Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

PENGARUH MODAL SENDIRI DAN MODAL PINJAMAN TERHADAP RENTABILITAS PADA KSP.KODIT SOLIDARITAS STA MARIA ASUMPTHA KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK "PENGARUH MODAL SENDIRI DAN MODAL PINJAMAN TERHADAP RENTABILITAS PADA KSP. KODIT SOLIDARITAS STA MARIA ASUMPTHA KUPANG". Koperasi merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat sebagai pendorong tumbuhnya perekonomian nasional sekaligus sebagai soko guru dalam perekonomian di Negara Indonesia. Menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian Pasal 1 koperasi adalah” Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Di dalam koperasi tidak dikenal istilah “keuntungan”, karena kegiatan usaha koperasi tujuan utamanya bukan berorientasi mencari untung (non profit oriented) melainkan berorientasi pada manfaat (benefit oriented). Pada dasarnya koperasi dikelola dengan tujuan mensejahterakan anggotanya dan masyarakat pada umumnya, bukan mengejar keuntungan semata. Sekalipun koperasi tidak mengutamakan keuntungan, akan tetapi usaha-usaha yang dikelola oleh koperasi harus tetap memperoleh penghasilan yang layak demi menjaga kelangsungan hidup dan meningkatkan kemampuan usaha, bukan untuk memupuk kekayaan. Sehingga pada setiap akhir periode ushanya diharapkan/ ditargetkan menghasilkan sisa Hasil Usaha. Dalam menyelenggarakan usaha sebagai organisasi ekonomi, koperasi memerlukan adanya modal. Peranan modal didalam operasional koperasi mempunyai konstribusi yang sangat penting karena tanpa modal yang cukup maka usaha koperasi tidak akan berjalan lancar. Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman, sehingga koperasi harus dapat memanfaatkan modalnya dengan sebaik-baiknya yang artinya dalam pengelolaan modal tersebut koperasi harus memberi manfaat yang sebesar-besarnya untuk pemenuhan kebutuhan anggotanya. Dalam pengelolaan modal atau keuangan, maka pihak koperasi harus mampu mengalokasikan sumber daya keuangan yang dimilikinya secara efisien untuk meningkatkan laba atau yang sering disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Jadi setiap modal koperasi yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan koperasi harus diarahkan untuk memperoleh laba, terutama modal pinjaman harus diperhitungkan dengan benar antara beban bunga yang harus dibayar dengan perolehan keuntungan dari pinjaman tersebut. Pemanfaatan modal sendiri dan modal pinjaman salah satunya yaitu pembiayaan operasional usaha untuk memperoleh profit (keuntungan). Oleh karena itu untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi koperasi diperlukan beberapa tolak ukur, salah satunya yaitu analisis rasio keuangan yang menghubungkan data-data keuangan yang satu dengan lainnya. Rasio yang digunakan pada dasarnya adalah untuk mempelajari bagian relatif antara modal pinjaman yang diberikan kreditor dan modal sendiri dari pemegang saham. Rasio yang digunakan untuk mengukur profit yang diperoleh dari modal yang digunakan dalam operasi disebut rasio rentabilitas. Pieter Linenpun (2002: 143) menjelaskan bahwa besar kecilnya nilai rentabilitas tergantung dari keuntungan yang diperoleh dan modal yang dimiliki dalam menjalankan usaha koperasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian pada KSP Kopdit Solidaritas Sta. Maria Asumphta Kupang yang usahanya adalah meminjamkan dana dan menerima dana dari anggota atau pihak lainnya. Koperasi ini dengan sendirinya harus mempunyai modal atau dan auntuk dipinjamkan yang bersumber dari iuran anggota/ simpanan anggota dan iuran dari lembaga lainnya. Walaupun tujuan utama koperasi meningkatkan kesejahteraan anggota, namun koperasi harus memperoleh laba agar koperasi dapat hidup terus namun bunga dana yang dipinjamkan kepada anggota/ peminjam dalam hal ini haruslah wajar dengan prosedur yang mudah. Laba tersebut dapat menjadi salah satu sumber dana/ modal koperasi dengan cara membentuk cadangan dan menyisihkan sebagian dari laba. Penghasilan dari koperasi simpan pinjam adalah bunga atau balas jasa dari dana yang dipinjam oleh anggotanya atau pihak lain. Berdasarkan penjelasan tersebut maka berikut ini adalah data laba usaha KSP. Kopdit Solidaritas Sta Maria Asumta Kupang dari tahun 2016-2020. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh positif dan signifikan Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Rentabilitas Pada Ksp.Kodit Solidaritas Sta Maria Asumptha Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan variabel independen modal sendiri menghasilkan nilai sig 0,0150,05 dan nilai Thitung 8.210>2,920 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial H1 diterima atau X1 berpengaruh dan signifikan terhadap Y. sedangkan variabel independen modal pinjaman menghasilkan nilai sig 0,0190,05 dan nilai Thitung 7.232>2,920 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial H2 diterima atau X2 berpengaruh dan signifikan terhadap Y. Kata Kunci : Rentabilitas, Modal Sendiri, dan Modal Pinjaman

ANALISIS PENGELOLAAN DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2020 (Studi Kasus Pada Desa Naileu, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGELOLAAN DANA TAHUN ANGGARAN 2020 (Studi kasus pada Desa Naileu, Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan) NOVIANTI DESILFA SABUNA 17413622 Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengelolaan dana desa di Desa Naileu Kecamatan Kie, Kabupaten TTS. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan dana desa, faktor penghambat dan pendukungnya pengelolaan dana desa, dan strategi mengatasi faktor penghambat pengelolaan dana desa didesa Naileu, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teori yang digunakan adalah teori pengelolaan keuangan desa yang dikemukakan oleh Umar Nain, S.Sos., M.Si dan karena kebutuhan untuk membangun termasuk perencanaan, pelaksanaan, usaha pengelolaan, pelaporan termasuk laporan pertanggungjawaban. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa belum sepenuhnya efektif, dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Dana Desa tahun 2020 di desa Naileu Kecamatan kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Penelitian ini secara khusus mengkaji atau fokus pada pengelolaan Dana Desa untuk penanganan pandemi COVID-19. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis praktik pengelolaan Dana Desa dalam penanganan pandemi COVID-19 dibandingkan dengan kebijakan/peraturan yang berlaku. Temuan penelitian ini adalah bahwa secara umum praktik pengelolaan dana desa dalam penanganan pandemi COVID-19 belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Prosedur untuk pengalokasian penggunaan dana Desa mengikuti proses perencanaan dan penganggaran desa. Perubahan dalam Fokus kegiatan penanganan pandemi COVID-19 dilakukan melalui Musyawarah Desa dalam RKP Desa. Perubahan RKP Desa diikuti dengan perubahan APBD Desa dengan memaksimalkan bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat, dan Mendesak Desa. Prioritas penggunaan dana Desa untuk penanganan COVID-19 berdasarkan Permendes No 6 tahun 2020 adalah melalui Program Tanggap Darurat COVID-19, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Padat Karya Tunai (PKT). Faktor-faktor yang menghambat pengelolaan dana desa dan upaya dalam mengatasi pengelolaan dana desa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan dan Pertanggungjawaban tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. (2) Faktor penghambat dalam pengelolaan dana desa di Desa Naileu yaitu, sumber daya manusia, keterlambatan pelaporan, perubahan APBDesa, internet dan pemahaman masyarakat. (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut yaitu, peningkatan sistem transparansi pengelolaan dana desa terhadap masyarakat dan Peningkatan kinerja kerja pada Pemerintah Desa Naileu. Prioritas penggunaan Dana Desa untuk penanganan COVID-19 adalah melalui Program Tanggap Darurat COVID-19, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Padat Karya Tunai (PKT). Kata kunci: Analisis Pengelolaan Dana Desa, Covid-19.

ANALISIS HUBUNGAN PENGALAMAN KERJA DAN PELATIHAN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. TELKOM INDONESIA CABANG KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Era globalisasi berpengaruh terhadap berbagai bidang dan perusahaan atau organisasi manapun yang semakin meningkatnya persaingan baik antar perusahaan atau organisasi yang sejenis maupun bukan, antar individu dalam perusahaan atau organisasi itu sendiri memiliki aspek yang positif dan negatif. Perusahaan atau organisasi semakin dituntut untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki, ketrampilan, kemampuan dan sikap yang baik dalam bekerja. Karyawan merupakan salah satu faktor yang harus di perhatikan dalam suatu perusahaaan karena mereka adalah kunci utama kesuksesan perusahaan dimasa sekarang maupun dimasa mendatang dan merupakan asset sebuah perusahaan untuk membuat perusahaan terus maju dan bertahan dalam perkembangan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab tiga persoalan yaitu Untuk mengetahui hubungan pengalaman kerja dengan kinerja karyawan dan Untuk mengetahui hubungan pelatihan kerja dengan kinerja karyawan dan Untuk memgetahui hubungan pengalaman kerja dengan pelatihan kerja pada PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan sempel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang berjumlah 65 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 39 orang sebagai responden. Sedangkan di dalam pembahasannya menggunakan alat analisis korelasi. Berdasarkan tabel 4.17 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pengalaman kerja dan kinerja karyawan adalah sebesar 0,061 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05 (0,0610,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja karyawan pada PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang. Pengalaman Kerja dengan Kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pengalaman kerja sebesar 92% dan kinerja kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 95%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pengalaman kerja dan kinerja kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik dan juga terlihat dari nilai pearson correlation sebesar 0,654 yang berarti kekuatan hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja karyawan termasuk dalam kategori korelasi kuat. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pengalaman kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan . Maka sebaliknya jika pengalaman kerja tidak baik maka kinerja karyawan pun menurun. Berdasarkan tabel 4.18 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pelatihan kerja dan kinerja karyawan adalah sebesar 0,081 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05 (0.0810,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan pelatihan kerja dengan kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kupang. Pelatihan Kerja dengan Kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pelatihan kerja sebesar 90% dan kinerja kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 95%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pelatihan kerja dan kinerja kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik. Terlihat juga nilai pearson correlation sebesar 0,926 yang berarti kekuatan hubungan antara pelatihan kerja dengan kinerja karyawan termasuk dalam kategori korelasi sempurna. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pelatihan kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan. Maka sebaliknya jika pelatihan kerja tidak baik maka kinerja karyawan pun menurun. Berdasarkan tabel 4.19 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pengalaman kerja dengan pelatihan kerja adalah sebesar 0,061 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05(0.061,0,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan pengalaman kerja dengan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kupang. terlihat nilai pearson correlation sebesar 0,667 yang berarti kekuatan hubungan antara pengalaman kerja dengan pelatihan kerja termasuk dalam kategori korelasi kuat. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pengalaman kerja maka semakin tinggi pelatihan kerja. Maka sebaliknya jika pengalaman kerja tidak baik maka pelatihan kerja pun menurun. Pengalaman Kerja dan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pengalaman kerja sebesar 92% dan pelatihan kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 90%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pengalaman kerja dan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik.

PENGARUH METODE GALLERY WALK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XDI SMA NEGERI 2 FATULEU TAHUN AJARAN 2021/2022

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rendahnyaminatbelajarsiswapada proses pembelajaranbiologi di SMANegeri 2 Fatuleudapatdiatasidenganmenggunakan metode pembelajaran yang dapatmeningkatkansemangatbelajarsiswa.UntukitudapatdilakukanpemilihanmetodepembelajaransepertimetodeGallery walk.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruh metode pembelajaran Gallery Walk terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran biologi.Penelitianinimerupakanpenelitianeksperimen.Populasidalampenelitianiniadalahseluruhkelas X IPA yang berjumlah 38 siswa , Sampeldalampenelitianiniterdiridari 2 kelasyaitu X IPA 1 dan X IPA 2 setiapkelasterdiriatas 19 siswa. Desainpenelitian yang digunakanadalahPosttest Only Control Design.Teknikpengumpulan data yang digunakanadalahlembarobservasidandokumentasi.Teknikanalisis data diolahmenggunakanteknikuji T. Berdasarkanpenelitianinihasil yang didapatkanadalah t-hitungsebesar 26.619 denganangkasignivikan 0,000 < 0.05.Artinyaterdapatperbedaan yang signivikanterhadapkemampuanminatbelajarantarasiswa yang diajarkandenganmenggunakanmetodeGallery Walk padamatapelajaranbiologi SMA Negeri 2 Fatuleu.Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwapenggunaanmetodegallery walkberpengaruhterhadapminatbelajarsiswapadamatapelajaranbiologikelas X di SMA Negeri 2 Fatuleu.

IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) TERESTERIAL PADA BERBAGAI KETINGGIAN DIKAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) RUTENG KABUPATEN MANGGARAI

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kerapatan tumbuhan paku di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng, Kabupaten Manggarai. Pengamatan membagi lokasi penelitian menjadi 5 stasiun, antara lain ekosistem pepohonan dengan ekosistem semak. Ekosistem pepohonan terdiri atas 3 stasiun.Ekosistem semak terdiri atas 2 stasiun. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling dengan memasang plot berukuran panjang 40 m dan lebar 40 m. Di dalam plot 40X40 meter terdapat 5 sub plot yang berukuran 10X10 meter. Setiap jenis tumbuhan paku yang ditemukan dicatat mengenai keterangan lokasi, jenis, jumlah, dan dicatat pula hasil pengukuran faktor abiotik. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis kelimpahan menggunakan rumus analisis vegetasi dan keanekaragaman menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada ekosistem pepohonan ditemukan 13 jenis tumbuhan paku antara lain: Chyateaceae Sp, Angiopteris evecta, Chyathea contaminans, Davalia solida, Davalia denticulate, Pteris biaurita, Vittaria elongate, Vittaria graminifolia, Adiantum cuninghamii, Asplenium nidus, Nephrolepis cardifolia, Selaginella intermedia, Lygodium circinatum. Pada ekosistem semak ditemukan 9 jenis tumnuhan paku antara lain: Christella dentate, Lycopodium candesis, Glechenia linearis, Pteridium aquilinum, Adiantum cuninghami, Nephrolepis cardifolia, Selaginella intermedia, Dipteris conjungatedan Chyathea contaminans. Berdasarkan hasil penelitian di lakukan di Taman Wisata Alam Ruteng dapat disimpulkan bahwa jenis tumbuhan paku yang mendominasi kawasan ekosistem pepohonan yaitu Nephrolepis cardifolia dengan jumlah sebanyak 137 individu dengan nilai kerapatan relatif 44,480%. Nilai keanekaragaman pada ekosistem pepohonan termasuk kategori sedang dengan nilai sebesar H’=1,934. Tumbuhan yang mendominasi pada ekosistem semak yaitu Glechenia linearis dengan jumlah sebanyak 216 individu dengan nilai kerapatan relatif 49,655%. Nilai keanekaragaman pada ekosistem semak termasuk kategori sedang dengan total nilai sebesar H’=1,464.

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur Pada Tahun 2016 -2020. Alat untuk menganalisis kinerja keuangan pemerintah daerah menggunakan rasio keuangan yaitu rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio keserasian dan rasio pertumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Keuangan Daerah Dan Aset Daerah Kabupaten Flores Timur.pengumpulan data berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah tahun anggaran 2016-2020 yang didapatkan dari Badan Keuangan Daerah dan Aset Daerah Kabupaten Flores Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur belum baik. Hal ini ditunjukan dengan rata-rata rasio kemandirian keuangan daerah sangat rendah dengan pola hubungan instruktif, rasio efektivitas pajak daerah cukup efektif, rasio efesiensi pajak daerah cukup efisien, rasio belanja operasi terhadap total belanja mendominasi alokasi belanja dibandingkan rasio belanja modal terhadap total belanja, rasio pertumbuhan pendapatan asli daerah dan rasio pertumbuhan pendapatan mengalami pertumbuhan yang negatif, rasio pertumbuhan belanja operasi,dan belanja modal. Dari hasil analisis yang dilakukan, Saran penelitian penyerapa anggaran belanja yang maksimal setiap tahun dengan dilaksanakannya program dan kegiatan secara efektif, pengelolaan dan pendayagunaan aset yang kurang baik dan efektif, pemerintah daerah belum bisa berorientasi untuk infrastruktur publik daerah dalam rangka perbaikan pelayana publik, Menarik investor dan menggerakkan perekonomian daerah Analisis rasio keuangan pada APBD dilakukan dengan membandingkan hasil yang dicapai dari satu periode dibandingkan dengan periode sebelumnya sehingga dapat diketahui bagaimana kecenderungan yang terjadi. Selain itu dapat pula dilakukan dengan cara membandingkan dengan rasio keuangan yang dimiliki suatu pemerintah daerah tertentu dengan daerah lain yang terdekat maupun yang potensi daerahnya relatif sama untuk dilihat bagaimana rasio keuangan pemerintah daerah tersebut terhadap pemerintah daerah lainnya. Halim (2021:230) Salah satu cara untuk mengeanalisis kinerja keuangan pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangannya adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Penilaian kinerja pemerintah berdasarkan berbagai rasio keuangan. Diantaranya Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Keserasian dan Rasio Pertumbuhan Puspitasari (2013: 6) pengukuran kinerja keuangan penting dilakukan untuk dapat menilai akuntabilitas pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerahdan dituangkan dalam bentuk laporan keuangan yang bertujuan untuk menyajikan informasih mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, serta kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur yang digunakan dalam pengambilan keputusan dan untuk menunjukan akuntabilitas pelaporan atas sumber daya yang dikelola pemerintah.Bentuk dari penilaian kinerja tersebut berupa analisis rasio keuangan yang berasal dar unsur Laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah berupa perhitungan APBD. Kinerja adalah kemampuan kerja yang ditunjukan dengan hasil kerja. Kinerja keuangan dapat disimpulkan merupakan gambaran kondisi keungan sebuah intansi yang dapat diukur dengan cara tertentu yang dapat berupa realisasi pendapatan dan belanja yang disusun berdasarkan basis akrual yang menghasilkan sebuah kesimpulan akan keberhasilan perusahaan atau dalam mengelola keuangan. Kunci:kinerja keuangan daerah, APBD dan rasio keuangan.

ANALISIS KONTRIBUSI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP BELANJA LANGSUNG DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2017-2020

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Setiap daerah memiliki kemampuan keuangan yang tidak sama dalam mendanai kegiatan-kegiatannya, hal ini menimbulkan ketimpangan fiscal antara satu daerah dengan daerah yang lain. Oleh karena itu untuk mengatasi ketimpanga fiscal pemerintah mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD untuk mendanai daerah dalam pelaksanaan kegiatan. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Pasal 10 menyatakan bahwa sumber-sumber pembiayaan untuk pembangunan daerah antara lain berasal dari PAD yang diterima oleh daerah-daerah dari pemerintah pusat. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 menyebutkan pengertian kinerja sebagai berikut, kinerja adalah keluaran atau hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur. Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 adalah yaitu sumber keuanga daerah yang digali dari wilayah daerah yang bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan keuangan daerah yang dipisahan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Menurut Erlina dan Omar Sakti dkk (2015:158) belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.kelompok belanja langsung dari suatu kegiatan dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari: belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi Pendapatan Asli daerah terhadap Belanja Langsung dan implikasinya terhadap Kinerja.Penelitian ini menggunakan Pendekatan kuantitatif.Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD tahun 2017-2020).Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan data Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan.Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa PAD tidak ada hubungan kinerja dan derajat hubungan antara variabel PAD dengan kinerja termasuk dalam kategori sangat rendah dan hasil penelitian ini membuktikan bahwa belanja langsung tidak ada hubungan kinerja dan derajat hubungan antara variabel belanja langsung dengan kinerja termasuk dalam kategori sangat rendah.

GEREJA DAN SAMPAH

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sampah merupakan salah satu krisis lingkungan hidup yang menjadi permasalahan hingga saat ini. Akibat dari semakin bertambahnya jumlah penduduk, tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula sampah yang dihasilkan. Sampah dibuang sembarangan dan  sering ditemukan di berbagai tempat seperti jalann, pusat pertokoan, sarana milik pemerintah dan lain sebagainya. Salah satu sarana milik pemerintah yang mengelola dan mengolah sampah adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pada TPA terdapat banyak sampah dengan jenis dan karakteristik berbeda. Jika sampah-sampah ini tidak ditanggulangi secara serius, maka akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan di sekitarnya. Untuk menjawab permasalahan dampak buruk sampah bagi lingkungan maka hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pihak gereja, Gereja khususnya GMIT terpanggil secara aktif untuk melibatkan diri dan memiliki kepekaan dalam usaha peduli terhadap lingkungan hidup dan masalah-masalahnya di dalamnya. Dalam mengkaji masalah ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dalam bentuk studi lapangan. Jemaat GMIT Efata Batukapur memiliki tanggung jawab yang lebih  untuk terlibat dalam upaya menjaga lingkungan hidup. Konteks dan keadaan lingkungan Jemaat GMIT Efata Batukapur diperhadapkan dengan masalah krisis lingkungan akibat sampah di TPA Alak yang telah memiliki dampak buruk terhadap kehidupan, baik terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya. Dalam mewujudkan tanggung jawab gereja terhadap lingkungan hidup, maka gereja perlu memiliki misi pelayanan yang bergerak di bidang ekologi. Penulis melihat misi pelayanan Jemaat GMIT Efata Batukapur belum menjawab permasalahan yang sedang terjadi. Maka penulis menawarkan perspektif ekotelogi yang berjudul ecomissiology menurut Ross Langmead. Penulis memilih perspektif ini dengan alasan, perspektif ekoteologi Ross Langmead menggunakan unsur misi yang berfokus pada lingkungan hidup. Tidak hanya teori mengenai ekoteologi, tetapi praktik ekoteologi disampaikan melalui pendekatan ekomisiologi. Hal ini menjadi relevan dengan permasalahan yang diangkat penulis tentang peranan misi gereja yang bergerak pada lingkungan hidup dengan dasar Teologi Ekologis. Penulis memilih teks-teks Alkitab baik dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai landasan Alkitabiah dan kemudian membuat refleksi teologis terhadap masalah yang terjadi. Misi gereja terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui pelayanan-pelayanan yang difokuskan pada krisis lingkungan yang sedang terjadi. Gereja ada di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia, termasuk terlibat untuk memelihara dan menjaga lingkungan hidup sebagai suatu kesatuan.

TATO'NU

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Konsep tato’nu merupakan satu konsep yang telah mempersatukan agama Islam dan Kristen di Desa Aimoi terkhususnya Jemaat GMIT Sei’Eng dan Masjid Attaqwa Wahing, dalam membangun persaudaraaan. Konsep tato'nu mula pertama diperkenalkan oleh Timung Bel sebagai kapal mate atau tamukung (ketua adat) pada saat dilakukan pembagian agama. Konsep ini mengandung kebenaran yang di dalamnya mengisahkan satu keluarga atau turunan dalam masyarakat Desa Aimoli. Oleh karena konsep ini memiliki makna yang sangat dalam saat jemaat maupun jemaah menghadirkannya dalam tindakan kerukunan dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejarah terbentuknya budaya kerukunan yang didasarkan pada konsep tato'nu dan untuk mengetahui nilai-nilai teologis dan sejauh mana diimplementasikan dalam membentuk konsep tato'nu sebagai sokok guru bagi kerukunan Jemaat GMIT Sei’Eng dan Jemaah Masjid Ataqwa Wahing, serta merumuskan pokok-pokok teologis sebagai bahan refleksi dari konsep Tatonu yang menjadi dasar kerukunan masyarakat Islam - Kristen Desa Aimoli dan Implikasinya bagi pembangunan jemaat GMIT Sei’Eng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian ini digunakan untuk mengetahui dan memperoleh nilai dan makna yang mandalam terhadap konsep tato’nu yang dihidupi oleh jemaat GMIT Sei’Eng dan Masjid Attaqwa Wahing. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerukunan ini terbentuk dari pembegian agama yang dilakukan oleh masyarakat desa Aimoli, sampai membentuk konsep tato’nu (satu perut/rahim), yang di dalamnya masyarakat memiliki hubungan darah antara satu dengan yang lain, namun mereka hidup dalam perbedaan agama. Keberagaman ini juga telah dihidupi oleh nabi-nabi terdahulu, seperti Ibrahim (Abraham), Musa, dan Yesus. Di temukan juga bahwa konsep tato’nu memiliki nilai-nilai Kristiani seperti kasih, keadilan dan kebebasan. Nilai-nilai ini merupakan misi yang diberikan Allah kepada Abraham, Musa dan juga Yesus dan sampai kepada Timung Bel yang dirangkum dalam konsep Tatu’nu. Konsep ini dipercaya sebagai misi Allah yang berkelanjutan dan merupakan kehendak dari Allah agar melalui nilai-nilai ini dapat diambil dan dimaknai sebagai sebuah misi yang harus dijalankan masyarakat Aimoli terkhsusunya Jemaat GMIT Sei’Eng dalam melakukan pelayanan, dengan menumbuhkan kasih, keadilan dan kebebasan untuk menciptakan kedamian serta keselamatan di tengah-tengah dunia.

PENGARUH KINERJA APARATUR PEMERINTAH DAERAH DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH TERHADAP GOOD GOVERNANCE DI KABUPATEN KUPANG (Studi Kasus Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah )

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KINERJA APARATUR PEMERINTAH DAERAH DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) TERHADAP GOOD GOVERNANCE DI KABUPATEN KUPANG. (Studi Kasus Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Kupang) Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja aparatur pemerintah daerah terhadap good governance dan pengaruh system pengendalian intern pemerintah pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Penelitian ini dilatar belakangi hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) memeberikan opini Wajar Dengan Pengecualian pada tahun 2019 yang harus segera diselesaikan pemerintah Kabupaten Kupang selama kurun waktu 60 hari kedepan. Ada dua akun yang menjadi masalah yaitu yang pertama adalah investasi permanen, dimana investasi permanen pada perusahan daerah yaitu perusahaan daerah kelautan, kantong semen dan agrobisnis belum didukung dengan laporan keungan.Yang kedua adalah asset tetap belum dapat ditelusuri keberadaannya, kegiatan perencanaan, pengawasan, pemeliharaan dan peningkatan asset belum didistrubusikan sebagai penambah asset induk namun dicatat sebagai asset baru. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu kinerja aparatur pemerintah daerah, system pengendalian intern pemerintah dan good governance. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat dari 44 populasi kemudian diambil sampel dengan menggunkan sampel majemuk sebanyak 44 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel yang digunakan adalah karyawan pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 23,680 + 0,503 X1 + 0,624 X2. Selain itu, berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kinerja aparatur pemerintah daerah (X1) terhadap good governance (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kinerja aparatur pemerintah daerah (X1) ditemukan t hitung = 3,032 lebih besar t tabel = 1,680 dan tingkat Sig. = 0,004. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kinerja aparatur pemerintah daerah (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap good governance (Y). Dan uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).Diketahui bahwa untuk variabel system pengendalian intern pemerintah (X2) ditemukan t hitung = 3,272 lebih besar t tabel = 1,680 dan tingkat Sig. = 0,002. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b2 = 0) ditolak dan Ha (b2≠0) diterima yaitu variabel system pengendalian intern pemerintah (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap good governance (Y). Dan dilihat bahwa nilai f hitung sebesar 49,182 lebih besar dari f tabel 3,21 dengan Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja aparatur pemerintah daerah (X1) dan system pengendalian intern pemerintah (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap good governance (Y) pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Pada hasil uji didapati juga nilai R Square sebesar 0,708 menunjukkan angka koefisien determinasinya (R2). Artinya bahwa sebesar 70,6% variabel good governance (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kinerja aparatur pemerintah daerah (X1) dan system pengendalian intern pemerintah (X2). Sedangkan selisihnya 29,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan secara statistik terbukti bahwa kinerja aparatur pemerintah daerah berpengaruh positif terhadap good governance pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Penelitian ini juga menunjukkan secara statistik terbukti bahwa system pengendalian intern pemerintah berpengaruh positif terhadap good governance pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Kata kunci : Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah, System Pengendalian Intern Pemerintah dan Good Governance.

TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ATLET PENCAK SILAT TUNGGAL HATI SEMINARI-TUNGGAL HATI MARIA RANTING MAUBESI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Stefanus Kause.Nim. 16323212dengan judul: “Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara”. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dosen Pembimbing I: Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or dan Pembimbing II: Alventur Baun, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Atlet, Pencak Silat Kebugaran jasmani merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki oleh manusia, karena dengan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik maka manusia akan lebih mudah dalam melakukan aktivitas atau pekerjaannya. Tujuan dari kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga tubuh masih memiliki simpanan tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan.Dalam pencak silat, setiap atlet selalu dituntut untuk selalu bisa bergerak dengan memperhatikan kebugaran dirinya.Sehingga atlet pencak silat memilki kebugaran jasmani yang baik agar pergerakan yangdilakukan efektif dan efisien.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif, dengan teknik pengumpulan dan analisis data menggunakan norma Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk anak usia 16-19 tahun. Hasil penelitian tentang Tingkat Kebugaran Jasmani Atlet Pencak Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria Ranting Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai berikut: Hasil rekapitulasi dari keseluruhan item tes berada pada kriteria Baik, dengan jumlah hasil perolehan pada keseluruhan adalah 21,6 dan hasil tes tingkat kebugaran jasmani para atlet putri dengan jumlah hasil perolehan pada keseluruhan adalah 22,9 dan berada pada kriteria Baik Sekali. (a). Lari 60 meter diperoleh dari item tes ini adalah dibawah 7,3 detik untuk atlet putra dan 7,6 detik untuk atlet putri dengan klasifikasi Baik Sekali, (b).Gantung diperoleh hasil dari tes kebugaran jasmani pada item gantung angkat tubuh untuk atlet putra adalah 10,8 dengan kriteria Sedang dan gantung siku tekuk memperoleh hasil 19,5 dengan diklasifikasi Sedang untuk atlet putri, (c). Baring duduk diperoleh hasil 40,4 dengan klasifikasi Baik oleh 10 orang atlet putra dan 34,6 dengan klasifikasi Baik Sekali untuk atlet putri, (d). Loncat tegak memperoleh hasil 65,2 dengan klasifikasi Sedang untuk atlet putra dan 54,1 dengan klasifikasi Sangat Baik untuk atlet putri, (e). Lari 1.200 meter diperoleh dari keseluruhan sampel yang mengikuti item tes TKJI yang dilaksakan oleh atlet putra dan putri berada di bawah 3,14 menit dengan klasifikasi baik sekali.

STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI OBJEK WISATA MANGROVE LITIANAK DI DESA HOLULAI, KECAMATAN LOAHOLU, KABUPATEN ROTE NDAO

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN YUSMINA FATIN (17382420) Strategi Pengembangan Potensi Objek Ekowisata Mangrove Litianak Di Desa Holulai Kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao: ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si dan WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekowisata merupakan sektor pariwisata yang berpotensi sebagai salah satupenunjang perekonomian nasional, dari ekowisata juga dapat dimanfaatkan olehpemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Sarana dan prasaran juga merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menunjang suatu kegiatan wisata, agar setiap pengunjung mendapatkan kemudahan rasa nyaman dan merasa puas dalam berwisata. Mangrove Litianak merupakan salah satu ekowisata Hutan Mangrove yang berada di Desa Holulai dan banyak dikunjungi oleh wisatawan,laut yang jernih serta hamparan pasir putih, Lopo-lopo, Jembatan/trackyang indah menjadi potensi menarik bagi pengunjung. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 di DesaHolulai.Metodeyangdigunakanyaknimetodesurvey.TeknikpengambilansampeldengancarapurposivesamplingmenggunakanrumusSlovin.Analisisdata terhadap potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptifdandiolahmenggunakanPedomanAnalisisDaerahOperasiObjekdanDayaTarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Dirjen PHKA tahun 2003 dan menganalisisstrategipengembanganmenggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekowisata Mangrove Litianak dengan tingkat penentuan alternatif strategi pengembangan ekowisata mangrove Litianak Desa Holulai sebesar 3,84. Dari hasil analisisSWOT, terdapat 3 prioritas utama yang diambil berdasarkan peringkat yaitu meningkatkan sistem pengelolaan ekowisata mangrove lebih maksimal serta menjaga ekosistem mangrove dan fauna yang ada, guna menarik perhatian bagi setiap pengunjung yang datang yaitu dengancara memberikan lebih banyak bantuan berupa bahan-bahan infrastruktur wisata yang ramah lingkungan untuk memperbaiki dan menjaga ekowisata yang lebih baik KataKunci:Strategi, Pengembangan, Ekowisata, Mangrove, SWOT, Litianak

KAJIAN NILAI EKONOMI TERUMBU KARANG DI DESA MERBAUN KECAMATAN AMARASI BARAT KABUPATEN KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK REMINCE SIKI (16382416) Kajian Nilai Ekonomi Terumbu Karang Di Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Ir. Izaak S. Angwarmasse, M.Si dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang kaya akan keanekaragaman hayati. Ekosistem ini memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan di dalamnya juga bagi kebutuhan manusia. Terumbu karang memiliki fungsi ekologi dan fungsi ekonomi. Fungsi ekologi terumbu karang diantaranya sebagai nutrien bagi biota laut, pelindung fisik (dari gelombang), tempat pemijahan, tempat bermain dan sebagai tempat habitat dari ikan karang, udang karang, algae, teripang dan kerang mutiara. Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung nilai ekonomi total ekosistem terumbu karang di Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan Februari-Maret 2021, bertempat di Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan pengamatan secara langsung ke lapangan (observasi) dan dengan mewawancarai nelayan sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai ekonomi total manfaat langsung ekosistem terumbu karang di Desa Merbaun, yang di hitung dari nilai manfaat langsung penangkapan ikan Rp 201.000.000/tahun, penangkapan udang Rp 13.440.000/tahun, manfaat tidak langsung perlindungan pantai Rp 2.130.555.367.32, dengan total Rp 590.841.671.096/tahun. Kata kunci: Kecamatan Amarasi Barat, Kajian Nilai Ekonomi, Terumbu karang.

PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG KAWASAN KONSERVASI LAUT SAWU DI DESA TANJUNG KAROSO DAN DESA KALEMBU KAHA KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Maria Puspita P. Andelo (16382272) Pemahamanmasyarakattentangkawasankonservasilautsawu di DesaTanjungKarosodanDesaKalembuKahaKabupaten Sumba Barat Daya.Ir. IzaakAngwarmasse, M.Sisebagaipembimbing I danRockie R.L Supit, S.P.i, M.Sisebagaipembimbing II. Program StudiManajemenSumberdayaPerairan, FakultasPerikanandanIlmuKelautan, Universitas Kristen ArthaWacana-Kupang. PerairanLautSawuterletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasanlangsungdenganwilayahpesisirbarat Timor Leste. Taman NasionalPerairanmerupakankawasankonservasi yang mempunyaiekosistemasli, yang dimanfaakanuntuktujuanpenelitian, dankegiatanperikananberkelanjutan.Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengkajipemahamanmasyarakattentangkawasankonservasilautsawu di DesaTanjungKarosodanDesaKalembuKaha. Penelitiantelahdilaksanakan di DesaTanjungKarosodanDesaKalembuKahaKabupaten Sumba Barat Daya.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalah random sampling.Penentuananggotasampelpenelitimengambilwakil-wakiltiapkelompok yang adadalampopulasi yang jumlahnyadisesuaikandenganjumlahanggotasubyek yang adadalammasing-masingkelompok, dananalisis data menggunakan Pivot Table. Hasilpenelitianmenunjukantingkatpengetahuanmasyarakat yang berada di DesaTanjungKarosodanDesaKalembuKaha di wilayahkonservasicukupmemahamipentingnyakawasankonservasiperairan.DesaTanjungKaroso 22 orang (51%) menyatakanpahamtentangkawasankonservasi 10 orang (23% )tidakpahamtentangtentangkawasankonservasi, 11 orang (26%) tidaktahutentangkawasankonservasi, danDesaKalembuKaha 21 orang (49%) menyatakanpahamtentangkawasankonservasi, 8 orang (19%) tidakpahamtentangkawasankonservasi 14 orang 32% tidaktahutentangkawasankonservasi. Kata Kunci: Pemahaman, PerairanLautSawu, KawasanKonservasi, DesaTanjungKarosodanDesaKalembuKaha

TINJAUAN TENTANG PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SMP NEGERI SATU ATAP FOTILO KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pembelajaran Penjasorkes disekolah merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan gerak, ketrampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan penelitian: Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penilitian ini adalah untuk menegetahui bagaimana pembelajaran Penjasorkes di SMP Negeri Satu Atap Fotilo. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskiriptif kualitatif Hasil dan pembahasan: Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan guru Penjasorkes, dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusiondrawing/verification Hasil dan pembahasan guru Penjasorkes terhadap proses pembelajaran Penjasorkes di SMP Negeri Satu Atap Fotilo berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Penjasorkes dengan memberikan manfaat dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa mengenai terutama dalam matapelajaran Penjasorkes. Simpulan: Pembelajaran Penjasorkes dilakukan guru dan siswa di sekolah. Oleh karena itu guru harus menyiapkan banyak materi sehingga semua proses belajar mengajar berjalan dengan lancar.

PENGGUNAAN MEDIA ONLINE PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pembelajaran online merupakan pembelajaran yang dilakukan secara online melalui media online, media online adalam alat komunikasi yang digunakan oleh guru maupun siswa dalam melakukan pembelajaran online. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dimasa Pandemi Covid-19. Metode penelitian: Motode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif Hasil dan Pembahasan: Hasil yang di temui di SMKS Advent Nusra Noelbaki adalah selama Pandemi Covid-19, SMKS Advent Nusra Noelbaki melakukan kegiatan belajar mengajar secara online dengan menggunakan media online WhatsApp sebagai alat komunikasi atara guru dan siswa. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Pembelajaran online yang telah dilakukan oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, Advent Nusra Noelbaki, menggunakan media online WhatsApp dan setelah dianalisis pembelajaran online yang di lakukan mengalami beberapa kendala yang paling utama adalah, jaringan, siswa kurang memahami cara menggunakan media online lainnya, dan sebagia siswa tidak memiliki handphone sehingga nilai dari hasil belajar siswa tidak maksimal.

DESKRIPSI TENTANG PENYEBAB DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Deskripsi tentang Penyebab dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang”. Masalah dalam penelitian ini adalah; 1) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana perdagangan orang? dan 2) Bagaimanakah akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang bagi pelaku, korban dan Negara? Tujuan penelitian ini adalah; 1) Untuk mengetahui dan menganalisis penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang dan 2) Untuk mengetahui dan menganalisis akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang bagi pelaku, korban dan Negara. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang dan akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang bagi pelaku. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini dilakukan pada lima putusan yaitu; 1) Nomor 32/Pid.Sus/2020/PN Rtg, 2) Nomor 94/Pid.Sus/2016/PN Slw, 3) No: 83 /Pid.Sus/2011/PN.SMI, 4) Nomor 265/Pid.Sus/2017/PN Idm dan 5) Nomor 140 / Pid. Sus / 2017 / PN. Idm. Variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalah penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah akibat hukum terjadinya tindak pidana perdagangan orang. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang adalah, faktor ekonomi yaitu terdakwa diberikan bayaran dari setiap pekerja yang direkrut dan faktor kebutuhan akan para perkerja. 2) Akibat hukum yang timbul dari tindak pidana perdagangan orang adalah; a. Bagi pelaku mendapat kurungan penjara dan denda; 1) Korban mengalami kerugian materil, 2) Korban Mengalami Gangguan Psikologis, 3) Korban Mengalami Cacat Fisik dan 4) Korban Mendapatkan Penambahan Restitusi. b Bagi negara yaitu Negara mengalami kerugian terhadap pendapatan karena keberangkatan para pekerja tidak diproses melalui pasar tenaga kerja sehingga menimbulkan lambatnya perekonomian negara. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah; ditujukan kepada seluruh orang tua, agar lebih waspada dan hati-hati dalam menjaga anak agar tidak menjadi korban perdagangan orang. Diharapkan para orang tua agar tidak menitipkan anak kepada orang-orang yang tidak dikenal

PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKESDI MASA PANDEMI COVID 19 PADA SISWA KELAS X IPS SMAS NURUL FALAH TIMOR TENGAH UTARA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA SISWA KELAS X IPS SMAS NURUL FALAH TIMOR TENGAH UTARA Petrus Dorisius Opat1*,Ramona Mathias Mae2, David Loba3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia [email protected] Latar belakang:Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan, perilaku hidup sehat, aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Tujuan penelitian:Tujuannya untuk mengetahui pembelajaran penjasorkes di masa pandemi pada siswa kelas X IPS di SMAS Nurul Falah Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode penelitian:Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan:Pembelajaran penjasorkes yang seharusnya di lakukan praktek lapangan dikarenakan pandemi sehingga proses pembelajaran berlangsung dikelas. Pembelajaran penjasorkes pada saat ini dilaksanakan menggunakan metode Belajar Dari Rumah (BDR). Jadi proses pembelajaran penjasorkes di Sekolah SMAS Nurul Falah Kabupaten Timor Tengah Utara pada siswa kelas X IPS dilakukan di dengan menggunakan metode belajar dari rumah, serta kerja sama yang baik antara guru, siswa dan orang tua sehingga proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien. Simpulan:Kesimpulanya adalah pembelajaran penjasorkes yang dilakukan selama masa Pandemi dilakukan di kelas dan secara online dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Katakunci: Proses pembelajaran; Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. ABSTRACT THE LEARNING PROCESS OF PHYSICAL EDUCATION INSTRUCTIONS DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN CLASS X IPS STUDENTS, SMAS NURUL FALAH, NORTH CENTRAL TIMOR Petrus Dorisius Opat1*,Ramona Mathias Mae2, David Loba3 1,2,3Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian Universiti, Kupang, Indonesia [email protected] Background: Sport and health physical education is a learning process through a physical activity designed to improve physical fitness, develop motor skills, knowledge, healthy living behavior, be active, sportsmanship, and emotional intelligence. The purpose of the study: This study aims to find out the physical education learning during the pandemic in class X IPS students at SMAS Nurul Falah, North Central Timor Regency. Research method: The method used was qualitative research. The type of research used was the descriptive method-data collection techniques used observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used a qualitative descriptive method. Results and discussion: Physical education learning should be carried out in field practice due to the pandemic to take place in the classroom. Currently, physical education learning uses the Learning From Home (LFH) method. So the physical education learning process at SMAS Nurul Falah, North Central Timor Regency for students in class X IPS is carried out using the learning method from home and good cooperation between teachers, students, and parents that the learning process takes place effectively and efficiently. Conclusion: The conclusion is that physical education learning was carried out during the Pandemic period in class and online using lecture and question and answer methods. Keywords: Learning process; Sports physical Education, and health.

DESKRIPSI TENTANG PENYEBAB, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENIPUAN MELALUI ARISAN ONLINE

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi penulis ini adalah “Deskripsi tentang penyebab, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penipuan melalui arisan online”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : apa yang menjadi penyebab, bagaimanakah modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penipuan melalui arisan online. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui penyebab, modus dan akibat hukum terhadap kasus tindak pidana penipuan melalui arisan online. Manfaat penelitian ini secara praktis agar ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan penulis dalam bidang hukum dan dapat membantu dan memberi masukan serta tambahan pengetahuan bagi pihak terkait dengan masalah yang diteliti. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebab, modus dan akibat hukum tindak pidana penipuan melalui arisan online. Vareabel terikat terdiri dari putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukan faktor penyebab dalam tindak pidana penipuan melelui arisan online yaitu faktor ekonomi dan untuk membayar arisan online yang ditunggak oleh peserta arisan yang sudah mendapatkan undian arisan terdahulu, namun tidak membayar angsuran arisan. Modus penipuan melalui arisan online yaitu membuat penawaran arisan online melalui media sosial dan menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat kepada calon korban, serta akibat hukumnya adalah kepada pelaku yaitu pelaku ditahan dan pidana kurungan penjara, pelaku dibebankan untuk membayar biaya perkara serta pelaku mendapatkan keuntungan danakibat hukum kepada korban adalah korban mengalami kerugian.

DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN OLEH HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah : Disparitas Putusan Pemidanaan Oleh Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penipuan Penipuan adalah tindakan seseorang dengan tipu muslihat, rangkaian kebohongan, nama palsu dan keadaan palsu dengan maksud menguntungkan diri sendiri dengan tiada hak. Rangkaian kebohongan ialah susunan kalimat-kalimat bohong yang tersusun demikian rupa yang merupakan cerita sesuatu yang seakan- akan benar. Masalah penelitian adalah Mengapa terjadi disparitas dalam putusan Hakim terhadap Pelaku tindak pidana penipuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan terjadinya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penipuan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah normatif. Tekhnik analisis data digunakan untuk menganalisis data, penulis menggunakan analisis kualitatif yaitu dimana data-data dikumpulkan dilakukan pemilihan selektif dengan disesuaikan pada permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya disparitas disebabkan karena Tuntutan Pidana Penuntut Umum Berbeda, Kualitas Perbuatan Terdakwa Terhadap Pidana Denda, Kemandirian Hakim dalam memutus perkara, dan Hal yang memberatkan dan meringankan. Oleh sebab itu saran penulis adalah Bagi masyarakat dan akademisi penulis berharap mayarakat dapat memahami bahwa tuntutan pidana yang didakwakan oleh penuntut umum sebagai bentuk terjadinya disparitas putusan bukan semata-mata hakim menjatuhkan pemidanaan sesuai dengan apa yang didakwakan oleh penuntut umum, akan tetapi hakim dapat menjatuhi putusan sesuai dengan nilai-nilai keadilan yang melakat dalam diri terdakwa