Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M.

3.718 karya publik ditemukan.

22022: 12121: 12026: 952025: 702024: 392023: 5562022: 7122021: 13172020: 2012018: 732017: 32016: 52015: 12014: 12011: 12010: 12009: 21989: 11018: 20208: 1

PRAKTIK AKUNTANSI DAN KEMAMPUAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA UMKM DI KOTA KUPANG (Studi pada Industri Rumah Tangga “NUSA TIMOR”)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Skrkipsi ini berjudul “Praktik Akuntansi dan Kemampuan Penyusunan Laporan Keuangan pada UMKM di Kota Kupang (Studi pada Industri Rumah Tangga NUSA TIMOR)”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian praktik akuntansi dan untuk mengetahui kemampuan penyusunan laporan keuangan pada Industri Rumah Tangga NUSA TIMOR. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bidang usaha yang berkembang di masyarakat dan juga memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional di Indonesia. Pesatnya perkembangan UMKM dalam kehidupan masyarakat juga disertai dengan berbagai permasalahan, diantaranya adalah permasalahan pengelolaan keuangan dan permodalan. Penyusunan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk praktik akuntansi merupakan aspek penting dalam suatu kegiatan usaha. Namun praktik akuntansi keuangan pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih rendah dan memiliki banyak kelemahan. Fenomena yang ditemui di UMKM adalah pengelolaan laporan keuangan masih kurangnya pemahaman pelaku UMKM dalam bidang akuntansi, sehingga pembukuan UMKM dilakukan dengan cara-cara sederhana dan tidak detail. Akuntansi dapat dipahami sebagai seni pencatatan dan pengikhitsaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi. Sehingga dapat dipahami bahwa praktik akuntansi tentunya juga berkaitan dengan kegiatan operasional, pencatatan transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan dan juga pelaporan laporan keuangan. Oleh karena itu, setiap kegiatan usaha dapat dikatan telah menerapkan praktik akuntansi apabila telah menjalankan bagian-bagian praktik akuntansi tersebut. Pelaku-pelaku UMKM pada umumnya mengalami kendala dalam melakukan penyusunan laporan keuangan. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya belum adanya pemahaman yang benar tentang laporan keuangan dan cara menyusun laporan keuangan yang baik dan benar sesuai dengan standar akuntansi. Dengan adanya PSAK No. 1, para pelaku UMKM diharapkan semakin dipermudah untuk melakukan pencatatan dan menyususn laporan keuangan dari usahanya. Untuk itu, dalam mengukur kemampuan para pelaku UMKM maka digunakanlah laporan-laporan keuangan yang termasuk dalam PSAK No. 1 sebagai standar pengukurannya. Laporan-laporan keuangan dalam PSAK No. 1 terdiri dari laporan laba rugi, laporan neraca, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas alporan keuangan. Penelitian ini dilakukan pada Industi Rumah Tangga NUSA TIMOR. Salah satu UMKM yang ada di Kecamatan Alak adalah Industri Rumah Tangga “NUSA TIMOR”, yang memproduksi cemilan khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai salah satu UMKM yang ada di Kecamatan Alak, “NUSA TIMOR” juga menerapkan praktik akuntansi dalam kegiatan usahanya. Pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan merupakan bentuk praktik akuntansi yang telah diterapkan oleh Industri Rumah Tangga “NUSA TIMOR”. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada pemilik usaha yang sekaligus menangani bagian keuangan dan dengan cara dokumentasi yaitu dengan mendapatkan data keuangan dari pemilik usaha. Hasil dari penelitian ini adalah praktik akuntansi yang dilakukan pada IRT NUSA TIMOR sudah dilakukan dengan baik seperti praktik akuntasni UMKM pada umumnya. Selanjutnya, kemampuan penyususnan laporan keuangan yang dilakukan IRT NUSA TIMOR masih bersifat manual dan sederhana serta belum sesuai dengan PSAK No. 1. Kata Kunci: Praktik Akuntansi, Kemampuan Penyusunan Laporan Keuangan

TARIAN DO DAKA DO DI SANGGAR SENI LESTARI BUDAYA, DESA LENDOLA, KECAMATAN TELUK MUTIARA, KABUPATEN ALOR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tarian tradisional merupakan suatu tarian yang lahir, tumbuh dan berkembangan dalam suatu kelompok atau lingkungan masyarkat dari suatu daerah, yang kemudian diwariskan secara turun temurun dari nenek moyong.Tarian Do Daka Do merupakan salah satu tarian yang berasal dari Daerah Alor Nusa Tenggara Timur itu sendiri, dimana tarian itu senidiri merupakan tarian yang berasal dari permainan rakyat Alor, yang menggambarkan kecerian muda- mudi masyarakat Alor pada acara-acara pesta ada. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui tentang Tarian Do Daka Do sebagai Nilai Olahraga Di Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tarian do daka merupakan tarian tradisional asli orang Alor yang sudah diwariskan dari sejak dulu kalah dan masih dilestarikan sampai saat ini. Tarian Da Daka Do diilakukan dengan berbagai macam-macam tahap dan proses pelaksanaan harus mengikutinya. Tarian Do Daka Do juga sebagai nilai olahraga budaya dimana ada dalam pelaksanaan itu biasa dilakukan dengan gerakan melompat-lompat melewati jepitan bambu. Dalam tarian ini juga membutuhkan kerja sama, percaya diri, konsentrasi dan kebugaran jasmani

EVALUASI PEMBELAJARAN PJOK SECARA ONLINE DAN OFFLINE DI SMA KRISTEN 1 KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK EVALUASI PEMBELAJARAN PJOK SECARA ONLINE DAN OFFLINE DI SMA KRISTEN 1 KUPANG Melkior Melkisedek Pae1*, Andreas J.F.Lumba2, Ramona M.Mae3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Pembelajaran online dilakukan dengan sistem belajar jarak jauh, dimana Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) tidak dilakukan secara tatap muka. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non cetak (audio/video), komputer/internet,siaranradiodantelevisi (Utaminingsih, dkk., 2011:8).Agar proses pendidikan tetap berjalan, Kementerian Pendidikan mengeluarkan suatu kebijakan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar melalui Surat Edaran Sesjen Kemdikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah (BDR) Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang menyebutkan pembelajaran dapat dilakukan melalui Luring yaitu dengan berkunjung ke rumah siswa dan tetap memenuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Pembelajaran juga dapat dilakukan dengan caradaring yaitu pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan media sosial atau aplikasi pesan yang mendukung proses pembelajaran. Tujuan penelitian:Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui evaluasi pembelajaran PJOK secara online dan offline di sekolah SMA Kristen 1 Kupang Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskripsi kualitatif yang dapat menggambarkan atau mengevaluasi pembelajaran PJOK secara online dan Offline di SMA Kristen 1 Kupang Hasil dan pembahasan:Evaluasi Pembelajaran di SMA Swasta Kristen 1 Kota Kupang, secara online dan offline pada mata pelajaran PJOK pelaksanaan yang berjalan dengan baik yaitu dari aspek kognitif saja, sementara aspek afektif dan aspek psikomotor dilaksanakan dengan bantuan materi video pembelajaran belum dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Kendatipun demikian, hal itu dipengarugi oleh sejumlah faktor baik dari siswa itu sendiri maupun dukungan orang tua dalam menuntun para siswa mempelajari dan mempraktekkannya sehingga perlu hal itu dilakukan dengan tatap muka langsung (offline) oleh guru mata pelajaran PJOK di sekolah. Simpulan:Diharapkan agar melalui pembelajaran PJOK para siswa lebih aktif mengikuti pembelajaran yang dilakukan secara ofline dan online guna mencapai tujuan pokok dari pembelajaran mata pelajaran PJOK dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Orang tua/wali siswa pun secara harus lebih aktif menuntun anaknya dalam mengikuti proses pembelajaran terutama materi ajar yang disediakan guru melalui video pembelajaran, walaupun sekolah selalu menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam memberikan ilmu atau materi ajar. Katakunci: Evaluasi; Pembelajaran PJOK; Online;Offline

UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) belum nampaknya krakter siswa di SDK Yasawari Lobus dalam mengikuti Pembelajaran PJOK pada masa Pandemi 2) belum adanya dampak dari kerakter siswa SDK Yaswari Lobus dalam mengikuti Pembelajaran PJOK pada masa Pandemi. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan karakter siswa sekolah dasar dalam mengikuti pembelajaran PJOK pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari II siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil dan pembahasan: Hasil penlitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil analisis data refleksi pada setiap siklus, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa: Pembelajaran PJOK dapat meningkatkan karakter siswa. Hal ini terlihat pada hasil ketuntasan peningkatan karakter siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75. Pada siklus I siswa memperoleh hasil nilai rata-rata sebesar 56,2 (14) siswa 50% yang dikatakan tidak tuntas. Sehingga dilanjutkan ke siklus II siswa memperoleh nilai rata-rata 78,8 (22) siswa 92% sehingga dikatakan tuntas atau berhasil. Pada pembelajaran PJOK dalam meningkatkan karakter Pada siswa SDK Yaswari Lobus Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dikatakan berhasil pada siklus II. Simpulan: peneliti ini adalah menunjukkan bahwa terjadi peningkatkan karakter siswa dalam mengikuti pembekajaran PJOK pada masa pandemi.

Motif, Modus dan Akibat Hukum Tentang Terjadinya Tindak Pidana Memasukan Hewan dan Tumbuhan Tanpa Sertifikat Kesehatan dari Negara Asal

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi adalah : “Motif, Modus dan Akibat Hukum Tentang Terjadinya Tindak Pidana Memasukan Hewan Dan Tumbuhan Tanpa Sertifikat Kesehatan Dari Negara Asal”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa motif terjadinya tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal, bagaimana modus pelaku memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal, bagaimana akibat hukum dari tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal terhadap pelaku dan hewan/tumbuhan? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal. Untuk mengetahui modus pelaku memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal. Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari Negara asal terhadap hewan/ tumbuhan dan pelaku. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum dari tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal terhadap pelaku, hewan dan tumbuhan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian maka yang menjadi motif terjadinya tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal adalah terdakwa pernah melakukan hal yang sama (mengantarkan hewan yang berasal dari Malaysia) dan tidak ditangkap, dan faktor ekonomi. Modus pelaku memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal adalah terdakwa melakukan pemesanan, terdakwa menjemput dan mengantar hewan. Akibat hukum terhadap hewan/ tumbuhan dan pelaku adalah : pelaku di tahan, pelaku dipidana penjara dan membayar denda, pelaku membayar biaya perkara, serta hewan/ tumbuhan disita dan dimusnahkan Saran yang dapat diberikan adalah perlunya peningkatan pengawasan hukum yang dilakukan oleh petugas karantina dan sosialisasi terhadap pentingnya tindakan karantina hewan/ tumbuhan.

KONDISI EMOSIONAL SISWA KELAS VIII DALAM PEMBELAJARAN SEPAK BOLA DI SMP ANGKASA KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Dalam penelitian ini adalah belum diketahui kondisi emosional siswa dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes materi sepak bola kelas VIII di SMP Angkasa Kota Kupang. Tujuan penelitian: Sehubungan dengan masalah yang akan dibahas, maka adapun tujuan penyusunan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran sepak bola pada siswa kelas VII di SMP Angkasa Kota Kupang. Metode penelitian: Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian wawancara dan dokumentsi Dalam pembelajaran sepak bola mengenai kondsisi emosional pada siswa kelas VII di SMP Angkasa Kota Kupang yang digunakan oleh guru penjas, ini siswa dituntut untuk lebih bekerjasama dengan kelompok, mencari ide-ide sendiri dengan kelompok, serta memberikan semangat terhadap kawan dalam kelompok.Siswa terlihat senang dan suka mengikuti pembelajaran sepak bola dengan, walaupun dengan banyak keterbatasan dalam pembelajaran sepak bola tersebut tetapi tidak mengurangi semangat mereka untuk melakukan pembelajaran sepak bola oleh karena itu guru penjasorkes perlu untuk mengetahui kondisi emosional siswa. Simpulan: kondisi emosional siswa perlu di perhatikan agar dapat Mengembangkan kemampuan gerak siswa yang patut diperhatikan dalam pembelajaran penjasorkes materi sepak bola adalah tentang teknik dasar memerlukan kecepatan dan konsentrasi dan kordinasi yang baik maka siswa-siswi yang tadinya tidak mampu menjadi mampu dalam melakukan gerakan teknik tesebut dengang baik.

PERANAN GURU PJOK DALAM PEMBELAJARAN BOLA VOLI PADA SISWA SMA NEGERI 1 AMARASI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Pembelajaran bola voli terlihat biasa-biasanya, hal ini mungkin kurangnya peranan guru dalam memberikan pembelajaran bola voli pada siswa-siswi, setiap tahunnya selalu diadakan pesta rakyat di wilayah Kecamatan Amarasi, cabang olahraga bola voli menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan namun belum memberikan hasil yang memuaskan baik dari voli putra maupun putri, hal ini sangat di sayangkan karena siswa/siswi belum memiliki kemampuan yang baik dalam menguasai pembelajaran bola voli. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan guru PJOK dalam pembelajaran bola voli pada siswa SMA Negeri 1 Amarasi Kabupaten Kupang. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, terdapat enam peranan guru yang ada dan melekat pada guru PJOK dalam pembelajaran bola voli. Keenam peranan guru ini meliputi: peran guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih dan penilai. Masing-masing peranan guru ini tidak terlepas dari keterlibatan siswa dalam pelaksanaannya baik di kelas maupun di luar kelas Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian di atas maka peneliti mengambil sebuah simpulkan bahwa pembelajaran bola voli yang selama ini terjadi di SMA Negeri 1 Amarasi, secara umum telah berjalan dengan baik dengan adanya peran dari guru dan siswa. Terdapat kendala berupa dua pernanan guru yang sepenuhnya belum dilaksanakan oleh guru PJOK dalam pembelajaran bola voli yakni, pernan guru sebagai pengarah dan pembimbing

KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN BOLA BASKET DI MASA PANDEMIC COVID-19

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Kreativitas merupakan komponen penting dalam pembelajaran, tanpa kreativitas siswa hanya akan belajar pada tingkat kognitifnya saja, dan hal ini akan mempersempit pengetahuan siswa dalam belajar mengembangkan kreativitasnya. Guru harus mampu menciptakan kondisi yang nyaman dalam pembelajaran sehingga bakat-bakat kreativitas dalam siswa dapat keluar dan menghasilkan pemahaman yang mudah dimengerti oleh siswa. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui kreativitas siswa pada pembelajaran bola basket di masa pandemic covid-19. Metode penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: SMP Adiyaksa 2 Kota Kupang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang mengalami pendamic covid-19 tersebut. Sehingga proses pembelajaran dilakukan secara online. Kegiatan belajar mengajar tetaplah berjalan di masa pandemic covid-19. Proses belajar mengajar bola basket dilaksanakan secara daring melalui media Whatsapp, google classroom dan zoom. Guru akan membuat materi pembelajaran kepada siswa baik itu teori dan praktek dalam bentuk video pembelajaran yang diambil dari youtube. Siswa akan diberikan kesempatan untuk dapat berkreatif dalam melalukan setiap teknik dasar yang diberikan dalam bentuk video yang akan dikirimkan ke group whatsapp kelas. Simpulan:Proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring melalui media Whatsapp, google classroom dan zoom. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat berkreatif dalam mempraktekkan teknik dasar bola basket baik itu passing (mengoper bola), dribbling (menggiring bola), shooting (menembak bola), pivot dan rebound (memantul)

ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN HARGA ANTARA SMARTPHONE SAMSUNG GALAXY A12 DAN OPPO A54 (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI PRODI MANAJEMEN ANGKATAN 2018-2022 UKAW)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN HARGA ANTARA SMARTPHONE SAMSUNG GALAXY A12 DAN OPPO A54 (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI PRODI MANAJEMEN ANGKATAN 2018-2022 UKAW) OLEH MITHA SEPTIANI TASY 18410015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Perbandingan Kualitas Produk, Citra Merek, dan Harga, Antara Smartphone Samsung Galaxy A12 dengan Oppo A54. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang sudah membeli maupun menyukai Smartphone Samsung Galaxy A12 dan Oppo A54 dan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Rao Purba sebanyak seratus responden. Analisis yang digunakan adalah paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara citra merek Samsung Galaxy A12 dengan Oppo A54, ada perbedaan yang signifikan antara harga Samsung Galaxy A12 dengan Oppo A54 dan terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara kualitas produk Samsung Galaxy A12 dengan Oppo A54. Kata Kunci : Kualitas Produk, Citra Merek, dan Harga

ANALISIS PENGARUH FASILITAS DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS OELABA KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH FASILITAS DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS OELABA KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO Puskesmas sebagai salah satu tempat pelayanan kesehatan yang paling penting untuk memberikan fasilitas dan kualitas pelayanan kepada seluruh masyarakat. Puskesmas diharuskan untuk selalu menjaga kepercayaan dan kepuasan pasien dengan memberikan fasilitas dan pelayanan yang bermutu. Puskesmas berarti harus memberikan fasilitas pelayanan kepada pasien didasarkan pada standart kualitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat, sehingga dapat memperoleh kepuasan yang ahkirnya dapat meningkatkan kpercayaan pasien terhadap Puskesmas Oelaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Fasilitas adalah peralatan fisik harus ada sebelum suatu jasa yang dapat ditawarkan kepada pelanggan. Karena bentuk jasa tak bisa dilihat, tidak bisa dicium dan tidak bisa diraba maka wujud fisik penting sebagai ukuran dari pelayanan (Tjiptono, 2011:38). Kualitas pelayanan adalah suatu tingkat keunggulan yang dirasakan seseorang terhadap suatu jasa yang suatu jasa yang diharapkan dari perbandingan atara keinginan dan kinerja yang dirasakan konsumen setelah membeli jasa tersebut. Menurut Arianto (2018:83) kualitas pelayanan dapat diartikan sebagai berfokus pada memenuhi kebutuhan dan persyaratan, serta pada ketepatan waktu untuk memenuhi harapan pelanggan. Sedangkan menurut Kasmir (2017:470) adalah tindakan atau perbuatan seseorang atau suatu organisasi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, sesama karyawan dan juga pimpinan. Kepuasan pasien terbentuk dari penilaian pelanggan terhadap mutu, kinerja hasil, dan pertimbangan biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh dari produk atau pelayanan yang diterima.. Dengan demikian kepuasan terjadi karena penilaian terhadap manfaat serta kenikmatan yang diperoleh lebih dari apa yang dibutuhkan atau diharapkan (Koencoro, 2007). Sedangkan Menurut Pohan dalam Anggriani, 2017 adalah harapan pasien yang timbul atas tindakan tenaga kesehatan sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan selama proses berinteraksi dalam upaya memberikan upaya. Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini penulis akan membahas Pengaruh Fasilitas Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Oelaba Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini mencakup semua pasien rawat jalan yang berobat/mengunakan jasa Puskesmas Oelaba sebanyak 1381 orang pasien. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulakan bahwa Secara parsial fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Oelaba Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Oelaba Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao. Sedangkan secara stimultan lingkungan kerja dan karasteristik individu berpengaruh positif dan signifikan secara Bersama-sama terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Oelaba Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 23.903 sedangkan koefisien regresi b1 = 0.281 dan b2 = 0.-185 Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh Fasilitas (X1) dan Kualitas pelayanan (X2) terhadap Kepuasan pasien adalah sebagai berikut : Y = 23.903+ = 0.281 X1 + 0.-185 X2 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel Fasilitas (X1) terhadap variabel Kepuasan pasien (Y). diketahui bahwa untuk variabel Fasilitas (X1) di temukan t hitung = 3.452 lebih besar dari t tabel = 1,66196 dan tingkat signifikan = 0.001. Oleh karna itu nilai Sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel fasilitas (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kepuasan pasien (Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kualitas pelayanan (X2) terhadap kepuasan pasien (Y). diketahui bahwa variabel kualitas pelayanan (X2) ditemukan t hutung = -2.917 lebih besar dari t tabel = 1,66196 dan tingkat sig. = 0.004. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel kualitas pelayanan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 8.130 lebih besar dari F tabel = 3,10 dan tingkat Sig = 0.002 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel fasilitas (X1) dan variabel kualitas pelayanan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap variabel kepuasan pasien (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah 0.134 atau 13.4%. Hal ini berarti besar pengaruhnya fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien adalah 13.4%. Sedangkan pengaruh sebesar 87,6% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Fasilitas Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien.

KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA MATERI SENAM LANTAI DI MASA PANDEMIC COVID-19

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Dalam proses pembelajaran, seorang guru harus mempunyai kreativitas yang tinggi merupakan suatu keharusan, terutama bagi guru Penjasorkes agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran penjasorkes di sekolah agar siswa selalu semangat dan senang dalam mengikuti proses pembelajaran, dengan demikian maka tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Kreativitas Guru Dalam Pembelajaran Penjasorkes Pada Materi Senam Lantai di Masa Pandemic Covid-19. Metode penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data meliputi tiga tahapan, yakni reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan: SMP Negeri 20 Kota Kupang yang merupakan lembaga pendidikan, melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring atau online dan offline atau tatp muka terbatas di masa pandemic covid-19. Pelaksanaan pembelajaran senam lantai dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, baik itu kegiatan pendahuluan atau pemanasan, kegiatan inti dan penutup atau pendinginan. Simpulan: Dalam proses pembelajaran penjasorkes, memiliki kreativitas yang baik merupakan suatu keharusan pada masa pandemic covid-19 baik secara online maupun offline. Kegiatan pembelajaran roll depan dan roll belakang, salah satu kreativitas yang dibuat ialah mengharuskan setiap siswa menaruh kotak kertas pada leher yang dijepit oleh dagu. Tujuannya agar siswa dapat bertanggungjawab dalam melaksanakan kegiatan tersebut dan gerakan dapat dilakukan dengan tepat

SEMIOTIC ANALYSIS OF THE MEKALA- KALAAN RITUAL IN THE BALINESE WEDDING CEREMONY AT PURA AGUNG GIRI KERTHA BHUWANA BY HINDUS IN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This thesis contains an analysis of signs at the ceremony of the Mekala- Kalaan Ritual on The Balinese Wedding Ceremony. This not a culture that has just been heard, but until now there are still many people who do not understand about it. In this thesis the author explains the signs found in the ceremony of the Mekala-Kalaan Ritual on The Balinese Wedding Ceremony based on the theory of Pierce in Cobley (2001:31), Semiotic is a study that describes a sign in an interpretative process. A sign is something that stands in a well defined kind of relation to two other things are sign, object and interpretant. That the research is focuses on the divided sign becomes icon, index, and symbol. In completing this research, the researchers focused on using qualitative methods which were carried out by grouping picture from YouTube with videos conducting interview with the ceremonial leaders and conducting data processing. The result of the study, there are 10 found of signs. Found of sign in The Mekala-Kalaan Ritual on The Balinese Wedding Ceremony among others: Sanggah Surya ‘Palace bamboo’, Tikeh Dadakan ‘small mat’, Keris ‘ceremonial knife’, Benang putih ‘white thread’, Tegen-tegenan ‘bunder of responsibility,’ Suwun-suwunan ‘portable means’, Dagang-dagangan ‘merchandise’, Sampat Lidi ‘broom stick’, Sambuk Kupakan ‘ coconut husk’, Tetimpung ‘bamboo on fire’. The meaning of the sign in the way of life of the people of the Mekala-Kalaan Ritual on The Balinese Wedding Ceremony is a symbol of strength, love and care, openness, fertility, financial support, strength in the familly, warmth for the soul and modesty, if there is problem that should be discussed or agreed before making the decision. So The Mekala-Kalaan ritual must be carried out before the wedding ceremony , so that the marriage can be pure physically and mentally

POLA LATIHAN TEKNIK DASAR DI SEKOLAH SEPAK BOLA BALI UNITED KRISTAL KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang:Latihan adalah suatu bentuk aktivitas untuk meningkatkan ketrampilan (kemahiran) berolahraga dengan menggunakan berbagai peralatan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan cabang olahraga. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Pola Latihan Teknik Dasar di Sekolah Sepak Bola Bali United Kristal Kota Kupang. Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan: Sekolah Sepak Bola Bali United Kristal Kota Kupang terbagi dalam kelompok umur mulai dari U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18. Program latihan bagi kelompok siswa U12yang meliputi model latihan teknik, taktik, fisik dan mental. Pola latihan siswa usia 12 tahun di SSB Bali United Kristal Kota Kupang meliputi: (a) Pembukaan latihan dan Pemanasan;(b) latihan Inti yang meliputi Dribbling skill, passing skill, control skill, heading skill, shooting skill. (c). latihan tambahan berupa game bagi para memain dan (d) penutup/pendinginan selama 3-5 menit. Simpulan: Pola latihan teknik dasar sepak bola di Sekolah Sepakbola Bali United Kristal Kota Kupang sudah berjalan sesuai sistimatis dan terprogramkan secara baik.

Makna Gong dan Moko dalam Upacara Kematian

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gong dan moko merupakan alat musik yang dapat dipakai oleh masyarakat dalam suatu acara seperti penyambutan kepada tamu, peminangan perempuan dan juga sebagai simbol kepada orang yang telah meninggal. Masyarakat Mataru Barat memahami gong dan moko sebagai salah satu benda sakral yang harus dibawa ketika melihat orang yang telah meninggal. Masyarakat Mataru Barat memahami gong dan moko sebagai benda sakral yang wajib dibawa oleh anak laki-laki dan anak perempuan ketika memasuki tenda duka. Gong dan moko yang dibawa oleh anak laki-laki dan perempuan harus diberikan kepada saudara perempuan dan saudara laki-laki dari si mati (nengfala/mayolfala) Dari masalah yang telah dipaparkan, maka penulis melakukan penelitian mengenai gong dan moko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang makna gong dan moko dalam upacara Kematian. Tempat penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman dengan teknik masyarakat Mataru tentang gong dan moko merupakan suatu penyakit yang dapat mengakibatkan sakit penyakit, kecelakaan dan kematian. Masyarakat Mataru Barat memahami bahwa ini merupakan suatu budaya yang harus dilakuka jika tidak dilakukan maka masyarakat akan mendapatkan tantangan. Oleh karena itu masyarakat perlu memahami bahwa gong dan moko bukan sebagai benda sakral yang dapat membawa bencana tetapi sebagai simbol yang dapat mempersatukan antara anak laki-laki dan perempuan kepada saudara-saudara dari orang yang telah meninggal dan juga memberi tanggung jawab untuk melihat keluarga yang ditinggalkan.

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM CU SERVIAM PENFUI KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM CU SERVIAM PENFUI KOTA KUPANG Oleh : Margaretha Irmainda Nabut Nim : 18410286 ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada Koperasi Simpan Pinjam Cu Serviam Penfui Kota Kupang.subyek dalam penelitian ini adalah pengurus koperasi dengan laporan keuangan sebagai obyek penelitian. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam Cu Serviam Penfui Kota Kupang tahun2018 sampai 2020 berdasarkan rasio keuangan yang terdiri dari rasio liquiditas rasio solvabilitas, rasio rentabilitas, rasio profitabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan yang digunakan menggunakan teknik dokumentasi.teknik analisis data menggunakan deskriptif dengan rumus : current ratio,debt to asset,return on invesment, dan return on equity.Rasio likuiditas menurut Fred Westondalam Kasmir (2016:110), merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Menurut Kasmir (2016:151), bahwa‘Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan yang dibiayai dengan utang. Rasio rentabilitas adalah hasil akhir dari serangkaian kebijakan dan keputusanyang dibuat oleh sebuah perusahaan. Sementara rasio lain dapat memberikan petunjuk yang berguna dalam mengevaluasi kinerja perusahaan,Rasio pendapatan menunjukkan dampak kumulatif dari likuiditas,dan solvabilitas . Menurut Kasmir (2016:196),bahwa:“rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.   Hasil analisis menunjukkan bahwa Kinerja keuangan berdasarkan (1) Rasio liquiditas pada tahun 2018 current ratio sebesar 124,22% dengan kriteria “kurang baik” .pada tahun 2019 perolehan current ratio mengalami peningkatan sebesar 124,90% dengan kriteria “kurang baik” .peningkatan ini disebabkan oleh karena setiap tahun jumlah total aktiva dan hutang lancar semakin meningkat.pada tahun 2020 perolehan current ratio mengalami peningkatan sebesar 126,76% dengan kriteria “ kurang baik”peningkatan ini disebabkan karena setiap tahun jumlah total aktiva dan hutang lancar semakin meningkat.(2) rasio solvabiitas pada tahun 2018 sebeesar 80,50 engan kriteria buruk .pada tahun 2019 debt to asset sebeesar 80,06% dengan kriteria buruk kemudian pada tahun 2020 debt to asset sebesar 78.88% dengan kriteria buruk.(3) rasio rentabilitas pada tahun 2018 return on invesment sebesar 1.30 dengan kriteria sangat baik dan pada tahun 2019 return on invesment sebesar 1,27% dengan kriteria sangat baik kemudian pada tahun 2020 return invesment sebesar 1,15%.Berdasarkan analisis yang dilakukan ,kinerja keuangan koperasi simpan pinjam cu serviam penfui kota kupang bernilai 25 dengan kriteria sangat baik.(4) rasio profitabilitas pada tahun 2018 return on equity yang di peroleh sebesar 7,17% dengan kritria kurang baik .pada tahun 2019 retirn on equity yang diperoleh sebesar 6,86% dengan kriteria kurang baik dan pada tahun 2020 return on equity yang diperoleh sebesar 6,40% dengan kriteria kurang baik juga. Berdasarkan hasil penelitian , pada tahun 2018 nilai koperasi yang dihitung berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor:06/Per/K.KUKM/V/2006 Tentang Pedoman Penilaian Koperasi Berprestasi/Koperasi Simpan Pinjam Cu Serviam Penfui Kota Kupang memperoleh nilai sebesar 25 dengan   kriteria sangat baik,pada tahun 2019 nilai koperasi sebesar 25 dengan kriteria kurang baik dan pada tahun 2020 juga nilai koperasi yang diperoleh sebesar 25 dengan kriteria kurang baik. Kata kunci : kinerja keuangan koprasi,rasio liquiditas, rasio solvabilitas, rasio rentabil

DISPARITAS PUTUSAN JUDEX FACTIE DAN JUDEX JURIS DALAM SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan masalah yang penulis kaji adalah Mengapa Putusan Hakim Judex Factie Menabulkan Gugatan Penggugat Sedangkan Judex Juris Membatakan Dan Menjatuhkan Putusan Menolak Gugatan Penggugat.Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: Untuk Mengetahuhi Alasan Pertimbangan Hakim Judex Factie Menabulkan Gugatan Penggugat Sedangkan Judex Juris Membatakan Dan Menjatuhkan Putusan Menolak Gugatan Penggugat Dalam Sengkta Kepemilikan Tanah. Jenis metode Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif . Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu alasan Putusan Judex Factie mengabulkan gugatan penggugat antara lain : 1. Gugatan penggugat sempurna 2. Penggugat membuktikan tergugat melakukan perbuatan melawan hukum Alasan Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Judex Factie Dan Menjatuhkan Putusan Menolak Gugatan Penggugat Yaitu : 1. Judex Factie tidak menerapkan pasal 32 ayat (2) peraturan pemerintah nomor 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah 2. Tergugat memiliki sertifikat hak milik atas tanah telah melampoi waktu 5 (lima) tahun Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah agar dalam menjatuhkan putusan, Hakim harus mempertimbangkan asas keadilan,asas kepastian hukum dan asas kemanfaatan hukum.

RITUS PEN ULAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul: Ritus Pen ulan dan sub judul: Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Persepsi Jemaat Imanuel Sanam Kasis Amabi Oefeto Timur Tentang Pen ulan ditulis oleh Aritmat Tlonaen. Penulis meneliti tentang Pen ulan karena jemaat khususnya dan masyarakat Desa Muke pada umumnya masih percaya bahwa Pen ulan atau sorgum yang tumbuh di musim hujan berpotensi menghalangi hujan untuk tidak turun sehingga menyebkan terjadinya kekeringan. Sebab itu, sorgum yang tumbuh liar harus dimusnahkan. Dengan pendekatan teologi kontekstual, penulis menekankan bahwa sorgum bukanlah tanaman yang membawa kutuk. Segala jenis kutukan ataupun sumpah serapa tidak dapat menghilangkan berkat kasih setia Tuhan. Penelitian ini dapat membantu jemaat/masyarakat untuk lebih takut kepada Allah dan melakukan kehendak-Nya daripada takut kepada gejala alam.

KEKRISTENAN DAN HAMIS BATAR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Terbentuknya Jemaat Ebenhaezer Motaulun dimulai dari sebuah persekutuan doa yang didirikan oleh Elias Kehi pada tahun 1990. Untuk melaksanakan kegiatan peribadatan dan persekutuan doa, maka dipakailah rumah Elias Seran Kauk sebagai tempat untuk beribadah. Pada saat kekristenan sudah masuk dan berkembang di Jemaat Ebenhaezer Motaulun, Jemaat masih hidup dengan menyembah kepada berhala atau benda-benda yang berada di sekeliling yang dipercaya memiliki kekuatan. Selain itu jemaat juga masih melakukan tradisi yang ditinggalkan oleh nenek moyang. Salah satu tradisi yang dilakukan ialah tradisi Hamis Batar (Syukur Panen Jagung). Tradisi Hamis Batar adalah sebuah tradisi yang dilakukan dengan tujuan sebagai pengucapan syukur kepada wujud tertinggi. Tradisi ini dilakukan ketika musin panen jagung. Tujuan tradisi ini dilakukan ialah sebagai ungkapan syukur kepada leluhur atas semua hasil panen yang didapat. Tradisi ini dilakukan juga dengan maksud sebagai ungkapan permohonan kepada leluhur agar memberikan berkat. Tradisi ini masih dilakukan karena menurut Jemaat Ebenhaezer Motaulun, ketika mendapatkan hasil panen dan sebelum memakan maka harus melakukan tradisi ini. Hal ini dikarenakan Ketika tradisi ini tidak dilakukan maka ketika memakan mereka akan sakit. Berkaitan dengan masalah yang di atas, maka tujuan skripsi ini untuk mengetahui perjumpaan antara kekristenan dan tradisi Hamis Batar dan mengapa jemaat masih melakukan tradisi ini, sebab sudah ada gereja di Motaulun. Tujuan ini dapat dicapai melalui penelitian lapangan dalam metode penelitian kualitatif agar mendapatkan data yang akurat. Pada saat penulis melakukan penelitian, penulis menemukan fakta bahwa gereja merasa resah dengan jemaat yang masih melakukan tradisi Hamis Batar, alasannya karena menurut jemaat selain Tuhan yang menjaga tanaman dan yang memberi berkat ada juga kuasa lain yang menjaga yakni para leluhur. Gereja selalu memberikan pemahaman yang benar kepada jemaat. Melihat dari masalah yang disanpakan, penulis akan meninjau dari sudut pandang Historis Teologis. Dalam menyelesaikan masalah yang diangkat penulis, maka penulis menggunakan ciri-ciri pendekatan dari 5 tipologi Neiburh yaitu tipologi Kristus di atas kebudayaan. Dalam menangapi masalah ini maka gereja sangat berperan penting. Gereja perlu memberikan pemahaman kepada jemaat bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini diberikan oleh Tuhan dan semuanya milik Tuhan bahkan kebudayaan sekalipun.

GEREJA YANG MISIONER

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tulisan ini membahas tentang misi GKS dalam perjumpaan Injil dan Marapu di GKS Jemaat Kanatang. GKS Jemaat Kanatang merupakan salah satu gereja yang menjalankan misinya sejak lama dan mengalami banyak pergumulan. Ditemukan permasalahan dimana orang-orang Kristen yang kembali mempraktekkan ritual Marapu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi gereja. Penulis memakai pemahaman misi dari Gerrit Singgih yaitu misi tidak hanya berfokus pada pemuridan, tetapi perlu untuk pemeliharaan anggota gereja melalui pembinaan. Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif dalam penelitian melalui observasi dan wawancara mendalam. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah orang-orang yang mengetahui tentang sejarah pelaksanaan misi di GKS Jemaat Kanatang. Dalam penelitian yang dilakukan, penulis menemukan ada perubahan-perubahan pola misi dalam setiap periode pelaksanaan misi. Secara jelas digambarkan bahwa pada awalnya para pekabar Injil masih berpatokan pada kristenisasi. Namun, dalam perkembangannya gereja menyadari kebutuhan jemaat dan masyarakat sehingga lebih fleksibel. Dalam pelaksanaan misi GKS Jemaat Kanatang ditemukan faktor-faktor pendukung yakni wawasan misiologis zendeling, kurangnya pemahaman ajaran kekristenan, adanya tenaga pelayan, upaya pembinaan warga jemaat, gereja yang berusaha hadir bagi semua orang dan faktor-faktor penghambat pelaksanaan misi, yakni adat, pengakuan negara terhadap Marapu sebagai aliran kepercayaan, majelis jemaat. Misi yang inklusif dan gereja yang inklusif sangat penting bagi pelaksanaan misi di GKS dan GKS Jemaat Kanatang. Dengan ini gereja dapat menjangkau setiap lapisan masyarakat untuk menjawab persoalan yang dihadapi. Yesus sendiri telah menunjukkan misi yang inklusif tanpa membuat tembok pemisah melainkan hadir bagi semua orang, yang kaya dan yang miskin, yang tertindas dan yang menindas.

Tradisi Tari Mali'u Ei sebagai Sarana Pendampingan Pastoral Berbasis Budaya

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi tari Mali’u Ei adalah sebuah tradisi tari yang berasal dari Rote. Tradisi tari Mali’u Ei berasal dari dua kalimat yaitu Mali’u (pukul) dan Ei (kaki). Tradisi tari Mali’u Ei biasanya dilakukan pada momen kedukaan, lebih tepatnya setelah penguburan jenazah. Di jemaat GMIT yang ada dalam lingkup pelayanan Klasis Rote Timur terdapat tradisi tari Mali’u Ei yang biasanya dilakukan ketika ada jemaat yang mengalami kedukaan karena kehilangan orang terkasih seperti suami, istri, anak, orang tua dan keluarga. Kedukaan karena kehilangan orang terkasih melalui peristiwa kematian adalah suatu hal yang mengejutkan. Kedukaan adalah bagian dari hidup yang tidak tampak terluka tapi sakit. Kedukaan karena kematian membuat keluarga yang ditinggalkan merasa sedih dan sepi. Seseorang yang berduka akan mengalami penderitaan fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pastoral dalam tradisi tari Mali’u Ei dan dampak pelaksanaan bagi keluarga duka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif untuk melihat fenomena tradisi tari Mali’u Ei dalam momen kedukaan di jemaat GMIT yang ada dalam lingkup pelayanan Klasis Rote Timur. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa dalam tradisi tari Mali’u Ei juga terdapat fungsi pastoral yaitu tradisi tari Mali’u Ei dilakukan dengan tujuan untuk menopang dan memulihkan keluarga yang sedang berduka. Oleh karena itu, gereja perlu untuk menghargai budaya sebagai sarana pastoral dan memanfaatkan tarian untuk menopang dan memulihkan.