2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Cekaman kekeringan merupakan kondisi lingkungan dimana tanaman tidak menerima asupan air yang cukup, sehingga tanaman tidak dapat melakukan proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal serta produksi pertumbuhan menurun. Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu spesies tumbuhan dalam family Moringaceae yang tahan tumbuh di daerah kering tropis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan tanaman Kelor. Penelitian ini dengan metode eksperimen kuantitatif dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) serta 6 perlakuan dangan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 18 unit. Dalam penelitian ini yang dianalisis adalah pertumbuhan tinggi batang (cm) diameter batang (cm) jumlah daun (helai) lebar daun (cm). Hasil penelitian yang di peroleh bahwa semakain sedikit air yang di berikan semakin baik pertumbuhan pada tanman, dan semkin banyak air yang di berikan akan menghambat pertumbuhan tanaman. Hal ini membuktikan Cekaman kekeringan berpengaruh nyata terhadap tinggi batang, diameter batang, jumlah daun, dan luas dauan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dunia kerja merupakan suatu persaingan yang sangat ketat saat ini dimana sekumpulan individu melakukan suatu aktifitas kerja dan harus dibarengi dengan pemikiran yang maju, cerdas serta memiliki kemampuan kerja dan semangat yang tinggi dalam menghadapi suatu pekerjaan. Di sisi lain mengingatkan bahwa persaingan dalam dunia kerja akan semakin meningkat di karenakan perekonomian yang begitu memadai sehingga setiap pegawai harus mampu bersaing dalam memaksimalkan laba yang ada dalam sebuah pekerjaan untuk membantu perkembangan kinerja perusahaan. Dalam era globalisasi sekarang ini akan memasuki persaingan yang begitu ketat di segala bidang pekerjaan yang memungkinkan setiap kantor akan mempertahankan kinerja kedinasannya yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang pegawai akan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pegawai, dalam hal ini pegawai harus mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi di lingkungan kerjanya. Kemampuan kerja para pegawai dianggap penting karena setiap pemimpin perlu memahami sifat yang dimiliki oleh pegawai, melalui usaha tersebut dapatlah suasana kerja yang lebih tepat bagi usaha kinerja pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh pegawai akan diberikan dukungan oleh perusahaan. Supaya perusahaan dapat mencapai tujuannya. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara kemampuan dengan usaha pencapaian yang akan dicapai. Menurut Handoko (1984) Tunjangan kesejahteraan adalah merupakan suatu kompensasi tambahaan yang bertujuan untuk mengikat pegawai agar tetap bekerja pada perusahaan tersebut. Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang sudah dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah dibebankan kepadanya atas dasar kecakapan, pengalam serta dalam menghargai waktu dalam bekerja. Tanggung jawab yang di peroleh itu meripakan suatu nilai yang baik dalam menentukan prestasi kerja yang dihasilkan. Adapun indikator dalam mencapai prestasi kerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, hubungan kerja, serta penyesuaian lingkungan kerja dalam dinas. Sehingga kesamaan persepsi terhadap penyesuaian perilaku dan sikap, kemampuan kerja serta tunjangan kesejahteraan sebagai suatu kepuasan sendiri dalam kedinasan. Sehingga tinggi rendahnya prestasi seorang pegawai tidak dapat di perolah begitu saja, tetapi melalui proses yang sangat panjang dalam proses prestasi kerja itu sendiri .Jadi setiap pegawai yang ada dalam kantor tersebut memiliki perbedaan terhadap kemampuan kerja, tunjangan keejahteraan dan prestasi kerja yang dimilikinya. Dalam hal ini kantor UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang olahraga dalam memimpin serta memajukan generasi muda yang ada di NTT. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian inipeneliti akan membahas kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai yang berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja pegawai, peneliti menggunakan uji analisis Regresi Linier Berganda, uji parsial (Uji T), dan uji stimultan atau uji koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Sedangkan secara stimultan kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijikan yang didapati dari hasil analisis regeresi linier berganda dengan konstantan a sebesar 6,430 sedangkat koefisien b1 = 0,679 dan b2 = 0,445. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan tunjangan kesejahteraan (X2) terhadap prestasi kerja (Y) adalah sebagai berikut : Y = 6.430 + 0,679 + 0,445 + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama adalah pengaruh variabel kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan kerja (X1) ditentukan t hitung=3,561 lebih besar dari t tabel =2,05183 dan tingkat signifikan=0,001. Oleh karena itu nilai sig>0,05 maka Ho (bl=0) diterima Ha(b1) ditolak yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap varibel prestasi kerja (Y). Berikut ini hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung=1,949 lebih besar dari t tabel=2,05183 dan tingkat sig=0,05 maka Ho (b1=0) ditolah Ha (b=0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung=11,178 lebih besar dari F tabel=3,35 dan tingkat sig=0,000 oleh karena itu nilai sig0,05 maka Ho (bl=0 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima. Artinya variabel kemampuan kerja (X1) dan variabel tunjangan kesejahteraan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap prestasi kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) adalah 45,3 atau 45,3%. Hal ini berarti besar pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja adalah 45,3% sedangkan pengaruh sebesar 54,7% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Disiplin menurut Sinungan (2003), kedisiplinan kerja adalah “ sikap mental yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku perorangan, kelompok, atau masyarakat berupa kepatuhan atau ketaatan terhadap peraturan- peraturan dan ketentuan-ketentuan yang ditetetapkan baik oleh pemerintah atau etik, norma dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat untuk tujuan tertentu”. Hal ini guna mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan dalam organisasi atau perusahaan. Disiplin mengacu pada pola tingkah laku, oleh karena itu keberadaaan suatu perusahaan yang berbentuk apapun baik dalam skala besar maupun kecil tidak terlepas dari unsur sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud adalah orang-orang yang memberikan tenaga, pikiran, bakat, kreativitas dan usahanya pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan dalam meningkarkan produktivitas pegawai pada Koperasi Pegawai Republik Indonesa (KPRI) Praja Mukti Kupang. Metode menggunakan analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS 1.6 yang berfungsi untuk membukikan hipotesis penelitian. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 6 pegawai sebagai responden. Pengumpulan data menggunkan kusioner. Berdasarkan hasil pengujian ini, diketahui variabel kedisplinan (X) berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas pegawai pada kantor Koperasi Pegawai Republik Indoensia (KPRI) Praja Mukti Kupang. Hal ini dilihat dari signifikasi X, nilai t hitung 0.863 1686 t tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh positip pada variabel kedisiplinan (X) teerhadap variabel produktivitas (Y).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: Makna apakah yang terkandung dalam belis adat perkawinan masyarakat Sumba khususnya di Desa Wee Wulla, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Tujuan dari penelitian ini antara lain: Untuk mendeskripsikan makna belis dalam sistem perkawinan masyarakat Sumba di Desa Wee Wulla, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh-toko adat dan masyarakat yang berjumlah empat orang. Metode yang dipakai yang dipake dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memechkan suatu permasalhan yang terjadi dan mencoba menganalisisnya. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara. Berdasarkan hasil hasil penelitian di Desa Wee Wulla dimana penelitian ini memaparkan hasil wawancara tentang makna belis dalam adat perkawinan masyarakat sumba. Dari hasil peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa makna-makna yang terkandung pada Belis (Wellina) dalam Adat Perkawinan masyarakat Sumba di Desa Wee Wulla, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2022, adalah Makna Kesetaraan, Makna kebersamaan, Makna menghormati Perempuan, Makna Keabadian, Makna Kepahlawanan, dan Makna Tanggung Jawab. Dengan demikian penulis menyampaikan kepada masyarakat Desa Wee Wulla agar tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan sumba dalam adat perkawinan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAKSI Judul : Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Kata Kunci : Penyerapan APBD, Kualitas SDM, Perencanaan Anggaran, Komitmen manajemen Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT adalah salahsatu entitas akuntansi yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran dan pendapatan belanja daerah dengan menyusun laporan keuangan berupa: Laporan realisasi anggaran (LRA), Laporan Operasional (LO), Neraca, Laporan perubahan ekuitas (LPE) dan catatan atas laporan keuangan (CALK). LRA adalah laporan yang menyajikan informasi realisasi pendapatan-LRA, belanja yang masing masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode, dalam dokumen tersebut terbaca jumlah rencana dan realisasi pendapatan dan belanja selama satu periode. Jullie J. Sondakh, dkk (2017) menyatakan bahwa Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial dan menyatakan berapa biaya atas rencana-rencana yang dibuat (pengeluaran/belanja) serta berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk mendanai rencana tersebut. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah kebijakan keuangan tahunan pemerintah daerah yang disusun berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan berbagai pertimbangan agar penyusunan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi mudah dilakukan. Penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa bahwa realisasi pendapatan dan belanja tidak terlaksana secara keseluruan (100%), hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ada beberapa program yang tidak terlaksana, secara umum pengunaan anggaran untuk pelaksanaan program dan kegiatan sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan , namun terdapat hambatan dan kendala adanya wabah covid 19 sehingga berdampak pada terlambatnya pelaksanaan program dan kegiatan, terutama program dan kegiatan strategis dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana pengaruh kualitas sumberdaya manusia terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT 2. Bagaimana pengaruh perencanaan anggaran terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT 3. Bagaimana pengaruh komitmen manajemen terhadap rendahnya penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT Dari hasil pengujian regresi linear berganda yang dilakukan dengan bantuan program SPSS, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 5,214 + 0,286 X₁ + 0,071 X₂ + 0,786X3 1. Nilai constant sebesar 5.214 artinya jika nilai kualitas SDM, Perencanaan Anggaran, Komitmen manajemen dengan nol maka, penyerapan APBD akan meningkat sebesar 5,214 2. Koefisien (b1) sebesar 0,286 artinya apabila Kualitas SDM mengalami kenaikan sebesar satu maka, Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,286 dengan asumsi variabel lainnya constant. 3. Koefisien (b2) sebesar 0,071 artinya apabila perencanaan anggaran mengalami kenaikan sebesar satu maka Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,071 dengan asumsi variabel lainnya constant. 4. Koefisien (b3) sebesar 0,786 artinya apabila Komitmen Manajemen mengalami kenaikan sebesar satu maka Penyerapan APBD akan meningkat sebesar 0,786 dengan asumsi variabel lainnya constant. xiv hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X1 kualitas Sumberdaya manusia memilki nilai t hitung sebesar 2,577 dengan sig sebesar 0,022. Karena nilai sig 0,022 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis pertama diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya ada pengaruh positif Kualitas SDM dengan Penyerapan Anggaran Belanja hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X2 yakni penyerapan anggaran memilki nilai t hitung sebesar 1,204 dengan sig sebesar 0,047. Karena nilai sig 0,047 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis kedua diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya pengaruh positif penyerapan anggaran dengan Penyerapan Anggaran Belanja hasil uji t diatas, dapat dapat diketahui variabel X3 yakni komitmen manajemen memilki nilai t hitung sebesar 1,588 dengan sig sebesar 0,039. Karena nilai sig 0,039 0,05, maka diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesis ketiga diterima. Jadi berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Artinya ada pengaruh positif Komitmen manajemen dengan Penyerapan Anggaran Belanja Hasil analisis atas persoalan penelitian dan pembahasannya dapat disimpulkan 3 hal sesuai dengan rumusan persoalan penelitian yakni 1. Variabel kompetensi sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT 2. Variabel Perencanaan Anggaran berpengaruh terhadap Penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT 3. Variabel variabel komitmen Manajemen berpengaruh signifikan terhadap Penyerapan APBD pada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Berdasarkan hasil analisis, pembahasan dan simpulan diatas, maka beberapa implikasi terapan berupa saran sebagai berikut xv 1. Bagi Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Semakin dimaksimalkan penyerapan APBD dengan meningkatkan kualitas SDM, Perencanaan yang baik dan komitmen Manajemen 2. Bagi Peneliti selanjutnya Menambah metode survey dengan melakukan wawancara menyeluruh bukan saja kepada pimpinan tetapi juga semua ASN yang terlibat dalam pelaksanaan program
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Amanuban Tengah belum sepenuhnya melibatkan siswa secara aktif dan mandiri sehingga siswa tidak termotivasi dalam mempelajari suatu topik materi yang diajarkan oleh guru dan hal tersebut dapat berakibat pada hasil belajar siswa yang dapat dikategorikan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Proyek Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 3 Amanuban Tengah. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental) dengan menggunakan desain kontrol group pree-test dan post-tes. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 33 siswa dan kelas VIII 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 33 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes dan dilakukan dengan dua tahap, yaitu pree- ttest dan post-tes. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian yang di peroleh yaitu 2,16 ≥ 1,66 artinya bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada penggunaan LKPD berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan LKPD berbasis proyek, dimana siswa diberikan tugas untuk mendesain sebuah proyek berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang diperoleh siswa, dan dalam proses pembuatan proyek ini siswa secara langsung mendesain proyek sesuai dengan instruksi yang ada pada LKPD tersebut, sehingga dari hasil eksperimen yang dilakukan oleh siswa melalui pembuatuan proyek ini maka dapat dilihat bahwa siswa dengan mudah memahami materi yang diajarkan dan hasil belajar yang diperoleh siswa dapat dikategorikan baik atau mencapai standar KKM. Dari hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan LKPD berbasis proyek ini berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa SMP Negeri 3 Amanuban Tengah.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Seorang guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang dilaksanakan sesuai dengan tuntutan profesi guru. Guru yang berkesan dalam menjalankan tugasnya adalah guru yang berusaha membuat siswanya termotivasi dalam pelajaran. Motivasi adalah suatu dorongan terhadap diri kita agar kita melakukan sesuatu hal. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pemberian Motivasi Guru PJOK Terhadap Siswa Kelas IX Melalui Permainan Bulu Tangkis di SMP PLUS ATTIN Namosain Kota Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Sampel pada penelitian ini adalah guru PJOK dan siswa kelas IX SMP PLUS ATTIN Namosain Kota Kupang. Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian ini menunjukkan, bahwa dalam proses pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas IX di SMP PLUS ATTIN Namosain Kota Kupang berjalan dengan baik dan hal-hal yang merupakan dampak pada motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PJOK khususnya pada materi bulu tangkis yaitu faktor instrinsik yaitu hasrat untuk belajar, siswa mempunyai rasa ingin belajar yang tinggi dan minat belajar siswa sedangkan faktor ekstrinsik yaitu pujian, hadiah, hukuman dan ulangan merupakan motivasi yang diberikan kepada siswa. Simpulan: Peran Guru Dalam Pemberian Motivasi Kepada Siswa Pada Proses Pembelajaran PJOK di SMP PLUS ATTIN Namosain Kota Kupang yaitu meningkatkan motivasi belajar siswa dengan berbagai cara seperti memberikan pujian, hadiah, hukuman menumbuhkan minat dan hasrat untuk belajar.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Bangsa Indonesia telah memasuki Era New Normal usai dilanda pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) pada bulan Maret 2020 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2). Virus penyebabnya merupakan jenis virus corona, yang dapat memberikan gejala bahkan sindrom pernafasan yang berat. Virus ini mirip dengan yang pernah menyerang di tahun 2002 dan 2012. Jadi Masalah yang di jumpai peneliti di lapangan yaitu belum mengetahui seperti apa proses Implementasi PHBS di lingkungan sekolah tersebut. Tujuan penelitian: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui Implementasi Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SD GMIT No 07 Oebufu. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif Hasil dan pembahasan: Hasil dan penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) Pada Masa Pandemi Covid-19 di SD GMIT No 07 Oebufu sudah berjalan dengan baik dan semaksimal mungkin, namun ada sebagian kecil siswa yang tampaknya belum memahami berperilaku PHBS di sekolah. Oleh karna itu guru harus mampu membimbing atau mendorong para siswa untuk selalu mejalankan program-progam PHBS yang di anjurkan oleh sekolah demi kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan di lingkungan sekolah. Simpulan: Sebagian besar peserta didik di SD GMIT No 07 Oebufu telah menjalankan program PHBS pada masa pandemi Covid-19 di sekolah, karna di lihat dari kesadaran siswa akan kebersihan dan kesehatannya seperti mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah pada tempatnya, berolahraga, dan menggunakan jamban yang bersih. Oleh karna itu pihak sekolah atau guru harus selalu memberikan penyuluhan program PHBS dan selalu memndorong para peserta didik untuk selalu hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Kurangnya perhatian pemerintah berkaitan dengan dana untuk membangun infrastruktur pada Club Bintang Persado Kabupaten Kupang, Pola pembinaan yang belum maksimal. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Club Bintang Persado Kabupaten Kupang Metode penelitian: Metode yang digunakan peneliti ialaah Metode Kualitatif yakni menurut teori Rusli Lutan juga menuliskan bahwa pembinaan prestasi yaitu cara mencapai suatu tujuan, teori ataupun spekulasi terhadap suatu prestasi. Prestasi terbaikhanya akan dicapai melalui pembinaan yang tertuju pada aspek–aspek berlatih seutuhnya yang mencakup kepribadian atlet, kondisi fisik, keterampilan taktik, keterampilan teknik dan kemampuan mental. Hasil dan pembahasan: Peneliti melihat bahwa pola Latihan yang diterapkan sudah modern tetapi kedekatan emosional menjadi alasan utama agar pelatih tahu apa yang dipikirkan pemain dan pemain mengerti apa yang dipikirkan pelatih memang dalam penjelasan pelatih dalam hal pemberian ruang berbicara sudah dibuat oleh pelatih sesuai pemaparan pelatih diatas namun kenyataanya yang disampaikan atlet atau siswa sangatlah berbeda. Simpulan: Dari proses latihan yang terjadi pelatih menerapkan pola latihan yang sudah baik, Pola pembinaan fisik juga menggunakan metode modern yang dikolaborasikan agar pemain tidak bosan dengan pola pembinaan, kepatuhan pemain terhadap pelatih juga belum terbentuk karena peneliti melihat masih adanya pembangkangan dari pemain kepada pelatih, ini disebabkan oleh ikatan emosional antaraa pelatih dan pemain yang masih belum terbentuk dengan baik. Model latihan yang tidak teratur juga terjadi dalam proses latihan seperti keelastisan waktu latihan dari rencana waktu dua jam namun diperpanjang sampai empat jam.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAKSI ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING LOAN, NET INTEREST MARGIN, LOAN TO DEPOSIT RATIO, UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS BANK SWASTA DEVISA DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2021 Bentuk laporan keuangan yang sering dipakai dari beberapa informasi adalah laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan. Laporan keuangan disusun bukan saja untuk kepentingan manajemen perusahaan tapi untuk pihak lain juga yang mempunyai kepentingan dengan data keuangan dalam perusahaan dan untuk mencapai hal tersebut maka setiap perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia diwajibkan melaporkan laporan keuangan tahunan. Dalam laporan keuangan tersebut terdapat laporan non performing loan, net interest margin, loan to deposit ratio, dan ukuran perusahaan. Non performing loan adalah laporan yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam mengcover risiko pengembalian kredit oleh debitur atau digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan oleh bank, yang diakibatkan dari ketidakpastian dalam pengembaliannya atau yang diakibatkan dari tidak dilunasinya kembali kredit yang diberikan oleh pihak bank kepada debitur.Net interest margin adalah laporan perbandingan antara pendapatan bunga bersih dengan rata-rata aktiva produktif. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih.Loan to deposit ratio adalah kemampuan bank dalammengelola jumlah kredit yang diberikan dengan total dana pihak ketiga.Loan to deposit ratio juga merupakan rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank. Rasio ini memperlihatkan tingkat likuiditas suatu bank. Ukuran perusahaan merupakan cerminan besar kecilnya perusahaan yang nampak dalam nilai total aktiva perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan, maka ada kecenderungan lebih banyak investor yang menaruh perhatian pada perusahaan tersebut. Dalam website resmi Bursa Efek Indonesia, termuat data-data perusahaan perbankan seperti laporan keuangan yang telah diaudit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Non Performing Loan, Net Interest Margin, Loan to Deposit Ratio, Ukuran Perusahaan terhadap profitabilitas Bank Swasta Devisa di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan melalui studi dokumentasi yakni pengumpulan data pendukung literatur, penelitian terdahulu, laporan-laporan yang di publikasikan untuk mendapatkan gambaran dari masalah yang akan di teliti serta melalui pengumpulan data sekunder yang di perlukan berupa laporan – laporan yang di publikasikan oleh Bursa Efek Indonesia yang berasal dari situs https://www.idx.co.id/. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Swasta Devisa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Sampel yang digunakan berjumlah 7 perusahaan perbankan dengan periode 5 tahun. Metode pemilihan sampel adalah purposive sampling, jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan sumber data menggunakan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda. Pengujian dilakukan dalam penelitian ini dengan SPSS 24 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Non Performing Loan (NPL)dan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA), sedangkan Net Interest Margin (NIM) dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap Return on Assets (ROA). Kata Kunci : Non Performing Loan, Net Interest Margin, Loan to Deposit Ratio, Ukuran Perusahaan, Return On Asset.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PROSES PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI PANTOLA Maklon Neolaka1*, Agustinus Nafie2, Isak Riwu Rohi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia [email protected] Latar belakang: Bedasarkan hasil pengamatan peneliti selama mengajar di kelas XI SMA Negeri Pantola ditemukan beberapa permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut adalah sebagai berikut (1) kurangnya motivasi siswa dalam belajar penjasorkes dengan materi lompat jauh gaya jongkok, (2) metode pembelajaran yang diterapkan guru masih kurang efektif untuk memotivasi siswa, (3) rendahnya siswa dalam melakukan teknik lompat jauh gaya jongkok, (4) kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar lompat jauh gaya jongkok. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses Pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas XI SMA Negeri Pantola Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan:Hasil Penelitian ini menunjukkan, bahwa dalam proses pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas XI SMA Negeri Pantola berjalan dengan baik. Materi yang diajarkan sesuai dengan kondisi dan hambatan sarana dan prasarana yang dialami oleh siswa-siswi SMA Negeri Pantola, dan guru juga mampu memberikanmateri pembelajaran dengan baik,sehingga mereka dapat mengerti materi yang diberikan oleh guru. Dalam hal ini, kaitannya dengan materi pembelajaran atletik anak-anak lebih senang dengan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok, karena teknik lompat jauh gaya jongkok mereka anggap tidak terlalu sulit setelah ada modifikasi bak lompat dan mereka langsung melakukan praktek. Simpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa proses pembelajaran lompat jauh gaya jongkok berjalan dengan baik Materi yang diajarkan sesuai dengan kondisi dan hambatan sarana dan prasarana yang dialami oleh siswa-siswi SMA Negeri Pantola.Dalam hal ini, kaitannya dengan materi pembelajaran atletik anak-anak lebih senang dengan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok, karena teknik lompat jauh gaya jongkok mereka anggap tidak terlalu sulit setelah ada modifikasi bak lompat dan mereka langsung melakukan praktek.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK UPAYA MENINGKATKAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK METODE LATIHAN LONCAT KOTAK PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SMP SWASTA SWADAYA TARUS Maria Oktaviana Dahu1* , M. Rambu P. Wasak2 , Andry Sinlaeloe3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Masih rendahnya keaktifan dan gerak dasar loncat kotak dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siswa SMP Swasta Swadaya Tarus. Tujuan penelitian:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pembelajaran pendidikan jasmani materi pokok lompat jauh gaya jongkok metode latihan loncat kotak pada siswa SMP Swasta Swadaya Tarus. Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut IGAK Wardhani (2008:1.4), penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Menurut Suharsimi Arikunto (2009:16) PTK terdiri atas empat tahapan dalam tiap langkah. (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi). Langkah pertama, kedua dan seterusnya system spiral yang saling terkait perlu diperhatikan oleh peneliti. Komponen tindakan dan observasi menjadi satu komponen karena kedua kegiatan ini dilakukan secara simultan. Hasil dan pembahasan:Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ada peningkatan pembelajaran keterampilan lompat jauh gaya jongkok metode latihan loncat kotak. Keaktifan hasil dari siklus I sampai siklus II 100% anak dengan kategori baik (B) dan untuk perkembangan anak gerak dasar lompat jauh awalan 95% anak dalam kategori baik (B), 5% anak dalam kategori cukup. Tolakan 95% anak dalam kategori baik (B), 5% anak dalam kategori cukup (C). sedangkan untuk mendarat 89% anak dalam kategori baik (B), 11% anak dalam kategori cukup (C). Simpulan:Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa upaya meningkatkan lompat jauh gaya jongkok metode latihan loncat kotak pada siswa SMP Swasta Swadaya Tarus tahun ajaran 2022/2023 sangat meningkat. Katakunci: Lompat Jauh Gaya Jongkok, Metode, Loncat Kotak.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Olahraga merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari manusia yang berguna untuk membentuk jasmani dan rohani yang sehat. Pencapaian puncak dalam olahraga hanya dapat dicapai melalui proses pembinaan yang sistematis, terencana, teratur, dan berkesinambungan. Merupakan tolak ukur dimana akan tumbuh dan berkembang bibit-bibit yang berprestasi dan dapat menjuarai event olahraga. Pendidikan jasmani merupakan usaha pendidikan dengan menggunakan jasmani sebagai alat perantaranya. Pendidikan jasmani tidak lepas dari usaha pendidikan pada umumnya. Usaha mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak kearah kehidupan jasmani atau fisik yang di program secara ilmiah terarah dan sistematis yang disusun oleh lembaga pendidikan yang berkompeten. Kegiatan olahraga juga merupakan salah satu bentuk dari kependidikan. Pendidikan jasmani merupakan rangkaian aktivitas jasmani bermain dan berolahraga, untuk membangun peserta didik yang sehat dan kuat sehingga dapat menghasilkan prestasi akademik yang tinggi. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pola latihan bola voli di Club OJK Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini pelatih, dan atlet Club bola voli OJK Kupang. Hasil dan pembahasan: sudah menjadi tanggung jawab pelatih dalam memberikan arahan dan bimbingan bagi atlet dalam melanjudkan pola latihan (fisik, taktik, teknik, dan mental) walaupun dibatasi oleh sarana dan prasarana yang kurang memadai. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pelatih memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan latihan fisik, taktik, teknik dan mental serta menyediakan fasilitas latihan atlet yang baik.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Manajemen merupakan salah satu dari berbagai upaya yang dapat dilkukan oleh perusahaan dalam merekayasa angka-angka dalam laporan keuangan sehingga laporan keuangan perusahaan dapat terlihat kondisi baik bagi invesor dan pembaca lainnya. Salah satu idikator penting yang dilihat investor dalam mengukur performance perusahaan adalah laba sehingga Manajemen laba sangatlah penting hal ini medorog manajemen untuk membuat laporan keuangan mejadi menarik bagi pihak eksternal yang dapat dikategorikan sebagai manajemen laba. Munculnya praktik manajemen laba disebabkan oleh bebrapa faktor diantranya yang menjadi variabel dalam penelitian ini yaitu free cash flow dan financial leverage. Free cash flow adalah sisa arus kas yang didistribusikan kepada pemegang saham setelah perusahaan membayar semua beban operasi, investasi, dan pendaan untuk mempertahankan kapasitas produk. Free cash flow yang memadai dapat menurunkan tindakan tindak manajemen laba karena menunjukkan keadaan peusahaan yang sehat kepada investor dan kreditor. Sebaliknya jika tingkat free cash flow rendah akan meningkatkan tindak manajemen laba, dimana manajer tidak mau melakukan pelanggaran kontrak kepada kreditor dan investor (Agustia,2013). Selain free cash flow, financial leverage juga dapat mempengaruhi manajemen laba. Financial leverage adalah penggunaan sumber dana dari utang yang dimiliki beban tetap yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan membahayakan perusahan karena perusahaan akan termasuk dalam kategori extereme leverage (utang ekstrim) aitu perushaan terjebak dalam tingkat utang yag tinggi dan sulit untuk melepaskan beban utang tersebut (Kodriyah dan Fitri, 2017). Good corporate governance merupakan salah satu upaya perushaan untuk mengendalikan manajemen laba. Good corporate governace merupakan suatu sistem untuk yang dapat mengendalikan perusahaan untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan kewenangan yang diperlukan oleh perusahaan untuk menjamin kelangsungan dan tanggung jawab kepada pemegang saham. Dalam penelitian ini terdapat empat persoalan penelitian yaitu apakah free cash flow berpengaruh terhadap manajemen laba, apakah financial leverage berpengaruh terhadap manajemen laba, apakah good corporate governance mampu memoderasi pengaruh free cash flow terhadap manajemen laba, apakah good corporate governance mampu memoderasi pengaruh financial leverage terhadap manajemen laba, sehingga dalam penelitan ini bertujuan untuk mngetahui pengaruh free cash flow dan financial leverage terhadap manajemen laba dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi. Penelitian ini memperoleh sebanyak 14 sampel perusahaan pada sektor properties dan real eastate di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022. Hasil penelitan menunjukan bahwa free cash flow tidak berpengaruh positif terhadap manajemen laba dan financia leverage berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Melalui uji Moderated Regression Analysis (MRA) diketahui bahwa good corporate governance mampu memoderasi pengaruh free cash flow terhadap manajemen laba, dan good corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh financial leverage terhadap manajemen laba.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kasus Agresivitas Pajak yang terjadi di Indonesia dapat menunjukkan suatu bentuk tindakan meminimalkan beban pajak suatu perusahaan. Hal ini menjadi perhatian publik, karena tidak sesuai harapan masyarakat dan merugikan pemerintah. Agresivitas pajak adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk menurunkan laba kena pajak melalui perencanaan pajak. Strategi perusahaan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan tindakan agresivitas pajak ini merugikan pemerintah karena pemerintah tidak dapat mengoptimalisasikan penerimaan pajak. Menurut Mustika (2017), agresivitas pajak yaitu keinginan perusahaan untuk mengecilkan jumlah beban pajak yang harus dibayar baik dengan legal ataupun ilegal. Menurut Rodriguez dan Arias (2012), terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi perusahaan dalam besar kecilnya membayar pajak antara lain leverage dan capital intensity. Leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai dengan menggunakan utang (Kasmir, 2013: 151). Capital intensity merupakan investasi perusahaan dalam bentuk aset tetap yang digunakan perusahaan untuk berproduksi dan mendapatkan laba. Komisaris independen dijadikan alasan didalam perusahaan karenan dengan adanya indikasi tersebut keberadaan komisaris independen didalam perusahaan berperan penting, dimana dapat mengawasi setiap tindakan yang diambil oleh manajer perusahaaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atau membuktikan secara empiris tentang pengaruh leverage, capital intensity terhadap agresivitas pajak dengan komisaris independen sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Sampel penelitian ini terdiri dari 23 perusahaan pada sektor indsutri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Busa Efek Indonesia dan situs resmi masing-masing perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linear Berganda untuk menguji pengaruh leverage, capital intensity terhadap agresivitas pajak dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji apakah dengan adanya komisaris independen dapat memoderasi pengaruh leverage dan capital intensity terhadap agresivitas pajak dengan komisaris independen sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 dengan menggunakan SPSS versi 25. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022, capital intensity berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-20220, komisaris independen memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak dengan memperlemah pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022, dan komisaris independen meoderasi pengaruh capital intensity terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Dari hasil uji regresi linear berganda menggunakan spss versi 25, untuk variabel leverage menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 0,772 dari t tabel 1,996 dan nilai signifikansinya 0,443 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak dan H0 diterima. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Hasil uji regresi lienar berganda variabel capital intensity menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 2,786 > dari t tabel 1,996 sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Dari hasil uji Analisis Regresi Moderasi (MRA) menggunakan spss versi 25, untuk hipotesis komisaris independen memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak menunjukkan hasil uji t hitung sebesar -3,022 dari t tabel 1,997 dan tingkat signifikansi sebesar 0,004 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan H0 ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa komisaris independen memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak dengan memperlemah pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak. Hasil uji analisis regresi moderasi untuk hipotesis komisaris independen memoderasi pengaruh capital intensity terhadap agresivitas pajak menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 4,260 > dari t tabel 1,997 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 diterima dan H0 ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa komisaris independen mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak. Dari pembahasan diatas dapat maka dapat ditarik kesimpulan bahwa leverage tidak mampu memberikan pengaruh terhadap agresivitas pajak karena semakin tinggi leverage maka semakin tinggi pula risiko yang harus ditanggung perusahaan karena harus membayar bunga hutang yang tinggi menggunakan hasil usahanya sehingga mengurangi laba bersih perusahaan. Capital intensity berpengaruh terhadap agresivitas pajak ketika perusahaan menanggung beban depresiasi, hal tersebut dapat mengurangi laba perusahaan sehingga pendapatan kena pajak berkurang. Komisaris independen memoderasi dengan memperlemah pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak karena besarnya komisaris independen dalam suatu perusahaan dapat mempengaruhi perilaku perusahaan menggunakan utang sebagau usaha agresivitas pajak. Komisaris independen memoderasi pengaruh Capital intensity terhadap agresivitas pajak karena banyaknya komisaris independen dalam suatu perusahaan maka bisa berdampak pada tindakan perusahaan yang memanfaatkan penggunaan aset tetap sebagai upaya agresivitas pajak.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Sesuai dengan Undang-Undang perpajakan, membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi merupakan hak dari setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah tingkat pendidikan. Wajib pajak yang berpendidikan dan memperoleh pengetahuan pajak, akan lebih patuh dalam memenuhi kewajiban pajaknya dari pada yang kurang memperoleh informasi. Penelitian Ikhsan (2007) tentang kajian faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan Wajib Pajak secara statistik berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Faktor kedua yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah Penghasilan atau pendapatan. Faktor penghasilan dapat dijadikan salah satu alasan wajib pajak pajak tidak patuh membayar pajak. Masyarakat yang miskin akan kesulitan dalam membayar pajak, oleh karena itu masyarakat lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan pokoknya terlebih dahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Chaerunnisa (2010) menunjukkan bahwa tingkat penghasilan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan. Faktor ketiga yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah kesadaran wajib pajak. Tingkat kesadaran wajib pajak dapat dicerminkan dari bagaimana kesungguhan dan keinginan wajib pajak dalam mentaati ketentuan perpajakan yang berlaku. Kepatuhan pajak identik dengan kesediaan seorang wajib pajak dalam memenuhi peraturan perpajakannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, kepatuhan dianggap sebagai istilah yang menggambarkan kesediaan wajib pajak untuk membayar pajak (Kirchler, 2010). Penelitian yang dilakukan oleh Kundalini (2016) menemukan bahwa faktor kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak Faktor keempat yang menjadi pengaruh kepatuhan pajak adalah pelayanan pajak. Karena bentuk pelayanan yang baik dapat menarik perhatian dari masyarakat. Pelayanan yang dikelola dengan baik diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat, karena masyarakat memiliki peran besar untuk perbandingan standar evaluasi tingkat motivasi (Afrial 2009). Lena Elitan 2007:46 memaparkan bahwasannya pelayanan merupakan produk yang faktor utamanya perlengkapan yang tidak ada wujudnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear berganda menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 8.626 dengan sampel sebanyak 100 wajib pajak bumi dan bangunan. Dalam menentukan jumlah sampel dari populasi penulis menggunakan metode pengambilan sampel Purposive sampling. Purposive sampling dimana merupakan metode penetapan responden untuk dijadikan sampel berdasarkan pada kriteria tertentu. Dari hasil uji regresi linear sederhana menggunakan spss versi 25, variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 2.202 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0300,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 1.218 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,226> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H2 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.412 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0010,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, dan variabel pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar -621 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,536> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H4 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Hasil output SPSS untuk uji Determinasi / Squared (R2) diketahui nilai R Squard sebesar 0,313 (31,3%). Hal tersebut memilki arti bahwa kemampuan variabel independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 31,3%, sedangkan sisanya sebesar 0,687 (68,7%) sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu bahwa hipotesis pertama tingkat pendidikan berpengaruh pada kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Dengan memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami suatu hal atau keadaan. Hipotesis kedua tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan belum tentu meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hipotesis ketiga tingkat kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. diartikan semakin tingginya kesadaran wajib pajak menandakan pelaksanaan serta pemahaman kewajiban perpajakan semakin baik serta wajib pajak akan makin termotivasi. Hipotesis keempat kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. diartikan Walaupun kualitas pelayanan yang dilakukan aparat pajak sudah sangat optimal, namun wajib pajak menganggap bahwa kualitas pelayanan tersebut merupakan standar yang harus dilakukan oleh aparat otoritas pajak.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KOMISARIS INDEPENDEN DAN KOMITE AUDIT, TERHADAP TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2019-2022 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit, terhadap tax avoidandce. Variabel independen yang digunakan adalah kepemilikan institusional yang diproksikan dengan KI, komisaris independen yang diproksikan dengan KIP dan komite audit diproksikan dengan KA,. Variabel dependen yang digunakan adalah tax avoidance yang diproksikan dengan Cash Effective Tax Rate (CETR). Populasi penelitian ini menggunakan 47 perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2022. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga memperoleh sampel sebanyak 9 perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda, dan untuk pengolahan data menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpngaruh terhadap tax avoidance, komisairs independen tidak berpengaruh terhadap tax avoidance dan komite audit tidak berpengaruh terhadap tax avoidance.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAKSI Peran guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dalam membangun karakter peserta didik di kelas IIi Sd gmit manumuti Serlianti Bali Mema1*, David Loba2, Jimmy Charter Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Latar belakang : Karakter adalah pola tingkah laku baik sikap maupun tindakan yang bersifat alami dari masing-masing individu. Menurut Cerika Rismayanthi dalam jurnal pendidikan jasmani Indonesia (2011: 13) mengungkapkan karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran sikap, perasaan, pe rkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata karma, budaya, dan adat istiadat. Tujuan penelitian : Tujuan dalam penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dan peran guru dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dalam membangun karakter peserta didik di kelas III SD GMIT Manumuti. Metode penelitian : kualitatif Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD GMIT Manumuti, disusun berdasarkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian ini melalui wawancara ,observasi dan dukumentasi. Simpulan: Masing masing informan dan subjek penelitian memiliki pandangan yang hampir sama terkait penanaman pendidikan karakter. Penanaman pendidikan karakter merupakan tanggung jawab semua pihak. Penanaman pendidikan karakter dapat dilaksanakan kapan saja didalam sekolah. Kata kunci: peran guru dalam membangun karakter siswa.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Nama : Marcel Otemusu Nim : 19410019 Fakultas : Ekonomi Program Studi / Jalur Minat : Manajemen / Kewirausahaan Pembelajaran Kewirausahaan merupakan sebuah bekal bagi seorang mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan baik teoritis maupun praktik yang akan menjadi jembatan dalam berwirausaha. motivasi berwirausaha merupakan sebuah dorongan yang akan membantu menguatkan pembelajaran kewirausahaan untuk menumbuhkan minat berwirausaha. Dari uraian tersebut peneliti tertarik mengangkat judul Penelitian Skripsi tentang Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan dan Motivasi Berwirausaha terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang karena dengan itu diharapkan pembelajaran dalam menumbuhkan minat berwirausaha mahasiswa akan tercapai. Tujuan Penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui pengaruh signifikan pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa semester VIII Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, (2) Mengetahui pengaruh motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk mendapat hasil yang akurat tentang pengaruh pembelajaran kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 343 dan sampel yang digunakan berjumlah 77. Adapun jenis pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan jenis korelasi. Dalam pengumpulan data untuk kemudian dianalisis, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data kuisioner, yang kemudian di uji validitas dan realibilitasnya dan selanjutnya dilakukan analisis data uji regresi linier berganda, kemudian dilakukan uji F, uji t dan uji R². Hasil penelitian dapat disampaikan bahwa: (1) Pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dinyatakan berpengaruh, (2) Pengaruh motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dinyatakan berpengaruh signifikan. Kata kunci : Pembelajaran Kewirausahaan, Motivasi Berwirausaha, Minat Berwirausaha
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Seiring berkembangnya zaman, dunia perbankan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam memajukan perekonomian suatu negara. Oleh karena itu baik perorangan maupun lembaga, baik sosial atau perusahaan, tidak akan lepas dari dunia perbankan jika hendak menjalankan aktivitas keuangan. PT Bank Mandiri (persero) Tbk sebagai salah satu bank yang sampai sekarang masih tetap bertahan dalam dunia perbankan di Indonesia. Keberadaan PT Bank Mandiri (persero) Tbk adalah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memenuhi kebutuhan dana masyarakat dengan prosedur yang lebih mudah. Laporan keuangan sangat diperlukan untuk mengukur hasil usaha perusahaan dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu, untuk mengetahui sudah sejauh mana perusahaan mencapai . Laporan arus kas ( cash flow statetment) merupakan bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai (kas) yang dihasilkan oleh perusahaan pada suatu periode akuntansi. Dalam beberapa tahun terakhir Indonesia mengalami resesi ekonomi akibat merebaknya pandemi Covid-19. Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit yang dilaporkan pertama kali di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019. Kasus virus COVID-19 ditemukan di Indonesia pertama kali pada tanggal 3 Maret 2020. Virus ini menyebabkan ketidakpastian ekonomi yang sangat besar yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi terguncang. Maka dari itu pengukuran kinerja keuangan perusahaan PT. Bank Mandiri (persero) Tbk sangat berguna untuk membandingkan sebelum dan sesudah terjadinya covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuangan PT Bank Mandiri (persero) Tbk sebelum dan saat pandemi covid-19 dengan mengunkakan rumus Arus Kas Operasi (AKO), Cakupan kas Terhadap Bunga (CKB), Pengeluaran Modal (PM), Total Hutang (TH) dan Laba Bersih. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan peusahaan PT. Bank Mandiri (persero) Tbk. Yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2017-2022. Sampel yan digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan PT. Bank Mandiri (persero) Tbk. Metode yangg digunakan dalam penelian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik dokumentasi yakni data sekunder. Data tersebut berupa laporan keuangan PT Bank Mandiri (persero) Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode enam tahun terakhir yakni tahun 2017-2022. Data di peroleh dengan cara mendownload melalui website www.idx.co.id. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Bank Mandiri (pesero) Tbk sebelum terjadinya pandemi covid-19 dapat dikatakan berkinerja kurang baik, karena dari lima rasio yang diperhitungkan dalam menilai kinerja keuangan semuanya menunjukkan nilainya dibawah kewajiban 1. Sedangkan kinerja keuangan PT. Bank Mandiri (persero) Tbk saat terjadinya pandemi covid-19 berkinerja baik jika dihitung menggunakan rumus rasio arus kas operasi(AKO), rasio total hutang (TH) dan rasio laba bersih. Dan berkinerja kurang baik jika di hitung menggunakan rumus cakupan bunga (CKB) dan rasio pengeluaran modal (PM).