan menjadi pengikut Kristus ialah panggilan untuk setia dan mengambil bagian dalam penderitaan bersama-Nya. Penderitaan yang dialami pengikut-pengikut Kristus bukan karena akibat yang ditimbulkan oleh pengikut-pengikut Kristus, tetapi sebagai konsekuensi yang harus diterima sebagai bagian dari melayani Kristus. Hal tersebut bukan hanya dialami dari luar, tetapi dari dalam keluarga dan diri pengikut itu sendiri. Melihat kedua tanggungjawab antara pelayanan dan keluarga, terkadang menimbulkan dinamika dalam keluarga pendeta di mana bisa saja ada yang merasa sebagaimana yang terjadi dalam keluarga pendeta yang melayani di jemaat GMIT Kota Kupang, di mana anggota keluarga merasa terabaikan, dilema, adanya keraguan terhadap pasangan, cemas, kurangnya waktu bersama oleh karena mereka diperhadapkan dengan kesibukkan pendeta. Penulis bertujuan agar memberi dasar teologis terhadap makna dari sebuah keluarga pendeta dalam jemaat, untuk itu metode yang digunakan penulis yaitu penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Dimana penulis melakukan wawancara mendalam dengan keluarga pendeta-pendeta yang sedang melayani di jemaat GMIT Kota KupangKlasis Kota Kupang. Karena itu sangat perlu untuk merefleksikan tentang kisah Allah memanggil Abraham dari antara kaum keluarganya dan berjanji kepadanya “Allah akan memberikan tanah dan keturunan kepadanya dan Allah akan memberkatinya”. Anaknya Ishak sebagai penerus keturunanya, kemudian Yakub dan ia juga menerima tugas yang sama yaitu demi keselamatan umat manusia dan supaya semua kaum di muka bumi menerima berkat (Kej. 12:3). Hal yang sama juga diberikan Allah kepada Yakub dan keturunannya. Allah memulai penyelamatan dengan satu orang dan satu keluarga untuk menjadi alat dari suatu realitas bersama yang baru. Dasar teologis ini menjawab dinamika antara pelayanan dan keluarga pendeta di mana keluarga pendeta adalah komunitas yang juga ditetapkan Allah sebagai wadah untuk menyatakan rencana-Nya bagi dunia. Allah sebagai pembentuk keluarga memiliki misi agar keluarga pendeta menjadi komunitas yang memancarkan dirinya sebagai terang di tengah-tengah kehidupan jemaat. Karena itu pendeta perlu memberi pemahaman dan mempersiapkan keluarga agar keluarga pendeta memberi nilai tertinggi kepada Allah dan menjalankan pelayanan dengan segala konsekuensi yang harus diterima.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Emile Durkheim merupakan Sosiolog besar yang berpengaruh pada perkembangan ilmu sosial. Sama seperti Karl Max dan Weber, Durkheim hidup dalam masa peralihan sosial dan krisis di Eropa akibat revolusi industri. Revolusi industri inilah yang menjadi penggerak pemikirannya tentang fungsi sosial agama. Kerangka teori berpikir Durkheim terletak pada makna penting struktur masyarakat, interaksi dan kelembagaan sosial untuk melihat dan mempelajari masyarakat. Bagi Durkheim, agama adalah produk sosial masyarakat yang dijadikan standar moralitas bersama atau membangkitkan prinsip solidaritas bersama. Teori Durkheim terkait agama sebagai perekat sosial, penulis angkat dan dialogkan dengan konteks Klasis TTU yang menghadapi kesenjangan sosial. Untuk mendialogkan serta mendekati masalah tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka serta melakukan wawancara beberapa pihak terkait. Metode penulisan yang digunakan ialah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif juga menganalisis berdasarkan pemikiran beberapa ahli. Berdasarkan pola serta metode yang digunakan, penulis mendapati bahwa peran agama sebagai fungsi sosial di wilayah Klasis TTU belum optimal. Terlihat dari data-data serta isu-isu sosial yang masih kuat di Kabupaten Kefamenanu, serta kaum Katolik sebagai mayoritas yang mendominasi. Sehingga agama sebagai perekat sosial menjadi pergumulan Klasis TTU sebagai bagian di dalam Kabupaten Kefamenanu. Penulis kemudian melakukan refleksi Sosio Teologis dalam Injil Mat. 22: 34-40. Penulis mendapati bahwa di tengah kesenjangan sosial, Yesus merekatkan dengan kehadiranNya bagi semua orang di mana Ia dibutuhkan. Yesus menunjukkan bahwa kasih melampui segala kesenjangan yang terjadi. Kasih melampui batas-batas sosial, karena kasih tidak pernah terbatas. Sehingga dengan mengasihi sesama, manusia telah mengasihi Allah (Mat. 22:36-40).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Konteks umum jemaat GMIT Koinonia Kupang adalah salah satu jemaat di Klasis Kota Kupang. Jemaat yang berada dipusat kota ini memiliki pelayanan yang baik. Namun masih ada masalah yang di hadapi oleh jemaat yaitu mengenai perkembangan anak-anak pasca perceraian orang tua. Anak –anak merupakan masa depan gereja, kualitas perkembangan anak pada masak ini merupakan gambaran gereja di masa depan. Melihat perkembangan anak yang menurun pasca perceraian orang tua maka gereja juga perlu meningkatkan pelayanan bagi anak-anak korban perceraian. Untuk mencapai tujuan penulisan tersebut penulis menggunakan penelitian kualitatif. Penulis menggunakan jenis metode kualitatif Studi Kasus (case study). Melalui metode ini peneliti hendak mendalami dengan mencari beraneka sumber informasi. Penulis menemukan pasca perceaian sejumlah perkembangan anak-anak menurun. Penulis menganalisa masalah tersebut menggunakan teori kebutuhan menurut Abraham Maslow, serta melihat dampak perceraian bagi kebutuhan dan psikologi perkembangan anak. Penulis menemukan bahwa sejumlah kebutuhan anak ini menjadi perhatian gereja. Gereja perlu hadir dalam upaya pemulihan perasaan anak-anak pasca perceraian orang tua. Selanjutnya penulis juga melihat bahwa peranan orang tua juga penting untuk mendidik anak-anak dalam keluarga. Sehingga pentingnya pelayanan gereja dalam meningkatkan pelayanan bagi keluarga pra nikah dan pasca menikah dalam memaknai arti pernikahan, serta melihat dampak perceraian bagi karakter anak-anak.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jemaat Anak Sulung Sikumana adalah persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil oleh Allah untuk hidup dan melayani di Sikumana. Jemaat Anak Sulung merupakan jemaat muda yang terletak di wilayah arus perpindahan penduduk yang menyebabkan jemaat ini mengalami penambahan jumlah anggota jemaat yang sangat signifikan dari waktu ke waktu. Untuk membantu jemaat ini bertumbuh ke depan baik secara kuantitas maupun kualitas, jemaat perlu melihat kembali apa yang telah dilalui sebelumnya sebagai bahan refleksi dan evaluasi. Penulisan ini bertujuan untuk melihat dinamika kehidupan pelayanan selama kurang lebih tujuh tahun jemaat ini mandiri serta untuk merefleksikan kehidupan pelayanan jemaat dengan berdasarkan kepada kehidupan jemaat Kristen mula-mula. Tujuan ini dicapai dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta analisa data primer dan sekunder yakni data-data observasi, wawancara, arsip gereja dan buku-buku yang memuat catatan pembentukan Jemaat Anak Sulung. Karya ilmiah ini ditulis menggunakan pendekatan klasik yakni penulisan didasarkan pada hal-hal yang telah diperbuat gereja sebagai suatu organisasi, tokoh-tokoh pemimpin gereja serta diperlengkapi dengan arsip gereja. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa pelayanan Anak Sulung mengalami pencapaian dan juga tantangan-tantangan yang mewarnai perjalanannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni lingkungan, sosial budaya serta pendidikan dan sumber daya manusia. Pertambahan jumlah anggota jemaat ini mempengaruhi pelayanan di dalam gereja seperti pengembangan pembangunan fisik dan perubahan program-program pelayanan setiap tahunnya. Namun, penambahan secara kuantitas ini tidak sepenuhnya menunjukkan bahwa jemaat ini telah bertumbuh secara kualitas sebab sebagai jemaat yang muda, gereja ini masih harus melakukan berbagai pembenahan untuk pelayanan yang lebih baik ke depan. Perjalanan kehidupan dan pelayanan jemaat Anak Sulung Sikumana juga tidak terlepas dari peranan Roh Kudus yang terus bekerja di dalam jemaat-Nya. Jemaat ini juga mencirikan suatu bentuk persekutuan yang kokoh serta dipimpin oleh abdi-abdi Allah yang menjalankan tugasnya sesuai dengan teladan kepemimpinan Kristus.