2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan
Teknologi Informasi Dan Pengendalian Intern Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pada KSP Kopdit Solidaritas St.Maria Assumpta Kupang Kota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas sumber daya mansia,
pemanfaatan teknologi informasi dan pengendalian intern akuntansi terhadap kualitas laporan
keuangan.jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data
yang diperoleh melalui kuesioner. Populasi yang digunakan adalah pegawai Kopdit
Solidaritas Sta.Maria Assumpta KCU Kupang Kota. Teknik pengambil sampel pada
penelitian ini menggunakan jenuh sampling.dengan menggunakan populasi seluruh karyawan
dan teknik pengambilan sampel sebanyak 33 responden.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif,uji kualitas data,uji
asumsi klasik,analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 25.
Berdasarkan pengolahan data yang sudah dilakukan, maka bahasan hasil analisis peneltian
diperoleh sebagai berikut: (1), berdasarkan hasil dari uji t variabel kapasitas sumber daya
manusia diperoleh hasil dengan nilai t hitung sebesar 1,787 < t tabel sebesar 2,0422 dengan
nilai signifikansi 0,84 > 0,05, maka variabel Kapasitas Sumber Daya Manusia (X1) tidak
memiliki pengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y). (2) berdasarkan uji t
variabel pemanfaatan teknologi informasi diperoleh hasil dengan nilai t hitung sebesar 0,434
> t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai signifikansi 0,667 > 0,05, maka variabel Pemanfaatan
Teknologi Informasi (X2) tidak memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
Kualitas Laporan Keuangan (Y).(3)berdasarkan hasil uji t variabel pengendalian intern
akuntansi diperoleh hasil uji t hitung sebesar 5,044 > t tabel sebesar 2,0422 dengan nilai
signifikansi 0,000 < 0,05, maka variabel Pengendalian Intern Akuntansi (X3) memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y).Dengan demikian
secara persial hanya pengendaliann intern akuntansi yang yang terbukti mempengaruhi
kualitas laporan keuangan sedangkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi informasi
tidak berpenaruh signifikan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RQA (READING, QUESTION AND ANSWERING) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP Lay, O. M* Meha, A. M** Ngginak, J** Salah satu masalah yang terdapat di SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap hasil belajar kognitif siswa yang masih rendah khususnya pada materi sistem pencernaan pada manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RQA (Reading, Question And Answering) terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 60 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIIB yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIA yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas eksperimen peneliti menggunakan model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu idikator yaitu C1 (mengingat) 83%. Penggunaan model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) di dalam pembelajaran, siswa terlihat tertarik dan membantu siswa dalam memahami suatu bahasan sehingga dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode konvensional sehingga tidak dapat menumbuhkan hasil belajar kognitif siswa, hal ini dilihat dari indikator C5 (mengevaluasi) dengan persentase 52%. Hasil presentase kelas kotrol ini menunjukan bahwa hasil belajar kognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar kognitif siswa B kelas VIII di SMP N 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Kata Kunci : Hasil Belajar Kognitif, Signifikan, Model Pembelajaran RQA *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II ABSTRACT THE EFFECT OF THE RQA (READING, QUESTION AND ANSWERING) LEARNING MODEL ON COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS AT SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP Lay, O. M* Meha, A. M** Ngginak, J** One of the problems at SMP Negeri 6 Balfai, Central Kupang is that students' cognitive learning outcomes are still low, especially in the subject of the human digestive system. The aim of this research is to determine the effect of the RQA (Reading, Question and Answering) learning model on students' cognitive learning outcomes at SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap. The research uses a quantitative approach, with experimental methods. The population in this study was all 60 class VIII students. The sample in this research was class VIIIB, totaling 20 students, as the experimental class and class VIIIA, totaling 20 students, as the control class. The data collection technique used in this research is tests. The research data was analyzed using a parametric statistical test, namely the t-test with the help of SPSS. The results of the t-test data processing obtained a Sig (2-tailed) value of p=0.000, thus H0 was rejected and H1 was accepted because Sig (2-tailed) α or (0, 001 0.05). The results of this research state that the control class and experimental class have differences in student cognitive learning outcomes. In the experimental class, researchers used the RQA (Reading, Question and Answering) learning model so that it could improve students' cognitive learning outcomes in class. This can be seen in one of the indicators, namely C1 (remembering) 83%. Using the RQA (Reading, Question and Answering) learning model in learning, students look interested so that it can improve students' thinking abilities. Meanwhile, in the control class, researchers used conventional methods so that they could not improve students' cognitive learning outcomes, this can be seen from the C5 indicator (evaluating) with a percentage of 52%. The results of this control class percentage show that students' cognitive learning outcomes in the learning process using conventional methods are low. This fact shows that the RQA (Reading, Question and Answering) learning model has a significant influence on the cognitive learning outcomes of class VIII B students at SMP N 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Keywords: Cognitive Learning Results, Significant, RQA Learning Model *Researcher **Supervisor I **Supervisor II
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh peran penting sumber daya manusia
(SDM) dalam menentukan keberhasilan organisasi. Dalam konteks lembaga
keagamaan seperti Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kota Kupang,
kualitas dan semangat kerja pegawai merupakan faktor utama yang menentukan
efektivitas pelayanan dan pelaksanaan administrasi gerejawi. Namun berdasarkan hasil
observasi, ditemukan adanya fenomena seperti pegawai yang datang terlambat, pulang
sebelum jam kerja berakhir, kurang memiliki tanggung jawab dan motivasi kerja, serta
belum optimalnya kondisi lingkungan kerja, seperti ruang kerja yang sempit dan
fasilitas yang kurang memadai. Fenomena tersebut menunjukkan adanya indikasi
bahwa semangat kerja pegawai masih belum maksimal. Faktor-faktor yang diduga
memengaruhi semangat kerja karyawan adalah disiplin kerja dan lingkungan kerja.
Disiplin kerja berperan penting dalam menciptakan keteraturan dan tanggung jawab
individu terhadap tugas, sedangkan lingkungan kerja yang baik mampu menumbuhkan
kenyamanan, motivasi, dan antusiasme dalam bekerja. Berdasarkan hal tersebut,
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin kerja dan
lingkungan kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap semangat kerja
karyawan di Kantor Sinode GMIT Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode kuantitatif deskriptif asosiatif. Populasi penelitian ini berjumlah 93xv
orang karyawan, dan sebanyak 52 orang dijadikan sampel dengan teknik cluster
sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer, yang diperoleh melalui
penyebaran kuesioner dengan skala Likert 1-10. Data kemudian diolah menggunakan
program SPSS versi 22 dengan metode analisis regresi linier berganda, serta dilakukan
uji t (parsial), uji F (simultan), dan uji koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui
besarnya pengaruh antara variabel-variabel penelitian.
Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Disiplin Kerja (X₁) dan
Lingkungan Kerja (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Semangat Kerja (Y).
Indikator variabel disiplin kerja mencakup ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan,
tanggung jawab terhadap pekerjaan, dan kemampuan menjaga kinerja tanpa
pengawasan. Indikator lingkungan kerja mencakup pencahayaan, sirkulasi udara,
kebersihan, ruang gerak, dan keamanan kerja. Sementara indikator semangat kerja
meliputi motivasi bekerja keras, keterlibatan emosional terhadap pekerjaan, serta
produktivitas kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Disiplin Kerja
(X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja (Y). Hal ini
dibuktikan melalui hasil uji t, di mana diperoleh nilai t hitung sebesar 6,534 lebih besar
dari t tabel sebesar 2,009, serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan
bahwa semakin tinggi tingkat kedisiplinan pegawai, maka semakin tinggi pula
semangat kerja mereka. Pegawai yang memiliki disiplin tinggi cenderung memiliki
tanggung jawab besar, bekerja tepat waktu, dan berkomitmen terhadap tugas-tugas
yang diberikan. Hasil uji t untuk Lingkungan Kerja (X₂) juga menunjukkan pengaruh
positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja (Y) dengan nilai t hitung sebesar 4,329 >xvi
t tabel 2,009 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Hal ini berarti bahwa kondisi
lingkungan kerja yang baik-baik dari segi fisik seperti pencahayaan, sirkulasi udara,
dan kebersihan, maupun dari segi sosial seperti hubungan antarkaryawan berdampak
langsung pada peningkatan semangat kerja karyawan. Hasil uji F (simultan)
menunjukkan nilai F hitung sebesar 57,493 lebih besar dari F tabel sebesar 3,18,
dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa disiplin kerja dan
lingkungan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap semangat kerja karyawan di Kantor Sinode GMIT Kota Kupang. Dengan kata
lain, kedua faktor ini berperan penting dalam meningkatkan semangat kerja pegawai
secara kolektif. Adapun hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai R²
sebesar 0,712, atau 71,2%. Hal ini berarti bahwa sebesar 71,2% variasi perubahan
semangat kerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel disiplin kerja dan lingkungan
kerja, sedangkan 28,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini, seperti gaya kepemimpinan, penghargaan, kompensasi, serta motivasi
pribadi karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja dan
lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja, baik secara parsial
maupun simultan. Disiplin kerja merupakan faktor yang paling dominan dalam
meningkatkan semangat kerja karyawan. Pegawai yang disiplin cenderung lebih fokus,
memiliki tanggung jawab, serta menunjukkan komitmen tinggi terhadap tugas yang
diberikan. Sementara itu, lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung menciptakan
kondisixvii
Penelitian ini memiliki implikasi baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis,
hasil penelitian ini memperkuat teori manajemen sumber daya manusia yang
dikemukakan oleh Hasibuan (2019) dan Sedarmayanti (2017), yang menyatakan bahwa
disiplin kerja dan lingkungan kerja merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi
semangat kerja dan produktivitas karyawan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat
menjadi masukan bagi Kantor Sinode GMIT Kota Kupang untuk memperkuat sistem
kedisiplinan yang konsisten, memperbaiki fasilitas kerja agar lebih nyaman,
meningkatkan pengawasan kerja, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis dan
mendukung kolaborasi antarpegawai.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan dan
administrasi di Kantor Sinode GMIT tidak hanya ditentukan oleh kemampuan spiritual
dan teknis, tetapi juga oleh kualitas manajemen sumber daya manusia yang disiplin,
bersemangat, dan bekerja dalam lingkungan yang kondusif. Upaya peningkatan disiplin
kerja dan pembenahan lingkungan kerja akan menjadi strategi efektif dalam
membangun semangat kerja yang tinggi di kalangan karyawan, sehingga mendukung
tercapainya tujuan pelayanan gerejawi yang profesional dan berintegritas.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daerah Irigasi (DI) Air irigasi Dulurasa terdapat banyak saluran yang
retak, yang tidak terlihat karna tertutup oleh tanaman liar serta warga yang
melakukan alih fungsi lahan. Penelitian berjudul analisis efisiensi penyaluran air
irigasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui debit air yang disalurkan
pada saluran sekunder, mengetahui nilai efisiensi penyaluran air irigasi disaluran
sekunder Daerah Irigasi Dulurasa. Metode penelitian ini dilakukan dengan
pengumpulan data sekunder, yaitu data irigasi sekunder debit masuk dan debit
keluar sepanjang saluran. Hasil penelitian menunjukan tingkat kehilangan air
sebesar 4,128(/) Sedangkan efisiensi yang diperoleh 90,53%. Hal ini
disebabkan karna kondisi saluran yang kurang baik, penumpukan sampah pada
saluran dan pintu saluran sehinga laju aliran semakin lambat
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemerintah Indonesia telah menetapkan UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa.
Desa adalah sebuah kebijakan yang telah dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan
untuk menujukan kepada pembangunan dan kemajuan desa dengan melalui
pemberdayaan oleh masyarakat dan manajemen potensi yang ada di desa. Dengan
adanya UU Desa diharapkan mampu menjadi pedoman untuk dapat menciptakan
suatu desa yang mandiri secara politik, ekonomi yang mempunyai landasan sosial,
budaya dan kearifan lokal yang kuat. Konsistensi dalam pemerintah terkait upaya
pelimpahan wewenang perekonomian terwujud ke dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Masalah penelitian ini adalah Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun,
Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Dengan demikian persoalan
penelitian ini adalah Bagaimana Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun Kecamatan
Malaka Tengah, Kabupaten Malaka?. Tujuan penelitian ini adalah (a)
Mengidentifikasi praktik tata kelola keuangan yang ada di BUMDes Desa
Mataulan dan mengevaluasi efektivitasnya, dan (b) Menilai penerapan prinsip
Good Governance dalam pengelolaan BUMDes, termasuk keterbukaan,
akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
Untuk mendukung arah menelitian, beberapa teori diangkat yaitu (a)
Pengelolaan Keuangan. Pengelolaan keuangan BUMDes mengikuti tahapan
kegiatan mengikuti siklus perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan
oertanggungjawaban, dan (b) Good Governance. Good Governance didefinisikan
sebagai pemerintahan yang mengembangkan dan menetapkan konsep
profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, pelayanan besar, demokrasi, efisiensi,
efektivitas, dan supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
Populasi penelitian ini adalah pemangku kepentingan BUMDes Dato Mota
di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka berjumlah 9
orang yang sebagaimana tampak dalam struktur organisasi BUMDes Dato Mota,
Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Sampel penelitian sejumlah 3
orang masing-masing sekretaris desa, bendahara dan pengawas BUMDes Dato
Mota, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Data dikumpulkan dengan
metode wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisisnya, dapat diambil kesimpulan
bahwa BumDes Dato Mota do di Desa Mataulun, Kecamatan Malaka Tengan,
Kabupaten Malaka belum dikeloka dengan baik berdasarkan Prinsip Good
Governance. Di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses penyjian
laporan keuangan dan Efektivitas laporan keuanagan pada Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) Tunas Baru Talenta di pulau semau berdasarkan Standar
Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM). UMKM
memiliki peranan strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih banyak
pelaku UMKM yang belum menyusun laporan keuangan secara sistematis sesuai
standar yang berlaku, sehingga menghambat akses terhadap pembiayaan dan
pertumbuhan usaha.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
studi kasus pada sepuluh pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor, seperti
perdagangan, jasa, dan kuliner. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara langsung dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Tunas Baru Talenta dipulau
semau telah menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar SAK EMKM.
Penerapan SAK EMKM yang konsisten dapat membantu UMKM dalam
viii
pengambilan keputusan bisnis dan memperluas akses terhadap pembiayaan serta
kemitraan usaha
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP
PAUD) merupakan program pendanaan dari pemerintah yang ditujukan untuk men-
dukung keberlangsungan, pemerataan, dan peningkatan kualitas layanan PAUD.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih ditemukannya keterlambatan pencairan
dana, keterbatasan fasilitas pembelajaran, serta tantangan dalam pemanfaatan dana
secara optimal pada PAUD Omega di Desa Tarung Majaga, Kecamatan Katikutana
Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keefektivitasan pengel-
olaan dana BOP dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, yang mencakup
ketepatan waktu penerimaan dana, penggunaan dana untuk operasional
PAUD, dampak dana terhadap proses pembelajaran, serta kontribusinya bagi keberlan
jutan lembaga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Data dikumpulka
n melalui wawancara terstruktur, observasi, serta dokumentasi yang melibatkan
kepala sekolah, pendidik, dan orang tua peserta didik. Analisis data dilakukan melalui
proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles
dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOP di PAUD Omega
telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran,
ketersediaan alat peraga edukatif, serta pemenuhan sarana pendukung kesehatan dan
xvi
kebersihan anak. Dana BOP juga membantu meningkatkan akses anak ke layanan
PAUD dan meringankan beban biaya pendidikan orang tua. Namun demikian, efek-
tivitas pengelolaan dana belum optimal karena pencairan dana sering terlambat, pros-
es administrasi berlapis, serta kendala sinkronisasi data pada Dapodik yang meng-
hambat realisasi anggaran tepat waktu. Keterbatasan jumlah dana juga menyebabkan
beberapa kebutuhan operasional belum dapat terpenuhi secara menyeluruh.
Secara keseluruhan, dana BOP berkontribusi signifikan terhadap keberlangsun
gan penyelenggaraan pendidikan di PAUD Omega, tetapi diperlukan perbaikan sis-
tem pencairan, penguatan administrasi, serta peningkatan kapasitas pengelola untuk
memastikan pemanfaatan dana lebih efektif dan tepat sasaran
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan barang milik daerah
pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif
kualitatif yang melibatkan kepala bidang aset I dan bidang penataan ruang Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Penelitian ini berfokus pada pengelolaan barang milik daerah yang ada pada Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan
menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan barang milik
daerah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan sudah dilakukan dan berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan
kebutuhan dan pengangaran, pengadaan, pengunaan, pemanfaatan,
pengamanandan pemeliharaan, penilaian, pemidahtanganan, penghapusan,
pemusnahan, penatausahaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian.
Selain itu, pengelolaan yang dilakukan oleh subbagian Umum dan Kepegawaian
yang berada dibawah naungan Sekretariat Dinas sebagai pembantu pengelola telah
sesuai dengan prosedur siklus pengelolaan barang milik daerah yang diatur dalam
Permendagri No.19 Tahun 2016 tentang pengelolaan barang milik daerah, akan
tetapi belum semua terlaksana dengan maksimal seperti adanya keterlambatan
penyampaian laporan pada tingkat pengguna barang, pemanfaatan barang milik
daerah oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan yang hanya sebatas pada pemanfaatan sewa pengamanan yang dilakukan
oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan tidak melakukan pengamanan hukum
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul Pengaruh Fasilitas kerja, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap
Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Timur. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah apakah fasilitas
kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap
kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Timur, apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Untuk mengetahui
pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai
Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil diluar kontrak Pada
Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara yang
berjumlah 87 orang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan
sampel sebanyak 87 orang. Teknik pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini untuk
menggunakan kuesioner yang di sebarkan secara langsung. Sedangkan Teknik analisis data
menggunakan analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji Simultan (uji F), dan Koefisien
determinasi (R2).
Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Fasilitas Kerja di atas, nilai indeks setiap
indikator berkisar antara 84,59-88,84. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 347,44
dan nilai rata-rata indeks 86,86, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban
responden variabel Lingkungan Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 88,15-
89,65. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 355,07 dan nilai rata-rata indeks 88,76,
berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Motivasi Kerja
di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 83,33-89,42. Dengan demikian jumlah dari
seluruh indeks yaitu 348,37 dan nilai rata-rata indeks 87,09, berada dalam kategori tinggi.
Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y= 8,480 - 0,073 X1 + 0,304 X2 + 0,548
X3 di ketahui konstanta regresi sebesar 8,480, koefisien regresi b1= -0,073, koefisien regresi b2=
0,304 regresi b3= 0,548, Nilai konstanta sebesar 12,190 artinya jika nilai Fasilitas Kerja (X1)
Fasilitas Kerja (X2) dan Motivasi Kerja (X3) sama dengan nol, maka kinerja karyawan (Y)
memiliki nilai sebesar 12,190 satuan. Koefisien regresi (b1) sebesar -0,073 artinya jika nilai
motivasi kerja (X1) mengalami penurunan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan
menurunt sebesar -0,073 satuan, koefisien regresi bernilai negatif artinya terdapat pengaruh negatif
fasilitas kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b2) sebesar 0,304 artinya jika
lingkungan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan
meningkat sebesar 0,304 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif
disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b3) sebesar 0,548 artinya jika
lingkungan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan
meningkat sebesar 0,548 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif
disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).
Implementasi Terapan: berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penilaian dapat menggunakan
beberapa masukan sebagai berikut: dengan di ketahui bahwa variable fasilitas kerja di kategori baik
dan terlihat bahwa semua indikator variable fasilitas kerja mendapat respon yang baik maka hal ini
perlu perlu di tingkatkan atau tetap dalam keadaan ini. Dengan di ketahui bahwa variabel
lingkungan kerja di kategorikan baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa
variabel disiplin kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel lingkungan kerja
mendapat respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel
motivasi kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel motivasi kerja mendapat
respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya di sarankan untuk
memperdalam kajian terhadap ketiga variabel tersebut, dengan mempertimbangkan penggunaan
metode yang berbeda, objek atau lokasi yang lebih luas, serta pengujian terhadap karakteristik
demografis responden yang lebih beragam. Hal ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang
lebih komprehensif mengenai sejauh mana pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi
kerja terhadap kinerja pegawai dengan konteks yang berbeda,
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial Fasilitas Kerja berpengaruh negatif dan tidak
signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara parsial Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Timur, secara parsial Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pegawai
pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan
secara simultan Fasilitas Kerja, Lingkungan Kerja, Dan Motivasi Kerja berpengaruh secara
bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pajak merupakan sumber penerimaan utama negara yang memiliki peran strategis
dalam membiayai pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Tingginya ketergantungan negara terhadap penerimaan pajak
menuntut adanya peningkatan kepatuhan wajib pajak, khususnya wajib pajak
orang pribadi. Kepatuhan wajib pajak tidak hanya ditentukan oleh kewajiban
hukum semata, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem
administrasi perpajakan yang digunakan, tingkat pengetahuan perpajakan,
intensitas sosialisasi perpajakan, serta penerapan sanksi perpajakan. Dalam
konteks wilayah pedesaan, permasalahan kepatuhan pajak menjadi semakin
kompleks karena dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya
literasi perpajakan, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal.
Desa Baumata Timur merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Taebenu,
Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menunjukkan adanya
peningkatan jumlah wajib pajak orang pribadi dari tahun ke tahun. Berdasarkan
data Desa Baumata Timur, jumlah wajib pajak orang pribadi meningkat dari 1.120
orang pada tahun 2022 menjadi 1.149 orang pada tahun 2024. Meskipun jumlah
wajib pajak mengalami peningkatan, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi
di wilayah ini masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih rendahnya
pemanfaatan sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi seperti e-Filing, e-
Billing, dan DJP Online, terbatasnya kegiatan sosialisasi perpajakan yang belum
menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta masih kurangnya pemahaman wajib
pajak mengenai ketentuan dan sanksi perpajakan yang berlaku.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah wajib pajak
terdaftar dengan tingkat kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Selain
itu, hasil penelitian terdahulu juga menunjukkan adanya perbedaan temuan
(research gap) terkait pengaruh modernisasi administrasi perpajakan terhadap
kepatuhan wajib pajak. Beberapa penelitian menyatakan bahwa modernisasi
administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan
wajib pajak, sementara penelitian lainnya menemukan bahwa modernisasi
administrasi perpajakan tidak berpengaruh signifikan. Di sisi lain, variabel
pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan secara
umum dinyatakan memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak.
Perbedaan hasil penelitian tersebut mendorong perlunya penelitian lanjutan,
khususnya pada wilayah pedesaan yang memiliki karakteristik sosial, ekonomi,
dan pendidikan yang berbeda dengan wilayah perkotaan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan,
sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak
orang pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan gambaran empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi
kepatuhan wajib pajak orang pribadi di tingkat desa, serta menjadi bahan
pertimbangan bagi otoritas pajak dalam merumuskan kebijakan perpajakan yang
lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lokal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Desa
Baumata Timur, yaitu sebanyak 1.149 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan
menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 90 responden.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria tertentu, yaitu wajib pajak
orang pribadi yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), berdomisili atau
memiliki kegiatan ekonomi di Desa Baumata Timur, serta pernah melakukan
pelaporan atau pembayaran pajak dalam satu hingga dua tahun terakhir. Data
penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang disusun menggunakan
skala Likert lima poin.
Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari modernisasi administrasi
perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi
perpajakan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan wajib pajak orang
pribadi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis
regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 28. Sebelum
dilakukan analisis regresi, data terlebih dahulu diuji melalui uji validitas, uji
reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji
multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model
penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial modernisasi administrasi
perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak
orang pribadi di Desa Baumata Timur. Hal ini mengindikasikan bahwa
kemudahan penggunaan sistem perpajakan berbasis teknologi, seperti e-Filing dan
e-Billing, mampu mendorong wajib pajak untuk lebih patuh dalam melaksanakan
kewajiban perpajakannya. Meskipun pemanfaatan sistem modern belum
sepenuhnya optimal, keberadaan sistem administrasi perpajakan yang lebih efisien
dan transparan memberikan dampak positif terhadap perilaku kepatuhan wajib
pajak.
Selain itu, pengetahuan perpajakan juga terbukti berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Wajib pajak yang
memiliki pemahaman yang baik mengenai ketentuan umum perpajakan, jenis dan
tarif pajak, serta tata cara pelaporan dan pembayaran pajak cenderung lebih patuh
dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Pengetahuan perpajakan menjadi
faktor penting dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab wajib pajak
terhadap kewajiban kenegaraan.
Sosialisasi perpajakan dalam penelitian ini juga menunjukkan pengaruh positif
dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Sosialisasi yang
dilakukan oleh otoritas pajak, baik melalui kegiatan penyuluhan langsung maupun
media informasi, membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat
mengenai pentingnya membayar pajak. Di wilayah Desa Baumata Timur,
sosialisasi perpajakan yang mulai dilakukan secara lebih intensif terbukti mampu
mendorong partisipasi dan kepatuhan wajib pajak.
Selanjutnya, sanksi perpajakan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Keberadaan sanksi yang jelas dan
tegas memberikan efek jera bagi wajib pajak yang tidak patuh, sehingga
mendorong mereka untuk memenuhi kewajiban perpajakannya tepat waktu dan
sesuai ketentuan. Pemahaman wajib pajak mengenai konsekuensi hukum dan
administratif dari pelanggaran pajak menjadi faktor pendorong kepatuhan.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi
administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan
sanksi perpajakan merupakan faktor-faktor yang secara bersama-sama maupun
parsial berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang
pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini memberikan implikasi
bahwa peningkatan kepatuhan pajak di wilayah pedesaan tidak hanya memerlukan
penerapan sistem administrasi yang modern, tetapi juga harus diimbangi dengan
peningkatan edukasi, sosialisasi yang berkelanjutan, serta penegakan sanksi
perpajakan yang konsisten.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan literatur
perpajakan, khususnya terkait kepatuhan wajib pajak di wilayah pedesaan, serta
menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dan pemerintah daerah dalam
merancang strategi peningkatan kepatuhan pajak yang lebih efektif dan
berkelanjutan sesuai dengan karakteristik masyarakat desa
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Guru bukan hanya dituntut untuk kreatif di dalam pembelajaran
namun juga kreatif dalam membuat atau menggunakan sarana dan prasarana
yang ada dengan membawah siswa ke dalam situasi belajar yang menyenangkan
dalam pembelajaran dengan memunculkan dan mengembangkan kreativitasnya
dalam mengatasi keterbatasan prasarana dan sarana PJOK.
Tujuan penelitian: untuk mengetahui kreativitas guru dalam mengatasi keterbatasan
sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan
Kesehatan di Sekolah Dasar Negeri Nunbaun Sabu
Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.
Hasil dan pembahasan: Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SD Negeri Nunbaun
Sabu meliputi 6 buah bola kasti, 1 buah bola kaki, 1 buah bola basket, 2 buah
pemukul bola kasti, 15 buah kuns dan 1 lapangan serba guna. Pendekatan yang
digunakan untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana olahraga, maka
guru melakukan modifikasi sarana, seperti bola kasti dimodifikasi dengan
gulungan kertas, bola kaki menggunakan bola plastik.
Simpulan: Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di SD Negeri Nunbaun Sabu
masih tergolong terbatas dan belum sepenuhnya memenuhi standar ideal
pembelajaran Penjasorkes. Kreativitas guru sangatlah nampak dari hasil modifikasi
sarana dan prasarana dalam menunjang proses untuk ketercapaian tujuan pembelajaran
penjasorkes
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai
perbandingan keluaran (output) dengan masukan (input). Dimana produktivitas
merupakan ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan
dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Produktivitas juga dapat
digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan
barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi pertanian, produktivitas merupakan
perbandingan antara hasil yang diharapkan akan diterima pada waktu panen
(penerimaan) dengan biaya (pengorbanan) yang harus dikeluarkan. Hasil yang
diperoleh petani pada saat panen disebut produksi, dan biaya yang dikeluarkan
disebut biaya produksi. Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang
menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap
penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan
kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam
penelitian ini adalah mengetahui produktivitas Tani padi di Desa Kiuola
Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara dan Untuk mengetahui
pendapatan petani dari usaha tani padi di Desa Kiuola Kecamatan Noemuti
Kabupaten Timor Tengah Utara produktivitas petani padi sawah, mengetahui
indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi
petani padi sawah di Desa Kiuola Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam
penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan
observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas
petani adalah 3,38 dengan Produktivitas terendah 2,53 dan produktivitas tertingi
Rp 4,8. Nilai rata-rata pendapatan petani Rp 9.940.000 Pendapatan tertinggi ,
adalah Rp 13.000.000 dengan nilai pendapatan terendah petani Rp 6.000.000
Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan
produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi
sawah bisa di tingkatkan lagi
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA PARITI KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove, namun penebangan liar, alih fungsi lahan, dan pencemaran masih kerap dijumpai.tujuan adalah menginventarisasi jenis tumbuhan mangrove yang terdapat di wilayah pesisir Pantai Desa Pariti serta menganalisis kerapatan, dan dominansi. Metode yang digunakan adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif atau metode campuran dengan cara melakukan observasi terlebih dahuluh kemudian peneliti menarik garis transek sejauh 50 M kemudian membuat plot pada kedua transek, kemudian peneliti melakukan penjelajahan di setiap plot untuk mengidentifikasi, mengamati dan mendeskripsikan spesies yang ditemukan di setiap plot. sedangkan teknik pengambilan sampelnya menggunakan line transek yang dimodifikasi berdasarkan metode garis pantai berpeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 spesies mangrove di Pantai Pariti, yaitu Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Ceriops tagal. Spesies-spesies tersebut termasuk dalam tiga famili, yaitu Rhizophoraceae, Lythraceae, dan Acanthaceae. Dengan nilai tertinggi keanekaragaman pada tingkat semai terdapat pada transek 2 plot 3 dengan nilai H’=5,81 dan terendah terdapat pada transek 1, plot 1 dengan H’= 0, dengan spesies yang mendominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pancang terdapat pada transek 2 plot 3 dengan H’=5,76 dan terendah terdapat pada transek 1 plot 1 dengan H’=0 dengan spesies yang mendominasi Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pohon terdapat pada transek 2 plot 3 H’= 4,28 dan terendah H’=1,94 dengan jenis yang medominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Kerapatan tertinggi pada tingkat semai sebesar 69 ind/ha (40,08%), pada tingkat pancang 2,8 ind/ha (1,62%) dan pada tingkat pohon 0,52 ind/ha (0,30%). Kata kunci : Inventarisasi, Mangrove, Pariti, Keanekaragaman, Kerapatan Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MANGROVE PLANT SPECIES IN THE COASTAL AREA OF PARITI VILLAGE, SULAMU DISTRICT, KUPANG REGENCY Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** The mangrove ecosystem is one of the coastal ecosystems that has an important role in maintaining the balance of the coastal environment. Pariti Village, Sulamu District, Kupang Regency, is one of the coastal areas that has a mangrove ecosystem, but illegal logging, land conversion, and pollution are still often found. The aim is to inventory the types of mangrove plants found in the coastal area of Pariti Village Beach and analyze density and dominance. The method used is The method used in this study is qualitative and quantitative or mixed methods by conducting observations first then the researcher draws a transect line as far as 50 M then makes a plot on both transects, then the researcher explores each plot to identify, observe and describe the species found in each plot. while the sampling technique uses a modified line transect based on the mapped coastline method. The results showed that there are 6 mangrove species in Pariti Beach, namely Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, and Ceriops tagal. These species belong to three families, namely Rhizophoraceae, Lythraceae, and Acanthaceae. With the highest value of diversity at the seedling level found in transect 2 plot 3 with a value of H’=5.81 and the lowest found in transect 1, plot 1 with H’=0, with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest value of diversity at the sapling level found in transect 2 plot 3 with H’=5.76 and the lowest found in transect 1 plot 1 with H’=0 with the dominant species being Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa. The highest value of diversity at the tree level found in transect 2 plot 3 H’=4.28 and the lowest H’=1.94 with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest density at the seedling level was 69 ind/ha (40.08%), at the sapling level 2.8 ind/ha (1.62%) and at the tree level 0.52 ind/ha (0.30%). Keywords: Inventory, Mangrove, Pariti, Biodiversity, Density Information: *) Researcher **) Adviser
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS ANTIOKSIDAN PADA MASKER WAJAH BERBAHAN DASAR ARANG AKTIF TEMPURUNG LONTAR (Borassus flabeliffer L) Redo. I)* Ballo. A)** Nge. S.T.M)** Lontar (Borassus flobellifer L.) adalah salah satu jenis pohon palma yang banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), lontar ditemukan hampir diseluruh wilayah, termasuk Pulau Timor, Rote, dan Sabu. Pulau Rote bahkan dikenal dengan julukan Nusa Lontar, karena keberadaan pohon ini yang sangat melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kandungan antioksidan pada masker wajah berbahan dasar arang aktif tempurung lontar (Borassus flabeliffer L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DPPH (1,1-defenil-2-pikrilhidrazil) dengan menggunkan spektrofotometer UV-VIS. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam Analyze Of Variance (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel kemudian dijabarkan dalam bentuk narasi. Berdasarkan nilai IC50 pada produk masker wajah perlakuan F3 tergolong sangat kuat. Antioksidan dari masker wajah dengan penambahan arang aktif tempurung lontar diperoleh nilai IC50 pada F3 dengan nilai IC50 46,62572501, yang menunjukan bahwa F3 adalah formulasi yang paling efektif dalam menangkal radikal bebas. Kata Kunci : Lontar, arang aktif, masker wajah Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT ANTIOXIDANT ANALYSIS OF FACE MASK BASED ON ACTIVE ARCHARGE OF LONTAR (Borassus flabeliffer L) TEMPURES Redo. I)* Ballo. A)** Nge. S.T.M)** Lontar (Borassus flobellifer L.) is a type of palm tree that grows in Southeast Asia and South Asia. In Indonesia, especially East Nusa Tenggara (NTT), lontar is found in almost all regions, including Timor, Rote, and Sabu islands. Rote Island is even known as Nusa Lontar, due to the abundant presence of this tree. The purpose of this study was to determine the antioxidant content of face masks made from lontar shell activated charcoal (Borassus flabeliffer L). The method used in this study was the DPPH (1,1-defenyl-2-picrylhydrazyl) method using a UV-VIS spectrophotometer. The data obtained were analyzed by Analyze Of Variance (ANOVA) to determine the effect of the treatment tried. The results of the analysis are presented in tabular form and then described in narrative form. Based on the IC50 value of the F3 treatment face mask product is classified as very strong. Antioxidants from face masks with the addition of activated charcoal of lontar shell obtained IC50 value in F3 with IC50 value 46,62572501, which shows that F3 is the most effective formulation in counteracting free radicals. Keywords : Lontar, activated charcoal, face mask Description *) : Researcher **) : Advisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROJECT SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas XI SMA Negeri Banat adalah rendahnya penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran materi sistem reproduksi manusia sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian true eksperimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 41 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 2, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan tes penguasaan konsep, data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan penguasaan konsep siswa. Pada kelas eksperimen peneliti menggunakan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains sehingga dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dikelas. Hal ini dapat di lihat dari nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 68,85 sedangkan pada kelas kontrol 56,4. Hasil presentase kelas kontrol ini menunjukan bahwa penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa di kelas XI SMA Negeri Banat. Kata Kunci: Bahan ajar, E-Modul Interaktif, Sistem Reproduksi Manusia, Penguasaan Konsep Keterangan * ) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE USE OF INTERACTIVE E-MODULES BASED ON SCIENCE PROJECTS ON STUDENTS' MASTERY OF CONCEPTS Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** One of the problems contained in class XI of SMA Negeri Banat is the low mastery of students' concepts in the process of learning material on the human reproductive system, so the purpose of this study is to determine the effect of the use of Interactive E-Modules Based on Science Projects on Students' Conceptual Mastery. This research is an experimental method research with a true experimental design research design. With a population of 41 and a sample of two classes consisting of students in class X Science 1 and class X Science 2, where class X Science 1 as a control class with a total of 20 students and class XI Science 2 as an experimental class with a total of 21 students. The sampling used is a saturated sampling technique. Data collection was used a concept mastery test, research data was analyzed using a parametric statistical test, namely a t-test with the help of SPSS. The results of this study state that in the control class and the experimental class, there is a difference in students' mastery of concepts. In the experimental class, the researcher used an Interactive E-Module Based on a Science Project so that it could improve students' mastery of concepts in the classroom. This can be seen from the average posttest score of the experimental class which is 68.85 while in the control class it is 56.4. The results of the percentage of this control class show that students' mastery of concepts in the learning process using printed books is still low. This fact shows that there is a significant influence on the use of Science Project-Based Interactive E-Modules on Student Concept Mastery in grade XI of SMA Negeri Banat. Keywords: Teaching Materials for Interactive E-Modules, Human Reproductive System, Concept Mastery Description * ) : Researcher **) : Supervisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh love of money, sifat machiavellian, dan pemahaman perpajakan terhadap persepsi penggelapan pajak (tax evasion) pada Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Atambua. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang memiliki peranan penting dalam membiayai pembangunan nasional dan penyelenggaraan pelayanan publik. Sistem perpajakan di Indonesia menganut self assessment system yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan kewajiban pajaknya sendiri. Namun, sistem ini juga membuka peluang terjadinya pelanggaran, salah satunya dalam bentuk penggelapan pajak. Penggelapan pajak merupakan tindakan ilegal yang dilakukan dengan sengaja untuk mengurangi atau menghindari pembayaran pajak yang seharusnya terutang. Fenomena ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga merusak rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan.
Persepsi individu terhadap penggelapan pajak menjadi faktor penting karena persepsi tersebut dapat memengaruhi sikap dan kecenderungan perilaku wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Persepsi yang permisif terhadap penggelapan pajak berpotensi meningkatkan toleransi terhadap tindakan tidak patuh, sedangkan persepsi yang menolak penggelapan pajak dapat memperkuat kepatuhan sukarela. Persepsi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya faktor psikologis dan faktor kognitif. Dalam penelitian ini, faktor psikologis diwakili oleh variabel love of money dan machiavellian, sedangkan faktor kognitif diwakili oleh pemahaman perpajakan.
Love of money menggambarkan tingkat kecintaan individu terhadap uang dan sejauh mana uang dipandang sebagai tujuan utama dalam hidup. Individu dengan tingkat love of money yang tinggi cenderung menempatkan uang sebagai simbol keberhasilan, kekuasaan, dan kebahagiaan, sehingga berpotensi mengabaikan norma etika demi keuntungan finansial. Sifat machiavellian menggambarkan karakter manipulatif, pragmatis, dan cenderung menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan pribadi. Individu dengan sifat machiavellian tinggi umumnya lebih toleran terhadap perilaku tidak etis dan lebih berorientasi pada hasil daripada proses. Sementara itu, pemahaman perpajakan mencerminkan tingkat pengetahuan dan pengertian wajib pajak terhadap aturan, prosedur, hak, kewajiban, serta manfaat pajak bagi negara. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membentuk sikap yang lebih patuh dan menolak praktik penggelapan pajak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup kepada responden yang merupakan Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Atambua. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert lima poin. Populasi penelitian adalah seluruh WPOP terdaftar di KPP Pratama Atambua, sedangkan sampel penelitian berjumlah 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik ini digunakan karena populasi yang luas dan keterbatasan akses langsung terhadap seluruh anggota populasi, sehingga responden awal membantu merekomendasikan responden berikutnya yang memenuhi kriteria penelitian.
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen, yaitu love of money (X1), machiavellian (X2), dan pemahaman perpajakan (X3), serta satu variabel dependen yaitu persepsi penggelapan pajak (Y). Indikator variabel love of money mencakup pandangan bahwa uang adalah ukuran keberhasilan, sumber motivasi utama, dan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Variabel machiavellian diukur melalui indikator kecenderungan manipulasi, pembenaran tindakan tidak etis, dan orientasi pada kepentingan pribadi. Variabel pemahaman perpajakan diukur melalui pengetahuan tentang NPWP, perhitungan pajak, kewajiban pelaporan, sanksi, dan manfaat pajak. Persepsi penggelapan pajak diukur melalui pandangan responden mengenai benar atau salahnya tindakan penggelapan, dampaknya bagi negara, dan kewajiban kejujuran dalam pelaporan pajak.
Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26 melalui beberapa tahap, yaitu analisis pendahuluan dan analisis lanjutan. Analisis pendahuluan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan kualitas instrumen penelitian. Analisis lanjutan meliputi uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, serta analisis regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t untuk melihat pengaruh parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dan uji simultan untuk melihat pengaruh bersama-sama, dengan tingkat signifikansi 0,05. Selain itu, koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel love of money tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecintaan terhadap uang pada responden tidak secara langsung membentuk persepsi yang membenarkan atau menolak penggelapan pajak. Variabel machiavellian berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Artinya, semakin tinggi sifat machiavellian yang dimiliki individu, semakin besar kecenderungannya memiliki persepsi yang lebih permisif terhadap tindakan penggelapan pajak. Individu dengan karakter manipulatif dan berorientasi pada kepentingan pribadi cenderung lebih mudah membenarkan tindakan yang melanggar aturan jika dianggap menguntungkan. Sementara itu, variabel pemahaman perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak, yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perpajakan responden belum tentu sejalan dengan pembentukan persepsi etis terhadap penggelapan pajak.
Secara simultan, variabel love of money, machiavellian, dan pemahaman perpajakan berpengaruh terhadap persepsi penggelapan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi faktor psikologis dan kognitif secara bersama-sama tetap memiliki peran dalam membentuk persepsi wajib pajak terhadap tindakan penggelapan pajak. Variabel yang paling dominan memengaruhi persepsi penggelapan pajak dalam penelitian ini adalah machiavellian. Temuan ini menegaskan bahwa aspek kepribadian dan karakter manipulatif memiliki peran yang lebih kuat dibandingkan orientasi terhadap uang maupun tingkat pemahaman aturan perpajakan.
Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan perilaku dan psikologis dalam upaya meningkatkan kepatuhan pajak, selain pendekatan edukasi formal. Otoritas pajak tidak hanya perlu meningkatkan literasi perpajakan, tetapi juga memperkuat pembentukan nilai etika dan integritas melalui edukasi, sosialisasi, dan strategi komunikasi yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi perpajakan dan perilaku wajib pajak, serta menjadi masukan praktis bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merancang program peningkatan kepatuhan pajak, khususnya pada Wajib Pajak Orang Pribadi di wilayah KPP Pratama Atambua.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE(RTE) TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang adalah rendahnya kemampuan metakognitif dalam proses pembelajaran materi sistem pencernaan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian Quasi-experimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas VIII-A dan kelas VIII-B, di mana kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 15 orang dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan metakognitif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik, yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan kemampuan metakognitif. Pada kelas eksperimen, peneliti menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange sehingga dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa di kelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator, yaitu merencanakan, dengan persentase 82,30%. Pada saat guru menjelaskan menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange di dalam kelas, siswa terlihat tertarik dan adanya keinginan dalam proses pembelajaran sehingga mampu untuk menyajikan edukasi sistem pencernaan. Sedangkan pada kelas kontrol, peneliti menggunakan buku cetak sehingga siswa terlihat tidak aktif karena merasa jenuh dan bosan. Hal ini dilihat dari indikator yang sama, yaitu merencanakan, dengan persentase 48,30%. Hasil persentase kelas kontrol ini menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange dan Kemampuan Metakognitif. Keterangan:)* : Peneliti )** : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) LEARNING MODEL ON STUDENTS' METACOGNITIVE ABILITIES IN SCIENCE MATERIAL IN GRADE VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** One of the problems found in class VIII SMPN 17 Kupang City is the low metacognitive ability in the learning process of digestive system material, so the purpose of this study is to determine the effect of using the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities. This study is an experimental method study with a Quasi-experimental design. With a population of 52 and a sample of two classes consisting of class VIII-A and class VIII-B students, where class VIII-A is the experimental class with 15 students and class VIII-B as the control class with 21 students. The sampling used is a purposive sampling technique. Data collection uses a metacognitive ability test. The research data were analyzed using parametric statistical tests, namely the t-test with the help of SPSS. The results of this study state that the control class and the experimental class have differences in metacognitive abilities. In the experimental class, researchers used the Rotating Trio Exchange learning model so that it can improve students' metacognitive abilities in the class. This can be seen in one of the indicators, namely planning, with a percentage of 82,30%.When the teacher explained using the Rotating Trio Exchange learning model in class, students appeared interested and eager in the learning process so they were able to present digestive system education. Meanwhile, in the control class, the researcher used printed books so that students appeared inactive because they felt bored and tired. This can be seen from the same indicator, namely planning, with a percentage of 48,30%. The results of the control class percentage indicate that students' metacognitive abilities in the learning process using printed books are still low. This fact indicates that there is a significant influence on the use of the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities in class VIII of SMPN 17 Kota Kupang. Keywords: Rotating Trio Exchange Learning Model and Metacognitive Skills. Note: )*: Researcher )**: Supervisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Tandelilin (2010:26) pasar modal adalah pertemuan antara pihak
yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara
memperjual belikan sekuritas. Pasar modal memiliki peran sebagai sarana yang
efektif dalam mengalihkan dana dari masyarakat ke berbagai kegiatan produktif.
Dana yang diinvestasikan di pasar modal bersifat jangka panjang. Salah satu
bentuk investasi yang dapat di pilih oleh investor adalah saham. Investasi dalam
saham menarik bagi investor karena adanya potensi keuntungan, baik melalui
capital gain maupun deviden yang tinggi. Menurut Tannadi, (2020,5) harga saham
merupakan tanda kepemilikan dalam suatu perusahaan yang berarti bahwa
memiliki saham menandakan memiliki bagian dari kepemilikan perusahaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga saham, terutama di sektor perbankan,
mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor makroekonomi. Harga saham
mencerminkan nilai suatu perusahaan yang dapat diamati langsung oleh investor.
Semakin tinggi harga saham, semakin besar pula nilai dan keuntungan peusahaan,
yang pada akhirnya menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.
Sebaliknya, jika harga saham menurun, daya tarik investasi juga berkurang.
Menurut Suparmono (2018:158) inflasi merupakan kondisi di mana harga
barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum dan berkelanjutan dalam suatu
periode tertentu. Tingginya tingkat inflasi dapat menyebabkan meningkatnya
beban biaya operasional penyaluran kredit akibat besarnya biaya yang harus
dikeluarkan. Apabila kenaikan biaya tersebut melebihi peningkatan harga jual
produk yang ditetapkan perusahaam, maka tingkat keuntungan atau profitabilitas
perusahaan akan menurun. Kondisi ini membuat investor kurang tertarik untuk
berinvestasi, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan harga saham.
Sebaliknya, inflasi yang rendah akan mendorong pertumbuhan usaha danxvi
peningkatan kredit di sektor perbankan. Jika kenaikan biaya masih berada di
bahwa kenaikan harga jual produk, maka profitabilitas perusahaan akan
meningkat, investor akan senang untuk menanamkan dananya di perusahaan
tersebut sehingga harga saham akan mengalami kenaikan. Menurut Boediono
(2011:75) tingkat suku bunga yaitu sebagai harga dari penggunaan uang untuk
jangka waktu tertentu. Suku bunga merupakan salah satu variabel utama dalam
perekonomian yang memiliki dampak luas dan signifikan. Oleh karena itu,
berbagai pihak seperti pemerintah, bank sentral, investasi, dan pelaku bisnis perlu
memberikan perhatian khusus terhadap pergerakannya. Pengaruh suku bunga
mencakup berbagai aspek, termaksut investasi, konsumsi, tabungan, serta
pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Ketika suku bunga meningkat tajam,
dampaknya terhadap arus kas perusahaan dan biaya modal menjadi semakin
besar. Hal ini menegaskan betapa pentingnya pemahaman dan pengelolaan suku
bunga secara cermat dalam operasional perusahaan.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti
akan membahas pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap terhadap harga saham
pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam
penelitian ini sebanyak 25 perusahaan perbankan. Teknik pengumpulan analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh inflasi dan
suku bunga terhadap harga saham pada perusahaan perbankan, peneliti
menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Asumsi Klasik, Uji
Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil
penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa secara persial inflasi (X1)
berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Dan suku bunga
(X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Sedangkan
secara silmultan atau secara bersama-sama inflasi (X1) dan suku bunga (X2) tidak
berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini di buktikan dengan perolehan hasil
pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstantan α
sebesar 3.235,129 sedangkan koefisien β1 = 0,039 β2 = -0,387 dengan demikian
persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan bahwa inflasixvii
suku bunga (X2) tidak berpengaruh terhadap harga saham (Y). adalah sebagai
berikut :Y= 3.235,129 + 0,039 – 0,387.
Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu inflasi (X1) berpengaruh positif
dan tidak signifikan terhdap harga saham (Y). Diketahui bahwa untuk variabel
inflasi (X1) ditemukan nilai thitung 0,110 < ttabel 1,980 dan Sig. (0,912) > 0,05,
maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya inflasi tidak berpengaruh signifikan
terhadap harga saham (Y). Berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu suku bunga (X2)
nilai thitung - 0,826 < ttabel 1,980 dan Sig. (0,411) > 0,05, maka H0 diterima dan
Ha ditolak. Artinya suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap harga
saham (Y). Untuk pengujian uji F didapatkan nilai Fhitung sebesar 0,356 <
Ftabel 2,68 dan nilai signifikan 0,701 > 0,05, artinya bahwa secara simultan
inflasi (X1) dan suku bunga (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga
saham (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji determinasi (R2) dapat
diketahui bahwa variabel inflasi (X1) dan suku bunga (X2) bersama-sama dalam
menjelaskan pengaruhnya terhadap harga saham (Y) adalah 0,6%. Sedangkan
sisanya sebesar 99,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK INVENTARISASI TUMBUHAN PARASIT DIKAWASAN HUTAN DESA OEBATU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO Mesah, M,D.)* Ballo, A.)** Nge, S,T.M.)** Inventarisasi tumbuhan parasit sangat besar manfaatnya dalam rangka menambah wawasan mengenai keanekaragaman tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk 1). menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan parasit, 2). mengetahui karakteristik inang Di Kawasan Hutan Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data eksplorasi dan sampling (plot). Hasil Penelitian telah ditemukan 3 spesies tumbuhan parasit yang tergolong ke dalam 3 famili yakni Spesies Tali Putri (Cassytha filiformis), F.(Lauraceae), Spesies Benalu (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), dan spesies Cendana (Santalum album), F.(Santalaceae). Berdasarkan karakteristik pada inangnya ditemukan 9 spesies inang yang tergolong dalam 2 karakteristik inang yaitu : pertama, pohon antara lain : Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula dan Mallotus philippensis. Kedua adalah perdu yaitu: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa dan Vitex trifolia. Kata Kunci: Inventarisasi, Tumbuhan Parasit, Inang, Desa Oebatu. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF PARASITIC PLANTS IN THE FOREST AREA OF OEBATU VILLAGE, SOUTHWEST ROTE DISTRICT, ROTE NDAO REGENCY Mesah, M,D.)* Ballo, A)** Nge, S,T.M.)** Inventory of parasitic plants was very beneficial in order to increase insight into plant diversity. This study aims to 1). Inventory the types of parasitic plants, 2). determine the characteristics of the host in the Oebatu Village Forest Area, Southwest Rote District, Rote Ndao Regency. The research method used was a qualitative descriptive method with exploration and sampling (plot) data collection techniques. The founding of the study were found 3 species of parasitic plants belonging to 3 families namely the Princes Rope species (Cassytha filiformis), F. (Lauraceae), Mistletoe species (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), and Sandalwood species (Santalum album), F. (Santalaceae). Based on the characteristics of the host, 9 host species were found which were classified into 2 host characteristics, namely : first, trees including: Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula and Mallotus philippensis. The second is shrubs, namely: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa and Vitex trifolia. Keywords : Inventory, Parasitic Plants, Hosts, Oebatu Village Information: *) Researcher **) Advisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
PEMAHAMAN GENERASI MUDA TENTANG NILAI-NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM RUMAH ADAT SABU DI DESA MOLIE KECAMATAN HAWU MEHARA, KABUPATEN SABU RAIJUA Mehi O)** pellu L.H)** Metboki M)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam rumah adat Sabu di Desa Molie, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Rumah adat Sabu merupakan warisan budaya yang memiliki makna sosial, religius, dan filosofis yang tinggi, namun di tengah perkembangan zaman nilai-nilai tersebut mulai mengalami pergeseran dan kurang dipahami oleh generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Responden penelitian terdiri atas tokoh adat, aparat pemerintah desa, orang tua, dan generasi muda. data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya dalam rumah adat Sabu masih tergolong rendah. Sebagian besar responden mengetahui bentuk fisik rumah adat, namun belum memahami makna simbolik dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, seperti nilai gotong royong, religiusitas, keharmonisan dengan alam, serta penghormatan kepada leluhur. faktor penyebabnya antara lain kurangnya peran keluarga dan tokoh adat dalam pewarisan budaya, serta minimnya pembelajaran budaya lokal di sekolah.Meskipun demikian, sikap generasi muda terhadap pelestarian budaya tergolong positif. mereka menyadari pentingnya melestarikan rumah adat sebagai identitas budaya daerah dan bersedia berpartisipasi dalam kegiatan budaya jika diberikan dukungan. oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan budaya lokal dan mendorong. keterlibatan generasi muda dalam pelestarian rumah adat. .