Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

2.079 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 612025: 372024: 162023: 3122022: 4662021: 6902020: 872018: 482017: 12016: 42011: 11018: 1

ANALISIS PENERAPAN BIAYA KUALITAS PADA PABRIK TAHU BETA KOTA KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini berjudul Analisis Penerapan Biaya Kualitas Pada Pabrik Tahu Beta Kota Kupang Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan biaya kualitas pada Pabrik Tahu Beta Kota Kupang serta mengetahui sejauh mana penerapan tersebut dapat mendukung efisiensi biaya produksi dan peningkatan mutu produk. Dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, industri kecil seperti pabrik tahu dituntut untuk mampu menghasilkan produk berkualitas dengan biaya yang efisien. Biaya kualitas menjadi salah satu pendekatan penting dalam pengendalian mutu karena mencakup seluruh biaya yang berkaitan dengan upaya pencegahan, penilaian, serta kegagalan produk baik sebelum maupun sesudah sampai kepada konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan pemilik dan bagian produksi, observasi di lokasi penelitian, serta dokumentasi data biaya produksi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Pabrik Tahu Beta yang berjumlah 8 orang. Data dianalisis dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan komponen biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal, kemudian membandingkannya dengan kondisi aktual di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pabrik Tahu Beta belum menerapkan sistem pencatatan biaya kualitas secara terstruktur. Perusahaan masih berfokus pada biaya produksi utama seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik tanpa melakukan pengelompokan biaya kualitas secara khusus. Data tahun 2023 menunjukkan total produksi sebesar 29.948 papan tahu, dengan produk tidak terjual sebanyak 111 papan yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp6.496.000. Kerugian tersebut termasuk dalam kategori biaya kegagalan internal karena produk mengalami kecacatan atau tidak memenuhi standar sebelum atau saat proses distribusi. Selain itu, pengendalian kualitas masih bersifat sederhana dan belum didukung oleh sistem akuntansi manajemen yang memadai. Biaya pencegahan seperti pelatihan karyawan dan pemeliharaan mesin masih terbatas, sedangkan biaya penilaian hanya dilakukan melalui pemeriksaan visual tanpa standar operasional tertulis. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan biaya kualitas belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan bahan baku dan ketidakefisienan proses produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan biaya kualitas yang lebih terstruktur dan sistematis sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mutu produk tahu. Dengan mengidentifikasi serta mengendalikan komponen biaya kualitas secara tepat, Pabrik Tahu Beta dapat menekan biaya kegagalan, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta memperkuat daya saing usaha di Kota Kupang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha kecil dan menengah dalam menerapkan konsep biaya kualitas sebagai strategi pengendalian mutu dan peningkatan profitabilitas usaha.

ANALISIS ARUS KAS OPERASI, INVESTASI, DAN PENDANAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC SUB SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arus kas operasi, investasi, dan pendanaan pada perusahaan manufaktur sub sektor industri barang konsumsi periode 2021–2025. Perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi dan perkembangan arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan pada perusahaan manufaktur yang go public sub sektor industri barang konsumsi, serta sejauh mana arus kas tersebut mencerminkan kinerja keuangan perusahaan. Informasi arus kas sangat penting karena menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas, membiayai aktivitas investasi, dan memenuhi kewajiban pendanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sub sektor industri barang konsumsi selama periode 2021–2025. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep laporan arus kas yang terdiri dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan sebagai alat untuk menilai kinerja keuangan dan keberlanjutan usaha perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sub sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu sebanyak 79 perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh empat perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis laporan arus kas dengan membandingkan perkembangan arus kas operasi, investasi, dan pendanaan selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas operasi pada keempat perusahaan x cenderung bernilai positif dan stabil, yang menandakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari kegiatan operasional. Arus kas investasi umumnya bernilai negatif yang menunjukkan adanya aktivitas investasi untuk ekspansi dan pengembangan usaha. Sementara itu, arus kas pendanaan mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh kebijakan pembayaran dividen, pelunasan utang, serta pendanaan eksternal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis laporan arus kas, meliputi identifikasi arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan, serta perhitungan rasio arus kas. Data penelitian diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas operasi keempat perusahaan secara umum menunjukkan kinerja yang stabil dengan kemampuan menghasilkan kas positif, yang mencerminkan aktivitas operasional berjalan baik. Namun, arus kas investasi cenderung negatif karena adanya aktivitas penanaman modal dan pembelian aset tetap yang cukup besar. Sementara itu, arus kas pendanaan berfluktuasi sesuai dengan kebijakan perusahaan dalam pembayaran dividen, penerimaan pinjaman, serta pelunasan utang. Analisis rasio arus kas juga menunjukkan adanya perbedaan kondisi likuiditas, solvabilitas, dan fleksibilitas keuangan antar perusahaan, yang dipengaruhi oleh kebijakan manajemen masing-masing. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan bagi investor, akademisi, dan pihak manajemen dalam mengevaluasi kinerja keuangan serta pengambilan keputusan investasi pada perusahaan manufaktur sub sektor industri barang konsumsi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel penelitian dan memperluas objek penelitian agar hasil yang diperoleh lebih komprehensif

PENGARUH PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN DAN EFIKASI DIRITERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA FAKULTASEKONOMI UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kewirausahaan memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi tingkat pengangguran, khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Namun, pada kenyataannya, tidak semua mahasiswa memiliki minat yang kuat untuk berwirausaha. Perbedaan minat tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan kewirausahaan dan efikasi diri yang dimiliki oleh mahasiswa. Pengetahuan kewirausahaan merupakan pemahaman individu mengenai konsep, prinsip, dan proses kewirausahaan, mulai dari pengenalan peluang usaha, pengelolaan risiko, perencanaan bisnis, hingga pengambilan keputusan usaha. Pengetahuan yang baik tentang kewirausahaan diyakini mampu membentuk pola pikir positif terhadap dunia usaha serta meningkatkan kesiapan individu untuk memulai usaha secara mandiri. Sementara itu, efikasi diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya dalam mengorganisasikan dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks kewirausahaan, efikasi diri berperan penting dalam membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk menghadapi tantangan, ketidakpastian, serta risiko yang melekat pada aktivitas berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan kewirausahaan dan efikasi diri terhadap minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Manajemen jalur minat kewirausahaan angkatan 2021 yang berjumlah 36 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan indikator-indikator variabel penelitian, yaitu pengetahuan kewirausahaan, efikasi diri, dan minat berwirausaha. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala interval dengan rentang nilai 1 sampai 10. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS. Tahapan analisis data meliputi analisis pendahuluan untuk menggambarkan karakteristik responden dan deskripsi variabel penelitian, serta analisis lanjutan yang mencakup uji regresi, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil analisis pendahuluan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kewirausahaan mahasiswa berada pada kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai kewirausahaan, namun belum sepenuhnya mendalam dalam aspek perencanaan dan pengelolaan usaha secara komprehensif. Efikasi diri mahasiswa juga berada pada kategori sedang, yang berarti mahasiswa cukup percaya diri terhadap kemampuannya, tetapi masih ragu dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian usaha. Sementara itu, minat berwirausaha mahasiswa berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa memiliki ketertarikan untuk berwirausaha, namun belum sepenuhnya menjadikan kewirausahaan sebagai pilihan karier utama. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara parsial pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Artinya, semakin tinggi tingkat pengetahuan kewirausahaan yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi pula minat mereka untuk berwirausaha. Efikasi diri juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, yang menunjukkan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri menjadi faktor penting dalam mendorong mahasiswa untuk memilih kewirausahaan sebagai alternatif karier. Secara simultan, pengetahuan kewirausahaan dan efikasi diri berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan minat berwirausaha mahasiswa tidak dapat dilepaskan dari peningkatan pengetahuan kewirausahaan dan penguatan efikasi diri. Pendidikan kewirausahaan yang tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga pada pengalaman praktik dan pembentukan kepercayaan diri, sangat diperlukan untuk menumbuhkan minat berwirausaha yang lebih kuat. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak perguruan tinggi dalam merancang dan mengembangkan kurikulum serta program kewirausahaan yang lebih efektif dan aplikatif. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu kewirausahaan serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat berwirausaha di kalangan mahasiswa.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI DI DESA MOTAULUN KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Malaka Barat District.Malaka Regency.Rice is one of the main commodities that supports the local economy in the village .Thisstudy uses a descriptive approach with a quantitative analysis method to measure and evaluate the income obtained by rice farmers.Data were collected through direct surveys to farmers using questionnaires that include information on production cocts .harvest yields.and rice selling prices.The result of the analysis show that the average income of rice farmers in.Motaulun Village fluctuates which is influenced by variations between farmers who use modern technology and those who still rely on traditional methods.This study concludes that increasing farmer income can be achieved through improving cultivation technology and more efficient resource management.These findings are expected to provide recommendations for related parties to improve the welfare of rice famers in the area

PENGEMBANGAN TEH CELUP DAUN KELOR JAHE SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PENGEMBANGAN TEH CELUP DAUN KELOR JAHE SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Maus, S.F)* Ballo.A)** Ledo, S.E.M)** Teh adalah minuman yang sangat umum dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebiasaan minum teh sudah dikenal tidak hanya di Indonesia tetapi hampir di seluruh dunia. teh memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Senyawa dalam teh dapat menyembuhkan beberapa penyakit ringan dan mencegah timbulnya beberapa penyakit serius. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pH, uji tingkat kesukaan konsumen dari parameter organoleptik aroma, rasa dan warna dan kadar air dan kadar abu pada pembuatan teh celup berbahan dasar kelor dengan variasi konsentrasi jahe. Penelitian ini dilakukan diLaboratorium Pendidikan Biologi UKAW kupang dan diLaboratorium Kimia Universitas Nusa Cendana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan ( 3 pengulangan). Perbandingan daun kelor dan jahe dengan variasi perlakuan meliputi: (P0) 100 % : 0%, ( P1) 90 % : 10 %, ( P2 ) 80 % : 20 %, ( P3) 70 % : 30 %. Parameter yang diuji yaitu pH dengan nilai tertinggi pada P3: 5,52% dan terendah P1: 5,22%, uji organoleptik yang meliputi parameter aroma di perolehF hitung 7,316,df=3, dan nilai P 0,000 0,005, rasa di peroleh F hitung 17,786, df=3, dengan nilai P 0,000 0,005, warna diperoleh F hitung 4,626, df=3, dengan nilai P 0.005, dan uji proksimat meliputi kadar air dan kadar abu. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan Hasil Uji proksimat untuk mengukur kandungan gizi teh celup kelor jahe kadar air tertinggi pada perlakuan P1 sebesar 35% kadar abu tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 83%. Kata Kunci: Teh celup kelor jahe merah,pH,organoleptik dan proksimat. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT DEVELOPMENT OF GINGER MORINGA TEABAGS AS A HEALTH DRINK Maus, S.F)* Ballo.A)** Ledo, S.E.M)** Tea is a very common drink in our daily life. The habit of drinking tea is known not only in Indonesia but almost throughout the world. Tea has many health benefits. The compounds in tea can cure several minor illnesses and prevent the onset of several serious illnesses. The aim of this research is to determine the pH, test the level of consumer preference from the organoleptic parameters of aroma, taste and color and water content and ash content in making moringa-based tea bags with variations in ginger concentration. This research was conducted at the UKAW Kupang Biology Education Laboratory and at the Chemistry Laboratory at Nusa Cendana University. The method used in this research was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments (3 repetitions). The comparison of Moringa leaves and ginger with various treatments includes: (P0) 100 % : 0%, (P1) 90 % : 10 %, (P2) 80 % : 20 %, (P3) 70 % : 30 %. The parameters tested were pH with the highest value at P3: 5.52% and the lowest at P1: 5.22%, the organoleptic test which included aroma parameters was obtained F hitung 7.316, df = 3, and P value of 0.000 0.005, taste was obtained F hitung 17.786, df = 3, with P value of 0.000 0.005, color was obtained F hitung 4.626, df=3, with P value of 0.005, and proximate tests include water content and ash content. Based on the results of the ANOVA test, proximate test results were obtained to measure the nutritional content of ginger moringa tea bags, the highest water content in treatment P1 was 35%, the highest ash content in treatment P2 was 83%. Keywords: Red ginger Moringa tea bags, pH, organoleptic and proximate. Information: *) Researcher **)Advisor

ANALISIS PEMBERIAN KREDIT TERHADAP PENDAPATAN UMKM PADA PNM MEKKAR CABANG KALABAHI UNIT TELUK MUTIARA 1

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul “Analisis Pemberian Kredit Terhadap Pendapatan UMKM Pada PNM Mekkar Cabang Kalabahi Unit Teluk Mutiara 1”. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis pemberian kredit terhadap UMKM pada PNM mekkar Cabang Kalabahi Unit Teluk Mutiara 1. Sehubungan dengan perkembangan lingkungan perekonomian yang semakin dinamis dan global Undang-Undang nomor 9 tahun 1995 tentang usaha kecil perlu diganti dengan membentuk Undang-Undang tentang usaha mikro kecil dan menengah agara usaha mikro kecil dan menengah diindonesia dapat memeperoleh jeminan kepastian dan keadilan usaha. Pendapatan adalah hasil yang diperoleh seseorang dari usaha atau pekerjaan, berupa uang maupun barang pada jangka waktu tertentu. Peran PNM Mekaar dalam menyalurkan pembiayaan adalah melayani dan memfasilitasi modal bagi ibu-ibu prasejahtera yang baru memulai usaha ataupun yang sudah memiliki usaha. pemberian kredit merupakan penyerahan barang jasa atau uang dari satu pihak (lender, kreditor, pemberi pinjaman) atas dasar kepercayaan kepada pihak lain (borrower/ debitur/ pengutang) dengan janji membayar dari penerima kred it kepada pemberi kredit pada tanggal yang telah disepakati kedua belah pihak. PNM Mekaar Cabang Kalabahi Unit Teluk Mutiara 1 mengutamakan keamanan kredit, kemampuan nasabah, dan produktivitas penggunaan dana. Persyaratan identitas dan informasi usaha menjaga keamanan administrasi dan menilai kelayakan nasabah, sementara rencana penggunaan dana dan keikutsertaan dalam kelompok tanggung renteng mendorong penggunaan dana yang produktif dan meningkatkan tanggung jawab kolektif.

PENGARUH FINANCIAL ACCESS TERHADAP PERTUMBUHAN UMKM DENGAN MODERASI LITERASI KEUANGAN (STUDI EMPIRIS TERHADAP PARA PELAKU UMKM DI KECAMATAN ENDE SELATAN)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh Financial Access (Akses Keuangan) terhadap Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menguji peran Literasi Keuangan sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena di Kecamatan Ende Selatan, di mana para pelaku UMKM seringkali menghadapi kendala struktural berupa keterbatasan akses ke lembaga keuangan formal dan rendahnya pemahaman mengenai manajemen keuangan, yang berdampak pada lambatnya pertumbuhan skala usaha mereka.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan studi empiris terhadap 30 responden pelaku UMKM di Kecamatan Ende Selatan yang diambil menggunakan teknik sampling insidental. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana serta Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak SPSS 27.0.Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, Financial Access memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Pertumbuhan UMKM. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan koefisien regresi sebesar 0,845, yang berarti setiap kemudahan akses terhadap sumber pembiayaan akan meningkatkan pertumbuhan omzet dan aset UMKM secara nyata. Kedua, Literasi Keuangan terbukti secara signifikan berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara akses keuangan dan pertumbuhan usaha. Secara teoritis, temuan ini menegaskan bahwa akses terhadap modal kerja saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan usaha. Pengaruh modal tersebut akan menjadi jauh lebih optimal apabila pemilik usaha memiliki kecakapan dalam mengelola anggaran, memahami risiko, dan melakukan perencanaan keuangan yang bijaksana. Oleh karena itu, sinergi antara penyediaan fasilitas kredit yang terjangkau dan peningkatan edukasi literasi keuangan bagi pelaku usaha menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal

i ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KECAMATAN FATULEU BARAT

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini membahas mengenai kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak bumi dan bangunan dikecamatan fatuleu barat, Kabupaten kupang. Pajak bumi dan bangunan merupakan salah satu sumber penting pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik ditingkat daerah, oleh karena itu tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB sangat menetukan keberhasilan pemerintah daerah dalam mencapai target penerimaan pajak. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat pemenuhan wajib pajak PBB di Kecamatan Fatuleu Barat. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah wajib pajak yang belum melunasi kewajiban PBB masih cukup besar, sehingga target penerimaan pajak belum tercapai secara optimal. Penelitian ini membahas mengenai kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak bumi dan bangunan dikecamatan fatuleu barat, Kabupaten kupang. Pajak bumi dan bangunan merupakan salah satu sumber penting pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik ditingkat daerah, oleh karena itu tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB sangat menetukan keberhasilan pemerintah daerah dalam mencapai target penerimaan pajak. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat pemenuhan wajib pajak PBB di Kecamatan Fatuleu Barat. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah wajib pajak yang belum melunasi kewajiban PBB masih cukup besar, sehingga target penerimaan pajak belum tercapai secara optimal. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada wajib pajak PBB di lima desa di Kecamatan Fatuleu Barat, yaitu Desa Nuataus, Poto, Kalali, Naitae, dan Tuakau.. Kuesioner disusun berdasarkan indikator-indikator yang mewakili masing-masing variabel penelitian dan diukur menggunakan skala Likert. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda linier dengan bantuan program IBM SPSS versi 24. Sebelum dilakukan analisis regresi, data penelitian terlebih dahulu diuji melalui uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen penelitian layak digunakan. Selanjutnya dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data penelitian memenuhi persyaratan untuk dilakukan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari kelima variabel independen yang diuji, hanya variabel pemahaman pajak yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, Sedangkan Variabel Transparansi penggunaan dana pajak tidak berpengaruh signifikah terhadap kepatuhan wajip pajak, Variabel persepsi negatif terhadap pemerintah tidak berpengaruh signifkan terhadap kepatuhan wajib pajak, variabel sistem administrasi pajak, juga tidak berpengaruh signifikan terhadapa kepatuhan wajib pajak, dan variabel penghasilan yang rendah juga tidak berperngaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, faktor utama yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) di kecamatan fatuleu barat adalah pemahaman pajak. Sedangakan faktor transparansi penggunaan dana pajak, persepsi negatif terhadap pemerintah, sistem administrasi pajak, dan penghasilan yabg rendah tidak menunjukan pengaruh signifikan secara statistik dalam penelitian in. Penelitian ini memberikan kesan bahwa upaya peningkatan pemenuhan wajib pajak PBB sebaiknya difokuskan pada peningkatan pemahaman pajak masyarakat melalui sosialisasi, edukasi, dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pajak, diharapkan tingkat pemenuhan wajib pajak PBB di Kecamatan Fatuleu Barat dapat meningkat secara berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa, pemerintah daerah perlu peningkatan pemenuhan kewajiban pajak bumi dan Bangunan perlu difokuskan pada upaya peningkatan pemahaman pajak masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan pemahaman pajak yang lebih baik, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya kewajiban membayar pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sehingga tingkat kepatuhan wajib pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecamatan Fatuleu Barat dapat meningkat secara berkelanjutan.

ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Pisang ambon merupakan buah yang banyak mengandung gizi dan mempunyai rasa dan Pisang ambon (Musa acuminata) merupakan buah yang kaya akan vitamin dan mineral, salah satunya vitamin C, namun mudah rusak sehingga perlu diolah agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Salah satu bentuk olahan yang potensial adalah dodol pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dalam dodol pisang ambon yang diproduksi dari Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berbeda yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali, dan data dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA). Uji organoleptik dilakukan terhadap atribut aroma, rasa, warna, dan tekstur menggunakan metode hedonik dengan melibatkan 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (300 gram pisang ambon) merupakan perlakuan terbaik dalam atribut aroma, rasa, dan warna, sedangkan tekstur terbaik terdapat pada perlakuan P2 (200 gram pisang ambon). Analisis kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa perlakuan P3 memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu sebesar 155,33 mg/100g. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah pisang ambon yang digunakan, semakin tinggi pula kandungan vitamin C dalam dodol. Kata Kunci: Dodol pisang ambon, vitamin C, organoleptik, spektrofotometri. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRAK ANALYSIS OF VITAMIN C CONTENT IN AMBON BANANA DODOL (Musa acuminata) FROM RETRAEN VILLAGE, SOUTH AMARASI DISTRICT Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Ambon banana (Musa acuminata) is a fruit rich in vitamins and minerals, particularly vitamin C, but it is highly perishable and requires processing to extend its shelf life. One potential processed product is dodol made from Ambon banana. This study aimed to analyze the vitamin C content in dodol made from Ambon banana in Retraen Village, South Amarasi District. The research used an experimental method with a quantitative descriptive approach. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of four treatments with three replications each. Data were analyzed using ANOVA and further tested with Duncan's Multiple Range Test. Organoleptic tests (aroma, taste, color, and texture) were conducted using the hedonic method involving 20 panelists. The results showed that treatment P3 (300 grams of Ambon banana) was the most preferred in aroma, taste, and color, while P2 (200 grams) had the best texture. Vitamin C analysis using UV-Vis spectrophotometry showed that P3 had the highest vitamin C content, reaching 155.33 mg/100g. These findings indicate that increasing the amount of Ambon banana increases the vitamin C content in dodol. Keywords :Ambon banana dodol, vitamin C, organoleptiktest, spectrophotometry Information: *) Researcher **) Advisor

ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA FRUITGHURT DARI KULIT DAN DAGING BUAH PISANG MAS (Musa acuminata) ASAL DESA LAKEKUN BARAT KABUPATEN MALAKA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA FRUITGHURT DARI KULIT DAN DAGING BUAH PISANG MAS (Musa acuminata) ASAL DESA LAKEKUN BARAT KABUPATEN MALAKA Tajo,M.L)* Ledo,S.E.M)** Nge,T.S)*** Perkembangan teknologi dibidang pangan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, dan kesadaran akan pentingnya makanan dan minuman sehat yang baik bagi tubuh menyebabkan adanya pembuatan minuman bernutrisi yang mengandung beberapa bakteri asam laktat, salah satu produk yang dihasilkan yaitu fruitghurt. Pisang merupakan tanaman yang dapat dijumpai dibeberapa negara terutama di Indonesia. Buah pisang rentan terhadap kerusakan mekanis dan daya simpan rendah. sehingga perlu diolah menjadi fruitghurt. Daging buah pisang dan kulitnya, memiliki kandungan serat pangan, pati, vitamin, mineral dan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan gizi, kadar asam laktat, pH, fruitghurt dari kulit dan daging buah pisang mas. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan sebanyak 3 kali ulangan dengan variasi konsentrasi daging buah pisang mas dan kulit pisang mas pada (PO) 0%, (P1) 10%, (P2) 20%, (P3) 30%. Terdapat 3 tahapan kulit dan daging buah pisang mas dalam penelitian ini yaitu uji proksimat dilakukan untuk mengetahui kandungan gizi berupa kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat. Protein berkisar 3,16% - 4,93%, lemak 0,85% - 1,05%, dan karbohidrat 33,84% - 38,69%. Uji kadar asam laktat fruitghurt 0,35% - 0,41%, dan uji pH fruitghurt 3,33% - 3,8%. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan variasi waktu fermentasi terhadap daya simpan fruitghurt pisang mas dan dapat menggunakan pewarna alami lainnya sehingga dapat dihasilkan fruitghurt yang lebih berkualitas.

PENGARUH KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA KSP KOPDIT SOLIDARITAS ST. MARIA ASSUMPTA KUPANG KOTA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini berjudul Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Pengendalian Intern Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada KSP Kopdit Solidaritas St.Maria Assumpta Kupang Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas sumber daya mansia, pemanfaatan teknologi informasi dan pengendalian intern akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan.jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh melalui kuesioner. Populasi yang digunakan adalah pegawai Kopdit Solidaritas Sta.Maria Assumpta KCU Kupang Kota. Teknik pengambil sampel pada penelitian ini menggunakan jenuh sampling.dengan menggunakan populasi seluruh karyawan dan teknik pengambilan sampel sebanyak 33 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif,uji kualitas data,uji asumsi klasik,analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 25. Berdasarkan pengolahan data yang sudah dilakukan, maka bahasan hasil analisis peneltian diperoleh sebagai berikut: (1), berdasarkan hasil dari uji t variabel kapasitas sumber daya manusia diperoleh hasil dengan nilai t hitung sebesar 1,787 < t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,84 > 0,05, maka variabel Kapasitas Sumber Daya Manusia (X1) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y). (2) berdasarkan uji t variabel pemanfaatan teknologi informasi diperoleh hasil dengan nilai t hitung sebesar 0,434 > t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,667 > 0,05, maka variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi (X2) tidak memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y).(3)berdasarkan hasil uji t variabel pengendalian intern akuntansi diperoleh hasil uji t hitung sebesar 5,044 > t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka variabel Pengendalian Intern Akuntansi (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y).Dengan demikian secara persial hanya pengendaliann intern akuntansi yang yang terbukti mempengaruhi kualitas laporan keuangan sedangkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi informasi tidak berpenaruh signifikan

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN DI KANTOR SINODE GMIT KOTA KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh peran penting sumber daya manusia (SDM) dalam menentukan keberhasilan organisasi. Dalam konteks lembaga keagamaan seperti Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kota Kupang, kualitas dan semangat kerja pegawai merupakan faktor utama yang menentukan efektivitas pelayanan dan pelaksanaan administrasi gerejawi. Namun berdasarkan hasil observasi, ditemukan adanya fenomena seperti pegawai yang datang terlambat, pulang sebelum jam kerja berakhir, kurang memiliki tanggung jawab dan motivasi kerja, serta belum optimalnya kondisi lingkungan kerja, seperti ruang kerja yang sempit dan fasilitas yang kurang memadai. Fenomena tersebut menunjukkan adanya indikasi bahwa semangat kerja pegawai masih belum maksimal. Faktor-faktor yang diduga memengaruhi semangat kerja karyawan adalah disiplin kerja dan lingkungan kerja. Disiplin kerja berperan penting dalam menciptakan keteraturan dan tanggung jawab individu terhadap tugas, sedangkan lingkungan kerja yang baik mampu menumbuhkan kenyamanan, motivasi, dan antusiasme dalam bekerja. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap semangat kerja karyawan di Kantor Sinode GMIT Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif asosiatif. Populasi penelitian ini berjumlah 93xv orang karyawan, dan sebanyak 52 orang dijadikan sampel dengan teknik cluster sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer, yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert 1-10. Data kemudian diolah menggunakan program SPSS versi 22 dengan metode analisis regresi linier berganda, serta dilakukan uji t (parsial), uji F (simultan), dan uji koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel-variabel penelitian. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Disiplin Kerja (X₁) dan Lingkungan Kerja (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Semangat Kerja (Y). Indikator variabel disiplin kerja mencakup ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab terhadap pekerjaan, dan kemampuan menjaga kinerja tanpa pengawasan. Indikator lingkungan kerja mencakup pencahayaan, sirkulasi udara, kebersihan, ruang gerak, dan keamanan kerja. Sementara indikator semangat kerja meliputi motivasi bekerja keras, keterlibatan emosional terhadap pekerjaan, serta produktivitas kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Disiplin Kerja (X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja (Y). Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t, di mana diperoleh nilai t hitung sebesar 6,534 lebih besar dari t tabel sebesar 2,009, serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kedisiplinan pegawai, maka semakin tinggi pula semangat kerja mereka. Pegawai yang memiliki disiplin tinggi cenderung memiliki tanggung jawab besar, bekerja tepat waktu, dan berkomitmen terhadap tugas-tugas yang diberikan. Hasil uji t untuk Lingkungan Kerja (X₂) juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja (Y) dengan nilai t hitung sebesar 4,329 >xvi t tabel 2,009 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Hal ini berarti bahwa kondisi lingkungan kerja yang baik-baik dari segi fisik seperti pencahayaan, sirkulasi udara, dan kebersihan, maupun dari segi sosial seperti hubungan antarkaryawan berdampak langsung pada peningkatan semangat kerja karyawan. Hasil uji F (simultan) menunjukkan nilai F hitung sebesar 57,493 lebih besar dari F tabel sebesar 3,18, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan di Kantor Sinode GMIT Kota Kupang. Dengan kata lain, kedua faktor ini berperan penting dalam meningkatkan semangat kerja pegawai secara kolektif. Adapun hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai R² sebesar 0,712, atau 71,2%. Hal ini berarti bahwa sebesar 71,2% variasi perubahan semangat kerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel disiplin kerja dan lingkungan kerja, sedangkan 28,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti gaya kepemimpinan, penghargaan, kompensasi, serta motivasi pribadi karyawan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja, baik secara parsial maupun simultan. Disiplin kerja merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan semangat kerja karyawan. Pegawai yang disiplin cenderung lebih fokus, memiliki tanggung jawab, serta menunjukkan komitmen tinggi terhadap tugas yang diberikan. Sementara itu, lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung menciptakan kondisixvii Penelitian ini memiliki implikasi baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat teori manajemen sumber daya manusia yang dikemukakan oleh Hasibuan (2019) dan Sedarmayanti (2017), yang menyatakan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi semangat kerja dan produktivitas karyawan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Kantor Sinode GMIT Kota Kupang untuk memperkuat sistem kedisiplinan yang konsisten, memperbaiki fasilitas kerja agar lebih nyaman, meningkatkan pengawasan kerja, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis dan mendukung kolaborasi antarpegawai. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan dan administrasi di Kantor Sinode GMIT tidak hanya ditentukan oleh kemampuan spiritual dan teknis, tetapi juga oleh kualitas manajemen sumber daya manusia yang disiplin, bersemangat, dan bekerja dalam lingkungan yang kondusif. Upaya peningkatan disiplin kerja dan pembenahan lingkungan kerja akan menjadi strategi efektif dalam membangun semangat kerja yang tinggi di kalangan karyawan, sehingga mendukung tercapainya tujuan pelayanan gerejawi yang profesional dan berintegritas.

ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR PADA SALURAN SEKUNDER DAERAH IRIGASI DULURASA KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daerah Irigasi (DI) Air irigasi Dulurasa terdapat banyak saluran yang retak, yang tidak terlihat karna tertutup oleh tanaman liar serta warga yang melakukan alih fungsi lahan. Penelitian berjudul analisis efisiensi penyaluran air irigasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui debit air yang disalurkan pada saluran sekunder, mengetahui nilai efisiensi penyaluran air irigasi disaluran sekunder Daerah Irigasi Dulurasa. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data sekunder, yaitu data irigasi sekunder debit masuk dan debit keluar sepanjang saluran. Hasil penelitian menunjukan tingkat kehilangan air sebesar 4,128(/) Sedangkan efisiensi yang diperoleh 90,53%. Hal ini disebabkan karna kondisi saluran yang kurang baik, penumpukan sampah pada saluran dan pintu saluran sehinga laju aliran semakin lambat

ANALISIS TATA KELOLA KEUANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) BERDASARKAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DI DESA MATAULUN KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA”

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pemerintah Indonesia telah menetapkan UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa. Desa adalah sebuah kebijakan yang telah dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan untuk menujukan kepada pembangunan dan kemajuan desa dengan melalui pemberdayaan oleh masyarakat dan manajemen potensi yang ada di desa. Dengan adanya UU Desa diharapkan mampu menjadi pedoman untuk dapat menciptakan suatu desa yang mandiri secara politik, ekonomi yang mempunyai landasan sosial, budaya dan kearifan lokal yang kuat. Konsistensi dalam pemerintah terkait upaya pelimpahan wewenang perekonomian terwujud ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Masalah penelitian ini adalah Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Dengan demikian persoalan penelitian ini adalah Bagaimana Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka?. Tujuan penelitian ini adalah (a) Mengidentifikasi praktik tata kelola keuangan yang ada di BUMDes Desa Mataulan dan mengevaluasi efektivitasnya, dan (b) Menilai penerapan prinsip Good Governance dalam pengelolaan BUMDes, termasuk keterbukaan, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Untuk mendukung arah menelitian, beberapa teori diangkat yaitu (a) Pengelolaan Keuangan. Pengelolaan keuangan BUMDes mengikuti tahapan kegiatan mengikuti siklus perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan oertanggungjawaban, dan (b) Good Governance. Good Governance didefinisikan sebagai pemerintahan yang mengembangkan dan menetapkan konsep profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, pelayanan besar, demokrasi, efisiensi, efektivitas, dan supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Populasi penelitian ini adalah pemangku kepentingan BUMDes Dato Mota di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka berjumlah 9 orang yang sebagaimana tampak dalam struktur organisasi BUMDes Dato Mota, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Sampel penelitian sejumlah 3 orang masing-masing sekretaris desa, bendahara dan pengawas BUMDes Dato Mota, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisisnya, dapat diambil kesimpulan bahwa BumDes Dato Mota do di Desa Mataulun, Kecamatan Malaka Tengan, Kabupaten Malaka belum dikeloka dengan baik berdasarkan Prinsip Good Governance. Di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.

1 ANALISIS PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (MENURUT PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NO. 19 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan barang milik daerah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan kepala bidang aset I dan bidang penataan ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini berfokus pada pengelolaan barang milik daerah yang ada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan barang milik daerah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan sudah dilakukan dan berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan kebutuhan dan pengangaran, pengadaan, pengunaan, pemanfaatan, pengamanandan pemeliharaan, penilaian, pemidahtanganan, penghapusan, pemusnahan, penatausahaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian. Selain itu, pengelolaan yang dilakukan oleh subbagian Umum dan Kepegawaian yang berada dibawah naungan Sekretariat Dinas sebagai pembantu pengelola telah sesuai dengan prosedur siklus pengelolaan barang milik daerah yang diatur dalam Permendagri No.19 Tahun 2016 tentang pengelolaan barang milik daerah, akan tetapi belum semua terlaksana dengan maksimal seperti adanya keterlambatan penyampaian laporan pada tingkat pengguna barang, pemanfaatan barang milik daerah oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan yang hanya sebatas pada pemanfaatan sewa pengamanan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan tidak melakukan pengamanan hukum

PENGARUH MODERNISASI ADMINISTRASI PERPAJAKAN, PENGETAHUAN PERPAJAKAN, SOSIALISASI PERPAJAKAN DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI WILAYAH DESA BAUMATA TIMUR

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pajak merupakan sumber penerimaan utama negara yang memiliki peran strategis dalam membiayai pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tingginya ketergantungan negara terhadap penerimaan pajak menuntut adanya peningkatan kepatuhan wajib pajak, khususnya wajib pajak orang pribadi. Kepatuhan wajib pajak tidak hanya ditentukan oleh kewajiban hukum semata, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem administrasi perpajakan yang digunakan, tingkat pengetahuan perpajakan, intensitas sosialisasi perpajakan, serta penerapan sanksi perpajakan. Dalam konteks wilayah pedesaan, permasalahan kepatuhan pajak menjadi semakin kompleks karena dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya literasi perpajakan, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Desa Baumata Timur merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah wajib pajak orang pribadi dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Desa Baumata Timur, jumlah wajib pajak orang pribadi meningkat dari 1.120 orang pada tahun 2022 menjadi 1.149 orang pada tahun 2024. Meskipun jumlah wajib pajak mengalami peningkatan, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi di wilayah ini masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih rendahnya pemanfaatan sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi seperti e-Filing, e- Billing, dan DJP Online, terbatasnya kegiatan sosialisasi perpajakan yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta masih kurangnya pemahaman wajib pajak mengenai ketentuan dan sanksi perpajakan yang berlaku. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah wajib pajak terdaftar dengan tingkat kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Selain itu, hasil penelitian terdahulu juga menunjukkan adanya perbedaan temuan (research gap) terkait pengaruh modernisasi administrasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak. Beberapa penelitian menyatakan bahwa modernisasi administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sementara penelitian lainnya menemukan bahwa modernisasi administrasi perpajakan tidak berpengaruh signifikan. Di sisi lain, variabel pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan secara umum dinyatakan memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Perbedaan hasil penelitian tersebut mendorong perlunya penelitian lanjutan, khususnya pada wilayah pedesaan yang memiliki karakteristik sosial, ekonomi, dan pendidikan yang berbeda dengan wilayah perkotaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi di tingkat desa, serta menjadi bahan pertimbangan bagi otoritas pajak dalam merumuskan kebijakan perpajakan yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Desa Baumata Timur, yaitu sebanyak 1.149 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 90 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria tertentu, yaitu wajib pajak orang pribadi yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), berdomisili atau memiliki kegiatan ekonomi di Desa Baumata Timur, serta pernah melakukan pelaporan atau pembayaran pajak dalam satu hingga dua tahun terakhir. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang disusun menggunakan skala Likert lima poin. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 28. Sebelum dilakukan analisis regresi, data terlebih dahulu diuji melalui uji validitas, uji reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial modernisasi administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di Desa Baumata Timur. Hal ini mengindikasikan bahwa kemudahan penggunaan sistem perpajakan berbasis teknologi, seperti e-Filing dan e-Billing, mampu mendorong wajib pajak untuk lebih patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Meskipun pemanfaatan sistem modern belum sepenuhnya optimal, keberadaan sistem administrasi perpajakan yang lebih efisien dan transparan memberikan dampak positif terhadap perilaku kepatuhan wajib pajak. Selain itu, pengetahuan perpajakan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Wajib pajak yang memiliki pemahaman yang baik mengenai ketentuan umum perpajakan, jenis dan tarif pajak, serta tata cara pelaporan dan pembayaran pajak cenderung lebih patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Pengetahuan perpajakan menjadi faktor penting dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab wajib pajak terhadap kewajiban kenegaraan. Sosialisasi perpajakan dalam penelitian ini juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Sosialisasi yang dilakukan oleh otoritas pajak, baik melalui kegiatan penyuluhan langsung maupun media informasi, membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak. Di wilayah Desa Baumata Timur, sosialisasi perpajakan yang mulai dilakukan secara lebih intensif terbukti mampu mendorong partisipasi dan kepatuhan wajib pajak. Selanjutnya, sanksi perpajakan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Keberadaan sanksi yang jelas dan tegas memberikan efek jera bagi wajib pajak yang tidak patuh, sehingga mendorong mereka untuk memenuhi kewajiban perpajakannya tepat waktu dan sesuai ketentuan. Pemahaman wajib pajak mengenai konsekuensi hukum dan administratif dari pelanggaran pajak menjadi faktor pendorong kepatuhan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan merupakan faktor-faktor yang secara bersama-sama maupun parsial berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kepatuhan pajak di wilayah pedesaan tidak hanya memerlukan penerapan sistem administrasi yang modern, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan edukasi, sosialisasi yang berkelanjutan, serta penegakan sanksi perpajakan yang konsisten. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan literatur perpajakan, khususnya terkait kepatuhan wajib pajak di wilayah pedesaan, serta menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dan pemerintah daerah dalam merancang strategi peningkatan kepatuhan pajak yang lebih efektif dan berkelanjutan sesuai dengan karakteristik masyarakat desa

KREATIVITAS GURU DALAM MENGATASI KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SD NEGERI NUNBAUN SABU

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Guru bukan hanya dituntut untuk kreatif di dalam pembelajaran namun juga kreatif dalam membuat atau menggunakan sarana dan prasarana yang ada dengan membawah siswa ke dalam situasi belajar yang menyenangkan dalam pembelajaran dengan memunculkan dan mengembangkan kreativitasnya dalam mengatasi keterbatasan prasarana dan sarana PJOK. Tujuan penelitian: untuk mengetahui kreativitas guru dalam mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar Negeri Nunbaun Sabu Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan: Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SD Negeri Nunbaun Sabu meliputi 6 buah bola kasti, 1 buah bola kaki, 1 buah bola basket, 2 buah pemukul bola kasti, 15 buah kuns dan 1 lapangan serba guna. Pendekatan yang digunakan untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana olahraga, maka guru melakukan modifikasi sarana, seperti bola kasti dimodifikasi dengan gulungan kertas, bola kaki menggunakan bola plastik. Simpulan: Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di SD Negeri Nunbaun Sabu masih tergolong terbatas dan belum sepenuhnya memenuhi standar ideal pembelajaran Penjasorkes. Kreativitas guru sangatlah nampak dari hasil modifikasi sarana dan prasarana dalam menunjang proses untuk ketercapaian tujuan pembelajaran penjasorkes

ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHA TANI PADI DI DESA KIUOLA KECAMATAN NOEMUTI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan keluaran (output) dengan masukan (input). Dimana produktivitas merupakan ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Produktivitas juga dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi pertanian, produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang diharapkan akan diterima pada waktu panen (penerimaan) dengan biaya (pengorbanan) yang harus dikeluarkan. Hasil yang diperoleh petani pada saat panen disebut produksi, dan biaya yang dikeluarkan disebut biaya produksi. Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui produktivitas Tani padi di Desa Kiuola Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara dan Untuk mengetahui pendapatan petani dari usaha tani padi di Desa Kiuola Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi petani padi sawah di Desa Kiuola Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas petani adalah 3,38 dengan Produktivitas terendah 2,53 dan produktivitas tertingi Rp 4,8. Nilai rata-rata pendapatan petani Rp 9.940.000 Pendapatan tertinggi , adalah Rp 13.000.000 dengan nilai pendapatan terendah petani Rp 6.000.000 Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi

PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROJECT SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROJECT SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas XI SMA Negeri Banat adalah rendahnya penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran materi sistem reproduksi manusia sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian true eksperimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 41 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 2, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan tes penguasaan konsep, data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan penguasaan konsep siswa. Pada kelas eksperimen peneliti menggunakan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains sehingga dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dikelas. Hal ini dapat di lihat dari nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 68,85 sedangkan pada kelas kontrol 56,4. Hasil presentase kelas kontrol ini menunjukan bahwa penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa di kelas XI SMA Negeri Banat. Kata Kunci: Bahan ajar, E-Modul Interaktif, Sistem Reproduksi Manusia, Penguasaan Konsep Keterangan * ) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE USE OF INTERACTIVE E-MODULES BASED ON SCIENCE PROJECTS ON STUDENTS' MASTERY OF CONCEPTS Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** One of the problems contained in class XI of SMA Negeri Banat is the low mastery of students' concepts in the process of learning material on the human reproductive system, so the purpose of this study is to determine the effect of the use of Interactive E-Modules Based on Science Projects on Students' Conceptual Mastery. This research is an experimental method research with a true experimental design research design. With a population of 41 and a sample of two classes consisting of students in class X Science 1 and class X Science 2, where class X Science 1 as a control class with a total of 20 students and class XI Science 2 as an experimental class with a total of 21 students. The sampling used is a saturated sampling technique. Data collection was used a concept mastery test, research data was analyzed using a parametric statistical test, namely a t-test with the help of SPSS. The results of this study state that in the control class and the experimental class, there is a difference in students' mastery of concepts. In the experimental class, the researcher used an Interactive E-Module Based on a Science Project so that it could improve students' mastery of concepts in the classroom. This can be seen from the average posttest score of the experimental class which is 68.85 while in the control class it is 56.4. The results of the percentage of this control class show that students' mastery of concepts in the learning process using printed books is still low. This fact shows that there is a significant influence on the use of Science Project-Based Interactive E-Modules on Student Concept Mastery in grade XI of SMA Negeri Banat. Keywords: Teaching Materials for Interactive E-Modules, Human Reproductive System, Concept Mastery Description * ) : Researcher **) : Supervisor

PENGARUH LOVE OF MONEY, MACHIAVELLIAN, DAN PEMAHAMAN PERPAJAKAN TERHADAP PERSEPSI PENGGELAPAN PAJAK (TAX EVASION) PADA WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG TERDAFTAR DI KPP PRATAMA ATAMBUA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh love of money, sifat machiavellian, dan pemahaman perpajakan terhadap persepsi penggelapan pajak (tax evasion) pada Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Atambua. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang memiliki peranan penting dalam membiayai pembangunan nasional dan penyelenggaraan pelayanan publik. Sistem perpajakan di Indonesia menganut self assessment system yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan kewajiban pajaknya sendiri. Namun, sistem ini juga membuka peluang terjadinya pelanggaran, salah satunya dalam bentuk penggelapan pajak. Penggelapan pajak merupakan tindakan ilegal yang dilakukan dengan sengaja untuk mengurangi atau menghindari pembayaran pajak yang seharusnya terutang. Fenomena ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga merusak rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan. Persepsi individu terhadap penggelapan pajak menjadi faktor penting karena persepsi tersebut dapat memengaruhi sikap dan kecenderungan perilaku wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Persepsi yang permisif terhadap penggelapan pajak berpotensi meningkatkan toleransi terhadap tindakan tidak patuh, sedangkan persepsi yang menolak penggelapan pajak dapat memperkuat kepatuhan sukarela. Persepsi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya faktor psikologis dan faktor kognitif. Dalam penelitian ini, faktor psikologis diwakili oleh variabel love of money dan machiavellian, sedangkan faktor kognitif diwakili oleh pemahaman perpajakan. Love of money menggambarkan tingkat kecintaan individu terhadap uang dan sejauh mana uang dipandang sebagai tujuan utama dalam hidup. Individu dengan tingkat love of money yang tinggi cenderung menempatkan uang sebagai simbol keberhasilan, kekuasaan, dan kebahagiaan, sehingga berpotensi mengabaikan norma etika demi keuntungan finansial. Sifat machiavellian menggambarkan karakter manipulatif, pragmatis, dan cenderung menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan pribadi. Individu dengan sifat machiavellian tinggi umumnya lebih toleran terhadap perilaku tidak etis dan lebih berorientasi pada hasil daripada proses. Sementara itu, pemahaman perpajakan mencerminkan tingkat pengetahuan dan pengertian wajib pajak terhadap aturan, prosedur, hak, kewajiban, serta manfaat pajak bagi negara. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membentuk sikap yang lebih patuh dan menolak praktik penggelapan pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup kepada responden yang merupakan Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Atambua. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert lima poin. Populasi penelitian adalah seluruh WPOP terdaftar di KPP Pratama Atambua, sedangkan sampel penelitian berjumlah 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik ini digunakan karena populasi yang luas dan keterbatasan akses langsung terhadap seluruh anggota populasi, sehingga responden awal membantu merekomendasikan responden berikutnya yang memenuhi kriteria penelitian. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen, yaitu love of money (X1), machiavellian (X2), dan pemahaman perpajakan (X3), serta satu variabel dependen yaitu persepsi penggelapan pajak (Y). Indikator variabel love of money mencakup pandangan bahwa uang adalah ukuran keberhasilan, sumber motivasi utama, dan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Variabel machiavellian diukur melalui indikator kecenderungan manipulasi, pembenaran tindakan tidak etis, dan orientasi pada kepentingan pribadi. Variabel pemahaman perpajakan diukur melalui pengetahuan tentang NPWP, perhitungan pajak, kewajiban pelaporan, sanksi, dan manfaat pajak. Persepsi penggelapan pajak diukur melalui pandangan responden mengenai benar atau salahnya tindakan penggelapan, dampaknya bagi negara, dan kewajiban kejujuran dalam pelaporan pajak. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26 melalui beberapa tahap, yaitu analisis pendahuluan dan analisis lanjutan. Analisis pendahuluan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan kualitas instrumen penelitian. Analisis lanjutan meliputi uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, serta analisis regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t untuk melihat pengaruh parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dan uji simultan untuk melihat pengaruh bersama-sama, dengan tingkat signifikansi 0,05. Selain itu, koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel love of money tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecintaan terhadap uang pada responden tidak secara langsung membentuk persepsi yang membenarkan atau menolak penggelapan pajak. Variabel machiavellian berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Artinya, semakin tinggi sifat machiavellian yang dimiliki individu, semakin besar kecenderungannya memiliki persepsi yang lebih permisif terhadap tindakan penggelapan pajak. Individu dengan karakter manipulatif dan berorientasi pada kepentingan pribadi cenderung lebih mudah membenarkan tindakan yang melanggar aturan jika dianggap menguntungkan. Sementara itu, variabel pemahaman perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak, yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perpajakan responden belum tentu sejalan dengan pembentukan persepsi etis terhadap penggelapan pajak. Secara simultan, variabel love of money, machiavellian, dan pemahaman perpajakan berpengaruh terhadap persepsi penggelapan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi faktor psikologis dan kognitif secara bersama-sama tetap memiliki peran dalam membentuk persepsi wajib pajak terhadap tindakan penggelapan pajak. Variabel yang paling dominan memengaruhi persepsi penggelapan pajak dalam penelitian ini adalah machiavellian. Temuan ini menegaskan bahwa aspek kepribadian dan karakter manipulatif memiliki peran yang lebih kuat dibandingkan orientasi terhadap uang maupun tingkat pemahaman aturan perpajakan. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan perilaku dan psikologis dalam upaya meningkatkan kepatuhan pajak, selain pendekatan edukasi formal. Otoritas pajak tidak hanya perlu meningkatkan literasi perpajakan, tetapi juga memperkuat pembentukan nilai etika dan integritas melalui edukasi, sosialisasi, dan strategi komunikasi yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi perpajakan dan perilaku wajib pajak, serta menjadi masukan praktis bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merancang program peningkatan kepatuhan pajak, khususnya pada Wajib Pajak Orang Pribadi di wilayah KPP Pratama Atambua.