2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan antara PT.
Gaya Abadi Sempurna Tbk dan PT. Bintang Oto Global Tbk, dua perusahaan yang
bergerak di sektor perdagangan barang konsumen non-primer dan terdaftar di Bursa
Efek Indonesia.
Perusahaan didirikan sebagai usaha yang bertujuan untuk memperoleh laba
yang maksimal agar tujuan perusahaan itu tercapai maka perusahaan harus dapat
mengelola keuangannya dengan baik.salah satu aspek yang penting untuk dikelola
dengan baik adalah kinerja keuangan.
Kinerja Keuangan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan
suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat
diketahui keadaan keuangan perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam
periode tertentu. Pengukuran kinerja keuangan dilakukan melalui 8 ratio yakni
Current ratio, Quick ratio, Debt To Asset Ratio, Debt To Equity Ratio, Inventory
TurnOver, Total Asset TurnOver, Return On Invesment, Return On Equity.
Current Ratio, merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan
membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat
ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang
tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo. Rasio
lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan
(margin of safety) suatu perusahaan.Rasio cepat (Quick Ratio) atau rasio sangat
lancar atau acid test ratio merupakan rasio yang menunjukan kemampuan
perusahaan memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka
pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory).
Artinya, nilai sediaan kita abaikan, dengan cara dikurangi dengan nilai total aktiva
lancar. Hal ini dilakukan karena sediaan dianggap memerlukan waktu relatif lebih
lama untuk diuangkan, apabila perusahaan membutuhkan dana cepat untuk
membayar kewajibannya dibandingkan dengan aktiva lancar lainnya.Menurut
Kasmir (2019:112) Debt To Asset Ratio atau Debt Ratio, merupakan rasio utang
yang diguanakan untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul penelitian “Pengaruh Pengetahuan Keuangan Dan Keterampilan Keuangan
Terhadap Perilaku Keuangan Pada UMKM’’ (Di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan keuangan dan keterampilan keuangan terhadap perilaku keuangan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Oesapa. Permasalahan yang dihadapi UMKM sering kali berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang kurang optimal, sehingga mempengaruhi keberlanjutan usaha. Pengetahuan keuangan yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memahami konsep dasar keuangan, sedangkan keterampilan keuangan berkaitan dengan kemampuan praktis dalam mengelola arus kas, menyusun laporan keuangan, serta mengambil keputusan finansial yang tepat.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei.
Sampel penelitian terdiri dari 33 pelaku UMKM yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh kedua variabel independen terhadap perilaku keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dan keterampilan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan pelatihan keuangan bagi pelaku UMKM agar mampu mengelola keuangan usaha secara lebih bijak dan berkelanjutan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul Pengaruh Stres Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang dan apakah beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang serta untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang.
Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang yang berjumlah 55 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang (sampel jenuh). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada responden. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²).
Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel stres kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 75,815 sampai dengan 87,089. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 752,161 dan nilai rata-rata indeks sebesar 83,573 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel beban kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 70,541 sampai dengan 85,271. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 614,151 dan nilai rata-rata indeks sebesar 76,768 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel kinerja karyawan, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 59,086 sampai dengan 77,088. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 623,050 dan nilai rata-rata indeks sebesar 69,227 yang berada pada kategori sedang.
Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y = −34,354 + 1,028X₁ + 0,305X₂, diketahui konstanta regresi sebesar −34,354, koefisien regresi b₁ = 1,028 dan koefisien regresi b₂ = 0,305. Nilai konstanta sebesar −34,354 artinya jika stres kerja (X₁) dan beban kerja (X₂) bernilai nol, maka kinerja karyawan (Y) memiliki nilai sebesar −34,354 satuan. Koefisien regresi stres kerja (b₁) sebesar 1,028 artinya jika stres kerja (X₁) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 1,028 satuan. Koefisien regresi bernilai positif yang berarti terdapat pengaruh positif stres kerja (X₁) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi beban kerja (b₂) sebesar 0,305 artinya jika beban kerja (X₂) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,305 satuan, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik.
Implementasi terapan: Berdasarkan hasil penelitian, yang menunjukan bahwa stress kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT. Aneka Niaga Kota Kupang, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang, diharapkan dapat memperhatikan dan mengelola Tingkat stress kerja karyawan dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, komunikasi yang baik antara atasan dan karyawan, serta pemberian dukungan kerja yang memadai, agar tidak berdampak negatif terhadap kinerja karyawan.
Selanjutnya meskipun beban kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang tetap diharapkan dapat memperhatikan pengelolaan beban kerja dengan memberikan arahan yang jelas, target kerja yang realistis, serta waktu penyelesaian pekerjaan yang cukup sehingga karyawan dapat bekerja lebih efektif dan kondisi kerja karyawan tetap terjaga dengan baik.
Selain itu masih terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan namun belum dibahas dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam kajian mengenai stress kerja dan beban kerja dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda, memperluas objek penelitian, serta menambah jumlah dan karakteristik responden yang lebih beragam agar diperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Kotler dan Keller (2012:325) Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide. Jadi hanya perusahaan dengan kualitas produk paling baik yang akan tumbuh dengan pesat dan dalam jangka panjang perusahaan tersebut akan lebih berhasil dari perusahaan yang lain.
Selain unsur produk, Harga Menurut Tjiptono (2014) merupakan satu- satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, tempat, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya/pengeluaran. Dan harga dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian suatu produk. Sama halnya dengan variabel produk, harga dan promosi juga mempunyai fungsi yang dapat mempengaruhi pemikiran konsumen dan hal ini akan bermanfaat bagi perusahaan.
Menurut Suryadi (2011:8) promosi merupakan serangkaian kegiatan untuk mengkomunikasikan, memberi pengetahuan dan meyakinkan orang tentang suatu produk agar ia mengakui kehebatan produk tersebut, membeli dan memakai produk tersebut, juga mengikat pikiran dan perasaannya dalam suatu wujud loyalitas terhadap produk. Setelah melihat sisi produk, harga, dan promosi, konsumen juga memperhatikan tempat atau distribusi produk tersebut. Menurut Tjiptono (2014:295) tempat/saluran distribusi merupakan serangkaian partisipan organisasional yang melakukan semua fungsi yang dibutuhkan untuk menyampaikan produk/jasa dari penjual ke pembeli akhir. Faktor penting dalam pengembangan suatu usaha adalah letak lokasi terhadap daerah perkotaan, cara pencapaian dan waktu tempuh lokasi ke tujuan.
Berdasarkan hal ini, perusahaan dituntut untuk mempertimbangkan konsumen sebagai salah satu faktor terpenting dalam pasar, karena dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen perusahaan dapat memenangkan persaingan pasar. Jika faktor tersebut telah dipertimbangkan oleh perusahaan, maka dapat memberikan manfaat bagi perusahaan salah satunya konsumen akan membuat keputusan pembelian produk.
Salah satu dari faktor tersebut biasanya ada yang lebih dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Karena sesungguhnya masing- masing konsumen tentu memiliki motif yang berbeda dalam melakukan pembelian sepeda motor. Menurut Kotler dan Amstrong (2014) keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar membeli.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh bauran pemasaran terhadap peningkatan penjualan sepeda motor honda pada mutiara timor star di masyarakat kota kupang. Dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara bauran pemasarn terhadap peningkatan penjualan, peneliti mengunakan Uji analisis regresi linear berganda, Uji persial (Uji T), Uji simultan (Uji F) dan koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian iniyang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara persial produk (X1) berpengaruh singnifikan terhadap peningkatan penjualan (Y). Sedangkan secara simultan atau sacara bersana-sama produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) memiliki pengaruh singifikan terhadap peningkatan penjualan. Hal ini dibuktian dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) terhadap peningkatan penjualan (Y) dengan nilai konstanta sebesar 9.599 sedangkan koefisien b1 = 0,277, b2 = 0,187, b3 = 0,100, b4 = 0,111. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) terhadap peingkatan penjualan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 9,588 + 0,277X₁ + 0,187X₂ – 0,100X₃ + 0,111X4
Selain itu hasil uji hipotesi pertama yaitu produk (X1) berpengaruh terhadap peningkatan penjualan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel produk (X1) diperoleh T hitung sebesar 7,966 > 1,985 dan Sig. 0,000 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima yaitu variabel produk (X1) berpengaruh singnifikan terhadap peningkatan penjualan (Y). hasil pengujian yang kedua yaitu harga (X2) peningkatan penjualan (Y). Ditemukan bahwa untuk variabel harga (X2) diperoleh T hitung sebesar 5,127 > 1,985 dan Sig. 0,000 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima.Dengan demikian, Harga berpengaruh signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Hasil pengujian yang ketiga yaitu promosi (X3) terhadap peningkatan penjualan (Y). Diperoleh T hitung sebesar -3,091 < -1,985 dan Sig. 0,003 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Namun karena nilai koefisien regresi bernilai negatif, maka dapat disimpulkan bahwa Promosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Hasil pengujian yang keempat tempat (X4) terhadap peningatan penjualan (Y). Diperoleh T hitung sebesar 2,599 > 1,985 dan Sig. 0,011 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Ini berarti Tempat/Distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,770. Hal ini berarti bahwa variabel Produk (X₁), Harga (X₂), Promosi (X₃), dan Tempat/Distribusi (X₄) secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 77,0% terhadap variasi Peningkatan Penjualan (Y), sedangkan sisanya sebesar 23,0% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DI DESA MAKTIHAN KECAMATAN MALAKA BARAT Hoar, M,A.)* Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** Penelitian etnobotani tumbuhan obat di Desa Maktihan, Kecamatan malaka Barat, Kabupaten Malaka bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang di manfaatkan oleh masyarakat Desa Maktihan, Organ tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional, cara pengolahan tumbuhan, serta manfaat dari tumbuhan obat. Metode penelitian yang digunakana adalah motode penelitian deskripsi kualitatis dengan teknik porpusive sampling. Tahapan dalama penelitian ini adalah observasi, wawancara dengan 8 responden informan kunci, dokumentasi tumbuhan obat berdasarkan hasil wawancara, identifikasi tumbuhan obat dan analisis data.. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Maktihan terdapat 20 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional. Persentase organ tumbuhan yang digunakan adalah daun(11%), akar (1%), kulit(5%), Persentase cara pengolah tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional yaitu direbus (11%), dihaluskan(5%), di konsumsi secara langsung (7%). Manfaat tumbuhan obat di desa maktihan adalah untuk menyembuhkan penyakit seperti sistem pencernaan, mual, muntah, kembung, diare, sembelit, dan ganguan lambung. Kata Kunci:. Etnobotani, Tumbuhan Obat, pengolahan Tumbuhan Obat, pemanfaatan, Desa Maktihan Keterangan: *) Mahasiwa **) Dosen Pembimbing ABSTRACT Ethnobotany of medicinal plants used by the community in Maktihan Village, West Malaka District Hoar, M,A.) Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** This research is about the ethnobotany of medicinal plants in Maktihan Village, West Malaka Subdistrict, Malaka Regency. It aims to identify the types of plants utilized by the people of Maktihan Village, which plant organs are used as traditional medicine ingredients, and the benefits of these medicinal plants. This type of research is descriptive research using a purposive sampling technique. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Data from the research results were then analyzed using qualitative descriptive analysis in accordance with the research objectives, which will be presented in the form of tables, photos, or images. The results showed that there are 20 types of plants used by the community in Maktihan Village as traditional medicine ingredients. The plant organs used are leaves, roots, and bark. The ways to process these plants for traditional medicine are boiling, grinding, and eating them directly. The people of Maktihan Village more often use herbal preparations by boiling them and then drinking the infusion. The most commonly used part by the Keywords : Ethnobotany of medicinal plants processing and utilization of medicinal plants in Maktihan Village *) Researcher
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA MIE BASAH DARI BIJI SORGUM (Sorghumbicolor L. Moench) DI DESA UMALOR KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA. Werung, U. A.S)* Ballo, A)** Nge, T.S)*** Sorgum merupakan salah satu bahan pangan alternatif untuk mengurangi impor terigu, sehingga dapat memperbaiki status gizi dari mie basah yang dihasilkan. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dibandingkan bahan pangan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada mie basah dari biji sorgum yang terdapat di Desa Umalor Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW kupang dan di Laboratoium Pengawasan Mutu Pangan (PMP) menggunakan metode eksperimen RAL dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan yaitu (PO) 100%: 0%, (P1) 60%: 40%, (P2) 50% : 50% (P3) 40%: 60%. Uji proksimat meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar karbohidrat. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan hasil yang berbeda nyata pada setiap perlakuan sehingga dilanjutkann uji lanjut Duncan Multiple Reing Test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Hasil Uji proksimat untuk mengukur kandungan gizi mie basah, kandungan kadar air tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 61,06%, kadar protein tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 7,91%, kadar lemak tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 11,34%, kadar abu tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 0,48% dan kadar karbohidrat tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 30,2% Kata Kunci:Sorgum, Mie Basah, Kandungan Gizi, Bahan Pangan,Desa Umalor. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT ANALYSIS OF THE NUTRITIONAL CONTENT OF WET NOODLES MADE FROM SORGHUM (Sorghum bicolor L. Moench) IN UMALOR VILLAGE, WEST MALAKA DISTRICT, MALAKA REGENCY Werung, U. A.S)* Ballo, A)** Nge, T.S)*** Sorghum is an alternative food source that can help reduce wheat imports and improve the nutritional quality of wet noodles. Compared to other food ingredients, sorghum has relatively high nutritional value. This study aimed to determine the nutritional content of wet noodles made from sorghum seeds originating from Umalor Village, West Malaka District, Malaka Regency. The research was conducted at the Biology Education Laboratory of Artha Wacana Christian University (UKAW) Kupang and the Food Quality Control Laboratory (PMP). The experimental method used was a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and two replications, namely P0 (100% wheat flour : 0% sorghum flour), P1 (60% wheat flour : 40% sorghum flour), P2 (50% wheat flour : 50% sorghum flour), and P3 (40% wheat flour : 60% sorghum flour). Proximate analysis was carried out to determine the levels of moisture, protein, fat, ash, and carbohydrates. Based on the results of the ANOVA test, there were significant differences among treatments; therefore, the analysis was continued using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results of the proximate test showed that the highest moisture content was found in treatment P0 (61.06%), the highest protein content in P0 (7.91%), the highest fat content in P3 (11.34%), the highest ash content in P3 (0.48%), and the highest carbohydrate content in P3 (30.2%). Keywords:Sorghum,Wet Noodles,Nutritional Content,Foodstuffs,Umalor Village Information: *) Researcher **) Advisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP PENINGKATAN EFISIENSI KEUANGAN UMKM (Studi pada UMKM di Kelurahan Sikumana) Nama : Kesia Keren Hapukh Otemusu Nim : 20190141 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Akuntansi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terhadap peningkatan efisiensi keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya pemahaman dan penerapan SIA pada UMKM, yang berdampak pada pengelolaan keuangan yang kurang efektif dan pengambilan keputusan yang tidak optimal. SIA berperan penting dalam pencatatan, pengelolaan, dan penyajian informasi keuangan secara akurat dan tepat waktu, sehingga dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan daya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada 36 pelaku UMKM yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif dan uji regresi linier berganda menggunakan SPSS 26 untuk menguji pengaruh SIA terhadap efisiensi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIA berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi keuangan UMKM. Pelaku UMKM yang menerapkan SIA secara konsisten mampu melakukan pencatatan transaksi yang rapi, pengendalian pengeluaran, penetapan harga jual yang tepat, serta menjaga kestabilan dan peningkatan keuntungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa SIA dapat menjadi alat manajemen keuangan yang efektif dalam mendukung pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi akuntansi dan memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan. Sementara itu, bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merancang program edukasi dan pendampingan yang tepat sasaran guna mendorong digitalisasi dan profesionalisasi UMKM.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI DESA BOTI KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMUR TENGAH SELATAN Nabunome, A)* Ballo, A)** Manu, T. S. N)** Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki berbagai jenis kekayaan alam berupa tumbuh-tumbuhan. Pengobat tradisional menggunakan tumbuhan obat yang masih banyak digunakan oleh masyarakat di Desa Boti. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat apa saja yang digunakan, bagian organ yang digunakan dan cara pengolahan tumbuhan obat tersebut. Desa Boti merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan empat dusun sebagai lokasi penelitian yaitu dusun Boti sebanyak sebanyak 98 KK, dusun Nakfunu sebanyak 230 KK, dusun Nunti’o sebanyak 125 KK dan dusun Nambaun sebanyak 186 KK. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan eksplorasi dan wawancara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proposive sampling untuk menentukan informan pengobat tradisional (20 orang), pasien (28 orang) dan masyarakat yang mengetahui tumbuhan obat. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan tabel, grafik dan gambar. Hasil penelitian terdapat 31 jenis tumbuhan yang ditemukan dilokasih penelitian, paling banyak ditemukan dari famili Malvaceae sebanyak 3 jenis yaitu kapuk radu, kembang sepatu dan tumbuhan kapas jahri. Bagian organ tumbuhan yang digunakan seperti daun, buah, batang, umbi, pucuk, kulit, getah dan akar dengan cara pengolahan direbus, ditumbuk, diparut, dioles, dicampur dan diperas. Kata Kunci : Identifikasi, tumbuhan obat, dan Desa Boti Keterangan : *)Peneliti : **)Pembimbing ABSTRACT IDENTIFICATION OF TYPES OF TRADITIONAL MEDICINAL PLANTS IN BOTI VILLAGE, KI'E DISTRICT, SOUTH CENTRAL TIMUR REGENCY Nabunome, A)* Ballo, A)** Manu, T. S. N)** Indonesia, as a tropical country, has a diverse natural wealth of plants. Traditional healers use medicinal plants, which are still widely used by the people of Boti Village. The purpose of this study was to determine the types of medicinal plants used, the organs used, and how they are processed. Boti Village is a village located in Ki'e District, South Central Timor Regency, with four hamlets as research locations: Boti Hamlet with 98 families, Nakfunu Hamlet with 230 families, Nunti'o Hamlet with 125 families, and Nambaun Hamlet with 186 families. This study uses a qualitative descriptive method and data collection is carried out through exploration and interviews. The sampling technique used is a propositional sampling technique to determine traditional healer informants (20 people), patients (28 people) and communities who know medicinal plants. Data were analyzed descriptively qualitatively using tables, graphs and pictures. The results of the study found 31 types of plants found in the research location, the most commonly found from the Malvaceae family as many as 3 types, namely kapok radu, hibiscus and cotton jahri plants. Parts of the plant organs used include leaves, fruit, stems, tubers, shoots, skin, sap and roots by processing them by boiling, pounding, grating, rubbing, mixing and squeezing. Keywords : Identification, medicinal plants, and Boti Village Description : *) Researcher : **) Adviser
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA PARITI KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove, namun penebangan liar, alih fungsi lahan, dan pencemaran masih kerap dijumpai.tujuan adalah menginventarisasi jenis tumbuhan mangrove yang terdapat di wilayah pesisir Pantai Desa Pariti serta menganalisis kerapatan, dan dominansi. Metode yang digunakan adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif atau metode campuran dengan cara melakukan observasi terlebih dahuluh kemudian peneliti menarik garis transek sejauh 50 M kemudian membuat plot pada kedua transek, kemudian peneliti melakukan penjelajahan di setiap plot untuk mengidentifikasi, mengamati dan mendeskripsikan spesies yang ditemukan di setiap plot. sedangkan teknik pengambilan sampelnya menggunakan line transek yang dimodifikasi berdasarkan metode garis pantai berpeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 spesies mangrove di Pantai Pariti, yaitu Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Ceriops tagal. Spesies-spesies tersebut termasuk dalam tiga famili, yaitu Rhizophoraceae, Lythraceae, dan Acanthaceae. Dengan nilai tertinggi keanekaragaman pada tingkat semai terdapat pada transek 2 plot 3 dengan nilai H’=5,81 dan terendah terdapat pada transek 1, plot 1 dengan H’= 0, dengan spesies yang mendominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pancang terdapat pada transek 2 plot 3 dengan H’=5,76 dan terendah terdapat pada transek 1 plot 1 dengan H’=0 dengan spesies yang mendominasi Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pohon terdapat pada transek 2 plot 3 H’= 4,28 dan terendah H’=1,94 dengan jenis yang medominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Kerapatan tertinggi pada tingkat semai sebesar 69 ind/ha (40,08%), pada tingkat pancang 2,8 ind/ha (1,62%) dan pada tingkat pohon 0,52 ind/ha (0,30%). Kata kunci : Inventarisasi, Mangrove, Pariti, Keanekaragaman, Kerapatan Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MANGROVE PLANT SPECIES IN THE COASTAL AREA OF PARITI VILLAGE, SULAMU DISTRICT, KUPANG REGENCY Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** The mangrove ecosystem is one of the coastal ecosystems that has an important role in maintaining the balance of the coastal environment. Pariti Village, Sulamu District, Kupang Regency, is one of the coastal areas that has a mangrove ecosystem, but illegal logging, land conversion, and pollution are still often found. The aim is to inventory the types of mangrove plants found in the coastal area of Pariti Village Beach and analyze density and dominance. The method used is The method used in this study is qualitative and quantitative or mixed methods by conducting observations first then the researcher draws a transect line as far as 50 M then makes a plot on both transects, then the researcher explores each plot to identify, observe and describe the species found in each plot. while the sampling technique uses a modified line transect based on the mapped coastline method. The results showed that there are 6 mangrove species in Pariti Beach, namely Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, and Ceriops tagal. These species belong to three families, namely Rhizophoraceae, Lythraceae, and Acanthaceae. With the highest value of diversity at the seedling level found in transect 2 plot 3 with a value of H’=5.81 and the lowest found in transect 1, plot 1 with H’=0, with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest value of diversity at the sapling level found in transect 2 plot 3 with H’=5.76 and the lowest found in transect 1 plot 1 with H’=0 with the dominant species being Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa. The highest value of diversity at the tree level found in transect 2 plot 3 H’=4.28 and the lowest H’=1.94 with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest density at the seedling level was 69 ind/ha (40.08%), at the sapling level 2.8 ind/ha (1.62%) and at the tree level 0.52 ind/ha (0.30%). Keywords: Inventory, Mangrove, Pariti, Biodiversity, Density Information: *) Researcher **) Adviser
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE(RTE) TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang adalah rendahnya kemampuan metakognitif dalam proses pembelajaran materi sistem pencernaan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian Quasi-experimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas VIII-A dan kelas VIII-B, di mana kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 15 orang dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan metakognitif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik, yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan kemampuan metakognitif. Pada kelas eksperimen, peneliti menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange sehingga dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa di kelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator, yaitu merencanakan, dengan persentase 82,30%. Pada saat guru menjelaskan menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange di dalam kelas, siswa terlihat tertarik dan adanya keinginan dalam proses pembelajaran sehingga mampu untuk menyajikan edukasi sistem pencernaan. Sedangkan pada kelas kontrol, peneliti menggunakan buku cetak sehingga siswa terlihat tidak aktif karena merasa jenuh dan bosan. Hal ini dilihat dari indikator yang sama, yaitu merencanakan, dengan persentase 48,30%. Hasil persentase kelas kontrol ini menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange dan Kemampuan Metakognitif. Keterangan:)* : Peneliti )** : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) LEARNING MODEL ON STUDENTS' METACOGNITIVE ABILITIES IN SCIENCE MATERIAL IN GRADE VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** One of the problems found in class VIII SMPN 17 Kupang City is the low metacognitive ability in the learning process of digestive system material, so the purpose of this study is to determine the effect of using the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities. This study is an experimental method study with a Quasi-experimental design. With a population of 52 and a sample of two classes consisting of class VIII-A and class VIII-B students, where class VIII-A is the experimental class with 15 students and class VIII-B as the control class with 21 students. The sampling used is a purposive sampling technique. Data collection uses a metacognitive ability test. The research data were analyzed using parametric statistical tests, namely the t-test with the help of SPSS. The results of this study state that the control class and the experimental class have differences in metacognitive abilities. In the experimental class, researchers used the Rotating Trio Exchange learning model so that it can improve students' metacognitive abilities in the class. This can be seen in one of the indicators, namely planning, with a percentage of 82,30%.When the teacher explained using the Rotating Trio Exchange learning model in class, students appeared interested and eager in the learning process so they were able to present digestive system education. Meanwhile, in the control class, the researcher used printed books so that students appeared inactive because they felt bored and tired. This can be seen from the same indicator, namely planning, with a percentage of 48,30%. The results of the control class percentage indicate that students' metacognitive abilities in the learning process using printed books are still low. This fact indicates that there is a significant influence on the use of the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities in class VIII of SMPN 17 Kota Kupang. Keywords: Rotating Trio Exchange Learning Model and Metacognitive Skills. Note: )*: Researcher )**: Supervisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJASAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH (PERUMDA) AIR MINUM TIRTA LONTAR KABUPATEN KUPANG Dalam era globalisasi yang semakin kompetitif, kepuasan kerja karyawan merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu organisasi. Kepuasan kerja tidak hanya memengaruhi produktivitas dan kinerja individu, tetapi juga berdampak pada efektivitas organisasi secara keseluruhan. Hal ini sangat relevan dalam konteks organisasi pelayanan publik seperti Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang yang memiliki peran vital dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan fokus pada analisis pengaruh lingkungan kerja dan kerjasama tim terhadap kepuasan kerja karyawan di perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan kerjasama tim terhadap kepuasan kerja karyawan pada Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang. Permasalahan penelitian berangkat dari kondisi lingkungan kerja yang belum sepenuhnya mendukung kenyamanan serta tantangan dalam membangun kerjasama tim yang optimal, yang berdampak pada menurunnya motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Secara teoretis, penelitian ini menggunakan landasan teori kepuasan kerja dari Robbins dan Judge (2013), Herzberg (reprint 2017), serta teori keadilan dari Adams (diperluas dalam edisi 2024). Teori-teori ini menegaskan bahwa kepuasan kerja merupakan refleksi dari evaluasi karyawan terhadap berbagai aspek pekerjaan, baik yang bersifat intrinsik seperti tanggung jawab dan pengakuan, maupun ekstrinsik seperti kondisi kerja, hubungan interpersonal, dan fasilitas. Lingkungan kerja dipandang sebagai faktor higienis yang jika tidak memadai dapat menimbulkan ketidakpuasan, sementara kerjasama tim diposisikan sebagai faktor penting dalam menciptakan rasa kebersamaan dan meningkatkan komitmen karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan PERUMDA Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang yang berjumlah 192 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, sehingga diperoleh 69 orang responden yang dianggap mewakili populasi berdasarkan pembagian bagian kerja, yakni bagian umum dan keuangan, bagian pelayanan pelanggan, serta bagian teknik. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala interval 1–10. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan antar variabel. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan (a) sebesar 3,896, sedangkan koefisien regresi untuk Lingkungan Kerja b1= 0,477 dan Kerjasama Tim b2= 0,521. Dengan demikian, persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh Lingkungan Kerja (X1) dan pengaruh Kerjasama Tim (X2) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut: Y= 3,896 + 0,477 X1+ 0,521 X2. Selain itu hasil Uji hipotesis menunjukkan bahwa lingkungan kerja (X1) berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) (t hitung = 5,432 > t tabel = 1,668; sig. = 0,000 0,05) Maka, H0 (b1=0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima artinya bahwa lingkungan kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Demikian pula, kerjasama tim (X2) berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) (t hitung = 3,985 > t tabel = 1,668; sig. = 0,000 0,05). Maka, H0 (b1=0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima artinya bahwa kerjasama tim (X2) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Secara simultan, kedua variable secara simultan, lingkungan kerja dan kerjasama tim berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan nilai F-hitung = 38,745 > F-tabel = 3,13 dan sig. = 0,000 0,05. Dan terakhir berdasarkan analisis hasil nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,54,0 yang berarti 54,0% variasi kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh lingkungan kerja dan kerjasama tim, sedangkan sisanya sebesar 46,0% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai koefisien determinasi (R²) yang menunjukkan kontribusi keduanya terhadap variasi kepuasan kerja karyawan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul: “TUAN AIR” dengan sub judul: “Suatu Kajian Ekoteologi Dalam Usaha Mentransformasikan Pemahaman Jemaat GMIT O’emathonis Tubu Mnanu Tentang Kesakralan dan Nilai Intrinsik Mata Air Sonbilo” yang ditulis oleh Yosua Umbu Zogara Wolagole. Hadirnya budaya dalam suatu kelompok masyarakat akan membawa dampak tersendiri tentang bagaimana memahami kehadiran setiap ciptaan yang ada di bumi ini baik secara ekologis maupun kontekstual. Masalah yang diangkat oleh penulis akan berfokus pada sikap dan pemahaman jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu tentang sikap dan pemahaman jemaat yang dualistik antroposentrik akan nilai intrinsic dan kesakralan dari air terkhususnya mata air Sonbilo. Jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu adalah jemaat yang telah menganut Kekristenan sejak lama, namun penulis melihat adanya permasalahan ekoteologis dalam pemahaman mereka berdasarkan perspektif budaya tentang kehadiran air itu sendiri. Dalam pemahaman budaya, jemaat ini memahami bahwa dalam keberlangsungan ekosistem air masih terdapat kuasa leluhur yang masih turut berpartisipasi dalam kelestarian mata air Sonbilo dan bisa kapan saja memberi peringatan akan perbuatan jemaat yang salah dalam bentuk hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan mengacu pada hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah agar jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu dapat mengoreksi kembali tentang pemahaman yang benar terhadap air yang bernilai intrinsik dalam perspketif ekoteologi yang melihat alam sebagai rumah (Yun.:oikos) yang diberikan Tuhan, air bernilai intrinsic bukan karena kuasa leluhur melainkan semata-mata hanya karena kuasa Allah. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan berdasar pada teori Emanuel Gerrit Singgih yaitu etika sakralitas air agar mendapatkan hasil kajian yang jelas tentang air yang bersifat sakral dan bernilai intrinsik. Penulis berharap tulisan ini dapat memberikan sumbangsih bagi pemahaman jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu dalam memaknai kesakralan air Sonbilo dan nilai-nilai intrinsik yang terkandung dalam air tersebut.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) merupakan salah satu bentuk pelayanan gereja yang strategis dalam menanamkan iman dan membentuk karakter anak sebagai generasi penerus gereja. Namun, dalam realitas pelayanan PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui, Klasis Alor Tengah Utara, masih dijumpai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART. Persoalan tersebut tampak dalam keterbatasan kompetensi pedagogis, penggunaan metode pengajaran yang kurang variatif, minimnya bahan ajar, serta rendahnya dukungan struktural gereja terhadap pembinaan pengajar PART. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi, minat, dan pemahaman iman anak-anak dalam kegiatan PART.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART di Jemaat GMIT Sebiji Sesawi Maipui serta meninjaunya dari perspektif teologi Kristen, khususnya dalam kerangka Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan reflektif-teologis. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan pendeta, majelis jemaat, pengajar PART, serta orang tua anak PART.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pengajaran tenaga pengajar PART masih berada pada tingkat yang terbatas, baik dari aspek pedagogis, metodologis, maupun dukungan kelembagaan gereja. Dalam tinjauan teologis, gereja dipahami memiliki tanggung jawab iman untuk membina dan memperlengkapi para pengajar PART sebagai pelayan pendidikan iman anak. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengajaran PART perlu dipahami sebagai panggilan teologis gereja dalam melaksanakan tugas mendidik generasi iman secara berkelanjutan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari adanya ketegangan pemahaman di tengah jemaat
GMIT Ebenhaizer Haumolo mengenai tradisi mamat (makan sirih pinang).
Sebagian jemaat memandang mamat sebagai praktik budaya semata, sedangkan
sebagian lainnya mempertanyakan relevansinya bagi kehidupan iman Kristen.
Pokok persoalan inilah yang kemudian melahirkan kebutuhan untuk menelaah
tradisi mamat secara teologis, khususnya bagaimana tradisi tersebut dapat
dipahami an dimaknai dalam terang Injil serta kehidupan bergereja.
Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai teologis yang terkandung
dalam tradisi mamat serta menjelaskan bagaimana praktik budaya tersebut dapat
menjadi sarana membangun keramahtamahan, mempererat persekutuan,
memulihkan relasi, membentuk iman generasi muda, dan menghadirkan kesaksian
gereja di tengah masyarakat. Tujuan lainnya adalah membantu jemaat melihat
bahwa tradisi mamat tidak harus dipertentangkan dengan iman Kristen, melainkan
dapat menjadi bagian dari spiritualitas yang membumi dan relevan bagi kehidupan
umat.
Pendekatan yang digunakan adalah teologi kontekstual dengan metode
kualitatif, melalui analisis literatur, pengamatan terhadap praktik mamat dalam
kehidupan jemaat, serta refleksi teologis berdasarkan narasi Alkitab dan
pemikiran teolog Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan penelitian menangkap
makna teologis tradisi mamat secara menyeluruh, tidak hanya sebagai adat
istiadat, tetapi sebagai ruang hidup yang mempengaruhi pembentukan relasi,
iman, dan identitas jemaat.
Temuan utama menunjukkan bahwa tradisi mamat mengandung nilai-nilai
kristiani yang kuat, seperti penerimaan, kesetaraan, keramahtamahan, rekonsiliasi,
pembinaan iman, dan kesaksian gereja. Tradisi ini mampu menjadi ruang
perjumpaan yang menghadirkan kasih Allah dan memperkaya spiritualitas jemaat.
Dengan demikian, mamat tidak hanya layak dipertahankan sebagai identitas
budaya, tetapi juga dapat diintegrasikan sebagai bagian dari praksis iman Kristen
yang kontekstual dan membangun kehidupan jemaat secara holistik.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tradisi neto’u lima (jabat tangan) merupakan praktik budaya masyarakat Rote yang berfungsi sebagai sarana perdamaian. Tradisi ini tetap dilestarikan oleh Jemaat GMIT Imanuel Koli, Klasis Rote Barat Laut, bahkan setelah kekristenan hadir dan berkembang. Fokus penelitian ini adalah: bagaimana gambaran umum jemaat GMIT Imanuel Koli, bagaimana pemahaman jemaat terhadap tradisi neto’u lima, serta bagaimana refleksi teologis terhadap pemahaman jemaat tentang tradisi neto’u lima dan dapat mengimpilkasikannya bagi pelayanan gereja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks sosial, budaya, dan keagamaan jemaat GMIT Imanuel Koli, mengungkap pemahaman jemaat mengenai tradisi neto’u lima sebagai tanda perdamaian, dan merumuskan refleksi teologis yang menempatkan tradisi ini sebagai bagian dari pelayanan dalam gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan lapangan, melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis-reflektif, sehingga data empiris dapat ditafsirkan dalam kerangka teologis. Temuan utama menunjukkan bahwa tradisi neto’u lima dipahami jemaat sebagai simbol perdamaian yang menyatukan nilai adat dan iman Kristen. Jabat tangan menjadi tanda niat baik, doa bersama menegaskan dimensi spiritual, dan keterlibatan tokoh adat serta gereja memperkuat legitimasi sosial. Tradisi ini sejalan dengan ajaran Kristus tentang perdamaian bagi semua umat, sehingga dapat dipandang sebagai modal sosial dan teologis yang dapat diimplikasikannya bagi pelayanan dalam gereja juga masyarakat. Tesis penelitian menegaskan bahwa neto’u lima bukan sekadar warisan budaya, melainkan praktik perdamaian yang memperkaya kehidupan jemaat dan memperkuat peran gereja dalam membangun kasih persaudaraan dan perdamaian.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menelaah spiritualitas generasi sandwich di Jemaat GMIT Sesawi Oepura serta implikasinya bagi pelayanan gereja melalui tinjauan teologis. Generasi sandwich dipahami sebagai individu usia produktif yang memikul tanggung jawab ganda secara simultan dan berkelanjutan: menopang orang tua lanjut usia sekaligus anak/adik/kerabat yang belum mandiri, sehingga rentan mengalami tekanan ekonomi, kelelahan fisik, dan beban emosional yang dapat memengaruhi kehidupan iman. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana warga jemaat memaknai pergumulan tersebut sebagai pengalaman spiritual, bukan semata persoalan sosial-ekonomi. Penelitian menggunakan metode kualitatif lapangan dengan teknik wawancara semi-terstruktur dan studi dokumen. Partisipan dipilih secara purposive (usia 25–45 tahun, bekerja, memiliki tanggungan lintas generasi, dan merupakan anggota Jemaat GMIT Sesawi Oepura). Analisis menggunakan kerangka spiritualitas Sandra M. Schneiders yang menekankan integrasi dimensi personal-internal, relasional-komunal, praksis keseharian, dan hermeneutik pemaknaan pengalaman. Hasil menunjukkan bahwa spiritualitas generasi sandwich di jemaat ini cenderung berwujud sebagai “spiritualitas resiliensi”: iman yang bertahan di tengah keterbatasan, tampil dalam kesetiaan menjalankan tanggung jawab, doa yang lahir dari situasi krisis, serta pengharapan akan penyertaan Allah meski disertai keluhan, rasa bersalah, bahkan kemarahan kepada Tuhan. Gereja dipandang membantu melalui ibadah rumah tangga dan diakonia, namun dibutuhkan pendampingan pastoral yang lebih peka terhadap ritme kerja, beban psikospiritual, dan kebutuhan batasan diri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komunitas dukungan, konseling pastoral kontekstual, dan praksis gerejawi yang mengafirmasi pengalaman generasi sandwich sebagai ruang perjumpaan dengan Allah.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi konsep relasi dialogis Ich und Du Martin Buber terhadap konteks kekerasan dalam kehidupan jemaat GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) Imanuel Olalain. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kekerasan dalam rumah tangga dan konflik relasional masih terjadi dalam kehidupan jemaat, yang menunjukkan adanya krisis dalam kualitas relasi antarmanusia. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan wawancara dan refleksi teologis, penelitian ini menemukan bahwa banyak relasi suami-istri dalam jemaat masih dibangun dalam pola dominatif, hierarkis, dan minim dialog, sehingga lebih menyerupai pola relasi Ich-Es (Aku-Itu) daripada Ich-Du (Aku-Engkau). Selain faktor personal, kekerasan juga dipengaruhi oleh faktor kultural, struktural, dan pemahaman teologis yang belum sepenuhnya menekankan kesetaraan martabat manusia. Iman Kristen yang diakui jemaat sering kali belum terintegrasi dalam praktik relasi sehari-hari, sehingga relasi dengan Tuhan tidak selalu tercermin dalam relasi dengan pasangan. Dalam terang pemikiran Martin Buber, relasi yang sehat hanya mungkin terwujud melalui perjumpaan dialogis yang mengakui keutuhan dan martabat pribadi sebagai subjek, bukan objek. Penelitian ini juga menegaskan bahwa kekerasan merupakan pelanggaran terhadap martabat manusia sebagai gambar Allah (Imago Dei). Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk membangun spiritualitas relasional yang transformatif, memperbarui pola komunikasi, serta menghadirkan struktur persekutuan yang partisipatif dan adil. Konsep Ich-Du menjadi kerangka teologis yang relevan untuk pemulihan relasi, pencegahan kekerasan, dan pembentukan kehidupan jemaat yang lebih dialogis, manusiawi, dan mencerminkan kasih Allah.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari persoalan rendahnya partisipasi jemaat dalam pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur, yang berkaitan erat dengan pola relasi dalam struktur organisasi majelis jemaat serta iklim pelayanan yang terbentuk. Dalam konteks sosial pedesaan dengan karakter komunikasi yang terbuka dan keras, muncul dominasi pihak tertentu dalam kepemimpinan, sikap otoriter dalam komunikasi, serta kecenderungan jemaat untuk bersikap pasif dan enggan menyampaikan pendapat dalam forum gerejawi. Situasi ini bertentangan dengan tujuan pembangunan jemaat yang partisipatif dan prinsip penataan organisasi GMIT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks sosial-budaya dan organisatoris Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, menganalisis struktur organisasi serta dampak relasi dalam majelis jemaat terhadap iklim pelayanan dan partisipasi warga jemaat, serta merumuskan refleksi teologis pembangunan jemaat terhadap realitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan yang terdiri dari pendeta, majelis jemaat, dan anggota jemaat, serta didukung dengan dokumen gerejawi. Validitas data dibuktikan melalui triangulasi sumber dan analisis tematik berdasarkan tahapan dalam pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi yang secara formal bersifat partisipatif dalam praktiknya dipengaruhi oleh relasi yang timpang, komunikasi yang keras, serta pemutlakan tipe relasi tertentu sebagaimana dikritisi dalam teori Jan Hendriks. Kondisi ini membentuk iklim pelayanan yang kurang dialogis, menghambat keterlibatan jemaat, serta melemahkan vitalitas pelayanan gereja. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan jemaat yang sehat menuntut penataan struktur dan iklim pelayanan yang menempatkan jemaat sebagai subjek, mengembangkan kepemimpinan yang kolaboratif, serta membuka ruang partisipasi sebagai wujud karya Allah dalam membangun gereja.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemuda merupakan kelompok strategis dalam kehidupan bergereja karena
memiliki potensi besar sebagai generasi penerus pelayanan. Namun, realitas
kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana menunjukkan
berbagai persoalan, seperti ketidakstabilan struktur kepemimpinan, lemahnya
pembinaan dan pendampingan, serta pemahaman kepemimpinan yang masih
bersifat struktural dan administratif, bukan sebagai panggilan iman dan pelayanan.
Kondisi tersebut berdampak pada minimnya koordinasi pelayanan, rendahnya
partisipasi aktif pemuda, serta melemahnya peran pemuda dalam dinamika
kehidupan jemaat. Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
menelaah kepemimpinan orang muda dalam perspektif teologis serta menganalisis
realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana dengan
menggunakan pendekatan servant leadership sebagaimana dikemukakan oleh
Robert K. Greenleaf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif, analitis, dan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui studi kepustakaan serta penelitian lapangan berupa observasi, wawancara,
dan dokumen. Subjek penelitian meliputi majelis jemaat dan pemuda Jemaat
GMIT Getsemani Sikumana yang terlibat aktif dalam pelayanan. Data yang
diperoleh dianalisis untuk menggambarkan kondisi kepemimpinan orang muda,
mengidentifikasi persoalan yang terjadi, serta merefleksikannya secara teologis
berdasarkan nilai-nilai kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kepemimpinan orang muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana belum
sepenuhnya dipahami sebagai panggilan pelayanan yang berakar pada iman,
melainkan masih dipandang sebagai beban struktural organisasi. Kurangnya
pembinaan dan formasi kepemimpinan berdampak pada lemahnya integritas,
tanggung jawab pelayanan, kepekaan sosial, serta visi kepemimpinan orang muda.
Melalui refleksi teologis dan pendekatan servant leadership Robert K. Greenleaf,
kepemimpinan orang muda dipahami sebagai kepemimpinan yang berangkat dari
sikap melayani, diwujudkan melalui keteladanan hidup, integritas karakter,
kerendahan hati, serta komitmen untuk memberdayakan dan membangun sesama.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teologis dan praktis bagi
gereja dalam merumuskan model pembinaan kepemimpinan pemuda yang
kontekstual, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai iman Kristen.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji praktik panen padi di Jemaat GMIT Imanuel Manefu sebagai ruang
hidup teologis yang mengintegrasikan tradisi budaya lokal dengan iman Kristen. Praktik
panen padi tidak semata-mata dipahami sebagai aktivitas agraris, melainkan sebagai praktik
komunal dan spiritual yang berfungsi membentuk identitas, relasi sosial, serta penghayatan
iman jemaat secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
perkembangan praktik panen padi dari masa sebelum Kristen, masa sesudah Kristen, hingga
masa kini, sekaligus menganalisis nilai, makna, dan tema teologis yang terkandung di
dalamnya. Penelitian ini juga menelaah implikasi praktik tersebut bagi persekutuan Jemaat
GMIT Imanuel Manefu, terutama dalam menghadapi tantangan relasi persaudaraan akibat
konflik sosial, seperti perebutan tanah warisan. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif
dengan metode deskriptif-analitis, menggunakan wawancara mendalam dan studi pustaka
sebagai sumber data utama, kemudian dianalisis melalui kerangka Teologi Kontekstual
Model Sintesis karya Stephen B. Bevans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik panen
padi di Manefu mengalami transformasi dalam bentuk kerja dan teknis pelaksanaan akibat
pengaruh modernisasi yang bisa saja menggeser nilai-nilai inti Kristen yang terkandung
dalam praktik tersebut seperti nilai persekutuan, kasih, persaudaraan, gotong royong, dan
pemberian diri tanpa pamrih tetap terpelihara. Praktik panen padi dimaknai sebagai ritus
syukur kepada Tuhan, peneguh identitas budaya jemaat, sarana penguatan relasi sosial, dan
media pembentukan etos kerja yang bertanggung jawab. Refleksi teologis menegaskan bahwa
praktik panen padi merupakan wujud teologi hidup yang kontekstual, di mana kerja dipahami
sebagai bentuk ibadah, tanah sebagai anugerah Tuhan, dan tindakan berbagi sebagai
kesaksian iman. Dalam konteks konflik warisan yang mengancam persatuan jemaat, praktik
panen padi berpotensi menjadi ruang rekonsiliatif sekaligus pedagogi iman yang meneguhkan
persekutuan sebagai tubuh Kristus. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengembangan praktik
ini menjadi penting sebagai media pewartaan Injil dan pembentukan spiritualitas komunal
jemaat di tengah dinamika sosial dan perubahan zaman