Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur Pada Tahun 2016 -2020. Alat untuk menganalisis kinerja keuangan pemerintah daerah menggunakan rasio keuangan yaitu rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio keserasian dan rasio pertumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Keuangan Daerah Dan Aset Daerah Kabupaten Flores Timur.pengumpulan data berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah tahun anggaran 2016-2020 yang didapatkan dari Badan Keuangan Daerah dan Aset Daerah Kabupaten Flores Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur belum baik. Hal ini ditunjukan dengan rata-rata rasio kemandirian keuangan daerah sangat rendah dengan pola hubungan instruktif, rasio efektivitas pajak daerah cukup efektif, rasio efesiensi pajak daerah cukup efisien, rasio belanja operasi terhadap total belanja mendominasi alokasi belanja dibandingkan rasio belanja modal terhadap total belanja, rasio pertumbuhan pendapatan asli daerah dan rasio pertumbuhan pendapatan mengalami pertumbuhan yang negatif, rasio pertumbuhan belanja operasi,dan belanja modal. Dari hasil analisis yang dilakukan, Saran penelitian penyerapa anggaran belanja yang maksimal setiap tahun dengan dilaksanakannya program dan kegiatan secara efektif, pengelolaan dan pendayagunaan aset yang kurang baik dan efektif, pemerintah daerah belum bisa berorientasi untuk infrastruktur publik daerah dalam rangka perbaikan pelayana publik, Menarik investor dan menggerakkan perekonomian daerah Analisis rasio keuangan pada APBD dilakukan dengan membandingkan hasil yang dicapai dari satu periode dibandingkan dengan periode sebelumnya sehingga dapat diketahui bagaimana kecenderungan yang terjadi. Selain itu dapat pula dilakukan dengan cara membandingkan dengan rasio keuangan yang dimiliki suatu pemerintah daerah tertentu dengan daerah lain yang terdekat maupun yang potensi daerahnya relatif sama untuk dilihat bagaimana rasio keuangan pemerintah daerah tersebut terhadap pemerintah daerah lainnya. Halim (2021:230) Salah satu cara untuk mengeanalisis kinerja keuangan pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangannya adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Penilaian kinerja pemerintah berdasarkan berbagai rasio keuangan. Diantaranya Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Keserasian dan Rasio Pertumbuhan Puspitasari (2013: 6) pengukuran kinerja keuangan penting dilakukan untuk dapat menilai akuntabilitas pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerahdan dituangkan dalam bentuk laporan keuangan yang bertujuan untuk menyajikan informasih mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, serta kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur yang digunakan dalam pengambilan keputusan dan untuk menunjukan akuntabilitas pelaporan atas sumber daya yang dikelola pemerintah.Bentuk dari penilaian kinerja tersebut berupa analisis rasio keuangan yang berasal dar unsur Laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah berupa perhitungan APBD. Kinerja adalah kemampuan kerja yang ditunjukan dengan hasil kerja. Kinerja keuangan dapat disimpulkan merupakan gambaran kondisi keungan sebuah intansi yang dapat diukur dengan cara tertentu yang dapat berupa realisasi pendapatan dan belanja yang disusun berdasarkan basis akrual yang menghasilkan sebuah kesimpulan akan keberhasilan perusahaan atau dalam mengelola keuangan. Kunci:kinerja keuangan daerah, APBD dan rasio keuangan.

Kuasa Doa Orang Beriman

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pergumulan hidup tiap-tiap orang, tentunya tidak terlepas dari yang namanya“Doa”. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam Cerita-cerita Teks Alkitab banyak menceritakan tentang cara dan kebiasaan orang Yahudi berdoa sesuai dengan ajaran Taurat. Tentunya Yesus pun sama dalam melakukan hal tersebut. Namun yang menarik ialah, cara dan gaya Yesus dalam cerita teks Markus 11:20-26 menceritakan dengan jelas bagaimana Yesus mengajarkan murid-murid tentang doa dengan suatu pemahaman yang baru tentang cara mereka berdoa. Cerita tentang kutukan Yesus terhadap pohon ara merupakan hal yang mengejutkan bagi para murid. Pohon ara yang tadinya merupakan lambang kejayaan bagi masyarakat Yahudi saat itu, dikutuk Yesus, dan pada akhirnya layu, kering dan mati. Bagaimana tidak, karena pohon ara yang merupakan simbol kehidupan dan jabatan orang Yahudi saat itu dikutuk Yesus begitu saja. Tentunya ada hal penting yang Yesus ingin tunjukan lewat tindakannya dengan menjadikan pohon ara sebagai persamaan dengan kehidupan para Imam dan Ahli Taurat pada saat itu, yang dimana mereka tidak memberi kehidupan bagi banyak orang dengan hanya berdaun lebat namun tidak memiliki buah, dan hal ini tidak jauh berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh para Imam dan Ahli Taurat. Mereka hanya menjalankan tugas dan peran mereka secara formalitas tanpa benar-benar hidup dan berbuah bagi sesame mereka dalam hal pelayanan mereka. Mereka hanya sibuk mengajar dan dengan kesombongan memamerkan kesombongan rohaniah mereka didepan umat. Tentunya ada pelajaran penting yang ingin Yesus berikan kepada para murid dan orang-orang Yahudi saat itu. Pertama, hidup harus bersumber pada akar yang menjadi sumber kehidupan bagi Pohon tersebut, dan tentunya dengan mnejadikan Yesus Kristus sebagai akar/sumber kehidupan, pohon itu akan terus hidup dan bertumbuh. Begitu dengan manusia dalam menjalani kehidupannya. Harus terus bergantung pada Yesus sebagai sumber kehidupan mereka. Yang berikut, ialah hidup menghasilkan buah.bukan hidup seperti kebiasaan para Imam dan Ahli Taurat yang hanya bermegah dalam jabatan mereka tanpa memberikan pengajaran yang baik dan benar bagi umat. Tentunya mereka sama saja dengan pohon ara yang tidak menghasilkan buah. Mereka harusnya ditebang dan dibuang kedalam Api, karena mereka tidak memiliki fungsi apa. Kedua, memanjatkan doa dengan keyakinan iman yang teguh pada Allah, yang di dalamnya percaya sepenuhnya kepada Allah bahwa doa tersebut akan terjawab. Ketiga, berdoa dengan tanpa memiliki rasa bimbang dan ragu dalam hati. Keempat, ketulusan hati dalam hal mengampuni. Mengampuni dengan tanpa terkecuali siapapun orang itu. Kehidupan kekristenan dimasa sekarang yang penuh dengan persoalan, tentunya menjadikan orang Kristen semakin setia membangun relasi mereka dengan Allah. Terbukti dalam kehidupan 2 tahun terakhir di tahun 2020 dan 2021, banyak orang Kristen semakin rajin bergereja karena sebelumnya gereja ditutup dari kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Kebijakan ini dikeluarkan dengan bentuk aturan yang dinamakan pembatasan social berskala besar (PSBB), dan juga Perberlakuan pembatasan kegiatan (PPKM) beberapa waktu akibat situasi pandemic Covid-19 yang terus meningkat. Ditambah dengan bencana Siklon tropis badai Seroja yang memporak-poranda sebagian besar wilayah NTT pada bulan April 2021, tentunya memberikan refleksi tersendiri bagi jemaat dalam bergumul dengan kehidupan mereka yang sejatinya mereka bawa dalam doa-doa mereka. Doa, sejatinya tidak hanya dibutuhkan pada saat-saat krisis seperti sekarang dan nasehat Yesus tentang doa sebagaimana dicatat dalam Markus 11:20-26 menjadi sangat penting. Dalam tulisan ini, penulis berupaya untuk mencari dan menemukan bagaimana seharusnya orang Kristen memahami doa-doa mereka dalam menjalani pergumulan hidup mereka yang penuh dengan tantangan dan persoalan. Dengan bertekun dalam doa, pada akhirnya, orang-orang Kristen akan menemukan harapan dan sukacita dalam segala situasi hidup mereka.

ANALISIS PENGARUH PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KSP KOPDIT PINTU AIR CABANG LARANTUKA

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian Reward dan Punishment terhadap kinerja karyawan pada KSP Kopdit Pintu Air Cabang Larantuka. KSP Kopdit Pintu Air merupakan salah satu koperasi simpan pinjam yang ada di Indonesia.Memiliki lebih dari 200.000 anggota dan 50 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia salah satunya adalah KSP Kopdit Pintu Air cabang Larantuka dengan memiliki anggota sebanyak 3.330/Maret 2021.Dimana jumlah anggota ini tidak terlepas dari kerja para karyawan untuk mendapatkannya.Target anggota per bulan adalah 54 anggota.Karena jumlah karyawan adalah 38 orang maka masing-masing karyawan minimal harus mendapatkan 2 anggota dalam satu bulan. Karna memiliki banyak anggota koperasi juga tentunya memiliki karyawan yang juga harus mempunyai kinerjakerja yang baik untuk melayani para anggotanya.Untuk mengontrol kinerja kerja karyawannya KSP Kopdit Pintu Air Cabang Larantuka juga menerapkan sistem reward dan punishmnet kepada karyawannya.Untuk mengontrol kinerja kerja karyawannya KSP Kopdit Pintu Air Cabang Larantuka juga menerapkan sistem reward dan punishmnet kepada karyawannya.Reward diberikan apabila karyawan yang bersangkutan memiliki kinerja kerja yang baik atau mampu menembus target perusahaan.Sedangkan punishment atau sanksi diberikan oleh KSP Kopdit Pintu Air Cabang Larantuka kepada karyawan yang belum bisah memenuhi atau pencapaiannya masih dibawa target yang telah direncanakan. Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas maka persoalan dalam penelitian ini adalah: Apakah pemberian reward berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada KSP Kopdit Pintu Air cabang Larantuka.Apakah pemberian punishmnet berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada KSP Kopdit Pintu Air cabang Larantuka. Permasalahan yang ditemukan pada KSP Kopdit Pintu Air Cabang Larantuka adalah masalah pemberian reward yang masih terbatas dan kurang adil,serta pemberian punishment yang kurang tegas kepada karyawan yang menyebabkan kinerja karyawan menjadi kurang baik dalam mencapai tujuan perusahaan. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan KSP Kopdit Pintu Air Cabang Larantuka yakni berjumlah 38 orang responden.Teknik pengmupulan data menggunakan Kuesioner yang diberikan kepada 38 responden yaitu karuyawan KSP Kopdit Pintu Air Cabang Larantuka dengan menggunakan metode regresi linear berganda untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah-masalah dalam teknik regresi linear berganda digunakan juga Uji T,Uji F,Uji R2. Berdasarkan uji regresi linear berganda Nilai konstan adalah 1,362, artinya apabila nilai reward dan punishment sama dengan nol maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 1,362. Nilai koefisiensi (b1) atau variabel reward sebesar 0,520 yang artinya jika rata-rata skor variabel reward meningkat sebesar satu maka rata-rata skor variabel kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,520 dengan asumsi variabel lainnya konstan. Nilai koefisiensi (b2) atau variabel punishment sebesar 0,355 yang artinya jika rata-rata skor variabel punishment meningkat sebesar satu maka rata-rata variabel kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,355 dengan asumsi variabel lainnya konstan.Berdasarkan hasil uji hipotesis uji parsial atau uji T dapat diketahi bahwa variabel reward dan punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan hasil perhitungan variabel reward denga nilai signifikan sebesar 0.000 0,05 dan nilai Thitung > Ttabel yaitu dengan nilai 4,229 > 1,686. Dan hasil perhitungan variabel punishment dengan niali signifikan 0,029 0,05 dan nilai Thitung> T tabel yaitu dengan niali 2,278 > 1,686.Dilihat dari hasil uji hipotesi secara serempak (F) atau uji simultan yang menunjukan bahwa nilai Fhitung pada kolom F adalah sebesar 17,899 lebih besar dari nilai Ftabel sebesar 3,26. Nilai signifikan Fhitungpada kolom (sig.) adalah 0,000,nilai ini lebih kecil dari tingkat kesalahan (α) 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yang terdiri dari reward danpunishment secara simultan berpengaruh positif dan signifikat terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan.Berdasarkan uji koefisien determinasi (R2) maka disimpulkan bahwa reward dan punishment secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikat terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang menyatakan reward dan punishment berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan atau H1 diterima. Dengan hasil uji koefisien determinasi (R2) , yaitu sebesar 50,6% dan sisanya sebesar 49,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar penelitian. Implikasi Teoritis dalam penelitian pada umumnya dalam teori-teori tentang pengaruh pemberian reward dan punishment berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan Implikasi terapan pada penelitian ini adalah perusahaan harus menambah reward yang harus diterima karyawan sebagai bentuk apresia dan pemberian reward tersebut harus adil. Sedangkan pemberian punishment yang diberikan kepada karyawan harus tegas namun tidak terlalu keras sehingga tidak menimbulkan tekan pada karyawan sehingga karyawan dapat menunjukan kinerja yang lebih baik dalam mencapai tujuan perusahaan

Analisis kontribusi pajak daerah Terhadap pendapatan asli daerah (studi di pemerintah Kabupaten Sumba Barat )

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTFRAK Pendapatan asli daerah merupakan salah perkotaan, dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) adalah badan daerah yang melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintah bidang keuangan. Hal ini diatur dalam Peraturan Daerah No.04 Tahun 2016 Tentang Pembentukan & Susunan Perangkat Daerah Kota Kupang. Tujuan Badan Pendapatan Daerah yaitu meningkatkan penerimaan pendapatan daerah dan mewujudkan partisipasi serta kepatuhan masyarakat terhadap pentingnya membayar pajak Masalah penelitian ini adalah kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah. Untuk menganalisis Pengaruh kontribusi pajak terhadap perkembangan pendapatan asli daerah di sumba barat dari tahun 2016 – 2020. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini data Pendapatan Asli Daerah dan Pajak daerah pemerintah kabupaten sumba barat.Yang menjadi sampel dalam penelitian ini Laporan keuangan pendapatan asli daerah dan pajak daerah sumba barat dari tahun 2016 – 2020. Dalam proses pengumpulan data yang diperlukan, penulis menggunakan teknik pengumpulan data, Dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi-informasi berdasarkan sumber data. Dari Hasil penelitian, peneliti menyimpulkan kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah dikategorikan baik, dengan rincian Pada tahun 2016 kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah sumba barat sebesar 76,40% dikategorikan sangat baik. Pada tahun 2017 kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah sumba barat sebesar 77,51% dikategorikan sangat baik. Pada tahun 2018 kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah sumba barat sebesar 31,25% dikategorikan cukup baik. Pada tahun 2019 kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah sumba barat sebesar 24,02% dikategorikan sedang. Pada tahun 2020 kontribusi pajak daerah xv terhadap pendapatan asli daerah sumba barat sebesar 50,90% dikategorikan sangat baik. Sehingga peneliti menyimpulkan kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli Daerah Sumba Barat dari tahun 2016 - 2020 di kategorikan baik.

Analisis persepsi pelaku usaha mikro kecil menengah tentang penerapan peraturan pemerintah No.23 Tahun 2018 (studi pada kecamatan kelapa lima kota kupang)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai persepsi wajib pajak pelaku UMKM tentang Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 ditinjau dari sosialisasi pajak, tarif pajak dan sanksi pajak. Jenis penelitian adalah deskriptip yang mendeskripsikan persepsi wajib pajak tentang PP 23 Tahun 2018. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden dengan teknik Pertimbangan sampel dalam penelitian ini adalah memberi batasan usia minimal responden yaitu 18 tahun dan telah tamat SMA karena orang sudah dianggap mampu mengambil keputusan keuangan dengan baik. Sementara untuk kriteria usaha peneliti memutuskan kriteria minimal usaha sudah berjalan selama 3 tahun dan memiliki omzet minimal Rp. 5.000.000,- perbulannya. Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas Hasil penelitian menyebutkan bahwa persepsi pelaku umkm ditinjau dari sosialisasi pajak, tarif pajak dan sanksi pajak berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan untuk menjawab persoalan-persoalan penelitian dengan judul Analisis Persepsi Pelaku UMKM tentang penerapan PP.No.23 Tahun 2018 dapat disimpulkan bahwa persepsi Wajib Pajak Pelaku UMKM terhadap PP 23 Tahun 2018 di tinjau Sosialisasi Pajak, Tarif Pajak dan Sanksi Pajak secara keseluruhan sudah cukup baik, serta telah memberikan pemahaman dan menawarkan kemudahan dalam pembayaran pajak pelaku UMKM.

PENGARUH SUHU PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN ATSIRI SEREH MERAH

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH SUHU PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN ATSIRI SEREH MERAH Tadu U.TH. D *) Dethan S.J.J **)) Bunga Haba J. F***))) ABSTRAK Penelitian ini tentang. Pengaruh suhu penyuligan Terhadap Rendemen minyak sereh merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu yang tepat dari daun sereh merah Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan masing – masing perlakuan bahan baku sebanyak 1000 gram daun sereh merah. Variabel yang diamati adalah rendemen minyak sereh merah yang dihasilkan dari proses penyulingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis sidik ragam anova densitas minyak sereh merah tertinggi terdapat pada perlakuan C Kata Kunci: Ekstraksi, Penyulingan, Densitas, Daun Sereh Merah

PENGARUH LAMA WAKTU DESTILASI PENYULINGAN TERHADAP PROFIL MINYAK ATSIRI DAUN SERAI WANGI (Chymbopogon nardus (L.) Rendle) HASIL DESTILASI UAP-AIR

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minyak atsiri dalam Encyclopedia of Chemical Technology diartikan sebagai senyawa yang mudah menguap dan berasal dari bagian tanaman seperti akar, batang, daun, biji, kulit dan buah (Baser dan Demirici, 2007). Selain itu, minyak atsiri juga mengandung turunan senyawa aromatik yang menjadi sumber aroma wangi yang terdiri dari gugus fungsi aldehida, alcohol, fenol, asam ester, ester dan keton (Rassem, 2016). Sumber minyak atsiri yang diproduksi di Indonesia berasal dari 40-80 salah satunya adalah tanaman serai (Balakrishnan dkk, 2014). Tujuan melaksanakan peneltian ini untuk mempelajari distilasi minyak atsiri daun serai wangi ( C. nardus), untuk mengetahui pengaruh volume air pada destilasi uap-air terhadap sifat fisik, (rendemen, warna, dan indeks bias). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu distilasi minyak atsiri daun serai wangi (c.nardus (l.) rendle) menggunakan metode distilasi uap-air terhadap profil minyak atsiri yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan rancangan dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap) 3 perlakuan 2 kali ulangan dan 16 unit percobaan. Perlakuan yang dicoba yaitu (Bahan serai wangi 2,5 kg), (Volume Minyak Serai wangi), (Berat jenis minyak). Daun yang digunakan adalah daun serai wangi segar yang dikering-anginkan selama satu hari dan menggunakan metode distilasi uap-air (steam-water distilation). Variasi yang digunakan adalah variasi jumlah pelarut yakni 3 Liter, 6 Liter dan 9 Liter setiap 2,5 kg sampel. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh volume air pada distilasi minyak atsiri daun serai wangi dapat disimpulkan bahwa rendemen minyak serai wangi sangat berpengaruh nyata pada distilasi uap air pada perlakuan berat bahan 2,5 kg dengan rendemen 0,73%.

PENGUJIAN POSISI DAUN TERHADAP KARAKTERISTIK MINYAK KAYU PUTIH

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penilitian telah dilakukan dengan tujuan mengetahui pengujian posisi daun terhadap karakteristik minyak kayu putih. Bahan yang di gunakan yaitu daun kayu putih dan air penyulingan minyak kayu putih. Penilitian dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu posisi daun dari ujung, tengah, dan pangkal. Rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji Duncan. Setiap perlakuan mengalami 5 kali pengulangan setiap perlakuan di buat dengan bahan dasar 2500 gr. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan posisi daun memberikan pengaruh pada pengamatan volume, rendemen dan berat jenis. Perlakuan D (pangkal) adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai volume tertinggi 5.00 gr/ml, rendemen tertinggi 1.64. %, dan berat jenistertinggi 0.75. ml/gr.

PENGARUH SUHU PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN ATSIRI SEREH MERAH

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH SUHU PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN ATSIRI SEREH MERAH Tadu U.TH. D *) Dethan S.J.J **)) Bunga Haba J. F***))) ABSTRAK Penelitian ini tentang. Pengaruh suhu penyuligan Terhadap Rendemen minyak sereh merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu yang tepat dari daun sereh merah Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan masing – masing perlakuan bahan baku sebanyak 1000 gram daun sereh merah. Variabel yang diamati adalah rendemen minyak sereh merah yang dihasilkan dari proses penyulingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis sidik ragam anova densitas minyak sereh merah tertinggi terdapat pada perlakuan C Kata Kunci: Ekstraksi, Penyulingan, Densitas, Daun Sereh Merah

RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS TEMPURUNG KELAPA TIPE SEMI MEKANIS

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS TEMPURUNG KELAPA TIPE SEMI MEKANIS Nanggi L. Alosius* Bunga Habba, J. F** Dethan, J.J.S** Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Penelitian ini telah di laksanakan di laboratirum mekanisasi pertanian, Univesitas Kristen Artha Wacana . Pada awal teknik pengupasan tempurung kelapa yang sering digunakan petani kelapa adalah menggunakan parang. Pengupasan tempurung kelapa menggunakan parang pun terbilang belum efektif apabila digunakan untuk mengupas tempurung kelapa dalam jumlah sedikit. Penggunaan parang membutuhkan tenaga dan waktu yang besar. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang rancang bangun alat pengupas tempurumg kelapa semi mekanis, agar dapat menghemat tenaga dan waktu pengupasan kelapa yang mengakibatkan kesulitan bagi petani kelapa dalam hal pengupasan tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan rancang bangun dan kapasitas kerja alat pengupas tempurung kelapa tipe semi mekanis. Rancang bangun alat pengupas tempurung menggunakan metode trial and error dimana setelah alat dirancang atau di desain di lakukan uji coba dan bila di temukan komponen komponen yang belum berfungsi dengan baik maka di lakukan perbaikan terhadap komponen tersebut sampai komponen tersebut berfungsi dengan baik,penelitian di lanjutkan dengan menghitung kinerja alat pengupas tempurung kelapa dengan jumlah ulangan tiga kali.kinerja alat pengupas tempurung kelapa di hitung dengan rerata ulangan tersebut uji kinerja(jam/buah)hasil penelitian terhadap kinerja alat pengupas tempurung kelapa semi mekanis menunjukan bahwa cukup maksimal baik, dari hasil uji kinerja mesin pengupas tempurung kelapa semi mekanis menunjukan bahwa kapasitas kerja mesin pengupas trmpurung semi mekanis sebanyak 9 buah dengan waktu rata – rata 0,20 detik dengan menghasilkan pengupasan 137 buah/jam.dalam rancngan alat pengupas tempurung kelapa semi mekanis ini mengunakan tenaga penggerak yaitu motor listrik(Dinamo penggerak) dan bahan utama adalah buah kelapa kering. Kata kunci :Kelapa,pengupas,tempurung,semi,mekanis *peneliti **pembimbing

Pengaruh jarak rak pada pembuatan kopra menggunakan energi panas dari gasifikasi biomasa

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH JARAK RAK PADA PEMBUATAN KOPRA MENGUNAKAN ENERGI PANAS DARI GASIFIKASI BIOMASA ABSTRAK Patrisius Y.S Bunga FJH** Jemmy JSD** Penelitian ini mengkaji proses untuk mengurangi kadar air kopra dalam rak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jarak rak pengering terhadap kualitas kopra dengan sumber panas hasil gasifikasi biomasa mengunakan bed dryer sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan rancangan acak (RAL), yaitu 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga menghasilkan 20 unit percobaan dengan perlakuan yang uji adlah perbandingan setiap rak. Perlakuan yang di coba adalah sebagai berikut : Perlakuan A : jarak rak 10 cm, Perlakuan B : 20 cm, Perlakuan C : 30 cm, Perlakuan D :40 cm. Hasil penelitian proses pengeringan kopra dari bed dryer sederhana dapat disimpulkan bahwa jarak rak berpengaruh terhadap kadar air kopra. Perlakuan terbaik adalah pengeringan dengan jarak rak terhadap kualitas kopra 30 cm yang menghasilkan kadar air akhir kopra 6.60 %

PENGARUH LAMA WAKTU DESTILASI PENYULINGAN TERHADAP PROFIL MINYAK ATSIRI DAUN SERAI WANGI (Chymbopogon nardus (L.) Rendle) HASIL DESTILASI UAP-AIR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Minyak atsiri dalam Encyclopedia of Chemical Technology diartikan sebagai senyawa yang mudah menguap dan berasal dari bagian tanaman seperti akar, batang, daun, biji, kulit dan buah (Baser dan Demirici, 2007). Selain itu, minyak atsiri juga mengandung turunan senyawa aromatik yang menjadi sumber aroma wangi yang terdiri dari gugus fungsi aldehida, alcohol, fenol, asam ester, ester dan keton (Rassem, 2016). Sumber minyak atsiri yang diproduksi di Indonesia berasal dari 40-80 salah satunya adalah tanaman serai (Balakrishnan dkk, 2014). Tujuan melaksanakan peneltian ini untuk mempelajari distilasi minyak atsiri daun serai wangi ( C. nardus), untuk mengetahui pengaruh volume air pada destilasi uap-air terhadap sifat fisik, (rendemen, warna, dan indeks bias). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu distilasi minyak atsiri daun serai wangi (c.nardus (l.) rendle) menggunakan metode distilasi uap-air terhadap profil minyak atsiri yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan rancangan dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap) 3 perlakuan 2 kali ulangan dan 16 unit percobaan. Perlakuan yang dicoba yaitu (Bahan serai wangi 2,5 kg), (Volume Minyak Serai wangi), (Berat jenis minyak). Daun yang digunakan adalah daun serai wangi segar yang dikering-anginkan selama satu hari dan menggunakan metode distilasi uap-air (steam-water distilation). Variasi yang digunakan adalah variasi jumlah pelarut yakni 3 Liter, 6 Liter dan 9 Liter setiap 2,5 kg sampel. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh volume air pada distilasi minyak atsiri daun serai wangi dapat disimpulkan bahwa rendemen minyak serai wangi sangat berpengaruh nyata pada distilasi uap air pada perlakuan berat bahan 2,5 kg dengan rendemen 0,73%.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PERZINAHAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul: “DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS OPERANDI DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PERZINAHAN”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1. Apa motif terjadinya tindak pidana perzinahan ? 2. Bagaimana modus operandi terjadinya tindak pidana perzinahan ? 3.Bagaimanakah akibat hukum yang timbul dari terjadinya tindak pidana perzinahan terhadap pelaku dan rumah tangga korban ? Tujuan penelitian adalah 1.Untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana perzinahan, 2.Untuk mengetahui modus operandi terjadinya tindak pidana perzinahan, 3.Untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari terjadinya tindak pidana perzinahan terhadap pelaku dan rumah tangga korban. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif,modus dan akibat hukum bagi terdakwa serta rumah tangga korban. Sedangkan variabel terikat yang digunakan oleh penulis yaitu putusan pengadilan terhadap pelaku tindak pidana perzinahan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka penulis menemukan motif pelaku melakukan perzinahan yaitu terdakwa mengalami permasalahan ekonomi dalam keluarga, sering terjadi pertengkaran dalam rumah tangga dan kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi. Modus terdakwa yakni saling berkomunikasi dan sering berbagi kisah rumah tangga melalui sosial media, memberikan kenyamanan dan perhatian, membuat janji temu di suatu tempat seperti hotel, kos maupun kontrakan untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Sedangkan akibat hukum yang timbul bagi para pelaku yaitu dijatuhi hukuman pidana penjara dan dibebani biaya perkaya. Akibat yang timbul dari perbuatan pelaku terhadap korban adalah pisah rumah dan atau cerai antara korban dan terdakwa yang berdampak pada anak-anak yang kehilangan kesejahteraan. Adapun saran yang perlu penulis paparkan yakni diharapkan kepada pasutri dalam kehidupan bersama dilingkungan keluarga agar lebih meningkatkan rasa kasih sayang, perhatian, saling berbagi dan peduli terhadap pasangannya sehingga meminimalisir tindak pidana perzinahan yang akan terjadi. Diharapkan kepada pihak dispenduk dan pencatatan sipil memberikan pembekalan terhadap para pasutri baru sehingga lebih memahami kehidupan berumah tangga yang akan mereka jalani. Diharapkan para aparat hukum memberikan nasihat dan pencerahan hukum secara berkala dan terus menerus terhadap para terdakwa.

ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN KOPERASI PADA KOPERASI KREDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN KOPERASI PADA KOPERASI KREDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG Robert A. Serang; Yuningsih N. Christiani; Kuirinus A. Seran Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, Untuk mencapai tujuan tersebut, koperasi sebagai badan usaha memerlukan pengukuran kinerja, serta penilaian terhadap koperasi yang tepat sebagai dasar pengambilan keputusan baik pihak interen maupun eksteren. Keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan atau organisasi merupakan prestasi manajemen. Penilaian kesehatan pada umumnya dapat didasarkan pada standar atau pedoman penilaian tertentu menurut kepentingan masing-masing perusahaan. Tingkat kesehatan yang baik tersebut dilakukan dengan cara menilai aspek-aspek permodalan, kualitas aktiva produktif, efesiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan, serta jati diri koperasi. Permasalahan yang terjadi selama ini Koperasi Kredit Swasti Sari Kupang, pada setiap tahunnya bahkan pada setiap bulannya, selalu dibuatkan penilaian, tetapi bukan penilaian ksehatan tetapi penilaian untuk melihat pertumbuhan dari bulan ke bulan, sesuai pedoman yang diturunkan oleh Induk Koperasi Kredit Indonesia di Jakarta berupa PEARLS. Persoalan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Analisis Kesehatan Keuangan Koperasi pada Koperasi Kredit Swasti Sari Kota Kupang. Tujuan penelitian ini adalah unutuk menganalisis Kesehatan Keuangan Koperasi Pada koperasi Kredit Swasti berdasarkan peraturan menteri koperasi untuk menilai kesehatan koperasi. Manfaat dalam penelitian ini adalah dapat menambah wawasan dan pemahaman akan teori yang berhubungan dengan Analisis Kesehatan Keuangan Koperasi Pada Koperasi Kredit Swasti Sari Kota Kupang. Konsep Penelitian Yaitu: Kesehatan koperasi adalah kondisi kinerja usaha keuangan dan manajemen koperasi yang dinyatakan sehat, cukup sehat, kurang sehat, tidak sehat, dan sangat tidak sehat. Penilaian ini berdasarkan atas hasil perhitungan terhadap 6 komponen Yaitu: aspek Permodalan, aspek Kualitas aktiva produktif, aspek Efesiensi, aspek Likuiditas, aspek Kemandirian dan pertumbuhan, aspek Jati diri koperasi. Adapun objek yang dipilih dalam penelitian ini adalah koperasi kredit swasti sari kupang. Populasi dalam penelitian ini seluruh data laporan keuangan koperasi kredit swasti sari kupang mulai dari tahun 1988 sampai tahun 2020. Sampel dalam penelitian ini seluruh data laporan keuangan koperasi kredit swasti sari kupang mulai darit ahun 2018 sampai tahun 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dokumen laporan keuangan koperasi. Alat analisis yang digunakan adalah analisis rasio berdasarkan peraturan koperasi memiliki 6 aspek yaitu aspek permodalan, aspek aktiva produktif, aspek efisiensi, aspek likuiditas, aspek kemandirian dan pertumbuhan dan aspek jati diri koperasi. Teknik Analisis yang dilakukan penulis adalah men dideskripsikan konsep berdasarkan indikator empirik dari masing-masing konsep dalam pada teknik analisis pendahuluan, sedangkan pada analisis lanjutan, penulis mendeskripsikan serta mengkaji tingkat kesehatan koperasi swastisari kupang. Aspek penilaian kesehatan keuangan koperasi mennurut SK Menteri No. 20/Per/M.KUKM/XI/2016 dengan menggunakan 6 aspek penilaian kesehatan keuangan koperasi yaitu aspek permodalan, aspek aktiva produktif, aspek efisiensi, aspek likuiditas, aspek kemandirian dan pertumbuhan dan aspek jati diri koperasi, Hasil penelitian yang telah dilakukan tahun 2018-2020 menunjukan bahwa; Aspek permodalan tahun 2018-2020 menunjukan hasil sebesar 100 tergolong dalam predikat “Sehat”. Aspek kualitas aktiva produktif tahun 2018-2020 menunjukan hasil tahun 2018 adalah 62,5, tahun 2019 adalah 56,25dan tahun 2020 adalah 66,63tergolong dalam predikat Dalam Pengawasan, Aspek Efesiensitahun 2018-2020 menunjukan hasil sebesar 70 tergolong predikat cukup sehat, Aspek Likuiditas tahun 2018-2020 menunjukan hasil sebesar 100 tergolong dalam predikat “Sehat”. Aspek Kemandirian Tahun 2018-2020 menunjukan hasil sebesar 15 tergolong dalam predikat dalam pengawasan khusus, Aspek Jati Diritahun 2018-2020 menunjukan hasil tahun 2018 adalah 15 tahun 2019 adalah 14 dan tahun 2020 adalah 7 dan tergolong dalam predikat Dalam Pengawasan kusus. secara keseluruhan tingkat kesehatan Koperasi Swastisari Kupang Tahun 2018-2020 yakni tahun 2018 adalah 92,1% tahun 2019 meningkat menjadi 95,4% dan tahun 2020 turun menjadi 80,7% sehingga tergolong dalam predikat Sehat Kata Kunci : Kesehatan Koperasi, Rasio Kuangan

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM DAN SILPA TERHADAP BELANJA MODAL PADA KABUPATEN SABU RAIJUA

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengalokasian sumber daya ke dalam anggaran belanja modal merupakan sebuah proses yang sarat dengan kepentingan-kepentingan politis. Anggaran ini sebenarnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan publik akan sarana dan prasarana umum yang disediakan oleh pemerintah daerah. Namun, adanya kepentingan politik dari lembaga legislatif yang terlibat dalam penyusunan proses anggaran menyebabkan alokasi belanja modal terdistorsi dan sering tidak efektif dalam memecahkan masalah di masyarakat (Keefer dan Khemani, 2003). Peningkatan alokasi belanja modal dalam bentuk aset tetap seperti infrastruktur, peralatan dan infrastruktur sangat penting untuk meningkatkan produktivitas perekonomian karena semakin tinggi belanja modal semakin tinggi pula produktivitas perekonomian. Pendapatan Asli Daerah, Merupakan sumber pendapatan daerah yang berasal dari kegiatan ekonomi daerah tersebut. Citra keuangan pemerintah daerah akan tercermin dari besarnya PAD yang di peroleh, dan bagaimana alokasi keuangan pemerintah daerah untuk membiayai kegiatan pemda untuk mensejahtrakan masyarakatnya. Untuk meningkatkan penerimaan PAD, pemerintah daerah perlu memerlukan analisis potensi-potensi yang ada di daerah dan mengembangkan potensi tersebut sebagai pemasukan daerah. Pembangunan ekonomi ini ditandai dengan meningkatnya produktivitas dan meningkatnya pendapatan per kapita penduduk sehingga terjadi perbaikan kesejahteraan. Kenyataan yang terjadi dalam pemerintah daerah saat ini adalah dengan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi ternyata tidak selalu diikuti dengan peningkatan belanja modal hal ini dapat dilihat dari kecilnya jumlah belanja modal yang dianggarkan dibandingkan dengan total anggaran belanja daerah yaitu 22,64 % seperti dapat dilihat pada lampiran Anggaran Belanja Daerah.

Analisis Penyusunan Pelaporan Keuangan Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ). (studi pada pelaku usaha di desa penfui timur)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS PENYUSUNAN PELAPORAN KEUANGAN PADA PELAKU USAHA MIKRO KECIL MENENGAH UMKM ( Pada Pelaku Usaha Di Desa Penfui Timur ) Jusuf Aboladaka;Yuningsih N. Christiani; Jekson Adu UMKM merupakan suatu kegiatan ekonomi yang kecil, namun dapat memberikan dampak yang besar dalam perekonomian. Untuk itu perlu adanya laporan keuangan yang baik, sesuai Standar IAI yang telah menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro Kecil Menengah. Tingginya potensi UMKM dalam perkembangan perekonomian tidak diimbangi dengan kualitas UMKM. Pencatatan dan pengelolaan keuangan yang merupakan salah satu keberhasilan UMKM. Permasalahan yang paling mendasar pada UMKM adalah pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang belum memadai. Hal tersebut karena UMKM terkendala dalam berbagai faktor antara lain kurangnya pengetahuan tentang pencatatan akuntansi. Pelaporan UMKM pada umumnya mencatat jumlah barang diterima dan dikeluarkan, jumlah barang dibeli dan dijual, jumlah piutang dan hutang, tanpa menggunakan standar akuntansi keuangan yang ada, hal tersebut belum mencerminkan informasi keuangan yang sebenarnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Seberapa besar pemahaman serta penyusunan pelaporan keuangan pelaku MKM dalam penyusunan pelaporan keuangan. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai kontribusi atau masukan pada seluruh pelaku UMKM secara umum dan secara khusus pelaku UMKM di Desa Penfui Timur terkait pentingnya penyusunan pelaporan keuangan sehingga dapat menghasilkan suatu informasi yang dapat dipakai dalam pengambilan keputusan dalam menjalankan usaha. Hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah:Ho : β= 0 artinya adanya pemahaman penyusunan pelaporan keuangan oleh pelaku UMKM dan Ha : β>0 artinya tidak ada pemahaman penyusunan pelaporan keuangan oleh pelaku UMKM.Populasi dalam penelitian ini adalah pada seluru pelaku UMKM yang ada di Desa Penfui Timur,Sampel dalam penelitian ini 30 pelaku usaha kios sembako di Desa Penfui Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode Survei, dan teknik analisis data yakni analisis data regresi sederhana dengan rumus:Y=a+bX+e. Hasil pengujian variebel penyusunan pelaporan keuangan pada pelaku UMKM diperoleh hasil konstanta regresi (a) sebessar 33.246 dan koefisien (b) sebesar 0,111, nilai Thitung untuk koefisien regresi b = 0,594 sedangkan Ttabel adalah 1,701 yang berarti Thitung< Ttabel ( 0,594< 1,701) maka Ho diterima Ha ditolak, dengan demikian dapat dikatakan bahwa artinya tidak ada/kurangnya pemahaman dalam penyusunan pelaporan keuangan oleh pelaku UMKM. Jika dilihat dari Nilai signifikasi dapat yang diinterpretasikan sebagai nilai pengaruh perubahan variabel terikat maka dapat dikatakan bahwa Penyusunan pelaporan keuangan pelaku UMKM Desa Penfui Timur diketahui berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman pelaku UMKM Desa Penfui Timur, serta memiliki hubungan positif terhadap nilai probabilitas pemahaman pelaku UMKM dilihat dari nilai F-hitung yang diperoleh sebesar 0,353 dengan nilai probabilitas penyusunan pelaporan keuangan 0,557>0,05yang berarti semakin banyak Penyusunan pelaporan keuangan diterapkan maka akan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM Kata Kunci: Penyusunan Pelaporan Keuangan, Pemahaman Pelaku UMKM

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Perimbangan Terhadap Belanja Modal Di Pemerintah Kota Dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA MODAL DI PEMERINTAH KOTA DAN KABUPATEN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah memberikan dampak yang luas bagi pelaksanaan otonomi daerah. Dengan diberikannya otonomi daerah tersebut setiap daerah diberikan kewenangan dan kewajiban untuk melaksanakan berbagai kegiatan pemerintahan secara lebih mandiri. Kemandirian keuangan daerah diharapkan bisa terwujud dengan otonomi daerah karena tentunya pemerintah pusat menyadari bahwa yang paling mengetahui kondisi daerah adalah pemerintah daerah itu sendiri. baik dari segi permasalahan yang ada sampai kesumber-sumber pendapatan yang bisa digali oleh pemerintah daerah tersebut. Komponen pendapatan daerah berdasarkan UU nomor 33 tahun 2004 pasal 10 yang menyatakan bahwa yang menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah bukan hanya pendapatan asli daerah, namun ada transfer dari pemerintah pusat dalam bentuk dana perimbangan. Hasil penelitian sebelumnya yang menguji Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Belanja Modal dilakukakan oleh Susanti dan Pahlevi (2016), ditemukan bahwa Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal. Namun, hasil yang berbeda ditemukan dalam Penelitian yang dilakukan oleh Nurlis (2016), bahwa Pendapatan Asli Daerah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap belanja modal. Rincian persoalan dalam penilitian ini adalah apakah pendapatan asli daerah dan dana perimbangan berpengaruh terhadap belanja modal di pemerintah Kota dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggar Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Belanja Modal di Pemerintah Kota dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur. Periode yang digunakan dalam penelitian ini tiga tahun, yaitu mulai dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pemerintah Kota dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu sebanyak 21 kabupaten dan 1 kota. Teknik pengambilan smapel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel yaitu sebanyak 22 sampel. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi yang di dapat dari Laporan Realisasi Anggaran Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipublikasikan di website resmi Direktorat Djenderal Perimbangan Keuangan pemerintah daerah yaitu www.djpk.kemenkeu.go.id. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi yaitu dengan mempelajari, mengklasifikasikan, dan menganalisis data sekunder yang bersumber dari dokumen laporan realisasi anggaran Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan secara masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Modal. Hal ini dibuktikan pada hasil uji hipotesis dengan Uji T. Kemampuan prediksi dari variabel Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap variabel Belanja Modal sebesar 73% sebagaimana ditunjukan oleh besarnya nilai R square sebesar 0,730 sedangkan sisanya 27% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Belanja Modal

PERBEDAAN KUALITAS RENDEMEN MINYAK KAYU PUTIH ANTARA TEKNIK DESTILASI UAP DAN TEKNIK DESTILASI AIR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitan ini tentang perbedaan rendemen kualitas minyak kayu putih antara teknik destilasi uap dan teknik destilasi air. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan rendemen kualitas minyak kayu putih antara teknik destilasi uap dan teknik testilasi air. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan masing – masing perlakuan bahan baku sebanyak 2,5 kg daun kayu putih. Variabel yang diamati adalah rendemen , berat jenis dan bau minyak kayu putih yang dihasilkan dari proses destilasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji Duncan pada bau minyak kayu putih menunjukan adanya perbedaan, yang terdapat pada perlakuan 3 (destilasi Uap dan air), yaitu sebesar 0,004667%.

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM PENGADILAN NIAGA MENYATAKAN PKPU TERHADAP PERNYATAAN PAILIT PEMOHON

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

INTISARI Judul skripsi penulis adalah : ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM PENGADILAN NIAGA MENYATAKAN PKPU TERHADAP PERNYATAAN PAILIT PEMOHON PEMOHON Rumusan masalah yang penulis kaji adalah : Mengapa hakim pengadilan niaga menyatakan PKPU terhadap pernyataan pailit pemohon. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: untuk mengetahui mengapa hakim pengadilan niaga dalam memutus sengketa yang menyatakan PKPU terhadap pernyataan pailit pemohon. Jenis metode Penelitian yang penulis gunakan adalah: jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar . Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu alasan Hakim menolak Putusan peryataan pailit Pengadilan Negeri dan alasan Hakim mengabulkan Putusan peryataan pailit dalam putusan Pengadilan Negeri Hakim menolak Putusan peryataan pailit tersebut antara lain, karena pemohon pailit tidak dapat membuktikan dalil-dalil gugatanya di pengadilan. Sedangkan alasan Hakim mengabulkan Putusan peryataan pailit dalam perjanjian adalah pemohon pailit dapat membuktikan dalil-dalil gugatanya di pengadilan Kata Kunci : Putusan, Kepailitan. PKPU

DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah:DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah mengapa terjadi disparitas putusan pemidanaan dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan terjadinya disparitas putusan pemidanaan dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan.jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang tediri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar dan norma-norma peraturan dasar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yakni Mengapa Terjadi Disparitas Putusan Pemidanaan Dalam Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Dan variabel terikat yakni putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Penelitian tersebut ditemukan ada 2 (dua) alasan menjadi penyebab terjadinya disparitas putusan pemidanaan dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan karena: 1. Alasan sosiologis yaitu: a. Independensi Hakim 2. Alasan yuridis: a. Hal yang memberatkan dan hal yang meringankan terdakwa Saran dari penulis : kepada hakim dalam menjatuhkan putusan hakim harus benar- benar teliti sehingga tidak ada kekeliruan dalam menerapkan hukum, agar tercapai apa yang menjadi tujuan hukum itu sendiri yakni Kepastian,Keadilan dan Kemanfaatan. Kata Kunci: Disparitas, Pencurian Dengan Pemberatan