Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

2.079 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 612025: 372024: 162023: 3122022: 4662021: 6902020: 872018: 482017: 12016: 42011: 11018: 1

MADE HARRO - MATI TIDAK WAJAR Tinjauan Teologis Terhadap Cara Keluarga Duka Membebaskan Diri Dari Kutuk Made Harro, Menurut Orang Sabu di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami konsep kutuk dalam perspektif masyarakat Sabu, khususnya dalam konteks peristiwa Made Harro, yakni kematian yang dianggap tidak wajar dan diyakini terjadi kepada orang yang telah melanggar aturan, perintah, dan larangan dari Deo Ama (Tuhan). Penelitian ini juga mengkaji mekanisme yang ditempuh oleh masyarakat Sabu untuk membebaskan diri dari kutukan tersebut serta refleksi teologis terhadap fenomena ini dalam komunitas Kristen GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat–Raijua. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, yang menitikberatkan pada pengamatan mendalam. Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk melakukan kajian fenomena yang lebih komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kutuk masih sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Sabu Mesara. Meskipun banyak jemaat Kristen mulai meninggalkan praktik ini, beberapa masih melakukannya sebagai bentuk perpaduan antara tradisi budaya dan kepercayaan agama Kristen. Kutukan dianggap sebagai penyebab utama peristiwa Made Harro dan berdampak pada relasi sosial serta harmoni dalam komunitas. Kutukan ini diyakini dapat ditularkan oleh orang yang sudah meninggal dan juga keluarganya kepada orang lain, sehingga memerlukan ritus adat tertentu, yang di dalamnya termasuk penggunaan simbol-simbol tertentu, pengorbanan hewan, dan ritual pembersihan yang dipimpin oleh tokoh adat seperti Rue dan Deo Rai yang bertujuan untuk memutus rantai kutukan tersebut. Secara teologis, penelitian ini merefleksikan bagaimana pemahaman kutukan dalam tradisi Made Harro dapat dilihat dari kaca mata ajaran Kristen. Penelitian ini menggunakan berbagai teori, termasuk pandangan Kristen tentang kematian dan kutuk, serta perspektif antropologis yang melihat kutukan dari sudut pandang berbagai budaya. Selain itu, teori “Kambing Hitam” dari Rene Girard digunakan untuk menganalisis bagaimana masyarakat Sabu menyalurkan ketegangan sosial ke satu objek tertentu, yang kemudian dijadikan sebagai korban dalam ritus adat untuk menciptakan rekonsiliasi dan solidaritas dalam masyarakat yang sedang mengalami krisis. Berdasarkan teori Girard, ritus tersebut dapat dipahami sebagai mekanisme kambing hitam. Namun, René Girard justru mengkritik mekanisme kambing hitam sebagai upaya manusia untuk mengatasi dampak negatif dari dosa dan mencari pembebasan melalui kekuatan sendiri dan tidak memberikan solusi yang sejati terhadap dosa dan konsekuensinya. Sebagai gantinya, Girard menekankan bahwa solusi sejati terletak pada karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib. Penelitian ini menyoroti peran gereja sebagai agen transformasi dan pendamaian di tengah masyarakat Sabu, membantu mereka menemukan makna kehidupan yang sejati dan kematian di dalam Kristus, serta menolong jemaat terlepas dari belenggu kepercayaan akan kutuk atau pengucilan sosial.

THEODORE SUMARTANA Studi Pemikiran Theodore Sumartana dan Implikasinya Bagi Dialog Umat Beragama di FKUB Kota Kupang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Umat beragama berupaya mempertahankan identitas dan meraih aspirasi mereka, tetapi di sisi lain, mereka juga diminta memberikan kontribusi penting untuk memelihara kerukunan dan keutuhan bangsa. Dalam situasi ini, dibutuhkan kebijaksanaan dan kedewasaan di kalangan umat beragama untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan kelompok dan kepentingan nasional. Kerukunan dalam hidup bersama adalah keharusan dan harapan setiap individu, terutama di tengah kemajemukan agama di masyarakat Indonesia. Meskipun semua manusia dan agama memiliki nilai-nilai perdamaian serta komitmen anti-kekerasan, sayangnya, kekerasan atas nama agama sering kali terjadi, merugikan umat dengan jumlah yang tidak sedikit. Berdasarkan hasil penelusuran literatur tersebut, dalam menghadapi kebuntuan atau disebut juga sebagai kemandulan teologi, Theodore Sumartana menyarankan suatu bentuk tanggapan dengan mengembangkan dialog umat beragama yang disebut sebagai upaya refleksi teologis untuk menempatkan pluralisme sebagai pusat perhatian. Kebebasan beragama merupakan unsur yang sangat penting dalam menjalankan kesejahteraan dan keamanan di tingkat nasional dan internasional. Mengingat signifikansinya bagi individu, bahwa negara seharusnya tidak memiliki hak untuk menentukan agama bagi warganya. Ia meyakini bahwa setiap agama perlu mengembangkan konsep theologia religionum sebagai dasar untuk membangun dialog dan kerja sama antar-agama di masa yang akan datang. Tulisan ini diharapkan juga dapat menjadi salah satu tawaran untuk dipertimbangkan guna diterapkan dalam konteks FKUB di Kota Kupang. Melalui tulisan ini, pada akhirnya diharapkan agar penerapan konsep dialog Umat Beragama di konteks Kota Kupang harus dilihat secara positif sekaligus kritis. Dalam wacana dialog antar umat beragama, diperlukan kolaborasi yang selaras antara pihak-pihak yang terlibat, termasuk GMIT, FKUB, dan pemerintah. Kolaborasi ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam dialog, yang juga melibatkan upaya advokasi, seperti pembimbingan dan pendampingan. Setiap individu maupun kelompok didorong untuk adanya inisiatif mengembangkan konsep dialog yang aktif untuk perubahan dan pembaharuan, semuanya menjadi esensial dalam membangun dan memperkuat hubungan antar agama. Prinsip kesatuan dalam keberagaman menjadi inti untuk mengajarkan tentang pentingnya hidup bersama dalam kasih dan memberikan dukungan yang saling membangun bagi kehidupan umat beragama.

HUKUMAN MATI “Suatu Tinjauan Teologis Etis terhadap Pemahaman Jemaat Gloria Kayu Putih mengenai Hukuman Mati dan Implikasinya bagi Gereja Masehi Injili di Timor”

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Hukuman mati bagi para pelaku kejahatan menjadi polemik dalam setiap lapisan masyarakat dan juga warga gereja. Hukuman mati dianggap baik bagi yang menyetujui hukuman mati karena telah merusak diri orang lain, tetapi bagi yang menolak hukuman mati mereka mengatakan bahwa hanya Tuhan yang dapat mengambil nyawa manusia. Manusia tidak berhak atas hak hidup seseorang. Gereja menghargai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, tetapi Gereja juga menjalankan perannya sebagai mitra kritis pemerintah dalam perjuangan mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera. Penolakan terhadap hukuman mati adalah wujud kepedulian gereja terhadap penegakan HAM dan kehidupan yang bermartabat. Maka tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pemahaman Jemaat GMIT Gloria Kayu Putih mengenai putusan Hukuman Mati. GMIT menyatakan bahwa Tuhan memberi kehidupan untuk dirawat dan dipelihara. Hak untuk mengambil kembali kehidupan berada di dalam tangan Tuhan. Tugas manusia adalah menjaga kehidupan yang dianugerahkan-Nya. Apabila kehidupan manusia tercemar oleh dosa, tidak berarti manusia berhak mengakhiri kehidupan itu. Manusia terpanggil untuk turut serta dalam karya penebusan Allah di dunia dengan cara memperbaiki kehidupan yang rusak. Tugas negara sebagaimana diterima dari Tuhan adalah untuk memajukan kesejahteraan dan menghukum pelaku kejahatan, tetapi bukan untuk mengambil napas hidup manusia. Penelitian dilakukan di jemaat GMIT Gloria Kayu Putih dengan metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Berkaitan dengan metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode penulisannya yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Tulisan ini dikaji menggunakan metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat secara kritis dan dianalisis secara ilmiah. Kata Kunci: Hukuman mati, Hak Hidup, Gereja

SPIRITUALITAS PEREMPUAN PENENUN SUMBA Suatu Tinjauan Teologis terhadap Spiritualitas Perempuan Penenun di GKS Jemaat Payeti, Klasis Waingapu.

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Fokus utama penulis adalah melihat spiritualitas kehidupan para perempuan penenun di GKS Jemaat Payeti. Kain tenun Sumba Timur adalah salah satu karya seni yang sangat indah dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, ada makna yang terdapat dalam setiap lembar kain tenun Sumba Timur melalui motif-motif yang digambar oleh para perempuan penenun. Namun dalam kenyataannya, ada berbagai pergumulan dan tantangan yang dihadapi oleh para perempuan penenun, tetapi mereka tetap berjuang untuk tidak meninggalkan pekerjaan menenun yang menjadi warisan budaya nenek moyang. Perjuangan para perempuan penenun inilah yang penulis temukan bahwa ada nilai-nilai spiritualitas dalam diri mereka. Terkait dengan spiritualitas perempuan penenun, penulis memakai pemahaman spiritualitas dari Jacob Daan Engel yaitu 6 tahapan spiritualitas diri seseorang di antaranya kesadaran diri, penerimaan diri, ketegasan diri, tujuan hidup, tanggung jawab diri, dan integritas diri. Adapun metode yang digunakan penulis yaitu studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan yaitu penulis melakukan wawancara kepada beberapa narasumber terkait masalah yang didalami, sedangkan studi pustaka yang di mana penulis menggunakan berbagai sumber buku dan jurnal yang dapat membantu penulisan ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, para perempuan penenun GKS Jemaat Payeti memberi diri bahkan mengorbankan diri mereka. Dalam proses menenun, ada pengorbanan, perjuangan, dan kerja keras perempuan demi harapan mereka untuk kebutuhan keluarga. Hal ini menunjukkan nilai-nilai spiritualitas diri mereka. Salah satu tokoh perempuan dalam Alkitab bernama Rut yang terus bertahan dan berjuang di tengah kesulitan dan pada akhirnya Allah menyatakan kuasa-Nya. Begitu halnya dengan perempuan penenun, Allah mengijinkan berbagai situasi sulit terjadi dalam kehidupan para perempuan penenun yang sesungguhnya membuat spiritualitas mereka semakin bertambah.

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dalam perusahaan sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting oleh karena dipandang sebagai faktor pendorong yaang utama dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan (Murti dan Srimulyan, 2013). Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakasai dan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota perusahaan (Reza, 2010). Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan adanya sumber daya manusia yang potensial, baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sebab itu sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam perusahaan. Agar aktivitas manajemen perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mencapai kinerja yang baik. melalui kinerja yang diberikan oleh karyawan dengan hasil baik akan berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan tersebut. Kemampuan kerja merupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari Pendidikan, pelatihan, dan suatu pengalaman. Sesungguhnya kemampuan ditunjuk seseorang baru Sebagian dari potensi yang terdapat pada dirinya sendiri. Motivasi kerja adalah suatu dorongan hidup yang harus dimiliki oleh seseorang karyawan dalam mencapai tujuan. Secara teori definisi tentang motivasi biasanya terkandung keinginan, dorongan dan insentif. Selain itu, motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi juga menjadi pendorong melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Seperti halnya badan pusat statistik (BPS) kota Kupang dalam meningkatkan kinerja pegawainya selalu memperhatikan keadaan individu dengan mempertimbangkan keberadaan sumber daya manusia sebagai modal terbesar dalam organisasi tersebut. Salah satunya upaya instansi dalam mempertahankan kinerja pegawainya adalah dengan cara memenugi hak pegawai yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas kemampuan kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat statistic (BPS) Kota Kupang. dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang yang berjumlah 30 pegawai dan dilakukan penentuan sampel yaitu kebalikan dari populasi dengan menggunakan rumus slovin maka penelitian ini tetap berjumlah 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. peneliti menggunakan Uji analisis regresi linier bergada, Uji t (parsial), Uji F (Simultan), dan Koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 9,968, sedangkan koefisien regresi b1 = 0.382, b2 = 0.182. dengan demikian persamaan regresi linier berganda dapat memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 9.968 + 0.382 + 0.182 + e. selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel kemampuan kerja (X1) ditemukan t hitung = 3.605 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.001. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 1.988 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.057. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi R2 adalah 0.596 atau 59.6%. hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 59.6%. sedangkan pengaruh sebesar 40.4% disebabkan oleh faktor lain. Kata kunci : Kemampuan kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai

DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN PENJELASAN PASAL 280 AYAT (1) HURUF H UNDANG UNDANG NO. 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Deskripsi tentang pembatalan Penjelasan Pasal 280 Ayat (1) Huruf H Undang Undang No. 7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum oleh Mahkamah Konstitusi. Permasalahan yang diteliti adalah: Mengapa pemohon melakukan pengujian terhadap penjelasan Pasal 280 Ayat (1) Huruf H Undang Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi? dan Mengapa Mahkamah Konstitusi menyatakan sebagian frasa pada penjelasan Pasal 280 Ayat (1) bertentangan dengan UUD 1945? Tujuan dari penulisan ini adalah: untuk mengetahui alasan pemohon melakukan pengujian terhadap penjelasan Pasal 280 ayat (1) huruf h Undang Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi dan untuk mengetahui pertimbangan Mahkamah Konstitusi menyatakan sebagian frasa pada Pasal 280 ayat (1) bertentangan dengan UUD 1945yang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis penelitian normatif menggunakan variabel bebas dan variabel terikat. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang diperoleh melalui melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjawab masalah penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan jawaban sebagai berikut: Pertama, Alasan Pemohon melakukan Pengujian karena: Pemohon tidak dapat berkampanye dan Norma hukum yang diuji multitafsir, Kedua, Alasan Mahkamah Konstitusi Mengabulkan Permohonan Pemohon karena: Pemohon mampu membuktikan dalil permohonannya dan Pasal 280 Ayat (1) huruf h Undang Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi menimbulkan ketidakpastian hukum. Berdasarkan pada kesimpulan tersebut dapat disarankan sebagai berikut: Bagi warga negara yang mengikuti pemilihan umum agar lebih memperhatikan larangan dalam norma pokok agar tidak disalahgunakan dalam pemilihan umum yang dapat merugikan pihak lain dan bagi para legislator atau pembuat undang-undang agar memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia dengan benar pada norma pokok dan penjelasan, sehingga setiap pasal dan penjelasan jelas dan tidak multtafsir.

ANALISIS RASIO AKTIVITTAS DAN RASIO PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR PABRIK TEMBAKAU DI BURSA EFEK INDONESIA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja keuangan keuangan pada perusahaan manufaktur sub sektor pabrik tembakau yang terdaftar di bursa efek indonesia dengan menggunakan metode pendekatan yaitu deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari website bursa efek indonesia yaitu berupa laporan keuangan perusahaan sub sektor pabrik tembakau dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2022, analisis rasio yang dipakai adalah analisis rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukan perhitungan pada perusahaan. Perhitungan menggunakan rasio aktivitas receivable turnover PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 44,99 kali dengan kriteria baik karena melebihi standar industri rata rata yaitu 15 kali. Untuk PT. H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 36,97 kali dengan kriteria baik. Untuk PT. Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 14,722 dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar industri. Untuk PT. Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 17,28 kali dengan kriteria baik. Untuk PT. Wismila Inti Makmur Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 25,81 kali dengn kriteria baik karena melebihi standar industri. Perhitungan menggunakan inventori turnover pada PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 2,38 kali dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar industri. Untuk PT.H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 4,62 kali.PT. Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 1,37 kali. PT. Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 3,64 kali. PT. Wismilak Inti Makmur Tbk tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 2,55 kali dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar industri. Hasil perhitungan menggunakan total asset turnover PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 2,22 kali dengan kriteria baik karena melebihi standar industri yaitu 2 kali.PT. H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 2,44 kali dengan kriteria baik karena melebihi standar.PT. Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 1,27 dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar industri yaitu 2 kali. PT. Bentoel Internasional Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 1,55 kali dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar.PT.Wismilak Inti Makmur Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 5,35 dengan kriteria sangat baik karena melebihi standar industri rata rata rata yaitu 2 kali. Perhitungan menggunakan gross profit margin pada PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 12% dengan kriteria kurang baik karena berada dibawah standar industri yaitu 24,90%.PT. H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 18% dengan kriteria kurang baik. PT.Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 27% dengan kriteria baik, karena melebihi standar industri yaitu 24,90%.PT.Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 11% dengan kriteria kurang baik.PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 25% dengan kriteria baik karena melebihi standar industri yaitu 24,90%. Hasil perhitungan menggunakan net profit marginpada PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 4% dengan kriteria baik karena melebihi standar industri rata rata yaitu 3,92%.PT.H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 7% dengan kriteria baik.PT. Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 6% dengan kriteria baik. PT. Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 5% dengan kriteria baik. PT. Wismilak Inti Makmur tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 7% dengan kriteria baik.Hasil perhitungan menggunakan return on investmentpada PT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 10% dengan kriteria baik karena melebihi standar yaitu 3,98%.PT.H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 18% dengan kriteria baik. PT. Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 7% dengan kriteria baik. PT. Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 18% dengan kriteria baik.PT.Wismilak Inti Makmur Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 12% dengan kriteria baik karena melebihi standar industri.Hasil perhitungan menggunakan return on equityPT. Gudang Garam Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 9% dengan kriteria baik karena melebihi standar industri yaitu 8,32%> PT.H.M Sampoerna Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil 25% kriteria baik. PT.Indonesia Tobacco Tbk, tahun 2020-2022 dengan hasil 5% dengan kriteria kurang baik karna berada dibawah standar industri. PT.Bentoel Internasional Investama Tbk, tahun 2020-2022 dengan hasil 20% kriteria baik.PT.Wismilak Inti Makmur Tbk, tahun 2020-2022 mendapatkan hasil rata rata 15% dengan kriteria baik karenA melebihi standar industri yaitu 8,32%.

ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Persaingan yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk lebih meningkatkan nilai perusahaannya. Karena dengan nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan. Semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis dan ditambah dengan situasi perekonomian negara yang tidak menentu mengharuskan manajemen perusahaan bekerja lebih efektif dan efisien dalam melakukan aktivitas operasi perusahaan agar kelangsungan hidup perusahaan terjamin. Berdirinya suatu perusahaan pasti didasarkan dengan tujuan yang jelas. Secara umum, tujuan perusahaan adalah untuk mencari laba atau keuntungan dengan maksimal. Namun hanya mendapatkan laba yang maksimal saja tidak akan menjamin keberlangsungan suatu perusahaan untuk jangka waktu yang panjang. Untuk menjaga keberlangsungan hidup perusahaan dibutuhkan suatu tujuan lain yaitu memaksimalkan nilai perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini Untuk Menganalisis pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 8 Perusahaan dan sampel sebanyak 8 perusahaan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi, menurut Sugiyono (2013:240) dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seorang. Sesuai dengan pengertian diatas maka sumber data tertulis yaitu yaitu laporan keuangan tahunan berupa laporan neraca, laba rugi dan harga saham dari perusahaan sub sektor farmasi dipublikasikan melalui website www.idx.co.id. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui Rata-rata periode profitabilitas dari tahun 2020- 2021 mengalami penurunan dan Rata-rata periode likuiditas dari tahun 2020-2021 mengalami fluktuasi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,017 dan nilai koefisien regresi sebesar (-9.892) yang berarti semakin tinggi profotabilitas semakin menurun nilai perusahaan dan sebaliknya. Sedangkan likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,016 dan nilai koefisien regresi sebesar 7.200 yang berarti semakin tinggi likuiditas maka semakin tinggi nilai perusahaan. Kata Kunci : Profitabilitas, Likuiditas, dan Nilai Perusahaan

Pemuda dan Organisasi Pelayanan Gereja- Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Peran Pemuda dalam Organisasi Pelayanan Gereja di GKS Jemaat Kangeli, Klasis Lewa Tidahu

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEMUDA DAN ORGANISASI PELAYANAN GEREJA “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Peran Pemuda Dalam Organisasi Pelayanan Gereja di GKS Jemaat Kangeli, Klasis Lewa Tidahu” Email: [email protected] Pemuda adalah generasi penerus pelayanan dan kepemimpinan dalam gereja sehingga kehadirannya dalam gereja tidak dapat diabaikan. Gereja adalah tempat di mana pemuda dididik dan bertumbuh dalam iman. Pemuda gereja merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan gereja dengan meneruskan perjuangan dan melaksanakan tugas panggilan gereja secara terus menerus. Peran pemuda dalam organisasi Pelayanan diwujudkan salah satunya melalui Komisi Pemuda, yakni melalui berbagai program dalam bidang kesaksian, persekutuan dan pelayanan. Namun realitas yang ada menunjukkan bahwa banyak pemuda yang mengabaikan perannya dalam gereja. GKS Kangeli menunjukkan realitas tersebut, bagaimana pemuda tidak menjalankan perannya dengan maksimal. Program yang dibuat tidak berjalan dan partisipasi pemuda-pemudi sangat minim dalam pelayanan Bertolak dari masalah di atas penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemuda dalam organisasi Pelayanan di GKS Jemaat Kangeli. Demi mencapai tujuan penelitian ini maka penulis melakukan penelitian lapangan dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa peran pemuda melalui Komisi Pemuda di GKS Jemaat Kangeli dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman pemuda terhadap peran dan panggilannya dalam gereja. Kurangnya pemahaman pemuda terhadap peran dan panggilannya juga ikut mempengaruhi jemaat mengambil keputusan untuk membatasi perannya. Dari 139 jumlah pemuda yang terlibat dalam pelayanan hanya 24 orang . Oleh karena itu gereja perlu melakukan pembinaan yang bertujuan bukan saja untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin tetapi membentuk karakter pemud yang mau melayani dan terlibat dalam pelayanan. Pembinaan di dalamnya meliputi memberikan pengajaran dan nasihat, menunjukkan teladan, serta memberikan kepercayaan untuk bertanggung jawab atau memimpin.

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UPT PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS PERHUBUNGAN KOTA KUPANG

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem transportasi mempunyai peran vital dalam pembangunan nasional. Untuk itu perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai, diantaranya adalah tersedianya kendaraan bermotor yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Selain memberikan manfaat besar, kendaraan bermotor juga tidak terlepas dari permasalahan yang ditimbulkannya, seperti kecelakaan, kemacetan, kebisingan suara dan pencemaran udara akibat emisi gas buang. Untuk itulah pengujian kendaraan bermotor dilaksanakan agar setiap kendaraan bermotor wajib uji memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sesuai dengan ambang batas yang telah ditetapkan (UU No. 22, 2009). Pada UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor dibawah naungan Dinas Perhubungan Kota Kupang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah Daerah yang menangani dan mengelola jasa Pengujian Kendaraan Bermotor atau dalam istilah di masyarakat lebih dikenal dengan nama “Uji KIR”. Jenis pelayanan yang ingin peneliti bahas dalam penelitian ini ialah jenis pelayanan pengujian berkala sistem drive thru, karena ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang untuk mempercepat waktu pelayanan pengujian. Jadi, pengemudi bisa langsung melaksanakan proses pengujian dari proses daftar hingga akhir tanpa perlu turun dari kendaraan lagi. Dalam suatu organisasi karyawan dapat melakukan pekerjaan dengan baik bila ditunjang oleh keadaan lingkungan kerja yang memadai (Irianti, 2013). Sowmya dan Panchanatham (2011), berpendapat jika perusahaan ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang (Luthans, 2006). Menurut Ivancevich, et al, (2007) mendefinisikan stres kerja sebagai perasaan tegang, gelisah atau khawatir, semua perasaan merupakan manifestasi dari pengalaman stres, suatu terprogram yang kompleks untuk mempersepsikan ancaman yang dapat menimbulkan hasil yang positif maupun negatif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan kondisi fisik dan psikologis seseorang yang ditunjukkan melalui sikap atau perilaku seperti kecemasan, ketegangan, gelisah, yang disebabkan oleh suatu permasalahan yang mengganggu pikiran seseorang yang tidak dapat diselesaikannya sendiri. Menurut Robbins (2008), indikator yang digunakan untk mengukur tingkatan stres tersebut yaitu pertama dengan melihat kondisi dari gejala fisiologis, seperti sakit kepala, meningkatnya tekanan darah dan laju detak jantung. Yang kedua kondisi gejala psikologis, seperti ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, depresi, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan. Dan yang ketiga kondisi gejala perilaku, seperti kemangkiran, perubahan kebiasaan makan, meningkatkan konsumsi rokok dan alkohol. Menurut Rezaei dan Baalousha (2011), kinerja itu bersifat individual, karena dalam melaksanakan tugasnya masing-masing individu karyawan mempunyai kemampuan yang berbeda, dan dengan meningkatnya kinerja berarti meningkatkan mutu dan standar perusahaan. Kinerja karyawan memegang peranan penting dalam suatu organisasi. Kinerja karyawan merupakan nafas dari kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu adakalanya perusahaan mengadakan suatu acara di luar kegiatan perusahaan seperti outbound dengan tujuan untuk mengajak para karyawan refreshing sejenak dari rutinitas pekerjaan sehari-hari dan membangkitkan kembali semangat bekerja serta meningkatkan kerjasama antar karyawan. Kinerja juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja fisik. Dinas perhubungan kota kupang ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Selain kinerja, lingkungan kerja fisik juga dapat mempengaruhi stres kerja. sebagian besar stres kerja berawal dari lingkungan kerja yang buruk dan berdampak pada pekerjaan. Jika seseorang stres dalam pekerjaannya, maka ia tidak akan dapat memberikan 100% kemampuan terbaiknya sehingga efisiensi kerjanya akan terpengaruh. Terdapat banyak hal yang mampu mempengaruhi keterlambatan pengujian tersebut, atau dengan kata lain rendahnya kinerja pegawai di UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota kupang salah satunya adalah Stres Kerja. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang. Tuntutan pekerjaan yang tinggi akan memicu timbulnya stres pada karyawan dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerjanya.Populasi merupakan subyek atau obyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik spesifik yang telah dipilih oleh peneliti untuk diteliti. Populasi penelitian ini adalah 80 karyawan Pada Dinas UPT pengujian kendaraan bermotor kota kupang. Menurut arikunto (2017) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Arikunto mengatakan bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, maka seluruh populasi menjadi sample penelitian. Di mana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel sehingga sampel dalam penelitian ini seluruh pegawai sebanyak 80 pegawai. Menurut Sugiyono (2018:2019) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen. Yaitu Lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) terhadap Kinerja pegawaI (Y) Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai(Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerjan sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275). Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres Kerja (X2) terhadap kinerja Pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y 2.451 + 0.434 X1 +0. 480 X2 1. Nilai konstantan sebesar 2,451 artinya jika Iklim Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres kerja (X2) sama dengan nol, maka kinerja pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 2,451. 2. Koefisien regresi (b1) sebesar 0 ,434 artinya jika Lingkungan Kerja Fisik (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0 ,434 atau 43,4. 3. Koefisien regresi (b2) sebesar 0, 480 artinya jika Stres Kerja mengalami kenaikan 1%, maka variabel kinerja Pegawai (Y) akan akan meningkat sebesar 0, 480 atau 48,0. 1. Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik (X1) terhadap kinerja Pegawai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja fisik (X1) ditemukan t hitung 5,254 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig. 0.000 oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b10) ditolak Ha (b10) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) memiliki pengaruh signifikan secara Parsial terhadap variabel kinerja Pegawai (Y). 2. Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Stres Kerja (X2) dan kinerja Pegawai (Y) diketahui bahwa variabel Stres Kerja (X2) ditemukan t hitung 6,857 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig 0, 000 Oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima yaitu Stres Kerja memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja Pegawai. diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n 80 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F( k:df 2 n – k – 1 (F (277) jadi Ftabel 3, 12 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 54,258 lebih besar Ftabel 3,12 dan tingkat Sig 0,000 oleh karna itu nilai Sig 0,05 maka H0(b1 0) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara secara stimultan terhadap kinerja Pegawai (Y). diketahui besarnya koofisien determinasi R2 adalah 0,574 atau 57,4%. Hal ini berarti besarnya hubungan Lingkungan Kerja Fisik dan Stres Kerja terhadap kinerja Pegawai adalah 57,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,6% disebabkan oleh faktor lain. Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Stres Kerja Dan Kinerja

PENGARUH WORD OF MOUTH, KEPUASAN, DAN KEPERCAYAAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN YANG BERBELANJA DI LAZADA (STUDI KASUS MASYARAKAT KOTA KUPANG)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Bentuk komunikasi yang saat ini banyak mempengaruhi lingkungan pemasaran adalah word of mout, dimana bentuk komunikasi ini murni mengandalkan kemampuan konsumen dalam mendengar dan menyampaikan pesan atau berita melalui percakapan. Selain itu, kepuasan pelanggan juga sangat mempengaruhi loyalitas konsumen, dimana dapat menciptakan atau citra merek yang tinggi. Kemudian, dalam konteks e-commerce kepercayaan pelanggan menjadi aspek penting dalam mendukung jalanya kegiatan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh word of mouth terhadap loyalitas pelanggan yang berbelanja di lazada; (2) mengetahui pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan yang berbelanja di lazada; dan (3) mengetahui pengaruh kepercayaan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan yang berbelanja di lazada. Word Of Mouth (komunikasi antara mulut ke mulut) adalah proses yang sangat berpengaruh dalam kegiatan pemasaran berfungsi untuk dapat memuaskan produk barang yang diinginkan setiap konsumen. Kepuasan dalam hal ini adalah bersangkutan dengan kepuasan setiap konsumenn terhadap minat beli ulang barang yang menjadi keinginan konsumen.konsumen merasa barang yang dipesan berkualiats untuk dipakai. Kepercayaan adalah kendala dimana konsumen tetap kembali percaya kepada perusahaan mengenai barang yang diinginkan. Loyalitas pelanggan adalah setiap barang yang dipesan mampu memuaskan konsumen akan merasa tetap loyal terhadap barang tersebut dan kembali memesan kembali barang yang diinginkan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kota Kupang yang pernah memutuskan untuk membeli produk secara online di e-commerse lazada yang jumlahnya 96 responden yang pernah memutuskan untuk berbelanja di lazada. Pengumpulan data yang dalam penelitian ini adalah dengan cara penyebaran kuesioner/angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) word of mouth berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan perbandingan nilai t-hitung dan nilai t-tabel (4,327 > 1,986) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05; (2) kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan perbandingan nilai t-hitung dan nilai t-tabel (2,864 > 1,986) dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05; (3) kepercayaan pelanggan juga berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan perbandingan nilai t-hitung dan nilai t-tabel (4,145 > 1,986) dan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Word of mouth berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan nilai t-hitung (4,327) yang mana nilai tersebut lebih besar daripada nilai t-tabel (1,986). Sedangkan nilai signifikansinya adalah sebesar 0,000 < 0,05. Kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan nilai t-hitung (2,864) yang mana nilai tersebut lebih besar daripada nilai t-tabel (1,986). Sedangkan nilai signifikansinya adalah sebesar 0,001 < 0,05. Kepercayaan pelanggan juga berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan nilai t-hitung (4,145) yang mana nilai tersebut juga lebih besar daripada nilai t-tabel (1,986). Sedangkan nilai signifikansinya adalah sebesar 0,003 < 0,05.

Pengaruh Lokasi dan Harga Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Dutalia Kupang

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada era globalisasi saat ini dunia usaha di Indonesia mengalami persaingan dan semakin ketat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya usaha-usaha baru yang mulai bermunculan, para pelaku usaha saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik untuk dapat menguasai pangsa pasar. Oleh karena itu, pemasar perlu menyadari bahwa keputusan konsumen untuk membeli suatu produk tertentu didasarkan pada harga suatu produk. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga produk terhadap keputusan pembelian di Dutalia Kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, data diperoeh dengan penyebaran kuesioner kepada 96 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di Dutalia Kupang, sampel yang diambil ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah melakukan pembelian di Dutalia Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunkan analisis linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan ujit (secara parsial), uji f (simultan) danuji 𝑅² (Koefisien Determinasi). Data yang dikumpulkan akan dioalah dengana nalisis regresi linear berganda Y = a + b1 X1 +b 2X2+ e serta melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji f (simultan). Datayang dikumpulkan akan diolah dengan analisis regresi linear berganda Y= a + b1 diperoleh X1 =-2680 nilai thitung tersebut selanjutnya dibandingkan nilai ttabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh thitung > ttabel sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Selanjutnya data diperoleh X2=4,436 nilai thitung > ttabel sehingga Ha di terima dan Ho ditolak berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Dutalia Kupang. Berdasarkan hasil uji F analisis regresi linear berganda maka dapat diketahui signifikan untuk variabel kualitas produk harga (X2), terhadap keputusan pembelian (Y) di Dutalia Kupang adalah 0,000<0,05 dan nilai Fhitung lebih besar Ftabel (14,350>3,09) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (Bersama-sama) untuk variabel lokasi (X1), harga (X2), berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian (Y). Hasil penelitian pada variabel lokasi (X1) tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) di Dutalia Kupang Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung sebesar -2,680, sehingga variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat pada Dutalia Kupang,. Hal ini dibuktikan bahwa variabel X1 ditemukan thitung sebesar = -2,680 lebih besar dari ttabel sebesar = 1,986 dan tingkat signifikan 0,009 lebih besar dari 0,005. Hasil penelitian pada variabel harga (X2) menunjukan bahwa harga memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian (Y) di Dutalia Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujianyang memiliki nilai thitung sebesar 4,436, sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat keputusan pembelian di Dutalia Kupang, Hal ini dibuktikan bahwa variabel X2 ditemukan nilai thitung sebesar = 4,436 lebih besar dari ttabel sebesar = 1,986 dan tingkat signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN DI INDOMARET KOTA KUPANG

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan saat ini diikuti juga munculnya tempat-tempat perbelanjaan modern yang salah satunya di Swalayan Indomaret yang tepatnya berada di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur yang ingin memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumennya. Berdirinya Indomaret di Kota Kupang pada 27 Juli 2022 dengan membuka unit pertama. Indomaret merupakan merek dagang yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama yang berkantor pusat di Jakarta yang sampai dengan hari ini sudah mengelola lebih dari 20 ribu toko di seluruh Indonesia. Indomaret menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen di Kota Kupang yang juga sebuah paserba (Pasar Serba Ada). Indomaret tersebut memiliki beberapa karyawan dengan pelayanan yang memuaskan dengan memfokuskan pada barang-barang keperluan rumah tangga. Fokus terhadap konsumen diterjemahkan dalam tiga pilar utama Indomaret yang diyakini akan menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen di Kota kupang. Ketiga pilar utama tersebut adalah Harga yang bersaing, pilihan yang lengkap, pelayanan yang memuaskan. Konsep paserba merupakan konsep perdagangan eceran yang diciptakan oleh Indomaret, dan dirancang untuk memuaskan para konsumen. Berdasarkan uraian di atas, Sehingga penelitian ini akan menggunakan Indomaret sebagai objek penelitian. Penelitian ini akan mencoba untuk menelusuri minat jual beli konsumen. Definisi faktor minat beli merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan konsumen untuk melakukan pembelian. Minat beli merupakan kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian. Dimana, ketika konsumen memiliki minat akan produk yang dijual oleh perusahaan maka konsumen akan melakukan pembelian dalam memenuhi kebutuhan konsumen itu sendiri. Faktor-faktor yang membentuk minat beli yaitu :Faktor kualitas produk, Faktor brand / merek, Faktor kemasan, Faktor harga, Faktor ketersediaan barang Faktor promosi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli atau berbelanja di Indomaret yaitu 96 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus yang digunakan adalah rumus Rao Purba digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga , maka besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 sampel. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil analisis bahwa pada variabel kualitas produk (X1) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel brand/ merek (X2) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel kemasan (X3) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Hasil Variabel harga (X4) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Ketersedian barang (X5) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel promosi (X6) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dalam perusahaan sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting oleh karena dipandang sebagai faktor pendorong yaang utama dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan (Murti dan Srimulyan, 2013). Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakasai dan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota perusahaan (Reza, 2010). Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan adanya sumber daya manusia yang potensial, baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sebab itu sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam perusahaan. Agar aktivitas manajemen perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mencapai kinerja yang baik. melalui kinerja yang diberikan oleh karyawan dengan hasil baik akan berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan tersebut. Kemampuan kerja merupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari Pendidikan, pelatihan, dan suatu pengalaman. Sesungguhnya kemampuan ditunjuk seseorang baru Sebagian dari potensi yang terdapat pada dirinya sendiri. Motivasi kerja adalah suatu dorongan hidup yang harus dimiliki oleh seseorang karyawan dalam mencapai tujuan. Secara teori definisi tentang motivasi biasanya terkandung keinginan, dorongan dan insentif. Selain itu, motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi juga menjadi pendorong melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Seperti halnya badan pusat statistik (BPS) kota Kupang dalam meningkatkan kinerja pegawainya selalu memperhatikan keadaan individu dengan mempertimbangkan keberadaan sumber daya manusia sebagai modal terbesar dalam organisasi tersebut. Salah satunya upaya instansi dalam mempertahankan kinerja pegawainya adalah dengan cara memenugi hak pegawai yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas kemampuan kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat statistic (BPS) Kota Kupang. dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang yang berjumlah 30 pegawai dan dilakukan penentuan sampel yaitu kebalikan dari populasi dengan menggunakan rumus slovin maka penelitian ini tetap berjumlah 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. peneliti menggunakan Uji analisis regresi linier bergada, Uji t (parsial), Uji F (Simultan), dan Koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 9,968, sedangkan koefisien regresi b1 = 0.382, b2 = 0.182. dengan demikian persamaan regresi linier berganda dapat memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 9.968 + 0.382 + 0.182 + e. selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel kemampuan kerja (X1) ditemukan t hitung = 3.605 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.001. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 1.988 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.057. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi R2 adalah 0.596 atau 59.6%. hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 59.6%. sedangkan pengaruh sebesar 40.4% disebabkan oleh faktor lain. Kata kunci : Kemampuan kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PENERIMAAN PAJAK HOTEL DAN RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA KUPANG ( Study Khasus Kantor Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang )

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PENERIMAAN PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH kota kupang. Tugas akhir, program studi S1 manajemen fakultas ekonomi universitas Kristen artha wacana kupang : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas dan kontribusi pajak hotel dan pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah tahun 2018 – 2021. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data skunder, untuk mencapai tujuan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis rasio efektivvitas dan rasio kontribusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas pajak hotel dan pajak restoran dari tahun 2018 – 2021 menunjukan hasil yang sangat baik efektivitas pajak hotel dari tahun 2018 – 2021 mencapai rata – rata 94,85% yang tergolong efektif. sedangkan efektivitas pajak restoran dari tahun 2018 – 2021 menunjukan hasil rata – rata 109,11% yang tergolong sangat efektif. jadi efektivitas pajak hotel dan pajak restoran dari tahun 2018 – 2021 menunjukan hasil yang sangat baik terhadap pendapatan asli daerah. Sedangkan pada kontribusi pajak hotel dan pajak restoran dari tahun 2018 – 2021, kontribusi yang diberikan pajak hotel dan pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah masih sangat kurang. Berdasarkan perhitungan efektivitas pajak hotel dan pajak restoran dari tahun 2018 - 2021 pada pajak hotel data perhitungan penerimaan realisasi dari tahun 2018 – 2021 mengalami fluktuasi dimana perhitungan realisasi paling tertinggi terdapat pada tahun 2018 dimaana kriteria realisasinya mencapai 102,94% yang tergolong sangat efektif dan paling terenda pada tahun pada tahun 2021 yang mencapai 84,52% yang tergolong cukup efektif, rata – rata perhitungan realisasi pajak hotel 94,85% yang tergolong efektif. sedangkan pada pajak restoran pada tahun perhitungan realisasi tertinggi pada tahun 2019 dimana kriteria realisasinya mencapai 122,01% yang tergolong sangat efektif , sedangkan perhitungan realisasi paling terenda pada tahun 2021 sebesar 89,52% yang tergolong cukup efektif, rata – rata perhitungan realisasi pajak restoran sebesar 109,11% yaitu sangat efektif.

ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN KUPANG

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN KUPANG NAMA : MARIZA HUMAU NIM : 19410159 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, pada Pemerintah Kabupaten Kupang dengan judul: efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas pengelolaan keuangan daerah dari sisi belanja daerah. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah adalah, dengan penjabaran secara deskriptif yang meliputi; penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Sedangkan untuk mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, mengunakan rasio efisiensi dan rasio efektifitas. Hasil analisis efisiensi pengelolaan keuangan menunjukkan bahwa perhitungan dari formulasi tingkat efisiensi secara keseluruhan rata-rata adalah sebesar 96,65%, ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi Kabupaten Kupang belum maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih boros dalam menggunakan anggarannya. Hasil analisis efektivitas pengelolaan keuangan daerah menunjukkan bahwa perhitungan dari formulasi tingkat efektivitas pengelolaan keuangan Kabupaten Kupang tahun 2017 sampai 2021 berfluktuasi dengan tingkat efektivitas rata-rata sebesar 92,34%. Dengan demikian berarti tingkat efektifitas Pengelolaan Keuangan Kabupaten Kupang adalah sudah efektif, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan yang menunjukkan angka lebih dari 90% . Dengan diketahui efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Kupang. Agar belanja yang dikeluarkan dapat efektif dan efisien, maka hal penting yang harus diketahui oleh manajer publik adalah pemahaman tentang konsep belanja, dengan memahami konsep belanja maka perencanaan dan pengendalian pengeluaran daerah menjadi lebih mudah dilakukan. Agar dalam perencanaan sebisa mungkin merasionalkan belanja sehingga belanja yang dikeluarkan dapat efektif dan efisien. Oleh karena itu formulasi kebijakan umum anggaran belanja daerah diarahkan pada program prioritas, yaitu pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonorni masyarakat yang didukung dengan pembangunan infrastruktur wilayah untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor lainnya di Kabupaten Kupang Kata Kunci : Efisiensi dan Efektifitas; Belanja Daerah.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PERILAKU KONSUMEN YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi kasus Pada Toko Praiya Furniture) Oesapa

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar terhadap kputusan faktor budaya, faktor sosial, dan faktor harga terhadap keputusan pembelian pada Toko Praiya Furniture pada konsumen di Toko Praiya Furniture Oesapa Kota Kupang Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan cara mengamati dan mengumpulkan data dengan kuesioner, sehingga dat yang diproleh penulis memproleh hasil penelitian dan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Toko Praiya Furniture Oesapa Kota Kupang dan mendapat sampel sebanyak 97 responden. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis koefisien determinasi secara parsial dan simultan, serta pengujian hipotesis dengan program SPSS 21. Hasil penelitian secara parsial menunjukan variabel faktor budaya dalam keputusan pembelian sebesar = 0,155, faktor sosial = 0,033, faktor harga = 0,033. Dengan demikian sumbangan pengaruh parsial yang paling besar atau dominan adalah faktor budaya sebesar = 0,155. Pengaruh simultan faktor budaya, faktor sosial, dan faktor harga = sebesar = 0,009%, sedangkan sisahnya di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan tingkat signifikan (0,05), diproleh hasil bahwa secara parsial fakor sosial dan faktor harga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Toko Praiya Furniture Oesapa Kota Kupang, sedangkan faktor budaya mempunyai pengaruh negative yang signifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Praiya Furnitur Oesapa Kota Kupang. Namun secara simultan faktor budaya, sosial, harga mempunyai pengaruh negative yang sifnifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Praiya Furniture Oesapa Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 30,313, sedangkan koefisien regresi b1 = 0,155, b2 sebesar = 0,033 dan b3 sebesar = 0,093. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh faktor budaya X1, faktor sosial X2 dan faktor harga X3 terhadap keputusan pembelian (Y) adalah sebagai berikut : Y = 30,313+0,155X1+0,033X2+0,093+e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama faktor budaya (X1) memiliki pengaruh negatif terhadap keputusan pembelian (Y). Diketahui faktor budaya (X1) ditemukan t hitung = 0,465 lebih kecil dari t tabel = 1,66140 dan tingkat signifikan = 0,643 oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak yaitu faktor budaya (X1) memiliki pengaruh negative secara parsial terhadap keputusan pembelian (Y). Berikut uji hipotesis kedua yaitu faktor sosial X2 terhadap keputusan pembelian (Y) diketahui bahwa faktor sosial (X2) ditemukan t hitung = 0,244 lebih kecil dari nilai t tabel = 1,66140 dan tingkat sig = 0,808 oleh karena itu sig > 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak yaitu faktor sosial (X2) memiliki pengaruh positif secara parsial terhadap keputusan pembelian (Y). dan yang berikut uji hipotesis ketiga yaitu faktor harga X3 terhadap keputusan pembelian (Y) diketahui bahwa faktor harga (X3) ditemukan t hitung = 0,-813 lebih kecil dari nilai t tabel = 1,66140 dan tingkat sig = 0,418 oleh karena itu sig > 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak yaitu faktor harga (X3) memiliki arah pengaruh yang negative secara parsial terhadap keputusan pembelian (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi adalah 0,009% atau 0,009%. Hal ini berarti besar pengaruhnya fakto r budaya, faktor sosial dan faktor harga terhadap keputusan pembelian adalah 0,009%. Sedangkan pengaruh sebesar 91% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata Kunci :Faktor Budaya, Faktor Sosial Faktor Harga dan Keputusan Pembelian

Manajemen resiko

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sepanjang manusia hidup, manusia akan selalu menghadapi risiko. Dalam kehidupan ini kita akan selalu menghadapi ketidakpastian, kita tidak tahu secara pasti apa yang akan terjadi pada 1 tahun yang akan datang, beberapa bulan atau minggu yang akan datang, bahkan beberapa menit atau detik yang akan datang. Dunia ini penuh dengan ketidakpastian, kecuali kematian, itupun tetap mengandung ketidakpastian, karena kita tidak tahu kapan akan mati, di mana kematian atau disebabkan oleh apa kematian itu terjadi. Karena kita tidak tahu persis apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, bisa jadi apa yang kita rencanakan pada saat pelaksanaannya gagal, tidak sesuai dengan harapan kita oleh karena kondisinya ternyata tidak sama dengan apa yang kita prediksikan sebelumnya. Buku Manajemen resiko ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI (PAK PB) TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN SISWA KELAS V DI SD INPRES TUNFENU FATUAT KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI (PAK PB) TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN SISWA KELAS V DI SD INPRES TUNFENU FATUAT KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2022 Nenabu Y. I(*) Pellu H.L(**) Metboki. M(**) Pelajaran Pendidikan Agama Kristen membutuhkan peranan dari seorang guru. Peran guru sendiri adalah pemegang kendali terhadap anak didik. Baik atau tidaknya pembelajaran dalam kelas bergantung pada guru. Adapun hal yang perlu untuk dikembangkan dalam diri siswa yakni perkembangan spiritual pada diri siswa. Karena siswa tidak bisa berkembang tanpa batuan dari pihak guru dan juga orang tua. Peran guru sangatlah penting dalam perkembangan siswa di kelas. Seorang guru harus mengetahui peran-peran yang harus dilalukakan agar siswa berkembang dengan baik. Siswa di SD Inpres Tunfenu belum mendapatkan pembelajaran tentang iman secara maksimal maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Perkembangan Iman siswa kelas V di SD Inpres Tunfenu Fatuat Kecamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022. Metode yang digunakan adalah metode Kualitatif. Penelitian ini dilakukan tanggal 26 Juli-26 Agustus 2022, tempat penelitian SD Inpres Tunfenu Fatuat. Teknik yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini merujuk bahwa Peran guru pendidikan agama kristen terhadap perkembangan iman siswa kelas v di SD Inpres Tunfenu Fatuat beberapa masalah yang terdapat dalam peran guru agama kriten terhadap perkembangan iman siswa antara lain: Anak-anak SD Inpres Tunfenu malas mengikuti ibadah PAR dan Perilaku anak –anak SD yang nakal serta melawan orangtua dan tidak berdoa saat makan, tidur,berangkat sekolah dan tidak mendoakan teman ang sakit dan juga orang tua. Berdasarkan hasil peneliti, dapat disimpulkan bahwa anak-anak SD Inpres Tunfenu Fatuat Belum mendapatkan pengajaran tentang iman Kristen secara maksimal dari guru pendidikan agama Kristen di Sekolah dan dikarenakan kurang bimbingan dari guru PAK bagi siswa dalam hal berdoa, kurang ketegasan, kurang motivasi, dorongan, dan kurang perhatian dari Guru dan orang tua dalam hal berdoa, sehingga kebanyakan siswa tidak bisa berdoa secara spontan karena tidak terbiasa berdoa. Saran : Upaya guru PAK agar mengajarkan tentang iman Kristen secara maksimal terhadap anak-anak dengan baik dan benar terutama dalam hal berdoa. Kata Kunci : Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti(PAK PB) Terhadap Perkembangan Iman Siswa Kelas V di SD Inpres Tunfenu Fatuat Kecamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022. Keterangan : Penulis (*) Pembimbing (**