Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

H

2.529 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 502025: 582024: 302023: 3792022: 4972021: 9162020: 1632018: 552016: 42015: 22009: 12002: 11989: 11018: 1

STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF PADA PENGRAJIN INDUSTRI TENUN IKAT OLI MILA DI KABUPATEN SUMBA TENGAH

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF PADA PENGRAJIN INDUSTRI TENUN IKAT OLI MILA DI KABUPATEN SUMBA TENGAH Ekonomi kreatif merupakan rangkaian kegiatan perekonomian yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Berbeda dengan karakteristik industri pada umumnya, ekonomi kreatif termasuk dalam kategori kelompok industri yang terdiri dari berbagai jenis industri yang masing-masing memiliki keterkaitan dalam proses perwujudan suatu ide atau gagasan menjadi suatu kekayaan intelektual yang mempunyai nilai ekonomi tinggi bagi kesejahteraan dan lapangan pekerjaan masyarakat serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.. Ekonomi kreatif menjadikan sumber daya manusia (SDM) sebagai modal utama dalam sebuah pengembangan yang berawal dari gagasan, ide dan pemikiran. Kedepannya, diharapkan SDM ini mampu menjadikan barang yang bernilai rendah menjadi barang yang bernilai tinggi dan berdaya jual. Berdasarkan dari empat alternative strategi yang ada maka yang paling efektif untuk tetap melakukan peningkatan pemasaran oleh pelaku kelompk tenun ikat kabupaten Sumba Tengah adalah strategi SO yang dimana strategi tersebut dapat memanfaatkan kekuatan (strength) dan untuk memaksimalkan peluang (opportunity ) yang ada pada perusahaan. Dengan mempertimbangkan kekuatan yang dimiliki olehpengrajin tenun ikat oli mila kabupaten Sumba Tengah. Berdasarkan analisi SWOT yang dapat dilakukan oleh pengrajin industri tenun ikut oli mila di Kabupaten Sumba Tengah yaitu perusahan yang memiliki kekuatan (Strength) dan yang dilakukan dalam strategi dapat memanfaatkan peluang (Opportunity) yang ada dan semaksimal mungkin, disamping itu dapat pula menimalkan kelemahan (weakness) dan bisa juga melawan ancaman (Threats) yang dihadapi oleh pelaku pengrajin tenun ikat oli mila . Maka dari itu diputuskan untuk memilih strategi yang terbaik adalah strategi SO.

IMPROVING STUDENTS VOCABULARY USING SHORT STORY AT SMP NEGERI 10 KUPANG ACADEMIC YEAR 2021/2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah hanya menggunakan cerita pendek dapat meningkatkan kosa kata siswa di SMP Negeri 10 Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan cerita pendek dapat meningkatkan kosakata siswa di SMP Negeri 10 Kupang tahun 2021/2022. Penelitian ini adalah penelitian ekperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kela Tujuh-A SMP Negeri 10 Kupang. Jumlah populasi sebanyak lima kelas yang terdiri dari 100 siswa, kemudian sampel adalah satu kelas yang terdiri dari duapuluh siswa. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan tes untuk mengukur penguasaan kosakata siswa melalui cerita pendek berupa pre-test dan post-test dengan menggunakan t-test. Penelitian ini adalah tes kosakata. Peneliti memberikan pre-test dan post-test kepada siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata skor pre-test siswa adalah 977, post-test adalah 1680, perbedaan skor pre-test post-test adalah 396, perbedaan nilai persentase dari pre-test 488, dan persentase dari post-test 8400, artinya ada kenaikan persentase setelah melakulan post-test. Jadi skor post-test adalah lebih tinggi dari skor pre-test . Hasil analisis statistik antara pre-test dan post-test untuk taraf signifikan 0.5 dengan (df)=20-1=19 adalah 1.73 dan analisis nilai t-obseve adalah 20.159(20.159>1.73. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa cerita pendek dapat meningkatkan kosakata siswa.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. TIMOR MITRA NIAGA KECAMATAN LAMBOYAARAT KABUPATEN SUMBA BARAT

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas kerja karyawan menurut J.Ravianto ( 2001:102 ) adalah sebagai suatu konsep yang menunjukkan adanya kaitan antara ouput ( hasil kerja ) dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja,maksudnya bahwa produktivitas seorang tenaga kerja sangat berkaitan dengan hasil kerja yang diperoleh terhadap waktu yang diperlukan untuk menghasilkannya. Sangat penting bagi pihak individu (karyawan ) dan perusahaan. Bagi setiap individu,produtivitas yang tinggi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka masing-masing melalui gaji yang diterima.Selanjutnya untuk perusahaan produtivitas yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan atau laba. Tiap perusahaan akan mengukur produktivitas berdasarkan tujuan dan sasarannya. Produktivitas Kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan, seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat dan tepat. Produktivitas kerja merupakan kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan suatu sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan menghasilkan (output) (Muchdarsyah Sinungan 2003:12).Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgar sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmilikimotivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi. Tаnpа аdаnyаmotivаsi, sеorаng kаryаwаn tidаk dаpаt mеmеnuhi tugаsnyа sеsuаi stаndаr bаhkаn mеlаmpаui stаndаr kаrеnа аpа yаng mеnjаdi motif dаn motivаsinyа dаlаm bеkеrjа tidаk tеrpеnuhi.Аdаnyа motivаsi kerja karyawan disеbаbkаn kаrеnа аdаnyа kеbutuhаn dаn kеinginаn yang аdа didаlаm diri kаryаwаn.Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.dalam hal ini manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya.Demikian pula halnya Ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap karyawan akan selalu berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja sendiri didefenisikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam memnjalankan tugas – tugas yang diembannya. (Nitiseminto, 2002.Singodimedjo, mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan., mengartikan disiplin sebagai suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, perturan, dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Dalam arti sempit, biasanya dihubungkan dengan hukuman. Padahal sebenarnya menghukum seorang karyawan hanya merupakan sebagaian dari persoalan disiplin.Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam peneliitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja lingkungan kerja dan disiplin kerja karyawan pada PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat Dalam penelitian ini metode yang di gunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian unit dan pengawasan PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat yang berjumlah 163 orang dan sampel pada penelitian ini di prioritaskan karyawan divis/bagian unit dan pengawasan berjumlah 263 orang dan dilakukan penetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini berjumlah 62 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerjaterhadap produktivitaskerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpul akan bahwa Secara parsial motivasi kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat,lingkungan kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma baratdan disiplin kerja, tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat.Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 42,297, sedangkan koofisien regresi b1 = -0,087 b2= -0,029.dan b3=-0,052. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan tidak berpengaruh motivasi kerja(X1) lingkungan kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 42,297 -0,087(X1) -0,029 (X2)-0,052 + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variavel produktivitas (Y) diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung =0,914 lebih kecil dari t tabel=2,05183 dan tingkat tingkat signifikannya 365 oleh karena itu nilai sig <0,0,5maka Ha (b1=0) diterimah dan Ha (b1=/0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) tidak berpengaruh dan sig secara parsial terhadap produktivitas kerja (Y)Berikuthasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Lingkungan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = -0,037 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 786. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan (X2) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y).Berikuthasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X3) ditemukan t hutung = -0,0437 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 663. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =.574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel disiplin kerja (X1) variabel lingkungan (X2) dan variabel disiplin kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah .029 atau 29%. Hal ini berarti kecil pengaruhnya motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan adalah 22,9%. Sedangkanp engaruh sebesar 77,1% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in

A SEMANTIC ANALYSIS ON SUMBANESE THREE TRADITIONAL SONGS

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua pertayaan: 1) Apa jenis makna yang ditemukan dalam lirik lagu daerah sumba? 2) apa fungsi yang ditemukan pada lirik lagu daerah sumba? Penulisan ini berfokus pada makna dan fungsi lagu sumba penelitian ini adalah semua lirik dan kalimat dari tiga lirik lagu sumba penulisan menggunakan metode kualitatif, dimana datanya ada pada lirik ketiga lagu yang memeliki makna dalam liriknya data dianalis secara kualitatif berdasarkan analisis diketahui bahwa dua jenis makna yang yang satu ini yaitu makna lexical dan kontextual, sedangkan fungsi lagu adalah mendidik, menghibur dan menasehati sebagai nilai moral

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM DALAM TINDAK PIDANA KEJAHATAN ELEKTRONIK DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI DOKUMEN SECARA BERLANJUTAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah : DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM DALAM TINDAK PIDANA KEJAHATAN ELEKTRONIK DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI DOKUMEN SECARA BERLANJUTAN. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah bagaimana motif, modus dan akibat hukum terjadinya kejahatan dalam tindak pidana kejahatan elektronik dengan tujuan untuk memperoleh informasi dokumen secara berlanjutan. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah Untuk Mengetahui Motif, Modus dan Akibat Hukum Terjadinya tindak pidana kejahatan elektronik dengan tujuan untuk memperoleh informasi dokumen secara berlanjutan. Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah dan Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif . Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu berdasarkan hasil penelitian pada putusan pertama sampai putusan ke lima, maka penulis menarik kesimpulan modus terjadinya tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik : a.Para pelaku memasang kamera CCTV dan alat skimmer dalam ATM; b.Mencari mesin ATM HYOSUNG dan mengambil struk dari mesin ATM; c.Memasang spycam dengan ditempelkan pada bamper tombol mesin ATM sebelah kanan; d.Berkeliling dengan menggunakan sepeda motornya untuk mencari lokasi ATM yang akan dipasang Alat Skimme. Dari modus tersebut adapun akibat hukumnya yaitu : 1)Para terdakwa ditahan. 2) Para terdakwa dipidana dan denda. 3)Para terdakwa dibebankan membayar biaya perkara. Mengacu pada kesimpulan tersebut saran penulis adalah 1. Bagi penegak hukum diharapkan agar lebih meningkakan keamanan terhadap mesin ATM. 2. Bagi seluruh masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam melakukan pengambilan uang dimesin ATM.

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DALAM SENGKETA PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini ialah Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Perjanjian Hutang Piutang .Masalah pokoknya diteliti penulis ialah. (1) Alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi. (2) Mengapa gugatan penggugat konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi. Tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi (2) Untuk mengetahui alasan gugatan penggugat konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi.Sifat penelitian hukum yang digunakan ialah bersifat deskripsi dalam penelitian ini penulis mendeskripsikan tentang penyelesaian sengketa akta notaris dalam perjanjian hutang piutang dan jenis penelitian yang digunakan penulis bersifat normatif. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas penelitian penulis adalah Alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi dan Mengapa gugatan penggugat konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan tentang penyelesaian sengketa akta notaris dalam perjanjian hutang piutang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi ? a. Penggugat rekonvensi tidak dapat membuktikan dalil-dalil gugatannya : Penggugat pada petitum ad-2, ad3, Penggugat adalah pemilik sertifikat hak milik No 686/Sudirejo-I sebagai mana diuraikan dalam surat ukur tanggal 31 Januari 2002. b. Penggugat rekonvensi terbukti melakukan perbuatan melawan hukum :Tergugat I,II,III, IV,V dan VI terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. (2) Gugatan konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi? a.Gugatan konvensi ditolak oleh hakim tingkat kasasi karena : Judex Facti telah salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku. b. penggugat konvensi tidak dapat membuktikan dalil gugatannya karena.: Judex Facti telah salah menerapkan hukum karena tidak memberi perlindungan hukum terhadap pemegang hak tanggungan yang beriktikad baik. c. Penggugat rekonvensi dapat membuktikan dalil gugatannya :Judex Facti telah salah menerapkan hukum karena tidak memberi perlindungan hukum terhadap pemegang hak tanggungan yang beriktikad baik Saran penulis adalah Berdasarkan pada permasalahan dalam penelitian ini, maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut :1. Jaksa penuntut umum dalam petitumnya harus teliti dan cermat menjelaskan substansi pokok perkara yang terjadi antara para pihak berdasarkan fakta hukum dan dalil-dalil yang sesuai dengan bukti-bukti yang ada pada pokok perkara 2. Dalam membuat putusan hakim memperhatikan fakta-fakta hukum dipersidangan dan penerapan hukum dalam menentukan terbukti atau tidaknya para pihak. 3. Hakim harus menilai bukti-bukti yang diajukan untuk dijadikan dasar pertimbangan dalam menjatuhkan putusan. 4. Hakim harus benar-benar teliti secara cermat, dalam pertimbangannya sebelum menjatuhkan putusan , Kata Kunci :Penyelesaian Sengketa Akta Notaris, Hutang Piutang.

PENGARUH MODAL USAHA, ORIENTASI PASAR DAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KELURAHAN PENFUI KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh Modal Usaha, Orientasi Pasar dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM di Kelurahan Penfui Kabupaten Kupang. Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal ini karena usaha tersebut merupakan tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan yang tidak hanya ditujukan untuk mengurangi masalah kesenjangan antar golongan, pendapatan, dan antar pelaku usaha, ataupun pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja. Lebih dari itu, pengembangannya mampu memperluas basis ekonomi dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat perubahan struktural, yaitu meningkatnya perekonomian daerah dan ketahanan ekonomi nasional. Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia ditunjukkan oleh populasinya sebagai pelaku usaha terbesar, serta kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja, pembentukan produk domestik bruto (PDB), ekspor, dan penciptaan modal tetap/investasi. Ditinjau secara sektoral, sebagian besar UMKM bergerak di sektor primer (50,1 persen), sektor sekunder (7,4) dan sektor tersier (42,5 persen). Penulisan ini bersumber dari BPS dan kementerian koperasi dan UMKM kabupaten kupang. Menurut Listyawan Ardi Nugraha (2011:9) modal usaha merupakan salah satu variabel bebas, yang mempengaruhi kinerja UMKM. Modal usaha yang besar memungkinkan UMKM untuk melakukan usaha dengan kapasitas produksi yang besar pula sehingga menghasilkan laba yang besar. Begitu pula sebaliknya, modal usaha yang kecil mengakibatkan UMKM hnya mampu memproduksi atau menjual barang/jasa dalam jumlah sedikit. Menurut Lamb et.al Sumiati (2015:36) bahwa orientasi pasar merupakan suatu filosofi dalam strategi pemasaran yang menganggap bahwa penjualan produk tidak tergantung pada strategi penjualan tetapi lebih pada keputusan konsumen dalam membeli produk. orientasi pasar juga mempengaruhi kinerja UMKM apabila permintaan pasar meningkat maka kegiatan produksi akan semakin dipercepat untuk memenuhi permintaan konsumen. Menurut Morris dan Paul (2012) Orientasi kewirausahaan juga mempengaruhi kinerja UMKM, apabila pengusaha UMKM memiliki skill dan pengetahuan yang baik mengenai kewirausahaan, maka kinerjanya akan bagus. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor yang harus tetap diperhatikan karena dapat mempengaruhi kinerja suatu UMKM dan berdampak pada keberlanjutannya dalam dunia bisnis, yakni modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan. Ketiga faktor tersebut akan berdampak positif apabila porsinya dalam bisnis UMKM ditingkatkan, sehingga kinerja UMKM turut meningkat. Penulis menganalisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif, di mana penulis menyebarkan kuesioner kepada para pelaku UMKM di Kelurahan Penfui kemudian melakukan perhitungan matematis dan menggunakan prosedur statistik untuk mendapatkan kesimpulan. Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T) Uji Simultan (Uji F), dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa variabel modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Artinya, kinerja UMKM akan meningkat apabila modal usaha, orientasi pasar, dan orientasi kewirausahaan ditingkatkan di kalangan pelaku UMKM. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis linear berganda dengan nilai konstan regresi sebesar 8.462. sedangkan untuk koefisien regresi b1 = 0,211, b2 = 0,541, b3 = 0,099. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh modal usaha( X1), orientasi pasar (X2) dan orientasi kewirausahaan (X3) terhadap kinerja UMKM (Y) adalah sebagai berikut: Y = 4.462 + 0,054X1 + 0,156X2 + 0,139X3+e. berdasarkan hasil uji thitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 1.542 dan nilai ttabel 1,679 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Maka terbukti bahwa thitung lebih besar dari pada ttabelartinya Ho ditolak Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Orientasi Pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM. Berdasarkan hasil uji Fhitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 9.122 dan nilai Ftabel 2,81 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Karena nilai Fhitung 9.122>2,81. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa modal usaha orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM di Kelurahan Penfui, Kabupaten Kupang. Besarnya koefisien determinasi atau angka (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS diperoleh nilai R= 0,611 R Square= 0,373 sehingga yang dipilih adalah Adjusted R Squad dengan besaran 0,332 atau 33,2%. Nilai R Square 0,332 ini berasal dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau “R”, yaitu 0,611 x 0,611 = 0,332 atau sama dengan 33,2%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 (Modal Usaha) X2 (Orientasi Pasar) dan X3 (Orientasi Kewirausahaan) dapat menjelaskan sebesar 33,2 % berpengaruh terhadap variabel Y (Kinerja UMKM) di kelurahan penfui dan sisanya sebesar (100% - 33,2% = 62,7%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Kata Kunci: Modal Usaha, Orientasi Pasar, Orientasi Kewirausahaan, Kinerja UMKM

PENGARUH SELEKSI PENERIMAAN KARYAWAN DAN KESESUAIAN PENEMPATAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH NTT

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prestasi kerja karyawan merupakan melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya. Dalam melakukan kegiatannya, prestasi kerja karyawan dapat mengembangkan keinginannya melalui promosi maka prestasi kerja mendukung pengembangan karir karyawan di PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, perlu adanya pengalaman kerja, pendidikan dan prestasi kerja. Hal ini akan mengetahui seberapa bulan atau tahun pekerjaan yang dilakukan karyawan diluar sana. Karyawan sebagai sumber daya manusia utama dalam perusahaan selalu dituntut untuk memberikan kinerja yang optimal. Keberadaan karyawan sangat penting karena merupakan salah satu faktor penentu dalam produktivitas perusahaan, dalam menjalankan kegiatan usahanya perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang penting, terutama dalam suatu usaha industri, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Keberadaan keduanya sangat penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena keduanya saling mendukung dan mengsukseskan tujuan perusahaan. Seleksi penerimaan karyawan merupakan pemilihan tenaga kerja yang sudah tersedia. Pada dasarnya tujuan dari seleksi adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat dan sesuai dengan pendidikannya. Menurut (Ibid 2017) mengatakan seleksi adalah mendapatkan tenaga kerja yang paling memangku suatu jabatan tertentu. kegiatan seleksi penerimaan karyawan ini merupakan angkah awal penentu kualitas karyawan yang akan dipekerjakan sesuai dengan pendidikannya. Menurut Gomes (2011) kesesuaian penempatan kerja merupakan suatu cara yang bukan hanya mrngoptimalkan kemampuan dan keterampilan menuju prestasi yang tinggi bagi karyawan itu sendiri, akan tetapi kesesuaian harus menempatkan diri sesuai dengan karakter pendidikan sehingga seseorang mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh perusahaan. Menurut Hasibuan (2018) prestasi kerja karyawan adalah melaksanakan pekerjaan dengan baik secara kualitas maupun secara kuantitas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap karyawan yang berprestasi dalam bidang suatu pencapaian keberhasilan. Prestasi kerja harus memberikan motivasi-motivasi kepada perusahaan sehingga perusahaan dapat meningkat efektif dan efesien. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut, maka objek yang peneliti teliti adalah pada PT. PLN (Pesreo) Unit Induk Wilayah NTT dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsial berpengaruh terhadap Prestasi kerja karyawan. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang menggunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada seluruh karyawan PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT . Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 14.486. Hasil Uji T menunjukkan bahwa thitung sebesar 4.524 ˃ttabel sebesar 1.683 maka, H0 di tolak dan Ha di terima yaitu seleksi penerimaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Nilai thitung sebesar 372 ˃ttabel 1.683 maka, H0 di tolak dan Ha di terima yaitu Keseusaian penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung ˃ Ftabel yaitu 279.065˃2,83 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan sleksi penerimaan karyawan, kesesusian penempatan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah 0,965 atau 96,5%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi seleksi penerimaan kryawan , kesesuaian penempatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan adalah 93,2% sedangkan sebesar 1,2% dipengaruh oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

DESKRIPSI TENTANG MOTIF,MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA KORUPSI DANA RASKIN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah: Deskripsi Tentang Motif, Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Korupsi Dana Raskin.Rumusan masalah penelitian penulis adalah: Bagaimana Motif Pelaku Tindak Pidana Korupsi Dana Raskin, Bagaimana Modus Terjadinya Tindak Pidana Korupsi Dana Raskin, Bagaiamana akibat hukum bagi pelaku tindak pidana korupsi dana raskin.Tujuan yang penulis dikaji adalah:Untuk menegtahui Motif Pelaku Tindak Pidana Korupsi Dana Raskin, Untuk menegetahui Modus terjadinya tindak pidana korupsi dana raskin, Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana korupsi dana raskin. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah: jenis penelitian normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat deskriptif. Variabel yang digunakan penulis adalah:variabel bebasdan variabel terikat.Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumuskan dan ditarik kesimpulan sebagai berikut: Motif terjadinya tindak pidana korupsi dana raskin adalah: Terdakwa melakukan korupsi untuk membayar utang, Terdakwa melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri.Modus terjadinya tindak pidana korupsi dana raskin Sebagai berikut:Terdakwa menaikan harga raskin, Terdakwa menjual raskin, Terdakwa memotong jatah raskin, Terdakwa tidak mensosialisasi pendistribusian raskin, Terdakwa tidak mengawal raskin.Akibat hukum terjadinya tindak pidana korupsi dana raskin adalah: Terdakwa ditahan, Terdakwa di hukum penjara, Terdakwa membayar denda dan uang pengganti. Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka penulis mengemukakan saran sebagai berikut: Untuk Jaksa Penuntut umum: Jaksa penuntut umum dalam membuat dakwaan harus teliti dan cermat menjelaskan substansi pasal dakwan. Untuk Hakim: Dalam membuat putusan hakim harus memperhatikan fakta-fakta hukum dipersidangan dan penerapan hukum dalam menentukan terbukti atau tidaknya seorang terdakwa. Hakim harus menilai bukti-bukti yang diajukan yang dijadikan dasar pertimbangan dalam menjatukan putusan. Kata Kunci : Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Korupsi Dana Raskin

ANALISIS KUALITAS ABON IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis) YANG DI SIMPAN MENGGUNAKAN KEMASAN BERBEDA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abon ikan merupakan produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan, melalui kombinasi proses pengolahan yaitu proses pengukusan, penggilingan dan penggorengan dengan penambahan bumbu-bumbu. Abon ikan termasuk produk olahan kering, dalam pembuatannya menggunakan bahan antara lain minyak, santan dan bumbu sehingga sensitif terhadap udara, rentan terhadap ketengikan selama penyimpanan.Selama penyimpanan, abon ikan tetap akan mengalami penurunan mutu akibat adanya perubahan kimia dan fisika yang terjadi pada abon selama penyimpanan. Agar produk seperti abon ikan cakalangbisa tahan lama untuk disimpan maka perlu adanya pengemasan, pengamasan yang baik dapat mempertahankan mutu abon ikan pada suhu ruangan. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis melakukan penelitian dengan judul analisis kualitas abon ikan yang disimpan dengan menggunakan kemasan berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas abon ikan cakalang yang disimpan menggunakan kemasan berbeda berdasarkan penilaian organoleptik (warna/kenampakan, aroma/bau, rasa dan tekstur) dan kadar air, kadar lemak, dan total mikroba. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk abon ikan, uji organoleptik dan angka lempeng total. Kemudian uji kadar air dan kadar lemak di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Kupang.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar lemak, dan angka lempeng total. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAl) dengan dua faktor dan dua kali pengulangan. Faktor perlakuan terdiri dari waktu penyimpanan (0, 7, 14, 21, dan 28 hari) dengan dua kemasan yang berbeda (standing pouch berbahan polietilen dan standing pouch berbahan aluminium) Parameter yang diamati yaitu karakteristik kimia dan sensori. kemasan terbaik terdapat pada kemasan standing pouch berbahan polietilen dengan lama penyimpanan 0 hari pada tingkat penerimaan panelis berdasarkan organoleptik sensori terbaik dengan kenampakan 8,23, bau 8,40, tekstur 8,60, rasa 8,30, kadar air 18,09 %, kadar lemak 20,88 %, dan total mikroba 1,650 koloni/gram

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PERCABULAN TERHADAP ANAK

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Percabulan Terhadap Anak. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah motif pelaku tindak pidana percabulan terhadap anak? (2) Bagaimana modus tindak pidana percabulan terhadap anak? (3) Bagaimana akibat hukum tindak pidana percabulan terhadap anak, bagi pelaku dan korban? Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1. Motif pelaku tindak pidana percabulan terhadap anak adalah: (a) Ingin menikahi saksi korban. (b) Sudah 3 (Tiga) minggu tidak berhubungan intim dengan isteri. (c) Ingin menyalurkan birahi sexnya. (d) Sering menontot film porno, dan ingin melakukan seperti yang ditontonnya 2. Modus tindak pidana percabulan terhadap anak adalah: (a) Terdakwa mengajak saksi korban menginap dirumah saudara. (b) Terdakwa mengancam saksi korban dengan pisau. (c) Terdakwa membawa misi kemanusia yaitu membantu keluarga miskin/ kurang mampu atas pembiayaan/ pendanaan dari luar negeri/ LSM. (d) Terdakwa mengajak saksi tri asih susilowati untuk bermain remi dan sering memukul korban. (e) Terdakwa menjemput korban dari sekolah dan membawa korban menuju pertokoan. 3. Akibat hukum tindak pidana percabulan bagi pelaku dan korban. Akibat hukum bagi pelaku yaitu dikenai (a) Pidana penjara. (b) Pidana denda. (c) Dibebankan membayar biaya perkara. Sadangkan akibat hukum terhadap korban yaitu: (a) Mengalami gangguan mental, fisik dan psikys dan mempengaruhi perkembangan serta masa depan anak. (b) Merasa sakit pada alat kelaminnya. (c) Merasa trauma. Adapun saran dari penulis terkait dengan pembayaran restitusi korban tindak pidana perdagangan orang antara lain: 1. Kepolisian harus lebih cepat memberikan bantuan terhadap kasus ini dan melakukan kerjasamanya dalam menanggulangi kejahatan pencabulan terhadap anak ini agar tidak semakin meningkat kejahatan pencabulan kepada anak. 2. Perlu adanya peningkatan kerja sama antara penegak hukum dan masyarakat dalam menanggulangi kejahatan percabulan terhadap anak tersebut. 3. Majelis hakim diharapkan agar lebih cermat dalam menegakkan hukum dan memberikan sanksi pidana kepada pelaku tindak pidana percabulan terhadap anak sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 4. Bagi orang tua agar lebih cermat dalam mengawasi anak dalam kelakuannya terutama dalam bergaul dan memilih teman, serta mendidik akan perbuatan yang boleh dan tidak dilakukan oleh anak-anak.

UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PASING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN METODE BERPASANGAN DI SMP NEGERI 1 KOTA KUPANG Himel Agrianus Ngara1*, Andereas J.F Lumba2, Pnatmo Welhelmina Masi3

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PASING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN METODE BERPASANGAN DI SMP NEGERI 1 KOTA KUPANG Himel Agrianus Ngara1*, Andereas J.F Lumba2, Pnatmo Welhelmina Masi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dapat berjalan sukses dan lancar sangat ditentukan oleh beberapa unsur antara lain: guru, siswa, kurikulum, sarana dan prasarana, tujuan, metode, lingkungan yang mendukung, dan penilaian. dalam proses pemebelajaran guru harus mampu memahami karakter siswa .seorang guru dapat mengunakan bermacam - macam metode dalam proses pembelajaran yang di hadapinya Tujuan penelitian: Untuk Meningkatkan Pembelajaran Pasing Bawah Permainan Bola Voli Dengan Metode Berpasangan di SMP Negeri 1 Kota Kupang Metode penelitian: penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ada empat tahapan penting dalam penelitian tindakan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Keempat tahapan dalam penelitian tindakan tersebut adalah membentuk siklus, jadi satu siklus adalah dimulai dari tahapan perencanaan sampai refleksi. Hasil dan pembahasan: Kegiatan pembelajaran penjasorkes dilaksanakan sesuai dengan tahapan pembelajaran yaitu kegiatan pendahuluan atau pemanasan, kegiatan inti dan penutup dengan pendinginan. Kegiatan pembelajaran di lakukan di luar ruangan dengan menggunakan pembelajaran pasing bawah permainan bola voli dengan metode berpasangan Simpulan: Penggunaan metode pembelajaran pasing bawah dengan metode berpasangan di SMP Negeri 1 Kota Kupang sudah berjalan dengan baik . Dengan berpartisipasinya siswa dalam pembelajaran bola voli sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Kata kunci: pembelajaran pasing bawah dengan metode berpasangan

DESKRIPSI TENTANG TINDAK PIDANA PEMASANGAN TV KABEL TANPA IZIN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Tindak Pidana Pemasangan Tv Kabel Tanpa Izin. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin? (2) Bagaimanakah modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin? (3) Bagaimanakah akibat hukum bagi korban dan pelaku tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin? Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. (2) Untuk mengetahui modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. (3) Untuk mengetahui akibat hukum bagi korban dan pelaku tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1. Motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin yang dilakukan oleh terdakwa adalah: a. Mencari keuntungan. b. Memenuhi kebutuhan. 2. Modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin yang dilakukan oleh terdakwa adalah: a. Pelaku menawarkan pemasangan TV Kabel kepihak lain. b. Adanya kesepakatan pemasangan TV Kabel. c. Pelaku menyalurkan siaran. d. Pelaku menerima pembayaran. 3. Akibat hukum yang diperoleh terdakwa dalam tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin adalah: a. Terdakwa dikenai pidana percobaan; b. Terdakwa dikenai pidana denda; c. Terdakwa membayar biaya perkara. Adapun saran dari penulis terhadap konteks permasalahan penelitian ini antara lain: 1. Diharapkan penegak hukum dapat mencermati faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang yang melakukan tindak pidana pemasangan TV Kabel tanpa izin. 2. Diharapkan penegak hukum dapat memberantas tindak pidana pemasangan TV Kabel tanpa izin dengan cepat dan tepat. 3. Diharapkan penjatuhan hukuman lebih tegas sehingga masyarakat atau pun pelaku usaha pemasangan TV Kabel dapat melakukan izin terlebih dahulu sebelum dilakukan usaha pemasangan TV Kabel.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penulis melakukan penelitian dengan judul deskripsi tentang motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana pencucian uang. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana motif terjadinya tindak pidana pencucian uang, bagaimana modus terjadinya tindak pidana pencucian uang dan akibat hukum terjadinya terjadinya tindak pidana pencucian uang. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana pencucian uang, untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana pencucian uang dan untuk mengetahui akibat hukum terjadinya pencucian uang. Jenis penulisan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian dalam tulisan ini Penulis menemukan motif terjadinya tindak pidana pencucian uang adalah karena ingin mendapatkan keuntungan yang melebihi batas kewajaran dan untuk menyamarkan harta kekayaan terdakwa yang diperoleh dari tindak pidana lainnya. Ada dua modus terjadinya tindak pidana pencucian uang oleh pelaku yaitu pelaku melakukan tindak pidana pencucian uang dengan cara transfer dan melakukan tindak pidana pencucian uang dengan cara belanja. Sedangkan akibat hukum terjadinya tindak pidana pencucian uang yakni pelaku dipidana penjara dan denda serta barang bukti dirampas untuk negara Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan, maka penulis menarik kesimpulan yakni motif terjadinya tindak pidana pencucian uang yakni ingin mendapatkan keuntungan yang melebihi batas kewajaran dan ingin memperkaya diri. Modus terjadinya tindak pidana pencucian uang yakni menyamarkan harta kekayaan terdakwa yang diperoleh dari tindak pidana lainnya, dengan cara terdakwa menyuruh kenalannya untuk mentransfer uang, terdakwa mentransfer uang ke rekening kenalannya, dan terdakwa mengambil uang dari kenalan untuk membeli barang. Sedangkan akibat hukum terjadinya tindak pidana pencucian uang yakni : a. Para pelaku ditahan, dipidana dan didenda. b. Barang bukti dirampas untuk negara. Sedangkan saran dalam tulisan ini yakni pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tindak pidana pencucian uang. Untuk mencegah orang atau oknum yang mengajak masyarakat untuk melakukan tindak pidana pencucian uang, dibutuhkan peran pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan pemberian edukasi tentang perilaku yang bisa menimbulkan tindak pidana pencucian uang agar masyarakat tidak mudah menjadi korban maupun pelaku tindak pidana tindak pidana pencucian uang, masyarakat perlu melakukan tindakan pencegahan dengan selalu berhati-hati, waspada dan tidak mudah tergiur dengan profit atau keuntungan yang besar.

TINJAUAN YURIDIS MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA KEPEMILIKAN SENJATA API

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Peredaran senjata api di kalangan masyarakat sipil adalah fenomena global. Kurang tertatanya pengawasan terhadap tindak pidana kepemilikan senjata api baik legal maupun ilegal yang dimiliki oleh masyarakat sipil merupakan salah satu penyebab timbulnya kejahatan-kejahatan dengan penyalahgunaan senjata api di Indonesia. Peredaran senjata api yang sangat mudah untuk didapatkan menyebabkan tidak terkontrolnya peredaran senjata api baik legal mapun ilegal sehingga menyebabkan kekhawatiran masyarakat dari segi keamanan. Oleh karna itu penulis tertarik untuk meneliti hal tersebut dengan mengangkat judul: “TINJAUAN YURIDIS MOTIF, MODUS, DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA KEPEMILIKAN SENJATA API” dengan 3 (tiga) permasalahan yaitu Apa motif pelaku melakukan tindak pidana kepemilikan senjata api?, Bagaiamanakah modus pelaku melakukan tindak pidana kepemilikan senjata api? dan Apa akibat hukum dari tindak pidana kepemilikan senjata api terhadap pelaku dan barang bukti? terhadap pelaku. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana kepemilikan senjata api, mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana kepemilikan senjata api dan untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana kepemilikan senjata api terhadap pelaku dan barang bukti. penelitian ini bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis, Sifat deskriptif dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan motif, modus, dan akibat hukum dari tindak pidana kepemilikan senjata api.. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, penelitian hukum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan pustaka atau data sekunder belaka, Maka penelitian ini menurut Soerjono Soekanto dinamakan penelitian normatif atau penelitian hukum kepustakaan. Faktor yang menyebabkan tindak pidana kepemilikan senjata api menjadi suatu yang meresahkan dilingkup masyarakat ialah pemilik senjata api yang belum dapat dipastikan telah mengatahui sepenuhnya prosedur pemakain senjata api tersebut, sehingga dikhawatirkan tejadi peristiwa peluru nyasar dan pemakaian senjata api secara bebas. Kata Kunci: Putusan Hakim, Tindak Pidana, Kepemilikan Senjata Api .

ANALISIS TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PENGGUNAAN KARTU KREDIT MILIK ORANG LAIN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah : ANALISIS TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PENGGUNAAN KARTU KREEDIT MILIK ORANG LAIN. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah bagaimana moif, modus dan akibat hukum terjadinya kejahatan mentransmisikan informasi atau dokumen elektronik milik orang lain .Tujuan yang ingin Penulis kaji adalahUntuk Mengetahui Motif,Modus dan Akibat Hukum Terjadinya kejahatan mentransmisikan informasi atau dokumen elektronik milik orang lain.Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah dan Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif . sumber data yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif . Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu Berdasarkan hasil penelitian pada putusan pertama sampai putusan ke lima, maka penulis menarik kesimpulan modus terjadinya tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik : a.Para terdakwa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 tim. b.Para terdakwa menggunakan 5 unit cpu dan 23 unit monitor. c. Terdakwa membobol kartu kredit secara online. d. Terdakwa memperoleh data kartu kredit orang lain dengan cara spam. e. Terdakwa megunakan data kartu kredit untuk membeli aplikasi. Dari modus tersebut adapun akibat hukumnya yaitu : 1)Para terdakwa ditahan. 2) Para terdakwa dipidana dan denda. 3)Para terdakwa dibebankan membayar biaya perkara. 4) Korban dirugikan dengan jumlah tagihan dari Bank. Mengacu pada kesimpulan tersebut saran penulis adalah 1. Bagi penegak hukum diharapkan agar lebih meningkakan penanganan terhadap media social. 2. Bagi seluruh masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam menjaga identitspribadi. Kata Kunci :Motif, Modus,Akibat hukum, kejahatan elektronik.

ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN JUDEX JURIS OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi penulis adalah : ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN JUDEX JURIS OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah : Mengapa Judex Juris menjatuhkan putusan pemidanaan 8 (delapan) tahun penjara dan pembebanan uang pengganti Rp. 3.990.492.135,00 tetapi dibatalkan oleh hakim peninjauan kembali dengan pidana penjara 4 (empat) tahun dan pembebanan uang pengganti hanya Rp.943.714.000,00?. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah : Untuk mengetahui alasan judex juris menjatuhkan putusan pemidanaan 8 (delapan) tahun penjara dan pembebanan uang pengganti Rp. 3.990.492.135,00 tetapi dibatalkan oleh hakim peninjauan kembali dengan pidana penjara 4 (empat) tahun dan pembebanan uang pengganti hanya Rp.943.714.000,00? Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang tediri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar dan norma-norma peraturan dasar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yakni analisis yuridis pembatalan putusan judex juris oleh hakim peninjauan kembali dalam tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan dan variabel terikat yakni putusan hakim tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan. Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka: 1. Alasan judex juris menjatuhkan putusan pemidanaan 8 (delapan) tahun penjara dan pembebanan uang pengganti Rp. 3.990.492.135,00 adalah karena : a. Perbuatan terdakwa memenuhi dakwaan primair yakni pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 undang-undang tindak pidana korupsi b. Terdakwa terbukti menikmati uang hasil tindak pidana korupsi. 2. Alasan hakim peninjauan kembali membatalkan putusan judex juris dan menjatuhkan putusan dengan pidana penjara 4 (empat) tahun dan uang pengganti Rp.943.714.000,00 adalah karena: a. Adanya kekhilafan dari judex juris dalam menentukan berat ringannya pemidanaan b. Menurut hakim peninjauan kembali diskon pembelian tidak terhitung dalam kerugian negara. Kata Kunci : Putusan Hakim, Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan.

DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN PUTUSAN HAKIM DALAM SENGKETA WANPRESTASI IKATAN DINAS KARYAWAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini ialah Deskripsi Tentang Pembatalan Putusan Hakim Dalam Sengketa Wanprestasi Ikatan Dinas Karyawan. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah mengapa Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan wanprestasi penggugat sedangkan pengadilan tinggi yang dikuatkan oleh Mahkama Agung menolak gugatan penggugat? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan wanpretasi penggugat sedangkan pengadilan tinggi yang dikuatkan oleh Mahkama Agung menolak gugatan penggugat. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu Pengadilan Negeri dan Peninjauan kembali mengabulkan gugatan penggugat antara lain: 1. Penggugat dapat membuktikan hubungan hukum tergugat dan penggugat didasari perjanjian. 2. Penggugat dapat membuktikan tergugat wanprestasi. Alasan Pengadilan Tinggi dan Kasasi membatalkan gugatan penggugat antara lain: 1. Penggugat tidak dapat membuktikan hubungan hukum penggugat dan tergugat didasari perjanjian. 2. Hakim Pengadilan Negeri dianggap salah dalam menerapkan hukum. Saran dari penulisan dalam penelitian ini adalah bagi Pengadilan Negeri Jakata pusat dalam memutuskan satu perkara perlu memperhatikan fakta-fakta yang ditemukan dalam persidangan agar tidak salah dalam menjatuhkan putusan PT. Mastersystem dalam melaporkan sebuah kasus, perlu lebih teliti agar tidak terjadi kekeliruan dalam persidangan. Kata Kunci :Pertimbangan Hakim, Putusan Perdata, Sengketa Wanprestasi

DESKRIPSI PUTUSAN HAKIM DALAM SENGKETA AKTA PENDIRIAN PERSEKUTUAN KOMANDITER (CV)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah : Disparitas Putusan Hakim Dalam Sengketa Akta Pendirian CV. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah Mengapa Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung dalam Kasasi menjatuhkan putusan mengabulkan gugatan penggugat sedangkan Pengadilan Tinggi menjatuhkan putusan Menolak Gugatan Penggugat. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: Untuk Mengetahuhi Alasan Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung dalam Kasasi menjatuhkan putusan mengabulkan gugatan penggugat sedangkan Pengadilan Tinggi menjatuhkan putusan Menolak Gugatan Penggugat. Jenis metode Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif . Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu Alasan Hakim Pengadilan Negeri dan Hakim Mahkamah Agung mengabulkan gugatan penggugat antara lain : 1. Gugatan penggugat sempurna. 2. Hakim Pengadilan Tinggi keliru atau salah dalam menerapkan Hukum. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat alasan-alasan putusan hakim Pengadilan Negeri dan Hakim Mahkamah Agung mengabulkan Gugatan Penggugat Sedangkan Pengadilan Tinggi Menjatuhkan Putusan Gugatan Tidak Dapat Diterima antara lain: 1. Hakim Pengadilan Negeri dan Hakim Mahkamah Agung mengabulkan gugatan penggugat: a. Gugatan Penggugat Sempurna. b. Hakim Pengadilan Tinggi keliru atau salah dalam menerapkan Hukum. 2. Hakim Pengadilan Tinggi Menolak Gugatan Penggugat karena : a. Gugatan Penggugat Cacat Formil. Kata Kunci : Perbedaan Putusan, Sengketa Akta Pendiriam Persekutuan Komanditer (CV).

ANALISIS MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM PEMBERIAN SUAP TERHADAP PEGAWAI NEGERI DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah : ANALISIS MOTIF DAN MODUS PEMBERIAN SUAP TERHADAP PEGAWAI NEGERI DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah bagaimana motif, modus dan akibat hukum pemberian suap terhadap pegawai negeri dalam perkara tindak pidana korupsi. Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk Mengetahui Motif, Modus dan akibat hukum pemberian suap terhadap pegawai negeri dalam perkara tindak pidana korupsi. Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah dan Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif. sumber data yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif . Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pada putusan pertama sampai putusan ke lima, dengan masalah pokok sebagai berikut: 1. Motif terjadinya pemberian suap terhadap pegawai negeri dalam perkara tindak pidana korupsi adalah: a. Terdakwa ingin mencari keuntungan b. Terdakwa ingin memenangkan pelelangan proyek dan menjadi pelaksananya 2. Modus terjadinya pemberian suap terhadap pegawai negeri dalam perkara tindak pidana korupsi adalah: a. Terdakwa memberikan uang suap melalui pihak ketiga. b. Terdakwa memberikan uang suap dengan cara ditransfer melalui bank. c. Terdakwa memberikan uang tunai secara langsung kepada Pegawai Negeri. 3. Akibat hukum terjadinya pemberian suap terhadap pegawai negeri dalam perkara tindak pidana korupsi adalah a. Adanya kerugian terhadap perusahaan b. Melambatnya pertumbuhan okonomi perusahaan Kata Kunci : Motif dan Modus, tindak pidana korupsi.