Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessVersi 1

Tradisi Tari Mali'u Ei sebagai Sarana Pendampingan Pastoral Berbasis Budaya

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Teologi Agama Kristen•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Tradisi tari Mali’u Ei adalah sebuah tradisi tari yang berasal dari Rote. Tradisi tari Mali’u Ei berasal dari dua kalimat yaitu Mali’u (pukul) dan Ei (kaki). Tradisi tari Mali’u Ei biasanya dilakukan pada momen kedukaan, lebih tepatnya setelah penguburan jenazah. Di jemaat GMIT yang ada dalam lingkup pelayanan Klasis Rote Timur terdapat tradisi tari Mali’u Ei yang biasanya dilakukan ketika ada jemaat yang mengalami kedukaan karena kehilangan orang terkasih seperti suami, istri, anak, orang tua dan keluarga. Kedukaan karena kehilangan orang terkasih melalui peristiwa kematian adalah suatu hal yang mengejutkan. Kedukaan adalah bagian dari hidup yang tidak tampak terluka tapi sakit. Kedukaan karena kematian membuat keluarga yang ditinggalkan merasa sedih dan sepi. Seseorang yang berduka akan mengalami penderitaan fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pastoral dalam tradisi tari Mali’u Ei dan dampak pelaksanaan bagi keluarga duka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif untuk melihat fenomena tradisi tari Mali’u Ei dalam momen kedukaan di jemaat GMIT yang ada dalam lingkup pelayanan Klasis Rote Timur. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa dalam tradisi tari Mali’u Ei juga terdapat fungsi pastoral yaitu tradisi tari Mali’u Ei dilakukan dengan tujuan untuk menopang dan memulihkan keluarga yang sedang berduka. Oleh karena itu, gereja perlu untuk menghargai budaya sebagai sarana pastoral dan memanfaatkan tarian untuk menopang dan memulihkan.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tradisi Tari Mali'u Ei sebagai Sarana Pendampingan Pastoral Berbasis Budaya · oai:ais:skripsi:2965