Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

2.079 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 612025: 372024: 162023: 3122022: 4662021: 6902020: 872018: 482017: 12016: 42011: 11018: 1

Pengaruh Penambahan Pasta Umbi Ubi Jalar Ungu Pada Pembuatan Kue Lapis

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ubi jalar ungu (Ipomea batata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang dapat tumbuh dan berkembang diseluruh Indonesia. Ubi jalar ungu merupakan sumber karbohidrat non beras tertinggi keempat setelah padi, jagung, dan ubi kayu; serta mampu meningkatkan ketersediaan pangan dan diverifikasih pangan didalam masyarakat. Sebagai sumber pangan tanaman ini mengandung energi, β-karoten, vitamin Cn niacin, riboflavin, thiamin, dan mineral. Oleh karena itu, komoditas ini memiliki peran penting, baik dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri maupun pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui satu perlakuan penambahan pasta ubi jalar ungu sebagai substitusi tepung terigu yang memberikan kualitas kue lapis terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prossesing Universitas Kristen Artha Kupang pada bulan oktober 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Perlakuan yang dicobakan adalah sebagai berikut : Kontrol (A), 15% pasta ubi jalar ungu (B), 30% pasta ubi jalar ungu (C), DAN 45% pasta ubi jalar ungu (D). Variabel yang diamati adalah variabel sensorik yaitu uji organoleptik terhadap rasa, warna, tekstur, dan tekstur penetrometer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin banyak pasta ubi jalar ungu yang ditambahkan maka warna akan semakin menarik, rasa semakin disukai, dan tekstur sedikit keras. Perlakuan penambahan pasta ubi jalar ungu terbaik yang menggantikan sebagian tepung terigu adalah 45 % yang menghasilkan rasa (3,86) sangat suka, warna (3,93) sangat suka, tekstur (3,93) suka, aroma (3,86) sangat suka dan tekstur menggunakan alat penetrometer (4,000).

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BUMN BERDASARKAN SKEP-100/MBU/2002 PADA PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BUMN BERDASARKAN SKEP-100/MBU/2002 PADA PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero) MARIANUS FILIPUS LEWA NIM: 15190090 Penelitian ini berjudul “Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN Berdasarkan SKEP-100/MBU/2002 Pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)”. Pemilihan judul didasari adanya ketentuan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tersebut bagi seluruh perusahaan yang kepemilikan modalnya terbesar oleh Pemerintah untuk berusaha memenuhi ketentuan tersebut. Masalah penelitian ini adalah Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN Berdasarkan SKEP-100/MBU/2002 Pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)”, dengan persoalan penelitian Bagaimana tingkat kesehatan BUMN pada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2017-2020? Untuk membuktikan tujuan penelitian tentang tingkat kesehatan BUMN pada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero)Tahun 2017-2020. Konsep penelitian ini yaitu penilaian terhadap kinerja perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan yang meliputi penilaian pada aspek-aspek keuangan, operasional dan administrasi. Penilaian kesehatan BUMN pada aspek keuangan dilakukan dengan perhitungan rasio-rasio keuangan yang diberi bobot sesuai ketentuan dengan total bobot keseletuhan menjadi dasar penentuan kesehatan BUMN. Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun 1999-2021, dengan sampel penelitian adalah laporan keuangan tahun 2017-2020. Data penelitian dikumpulkan dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulan data laporan keuangan perusahaan dengan cara mengunduh laporan tersebut dari website resmi perusahaan. Data dianalisis melalui dua tahap yaitu analisis pendahuluan di mana akan didiskripsikan konseo berdasarkan indikator empirik dan analisis lanjutan untuk menjawab persoalan penelitian dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa selama periode tahun 2017-2020 PT Perusahaan Listrik Negara (Pesero) memiliki tingkat kesehatan pada tingkat BB atau dalam keadaan kurang sehat, karena selama periode tersebut PT Perusahaan Listrik Negara (Pesero) hanya mampu mencapai bobot 50 dati total bobot 70. Disarankan kepada PT PLN utuk memperhatikan kesehatan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh menteri BUMN karena masih dalam keadaan kurang sehat, Kata kunci: penilaian tingkat kesehatan BUMN,

LAMA PERENDAMAN RUMPUT LAUT (Eucheumacottonii) DALAM LARUTAN JERUK NIPIS DALAM MENGHASILKAN PUDING RUMPUT LAUT

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lama PerendamanRumputLaut( EucheumaCottonii) DalamLarutanJerukNipisDalamMenghasilkanPudingRumputLaut ABSTRAK Penelitiandenganjudul lama perendamanrumputlaut (EucheumaCottonii) dalamlarutanjeruknipisdalammenghasilkanpudingrumputlauttelahdilaksanakanpadalaboratorium processing Universitas Kristen ArtaWacanapadatanggal 23 November 2021.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruh lama waktuperendamanrumputlautdalamlarutanjeruknipisdalammenghasilkanpudingrumputlautmelalui proses perendamanuntukmengetahuitingkatkesukaanpadaperlakuanterbaik. Metodepenelitian yang digunakanadalahmetoderancanganacaklengkap (RAL) sebanyak 4 perlakuandan 3 kali ulangan.Hasilpenelitianmenunjukanbahwauntukwarna, rasa, aroma, dantekstur yang paling disukaiolehpanelisadalah lama perendman 1 jam dengannilaimasing-masingwarna 4,2, rasa 4,6, aroma 4,26 dantekstur 4,33. Dalampenelitianini air perasanjeruknipis yang digunakanmasing-masingperlakuansebanyak 50ml dengan lama waktuperendamanperlakuanyaitu, 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan 1 jam. Denganbahandasaradalahrumputlaut 300 gram masing-masingperlakuan.Hasilpenelitianmenunjukanberpengaruhsangatnyataterdapatpadaperendamanrumput laut1 jam. Kata kunci :RumputLaut,JerukNipis

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KEHADIRAN ANGGOTA JEMAAT LAKI-LAKI DALAM KEBAKTIAN HARI MINGGU DI JEMAAT IMANUEL RUANRETE KLASIS AMARASI BARAT TAHUN 2021/2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KEHADIRAN ANGGOTA JEMAAT LAKI-LAKI DALAM KEBAKTIAN HARI MINGGU DI JEMAAT IMANUEL RUANRETE KLASIS AMARASI BARAT TAHUN 2020/ 2021 Ruku, Magnes 2021 (*)Nuban Timo I.E (**) Poho P.P Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kehadiran anggota jemaat laki-laki dalam kebaktian hari minggu di jemaat Imanuel Ruanrete Klasis Amarasi Barat. Identifikasi masalah yang pada penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah dalam penelitian ini yakni rendahnya kehadiran anggota jemaat laki-laki dalam mengikuti kebaktian hari minggu. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah faktor-faktor apakahyang mempengaruhi rendahnya kehadiran anggota jemaat laki-laki dalam kebaktian hari minggu di jemaat Imanuel Ruanrete Klasis Amarasi Barat. Tempat penelitian dilaksanakan di GMIT Imanuel Ruanrete Klasis Amarasi Barat dengam metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 495 orang anggota jemaat laki-laki Imanuel Ruanrete dengan sampel 20 orang anggota jemaat. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket atau kuisioner dan dokumentasi berupa bukti data jumlah anggota jemaat yang tidak hadir dalam ibadah, foto jemaat saat pengisian instrumen penelitian oleh anggota jemaat laki-laki.Berdasarkan hasil penelitian ini maka diharapkan kepada gereja mulai memperhatikan kehidupan peribadatan anggota jemaat laki-laki adalah tiang gereja, kepala rumah tangga yang memimpin dan bertanggung jawab atas iman anggota dalam rumah tangga mereka.dan kesibukan Terkait dengan faktor-faktor ini maka diharapkan gereja dalam hal ini harus berperan aktif untuk memberi perhatian khusus kepada anggota jemaat laki-laki dalam meningkatkat kualitas dan kuantitas dalam kebaktian hari minggu. Kata Kunci : Segi Psikologi,ketidakaktifan, Kaum Bapa.

ANALISIS PENGARUH JUMLAH KENDARAAN DAN TARIF PAJAK KENDARAAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA PADA UPTD PENDAPATAN DAERAH WILAYAH KOTA KUPANG (SAMSAT KOTA KUPANG)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor sangat ditentukan oleh faktor jumlah kendaraan yang beroperasi, faktor bobot kendaraan bermotor dan faktor tarif pajak kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan yang terdata sebagai obyek pajak akan membawa dampak pada peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor. Hal ini patut dipahami bahwa pada setiap tahun kebutuhan masyarakat akan kendaraan bermotor selalu mengalami peningkatan yang di imbangi dengan adanya penetapan tarif pajak yang ditetapkan untuk kendaraan bermotor umum maupun kendaraan bermotor bukan umum (pribadi) akan membawa dampak pada penerimaan pajak kendaraan bermotor. Dari uraian latar belakang di atas, maka penelitian ini bertujuansebagai berikut : (1). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jumlah kendaraan bermotor terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor pada Samsat Kupang. (2). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tarif pajak kendaraan bermotor terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor di Kota Kupang. Persoalan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1). Seberapa besar pengaruh jumlah kendaraan bermotor terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor pada UPTD Pendapatan Wilayah Kota Kupang ? (2). Seberapa besar pengaruh tarif pajak terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor pada UPTD Pendapatan Wilayah Kota Kupang? Berdasarkan pada persoalan penelitian di atas, maka hipotesis yang dirumuskan adalah sebagai berikut : (1). Jumlah kendaraan bermotor didugaberpengaruh positif terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor di Kota Kupang. (2). Diduga tarif pajak berpengaruh positif terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bemotor di Kota Kupang. Sesuai hasil penelitian yang dipaparkan diatas, maka hasil analisis secara statistik dengan menggunakan program SPSS menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi yang diketahuiuntuk variabel jumlah kendaraan bermotor roda dua (b1) adalah 1.954.791. Nilai ini mengandung suatu arti bahwa dengan adanya jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahun akan meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua sebesar 1.954.791, standar kesalahan atau error yang diketahui sebesar 12.506.146 dengan nilai konstanta untuk variabel jumlah kendaraan terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua adalah -7.604.338.641 dengan standar kesalahan atau error yang diketahui sebesar 2.554.006.349. Dengan demikian, maka bentuk persamaan yang dirumuskan adalah Y = -7.604.338.641-1.954,791 X1. Apabila ditinjau dari segi pengaruhnya maka sesuai analisis diketahui bahwa nilai korelasi untuk variabel X1 (jumlah kendaraan bermotor roda dua) berpengaruh terhadap variabel peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua sebesar 0,821 dengan tingkat signifikan -0,023. Hal ini diperjelas pada tabel koefisien yang menunjukkan thitung untuk variabel X1 (jumlah kendaraan bermotor roda dua adalah 0,156 dengan tingkat signifikan adalah 0,883, sehingga apabila dibandingkan dengan nilai ttabel, maka thitung = 0,821 > ttabel = 0,156, artinya secara parsial variabel jumlah kendaraan bermotor roda dua berpengaruh terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua, sehingga kaidah pengambilan keputusan yang diambil adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Untuk variabel tarif pajak kendaraan bermotor roda dua (b2) adalah 252.664.850. Nilai ini mengandung suatu arti bahwa dengan adanya tarif pajak yang ditetapkan sebesar 2% mampu meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor rodadua dengan standar kesalahan atau error yang diketahui sebesar 46.562,765, dengan nilai konstanta untuk variabel tarif pajak terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua adalah - 7.604.338.641 dengan standar kesalahan atau error yang diketahui sebesar 2.554.006.349. Dengan demikian, maka bentuk persamaan yang dirumuskan adalah Y = -7.604.338.641+252.664,850 X2. Dari bentuk persamaan di atas, jika dilihat dari pengaruhnya maka sesuai analisis diketahui bahwa nilai korelasi untuk variabel X2 (tarif pajak kendaraan bermotor roda dua) berpengaruh terhadap variabel peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua sebesar 0,813 dengan tingkat signifikan 0,026. Hal ini diperjelas pada tabel koefisien yang menunjukkan thitung untuk variabel X2 (tarif pajak kendaraan bermotor roda dua) adalah 5,426 dengan tingkat signifikan adalah 0,006, sehingga apabila dibandingkan dengan nilai ttabel, maka thitung = 0,813 ttabel = 5,426, artinya secara parsial variabel tarif pajak kendaraan bermotor roda dua berpengaruh terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua sehingga kaidah pengambilan keputusan yang di ambil adalah H0 diterima. Berdasarkan hasil analisis di atas, maka sebagai informasi masukan atau saran dalam penelitian ini adalah ditujukkan bagi para petugas agar lebih bijaksana dalam mengambil keputusan serta kebijakan dalam menangani wajib pajak yang sengaja tidak melaksanakan kewajibannya dalam pembayaran pajak yang berlangsung satu tahun sekali.

Substitusi Tepung Kelor Sebagai Produk Kerupuk Yang Bergizi

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Makanan ringan didefinisikan sebagai makanan yang dikonsumsi antara waktu makan regular. Kerupuk merupakan contoh makanan ringan yang tergolong dalam salted foods dengan karakter flavor dominan adalah asin dan gurih. Produk tersebut merupakan makanan ringan yang umumnya dikonsumsi di Indonesia, bahkan menjadi lauk-pauk. Tujuan dari penelitian ini yaitu memanfaatkan daun kelor sebagai sumber gizi pada pembuatan kerupuk. Pembuatan kerupuk terdiri dari tahap persiapan yaitu tahap pembuatan tepung daun kelor setelah mendapatkan tepung daun kelor dilanjutkan ke penelitian utama. Penelitian pertama adalah dengan penambahan tepung daun kelor dengan perlakuan (15%), (25%), dan (35%). Selanjutnya, dilakukan uji mutu sensori dengan parameter aroma, rasa, tekstur, dan warna. Pada penambahan tepung daun kelor yang terpilih yaitu tepung daun kelor 15%dengan ini menunjukan bahwa uji organoleptik yakni skor warna ( 4,64 ),skor rasa ( 4,77 ), skor tekstur ( 4,72 ), skor aroma ( 4,64 ),dengan kategori suka. pada perlakuan A1(tepung daun kelor 15%) kerupuk tersebut mengandung kadar air sebesar ( 6,71% ), termasuk dalam mutu SNI,dan vitamin C sebesar (0,79%).

ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA, DI DESA BAUMATA TIMUR KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA, DI DESA BAUMATA TIMUR KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG Peneltian ini berjudul Analisis Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam system pemetintahan nasional dan berada di daerah kabupaten.salah satu penentuan keberhasilan desa tergantung dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan dalam membangun desa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan keuangan desa berdasarkan Peraturan Dalam Negeri Nomor 113 tahun 2014 di Desa Baumata Timur kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang,yang terdiri dari 5 tahap yaitu tahap perencanaan,tahap pelaksanaan, tahap penatausahaan, tahap pelaporan, dan tahap pertanggungjawaban,dan tujuan pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan wawancara dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan pertama proses pengelolaan desa meliputi Perencanaan ,pelaksanaan, penatausahaan, pertanggungjawaban. Pengelolaan keuangan desa dilakukan oleh pemerintah desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang belum mengikuti keseluruhan teknis dalam Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 113 tahun 2014, Hal ini dapat dilihat dari Pertanggungjawaban pengelolan keuangan desa dimana Desa Baumata Timur hanya menyampaikan Laporan realisasi APBDesa 1 (satu) kali dalam 1 periode dimana jika diLihat dari Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 113 tahun 2014 dimana kepala desa menyampaikan laporan realisasi APBDesa kepada Bupati/walikota berupa laporan semester pertama yaitu Laporan realisasi APBDesa yang paling lambat disampaikan akhir bulan juli tahun berjalan Sementara laporan semester akhir paling lambat disampaikan bulan januari tahun berikutnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa baik perencanaan hingga pertangungjawaban dana desa sudah dilakukan dengan baik,namun ada beberapa kendala pelaksanaannya yaitu bentuk partisipasi masyarakat yang kurang maksimal,kurangnya partisipasi badan permusyawaratan desa( BPD), serta kurangnya kompetensi tim pelaksanaan kegiatan desa dalam memnyusun laporan pertanggungjawaban pengelolaan Dana Desa. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukan bahwa perencenaan keuangan Desa Baumata Timur dari RPJM desa,RKP desa, dan APBDesa secara garis besar telah disusun sesuai dengan permendagri nomor 113 tahun 2014.Perangkat Desa diharapkan dapat mengelolah dana desa dengan baik sehungga dapat mempertanggungjawab laporan keuangan desa yang akuntabel dan transparan,sehingga dalam pengelolaan keuangan desa dapat tercapai dengan baik. Kata kunci : pengelolaan keuangan desa(perencanaan, pelaksanaan, penataushaan, pelaporan dan pertanggungjawaban)

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN RENTABILITAS PADA KSP KOPDIT SWASTI SARI KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN RENTABILITAS PADA KSP KOPDIT SWASTI SARI KUPANG Oleh : MARIA YUNITA NAHAK 15410022 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan dengan menggunakan rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas, serta bagaimana perhitungan rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas pada KSP Kopdit Swasti Sari Kupang tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara mendokumentasi. Untuk mengetahui tingkat kemampuan dari rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas yaitu dengan menghitung setiap rasio yang digunakan. Berdasarkan analisis data keuangan KSP Kopdit Swasti Sari Kupang pada tahun 2017 hingga 2019, bahwa tingkat rasio likuiditas ditinjau dari rasio kas dikategorikan sangat tidak baik, hal ini dikarenakan kas dan bak terlalu rendah untuk membiayai hutang jangka pendeknya. Dan ditinjau dari rasio lancar dapat dikategorikan sangat baik. Berdasarkan analisis data keuangan KSP Kopdit Swasti Sari Kupang pada tahun 2017 hingga 2019, bahwa tingkat rasio solvabilitas yang ditinjau dari rasio total hutang terhadap aktiva dan total hutang terhadap modal sendiri dalam kategori cukup baik. Berdasarkan analisis data keuangan KSP Kopdit Swasti Sari Kupang pada tahun 2017 hingga 2019 , bahwa tingkat rasio rentabilitas yang ditinjau dari rasio rantabilitas aset masuk dalam kategori kurang baik, hal ini dikarenakan koperasi kurang efektif dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh SHU dan ditinjau dari rasio rentabilitas modal sendiri masuk dalam kategori tidak baik, disebabkan karena SHU relatif rendah bila dibandingkan dengan ekuitas koperasi.

ANALISIS PENGELOLAAN ANGGARAN DAN KINERJA KEUANGAN PUSKESMAS MENGGUNAKAN KONSEP VALUE FOR MONEY (Studi Kasus Pada Puskesmas Tarus)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MARIA RUFINA AGHO, 15410036, Analisis Pengelolaan Anggaran dan Kinerja Keuangan Puskesmas dengan Menggunakan Konsep Value For Money (studi kasus pada Puskesmas Tarus). Skripsi, jurusan manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Ibu Dr. Damaris Y.koli, SE.,MP,pembimbing 11(dua) bapak Frankie J. Salean SE., MP. Puskesmas sebagai sektor kesehatan,diberi kesempatan dan keleluasaan oleh pemerintah untuk mengelola anggaran keuangannya secara ekonomis,efisien, dan efektif agar dapat meningkatkan kinerja puskesmas,maka tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan kinerja penyelenggaran tata kelola anggaran puskesmas tahun 2017-2019. Menurut Fransiska Erni Dwi(2014) Analisis Pengelolaan Anggaran dan Kinerja Puskesmas teknik pengukuran menggunakan teknik pengukuran value for money,kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapian suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan sasaran ,tujuan suatu organisasi yang tertuang dalam strategis planning suatau organisasi(Mahsun,2013:25). Masalah dalam penelitian ini adalah apakah pengelolaan anggaran puskesmas dan kinerja puskesmas telah melakukan secara ekonomis,efisiensi dan efektivitas. Yang menjadi popolasi adalah keseluruhan data laporan keuangan puskesmas Tarus dan menjadi sampel adalah laporan anggaran puskesmas periode 2017-2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi. Setelah pengumpulan data kemudian di analisis sesuai dengan tujuan yang akan di capai yaitu dengan menggunakan analisis pendahuluan dan analisis lanjutan. Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pengelolaan anggaran puskesmas sudah dilakuakan secara baik di lihat dari tingkat ekonomis dan efisiensi.

PENGARUH IKLAN DAN KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP MINAT BELI PENGGUNA HANDPHONE SAMSUNG DI KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH IKLAN DAN KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP MINAT BELI PENGGUNA HANDPHONE SAMSUNG DI KOTA KUPANG Sebuah produk atau layanan jasa tidak bisa terlepas dari sebuah merek, dimaksudkan disini bahwa sebuah merek harus disimbolkan sebagai sebuah payung yang dapat melindungi sebuah produk atau layanan jasa. Produk atau jasa mudah sekali ditiru, namun merek, khususnya citra merek yang terekam dalam benak konsumen tidak dapat ditiru. Pada era perkembangan teknologi informasi saat ini kondisi pemasaran produk yang sangat dinamis membuat para pelaku pasar produsen berlomba-lomba untuk memenangkan kompetisi yang sangat ketat. Ketatnya persaingan tersebut dapat tercermin dari makin banyaknya ragam produk – produk yang diluncurkan perusahaan untuk dapat mempertahankan eksistensinya dalam dunia usaha. Berbanding terbalik dengan apa yang terjadi pada konsumen pengguna Handphone samsung di Kota kupang, dimana samsung menjadi salah satu top brand pilihan Konsumen dan menempati tempat kedua setelah Xiaomi . Iklan yang ditampikan perusahaan samsung sanggat menarik dimata konsumen dalam memperkenalkan produk-produk elektronik handphone samsung. Merek samsung memiliki merek yang standar dimata masyarakat Kota kupang karena samsung bertindak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kepercayaan merek yang menarik tertanam dimasyarakat Kota kupang akan produk handphone samsung menimbulkan efek yang baik bagi perusahaan. Pelayanan yang ramah sehingga memberikan kepuasan terhadap masyarakat.setiap pembelian smartphone android mendapatkan keuntungan aplikasi, game, free wifi dan lain – lain dan akan memperoleh hadiah langsung menarik yang sudah di siapkan. Iklan adalah suatu bentuk informasi yang di lakukan oleh perusahaan yang isi nya berupa pesan yang menarik tentang sebuah produk atau jasa yang di tunjukan kepada khlayak. Kepercayaan merek merupakan kepercayaan yang terbangun karena adanya harapan bahwa pihak lain akan bertindak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Minat beli merupakan pernyataan mental konsumen yang merefleksikan rencana pembelian suatu produk dengan merek tertentu. Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel iklan (X1) memiliki pengaruh terhadap minat beli pengguna handphone samsung di kota kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 6,426 dengan tingkat signifikan 0,000 sehingga variabel bebas iklan berpengaruh terhadap minat beli pengguna handphone samsung di kota kupang. Variabel kepercayaan merek (X2) berpengaruh terhadap minat beli (Y) pada pengguna handphone samsung di kota kupang, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 3,386 dengan tingkat signifikan 0,001. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel kepercayaan merek berpengaruh signifikan secara parsial terhadap minat beli pengguna handphone samsung di kota kupang. Angka R square sebesar 0,691 atau 6,91%. Hal ini menunjukan bahwa presentasi sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 6,91% sedangkan sisanya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil yang menjawab permasalahan pada penelitian ini, yang dapat meningkatkan minat beli pengguna handphone samsung di kota kupang: iklan berpengaruh terhadap minat beli. Jika iklan telah sesuai maka dengan begitu dapat meningkatkan minat beli. Dalam rangka meningkatkan kepercayaan merek maka samsung perlu memperhatikan kualitas yang bagus. Karena kualitas yang bagus merupakan faktor paling penting dalam meningkatkan minat beli handphone Samsung.

HUBUNGAN KECANDUAN BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KUPANG TIMUR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “Hubungan Kecanduan Bermain Game Online Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kupang Timur” Manu, A. A)* Manu, T. S. N)** Nggadas, D. E. P)** Bermain game online merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang membuat ia merasa senang dan merasa terhibur dengan hal tersebut siswa yang mempunyai kebiasaan bermain game online akan terganggu segala aktivitasnya termasuk belajar dan mempengaruhi prestasi belajar karena siswa lebih asik bermain game online. Prestasi belajar tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan kebiasaan bermain game online terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kupang Timur. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi (r) yang diperoleh yaitu sebesar -0,132 dengan koefisien determinasi (Kd) sebesar 1,74% sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif kecanduan bermain game online terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kupang Timur. Kata Kunci : Bermain Game, Game Online, Prestasi Belajar

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN UMKM (Studi Pada Bank NusaTenggara Timur)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN UMKM (Studi Pada Bank NusaTenggara Timur) NAMA : MARINI E. RADJA KANA NIM : 18190319 Keberadaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Daya tahannya dalam menghadapi krisis ekonomi yang beberapa ali melanda juga sudah teruji. Ketahanan tersebut diantaranya disebabkan oleh UMKM tidak memiliki ketergantungan pada bahan baku impor maupun modal dari asing sehingga ketiga terjadi pelemahan mata uang rupiah, mereka tidak terdampak. Bahkan banyak di antara UMKM tersebut menjadi penopang ekspor. Baik melalui ekspor langsung ataupun sebagai penyedia bahan baku yang selanjutnya hasil jadinya diekspor. Di samping itu, mayoritas pelaku UMKM menyediakan produk maupun jasa dengan harga yang relatif murah. Dengan demikian saat terjadi penurunan daya beli masyarakat akibat adanya krisis, UMKM justru memperoleh efek positif. Dalam rangka memenuhi aspek permodalan Usaha Kecil Mikro dan Menengah peran serta perbankan perlu didorong untuk meningkatkan penyediaan kredit atau pembiayaan UMKM sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam menghasilkan barang dan atau jasa. Kondisi diatas juga didasarkan pada fakta masih relatif kecilnya rasio kredit untuk pembiayaan UMKM secara nasional terutama sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil Mikro dan Menengah. Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia membuat suatu peraturan guna memberikan porsi yang lebih besar didalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menerbitkan Peraturan Bank Indonesia nomor 14/22/PBI/2012 tentang pemberian kredit atau pembiayaan oleh bank umum dan bantuan teknis dalam rangka pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dengan peraturan perubahan nomor 17/12/PBI/2015, bahwa bank umum termasuk bank pembangunan daerah wajib memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah serendah-rendahnya 20 % (dua puluh persen) yang dihitung berdasarkan total kredit atau pembiayaan UMKM terhadap total Kredit atau Pembiayaan umum. Rasio kredit diberlakukan secara bertahap sejak tahun 2015. Pemenuhan kewajiban tersebut harus dilakukan oleh perbankan paling lambat tahun 2018. Pencapaian ini dilakukan secara bertahap, sebagai berikut. Berdasarkan uraian latar belakang dan batasan masalah diatas, maka pokok permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Apakah kebijakan penyaluran kredit UMKM PBI Nomor 17/12/PBI/2015 berdampak terhadap pertumbuhan pembiayaan UMKM Bank NTT periode 2016-2020?” Berdasarkan pokok permasalah di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui dampak kebijakan penyaluran kredit UMKM PBI Nomor 17/12/PBI2015 terhadap pertumbuhan pembiayaan UMKM Bank NTT periode 2016-2020. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Kebijakan Kredit Dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/12/PBI/2015 istilah pembiayaan juga dipersamakan dengan istilah kredit yang merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan tujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak peminjam dimana bank mewajibkan untuk melunasi hutang setelah jangka waktu tertentu ditambah dengan jumlah bunga, imbalan atau bagi hasil. b. Tingkat pertumbuhan pembiayaan menurut Budiono (2011:7) merupakan pencapaian rasio pemberian kredit atau pembiayaan secara umum yang dilakukan oleh perbankan. Populasi dalam penelitian ini adalah data perbankan sejak awal mula berdirinya Bank NTT pada tanggal 17 juli 1962. Sedangkan sampel dengan pertimbangan-pertimbangan dan krtiteria tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah data perbankan (UMKM) dari tahun 2016-2020 di Bank NTT KCU Kupang. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan data sekunder dengan metode dokumentasi. Data yang dibutuhkan berupa berupa data realisai kredit UMKM dan Non UMKM Bank NTT, realisasi kredit umum Bank NTT pada periode 2016-2020 serta data lainnya yang termuat dalam laporan tahunan publikasi Bank NTT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pertumbuhan penyaluran kredit secara total pada periode tahun 2016-2020 serta pertumbuhan penyaluran kredit khusus untuk UMKM untuk periode yang sama, Bank NTT dapat memenuhi ketentuan PBI Nomor 17/12/PBI/2015, yaitu pada yahun 2016 sebesar 15%, dan seterusnya tahun 2017-2020 sebesar 20%.

ANALISIS PERBANDINGAN PENGARUH BELANJA LANGSUNG TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN KUPANG DAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dalam menciptakan kemandirian daerah, pemerintah daerah harus mampu mengelola sumber daya yang dimilikinya secara efisien dan efektif. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan kebijakan desentralisasi melalui otonomi daerah. Penerapan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal didasari oleh pemikiran bahwa pemerintah daerah jauh lebih memahami potensi, kondisi, dan permasalahan daerahnya sendiri. Oleh sebab itu, setiap daerah juga lebih mengerti besarnya kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk menyelenggarakan kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Konsekuensi dalam pelaksanaan otonomi daerah ini adalah adanya desentralisasi fiskal dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat berdasarkan asas desentralisasi, setiap daerah diberikan kewenangan untuk memungut pajak atau retribusi dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). Dan Pemerintah pusat akan mentransfer dana perimbangan. Tujuan dari transfer dana perimbangan kepada pemerintah daerah adalah untuk mengurangi kesenjangan fiskal antar pemerintah dan menjamin tercapainya standar pelayanan publik. Transfer dana ini merupakan sumber pendanaan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan kewenangannya, sedangkan kekurangan pendanaan diharapkan dapat digalih melalui pendanaan sendiri yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembiayaan dan lain-lain pendapatan daerah. Kebijakan penggunaan semua dana tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah, dana transfer dari pemerintah pusat diharapkan dapat digunakan secara efektif dan efisien oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, dan diharapkan di masa yang akan datang ketergantungan daerah terhadap transfer dana pusat dapat diminimalisir guna menumbuhkan kemandirian pemerintah daerah dalam pelayanan publik dan pembangunan. Belanja daerah merupakan perkiraan beban pengeluaran daerah yang dialokasikan secara adil dan merata agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Pembangunan daerah yang sangat pesat, pasti membutuhkan alokasi dana dari pemerintah daerah yang mengakibatkan pembiayaan pada pos belanja yang terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan membutuhkan persediaan dana yang besar untuk membiayai kegiatan tersebut. Dengan terpenuhinya kebutuhan belanja pemerintah, maka diharapkan pelayanan terhadap masyarakat menjadi lebih baik dan kesejahteraan masyarakat lebih meningkat. Belanja daerah terdiri atas belanja langsung dan belanja tidak langsung. Kelompok belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Sedangkan belanja langsung merupakan belaja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Karakteristik belanja langsung adalah bahwa input (alokasi belanja) yang ditetapkan dapat diukur dan diperbandingkan dengan output yang dihasilkan. Sedangkan belanja tidak langsung pada dasarnya merupakan belanja yang digunakan secara bersama-sama untuk melaksanakan seluruh program atau kegiatan unit kerja. Sesuai dengan judul yang diteliti yaitu ANALISIS PERBANDINGAN PENGARUH BELANJA LANGSUNG TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN KUPANG DAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran empiris perkembangan Pendapatan Asli Daerah dan mengetahui gambaran empiris perkembangan Belanja Langsung dikabupaten Kupang Dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi yang dilakukan melalui penelurusan(BPS Kabupaten Kupang Dalam Angka dan Sumber https//kupangkab.go.id dan pada BPS Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam angka dan sumber :djpkdepkeu.go) Hasil penelitian dari Analisis Perbandingan Pengaruh Belanja Langsung Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Kupang Dan Kabupaten Timor Tengah Selatan menunjukan bahwa: 1. Pertumbuhan Belanja Langsung Kabupaten Kupang sebesar 22,65% pertahun melebihi pertumbuhan Belanja Langsung Kabupaten Timor Tengah Selatan Sebesar 6,50% Pertumbuhan pendapatan asli daerah Kabupaten Kupang sebesar 9,46% pertahun, lebih kecil dari pertumbuhan pendapatan asli daerah kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 31,73%. 3. Koefisien Elastisitas Pertumbuhan Belanja Langsung terhadap pertumbuhan pendaptan Asli Daerah Kabupaten Kupang sebesar -0,63% sebagai bentuk hubungan yang inelastisitas sedangkan koefisien elastisitas pertumbuhan Belanja Langsung terdahap petumbuhan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Sebesar 9,33%sebagai bentuk yang elastisitas.

Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao dan Untuk mengetahui pelatihan kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalah Sumber daya manusia yang kompeten tentu saja membuat perusahaan akan lebih berkembang dan maju sehingga menentukan kesuksesan dari perusahaan itu sendiri dan dikembangkan melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan yang sesuai/layak serta kompetitif. Banyak perusahaan mengadakan pelatihan kerja/training sebelum karyawan memulai kerja, karena dengan pelatihan kerja dapat memperbaiki performa dan juga kemampuan dari karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan Zul (2016:23). Sumber daya yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu menciptakan suatu inovatif melalui kreatifitas dan imajinasi. Arianty (2016:2). Salah satu ukuran keberhasilan kinerja individu, tim atau organisasi terletak pada produktivitasnya. Apabila produktivitasnya tinggi atau bertambah, dinyatakan berhasil. Apabila lebih rendah dari standar atau menurun, dikatakan tidak atau kurang sukses. Wibowo (2014:93). Produktivitas merupakan pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Dengan adanya produktivitas kerja diharapkan pekerjaan akan terlaksana secara efisien dan efektif, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Arianty (2016:134). Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kerja. Sasaran obyek penilaian produktivitas adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap karyawan. Dengan demikian maka jelas bahwa pendidikan dan pelatihan kerja mempunyai peranan penting dalam produktivitas kerja karyawan. Pendidikan (formal) didalam suatu organisasi adalah suatu proses pengembangan ke arah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan. Sedangkan pelatihan (training) adalah merupakan bagian dari suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan khusus. Pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi Notoatmodjo, (2015:16-17). Pelatihan merupakan salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Arianty (2016:120). Pelatihan merupakan proses untuk membentuk dan membekali karyawan dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya Kasmir ( 2018:126). Pemberian latihan atau pendidikan kepada pegawai disuatu perusahaan merupakan tanggung jawab setiap Manajer. Adanya pelatihan dan pendidikan bagi seseorang, juga dapat menjamin tersedianya tenagatenaga kerja yang memiliki keahlian, terlatih atau terdidik dan yang dapat menggunakan pikirannya secara kritis. Selain hal tersebut. Hasil penelitian adalah yang pertama hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel tingkat pendidikan (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.005 t hitung 3,144 dan niali signifikan 0,002 yang berarti jika variabel tingkat pendididkan sesuai dengan harapan maka akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0,005 satuan. Dengan kata lain tingkat pendidikan akan sesuai dengan produktivitas kerj karyawan. Ini dibuktikan dengan t-hitung > t- tabel (3.144 > 1.697) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan yaitu tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaraga Kab. Rote Ndao, dan yang kedua Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pelatihan kerja (X2) diperoleh koefisien sebesar 0.417, t hitung 0.30 dan niali signifikan 0.007 yang berarti jika variabel pelatihan kerja sesuai harapan maka akan meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0.007 satuan. Dengaan kata lain pelatihan kerja akan meningkat sejalan dengan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelatihan kerja mempunyai pengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Ini dibuktikan dengan dengan t hitung t tabel (0.514 1.691) yang berarti t hitung pada variabel pelatihan kerja adalah lebih kecil dari t tabel hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho1 diterima maka ini membuktikan bahwa ada pengaruh pelatihan kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao.

ANALISIS HUBUNGAN PENGAWASAN PEMIMPIN DAN DISIPLIN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KAB. ALOR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YUNIUS KAMALAI, 16411367 Analisis Hubungan pengawasan Pemimpin dann Disiplin Kerja Dengan kinerja pegawai pada dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten Alor Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Hermyn B. Hina,S.E.,M.Si dan Pembimbing 2 (dua) Ibu Alya E. Sjioen, SE.,MM Menurut Usman Effendi (2014:138) mengemukakan bahwa pengawasan merupakan fungsi manajemen yang paling esensial, sebaik apa pun kegiatan pekerjaan tanpa adanya dilaksanakan pengawasan pekerjaan itu tidak dapat dikatakan berhasil. Rivai dan Veithzal (2010:45) menyatakan bahwa disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peratura perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Menurut Moekijat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan dari Pengawasan emimpin dan Disiplin kerja Dengan kinerja kpegawai, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab. Alor Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis Korelasi person. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai dengan nilai nilai R hitung sebesar 0,593 untuk variabel Pengawasan peimpin dan R hitung sebersar 0,643 yang menunjukan bahwa variabel Pengawasan pemimpin meemiliki hubungan yang sedang berdasarkan derajat hubungan person korelasi, sementara variabel Disiplin kerja memiliki derajat hubungan kuat, hal ini dibuktikan dengan pedoman derajat hubungan person korelasi. Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja juga terbukti melalui uji T test yang menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 3,009362928 > 1,701133, begitu juga dengan variabell Disiplin kerja juga terbukti berhubungan dengan Kinerja pegawai karena berdasarkan pengujian T test menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 2,78022079117 > 1,70113. Maka dari itu maka hipotesis untuk kedua variabel adalah Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja maka instansi harus memperhatikan dan meningkatkan Penawasan Pemimpin dan Disiplin kerja para pegawai khususnya dalam hal tanggung jawab dan kejujuran agar karyawan lebih memiliki rasa tanggung jawab dan kejujuran dan dapat meningkatkan kinerja dan dapat meencappai tujuan dari organisasi.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING CHIPS (TC) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 14 KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan dari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar kognitif siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Kota Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran talking chips (tc) terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VIII di SMP Negeri 14 Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test and post-test design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 265 siswa yang terdiri dari satu 9 kelas dan sampel yang diambil yaitu populasi yang berada di kelas VIII D yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Thitung>Ttabel atau 14.769>2,045 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan model pembelajaran talking chips (tc) salah satu model yang mempermudah siswa untuk untuk bisa berpikir aktif dan menyampaikan pendapat atau kontribusi masing-masing karena model talking chips (tc) siswa diberikan tantangan dengan satu orang siswa memiliki 2-3 buah kancing untuk memecahkan masalah yang dihadapi, maka siswa akan lebih mudah mengingat apa yang telah mereka pelajari sehingga ketika diberikan tes maka akan mempengaruhi hasil belajar kognitif mengingat (C1) 96% memahami (C2) 84.33%, menerapkan C3) 93.33%, menganalisis (C4) 81.33% siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dalam model pembelajaran talking chips (tc) terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMP negeri 14 kota Kupang tahun ajaran 2021/2022.

INVENTARISASI JENIS KACANG-KACANGAN (Leguminosae) YANG TERDAPAT DI KABUPATEN SABU RAIJUA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kabupaten Sabu Raijua merupakan kabupaten yang mayoritas masyarakatnya adalah petani. Salah satu hasil pertanian yang dihasilkan adalah kacang-kacangan. Kacang-kacangan adalah salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di Indonesia dan merupakan jenis tanaman pangan. Kacang-kacangan ini biasa disebut legume dan termasuk dalam suku Leguminosae. Suku ini memiliki ciri khas yaitu buahnya berupa polong dan polong tersebut berbentuk buah sekat semu. Jenis kacang-kacangan ini mengandung protein 18-36 %, karbohidrat, fosfor, besi, kalsium, vitamin A, B, C dan D. Bertolak dari komposisi kimia tersebut, peran kacang-kacangan sangatlah penting dalam pemenuhan gizi. Salah satu upaya dalam melakukan pendataan terhadap jenis kacang-kacangan adalah inventarisasi. Inventarisasi merupakan rangkaian kegiatan mengumpulkan, mencatat, mendokumentasikan sampai menganalisis suata data atau barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kacang-kacangan yang terdapat di Kabupaten Sabu Raijua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif (jelajah) yaitu metode yang menelusuri setiap lokasi yang dapat mewakili lokasi penelitian yang sudah ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis kacang-kacangan yang memiliki variasi biji mulai dari bentuk, warna dan tekstur. Jenis kacang-kacangan tersebut adalah Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.), Kacang Tanah (Arachis hypogea L.), Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L. Walp), Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dan Kacang Panjang (Vigna sinensis L.).

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 LEWA TIDAHU KABUPATEN SUMBA TIMUR TAHUN AJARAN 2020/2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 LEWA TIDAHU KABUPATEN SUMBA TIMUR TAHUN AJARAN 2020/2021 (Tamar, A. D.)* (Manu, T. S. N)** (Meha, A. M.)** Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya aktivitas belajar siswa. Salah satu faktor yang menyebabkan aktivitas belajar siswa rendah adalah guru lebih banyak menggunakan metode mengajar ceramah sehingga cenderung membuat siswa pasif dan berpusat pada guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Concept Attainment terhadap aktivitas belajar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 88 siswa dan sampel kelas VIIIA (13 siswa) dan kelas VIIIC (15 siswa). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi. Data aktivitas belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 22. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai F sebesar 0,856 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai t 5,525 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan aktivitas belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukan bahwa aktivitas belajar pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu kegiatan aktif dalam pembelajaran mendapatkan persentase 6,66%, kegiatan aktif bertanya mendapatkan persentase 6,66%, kegiatan aktif menjawab mendapatkan persentase 20%, kegiatan aktif mendengarkan mendapatkan persentase 46,6% dan kegiatan membawa peralatan belajar mendapatkan persentase 20%. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa terlibat aktif dalam menentukan dan menyusun konsep pembelajaran sehingga siswa lebih aktif dalam pembelajaran, aktif bertanya dan menjawab, aktif mendengarkan penjelasan guru dan siswa membawa peralatan belajar secara lengkap. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Concept Attainment terhadap aktivitas belajar siswa. Kata kunci : Pembelajaran, Concept Attainment, Aktivitas Belajar Keterangan : ** Dosen pembimbing * Mahasiswa

EFEK PENAMBAHAN TEPUNG BERAS MERAH TERHADAP KUE SARANG SEMUT

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Efek penambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut Marta Peang Lagur *) Ir. Nuhamara melkianus, mp**) Banoet M, I Regina, Sp, Mp**) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pnambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut dengan mengunak ranangan acak lengkap (RAL) 4 perlkuan dan masih-masih 3 kali ulangan dengan persentasi 0%. 5%, 10%, 15% tepung beras merah. Hasil peneltian ini menunjukan bawah uji analisis organeleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan subsitusi 5% terdapat aroma kue sarang semut yang tertinggi dengan skor 4.611 ( sangat suka) rasa kue sarang semut yang paling tinggi disukai terdapat pada 5% terdapat rasa kue sarang semut yang lebih tinggi dengan skor 4.806 (sangat suka) tektur kue sarang semut yang paling di sukai terdapat pada 5% terdapat tektur kue sarang semut yang lebih tinggi dengan skor 4.778 ( sangat suka) Kata kunci ; bahan pangan lokal penambahan tepung beras merah terhadap kue sarang semut *) penelitian **) pembimbing

Analisis Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Dan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Studi Kasus di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menguji pengaruh sistem pengendalian intern dan sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kualitas keuangan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah (a) Untuk menguji pengaruh sistem pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah. (b) Untuk menguji pengaruh sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah. Secara teoritis sistem pengendalian intern adalah rencana organisasi dan metode yang digunakan untuk menjaga atau melindungi aktiva dan menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya. sistem akuntansi yang terdiri dari seperangkat kebijakan, standard prosedur yang menghasilkan laporan yang relevan, andal dan tepat waktu untuk menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan yang digunakan oleh pihak intern dan ekstern pemerintah daerah untuk mengambil keputusan ekonomi. Kualitas laporan keuangan pemerintah adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao sedangkan Sampel penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao yang berjumlah 45 responden. Penentuan jumlah responden menggunakan metode purposive sampling, dimana kuesioner akan diberikan kepada responden yang kebetulan ditemui pada saat penelitian. Data penelitian ini dihimpun dengan memakai kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Analisis penelitian meliputi analisis pendahuluan untuk mendiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik dari masing-masing konsep. Analisis lanjutan menggunakan hasil analisis regresi linear berganda untuk menjawab persoalan penelitian sekaligus untuk membuktikan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sistem pengendalian intern berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao. Hal ini tersebut mendukung penelitian yang di lakukan oleh Hari Bagja (2017) dan (2) sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao. Hal ini tersebut mendukung penelitian yang dilakukan oleh Agum Gumelar (2017). Peneliti memberikan saran sebagai berikut (a) Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dapat menggunakan faktor-faktor yang lain untuk melihat pengaruhnya terhadap kualitas laporan keuangan pemerinah dan memperhatikan indikator-indikator yang digunakan sehingga mampu memberikan hasil penelitian yang benar-benar mewakili keadaan yang sebenarnya.(b) Bagi Instansi hendaknya lebih memperhatikan dan sistem pengendalian intern dan sistem akuntansi keuangan daerah karena berdasarkan hasil berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah.