2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The Longman Academic Writing Series helps develop student writing from basic composition of sentences and paragraphs to academic essays and research papers. At each level, students are offered guidance in the complete writing process from prewriting to revision, and are provided with clear explanations, extensive practice, and consistent coverage of sentence mechanics and grammar. Highlights Step-by-step approach helps students produce a well-organized, clearly developed portfolio that is the foundation of academic coursework. Realistic writing models guide writers while clear explanations, supported by examples, help students through typical rough spots. Extensive practice helps students assimilate writing skills to learn to write with accuracy and confidence. Timed writing activities provide a plan for writing paragraphs on tests. Interactive tasks, such as pair and group work, allow students to receive peer feedback on their individual writing. Level 5 offers more advanced guidance in the writing of essays and research papers. New Essential Online Resources include grammar for writing and sentence structure activities, teacher support material, teacher's manual, and assessments.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Successful Academic Writing guides students through the whole process of academic writing, developing their ability to communicate ideas and research fluently and successfully. From understanding the task and planning essays or assignments, right through to utilising feedback, it will ensure students are able to get much more out of the writing process.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Engaging Writing, a newly expanded two-level series, gives students the concepts and skills they need for success in academic writing. Engaging Writing provides clear, step-by-step instruction in the writing process, focusing first on paragraphs ( Engaging Writing 1 ) and progressing to essays ( Engaging Writing 2 ). Engaging Writing fully supports the needs of intermediate to advanced ESL learners. Features of the new edition of Engaging Writing 2: Introductory readings establish chapter themes and provide context for vocabulary exercises. Case studies of student writing provide realistic models of the writing process. Part I contains thematically-oriented, process-based writing instruction updated with fresh models and exercises. Chapter 1 reviews paragraph writing and Chapters 2-5 guide students in writing essays using various rhetorical models. Part II highlights the issue of academic honesty and shows students how to quote, paraphrase, summarize, cite, and incorporate source material. Appendices provide comprehensive grammar and mechanics review for reference and practice. Together Engaging Writing 1 and 2 feature a solid pedagogical core, using clearly presented and logically sequenced rhetorical, grammatical, and lexical teaching points supported by high-interest activities.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The Blueprints 1 & 2 academic writing series offers a unique combination of instruction in the rhetorical processes as well as paraphrasing, summarizing, and synthesizing. This multi-layered approach helps students develop good writing habits and avoid the pitfalls of plagiarism. Students receive ample opportunities to write at the sentence, paragraph, and essay levels.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
A three-volume essay writing course for students in American English. Academic Writing Skills 1 takes students through a step-by-step process from writing a paragraph to essays. It is appropriate for students new to academic writing who need general training in essay writing skills.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Kurangnya perhatian pemerintah berkaitan dengan dana untuk membangun infrastruktur pada Club Bintang Persado Kabupaten Kupang, Pola pembinaan yang belum maksimal. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Club Bintang Persado Kabupaten Kupang Metode penelitian: Metode yang digunakan peneliti ialaah Metode Kualitatif yakni menurut teori Rusli Lutan juga menuliskan bahwa pembinaan prestasi yaitu cara mencapai suatu tujuan, teori ataupun spekulasi terhadap suatu prestasi. Prestasi terbaikhanya akan dicapai melalui pembinaan yang tertuju pada aspek–aspek berlatih seutuhnya yang mencakup kepribadian atlet, kondisi fisik, keterampilan taktik, keterampilan teknik dan kemampuan mental. Hasil dan pembahasan: Peneliti melihat bahwa pola Latihan yang diterapkan sudah modern tetapi kedekatan emosional menjadi alasan utama agar pelatih tahu apa yang dipikirkan pemain dan pemain mengerti apa yang dipikirkan pelatih memang dalam penjelasan pelatih dalam hal pemberian ruang berbicara sudah dibuat oleh pelatih sesuai pemaparan pelatih diatas namun kenyataanya yang disampaikan atlet atau siswa sangatlah berbeda. Simpulan: Dari proses latihan yang terjadi pelatih menerapkan pola latihan yang sudah baik, Pola pembinaan fisik juga menggunakan metode modern yang dikolaborasikan agar pemain tidak bosan dengan pola pembinaan, kepatuhan pemain terhadap pelatih juga belum terbentuk karena peneliti melihat masih adanya pembangkangan dari pemain kepada pelatih, ini disebabkan oleh ikatan emosional antaraa pelatih dan pemain yang masih belum terbentuk dengan baik. Model latihan yang tidak teratur juga terjadi dalam proses latihan seperti keelastisan waktu latihan dari rencana waktu dua jam namun diperpanjang sampai empat jam.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini aalah untuk mengetahui faktor-faktor guru pelayanan anak dan remaja di jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun tidak menggunakan film animasi superbook dalam pengajaran pelayanan anak dan remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam analisis data kualitatif memiliki 3 tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Adapun faktor-faktor penyebab Guru PAR tidak menggunakan film animasi superbook yaitu: Faktor Non Teknis yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan dan juga kesiapan seorang guru PAR di dalam menyampaikan materi pembelajaran. Faktor Pendukung yang berkaitan dengan alat bantu apa saja yang digunakan oleh seorang pengajar PAR untuk melakukan pembelajaran baik itu ruangan, LCD, dan juga laptop. Faktor kualitas yang berkaitan dengan kualitas maupun keterampilan seorang pengajar PAR di dalam memilih atau menggunakan media apa yang baik agar mampu menjawab kebutuhan anak zaman sekarang. Selain faktor-faktor di atas didalam penggunaan film animasi superbook membutuhkan kerja sama dan dukungan yang baik dari pihak gereja agar proses pelayanan bagi anak-anak semakin baik. Berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor-faktor penyebab guru PAR tidak menggunakan film animasi superbook dalam pengajaran PAR di Jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun klasis Kupang Tengah, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :Belum dijinkannya guru pengajar Persekutuan anak dan remaja untuk menggunakan fasilitas yang ada didalam gereja yaitu LCD dengan alasan LCD yang ada masih baru dan juga Kurangnya pengetahuan atau pemahaman guru pengajar Persekutuan anak dan remaja yang ada di jemaat GMIT Ebenhaezer Bilamun didalam menggunakan LCD dan juga Film Animasi Superbook
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PEMAHAMAN KATEKUMEN GMIT MARANATHA OEBUFU TENTANG MATERI SEKSUALITAS DALAM BAHAN AJAR KATEKISASI SINODE GMIT
TAHUN 2022/2023
Kisek.R.R (*) Manu. L (**) Metboki. M (**)
Penelitian ini membahas tentang upaya GMIT dan Gereja dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik katekisasi akan materi seksualitas dalam bahan ajar katekisasi di Jemaat GMIT Maranatha Oebufu Tahun 2022/2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan para pengajar terhadap bahan ajar katekisasi yang diberikan GMIT akan materi seksualitas di Jemaat GMIT Maranatha Oebufu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah seluruh pengajar dan peserta didik yaitu 13 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 3 pengajar dan 10 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verfikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya GMIT dalam meningkatkan materi seksualitas dalam pengajaran katekisasi di Jemaat GMIT Maranatha Oebufu tahun 2022/20223 adalah gereja dapat menjalankan pengajaran katekisasi, memberikan materi yang dapat dimengerti, melibatkan pemuda dalam pelayanan ibadah gereja serta memotivasi pemuda. Namun dalam kenyataannya bahwa materi yang diberikan GMIT masih belum memadai atau masih memakai materi yang masih lama. GMIT perlu terus mengupayakan materi yang mudah dipahami dan materi yang selalu melihat masalah-masalah yang terjadi pada masa kini. Jika pemuda dilihat sebagai tulang punggung gereja dan masa depan gereja maka dari sekarang para pemuda harus dipersiapkan dalam segala hal. Perlu adanya upaya GMIT dalam bahan ajar katekisasi yang berfokus pada materi seksualitas.
Kata Kunci: Katekisasi, GMIT , Seksualitas
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Surat Efesus adalah salah satu surat Paulus yang berbicara mengenai kehidupan praktis keluarga-keluarga Kristen. Di dalamnya menyangkut setiap anjuran tindakan bagi anggota-anggota keluarga, termasuk juga bagi orang tua maupun anak-anak. Secara khusus, juga berbicara mengenai cara mengasuh anak. Setiap orang tua memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anak-anaknya. Tidak jarang bahwa penerapan pola asuh anak didasarkan pada apa yang dialami oleh orang tua sebelumnya, dan pengaruh lingkungan atau budaya sekitar. Pada dasarnya pola asuh yang tepat akan melahirkan relasi yang tepat pula, dan begitupun sebaliknya. Timbul pertanyaan bagaimana pola asuh yang tepat yang harus diterapkan oleh orang tua Kristen? Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pola asuh yang harus diterapkan oleh keluarga Kristen menurut pandangan Alkitab, khususnya yang tercatat di dalam Efesus 6:1-4. Metode yang digunakan adalah metode tafsir historis kritis, dengan melihat latar belakang teks, kemudian menggali isi teks untuk menemukan makna. Kajian teks ini dilakukan dengan tujuan untuk menjawab persoalan pola asuh yang menggunakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal di Jemaat GMIT Talitakum Oehunik, Klasis Lobalain. Hasil kajian dari teks Efesus 6:1-4 ini ialah ajaran dan nasihat Tuhan menjadi rujukan penerapan pola asuh yang dilakukan oleh orang tua Kristen. Selain itu, teks ini juga berimplikasi bagi relasi orang tua dan anak, di mana relasi tersebut haruslah relasi kasih. Pola asuh yang berorientasi pada ajaran dan nasihat Tuhan mendobrak kebiasaan pola asuh jemaat GMIT Talitakum Oehunik yang didasarkan pada pengalaman masa lalu, dan kebudayaan yang berkembang, sehingga menciptakan relasi kekuasaan. Sebaliknya, pola asuh yang berdasarkan pada ajaran dan nasihat Tuhan menciptakan relasi yang dikuasai oleh kasih.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SEJARAH KEPEMIMPINAN PRESBITERIAL SINODAL DI JEMAAT GMIT HOSANA RAEAWU Imanuel Bire Leo Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, NTT, Indonesia Email: [email protected] Dalam skripsi ini, penulis menemukan hal yang menarik terkait kepemimpinan presbiterial sinodal yang terjadi di jemaat GMIT Hosana Raeawu. Sebelum jemaat ini menjadi jemaat mandiri, sebagai pos pelayanan dan kemudian menjadi mata jemaat, jemaat ini dipimpin oleh para penatua dan diaken. Meski demikian, kepemimpinan dalam jemaat tetap berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dengan berbagai pelayanan yang tetap berjalan dan sangat minim konflik dalam jemaat. Dalam kepemimpinan mereka dengan cara penunjukan langsung oleh para tokoh utama yakni tokoh jemaat yang mendirikan Pos Pelayanan Hosana Raeawu untuk menjawab kebutuhan pelayanan. Kepemimpinan mereka juga memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan dalam jemaat dan menghindari perselisihan dalam melaksanan pelayanan serta menjaga persatuan dan kesatuan dalam pelayanan. Dalam perkembangan selanjutnya berkembang salah satu model kepemimpinan gereja yaitu presbiterial sinodal yang menekankan cara pemilihan penatua dan diaken dalam tiap periode. Penulis juga mengkombinasikan model kepemimpinan yang berhubungan terkait dengan kepemimpinan di jemaat dari Charles J. Keating, kemudian kenyataan terhadap konteks kepemimpinan. Untuk meneliti, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tujuan mengetahui cara kepemimpinan presbiterial sinodal dan membuat refelksi teologis dari kepemimpinan presbiterial sinodal. Analisa yang ditemukan dari kepemimpinan presbiterial sinodal di jemaat GMIT Hosana Raeawu adalah kesatuan dalam kepimpinan yang saling membantu yaitu dengan saling menopang antara satu dengan yang lainnya. Kepemimpinan ini lebih menekankan pada cara pemilihan penatua dan diaken di tiap periode. Sekalipun cara pemilihan penatua dan diaken berbeda tiap periodenya. Tetapi kerja sama, terus terjalin dalam kepemimpinan mereka. Presbiter bersama-sama mengatur pelayanan dengan Ketua Majelis jemaat induk sebagai kawan sekarja Allah. Penatua dan Diaken sebagai pemimpin dalam jemaat memiliki kesatuan hati untuk melakukan tugas pelayanan dan menjalankan kepemimpinan dalam jemaat meski Pendeta jemaat tidak tinggal bersama dengan mereka. Dan faktor yang membuat jemaat ini tetap eksis dan bersatu adalah budaya. Masalah-masalah dapat diselesaikan dengan menggunakan pendekatan budaya dan kekeluargaan bisa terjadi karena kesatuan para pemimpin dalam jemaat ini. Penulis berefleksi bahwa pentingya kesatuan dalam pelayanan adalah hal yang seperti meningkatkan solidaritas, dan kinerja suatu jemaat/kelompok. Kesatuan ini tercermin melalui doa Yesus kepada Bapa supaya para murid menjadi satu (Yoh. 17:11). Kesatuan ini ada dalam presbiter di Jemaat GMIT Hosana Raeawu bahwa pentingnya di jemaat membangun kesatuan dalam pelayanan. Kata Kunci : Sejarah, Kepemimpinan, Presbiterial Sinodal, Kesatuan
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekerasan seksual inses adalah sebuah bentuk pelecehan atau persetubuhan yang dilakukan secara paksaaan atau acaman terhadap korban yang mana pelaku dari tindak kekerasan seksual inses adalah seseorang yang masih memiliki hubungan darah atau hubungan kekerabatan dengan korban. Kasus kekerasan seksual inses terjadi juga di Mali-Kabola. Kekerasan ini dilakukan oleh ayah kandung dari korban yang adalah anak kandungnya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kasus kekerasan seksual inses yang dialami oleh korban serta menganalisis faktor penyebab dan dampak kekerasan seksual inses bagi korban. Selain itu, untuk mengetahui bagaimana sikap pastoral gereja terhadap korban. Jadi, fokus penelitian ini hanya kepada korban bukan pada pelaku. Penelitian ini menggunakan Metode Studi Kasus. Metode Studi Kasus adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengolah studi kasus yang terjadi dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini menggambarkan, bahwa kekerasan seksual inses ini benar terjadi pada korban sehingga memberikan dampak trauma bagi korban yakni dampak secara fisik, psikis, sosial, dan dampak secara spiritual. Serta faktor yang menjadi penyebab kekerasan seksual inses ini adalah faktor gender, pendidikan dan ekonomi. Oleh karena itu, gereja harus melihat persoalan ini sebagai persoalan yang serius, dengan memberikan sebuah pendampingan pastoral bagi korban, pendampingan gereja dalam bentuk merawat, mengasuh, menopang dan menyembuhkan, sehingga baik hubungan sosial maupun spiritualitas korban menjadi pulih melalui pendampingan pastoral. Pendampingan pastoral yang diberikan harus menggambarkan sikap Yesus yang peduli dan pembela orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR KOTA KUPANG Oleh: Maria G N Bahan Nim : 18410300 ABSTRAK Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap karyawan akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku dalam dirinya. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan ( as’ ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi, maka akan timbul kepuasan bekerja dalan diri mereka. Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2007:202) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam, pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins (2008;170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran dari pekrjaan yang dilakukan. Sehinggah kepuasan kerja bukan hal yang sederhana, baik dalam arti dalam konsepnya maupun dalam arti analisisnya, karena kepuasan mempunyai konotasi yang beraneka ragam meskipun demikina tetap relevan untuk mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif tentang pekerjaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang berjumlah 38 orang yang terdiri dari Branch Manager 4 orang, koordinator 4 orang, Administration 6, Supervisor Lcv 6 orang, Supersor Pc, Supervicor cv 4 oarang dan Mekanik 10 orang dan dilakukan penentual sampel menggunakan rumus solvin maka sampel penelitian ini berjumlah 38 orang. Teknik yang digunakan yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, Penelitian ini menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan (Uji F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Sedangkan secara stimultakan gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan singnifikan secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 3,810 sedangkan koefisien b1 = 0,400, koefisien b2 = 0,248. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh gaya kepemimpinan (X1), Komunikasi interpersonal (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 3,810 + 0,400 (X1) + 0,248 (X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel gaya kepemimpinan (X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel gaya kepemimpinan (X1) ditemukan t hitung = 4,815 lebih besar dari t tabel = 2,082 dan tingkat signifikan 0,000 oleh karena itu nilai sig. 0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel gaya kepemimpinan (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kepuasan kerja karyawan (Y). Berikut hasil uji Hipotesis kedua yaitu komunikasi interpersonal (X2) ditemukan t hitung = 2,703 lebih kecil dari t tabel =2,028 dan tingkat signifikan =0,011. Oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterima dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu komunikasi interpersonal (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 25,379 lebih besar F tabel = 4,11 dan tingkat sig = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka Ho (b1 =0 ) maka Ho ( b1 = 0 ) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0 ) diterima artinya variabel gaya kepemimpinan ( X1) dan komunikasi interpersonal (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Berdasarkan perolehan hasil uji koofisien determinasi ( R2) adalah 0,592 atau 59,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja keryawan adalah 59,2% Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Komunikasi Interpersonal Kepuasan Kerja
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN LOYALITAS TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DIPUSKESMAS KAPAN KECAMATAN MOLLO UTARA Salah satu hal penting untuk mendapatkan konsumen yang loyalitas diperlukan strategi dan pelayanan yang baikyang membuat konsumenn merasa terpuaskan dan tetap setia menggunakan produk tersebut serta harga yang wajar sehingga nantinya konsumen dapat mempercayai produk yang digunakan tersebut yang kemudian akan membuat suatu loyalitas dari para konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan loyalitas terhadap kepuasan pasien rawat inap dipuskesmas kapan. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah kualitas pelayanan, loyalitas, dan kepuasan pasien. Menurut (Spillane &Hafid, 2015) menyatakan bahwa kepuasan adalah suatu keadaan di mana keinginan dan harapan pelanggan atau pasien dipenuhi. Suatu pelayanan akan dinilai memuaskan apabila pelayanan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Menurut Tjiptono (2014) menyatakan bahwa pasien merupakan konsumen yang penting dan untuk menjamin kepuasan pasien maka sangat perlu adanya pelayanan yang berkualitas tinggi sesuai dengan keinginan pasien. Menurut Tjiptono dan Chandra (2012 ;77) menyatakan bahwa kualitas pelayanan adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan, baik buruknya kualitas pelayanan tergantung pada kemampuan penyedia jasa memenuhi harapan pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah pengaruh kualitas pelayanan dan loyalitas terhadap kepuasan pasien rawat inap dipuskesmas kapan yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji regresi linear berganda Uji t dan Uji F yang dilakukan dengan menggunakan program spss. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa kualitas pelayanan pada kepuasan pasien rawat inap berada pada kategori tertinggi dengan nilai rata-rata 91,88 dan loyalitas berada pada kategori tertinggi dengan nilai rata-rata 81,67 dan kepuasan pasien berada pada kategori tertinggi dengan nilai rata-rata 92,06.indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstantan b sebesar 0,420 Hasil Uji t menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (t-hitung 4.002>nilai t-tabel 2,05183);loyalitas berpengaruh terhadap kepuasan pasien (t-hitung 0,243>nilai t-tabel 2,389);kualitas pelayanan berpengasruh signifikan terhadap kepuasan pasien (t-hitung 4,002 >nilai t-tabel 2,05183). Sedangkan hasil uji F menunjukan bahwa secara simultan kualitas pelayanan,dan loyalitas berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap dipuskesmas kapan kecamatan mollo utara dengan nilai F-hitung 23,718>F-tabel=0,35 Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Loyalitas, Kepuasan Pasien Rawat Inap
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tujuan penulisan ini adalah untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin dan bisa menempati posisi strategis. Debora adalah seorang perempuan pada masa Israel Kuno yang dikenal sebagai pemimpin di Israel yang mana narasi ini terdapat dalam kitab Hakim-hakim 4:4-
16. Guna mencapai tujuan ini, penulis melakukan penafsiran menggunakan metode kritik naratif. Sebelum masuk dalam penafsiran teks, penulis mengkaji kitab Hakim-hakim secara umum dengan menekankan teori sumber Deuteronomi (DH) yang mana pengaruhnya sangat dominan dalam kitab ini. Hasil penafsiran dengan metode tersebut, menunjukkan bahwa perempuan juga berkompeten dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Debora meskipun hidup di tengah masyarakat dengan pengaruh budaya patriarki yang kuat, namun ia diberi ruang dan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya untuk menjadi pemimpin. Debora juga memberi sebuah model kepemimpinan yang khas yaitu kepemimpinan yang bersifat partnership. Beberapa hal penting penulis temukan dalam kisah ini. Pertama, Debora telah dipersiapkan oleh Allah menjadi pemimpin. Kedua, Debora diberi ruang dan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya, dalam hal ini dari Barak dan orang-orang Israel. Akhirnya, penulis menyajikan kontribusi dari kisah ini bagi warga GMIT, secara khusus kaum perempuan. Gereja dan pemerintah saat ini perlu mempersiapkan ruang dan kesempatan serta menaruh kepercayaan terhadap perempuan untuk berkembang. Perempuan sendiri juga harus mengambil kesempatan yang ada untuk terus berani meningkatkan kualitas dirinya. Warga GMIT sebagai umat Allah harus lebih menghargai kaum perempuan sebagai insan yang memiliki martabat, kemampuan dalam memimpin dan dapat menjadi mitra yang sejajar dengan laki-laki.
Kata kunci: Kitab Hakim-hakim, Deuteronomi, Perempuan, Debora, Kepemimpinan,
partnership.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HUBUNGAN GEREJA DAN PEMERINTAH
“Tinjauan Teologi Paulus dalam Surat Roma Mengenai Kepatuhan Kepada Pemerintah dan Implikasinya bagi Hubungan GMIT dan Pemerintah”
Devita M. Finit
Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen
Artha Wacana Kupang
email: [email protected]
Kasus penyimpangan kekuasaan, diskriminasi dan maladministrasi berupa pengabaian laporan, korupsi dan pungutan liar di berbagai instansi pemerintahan semakin marak terjadi beberapa tahun belakangan. Kasus-kasus ini bahkan dianggap sebagai hal yang lumrah dalam lingkungan pemerintah. Acap kali kerja sama antara gereja dan pemerintah, membuat gereja tidak jeli atau bahkan enggan untuk menyampaikan kebenaran yang seharusnya disampaikan. Konsep yang mendasari hubungan antara gereja (lembaga) dengan pemerintah adalah keyakinan bahwa pemerintah adalah wakil Allah. Dasar pemahaman ini kemudian disalahgunakan oleh beberapa pihak untuk melakukan kesewenangan.
Berdasarkan uraian pemasalahan di atas penulis tertarik untuk melakukan tinjauan terhadap teologi Paulus mengenai hubungan gereja dan pemerintah dalam surat Roma. Surat Roma menjadi karya terbesar Paulus yang memuat cukup rinci mengenai hubungan antara gereja dan pemerintah, dibanding dengan surat-surat Paulus lainnya walaupun semua uraian dalam suarat Paulus dapat bersifat saling melengkapi. Uraian dalam surat Roma, seringkali dijadikan sebagai pembelaan dan pembenaran atas tindakan dan kebijakan keliru yang dilakukan pemerintah. Meski demikian, nasihat Paulus sebenarnya merupakan bentuk dakwaan dan penolakan atas penindasan dan diskriminasi yang dilakukan pemerintah.
Ketaklukkan yang dimaksudkan Paulus dalam uraiannya adalah kepatuhan yang mengarah pada Kristus. Kristus-lah yang membawahi pemerintah dengan demikian seorang yang mengikatkan pada kehendak Allah harus menghormati pemerintah atas dasar kasih terhadap Kristus. Jika demikian maka, ketaklukkan gereja kepada pemerintah adalah merupakan bentuk sikap patuh yang dilakukan selama pemerintah tindak menyimpang dari kehendak Allah. Jika pemerintah justru abai maka ketaklukan gereja adalah berupa sikap patuh yang kritis dan menyuarakan suara kenabiannya. Sikap patuh yang dinasihatkan Paulus juga bukan hanya akan berdampak pada diri setiap individu namun juga dampak meluas bagi sesama dan pada saat yang sama akan menggambarkan hubungan timbal balik yang bertanggung jawab antar gereja dan pemerintah. Pada akhirnya penulis menyajikan tulisan ini sebagai sumbangan terhadap hubungan antara GMIT dan pemerintah.
Kata-kata kunci: Roma, Gereja, Pemerintah, Kepatuhan, Kritis, Mitra
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah membahas tentang bagaimana pelaksanaan pelayanan diakonia karitatif di jemaat GMIT Imanuel Oelalali Klasis Fatuleu Timur, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan diakonia karitatif di jemaat GMIT Imanuel Oelalali . Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Deskriptif.Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 11 penerima diakonia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,dan dokumentsi.Teknik analisis data menggunakan tori dari Kaelan (2012:129). Hasil Penelitian ini dimotivasi oleh pelaksanaan pelayanan diakonia jemaat GMIT Imanuel Oelalali Klasis Fatuleu Timur. Sumber data dalam penelitian ini dalah jemaat GMIT Imanuel Oelalali sebanyak 16 orang dengan pembagian 3 orang majelis jemaat, 11 orang penerima diakonia, 1 pendeta, dan 1 orang sekertaris. Data diambil menggunakan metode wawancara. Data yang telah didapat kemudian dianalisis dengan pemahaman jemaat GMIT Imanuel Oelalali. Pada akhirnya peneliti menemukam bahwa pelayanandiakonia di jemaaat GMIT Imanuel Oelalali merupakan salah satu bentuk pelayanan yang harus di gumuli bersama untuk tidak terhambat dalam pelayanan. Menurut pemahaman Majelis jemaat GMIT Imanuel Oelalali sebagai usaha untuk mengatur dan mengusahakan agar pelayanan diakonia tidak terhambat, kemudian mempersiapkan semua fasilitas sehingga diakoniadapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan pelayanan diakonia di jemaat GMIT Imanuel Oelalali yang dilakukan secara rutin adalah diakonia karitatif/pelayanan kasih melihat dari realita jemaat dan pergumulan gereja maka sesungguhnya jemaat tidak hanya membutuhkan diakonia karitatif saja tapi juga diakonia transformatif dan reformatif atau diakonia secara menyeluruh
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TEORI KEADILAN Studi tentang Pemikiran John Rawls dan Implikasinya Bagi Pelayanan Diakonia Di GMIT Marthorika Novelawasty Lilinsa Asbanu Email penulis: [email protected] John Rawls adalah filsuf dari Amerika Serikat yang terkenal pada abad ke-20 di dalam bidang filsafat politik. Hampir sebagian besar filsuf dari seluruh dunia menyepakati bahwa karya-karya ilmiah dari Rawls telah memberikan kontribusi pemikiran yang akan terus diperbincangkan di ranah filsafat. Salah satu karya besar yang menjadikan Rawls terkenal adalah Theory of Justice (Teori Keadilan). Gagasan Rawls dalam teori keadilan memicu perhatian serius dari berbagai kalangan, mulai dari para praktisi ekonomi, pakar hukum, ahli politik, pengamat sosiologi, hingga penggiat teologi. Melalui tulisan ini, akan dibahas secara positif tetapi juga kritis terhadap nilai yang dapat digalih dari pokok pikiran Rawls mengenai teori keadilan. Secara ringkas, Rawls mengatakan bahwa keadilan adalah keutamaan pertama dalam institusi sosial, sebagaimana kebenaran pada sistem pemikiran. Karena itu, prinsip-prinsip keadilan berfungsi sebagai petunjuk dan pengarah untuk menguji dan mengukur bagaimana masyarakat dikelola dan dijalankan. Dalam kerangka pemahaman tersebut maka ketika berbicara tentang keadilan, seseorang pertama-tama harus terlebih dahulu memiliki pemahaman yang jernih tentang syarat-syarat utama terciptanya keadilan; tentang aturan main atau prosedur dan karena terkait erat dengan aturan main. Konsep keadilan ini menjadi relevan dalam konteks pelayanan diakonia di GMIT. Dalam arti lain, pelayanan diakonia sering dinilai tidak tepat sasaran. Karena itu, pemikiran Rawls yang dibahas dalam tulisan ini diharapkan memberi tawaran bagi GMIT untuk menata pelayanan diakonia yang lebih berkeadilan. Memang, sangat disadari dalam tulisan ini bahwa bahwa konteks Rawls berbeda dengan konteks GMIT. Tetapi, perlu juga ditegaskan di sini kalau yang dilihat di sini adalah sistem nilai positif dari pemikiran Rawls yang tentunya tidak bertentangan dengan teologi yang dianut GMIT.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui tentang pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan berjumlah 34 pegawai. Semua populasi ini dijadikan unit pengamatan, sehingga penelitian ini termasuk penelitian populasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial(T), Uji Simultan (F), dan Uji Koefisien Determinasi(R2).Oleh karena itu maka dapat dibuktikan hasil perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear berganda dangan nilai konstanta a sebesar 7,168. Sedangkan untuk koefisien regresi b1 = 0,022, b2 = 0,333, b3 = 0,790. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan kerja (X1), pengalaman kerja (X2) dan lingkungan kerja (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y=7,168+0,022X1+ 0,333X2+ 0,790X3 +e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Ditemukan nilai signifikan 0,854 >0,05 dan nilai t hitung 0,186 t tabel 2,04227, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak berarti penempatan kerja (X1) tidak memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh pengalaman kerja (X2) terhadap kinerja pegawai, diketahui bahwa untuk variabel pengalaman kerja (Y). t hitung = 1,684 t tabel 2,04227 dan nilai signifikan = 0,103 oleh karena itu nilai sig0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berikut ini hasil uji hipotesis ketiga yaitu dengan nilai signifikan sebesar 0,0010,05 dan nilai t hitung 3,699>2,04227 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti lingkungan kerja(X3)berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). sedangkan untuk hasil pengujian Uji F Diketahui bahwa sig, untuk pengaruh (simultan) X1,X2 dan X3 terhadap Y adalag sebesar 0,0000,05 dan nilai Fhitung 22,120>Ftabel 2,91, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kota Kupang. Dan untuk hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui hasil uji koefisien determinasi R2 dengan nilai R Square sebesar 0,689 hal ini mengandung arti bahwa besar pengaruh variabel X1,X2 dan X3 secara simultan terhadap variabel Y adalah sebesar 68,9% dengan sisanya 31,1% disebabkan oleh faktor lain. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh variabel baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kesimpulan penelitian ini adalah setiap variabel bebas baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dunia kerja merupakan suatu persaingan yang sangat ketat saat ini dimana sekumpulan individu melakukan suatu aktifitas kerja dan harus dibarengi dengan pemikiran yang maju, cerdas serta memiliki kemampuan kerja dan semangat yang tinggi dalam menghadapi suatu pekerjaan. Di sisi lain mengingatkan bahwa persaingan dalam dunia kerja akan semakin meningkat di karenakan perekonomian yang begitu memadai sehingga setiap pegawai harus mampu bersaing dalam memaksimalkan laba yang ada dalam sebuah pekerjaan untuk membantu perkembangan kinerja perusahaan. Dalam era globalisasi sekarang ini akan memasuki persaingan yang begitu ketat di segala bidang pekerjaan yang memungkinkan setiap kantor akan mempertahankan kinerja kedinasannya yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang pegawai akan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pegawai, dalam hal ini pegawai harus mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi di lingkungan kerjanya. Kemampuan kerja para pegawai dianggap penting karena setiap pemimpin perlu memahami sifat yang dimiliki oleh pegawai, melalui usaha tersebut dapatlah suasana kerja yang lebih tepat bagi usaha kinerja pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh pegawai akan diberikan dukungan oleh perusahaan. Supaya perusahaan dapat mencapai tujuannya. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara kemampuan dengan usaha pencapaian yang akan dicapai. Menurut Handoko (1984) Tunjangan kesejahteraan adalah merupakan suatu kompensasi tambahaan yang bertujuan untuk mengikat pegawai agar tetap bekerja pada perusahaan tersebut. Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang sudah dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah dibebankan kepadanya atas dasar kecakapan, pengalam serta dalam menghargai waktu dalam bekerja. Tanggung jawab yang di peroleh itu meripakan suatu nilai yang baik dalam menentukan prestasi kerja yang dihasilkan. Adapun indikator dalam mencapai prestasi kerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, hubungan kerja, serta penyesuaian lingkungan kerja dalam dinas. Sehingga kesamaan persepsi terhadap penyesuaian perilaku dan sikap, kemampuan kerja serta tunjangan kesejahteraan sebagai suatu kepuasan sendiri dalam kedinasan. Sehingga tinggi rendahnya prestasi seorang pegawai tidak dapat di perolah begitu saja, tetapi melalui proses yang sangat panjang dalam proses prestasi kerja itu sendiri .Jadi setiap pegawai yang ada dalam kantor tersebut memiliki perbedaan terhadap kemampuan kerja, tunjangan keejahteraan dan prestasi kerja yang dimilikinya. Dalam hal ini kantor UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang olahraga dalam memimpin serta memajukan generasi muda yang ada di NTT. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian inipeneliti akan membahas kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai yang berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja pegawai, peneliti menggunakan uji analisis Regresi Linier Berganda, uji parsial (Uji T), dan uji stimultan atau uji koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Sedangkan secara stimultan kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijikan yang didapati dari hasil analisis regeresi linier berganda dengan konstantan a sebesar 6,430 sedangkat koefisien b1 = 0,679 dan b2 = 0,445. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan tunjangan kesejahteraan (X2) terhadap prestasi kerja (Y) adalah sebagai berikut : Y = 6.430 + 0,679 + 0,445 + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama adalah pengaruh variabel kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan kerja (X1) ditentukan t hitung=3,561 lebih besar dari t tabel =2,05183 dan tingkat signifikan=0,001. Oleh karena itu nilai sig>0,05 maka Ho (bl=0) diterima Ha(b1) ditolak yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap varibel prestasi kerja (Y). Berikut ini hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung=1,949 lebih besar dari t tabel=2,05183 dan tingkat sig=0,05 maka Ho (b1=0) ditolah Ha (b=0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung=11,178 lebih besar dari F tabel=3,35 dan tingkat sig=0,000 oleh karena itu nilai sig0,05 maka Ho (bl=0 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima. Artinya variabel kemampuan kerja (X1) dan variabel tunjangan kesejahteraan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap prestasi kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) adalah 45,3 atau 45,3%. Hal ini berarti besar pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja adalah 45,3% sedangkan pengaruh sebesar 54,7% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.