Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2021Versi 1

“BERTINDAK ADIL TERHADAP KORBAN” Suatu Studi Eksegese Terhadap Yohanes 8:1-11 dan Implikasi Kepada Perempuan Sebagai Korban

Koleksi Perpustakaan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Ketidakadilan terhadap perempuan telah terjadi dari zaman Yesus sampai dengan sekarang ini. Yohanes :1-11 menggambarkan dengan jelas tentang, bagaimana seorang perempuan yang tertangkap basah sedang melakukan perzinahan. Ia ditangkap oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dan dibawa kehadapan Yesus untuk diadili atas kesalahannya tersebut. Menarik bahwa, tujuan utama dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tersebut adalah menjatuhkan Yesus. Namun, karena mereka tidak mendapatkan kesalahan Yesus, maka mereka menjadikan perempuan tersebut sebagai alat untuk menjatuhkan-Nya. Yesus dengan jelas mengetahui niat jahat yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tersebut. Yesus juga tahu bahwa, perempuan itu hanya dipakai sebagai alat untuk menjatuhkan-Nya. Yesus juga melihat bahwa, apa yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat serta orang-orang Farisi tersebut adalah suatu bentu ketidakadilan. Mereka berusaha melancarkan niat jahat untuk menjatuhkan Yesus, dengan memakai perempuan tersebut. Yesus menunjukkan keadilan-Nya di sini. Ia menyelamatkan perempuan tersebut dari hukuman mati dan membongkar niat jahat ahli-ahli Taurat serta orang-orang Farisi tersebut. Namun, hal penting lainnya ialah Yesus tidak menghendaki perzinahan, Ia dengan tegas memerintahkan perempuan tersebut untuk tidak melakukan kesalahannya lagi. Dan menarik bahwa perempuan tersebut tidak memberontak serta bertanggungjawab atas kesalahannya. Ia juga menyerahkan seluruh hidupnya kepada Yesus, karena ia tahu Yesus adalah Tuhan yang sanggup menyelamatkannya Di masa sekarang masih banyak perempuan yang menjadi korban dari ketidakadilan yang dipengaruhi oleh sistem dan kebudayaan, yang mana laki-laki menjadi dominan di dalamnya. kaum laki-laki. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan, karena sedang dalam tekanan yang sangat berat. Perempuan-perempuan tersebut juga mengalami kekerasan secara fisik. Jelas bahwa ketidakdilan sedang merajalela di masa sekarang ini. Oleh karena itu, dengan mendalami teks Yohanes 8:1-11 mengenai Perempuan yang berzinah, penulis berupaya mencari dan menemukan bagaimana seharusnya berlaku adil terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan, yakni dengan tidak menempatkan perempuan sebagai obyek namun menempatkannya sebagai subyek. Selanjutnya bagaimana seharusnya perempuan yang menjadi korban menghadapi permasalahannya, yakni dengan berpegang teguh kepada Tuhan dan tidak memberontak.. Untuk mencapai maksud tersebut, penulis menggunakan metodologi historis kritis agar memperoleh kerygma teks dan dapat diterapkan pada konteks.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1“BERTINDAK ADIL TERHADAP KORBAN” Suatu Studi Eksegese Terhadap Yohanes 8:1-11 dan Implikasi Kepada Perempuan Sebagai Korban2021 · oai:ais:library-item:7870