Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

H

2.529 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 502025: 582024: 302023: 3792022: 4972021: 9162020: 1632018: 552016: 42015: 22009: 12002: 11989: 11018: 1

DESKRIPSI TENTANG MODUS OPERANDI DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENGHINAAN MELALUI FACEBOOK

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul: “Deskripsi Tentang Modus Operandi dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penghinaan Melalui Facebook”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana modus operandi terjadinya tindak pidana penghinaan melalui facebook?; 2. Bagaimana akibat hukum yang timbul dari tindak pidana penghinaan melaui facebook terhadap pelaku dan korban? Tujuan penelitian adalah: 1. Untuk mengetahui modus operandi terjadinya tindak pidana penghinaan melalui facebook; 2. Untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari tindak pidana penghinaan melaui facebook terhadap pelaku dan korban. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Modus operandi kejahatan tindak pidana penghinaan yang dilakukan melalui facebook diantaranya adalah: a. Memposting dan menyebarluaskan informasi yang tidak benar tentang korban; b. Membuat akun facebook palsu; c. Memposting postingan yang memuat kata-kata hinaan dengan menyebut langsung nama korban; d. Mengirimkan hasil tangkapan layar percakapan yang memuat kata-kata hinaan serta membuka aib korban kepada orang lain; e. Memanfaatkan postingan status facebook milik orang lain. 2. Akibat hukum yang timbul bagi para pelaku : a. Pelaku dijatuhi hukuman pidana penjara; b. Pelaku dijatuhi hukuman percobaan; c. Pelaku membayar biaya perkara. Adapun saran penulis yakni: 1. Masyarakat diharapkan dapat lebih menjaga kerukunan antara sesama baik sebagai sesama umat beragama maupun saling bertetangga untuk berteman baik di media sosial terkhususnya facebook sebagai salah satu media sosial yang dapat diakses oleh semua kalangan; 2. Pengguna aktif media sosial diharapkan dapat bersama-sama mengurangi kejahatan penghinaan dengan mencoba memahami peraturan yang sedang berlaku pada saat ini; 3. Menurut hemat penulis langkah upaya penegakan hukum yang diambil oleh aparat penegak hukum khususnya pihak kepolisian dalam menangani kasus penghinaan dalam penelitian ini sudah tepat, hanya saja pihak kepolisian harus lebih bekerja ekstra dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya tentang kejahatan penghinaan dan peraturan yang sedang berlaku saat ini.

DESKRIPSI TENTANG PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN ACARA PEMERIKSAAN CEPAT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian ini ialah :Deskripsi Tentang Penyelesaian Tindak Pidana Pencurian Dengan Acara Pemeriksaan Cepat. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: Mengapa tindak pidana pencurian diselesaikan melalui acara pemeriksaan cepat?. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah : untuk mengetahui alasan tindak pidana pencurian diselesaikan melalui acara pemeriksaan cepat. Sifat penelitian ini ialah deskriptif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif yang disebut juga penelitian hukum kepustakaan atau studi dokumen karena sepenuhnya menggunakan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaberdasarkan deskripsi dan analisis terhadap kelima putusan Hakim dalam penyelesaian tindak pidana pencurian, maka didapati penyebab penyelesaian tindak pidana pencurian diselesaiakan melalui acara pemeriksaan cepat adalah: 1) Nilai barang yang dicuri di bawah Rp.2.500.000,- dan 2)Ketentuan hukum yang diterapkan adalah Pasal 364 KUHP. Saran penelitian ini, perlu pemahaman tentang sinkronisasi aturan untuk tindak pidana pencurian dan acara pemeriksaan cepat, karena tidak semua tindak pidana pencurian diselesaikan dengan acara pemeriksaan cepat, namun hanya tindak pindana pencurian ringan karena masuk dalam kategori tipiring yang memenuhi syarat acara pemeriksaan cepat. Pemahaman dapat tercapai jika pada KUHAP memiliki Pasal penjelasan konkret mengenai jenis-jenis tindak pidana yang diselesaikan dengan acara pemeriksaan cepat. Kata Kunci: Acara Pemeriksaan Cepat, Pencurian

DESKRIPSI TENTANG PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN MANUSIA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul:Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penyelundupan Manusia perumusan masalahnya adalah faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyelundupan manusia?Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyelundupan manusiayang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: Penyebab terjadinya tindak pidana penyelundupan manusiadan variabel terikat yaitu:putusan pengadilan dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian ditemukan beberapa faktor penyebab terjadinya tindak pidana penyelundupan manusia antara lain:Pertama, Faktor Ekonomi.Faktor ekonomi menjadi penyebab terjadinya penyeludupan manusiayang dilatarbelakangilapangan pekerjaan yang tidak ada yang menyebabkan adanya niat pelaku untuk melakukan pekerjaan perekrutan meskipun harus ke luar daerahatau bahkan keluar negeri.Kedua, Faktor Lingkungan, keamanan dan kenyamanan di negara asal.Faktor lingkungan daerah asal negara sebagai akibat konflik atau perang yang berkepanjanganmenjadi pendorong bagi para imigran gelap untukmeninggalkan daerah asalnya demi mencari tempat yang aman atauterlepas dari konflik dan meminta suaka kenegara-negara maju yang dapat memberikan jaminan keselamatan danperlindungan hak asasi manusia.Ketiga, Faktor Letak Geografis.Indonesia berada dalam jalur lalu lintasperdagangan duniakarenaposisinya yang sangatstrategis, dengan letak demikian strategis, praktis menjadikan Indonesia sebagai jalur yang padat akan lalu lintas Internasional, baik melalui jalur darat, laut maupun udara yang mempersulit para petugas dalam melakukanpengawasan terhadap lokasi yang rawanterjadinya penyelundupan manusiamanusiasarana pengangkutnya dengan memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat di sekitar pesisir pantai. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah Perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pengawasan dan sosialisasi bagi masyarakat tentang tindak pidana penyelundupan manusia khususnya masyarakat pesisir pantai .Kata Kunci: Penyebab dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia  

IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA PADA ZONA INTERTIDAL DI PANTAI MBIU DESA MBIU LOMBO KECAMATAN NDAO NUSE KABUPATEN ROTE NDAO

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastropods is animal which has soft body that moves with its stomach. Gastropods has an important role for ecology, economy and education. The purpose of this study was to find out the types and diversities of the Mbiu village, Ndao Nuse sub-district, Rote Ndao Regency. Method that used in this study was line transect method. Sampling location determination technique used sampling area. The method used in this study was Quantitative descriptive method. Based on this study resulted at Mbiu beach, gastropods class foubd 7 families, they were Conidae family, Strombidae family, Trochidae family, Turbinellidae family, Cypraeidae family, Volotidae family, and Angariidae family. Gastropods diversities index on transect I, II, III at Mbiu beach was medium, because showed H’= 1,82. But, abundance, relative abudance and domination index highest on Vasum tuyrbinellus species was 7,77 Ind/m2, 31,39%, 0,09. In conlusion, gastropods population at Mbiu beach. Beside that, need to do the next study on the different seasons to find out the morphology types found and its relationship with another biota.

DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Penelitian ini berjudul “Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Lalu Lintas Yang Mengakibatkan Kematian.”,tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya Disparitas putusan terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan kematian.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatife pendekatan yang mencakup penelitian hukum terhadap Penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum, penelitian terhadap sinkronisasi vertikal dan horizontal, penelitian perbandingan hukum dan penelitian sejarah hukum. Adapun maksud penggunaan jenis penelitian ini adalah disamping meneliti bahan-bahan yang ada (buku, peraturan perundang-undangan, penetapan, media internet, surat kabar, dan hasil penelitian yang diterbitkan) melalui bahan kepustakaan.Bahan hukum primer adalah bahan-bahan hukum yang bersifat mengikat. Oleh karena itu dalam penelitian ini bahan Hukum Primer yang digunakan adalah : 1).Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP); 2).Kitab Undang-Undang Hukum Aacara Pidana (KUHAP) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981; 3).Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan; 4).Putusan Pengadilan. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi kepustakaan.Studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik ataumasalah yang menjadi obyek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain. Terdapat 4 (empat) hal yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, antara lain :1) Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda. 2) Kualitas perbuatan terdakwa. 3) Independensi Hakim. 4) Faktor yang memberatkan dan meringankan.Adapun saran yang dapat penulis berikan berkaitan dengan disparitas penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia antara lain :1). Agar hakim harus lebih obyektif dalam memutus dan menjatukan putusan suatu kasus tindak pidana, agar tidak menimbulkan kecemburuan hukum di dalam masyarakat. 2). Diharapkan kepada majelis hakim untuk menjadi pribadi yang memiliki latar belakang individu yang baik, sehingga di dalam memutus suatu perkara lebih berhati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman hukum di dalam masyarakat. Kata Kunci: Disparitas, Putusan Pemidanaan, Tindak Pidana, Lalu Lintas

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCULIKAN ANAK

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judulskripsipenulisadalah,“Faktor-faktorpenyebabTerjadinyaTindakPidanaPenculikanAnak”.RumusanMasalahpenelitianpenulis,adalah :1). Faktor-faktorapasaja yang menyebabkanterjadinyatindakpidanapenculikananak? 2). Bagaimana modus terjadinyatindakpidanapenculikananak? 3). Bagaimanaakibathukumdaritindakpidanapenculikananakterhadappelaku dan anak?.Penelitianinidilakukandengantujuan :1). Untukmengetahuifaktor-faktorapasaja yang menyebabkanterjadinyatindakpidanapenculikananak; 2). Untukmengetahui modus terjadinyatindakpidanapenculikananak. 3). Untukmengetahuiakibathukumdaritindakpidanapenculikananakterhadappelaku dan anak. Sifatpenelitianpenulisadalahdeskriptif dan jenispenelitianyang digunakandalampenelitianhukuminiadalahpenelitianhukum normative. Hasil penelitian, sebagaiberikut:Motif dan modus terjadinyatindakpidanapenculikananak.Motif daripelakutindakpidanapenculikananak, adalah : Terdakwa ingin memiliki dan menjual perhiasan emas dari korban Terdakwa merasa dendam kepada orang tua korban. Terdakwa ingin mempunyai anak karena belum memiliki anak. Modus daripelakutindakpidanapenculikananak, adalah : Membujuk korban dengan kata-kata kebohongan Mengambil/menculik anak pada saat pintu rumah terbuka. Terdakwa mengambil anak pada saat keluar rumah menuju ke kios. Terdakwa meminta agar bayi dititipkan padanya pada saat nenek bayi pulang rumah mengambil KTP. Terdakwa mengajak korban Dika Pratama untuk ikut bersama kerumah terdakwa. Akibat hukum dari tindak pidana penculikan anak terhadap pelaku dan anak. Akibat hukum terhadap pelaku, adalah 1). Pelaku/terdakwa dipidana penjara dan didenda berupa uang dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan.2). Pelaku/terdakwa membayar biaya perkara. Akibat hukum terhadap anak, adalah 1). Anak korban tindak pidana penculikan dan orang tua korban mengalami trauma dan depresi yang berkepanjangan.2). Anak korban tindak pidana penculikan mengalami gangguan psikologis. Kata Kunci: Penyebab, modus dan akibathukumpenculikananak  

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK DI ERA COVID-19 DI SMP NEGERI 8 KUPANG TAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Strategi guru pendidikan agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik merupakan proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan bagi penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di era covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bermaksud untuk menggambarkan realitas yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil analisis kualitatif data menunjukan bahwa secara umum strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik meliputi : Penemuan, faktor penghambat dan faktor pendukung. Secara terperinci diperoleh strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik meliputi: Penemuan dengan 5 indikator, faktor penghambat dengan 3 indikator dan faktor pendukung dengan 6 indikator dalam mendisiplinkan peserta didik, semuanya tuntas dalam proses pelaksanaan yang meliputi: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Alokasi waktu dan suasana kelas semuanya berada dalam kategori baik.

ANALISIS KEBIASAAN- KEBIASAAN BELAJAR SISWA SEBELUM PANDEMI DAN MASA PANDEMI DI SMP NEGERI 8 KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebiasaan belajar merupakan proses yang terjadi pada sesesorang baik yang dilakukan di sekolah maupun dirumah untuk mencapai tujuan tertentu yang dilaksanakan secara rutin sehingga menjadi suatu kebiasaan. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebiasaan- kebiasaan belajar siswa sebelum pandemi dan masa pandemi di SMP Negeri 8 Kupang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif-kuantitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian iniakan dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh antarakebiasaan belajar siswasebelum pandemi dan masa pandemi di SMP Negeri 8 Kupang. Dimana uji t membuktikan bahwa untuk taraf signifikan 5% diperoleh nilai t tabel -0,8654. Dan menyatakan bahwa t hitung < t tabel (-0,8654< 2,110) Yang artinya adalah hipotesis penelitian Ha diterima karena terdapat pengaruh yang signifikanantara kebiasaan belajar siswasebelum pandemi dan masa pandemi di SMP Negeri 8 Kupang. Yang juga dapat dinyatakan besaran hubungannya sebesar 74,89% yang dibuktikan melalui menghitung koofisien determinasi, dengan cara menguadratkan koofisien yang ditemukan yaitu sebagai berikut: dimana (-0,8654)2 x 100 = 74,89%. Jadi kebiasaan belajar siswasebelum pandemi dapat dipengaruhi dari kebiasaan belajar siswa saat pandem

Analisis Hubungan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Peningkatan Kualitas Kerja, dan Kinerja Pegawai Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENINGKATAN KUALITAS KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA KUPANG Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengembangan sumber daya manusia, kualitas kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kota Kupang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Kinerja Pegawai sangat berpengaruh dalam meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dan kuaitas kerja, Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kualitas kerja yang baik. Suatu instansi dapat berkembang jika dalam segala kegiatan didukung oleh pengembangan sumber daya manusia dan kualitas dari para pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia adalah dengan memperhatikan kualitas pegawai.kinerja pegawai merupakan salah satu komponen penting untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dan kualitas dalam bekerja di tempat kerja. Selain itu, kinerja pegawai juga perlu diperlihatkan karena kinerja yang baik dapat mempengaruhi hubungan kualitas kerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pegawai terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kota Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalahpengembangan sumber daya manusia,peningkatan kualitas pegawai ,kinerja pegawai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kota KupangTeknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 16. Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa kinerja pegawai berada dalam kategori baik, pengembangan sumber daya manusia dalam kategoribaik, dan kualitas kinerja ketegori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi Product Moment Pearson diketahui bahwa kinerja pegawai mempunyai hubungan positif dengan pengembangan sumber daya manusia. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.21di dapatkan nilai korelasi sebesar 0,533 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara Pengembangan Sumber daya manusia dan Kinerja pegawaisedangkan dari output juga dapat dilihat bawha nilai uji signifikansi 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,001 0,05 (H0 ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengembangan sumber daya manusia dan kinerja pegawai Berdasarkan pada tabel 4.22uji korelasi nilai korelasi product moment pearson sebesar 0,682 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara Kualitas Kerja dan Kinerja Pegawai. korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilaisignifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara variable kualitas kerja dan Kinerja Pegawai . Berdasarkan pada tabel 4.23 uji korelasi nilai korelasi product moment pearson sebesar 0,466 yang artinya terdapat yang kuat antara pengembangan Sumber Daya Manusia dan kualitas kerja. korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilaisignifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,003 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara Variabel Kualitas Kerja (X2) dan Kinerja Pegawai (Y)

Pengaruh posisi daun pada proses pengujian terhadap vitamin C tepung daun kelor

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH POSISI DAUN PADA PROSES PENGUJIAN TERHADAP VITAMIN C TEPUNG DAUN KELOR Ferniyasih Lumba Babang*), Ir.Zet Malelak,M,Sc**), Ir.M.Nuhara,MP**) ABSTRAK Penulis tentang : Pengaruh Posisi Daun Pada Proses Pengujian Terhadap Vitamin C Tepung Daun Kelor. Metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan sehingga menghasilkan 8 unit bercobaan dengan posisi daun yang berbeda antara lain, daun kelor mudar segar,daun kelor tua segar,tepung daun kelor muda,tepung daun kelor tua. Dalam pengujian laboratorium yaitu, Daun Kelor muda segar Vitamin C 499,995 mg, paling rendah ada pada Daun kelor tua segar 181,71 mg ,Tepung daun kelor muda 238,97 mg, Tepung daun kelor Tua 194,125 mg Kata kunci : daun kelor, vitamin C * (Peneliti) ** (Pembimbing)

DESKRIPSI TENTANG PERTIMBANGAN HAKIM PENGADILAN TATA USAHA NEGARA TERHADAP SENGKETA PEMBERHENTIAN PENGAWAI NEGERI SIPIL

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Tentang Pertimbangan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Terhadap Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil”. Rumusan masalah yaitu Mengapa Putusan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Ada Yang Di Kabulkan Dan Ada Yang Di Tolak? Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Putusan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri SIpil Ada Yang Di Kabulkan Dan Ada Yang Di Tolak. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan No. 16/G/2016/PTUN/-JKT, No. 196/B/2016/PT.TUN.JKT, No. 28 K/TUN/2017, No. 170/G/2011/PTUN-JKT, No. 58/B/2012/PT.TUN.JKT, No. 152 K/TUN/2013, No. 140 PK/TUN/2014, 35/G/2019/PTUN-KPG, No. 271/B/2019/PT.TUN.SBY, No. 30 K/TUN/2021 Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pertimbangan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara memutus perkara Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dengan Kronologi Kasus dan Dakwaan dengan mengunakan alat bukti dan dengan pertimbangan dalam fakta persidangan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Mengapa Putusan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Ada Yang Di Kabulkan Dan Ada Yang Di Tolak , yaitu: 1. Pertimbangan Hakim Menolak Gugatan dikarenakan: a. Penggugat telah menjalani hukum pemidanaan yang telah berkekuatan hukum tetap. b. Penerbitan Objek Gugatan telah sesuai dengan aspek kewenangan, aspek prosedurdan aspek substansi 2. Hakim Mengabulkan Gugatan dikarenakan: a. Penerbitan objek sengketa bertentangan dengan pasal 29 Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. b. Penerbitan objek sengketa melanggar asas kepastian hukum. Kata kunci :Pemberhentian Pengawai Negeri,Dikabulkan dan Di Tolak, dan Pertimbangan Hakim.

DESKRIPSI TENTANG MODUS OPERANDI DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI MINYAK DAN GAS BUMI TANPA IKATAN KONTRAK KERJASAMA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Modus Operandi Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Eksplorasi Dan Eksploitasi Minyak Dan Gas Bumi Tanpa Ikatan Kontrak Kerjasama”. Rumusan masaalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama ?. 2) Bagamana akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara ?. Tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama, 2) untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian normatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus dan akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Variabel terikat adalah tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka diperoleh jawaban yaitu: 1. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama yaitu : 1) Terdakwa bersepakat untuk menyewa lahan, 2) terdakwa mempersiapkan alat penegboran, 3) melakukan pengeboran. 2. Akibat Hukum : 1) Terhadap Pelaku yaitu dipidana penjara, membayar denda dan dibebani biaya perkara. 2) Terhadap barang bukti yaitu : Dirampas untuk Negara, dirampas untuk dimusnahkan, 3) dikembalikan kepada jaksa penuntut umum untuk digunakan dalam perkara yang sama. 3) Terhadap Negara yaitu : Negara mengalami kerugian karena hasil dari eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi merupakan milik Negara yang bernilai ekonomis. Saran, diharapkan bagi masyarakat khususnya orang perseorangan untuk patuh pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku bahwa orang perseorangan dilarang untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi sebgaiamana telah ditentukan dalam ketentuan undang-undang. Bagi penegak hukum untuk memberikan hukuman yang hendaknya dapat ditingkatkan agar kerugian keuangan negara dapat dihindari. Kata Kunci : Tindak Pidana, Pelaku, Modus Operandi, Eksplorasi, Eksploitasi, Kontrak Kerjasama, Minyak Bumi, Akibat Hukum.

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN KOMISI KODE ETIK TERHADAP PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI POLRI DI WILAYAH HUKUM POLDA NTT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini ialah : Deskripsi Tentang Putusan Komisi Kode Etik Terhadap Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri Di Wilayah Hukum Polda NTT. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: Mengapa pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota polri dijatuhi hukuman yang berbeda?. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah : untuk mengetahui alasan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota polri dijatuhi hukuman yang berbeda. Sifat penelitian ini ialah deskriptif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif yang disebut juga penelitian hukum kepustakaan atau studi dokumen karena sepenuhnya menggunakan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: alasan penjatuhan hukuman secara berbeda untuk pelanggaran yang sama terhadap anggota Polri di wilayah hukum Polda NTT, karena: 1)Kualitas perbuatan pelanggar berbeda yakni Komisi kode etik Polri mempertimbangan fakta yang diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap kasus, dengan indikator: a)Anggota Polri Mengingkari Janji untuk Menikahi Korban; b) Anggota Polri Berusaha Bertanggung Jawab Tetapi Tidak Sepakat Dengan Keluarga Korban; c)Anggota Polri Berjanji Menikahi Korban; d)Anggota Polri Menghamili Perempuan Lain dan tidak Menafkahi Istri Sah; dan e)Anggota Polri Tidak Mau Bertanggung Jawab Meskipun Terdapat Bukti yang Autentik. 2) Tuntutan dari penuntut berbeda. Hal ini juga dipengaruhi oleh perangkat sidang komisi kode etik Polri yang berbeda, yakni ada pada tingkat Polres dan ada yang pada tingkat Polda dengan susunan komisi yang menempati posisi ketua, wakil dan anggota juga berbeda; dan 3)Putusan komisi bersifat rekomendatif dan kewenangan menetapkan hukuman adalah atasan yang berhak menghukum (Ankum), ditingkat Polres adalah Kapolres dan ditingkat Polda adalah Kapolda. Kesimpulan penelitian ini adalah: 1)Kualitas perbuatan pelanggar berbeda; 2)Tuntutan dari penuntut berbeda; dan 3)Rekomendasi putusan di komisi etik kepada Ankum berbeda. Saran dari penelitian ini yakni: 1)Penegakan kode etik profesi Polri di wilayah hukum Polda NTT perlu memperhatikan secara cermat syarat formil pengajuan banding sebagai upaya hukum pelanggar, diperhatikan sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan 2)Bagi Anggota Polri di wilayah hukum Polda NTT yang melakukan pelanggaran perlu memperkuat argumen hukum dan alasan-alasan dilakukannya pelanggaran saat pemeriksaan, karena putusan komisi kode etik Polri mempertimbangakan fakta yang diperoleh dari hasil pemeriksaan. Kata Kunci: Kode Etik, Profesi Polri

MOTIF DAN MODUS PELAKU TINDAK PIDANA PEREDARAN OBAT TANPA MEMENUHI STANDAR PENGAMANAN DAN MUTU DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KEDIRI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Motif Dan Modus Pelaku Tindak Pidana Peredaran Obat Tanpa Memenuhi Standar Pengamanan Dan Mutu Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kediri. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan: Bagaimanakah motif pelaku melakukan tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri? dan Bagaimana modus yang digunakan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri? Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui motif yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri dan modus yang digunakan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu gejala sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dengan penerapan suatu norma (peraturan perundang-undangan) yang berlaku. Sumber bahan hukum dan jenis bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui Studi pustaka atau dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Motif pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu yaitu: faktor ekonomi, konsumsi sendiri, faktor pertemanan. Sedangkan, modus yang digunakan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri adalah Terdakwa berkomunikasi menggunakan handphone untuk membeli obat dari teman, Terdakwa menyimpan pil dalam kandang ayam, di lemari pakaian, dalam tas ransel, dan dalam bungkus rokok APACHE, Terdakwa menggunakan jasa kurir untuk mengantar obat. Berdasarkan hal ini, saran penulis adalah untuk Motifnya, diharapkan pemerintah lebih sigap dalam mengatasi faktor kebutuhan masyarakat yakni dibidang perekonomian agar dapat mengurangi terjadinya tindak pidana pengedaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu, dan untuk modus operandi, diharapkan pemerintah terkhusus aparat penegak hukum dapat berupaya dengan sigap dan profesional dalam memberantas tindak pidana ini dengan cara memperhatikan dan mempelajari teknik atau metode yang digunakan oleh pelaku terdahulu dalam melakukan tindak pidana pengedaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF TERJADINYA TINDAK PIDANA ABORSI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Penelitian ini berjudul “Deskripsi tentang Motif Terjadinya Tindak Pidana Aborsi”. Masalah dalam penelitian ini adalah; Bagaimana motif terjadinya tindak pidana aborsi?Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana aborsi. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan motif terjadinya tindak pidana aborsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini dilakukan pada lima putusan yaitu; 1) Nomor 332/Pid.Sus/2021/PN Bks. 2) Nomor : 121/Pid.B/2014/Pn.Tmg. 3) No: 70/Pid.B./2013/PN.Sbr. 4) No. 01/Pid.B/2013/PN.Plp. 5) Nomor 35/Pid.Sus/2015/PN.Cbn. Variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalah motif pelaku tindak pidana aborsi. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah tindak pidana aborsi. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motif terjadinya tindak pidana aborsi adalah, 1) Pelaku melakukan tindak pidana aborsi karena diminta oleh saksi. 2) Pelaku melakukan tindak pidana aborsi dengan tujuan keinginan untuk mendaptkan uang. 3) Pelaku melakukan tindak pidana aborsi karena terdakwa belum siap berumah tangga dan 4) Terdakwa merasa takut jika kehamilannya diketahui orang tuanya. 5) Motif Aborsi secara Kriminologi dan 6) Motif Aborsi secara Yuridis. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah pemerintah sebaiknya bekerja sama dengan lapisan masyarakat atau media masa untuk melakukan penyuluhan terhadap maraknya tindakan aborsi. Dan seharusnya pemerintah segera membuat dan mengeluarkan aturan turunannya sebagai penjelasan terhadap Peraturan Pemerintah tentang aborsi. Kata Kunci:Motif, Tindak Pidana, Aborsi

MOTIF PELAKU TINDAK PIDANA TURUT SERTA MENGHILANGKAN BARANG BUKTI DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Penelitian ini berjudul “Motif Pelaku Tindak Pidana turut serta menghilangkan barang bukti dalam tindakan pidana pembunuhan”. Tujuan penelitian ini adalah unruk mengetahui motif pelaku tindak pidana turut serta menghilangkan barang bukti dalam tindakan pidana pembunuhan. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan motif pelaku tindak pidana turut serta menghilangkan barang bukti dalam tindakan pidana pembunuhan. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif.variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalahmotif pelaku tindak pidana turut serta menghilangkan barang bukti dalam tindakan pidana pembunuhan. Sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah keputusan hakim terhadap pelaku tindak pidana turut serta menyembunyikan mayat korban pembunuhan. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitia ini menunjukan bahwa motif pelaku tindak pidana turut serta menyembunyikan mayat korban pembunuhanadalah; 1) Takut dengan Saudara. 2) Untuk menghilangkan kematian korban, ) Untuk mendapatkan uang. 3) Berdasarkan hasil penelitian ini dan 4) Mendapat Ancaman. maka saran yang diberikan adalah Penegak hukum diharapkan agara sering memberi sosialisasi secara berantai pada tokoh masyarakat mengenai kesadaran hukum terkhususnya tentang akibat tindak pidana turut serta melakukan suatu kejahatan. Key words:Menyembunyikan,Barang Bukti Mayat

ANALISIS MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA PENGANCAMAN MENDISTRIBUSIKAN VIDEO ATAU FOTO PORNO MELALUI MEDIA SOSIAL

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi penulis, adalah “Analisis Motif, Modus Dan Akibat Hukum Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial”. Permasalahan pokok yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah 1. Apa motif pelaku tindak pidana pengancaman mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial. 2. Bagaimana modus pelaku tindak pidana pengancaman mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial. 3. Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pengancaman mendistribusikan vidoe atau foto porno terhadap pelaku dan korban. Sifat penelitian penulis adalah deskriptif, sedangkan jenis penelitian penulis. adalah penelitian hukum normative.Teknik pengumpulan data studi dokumen. Hasil penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa Motif Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial, yaitu a. Keinginan terjadinya perceraian antara korban dengan suaminya. b. Keinginan mempermalukan korban. c. Keinginan menjalin hubungan dengan korban. Modus Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial, yakni a. Terdakwa mengirimkan video dan foto asusila/porno dari korban melalui pesan Messenger dan akun Messenger facebook. b. Terdakwa mendistribusikan video dan foto porno korban melalui media sosial yaitu dengan cara terdakwa memuat/mengaploud foto-foto korban dalam keadaan tanpa busana di akun facebook. c.Terdakwa mendistribusikan dan mengirimkan rekaman video dan gambar tersebut melalui Massanger Facebook ke akun facebook orang lain. Akibat Hukum Dari Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Vidoe Atau Foto Porno Terhadap Pelaku Dan Korban, yakni : a. Akibat Hukum Terhadap Terdakwa. 1). Terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara denda; 2). Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.2.000,- (dua ribu rupiah); b. Akibat Hukum Terhadap Korban. 1). Korban dan keluarga besar korban merasa sangat malu dan trauma. 2). Menurunkan harkat dan martabat korban sebagai seorang wanita; 3). Menghancurkan masa depan korban yang saat ini masih aktif kuliah. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penulis dapat memberi saran, sebagai berikut: 1. Pemerintah diharapkan dapat lebih memperjelas dalam peraturan perundang-undangan tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah kesusilaan. 2. Pemerintah dan penegak hukum agar lebih aktif mensosialisasikan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 3. Penegak hukum khusus majelis hakim dapat memberikan sanksi yang lebih berat kepada pelaku tindak pidana mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial.

FAKTOR PENYEBAB DAN AKIBAT TERJADINYA PENGANIAYAAN OLEH PENYIDIK TERHADAP TAHANAN SAMPAI MATI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi adalah “Penyebab Dan Akibat Terjadinya Penganiayaan Oleh Penyidik Terhadap Tahanan Sampai Mati”. Masalah pokok penelitian penulis ini adalah Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap tahanan oleh anggota kepolisian yang mengakibatkan kematian?. Bagaimana akibat hukum yang timbul dari kekerasan pada tahanan terhadap pelaku dan keluarga korban?. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya penganiayaan terhadap tahanan oleh anggota kepolisian yang meng akibatkan kematian. Untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari penganiayaan pada tahanan terhadap pelaku dan keluarga korban. Hasil penelitian dapat disimpulkan : Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penganiayaan terhadap tahanan oleh anggota kepolisian yang mengakibatkan kematian, adalah: Faktor psykologi Penyidik; Faktor Emosi; Faktor Penyalahgunaan Kewenangan. Akibat hukum yang timbul dari penganiayaan tahanan terhadap pelaku dan keluarga korban, sebagai berikut :Akibat hukum terhadap terdakwa/pelaku: Penahanan terhadap terdakwa di Rumah Yahanan Negara, Terdakwa/pelaku di pidana penjara,Terdakwa dibebani membayar biaya perkara. Akibat hukum terhadap keluarga korban:Keluarga korban tidak menerima penjelasan dari anggota Polri tempat korban menjalani tahanan yang menyatakan bahwa korban meninggal dunia karena gantung diri sehingga keluarga membawa mayat korban untuk diotopsi, Tuntutan restitusi/ganti kerugian dari keluarga korban Busdri M. Zen ditolak untuk seluruhnya, Keluarga korban kehilangan tulang punggung keluarga. Sehingga mengakibatkan istri korban harus hidup menjada dan menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Adapun saran dari penulis, sebagai berikut: : 1. Bidpropam Polda diharapkan dapat melakukan audit investigasi terhadap laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyidik terhadap tahanan. 2. Penegak hukum dalam melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan proses pemeriksaan di sidang Pengadilan di harapkan tetap menjunjung tinggi hak terdakwa sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). 3. Dalam melakukan penegakan hukum, aparat penegak perlu menerapkan tiga unsur pokok yaitu Kepastian hukum, Kemanfaatan dan Keadilan.

DESKRIPSI TENTANG TERJADINYA TINDAK PIDANA PELAYARAN TANPA SURAT PERSETUJUAN BERLAYAR OLEH NAHKODA KAPAL

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI JudulSkripsi:“DeskripsiTentangTerjadinyaTindakPidanaPelayaranTanpaSuratPersetujuanBerlayarOlehNahkodaKapal”. Denganrumusanmasalahadalahfaktorapakah yang menyebabkannahkodakapalmelakukantindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar ?Tujuanpenelitianadalahuntukmengetahuiuntukmengetahuifaktor-faktor yang menyebabkannahkodakapalmelakukantindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar. SifatpenelitianadalahbersifatdeskriptifdanJenispenelitian yang digunakanadalahjenispenelitiannormatif.VariabelbebasdalampenelitianiniadalahsebabterjadinyatindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar.sedangkanvariabelbebasdalampenelitiainiadalahtindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar.. Berdasarkanhasilpenelitiandanpembahasan, maka yang menjadipenyebabterjadinyatindakpidanapelayantanpaSuratPersetujuanBerlayaradalah 1) KesengajaandariNahkodaKapal.Kesengajaan yang dimaksudkanadalahbahwaterdakwasebenarnyasudahmengetahuiketikadalammelakukanpelayaranwajibdilengkapidenganSuratPersetujuanBerlayarnamunhaltersebuttidakdilakukannya. 2) KelalaiandalampengurusanSuratPersetujuanBerlayar. Kelalaian yang dimaksudkanadalahSuratPersetujuanBerlayar yang dimilikiolehnahkodakapaltelahhabismasaberlakunyadanbelummengurus SPB yang baru.dan 3) Pelayarandariluarnegerike Indonesia Saran bagi nahkoda kapal bahwa untuk melakukan pelayaran seharusnya dilengkapi dengan Surat Pessetujuan Berlayar yang dikeluarkan oleh syahbandar sehingga tidak terjadi permasalahan ketika dilakukan pemeriksaan dan dapat menjaga keselamatan baik bagi awak kapal maupun penumpang. Diharapkan bgi pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk mempertimbangkan lagi terkait masa berlakunya Surat Persetujuan Berlayar, karena ada saja hal-hal yang dapat terjadi diluar dugaan nahkoda sehingga mempengaruhi masa berlakunya Surat Persetujuan Berlayar tersebut. Kata Kunci : Nahkoda Kapal, Surat Persetujuan Berlayar, Tindak Pidana Pelayaran

SURVEI TENTANG PENDEKATAN TAKTIS DALAM MINGKATKAN BELAJAR PASSING SEPAKBOLA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SURVEI TENTANG PENDEKATAN TAKTIS DALAM MINGKATKAN BELAJAR PASSING SEPAKBOLA Hedwing M Tuluk1*, David Loba2, Erwin S Neolaka3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pelaksanaanpendidikanjasmani di sekolahmenengahatasoleh guru hendaknyadilakukandenganmemilihpendekatanpembelajaran yang tepat, sehinggaakanmendukungkeberhasilanpembelajaranitusendiri. Denganpenggunaanpendekatanpembelajaran yang tepatakanberpengaruhpadakeaktifandanketertarikansiswaterhadappembelajaransehinggahasilbelajarsiswadapatditingkatkan. Tujuan penelitian: Untukmengetahuipedekataan taktis dalam meningkatkan belajar passing sepakbola di SMA Negeri 1 Satarmese. Metode penelitian: Pendekatanmasalah yang digunakandalampenelitianiniadalahPendekatankualitatifnaturalistikdenganjenispenelitiandeskriptifkualitatifdenganmenggunakanteknikpengumpulan data yaituobservasi, wawancara, dandokumentasi. Hasil dan pembahasan: Berdasarkandarihasilpenelitiandantemuandilapanganmelaluihasilobservasidanwawancaramaka survei tentangpedekataan taktis dalam meningkatkan belajar passing sepakbola di SMA Negeri 1 Satarmese Barat,melalui. 1.Pendekatantaktis yang diberikanoleh guru adalahpermainan, ataumelakukanpemanasan yang sesuaidengankarakterkecabangan yang diajarkandalam sub bahasanyaitusepakbola.2. Padabagianpendahuluan guru menyiapkansaranadanprasaranapendukung yang sesuaidengankarakterkecabangan yang akandiajarkan. 3. Padabagianinti, keterampilanteknikdasar yang diberikanoleh guru dimodofikasikedalambentukpermainan, sertasiswa-siswidiberikankesempatansebanyakmungkinuntukmemperagakanataumelakukanaktivitasgerak. 4. Saranadanprasarana yang dimodifikasisesuaidengankondisi yang adadisekolah.5.Penutup, guru melakukanevaluasimateri ajar sesuaidenganketerampilan yang telahdiajakan, dan guru memberimotivasipadasiswa-siswiuntukkembalimempelajariketerampilangerak yang telahdipelajaripadamateri yang telahdiajarkan. Simpulan: Penerapan metode pendekatan taktis dalam meningkatkan belajar passing sepakbola pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Satarmese sudah berjalan dengan baik. Karenapendekatan taktis yang diberikan oleh Guru adalah permainan, atau melakukan aktivitas pembelajaran seperti pemanasan yang sesuai dengan karakter kecabangan yang diajarkan dalam subahasan yaitu sepakbola. Katakunci: pendekatan taktis; passing sepakbola