· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualiatas sumber daya manusia,pemanfaatan teknologi informasi,sistem pengendalian intern dan pengawasan keuangan daerah terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah Pendekatan penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Responden dalam penelitian ini 30 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuisioner. Data penelitian diolah dengan menggunakan SPSS. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda. Sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pemanfaatan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Sistem pengendalian intern berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pengawasan keuangan daerah secara individual mempengaruhi nilai informasi laporan keuangan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat Pengujian hipotesis pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada kualitas sumber daya manusia sebesar 2,874 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,93 lebih besar dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh kualitas sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan. (2) Pengujian hipotesis pemanfaatan teknologi informasi terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pemanfaatan teknologi informasi 2.262 lebih besar t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,008 lebih kecil dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah . Itu berarti Ho di terima Ha di tolak. (3)Pengujian hipotesis Pengaruh sistem pengendalian internal terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada sistem pengendalian internal sebesar 2,03 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .(4)Pengujian hipotesis pengawasan keuangan daerah terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pengawasan keuangan daerah sebesar 3,043 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,007 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pengawasan keuangan daerah berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .
Kata Kunci : Kualitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Sistem Pengendalian Intern, Pengawasan Keuangan Daerah, Terhadap Nilai Informasi Pelaporan Keuangan pemerintah daerah
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
YOHANIS RAIMOY (15380012) STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA TOMLIAPAT KECAMATAN WETAR TIMUR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA .mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Laremba, 2014). Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang sangat penting. Fungsi ekologi mangrove adalah sebagai pelindung garis pantai yang dapat mencegah instrusi air laut berupa abrasi, sebagai tempat tinggal banyak biota (habitat), tempat mencari makan (feeding ground), tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground), tempat pemijahan (spawning ground) bagi aneka biota perairan. Desa Tomliapat berada di bagian Barat Kabupaten Maluku Barat Daya dan memiliki mangrove yang hidup di pesisir pantai tersebut. Hutan mangrove di daerah ini memiliki luas 10 hektar. Masyarakat di Desa Tomliapat telah memanfaatkan kawasan pesisir sebagai sumber penghidupan mereka. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Jenis-jenis mangrove yang teridentifkasi terdiri dari 2 Family dan 3 genus yakni family Rhizophoraceae (Spesies Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata), family Acanthacheae Spesies (Avicennia alba). Jenis Rhizophora mucronata merupakan jenis yang lebih mendominasi pada lokasi penelitian. Sedangkan jenis Avicennia alba merupakan jenis yang memiliki kemunculan terendah pada lokasi penelitian. Kata Kunci : Struktur, Komonitas, Mangrove, Kecamatan Wetar Timur
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KSP CU SERVIAM KOTA KUPANG DAN KSP KOPDIT SWASTI SARI KUPANG
NAMA : MARIA T. POSENTY SEUK
NIM : 17411230
FAKULTAS : EKONOMI
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
ABSTRAK
MARIA T. POSENTY SEUK (17411230). Analisis Perbandingan Prosedur Pemberian Kredit Pada KSP CU Serviam Kota Kupang dan KSP KOPDIT Swasti Sari Kupang. JUSUF ABOLADAKA,SE.,M.Si dan ALYA ELITA SJIOEN,SE.,MM sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi jalur minat Manajemen Keuangan Murni Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Prosedur Pemberian Kredit Pada KSP CU Serviam Kota Kupang dan KSP KOPDIT Swasti Sari Kupang. No.21/Per/-M.KUKM/XI/2008 tentang koperasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. teknik analisis yang dilakukan pada saat penelitian adalah wawancara dengan populasi yaitu anggota KSP CU serviam kota kupang dan KSP KOPDIT swasti sari kupang sampel dalam penelitian ini adalah kadiv kredit dan dokumen-dokumen prosedur pemberian kredit tahun 2022.
Perkembangan dalam usaha koperasi sangat dipengaruhi oleh banyaknya debitur yang dimiliki. Sehingga apabila dari tahun ke tahun koperasi memiliki peningkatan dalam keanggotaan maka dapat dikatakan bahwa koperasi tersebut mengalami kemajuan. Sebaliknya jika debitur dalam suatu koperasi tersebut mengalami penurunan dari tahun ke tahun maka dapat di katakan juga bahwa koperasi tersebut mengalami penurunan. Begitu pula dengan dengan tingkat keuntungan koperasi, semakin banyak debitur maka tingkat keuntungan pada koperasi otomatis mengalami peningkatan dan jika debitur berkurang maka keuntungan yang di diperoleh menurun.
Secara garis besar dengan melihat peluang dan kebutuhan ekonomi saat ini, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) lebih murah dan mudah dibandingkan badan perkreditan lainnya seperti perbankan. Dilihat dari kemudahan dalam persyaratan pemberian kredit, masyarakat umum akan lebih mudah bertransaksi dengan KSP karena untuk mengajukan dan seleksi atas permohonan kredit lebih mudah daripada badan kredit lainnya. Dalam KSP, tanpa jaminan anggota bisa mendapatkan kredit tetapi bagi masyarakat umum bisa hanya menggunakan BPKB dan surat dasaran usaha.
Keberhasilan pemberian kredit tidak terlepas dari prosedur pemberian kredit yang dijalankan dalam pengelolaan pemberian kredit kepada anggota. Prosedur pemberian kredit merupakan ketentuan yang menjamin hak pemberi pinjaman dalam memberikan pinjaman kepada peminjam agar pinjaman dapat dikembalikan sesuai kesepakatan dengan kata lain bahwa prosedur pemberian kredit mewajibkan peminjam untuk melunasi pinjaman sesuai kesepatan dengan peminjam beserta bunga yang ditetapkan. Untuk itu pengurus koperasi harus menjalankan prosedur pemberian kredit sehingga anggotanya bertanggung jawab dalam memanfaatkan kredit usaha sehingga dapat disalurkan kembali kepada anggota yang memerlukannya sehingga koperasi harus melakukan beberapa prosedur pemberian kredit dengan baik.
Dalam kegiatan pemberian kredit, kendala yang biasanya dihadapi dalam pemberian kredit adalah kredit macet dan kemungkinan terdapat kendala-kendala yang lain. Kendala lain menurut hasil penelitian adalah tidak menerapkan prosedur sebagaimana mestinya, hal ini menurut wawancara untuk kasus khusus terutama dikalangan pengurus.
Kata Kunci : Prosedur Pemberian Kredit
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN KUPANG (STUDI KASUS PELAYANAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KELURAHAN NAIBONAT KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG) Organisasi merupakan wadah atau tempat yang digunakan beberapa orang untuk melakukan kerja sama. Organisasi akan berkembang dengan baik tergantung pada sumber daya yang tersedia, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya. sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam organisasi swasta maupun pemerintah dalam aktivitas pelayanan. Aktivitas pelayanan dalam suatu organisasi atau lembaga akan sangat berperan dalam wkelancaran kegiatan organisasi. Pelayanan dalam organisasi khususnya kantor dituntut untuk cepat dan tepat. Hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Bagi organisasi publik, pelayanan yang baik tercermin dari setiap efektivitas dan efisiensi kegiatan yang dilakukan. Pada dasarnya pelayanan publik merupakan segala kegiatan yang dilaksanankan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan dan pelaksanan ketentuan peraturan perundan-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Dan Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kupang (Studi Kasus Pelayanan Program Keluarga Harapan (Pkh) Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang) Jenis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 41 orang dari jumlah populasi sebanyak 372 masyrakat Penerima Program Keluarga Harapan PKH/pegawai Dinassosial Kabupatenkupang. Teknik pengambilan data berupa menyebarkan kuesioner kepada seluruh masyrakat Penerima Program Keluarga Harapan/Pegawai Dinaas Sosial Kabupaten Kupang. sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 41orang. Nilai variabel Kualitas Pelayanan Publik (X1) ditemukan thitung1.792 2.02439 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Kualitas Pelayanan Publik (X1) yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Pengaruh Displin Kerja (X2) terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan thitung0.246 ttabel>2.02439 maka H0 diterima dan Ha ditolak yaitu variabel Kualitas Displin Kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Nilai Fhitung 2.319 dengan nilai Ftabel 3.24 sehingga tingkat signifikan 0.133>0.05 maka H0 ditterima Ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik (X1) dan Disiplin Kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kupang. Dapat dilihat Nilai dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi pada nilai Adjusted R Square 0.236. hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 23,6% sisanya 76.4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan publik di Indonesia. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah profitabilitas, likuiditas, leverage keuangan, ukuran perusahaan sebagai variabel independen sedangkan ketepatan waktu sebagai variabel dependen. Sampel penelitian ini terdiri dari 10 perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menyampaikan laporan keuangan ke OJK dalam periode tahun 2018-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan pemilihan sampel dengan menggunakan metode purposive. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel Profitabiltas negatif sebesar (–0.047) yang berarti bahwa setiap peningkatan profit sebesar 1% akan mengakibatkan profitabilitas sebesar (-0,047) atau 4,7%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk profitabilitas (negatif) sebesar (-0.774) dengan tingkat siknifikan sebesar 0.446>0.05, maka dapat dikatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel Likuiditas positif sebesar 0.032 yang berarti bahwa setiap peningkatan likuiditas sebesar 1% akan mengakibatkan profitabilitas sebesar 0.032 atau 3.2%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk likuiditas (positif) sebesar 0.280 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.782>0.05, maka dapat dikatakan bahwa likuditas tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel laverage (negatif) sebesar (-0.050) yang berarti bahwa setiap peningkatan laverage sebesar 1% akan mengakibatkan laverage sebesar (-0.050) atau 5%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk laverage (negatif) sebesar -0,255 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.801>0.05, maka dapat dikatakan bahwa laverage tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel ukuran perusahaan (positif) sebesar 0.033 yang berarti bahwa setiap peningkatan ukuran perusahaan sebesar 1% akan mengakibatkan ukuran perusahaan sebesar 0.033 atau 3.3%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk ukuran perusahaan (negatif) sebesar -0,225 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.801>0.05, maka dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Kata Kunci : Ketepatan Waktu, Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dan Ukuran Perusahaan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MARIA ELYSABETH PANDIE (15380123). Kontribusi Ekonomi Istri Nelayan Terhadap Pendapatan Keluarga Nelayan Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perempuan memiliki kontribusi yang berarti terhadap kondisi ekonomi rumah tangga nelayan. Peran wanita nelayan dari berbagi lapisan sosial yang berbeda dalam usaha perikanan maupun non-perikanan diharapkan dapat berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi ekonomi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Penelitian ini telah dilaksanan pada bulan Januari 2021 di Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi istri nelayan di Kelurahan Nunhila dan Kelurahan Namosain bekerja sebagai penjual ikan, kios, penjual sayur, penjual lauk, dan tenun kain. Kontribusi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Nunhila yaitu 26.02% dan Kelurahan Namosain adalah sebesar 22.35%
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecamatan Kakuluk Mesak terdapat dua desa yang memiliki potensi perikanan tangkap mini purse seine yaitu di Desa Jenilu dan Desa Dualaus. Kondisi perikanan tangkap mini purse seine di dua desa tersebut telah lama berkembang dengan baik. Namun ada faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal berupa cuaca dan iklim, sedangkan faktor internal merupakan salah satu yang disebabkan oleh nelayan itu sendiri seperti kurangnya modal untuk membuka usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usaha perikanan tangkap mini purse seine di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.
Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu selama 1 (satu) bulan yaitu pada bulan Juni 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung).
Hasil penelitian menunjukan bahwa return on investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap mini purse seine adalah sebesar 2,57. Yang berarti bahwa secara ekonomi usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap mini purse seine di Desa Jenilu dan Desa Dualaus layak untuk dijalankan. Nilai B/C Rasio perbulan yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap mini purse seine adalah sebesar 6.76. Secara ekonomis usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine di Desa Jenilu dan Desa Dualaus layak untuk dijalankan. Nilai Break Even Point (BEP) nelayan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine di Desa Jenilu dan Desa Dualaus akan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 1.290/Kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp.1.222 pada penjualan total produksi 15.830Kg/bulan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
Stefanus Pangky Lamawato (15380063). Identifikasi Kepadatan Sampah Laut Di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang Nusa Tenggara Timur: WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.Ddan ROCKIE R. L SUPIT, S.Pi. M.Si, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Perairan Pasir Panjang merupakan perairan yang berada dekat dengan pemukiman penduduk, pasar ikan dan tempat wisata. Kurangnya kesadaran masyarakat sekitar akan kebersihan pantai membuat ekosistem ini penuh dengan sampah plastik dan lain lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepadatan sampah laut di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang Nusa Tenggara Timur.
Penelitian dilakukan di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang pada bulan April 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey dan metode deskriptif kualitatif dengan cara wawancara dengan responden, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 25 m pada keenam transek. Sampel yang didapat akan ditimbang dalam satuan gram dan kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel.
Hasil analisis kategori jenis sampah yang terdapat di Pantai Pasir Panjang adalah jenis sampah plastik, karet, kaca, logam, dan lain-lain. Berdasarkan hasil analisis di lokasi penelitian tersebut komposisi jenis sampah yang paling dominanadalah kategori sampah plastik. Komposisi potongan sampah plastik dengan potongan terbanyak terdapatpadatransek 6 yaitu sebanyak 167 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,0668 pot/m2 dan berat sebanyak 0,36 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik yaitu 45,88% potongan dengan berat kepadatan 19,15% gram, sedangkan komposisi potongan sampah plastik terendah terdapat pada transek 1yaitu sebanyak 41 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,0164 pot/m2 dan berat 0,08 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik 51,25% potongan dengan berat 12,50% gram.
Kata Kunci : Sampah Laut, Kepadatan, Jumlah dan Total Berat, Pantai pasir Panjang.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
MARTINUS BRIA TAEK (15390015) Kajian Profil Olahan IkanTatu’un yang di Proses di Desa Lawalu Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko, M.Si sebagai pembimbing I dan Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M.Sc sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Kristen ArthaWacana Kupang .
Ikan tatu’un yang diolah melalui beberapa tahapan proses mulai dari tahapan perisapan bahan, pembubuhan, pembungkusan dengan daun pisang, dan pemanggangan. Ikan tatu’un merupakan salah satu produk olahan yang sering dilakukan oleh masyrakat Desa Lawalu pada saat musim penangkapan yang melimpah. Produk ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas disebabkan oleh adanya penambahan bumbu seperti daun kunyit dan daun sereh dan bumbu-bumbu tambahan lainnya sehingga menghasilkan tekstur dan kenampakan yang begitu baik, tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas produk ikan tatu’un di Desa Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2022, bertempat di DesaLawalu, Kecamatan, Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, untuk pembuatan produk dan pengujian organoleptiksedangkan pengujian kimiawi dilakukan di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, untuk mengetahui kadar air, kadar lemak, dan kadar protein.
Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat setempat selaku pengolah produk ikan tatu’un dan tokoh masyarakat berkaitan dengan masalah yang dikaji, sampel yang diambil menggunakan metode slovin dari empat Dusun yakni Dusun Nataraen, Dusun Fahiluka, Dusun Umatasi, dan Dusun Naekasak. Variabel pengamatan meliputi pengujian organoleptik, analisiskadar air, kadar protein, dan kadar lemak, hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penerimaan panelis terhadap kenampakan, aroma, rasa dan tekstur dengan 8-9 karena adanya bumbu-bumbu tambahan, seperti daun kunyit dan daun sarei. Nilai kadar air berkisar 56,23%-60,89%, kadar protein berkisar, 17,84%-19,61%, kadar lemak berkisar , 2,77-8,81%
Kata kunci : Ikan tatu’un, Desa Lawalu, organoleptik, kadar air, kadar lemak,
kadar protein.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan didirikan suatu perusahaan yaitu memaksimalkan laba dan memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Memaksimalkan pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham.Perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia memiliki nilai perusahaan yang selalu mengalami peningkatan dari tahun 2018-2021.Nilai perusahaan merupakan indikator penilaian pasar bagi perusahaan secara keseluruhan sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggiDalam meningkatkan nilai perusahaan ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu likuiditas,ukuran perusahaan dan profitabilitas. Likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia (Syamsuddin dalam Ristanti, 2015). Pengukuran likuiditas menggunakan rasio lancar(Current Ratio)Ukuran perusahaan (Size) menggunakan nilai buku dari total aset atau total aktiva sebagai proksi size. Rasio profitabilitas bertujuan untuk mengukur efektivitas manajemen yang tercermin pada imbalan atas hasil investasi melalui kegiatan perusahaan atau dengan kata lain mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan dan efisiensi dalam pengelolaan kewajiban dan modal. Profitabilitas diukur menggunakan Return On Assets (ROA). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh likuiditas, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Metode dalam menentukan sampel dengan purposive sampling sehingga Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 32 yang berasal dari delapan perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian data sekunder, Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, sumber data berupa data sekunder. Teknik analisis yaitu analisis pendahuluan menggunakan metode deskriptif dan analisis lanjutan yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan uji asumsi klasik. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa likuiditas (Current Ratio) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukan bahwa semakin tingi likuiditas maka nilai perusahaan akan semakin meningkat. ukuran perusahaan (Size) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan memliki pengaruh terhadap nilai perusahaan tetapi pengaruh yang negatif yaitu semakin besar ukuran perusahaan maka nilai perusahaan akan menurun. Profitabilitas (Return On Assers) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa besar kecilnya proftablitas yang dimiliki oleh perusahaan tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh likuiditas terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indoesia 2017 – 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat kuantitatif, teknik yang digunakan adalah purposive sampling untuk pengambilan jumlah sampel, jumlah sampel yang diperoleh dari perusahaan sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tiga tahun berturut – turut dan memberikan laporan keuangan, di peroleh jumlah sampel 8 perusahaan. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah regresi linear sederhana data panel dan uji asumsi klasik. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan: Variabel terikat yaitu kebijakan dividen sedangkan variabel bebas yaitu likuiditas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Hasil penelitian uji regrensi parsial (uji t) menunjukan bahwa nilai koefisien regrensi variabel likuiditas sebesar -0.035 dengan t hitung sebesar -0,584 dan signifikansi 0.564 > 0.05 hal ini menunjukan pengaruh likuiditas terhadap kebijakan dividen berpengaruh negatif pada perusahaan sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019. Kata kunci : likuiditas, kebijakan dividen
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencemaran pada area mangrove tidak dapat dipandang hanya sebagai permasalahan yang terjadi di laut, karena lautan dan daratan merupakan satu kesatuan ekosistem yang tidak dapat dipisahkan dan terpengaruh satu dengan yang lainnya. laut juga merupakan tempat pembuangan langsung oleh kegiatan manusia atau industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis sampah plastik yang terdapat pada hutan mangrove di Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Penelitian ini telah dilaksanakan di ekosistem mangrove Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, kemudian pengamatan terhadap sampah laut dilakukan dengan cara membuat transek sabuk (belt). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis sampah yang terdapat pada stransek 1 (satu) terdiri dari jenis sampah plastik botol air mineral, kemasan sampo dan kosmetik, plastik pembungkus, plastik kemasan, botol bayi, mika, pipa dan sikat gigi, dengan jumlah terbanyak adalah jenis sampah plastik jenis botol air mineral yaitu 18 potongan dan berat 284 gr. Jumlah potongan sampah dan jumlah berat potongan sampah dengan nilai tertinggi terdapat pada hutan mangrove di transek 2 sebanyak 29 potongan, dan kepadatan mutlak dan total berat dengan nilai kepadatan mutlaknya 1,39 dan total beratnya 418 gram.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove merupakan suatu komunitas tumbuhan yang terdapat di antara garis pasang surut, pantai berlumpur yang didominasi oleh spesies atau semak yang mampu bertahan dalam perairan payau. Fungsi ekologi mangrove adalah sebagai pelindung garis pantai, dapat mencegah instrusi air laut, sebagai tempat tinggal banyak biota (habitat), tempat mencari makan (feeding ground), tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground), tempat pemijahan (spawning ground) bagi aneka biota perairan. Selanjutnya fungsi ekonominya adalah sebagai penghasil keperluan rumah tangga, penghasil keperluan industri, dan sebagai tempat wisata. Desa Tesabela berada di Kecamatan Kupang Barat dan memiliki mangrove yang berada pada daerah pesisir pantai. Masyarakat di Desa Tesabela telah memanfaatkan kawasan pesisir sebagai sumber penghidupan mereka. Bentuk-bentuk pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar hutan mangrove pada daerah pesisir pantai berupa penebangan hutan untuk kayu bakar, aktivitas penangkapan ikan, mencari kerang, kepiting dan sebagainnya.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2022 yang bertempat di Pantai Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Berdasarkan hasil yang didapat bahwa jenis mangrove yang ditemukan di Desa Tesabela terdiri dari Aegialitis annulate, Ceriops tagal, Bruguiera cylindrical dan Sonneratia alba keempat spesies tersebut memiliki habitat yang sedikit berbeda yakni, spesies Rhizophora hidupnya di Pesisir pantai yang Tumbuh pada tanah berlumpur, halus, dalam dan tergenang pada saat pasang normal. Tidak menyukai substrat yang lebih keras yang bercampur dengan pasir.Sedangkan habitat yang cocok buat kehidupan mangrove jenis Aegialitideae dan Sonneratiaceae adalah pada bagian daratan dari perairan pasang surut dan berbatasan dengan darat. Menyukai substrat pasir atau lumpur.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MARYATI MARA LAWA (15380073). AAj: ALFRED G.O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang memiliki potensi budidaya seperti Alga merah. Dari hal tersebut dapat mendukung pengelolaan perikanan dan kelautan, salah satunya adalah budidaya rumput laut (alga merah) perlu dilakukan pengembangan pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan budidaya serta pendapatan petani budidaya rumput laut dan tingkat efesiensi usaha tani budidaya rumput laut (alga merah) yang banyak mendapatkan kendala Penelitian ini dilaksanakan di perairan Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang yang berlangsung selama 1 bulan yaitu bulan Maret 2022. Dengan Judul Analisis Ekonomi Pembudidaya Rumput laut di Desa Tablolong Kecamatan Kupang Kabupaten Kupang. Metode yang di gunakan adalah metode budidaya long line banyak diminati oleh masyarakat Desa Tablolong, karena alat dan bahan mudah untuk didapat dan digunakan lebih tahan lama serta lebih ekonomis. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Tingkat penerimaan rata-rata pembudidaya rumput laut (Kappahycus alvarezii) di Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang sebesar Rp 15.030.000/musim tanam dan tingkatpendapatan petani rumput laut (Kappahycus alvarezii) yaitu sebesar Rp 6.164.641/ musim tanam dan Analisis kelayakan usaha budidaya rumput laut (Kappahycus alvarezii) ditinjau dari R/C yaitu sebesar 1,69 berarti usaha budidaya rumput laut tersebut layak diusahakan karena lebih besar dari angka 1. Selanjutnya BEP(Q) diperoleh hasil sebesar 145,313 Kg Sedangkan ditinjau dari BEP (Rp) dari usaha budidaya rumput laut di Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang adalah sebesar Rp 4.360.114/musim tanam.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan masalah adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak,Tujuan Adapun yang menjadi tujuan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-Kuantitatif,Populasi merupakan subjek atau objek yang berada pada suatu wilayah topik penelitian dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian,Sampel adalah sebagian dari populasi yang akan menjadi objek penelitian,Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya,Teknis analisis data yang digunakan penulis adalah menggunakan rumus korelasi Moment Product dengan angkah kasar.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian di buktikan bahwa terdapat pengaruh antara tingkaat Pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak di SMK Negeri 1 Kota Kupang, dimana uji t membuktikan bahwa untuk taraf signifikan 5% diperoleh nilai t 1,706 dan menyatakan bahwa t hitung t tabel (3,24 1,706)
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani yang dijadikan sebagai media untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh. Namun, perolehan keterampilan dan perkembangan lain yang bersifat jasmaniah itu juga sekaligus sebagai tujuan. Melalui Pendidikan Jasmani siswa disosialisasikan ke dalam aktivitas jasmani termasuk keterampilan beraktivitas Suherman, ( 2000: 1). Sekolah Dasar merupakan salah satu jenjang pendidikan yang salah satunya mengajarkan mata pelajaran Penjasorkes.
Sebagai upaya pendidikan, kita berharap Pendidikan dan Olahraga dilembaga pendidikan formal dapat berkembang lebih pesat lagi, agar mampu menjadi landasan bagi pembinaan keolahragaan nasional. Untuk itu pembentukan sikap dan pembangkitan motivasi mulai dilaksanakan pada setiap jenjang pendidkan formal. Sehubungan dengan manfaat pendidikan jasmani pada anak-anak usia sekolah menjadi komitmen para ahli pendidik, bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian dalam mengantar anak–anak didiknya menjadi manusia yang utuh.
Sekolah dasar merupakan pendidikan awal yang dapat digunakan untuk mengembangkan pertumbuhan fisik dan kemampuan gerak siswa. Pada masa di sekolah dasar inilah pembinaan kemampuan fisik dapat dimulai. Siswa
Sekolah Dasar tidak dapat dipisahkan dari aktifitas bermain. Hampir seluruh waktunya digunakan untuk bermain. Sifat bermain merupakan bawaan biologis dalam perkembangan motorik anak. Melalui bermain anak-anak mendapatkan rasa senang dan kepuasan, bahkan dapat meningkatkan nilai- nilai yang terkandung didalam permainan tersebut.
Pendidikan jasmani di sekolah berisi materi-materi yang dapat dikelompokan menjadi aktivitas pengembangan, aktivitas senam, aktivitas ritmik, akuatik, uji diri, pendidikan luar kelas, permainan dan olahraga. Dalam materi permainan dan olahraga terdapat sub materi dasar-dasar bermain bola voli bagi siswa kelas atas di Sekolah Dasar. Cabang olahraga permainan bola voli merupakan suatu cabang olahraga yang sangat memasyarakat. Melihat dari tuntutan yang sangat besar dari masyarakat dan adanya upaya untuk mengenalkan serta mengembangakan olahraga bola voli di sekolah, maka peningkatan keterampilan bermain bola voli pada siswa di suatu sekolah sudah merupakan suatu keharusan.
Dijelaskan oleh Subiman (2012: 16), bahwa pembelajaran Penjasorkes di Sekolah Dasar, melalui modifikasi maka permainan bola voli akan menjadi sebuah permainan yang menarik bagi anak-anak. Modifikasi yang dimaksudkan adalah berkenaan dengan penyederhanaan karakteristik permainan bola voli. Penyederhanaan dapat dilakukan dengan melakukan penyesuaian ukuran lapangan dan peralatan dengan ukuran fisik anak-anak usia Sekolah Dasar. Penyederhanaan juga dapat dilakukan dengan memodifikasi peraturan disesuaikan dengan karakteristik siswa. Dengan
demikian esensi pembinaan olahraga bola voli bagi anak-anak (usia dini) dapat dilakukan dan dikembangkan melalui pembelajaran Penjasorkes di sekolah.
Bola voli adalah salah satu permainan yang dipelajari di sekolah serta tidak diragukan lagi bahwa permainan bola voli sudah menjadi salah satu olahraga yang digemari masyarakat umum. Passing atas merupakan teknik dasar yang sangat penting dalam permainan bola voli. Karena biasanya digunakan sebagai langkah awal dalam menyusun serangan terhadap tim lawan dengan cara mengoper kepada rekan satu tim. Selain itu passing atas sering juga digunakan sebagai dasar pertahanan ketika mendapatkan serangan dari tim lawan. Oleh karena itu pemain harus benar-benar menguasai teknik ini, karena besarnya peranan passing dalam sebuah permaian bola voli.
Namun pada kenyataannya masih banyak siswa-siswi di sekolah dasar yang belum bisa melakukan teknik dasar passing atas dengan baik dan benar khususnya siswa-siswi Kelas V di SDN Oesapa Kecil 2 Kota Kupang. Terutama siswi yang masih merasa takut ketika berhadapan langsung dengan bolavoli. Sehingga siswi tidak dapat menikmati pembelajaran bolavoli dan hasil pembelajaran menjadi tidak optimal.
Media atau alat sangat berperan penting dalam pembelajaran penjas. Dimana dalam pengajarannya memiliki tujuan yang sangat komplek dan menyeluruh untuk meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Guru dituntut untuk mengembangkan kreatifitasnya untuk menemukan dan memilih media atau alat yang bervariasi, dengan pemilihan media atau alat
yang bervariasi akan memberikan dampak positif bagi pembelajaran yang dilakukan dan tujuan yang diharapkan bisa tercapai secara optimal.
Melihat dari uraian diatas maka penulis berencana mengupayakan minat siswa SDN Oesapa Kecil 2 Kota Kupang melakukan teknik dasar passing atas dalam pembelajaran bola voli menggunakan media modifikasi bola plastic spon. pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan penguasaan gerak dasar passing atas dalam permainan bola voli dan untuk meningkatkan peran aktif siswa serta partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. dengan permainan ini pembelajaran penjasorkes yang dilakukan dapat memecahkan atau memberi jalan keluar yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran passing atas bola voli.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas dapat diidentifikasi beberapa masalah, yaitu sebagai berikut:
1. Kemampuan pasing yang tidak baik, kurang mendukung dalam penyerangan atau smash dalam permainan bola voli untuk kelas V SD.
2. Terdapat beberapa siswa kelas V SDN Oesapa Kecil 2 yang sulit dalam melakukan belajar dasar-dasar pasing atas dalam permainan bola voli.
3. Masih ada siswa kelas V SDN Oesapa Kecil 2 yang terlihat pasif dankurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes materi pasing atas permainan bola voli.
4. Belum diketahui meningkatkan minat belajar siswa kelas V SDN Oesapa Kecil 2 Kupang
5. Masih kurang percaya diri siswa kelas V SDN Oesapa Kecil 2 dalam memahami dasar-dasar bermain bola voli.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah, maka dalam penelitian ini dibatasi pada”maka rumusan penelitian yang diajukan adalah: Bagaimana Meningkatkan Minat Belajar Siwa Kelas V SDN Oesapa Kecil 2 Kupang dalam Pembelajaran Modifikasi Bola Voli Pasing Atas Menggunakan Bola Plastik.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan batasan masalah, maka rumusan penelitian yang diajukan adalah: Bagaimana Meningkatkan Minat Belajar Siwa Kelas V SDN Oesapa Kecil 2 Kupang dalam Pembelajaran Modifikasi Bola Voli Pasing Atas Menggunakan Bola Plastik?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah untuk meningkatkan Minat Belajar Siwa Kelas V SDN Oesapa Kecil 2 Kupang dalam Pembelajaran Modifikasi Bola Voli Pasing Atas Menggunakan Bola Plastik.
F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat akademis
Penggunaan modifikasi permainan bola voli plastik memberikan sumbangan pada khasanah pengembangan metode pembelajaran Pendidikan Jasmani materi pasing atas pada siswa kelas V SDN Oesapa Kecil 2 Kupang
2. Manfaat praktis
a. Membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan kinerja sebagai Guru Penjasorkes di Sekolah .
b. Sebagai salah satu contoh dalam membantu meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, sehingga mampu mencapai tujuan prestasi yang diharapkan.
c. Meningkatkan minat siswa dalam praktek melakukan gerakan passing atas dalam permainan bola voli.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Belajar mengajar merupakan suatu proses yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam kegiatan pendidikan. Pendidikan olahraga pun tidak terlepas dari pendidikan yang memafaatkan sumber daya manusia baik itu secara formal dan non formal yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan serta kesegaran jasmani manusia. Melalui pendidikan olahraga, manusia dapat mengembangkan kompetensi serta keahlian yang dimilikinya sehingga mendapatkan prestasi yang diinginkannya Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemic covid-19 Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI, dan guru penjasorkes di SD Inpres Oepura 1 Kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif Hasil dan pembahasan: Adanya efektifitas belajar mengajar Penjasorkes dimana siswa kelas VI secara keseluruhan dapat menghadiri dan mengikuti proses belajar mengajar Penjasorkes dengan penuh semangat dan senang. Terjadinya efektifitas proses belajar mengajar Penjasorkes tentunya tidak terlepas dari faktor pendukung yang diantaranya adalah:1) Siswa, 2) Guru, 3) Lingkungan Simpulan: Dengan adanya kemauan belajar yang dimiliki siswa dan kemampuan guru dalam membimbing siswa, serta lingkungan belajar yang kondusif pada proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemic covid-19 hal ini membuat siswa menjadi bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemi Covid-19.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD
EdmandusNgongoMalo*, M. RambuP.Wasak, MelvianusSelan3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
Email. [email protected]
Latar belakang:Pendidikanjasmanimerupakanpendidikanlewataktivitas-aktivitasjasmaniataupengajarangerakdalammencapaitujuanpendidikan. Kemamapuanpassingadalahkecakapandalammengoper bola kepadatemansendiridalamsuaturegudengansuatutekniktertentu, sebagaiawalpolaserangankepadalawan.
Tujuan penelitian:Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikemampuanpassingbawah bola volimelalui model pembelajarankooperatiftipestaddalammeningkatkankemampuanpassing bawah bola volipadasiswakelasVIII SMPN I Wewewa Selatan.
Metode penelitian:Penelitianinimerupakanpenelitiantindakankelas (PTK). SubjekdalampenelitianiniadalahsiswakelasVIII SMPN I Wewewa Selatan.
Sebanyak 25siswa.Teknikpengumpulan data yang digunakanyaituteknikobservasi.Teknikanalisisdatanyamengunakandeskriptifkualitatif
Hasil dan pembahasan:Hasilpenelitianmenunjukanadanyapeningkatankemampuan passingbawa bola volisiswadengannilai rata–rata padasiklus I sebesar 79,33denganpresentaseketuntasansebesar 72%. Dan padasiklus II nilai rata-rata sebesar 96denganpresentaseketuntasansebesar 92%.
Simpulan:Berdasarkanhasilpenelitiandiatasmakapenelitianmengambilsebuahkesimpulanbahwapembelajaranpassingbawah bola volimelalaui model pembelajarankooperatiftipestadpadasiswakelasVIII SMPN I Wewewa Selatanselamaduasiklusdapatmeningkatkemampuansiswa yang mencapainilai KKM 75. Sehinggaketuntasanklasikaldalamkelastersebutsudahmencapaidari 75% siswa yang tuntaspassingbawah Bola Voli
Katakunci: Metode pembelajaran kooperatif tipestad, Passing bawah bola voli
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan merupakan salah satu jenis pangan yang memiliki kandungan air 80% dan kadar protein 57,3%. Kadar air yang tinggi membuat daging ikan lebih mudah dan cepat mengalami kemunduran mutu. Untuk mencegah proses penurunan mutu maka salah satu metode pengawetan yang dilakukan yaitu dengan proses pengeringan ikan. Salah satu jenis ikan yang terdapat diperairan Nusa Tenggara Timur adalah ikan baronang. Ikan baronang tergolong ikan laut yang bisa dimakan dan memiliki kandungan vitamin B1, Omega-3 dan Zinc yang berkhasiat membantu menambah nafsu makan, selain itu kandungan kalsium dan fosfor yang terdapat dalam ikan baronang juga dapat mencegah keroposnya tulang dan gigi secara alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui karakteristik proksimat (kadar air dan kadar protein), asam amino dan organoleptik pada produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan April 2022 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian kadar air, kadar protein dan pengujian organoleptik serta di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetch Bogor (SIG) untuk uji asam amino. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada satu faktor yang diuji yaitu faktor lama pengeringan terdiri atas 3 taraf perlakuan yaitu A= pengeringan 2 hari (selama 8 jam/hari), B= pengeringan 3 hari (selama 8 jam/hari), C= pengeringan 4 hari (Selama 8 jam/hari). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diuji yaitu kadar air, kadar protein, asam amino dan organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air 41,29-17,28%, kadar protein 14,01-14,85%, produk fillet ikan asin baronang dengan lama pengeringan berbeda terdapat 15 jenis asam amino serta tingkat penerimaan panelis berkisar antara netral hingga suka. Kesimpulan dari karakteristik produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering untuk proksimat nilai kadar airnya 22,43% dan nilai kadar protein 14,70% untuk asam amino terdapat 15 jenis yang terdiri dari 8 jenis asam amino esensial dan 7 jenis asam amino non esensial. Berdasarkan hasil uji organoleptik, produk fillet ikan baronang asin masih di terima panelis dengan kriterian untuk nilai parameter kenampakan yaitu utuh, bersih, kurang rapi, mengkilap menurut jenis, aroma yaitu kurang harum tanpa bau tambahan, tekstur yaitu padat, kompak, lentur, cukup kering sedangkan rasa berkisar yaitu sangat enak, spesifik jenis, tanpa rasa tambahan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Senam lantai merupakan cabang olahraga yang kurang begitu popular di masyarakat, sehingga kurang diminati oleh anak-anak sekolah dalam pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di sekolah. Gerakan dalam senam lantai membutuhkan keberanian, kelentukan tubuh serta teknik yang benar, di samping itu olahraga ini sangat membosankan bagi anak sekolah khususnya SMP karena anak usia Sekolah Menengah Pertama sangat menyukai olahraga yang mengandung permainan dibanding senam lantai. Pembelajaran senam lantai yang diberikan di sekolah menengah pertama atau anak usia remaja. Dalam hal ini peneliti ingin mengambil satu pokok bahasan penelitian yaitu Guling depan (Forward roll).
Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui apakah dengan tinjauan keterampilan dapat meningkatkan keterampilan guling depan senam lantai pada siswa kelas VII SMP N 10 Kota Kupang.
Metode penelitian: adalah Pedekatan dalam penelitian ini adalah metode Tindakan Kelas.
Hasil dan pembahasan: Keterampilan Guling Depan Siswa Kelas VII di SMP Negeri 10 Kota Kupang, hasil pra siklus terdapat 3 siswa yang tuntas (20%) sedangkan 12 orang siswa yang tidak tuntas (80 %), hasil siklus I terdapat 9 orang siswa yang tuntas (60%) dan 6 orang siswa tidak tuntas (40%) dan pada siklus II terdapat 13 orang siswa yang tuntas (83%), 2 orang siswa tidak tuntas (13%).
Simpulan: Kemampuan siswa dalam melakukan Guling Depan pada pra siklus yang presentase ketuntasannya sebesar 20% (3 siswa) namun setelah diterapakan model pembelajaran explicit instruction pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam melakukan Guling Depan dengan presentase ketuntasannya sebesar 60% (9 siswa).