2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat GMIT Paulus Nadega merupakan salah satu Gereja yang ada di Raijua Klasis Sabu Barat-Raijua. Jemaat Paulus Nadega merupakan jemaat yang nota benenya hidup berbaur dengan budaya adat istiadat setempat. Penelitian ini berfokus pada pemahaman jemaat terkait dengan ritus Sabung Ayam (Pe’iu Manu) yang terus terpelihara hingga kini dan warga jemaat Paulus Nadega pun ikut turun mengambil bagian dalam praktik tersebut.
Meneliti pemahaman jemaat berkaitan dengan praktik ritus Sabung Ayam menjadi penting karena ritus Sabung Ayam mulai dipraktikan dengan pemahaman bahwa praktik Sabung Ayam itu sendiri merupakan bagian dari jati diri atau simbol perdamaian, pemersatu, bagi setiap orang Raijua, kususnya warga Jemaat Paulus Nadega. Namun dalam praktinya orang tidak lagi menjalankan Praktik sabung ayam sebagai mana mestinya, orang memanfaatkan ajang ini untuk berupaya untuk mendatangkan keberuntungan dalam bentuk nilai rupiah atau melakukan perjudian. Ada yang memahami praktik ritus sabung ayam sebagai bagian dari cara mengenang atau menghormati para leluhur dan juga melihat kembali sejarah dibalik prakti sabung ayam yang melambangkan perdamaiaan dan persekutuan, namun ada yang menolak dikarenakan praktik tersebut bagian orang Jingitiu dan yang sudah menjadi Kriten tidak boleh mengikuti praktik tersebut.
Gereja ada untuk memberikan pemahaman teologis kepada Warga Jemaat, maka gereja bisa merawat, memelihara dan melestarikan teologis yang ada, agar jemaat tidak menyimpang dari Iman Kristen. Pada kenyataannya tujuan dari ayam yang di adu dan pertumpahan darah merupakan simbol perdamaian dan itu sudah digenapi lewat karya salib, sehingga tidak ada lagi korban-korban yang lain. Untuk mengetahui ritus Sabung Ayam yang masih dipraktikkan oleh warga jemaat GMIT Paulus Nadega, maka penulis akan menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif.
Kata Kunci: Ritus Sabung Ayam, Perdamaian, Judi.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Jemaat GMIT Semau Tengah Utara merupakan Jemaat yang terdiri dari Mata Jemaat Elim Uitao dan Mata Jemaat Ora et Labora Uitao. Jemaat Ora et Labora Uitao dulunya adalah Jemaat Elim Uitao yang memilih keluar dikarenakan beberpa persoalan di mana masalah politik menjadi puncak dari konflik yang terjadi. Kurangnya pendeta/pelayan pada masa itu menyebabkan ketegangan di antara keduanya seolah-olah tenggelam begitu saja. Di tahun 2019, kedua jemaat ini disatukan menjadi Jemaat GMIT Semau Tengah Utara dalam relasi yang masih bersitegang. Kedua jemaat ini kembali disatukan dalam satu jemaat pelayanan yang akhirnya berdampak pada pelayanan dan juga relasi diantara keduanya.
Perpecahan antara dua jemaat ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain situasi politik, kebijakan gereja secara sinodal terkait sikap politik yang belum terlalu jelas. Faktor lainnya ialah model kepemimpinan yang tidak lagi memiliki rasa percaya dan juga cara pengelolaan konflik yang tidak tepat. Adapun akibat dari konflik ini secara langsung berakibat pada perpecahan di dalam jemaat, dan akibat secara tidak langsung pada relasi diantara kedua jemaat yang kurang harmonis pasca konflik.
Sebagai gereja kita tidak dapat menghindarkan diri kita dari yang namanya konflik. Upaya yang bisa dilakukan gereja dalam menghadapi konflik ada pada proses pengelolaannya. Sebuah konflik yang dapat dikelolah dengan baik akan mendapatkan hasil yang baik bagi kedua belah pihak yang bertikai. Sedangkan proses pengelolaan konflik yang tidak tepat akan berimbas pada lahirnya konflik baru. Selain proses pengelolaan konflik, hal yang penting dalam sebuah konflik gereja adalah pemulihan relasi pasca konflik. Pemulihan relasi ini tidak hanya berdampak pada psikologis anggota jemaat tetapi juga pada spiritualitas mereka.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kerajaan Allah adalah inti dari pemberitaan Yesus. Kerajaan Allah tidak hanya ada dalam Perjanjian Baru tetapi juga dalam Perjanjian Lama. Kerajaan Allah dipahami sesuai dengan konteks waktu itu, tetapi pada umumnya adalah sebagai sebuah pembaharuan hidup manusia. Pemberitaan tentang Kerajaan Allah oleh Yesus menekankan pada keselamatan eskatologi. Keselamatan yang merujuk pada masa kekinian, bahwa keselamatan sudah mulai terjadi sekarang ini. Kerajaan Allah bukan sesuatu yang abstrak bagi manusia tetapi sudah dan akan dialami oleh manusia. Dalam kehidupan jemaat, Kerajaan Allah kerap dihubungkan dengan hal penghukuman bagi manusia. Pandangan ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang ada di sekitar jemaat. Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun, Klasis Kupang Barat, memahami Kerajaan Allah sebagai sebuah penghakiman dan Pandemi Covid 19 sebagai hukuman dan tanda dari datangnya Kerajaan Allah, sehingga Kerajaan Allah menjadi hal yang menakutkan bagi jemaat. Pemahaman ini mendorong penulis untuk meneliti lebih jauh tentang faktor-faktor penyebabnya. Mengapa jemaat memahami bahwa Kerajaan Allah, yang hanya berpusat pada penghukuman? Apa dampak yang timbul dari pemahaman yang demikian? Tulisan ini dikaji dalam metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat serta menganalisisnya secara ilmiah. Berdasarkan hasil penggambaran dan analisa, penulis menemukan bahwa jemaat memahami Kerajaan Allah secara sempit yaitu sebuah penghukuman, pelayanan dan sikap hidup. Pemahaman jemaat ini dipengaruhi oleh ajaran dari Yohanes Pembaptis yang lebih menekankan pada penghukuman pada akhir zaman. Pemahaman jemaat juga turut dipengaruhi oleh kehadiran Persekutuan Doa yang ada di lingkungan jemaat. Pemahaman ini menjadi penting bagi Gereja dalam memberi pengajaran terhadap jemaat. Memberitakan bahwa Kerajaan Allah tidak semata-mata tentang sebuah penghukuman saja, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sosial manusia. Kerajaan Allah bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan bagi Jemaat Kata Kunci: Kerajaan Allah, Hukuman, Ajaran.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tenunan merupakan salah satu jenis karya seni budaya khas Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Tenunan yang dilestarikan merupakan warisan budaya nenek moyang kepada orang-orang atau suku-suku yang ada di satu tempat. Pada kain-kain tenunan terajut gambar motif-motif yang mengandung makna dan nilai budaya, salah satunya tenunan motif Tokek dalam suku Amanuban di Timor Tengah Selatan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti tentang pemahaman jemaat GMIT Soleman Neonmat terhadap, makna dan nilai, dan manfaat tenunan motif Tokek.
Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dan pengamatan terhadap objek penelitian. Penulis juga menggunakan metode penulisan deskriptif- Analisis-reflektif untuk menguraikan hasil penelitian yang di dapat. Penulis juga menggunakan teori Bevans yaitu antropologi untuk membantu penulis menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam tenunan motif tokek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman orang Timor tentang Tokek mengarah kepada totem orang Timor. Buaya dipercaya sebagai asal usul orang Timor sedangkan Tokek sebagai identitas orang Timor, dimana selalu ada tokek yang tingal di setiap rumah orang Timor. Bagi orang Timor Tokekmenggambarkan identitas mereka.Berkaitan dengan hal ini maka Alkitab juga berbicara tentang identitas, bagaimana Allah mengenal kita sebagai umat kepunyaanNya. Allah menciptakan lalu memberikan mandat kepada manusia agar terus melakukan dan meneruskan mandat Allah. Lewat tenunanMotif Tokek mengajarkan orang Timor bagaimana memaknai akan identitas dirinya yang siap mengakui dirinya dimanapun berada untuk menjalankan tugas yang diemban dari Allah.
Kata Kunci: Timor,Tenunan,Tokek, Motif Tokek, Identitas
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Oenaek masih kental dengan tradisi sebagai
identitas mereka dan mewarisi untuk menjaga persekutuan mereka. Salah satu tradisi
yang kental adalah Tradisi Mole Dame. Tradisi Mole Dame dilakukan untuk
mendamaikan kedua keluarga karena anak mereka telah kawin lari dan atau hamil di
luar nikah. Tradisi Mole Dame sangat membantu untuk menyelesaikan masalah yang
ada, akan tetapi, untuk sampai pada tahap perdamaian terdapat sejumlah sanksi adat,
yang sudah ditetapkan dalam peraturan adat. Kendala ini membuat beberapa pasangan
tidak sampai tahap pernikahan secara gerejawi. Maka dari itu, masalah yang terjadi
adalah kedua pasangan hidup tak serumah, anak-anak lahir tanpa keluarga yang utuh,
bahkan persoalan ini mempengaruhi persekutuan jemaat karena pasangan berada dalam
satu jemaat dan suku yang sama.
Skripsi ini bertujuan untuk mengupayakan Injil dan Tradisi Mole Dame dapat
berjalan bersama-sama. Tradisi ini penting dilakukan, namun tradisi ada bagian yang
harus dikritisi dan diperbarui sehingga benar-benar tradisi ini memuliakan nama Tuhan.
Terhadap masalah ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan penelitian
lapangan. Teori yang dipakai, yakni model sintesis oleh Stephen Bevans, yakni
mengupayakan berteologi untuk menemukan jalan tengah atau menjawab masalah
dengan pertimbangan tetap menerima Tradisi Mole Dame, tetapi memperbarui sanksi-
sanksi adat yang menjadi kendala atau penyebab masalah.
Berdasarkan analisis model sintesis, maka hasil penelitian menunjukkan, bahwa
pihak-pihak yang terlibat seperti keluarga, tokoh adat, dan gereja perlu membangun
perdamaian, yakni merevitalisasi sanksi adat yang memberatkan. Dalam tradisi penting
adanya inisiatif untuk kerja sama dari berbagai pihak dalam melakukan pendampingan
dan pengawasan terhadap anak, sehingga mengurangi kasus hamil di luar nikah dan
kawin lari. Untuk membenahi relasi yang renggang akibat tradisi, maka keluarga perlu
meneladani karya perdamaian Yesus Kristus yang memampukan keluarga saling
memberikan pengampunan dan saling mengasihi.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah memberi dampak bagi kehidupan manusia termasuk kehidupan bergereja. Kondisi ini mendorong gereja untuk mencari alternatif agar jemaat dapat bersekutu. Alternatif yang ditawarkan oleh gereja mendorong jemaat untuk beribadah di rumah bukan lagi di gedung gereja. Hal ini juga berdampak dalam praktik Perjamuan Kudus. Pelaksanaan Perjamuan Kudus yang biasanya dilakukan secara rutin di gedung gereja dan dilayani oleh Pendeta berubah ke rumah-rumah tangga dan dipimpin oleh Penatua atau anggota sidi. Karena itu penelitian dalam penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Jemaat GMIT Alfa Omega Labat terkait dengan sah atau tidaknya perayaan Perjamuan Kudus yang dilakukan di rumah dan apakah mereka setuju dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh penatua atau anggota sidi sesuai dengan landasan teori yang dipakai.
Penelitian dalam penulisan ini menggunakan metode deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat dengan baik dan bisa dianalisis secara ilmiah. Berdasarkan hasil penggambaran dan analisa bisa dilihat bahwa jemaat memiliki pemikiran yang beragam tentang Perjamuan Kudus masa pandemi Covid-19.
Dari pelaksanaan Perjamuan Kudus masa pandemi ini, jemaat menemukan makna baru yaitu persekutuan yang lebih intim di dalam lingkup keluarga. Di mana dalam pelaksanaannya, jemaat berefleksi bahwa tanpa gedung, gereja tetap dapat melaksanakan pemberitaan dan pelayanan sakramen Perjamuan Kudus. Hal ini memberi makna bahwa Allah yang adalah Roh itu, tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Ia hadir di mana pun umat-Nya bersekutu dan dalam keadaan seperti apapun. Oleh karena itu, pelayanan Perjamuan Kudus di masa pandemi Covid-19 yang dilakukan di rumah dapat dilakukan karena Bait Allah yang sejati sesungguhnya adalah Allah itu sendiri dan dapat menjadi satu alternatif yang baru karena memiliki dampak positif. Selain itu, para pejabat tertahbis turut melepas jabatan mereka demi berada di tengah-tengah kerapuhan jemaat dalam menjalani Covid-19.
Kata-kata Kunci: Perjamuan Kudus, Gereja, Pandemi Covid-19, Makna
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Skripsi merupakan karya ilmiah yang menjadi tugas akhir yang harus diselesaikan mahasiswa Fakultas Teologi untuk mendapat gelar Sarjana Theologi (S.Th). Dalam proses mengerjakan skripsi, mahasiswa banyak mengalami stres. Hans Selye membagi stres menjadi tiga, yaitu Eustres atau stres positif yang memberi dampak yang baik, Distress dan Hyperstress yaitu stres negatif yang memberi dampak negatif dan merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu stres apa yang dialami mahasiswa Teologi, faktor-faktor apa yang menyebabkan stres tersebut, dampak apa yang ditimbulkan dari stres tersebut, dan merefleksikannya menurut teologi pastoral, serta bagaimana pendampingan pastoral yang tepat bagi mahasiswa Fakultas Teologi yang mengalami stres dalam mengerjakan skripsi.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berupa wawancara dan pengamatan, untuk memperoleh data yang akurat dengan kebenaran yang mendalam mengenai persoalan stres pada mahasiswa Fakultas Teologi yang mengerjakan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa mahasiswa Teologi lebih banyak mengalami Distress dan Hyperstress. Faktor yang menyebabkan mahasiswa Teologi mengalami stres tersebut, yaitu melihat teman seangkatan lebuh dulu ujian skripsi dan wisuda, tingkat semester yang semakin tinggi, ditanya kapan wisuda, pertemuan bimbingan yang tidak terlaksana dalam waktu yang lama, mengerjakan skripsi dalam keadaan sakit, dan orang tua yang menuntut untuk segera wisuda, dengan dampak buruk yang ditimbulkan yaitu: dampak fisik seperti penyakit yang semakin parah dan sering kambuh, dampak psikologis seperti timbulnya berbagai perasaan negatif yang menganggu, dampak sosial seperti sikap menutup diri, merokok, mengonsumsi alkohol, dan dampak spiritual yakni marah kepada Tuhan dan memandang Tuhan tidak adil. Stres tersebut juga memberi dampak lanjutan pada perekonomian keluarga dan akreditasi Fakultas Teologi. Karena itu, stres negatif pada mahasiswa yang menulis skripsi perlu mendapat perhatian melalui peranan pastoral untuk menolong mahasiswa yang mengalami stres, agar dapat menangani stres tersebut.
Sebagimana yang telah disaksikan oleh Alkitab bahwa ketenangan dapat dicari dan ditemukan di dalam Tuhan, dan dalam persoalan hidup manusia sebenarnya sedang bergumul dengan Tuhan, maka melalui pendampingan pastoral, mahasiswa yang mengerjakan skripsi perlu dibimbing untuk memahami Allah sebagai sumber ketenangan, dan memandang skripsi sebagai perjalanan spiritual yang dipakai Allah untuk membentuk mahasiswa Teologi, dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan keteguhan imannya kepada Tuhan, dengan bekerja keras mengatasi tantangan yang ada dan menyelesaikan perjuangan mereka dalam menulis skripsi. Dalam upaya menolong mahasiswa yang mengalami stres dalam mengerjakan skripsi, maka, Fakultas Teologi perlu menerapkan pola pendampingan pastoral yang memuat fungsi membimbing, menopang, menyembuhkan, memulihkan, dan memelihara atau mengasuh.
Kata Kunci: Mahasiswa Fakultas Teologi, Skripsi, Stres, Pastoral.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Model gerak tendangan dalam Pencak silat di Ranting Kiupukan Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara, pada saat siswa melakukan latihan tendangan yang sering mereka gunakan adalah tendangan sebagai serangan maupun bela serang untuk mengumpulkan poin. Sebagian dari mereka ketika melakukan tendangan, kaki mereka sering tertangkap meskipun tidak selalu terbanting oleh lawan, kemudian tendangannya juga sering tidak mengenai sasaran, posisi badan yang tidak seimbang saat mengangkat kaki sehingga sangat menguntungkan lawan untuk melakukan teknik bantingan.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui model gerak tendangan sabit dalam pencak silat Perisai Diri Ranting Kiupukan Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pelatih dan siswa/atlet. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display dan conclusion drawing/verification.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa model gerak tendangan sabit pada atlet perisai diri di Ranting Kiupukan, dimulai dari peran pelatih, program latihan, proses dan teknik latihan, serta evaluasi latihan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa latihan teknik untuk tendangan sabit dengan beberapa tahapan yaitu seperti sikap awal, pelaksanaan tendangan serta akhir setelah melakukan tendangan telah dilakukan dengan baik.
Simpulan: Program latihan pembinaan di perguruan pencak silat perisai diri Ranting Kiupukan Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara dilihat dari metode latihan yang dibuat pelatih yang meliputi latihan teknik, latihan fisik, latihan mental dan latihan keterampilan sudah terprogram dan terlaksana dengan baik.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pandemi Covid-19 telah menjadi momok menakutkan bagi semua umat manusia di seluruh dunia oleh karena berbagai dampak yang ditimbulkannya. Inilah penderitaan (dukkha) bagi semua elemen masyarakat. Sebagai masyarakat pluralis di Indonesia, semua perhatian kita tentu diarahkan pada bagaimana merespon situasi ini. Lantas muncul berbagai tanggapan teologis yang beragam dengan menghubungkannya dengan Sang Ilahi. Ada yang menyebutnya hukuman, ujian, pencobaan, malapetaka, dan lain sebagainya. Inilah kekayaan sudut pandang teologi agama-agama. Akan tetapi, hal ini berbeda dengan Agama Buddha secara khusus, yang memandang dunia dengan segala realitas penderitaannya lebih filosofis. Sebabnya, tulisan ini memuat pandangan filosofis Buddhisme, sekaligus bagaimana korelasinya dengan teologi agama-agama, dalam hal ini agama Kristen, yang pada akhirnya mengarah pada sebuah dialog kehidupan dan karya dalam menghadapi pergumulan pandemi Covid-19 ini sebagai dukkha bersama seluruh umat manusia.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Adat istiadat, kebiasaan dan budaya dapat menunjukkan identitas diri seseorang. Masyarakat suku Timor Atoni Pah Meto sampai sekarang masih melakukan ritus nalonip `na atau percik darah. Ritus ini dilakukan sebagai upaya untuk mendinginkan sesuatu agar dijauhkan dari suat (malapetaka) dari kehidupan keluarga. Seiring berjalannya waktu dan karena faktor agama, pelaksanaan ritus ini mengalami pro dan kontra karena dianggap sebagai dualisme dan menyembah berhala. Inilah yang menjadi alasan penulis melakukan penelitian tentang ritus Nalonip `na atau percik darah utnuk mendinginkan rumah. Penelitian yang penulis lakukan bertempat di jemaat GMIT Esa Matsio Nunusunu, dengan tujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritus nalonip `na dan melakukan refleksi teologis tentang ritus ini.
Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif dan dilakukan dengan cara wawancara. Hasil penelitian yang didapat penulis ialah, ritus ini telah mengalami pergeseran makna karena faktor agama. Jemaat yang sudah Kristen tetap melakukan ritus ini dengan maksud sebagai bentuk ucapan syukur dan pengakuan kedaulatan Allah Tritunggal yang telah memberkahi mereka dengan berbagai berkat. Khususnya dalam hal mendinginkan rumah, jemaat melakukan ritus ini karena mereka mensyukuri penyertaan Allah dari awal pelaksaan pembangunan rumah hingga selesai. Ritus nalonip `na sebagai upaya jemaat mencari keamanan dan tidak terkena malapetaka kini telah memiliki arti baru setelah jemaat memeluk agama dan menjadi Kristen. Ritus nalonip `na memiliki nilai positif yang berguna bagi pelayanan gereja yaitu usaha mencari keselamatan dan kepasrahan akan kuasa Tuhan. Darah binatang/korban yang dipercik bukanlah pemberi keselamatan melainkan satu-satunya keselamatan ialah bersumber dari Darah Kristus.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Kematian adalah peristiwa natural, setiap manusia pasti akan mati. Kematian adalah kehidupan dalam cara yang baru, bentuk baru, dari kehidupan itu Yesus namakan tidur. Ini adalah suatu masa antara di mana manusia itu istirahat sambil menantikan kebangkitan. Orang beriman mati sebelum kedatangan kembali Kristus dihubungkan dengan Kristus oleh karen itu disebut mati dalam Kristus. Anggota jemaat Etam Lipa, Klasis Alor Tengah Utara memahami kematian karena kecelakaan sebagai penyakit atau masalah adat yang belum terselesaikan sehingga harus melaksanakan ritus Patei Sela Kate untuk membatasi kematian karena kecelakaan. Kematian bagi orang percaya bukan suatu hal yang harus ditakutkan karena Kristus sendiri telah mati dan bangkit pada hari yang ketiga untuk mengalahkan kuasa dosa.
Penelitian mengenai pemahaman anggota Jemaat GMIT Etam Lipa dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pandangan anggota Jemaat tentang ritus Patei Sela Kate. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian mengemukakan bahwa pemahaman anggota Jemaat Etam Lipa terhadap kematian merupakan suatu penyakit. Kematian dipahami secara sempit oleh anggota Jemaat Etam Lipa mengenai kematian karena kecelakan dipengaruhi juga oleh faktor warisan leluhur. Oleh karena itu gereja perlu memberikan pemahaman lagi tentang kematian dalam ajaran Iman Kristen sehingga anggota jemaat Etam Lipa tidak menganut pemahaman yang keliru tentang kematian, tetapi dapat diterima bahwa kematian bagi orang percaya merupakan kehidupan dalam cara yang baru yaitu tidur sambil menantikan kebangkitan.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan sebuah fenomena yang selalu ada bahkan terus meningkat di seluruh wilayah Indonesia bahkan di NTT. ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan jiwa sehingga membuat orang tersebut sulit melakukan fungsinya sebagai manusia. Ciri ODGJ yang sulit berkomunikasi, menarik diri bahkan cenderung agresif membutuhkan perawatan yang lebih. Dalam perawatannya, keluarga ODGJ membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi karena karakteristik penyakit gangguan jiwa yang unik. Jumlah ODGJ yang terus meningkat terutama di NTT, sedangkan minimnya fasilitas kesehatan maka tanggung jawab keluarga ODGJ akan semakin besar. Bertolak dari hal itu, penulis tertarik untuk meneliti tentang sikap pastoral gereja terhadap keluarga ODGJ sebagai sosok yang paling dibutuhkan oleh ODGJ dan penulis membuat refleksi pastoral. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memilih keluarga ODGJ menjadi sampel untuk mengkaji tentang peran gereja terhadap keluarga ODGJ di Jemaat GMIT Haleluya Nubraen, Klasis Amarasi Barat. Dari hasil penelitian tersebut, penulis mendapatkan jawaban yang bervariasi. Rata-rata ada keluarga yang memahami perannya sebagai sebuah pelayanan terhadap anggota keluarganya, bersamaan dengan itu keluarga juga tertantang dengan orang-orang disekitar yang melihat ODGJ sebagai aib keluarga. Walaupun dalam kenyataannya masih ada keluarga yang mengharapkan dukungan gereja bagi mereka dan ODGJ sendiri melalui pelayanan pastoral. Namun, dalam keadaan tersebut justru keluarga merasa hilang dari genggaman gereja. Peran keluarga yang terlihat ialah mendukung, merawat dan menyembuhkan pasien ODGJ. Bertolak dari belas kasihan dan tindakan Yesus terhadap orang sakit, gereja seharusnya mencerminkan apa yang Yesus lakukan dalam proses penyembuhannya yaitu merawat dan menyembuhkan orang sakit. Peran keluarga ODGJ juga menampilkan bahwa keluarga membutuhkan pelayanan pastoral dan tugas gereja harus memenuhi panggilan itu dalam melayani orang-orang sakit dan keluarganya dengan memberikan pelayanan yang menyembuhkan, mendukung dan merawat atau mengasuh. Gereja juga terpanggil bukan hanya untuk orang sakit tetapi juga bagi mereka yang melayani orang sakit dalam hal ini keluarga ODGJ demi mendatangkan kerajaan Allah.
Kata-kata kunci: Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Gereja, Keluarga, Pastoral
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Kitab Keluaran ditulis untuk memperlihatkan kuasa Tuhan, karena selama 400 tahun (Kej. 15:13), bangsa Israel diperbudak dan dianiaya di Mesir. Kitab Keluaran juga melanjutkan sejarah pembebasan dan perkembangan umat Israel sebagai pilihan Allah, selama di Mesir, kelepasan, dan kehadiran mereka di padang Gurun Sinai sampai pada pendudukan tanah Kanaan. Tujuan kitab Keluaran adalah menekankan tentang penyataan diri Allah (Kel. 6: 2-3), serta memberi pengajaran kepada umat Israel melalui aturan-aturan untuk memelihara perjanjian (covenant) dengan Allah. Pemberian Perjanjian di Sinai untuk memelihara jati diri Israel sebagai umat Allah (Kel. 23:20-23) di tengah-tengah bangsa lain. Keluaran 21 termasuk dalam hukum-hukum Kitab Perjanjian (Kel. 19-24). Keluaran 21: 12-17 mengatur tentang penghargaan terhadap nyawa sesama. Dalam kehidupan Israel kuno, terdapat hukum yang mengatur kejahatan-kejahatan, terutama pembunuhan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja (Kel. 21:12-14). Maka ditetapkannya tempat perlindungan (Bil. 35:13-14; Ul. 19;11-13; Yos. 20:6) sebagai tempat untuk beroleh hak perlindungan (Raj. 1:51; 2:28) dari para go’el (penuntut darah).
Metodologi yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian studi pustaka dan metode tafsir historis kritis. Metode studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan data pustaka melalui berbagai literatur. Sedangkan metode tafsir historis kritis yakni metode penafsiran Alkitab sebagai studi tentang tek-teks Alkitab yang menunjuk pada hal-hal yang berkaitan dengan sejarah dalam teks dan menemukan kerygma teologi (eksegesis) dari teks bukan menambahkan kerygma teologi dari luar teks (eisegesis).
Kehidupan masa kini juga tidak terlepas dari banyak kejahatan dan menjadi realita yang dihadapi oleh semua orang, termasuk pemerintah maupun gereja. Pembunuhan, perdagangan orang (human trafficking), dan masih banyak masalah lain yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Kepolisian Republik Indonesia (polri) sebagai lembaga hukum juga belum melaksanakan tugasnya secara maksimal, karena masih terdapat oknum-oknum Polri yang melakukan pelanggaran HAM terhadap masyarakat, seperti kasus di Warior, penganiayaan tehadap Napi, dan memperkosa anak di bawah umur. Demikian juga gereja, di dalamnya masih ada oknum yang melakukannya pelanggaran HAM, yang terlibat pelaku humman trafficking. Segala diskusi dan upaya harus dilakukan oleh gereja dan Polri. Gereja dan Polri juga harus menjadi tempat perlindungan yang menjamin keamanan, hak perlindungan dan keadilan bagi semua orang demi mempertahankan martabat dan HAM menurut hukum perjanjian dan ketetapan-ketetapan Tuhan. Dalam hal ini, baik Gereja Masehi Injili di Timur (GMIT), pemerintah, Polri, masyarakat, dan individu berkewajiban untuk melindungi HAM tanpa membeda-bedakan.
Kata kunci: Hukum, Perjanjian, TUHAN, Tempat Perlindungan, Hak Asasi Manusia
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sejarah merupakan peristiwa yang telah berlalu dalam kehidupan, baik itu hal-hal yang positif maupun hal-hal yang negatif. Sejarah juga turut mempengaruhi kahidupan di hari esok, baik itu pengaruh buruk maupun pengaruh baik. Oleh karena itu belajar dari pengalaman masa lalu adalah hal yang sangat penting untuk menata hari ini dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik. Sejarah perjalanan gereja juga harus menjadi perhatian masa kini. Lewat pengalaman masa lalu gereja dapat mengetahui bagaimana gereja bertumbuh hingga kini. Namun, pada kenyataannya banyak generasi masa kini yang tidak peduli terhadap peristiwa masa lalu. Hal ini membuat mereka tidak mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi dan berkesan dari perjalanan sebuah gereja. Jemaat Efata adalah salah satu jemaat GMIT yang memiliki perjalanan sejarah yang panjang, namun tidak diketahui oleh generasi masa kini. Hal ini mengakibatkan akan mulai hilangnya sejarah dari generasi muda. Metode penelitian kualitatif dan metode penelitian sejarah yang dilakukan melalui langkah-langkah berikut, menentukan topik yang akan diteliti, mengumpulkan sumber data yang diperlukan baik itu secara lisan, dan tulisan. Melakukan verifikasi data, dan interpretasi (penulisan hasil), menolong untuk dapat mengetahui sejarah Jemaat Efata yang pertumbuhannya disertai oleh Tuhan, Selama 66 tahun Jemaat Efata bertumbuh, yang terbagi menjadi tiga periode yakni: periode 1954-1974, periode 1975-2005, dan periode 2005-2020. Setiap periode memiliki cerita masing-masing, yang mempengaruhi perjalanan selanjutnya. Pemaknaan atas penyertan Tuhan dalam perjalanan kehidupan jemaat membuat jemaat semakin bertumbuh dalam iman dan juga mengalami perkembangan pembangunan yang lebih maju. Peristiwa-peristiwa masa lalu yang telah dilewati kini menjadi pembelajaran penting bagi generasi masa kini, untuk dapat menata masa depan gereja menjadi lebih baik dan syalom Allah benar-benar nyata dalam kehidupan jemaat. Kata kunci: Gereja, Sejarah, Pertumbuhan, Penyertaan Tuhan, Jemaat Efata.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mendeskripsikan pengaruh bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis terhadap kualitas kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis terhadap kualitas kopi. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode Metode yang digunakandalampenelitianinimengunakanrancanganacak (RAL), yaitu 3 perlakuandan 6 kali ulangansehinggamenghasilkan 18 unit percobaan. Perlakuan yang dicobaadalahsebagaiberikut:Perlakuan A: Bentuk lurus, Perlakuan B :Bentuk lengkung dan Perlakuan C : Bentuk lengkung. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Penggunaan bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf signifikan 5% (P>0,05) terhadap sifat organoleptik kopi dari variabel pengamatan yang diuji yaitu warna, rasa dan aroma. 2) Perlakuan yang terbaik dari Penggunaan bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis terhadap kualitas kopi terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata terhadap warna 3,66, aroma 3,77, rasa 3,88. Penulis menyarankan agar dalam menghasilkankualitas kopi dengan karakteristik organoleptik yang disukai yang dimiliki maka disarankan agar menggunakan lamanya waktu penyangraian yang lebih lama.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang terpanggil untuk mempersaksikan panggilan itu kepada orang lain. Berdasarkan keterpanggilan itu, Alkitab menggambarkan gereja dengan berbagai model sebagai metafora yang lahir dari konteks kehidupan jemaat. Dalam pandangan yang lahir dari pengalaman persekutuan Jemaat GMIT Betel Nitneo, gereja memberi perhatian cinta kasih dan memastikan pertumbuhan iman jemaat, dengan begitu, terciptanya persekutuan yang harmonis. Sejatinya, salah satu pengajaran tentang metafora Gereja sebagai Ibu telah dihidupi nilai-nilainya oleh Jemaat GMIT Betel Nitneo dalam hidup sehari-hari, hanya saja ajaran ini tidak dirumuskan secara baik dalam doktrin tentang gereja sehingga tidak diketahui dengan pasti. Maka tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pemahaman Jemaat GMIT Betel Nitneo memaknai metafora Gereja sebagai Ibu berdasarkan nilai-nilai yang telah dihidupi. Hal ini menarik karena jarang sekali orang mendengarkan dan membicarakan tentang metafora Gereja sebagai Ibu.
Tulisan ini dikaji menggunakan metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat secara kritis dan dianalisis secara ilmiah. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa jemaat memahami gereja secara beragam, baik sebagai orang-orang yang bersekutu, tubuh Kristus, pokok anggur, maupun sebagai institusi. Sedangkan berbicara tentang Gereja sebagai Ibu, hampir tidak diketahui secara baik. Namun, jika bertolak dari kata ‘ibu’ sejatinya jemaat menyadari dan mengakui bahwa Gereja adalah Ibu, sebab gereja telah memberi jemaat sebuah keluarga baru, dan mereka dapat mengalami Allah seperti seorang Ibu yang mengasuh dan memelihara mereka melalui rahim Gereja. Metafora Gereja sebagai Ibu menjadi suatu pengajaran yang relevan dalam praktik kehidupan persekutuan di Jemaat GMIT Betel Nitneo.
Kata Kunci : Gereja, Metafora, Ibu, Rahim, Keluarga
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kinerja P3A saluran irigasi Dalam Kom Kelurahan Oesao Kecamatan kupang Timur Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan dan kondisi fisik jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Dalam Kom.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja P3A sudah berjalan dengan baik. Sedangkan kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran irigasi pada daerah irigasi Dalam Kom yang telah dilakukan oleh P3A belum berjalan dengan baik yang dipengaruhi karena kurangnya kerja sama antar petani, Sehingga masih ditemukan sampah pada pintu saluran utama, masih ditemukan juga rumput yang tumbuh pada saluran dan pembagianan air pada petak tersier masih belum dapat dilakukan secara maksimal
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik Rancang Bangun Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode perancangan mesin pengupas kulit kacang tanah dan melakukan uji truktural dan fungsional mesin pengupas kulit kacang tanah untuk mengetahui performansi atau pengupasan kulit kacang tanah. Pada penelitian ini penulis menggunakan kacang tanah kering sebagai bahan untuk menguji kapasitas dan keefektifan kinerja mesin pengupas kulit kacang tanah
Dari hasil analisis penelitian tersebut menunjukan bahwa secara struktural dan fungsional semua komponen alat dapat berfungsi sesua desainnya. Dari hasil uji kinerja alat menunjukan bahwa kapastas kerja alat pengupas kulit kacang tanah dengan kapasitas kerja 11,823 gram/detik dengan presentasi biji utuh sebesar 99,34% dan biji rusak sebesar 0,66%. Dengan menggunakan mesin pengupas kulit kacang tanah dengan sistim gesek, jarak gesekan antara silinder pengupas ke saringan dengan ukuran tinggi 2 cm.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah tempurung kelapa yang ada di masyarakat dengaan mengolahnya menjadi briket.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas briket arang tempurung kelapa yang baik untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif. pembatasan dalam masalah penelitian ini yaitu arang dan tepung tapioka dengan perbandingan komposisi 90:10. Suhu pengeringan yaitu 100°c menggunakan panas matahari selama 7 hari, tempurung kelapa 20 kilo, perbandingan perekat 100 gram 0,5 liter air. proses pembakaran menggunakan tungku pembakaran terbuka, pengayakan menggunakan ayakan dengan ukuran 60 mesh, 40 mesh, 20 mesh. selanjudnya pengujian kualitas briket yaitu kadar air briket (%) nilai kalor (%) berat briket( gram) panjang briket (cm) diameter briket (cm) hasil pengujian kulitas briket arang tempurung kelapa didapatkan nilai rata-rata kaadar air3,06%, nilai rata-rata nilai kalor3,74 %, nilai rata rata berat briket 23,7 gram, nilai rata-rata panjang briket 70,50 cm nilai rata-rata diameter briket 21,15 cm.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Irigasi merupakan salah satu sektor utama dalam mendukung usaha-usaha pertanian, oleh karena itu keberadaannya sangat diperlukan oleh petani. Pengelolaan daerah irigasi Manikin bisa berjalan dengan efektif sangat tergantung kepada usaha-usaha pemerintah dan para peserta dari lembaga P3A. Daerah Irigasi (DI) Manikin merupakan irigasi yang digunakan untuk pengairan pada lahan pertanian sehingga dapat menunjang kebutuhan pangan oleh masyarakat di Kabupaten Kupang.Tujuan dari penelitian di ini adalah : Untuk Mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian ini Telah dilaksanakan pada bulan April Tahun 2022 di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari populasi yaitu 150 petani pemakai air dan anggota kelompok P3A di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Responden dalam penelitian ini adalah jumlah 15 orang dari anggota P3A sebagai pengguna air di daerah irigasi Manikin. Kinerja anggota P3A telah berjalan dengan baik dalam kegiatan Operasi Daerah Irigasi Manikin meliputi kegiatan pembagian air keada petani dan kegiatan pemantauan. Pemeliharaan daerah irigasi Manikin meliputi pemeliharaan rutin, berkala dan insidentil yang dalam bentuk pelaksanaannya berupa rehabilitasi saluran dan pembersihan saluran. Kegiatan Rehabilitasi daerah irigasi Manikin dilaksanakan pada setiap saluran yang mengalami kerusakan sehingga diperlukan agar bisa digunakan oleh petani.