Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

H

2.529 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 502025: 582024: 302023: 3792022: 4972021: 9162020: 1632018: 552016: 42015: 22009: 12002: 11989: 11018: 1

English Phonetics and Phonology

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

The second edition of the popular English Phonetics and Phonology textbook has been extensively updated and expanded to offer greater flexibility for teachers and increased support for non-native speakers studying the sound systems of English. An ideal introduction to the study of the sound systems of English, designed for those with no previous knowledge of the subject Second edition now rigorously updated and expanded to reflect feedback from existing students and to increase support for non-native speakers of English Benefits from a useful introduction to articulatory phonetics, along with coverage of the main aspects of the phonological structure of present-day English Features a completely new chapter on the relationship between English spelling and pronunciation, extended coverage of intonation, and extensive revisions to sections on rhythm, word stress, intonation and varieties of English worldwide Will include invaluable chapter-by-chapter exercises, linked to sound files available on the accompanying website at www.wiley.com/go/carrphonetics (available upon publication)

English Phonetics and Phonology Paperback with Audio CDs (2)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Since the publication of the first edition in 1983, this course has established itself as the most practical, comprehensive text in the field and become widely used in many parts of the world in universities and other institutions of higher education. This new edition takes into account recent developments in the teaching of phonology. It includes updated references, fuller coverage of intonation, and a new chapter on different varieties of English with illustrative recorded material. At the end of each chapter in the book there are notes giving information on further reading, discussion of the more challenging issues, written exercises and, where appropriate, suggestions for teachers. In addition the audio CDs include recorded exercises for every chapter which are particularly helpful for non-native speakers. A full answer key is available at the back of the book. Additional exercises and other supporting material are available online.

Optimalisasi Pemanfaatan Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu(Ipomea batatas L) Dalam Pembuatan Biskuit Terhadap Sifat Sensorik

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tepung ubi jalar ungu sebagai bahan substitusi adalah adanya senyawa antosianin yang merupakan sumber warna ungu yang dapat menghasilkan produk beranekarangaman. Biskuit adalah produk jajanan renyah yang terbuat dari adonan tepung terigu,telur, dan tambahan bahan makanan lain dengan cara di oven (kue kering). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat sensorik biskuit dari optimalisasi pemanfaatan ubi jalar ungu dan mendapatkan perlakuan terbaik dalam pembuatan biskuit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan, dengan presentase tepung ubi jalar ungu sebanyak 10%, 20% dan 30%. Variabel yang diamati adalah uji organoleptik (aroma, rasa, warna tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi Tepung ubi jalar ungu sangat nyata terhadap kualitas biskuit. Perlakuan terbaik yaitu optimalisasi tepung ubi jalar ungu sebanyak 10% yang mendekati kontrol, substitusi 10% menghasilkan warna dengan nilai rata- rata 4,622 dengan kategori (sangat suka), aroma 4,667 dengan kategori (sangat suka), skor rasa 4,756 dengan kategori (sangat suka) dan skor tekstur 4,756 dengan kategori (sangat suka).

DESKRIPSI TENTANG PERMOHONAN DISPENSASI NIKAH BAGI ANAK DIBAWAH UMUR

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul penulisan ini adalah “Deskripsi Tentang Permohonan Dispensasi Nikah Bagi Anak Dibawah Umur”. Rumusan masalah yaitu Apakah yang menjadi alasan permohonan dispensasi nikah bagi anak dibawah umur dan Apakah yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam penetapan pemberian dispensasi nikah bagi anak dibawah umur? Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui alasan permohonan dispensasi nikah bagi anak dibawah umur dan Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam penetapan pemberian dispensasi nikah bagi anak dibawah umur. Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, diartikan bahwa penelitian ini dapat memberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya. Sedangkan jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normatif. Sehingga pengumpulan data dilakukan melalui kepustakaan, yang dimana penelitian hukum normatif mencakup: penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkronisasi vertical dan horizontal, perbandingan hukum, sejarah hukum dan variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : Variabel bebas maksudnya adalah bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Dengan demikian berdasarkan sudut pandang pada penelitian ini, yang menjadikan variabel bebas adalah apakah yang menjadi alasan permohonan dispensasi nikah bagi anak dibawah umur dan dasar pertimbangan hakim dalam penetapan pemberian dispensasi nikah bagi anak dibawah umur.. Sedangkan Variabel Terikat adalah ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variabel bebas. Oleh karenanya, varibel terikat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan putusan hakim terkait pemberian dispensasi nikah bagi anak dibawah umur. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri memutus perkara Permohonan Dispensasi Perkawinan Terhadap Anak Dibawah Umur dan Dakwaan dengan mengunakan alat bukti dan dengan pertimbangan dalam fakta persidangan. Hasil penelitian penulis, sebagai berikut: 1. Alasan permohonan dispensasi nikah bagi anak dibawah umur a. Calon mempelai belum mencapai batas minimal untuk melakukan perkawinan b. Calon mempelai telah siap berumahtangga 2. Dasar pertimbangan hakim dalam penetapan pemberian dispensasi nikah bagi anak dibawah umur a. Calon suami telah Memenuhi syarat perkawinan b. Kesiapan calon mempelai untuk berumahtangga 3. Alasan permohonan dispensasi nikah bagi anak dibawah umur ada yang dikabulkan dan ada yang tidak diterima? a. Dikabulkan Majelis Hakim menilai bahwa permohonan pemohon untuk menghindari mudharat lebih diutamakan ketimbang maslahatnya. Sehingga dengan memberikan dispensasi kawin kepada anak pemohon adalah menolak suatu mudharat b. Tidak diterima Majelis Hakim menilai bahwa permohonan pemohon tersebut tidak berdasar atau dengan kata lain tidak jelas (obscur libel) alasan pemohon mengajukan permohonan dispensasi kawin terhadap anaknya.

PENGARUH SUHU TERHADAP KELOPAK BUNGA ROSELLA KERING (Hibiscus sabdariffa L).

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bunga Rosella Kering (Hibiscus sabdariffa L) merupakan tanaman yang sudah dikenal dan dimanfaatkan diberbagai negara termasuk di Indonesia. Rosella memiliki keunggulan warna yang menarik karena kandungan pigmen antosianinnya. Di Indonesia dikenal 2 varietas yaitu rosela merah dan ungu, yang diberikan nama demikian karena warna kelopak kedua varietas rosella tersebut mempunyai warna merah dan ungu (Mardiah et al., 2015). Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bagian bunganya yang berwarna merah. Pemanfaatan bunga rosella sebagai bahan pangan sangat beragam, antara lain sebagai teh herbal, selai, jus, pengedap rasa dll. Untuk di Indonesia bunga rosella lebih banayak dikenal sebagai bunga yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan teh herbal, atau dibeberapa daerah disebut sebagai teh merah. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga rosella yang diperoleh dari Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga yang sedang tidak terlalu matang dan juga memeliki kondisi fisik yang baik (tidak cacat). Berdasarkan hasil uji jarak berganda Duncan pada Tabel 4.1 setelah diuji lanjut dengan BNJ dengan taraf signifikasi 5% kadar air bunga rosella berbeda nyata terhadap setiap perlakuan. Hasil kadar air bunga rosella pada suhu 60°C (P1) memiliki kadar air yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan suhu 70°C (P2), suhu 80°C (P3) yaitu sebesar 10,98%. Perlakuan suhu 70°C (P2) memiliki kadar air sebesar 9,09%Perlakuan suhu berpengaruh signifikan terhadap kadar air, kerapatan, dan rendemen. Perlakuan terbaik diberikan oleh PIII 80ºC karena memberikan pengeringan terhadap mutu rosella kering yakni presentase kadar air 7,011 %, kerapatan 1,533 g/ml, dan rendemen 34,9 g/kg.

Teologi Keluarga

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Maurice Eminyan tentang teologi keluarga dan relevansinya bagi Jemaat GMIT Moria Liliba. Maurice Eminyan, seorang teolog dan profesor teologi dogmatis, berpendapat bahwa keluarga Kristen adalah refleksi dari Allah Tritunggal, yang harus berfungsi sebagai komunitas cinta kasih, komunitas hidup, dan komunitas keselamatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakan studi pustaka dan penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi di Jemaat GMIT Moria Liliba, yang mencakup 295 kepala keluarga dengan 1301 anggota jemaat. Sampel terdiri dari 10 anggota jemaat yang mengalami berbagai masalah keluarga seperti poligami, perceraian, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Maurice Eminyan tentang teologi keluarga memiliki relevansi yang signifikan bagi Jemaat GMIT Moria Liliba. Konsep-konsep komunitas cinta kasih, komunitas hidup, dan komunitas keselamatan yang dikemukakan oleh Eminyan dapat menjadi dasar bagi upaya pembinaan dan penguatan keluarga Kristen di jemaat tersebut. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran gereja dalam mendukung keluarga-keluarga Kristen untuk mengatasi berbagai tantangan dan masalah yang dihadapi. Kata Kunci: Teologi Keluarga, Komunitas Cinta Kasih, Komunitas Hidup, Komunitas Keselamatan.

PENGARUH SUHU TERHADAP KELOPAK BUNGA ROSELLA KERING (Hibiscus sabdariffa L).

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bunga Rosella Kering (Hibiscus sabdariffa L) merupakan tanaman yang sudah dikenal dan dimanfaatkan diberbagai negara termasuk di Indonesia. Rosella memiliki keunggulan warna yang menarik karena kandungan pigmen antosianinnya. Di Indonesia dikenal 2 varietas yaitu rosela merah dan ungu, yang diberikan nama demikian karena warna kelopak kedua varietas rosella tersebut mempunyai warna merah dan ungu (Mardiah et al., 2015). Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bagian bunganya yang berwarna merah. Pemanfaatan bunga rosella sebagai bahan pangan sangat beragam, antara lain sebagai teh herbal, selai, jus, pengedap rasa dll. Untuk di Indonesia bunga rosella lebih banayak dikenal sebagai bunga yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan teh herbal, atau dibeberapa daerah disebut sebagai teh merah. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga rosella yang diperoleh dari Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga yang sedang tidak terlalu matang dan juga memeliki kondisi fisik yang baik (tidak cacat). Berdasarkan hasil uji jarak berganda Duncan pada Tabel 4.1 setelah diuji lanjut dengan BNJ dengan taraf signifikasi 5% kadar air bunga rosella berbeda nyata terhadap setiap perlakuan. Hasil kadar air bunga rosella pada suhu 60°C (P1) memiliki kadar air yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan suhu 70°C (P2), suhu 80°C (P3) yaitu sebesar 10,98%. Perlakuan suhu 70°C (P2) memiliki kadar air sebesar 9,09%Perlakuan suhu berpengaruh signifikan terhadap kadar air, kerapatan, dan rendemen. Perlakuan terbaik diberikan oleh PIII 80ºC karena memberikan pengeringan terhadap mutu rosella kering yakni presentase kadar air 7,011 %, kerapatan 1,533 g/ml, dan rendemen 34,9 g/kg.

PEREMPUAN DAN RUMAH ADAT SUMBA Tinjauan Teologi Gender terhadap Peran Perempuan dalam Rumah Adat Sumba Barat Daya dan Implikasinya bagi GKS Jemaat Rara, Klasis Rara

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pulau Sumba dikenal dengan beberapa sebutan antara lain; Tana Humba dan Tanah Marapuatau Tanah Leluhur. Tana Humba memiliki arti Tanah Sumba. Nama Sumba berasal dari nama isteri nenek moyang orang Sumba yang pertama datang dan mendiami Sumba yaitu bernama Humba. Dalam kebudayaanya, masyarakat sumba menjunjung tinggi pemahaman bahwa laki-laki yang adalah kepala rumah tangga memiliki hak untuk memimpin dan mengambil keputusan dalam keluarga, sebagai pencari nafkah dan selain itu laki-laki juga memiliki kedudukan dalam urusan adat maupun dalam upacara keagamaan, sedangkan perempuan hanya mengurusi hal-hal yang bersifat domestik atau bersifat rumah tangga saja. Hal tersebut juga terjadi di masyarakat Rara. Penulis menggunakan metode penilitian Kualitatif dengan menjadikan masyaraka Rara di desa Weri Lolo sebagai objek penelitian penulis untuk melihat bagaimana permasalahan seperti sistem patriarki yang terjadi di desa tersebut. Penulis lebih berfokus untuk melihat kesetaraan gender yang terdapat di dalam rumah adat masyarakat Rara. Penulis menemukan bahwa masyarakat Rara di desa Weri Lolo menganggap bahwa peran laki-laki lebih diutamakan dalam segala hal, termasuk pengambilan keputusan dibandingkan perempuan. Selain itu, laki-laki juga lebih diutamakan dalam peran gereja, seperti memberikan pendapat dalam diskusi sampai pada pengambilan keputusan. Peran laki-laki lebih dominan dibandingkan perempuan. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor adat istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat yang lebih mendominankan peran laki-laki daripada peran peran perempuan. Sehingga hal tersebut berdampak bagi eksistensi perempuan di ranah publik.

Musik Kontemporer “ Suatu Tinjauan Teologis terhadap Penggunaan Musik Kontemporer dalam Liturgi Ibadah Minggu Di Jemaat Karmel Fatululi dan Implikasinya bagi GMIT”

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tulisan ini mengkaji penggunaan musik kontemporer dalam liturgi ibadah minggu di Jemaat GMIT Karmel Fatululi terhadap masalah perpindahan jemaat yang disebabkan oleh persepsi tentang musik atau liturgi yang kaku. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Pada bagian awal tulisan ini, penulis akan membahas mengenai sejarah gereja GMIT Karmel Fatululi, dilanjutkan dengan uraian mengenai penggunaan musik kontemporer dalam konteks ibadah di gereja tersebut. Penjelasan mencakup aspek ibadah, liturgi, pandangan tentang musik dalam Alkitab, perkembangan musik gerejawi, serta sejarah musik dalam GMIT. Selain itu, penulisan juga mempertimbangkan perbedaan antara musik himne dan musik kontemporer. Tulisan ini menegaskan bahwa dalam konteks ibadah, memuji dan menyembah Tuhan dapat dilakukan melalui berbagai jenis musik, baik himne maupun musik kontemporer, dengan fokus utama pada kesungguhan hati dalam ekspresi penyembahan kepada Tuhan.

PEREMPUAN DAN EKONOMI KELUARGA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga di Jemaat GMIT Betania Oemofa. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana perempuan berkontribusi dalam meingkatkan ekonomi keluarga, tantangan yang dihadapi serta dampak dari peran tersebut terhadap kehidupan keluarga dan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Jemaat GMIT Betania Oemofa berperan signifikan dalam meningkatkan penghasilan keluarga melalui berbagai aktivitas ekonomi seperti berjualan sayur-mayur di pasar-pasar kota. Namun mereka juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakadilan gender dalam rumah tangga, dampABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga di Jemaat GMIT Betania Oemofa. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana perempuan berkontribusi dalam meingkatkan ekonomi keluarga, tantangan yang dihadapi serta dampak dari peran tersebut terhadap kehidupan keluarga dan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Jemaat GMIT Betania Oemofa berperan signifikan dalam meningkatkan penghasilan keluarga melalui berbagai aktivitas ekonomi seperti berjualan sayur-mayur di pasar-pasar kota. Namun mereka juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakadilan gender dalam rumah tangga, dampak fisik dan psikis dari peran ganda yang mereka emban. Penelitian ini juga merefleksikan teks-teks Alkitab untuk meninjau peran suami istri dalam keluarga Kristen, serta menyoroti pentingnya kesetaraan dan kemitraan dalam rumah tangga. Teologi gender digunakan sebagai kerangka teori untuk mendorong advokasi kesetaraan dan transformasi struktur kerja yang baik di dalam rumah maupun di ranah publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja dan masyarakat harus berperan aktif dalam mengatasi ketidakadilan gender dan mendukung perempuan dalam peran meningkatkan ekonomi keluarga. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat jemaat secara keseluruhan. Selain itu, ada kebutuhan mendesak untuk transformasi mendasar dalam pandangan masyarakat mengenai peran perempuan sebagai istri, guna menghapus stigma dan memberikan penghargaan yang layak bagi upaya keras perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan dapat mewujudkan kesetaraan gender.

Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit : Suatu Tinjauan Eksegetis Terhadap Surat Yakobus 5: 12-20 Mengenai Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Kalvari Fenun.

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit “Suatu Tinjauan Eksegetis terhadap Surat Yakobus 5: 12-20 mengenai Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Kalvari Fenun” Email: [email protected] Teks surat yakobus 5: 12-20 merupakan nasehat yang berisi hikmat dalam menjalani kehidupan. Hikmat yang dimaksud adalah hikmat dalam berkata-kata, hikmat dalam menderita serta tanggungjawab saling membantu jemaat untuk bertobat. Ini terlihat dalam nasehat Yakobus untuk tidak bersumpah sehingga tidak menjerumuskan diri ke dalam hukuman yang membuat seseorang menderita. Sakit juga merupakan sebuah penderitaan, sehingga harus berhikmat ketika mengalami sakit. Sehingga, pertobatan menjadi hal yang penting. Hal ini juga dialami oleh jemaat Kalvari Fenun, dikarenankan sumpah yang dilakukan sehingga membuat mereka harus mengalami penderitaan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini agar dapat memberikan pemahaman mengenai praktik sumpah dan doa bagi orang sakit untuk dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan bahwa praktik sumpah lebih baik tidak dilakukan serta pentingnya doa dan pertobatan untuk pemulihan sakit baik jasamani maupun rohani. Penulis tertarik untuk mengkaji sumpah dan doa bagi orang sakit di Jemaat Kalvari Fenun dengan bertolak dari sudut pandang teks surat Yakobus 5:12-20 dengan melakukan kajian pustaka, menggunakan metode studi eksegetis dan menemukan beberapa poin kerygma yaitu: tidak bersumpah secara sembarangan, kekuatan doa dan kesembuhan serta pentingnya pertobatan. Hasil kajian menerangkan bahwa Jemaat GMIT Kalvari Fenun tidak boleh bersumpah secara sembarangan supaya tidak mengalami sakit, tetapi perkataan penuh hikmatlah yang seharusnya dikatakan. Jika mengalami sakit, maka doa menjadi sarana untuk meneguhkan iman dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan. Sebab, doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan maka sangat besar kuasanya dan ada hasilnya. Kata Kunci: Surat Yakobus, Sumpah, Doa, Sakit

DAMPAK PENGGUNAAN TRAKTOR (HAND TRACTOR RODA DUA) TERHADAP PETANI DI DESA PAAN LELENG, KECAMATAN KOTA KOMBA UTARA, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui perkembangan jumlah traktor terhadap petani di Desa Paan Leleng Kecamatan Kota Komba Utara (2) untuk mengetahui dampak penggunaan traktor di Desa Paan Leleng Kecamatan Kota Komba Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sasaran utama dalam penelitian ini yaitu masyarakat petani yang memiliki tanah dan alat mekanisasi pertanian modern di Desa Paan Leleng Kecamatan Kota Komba Utara Kabupaten Manggarai Timur. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengguna traktor roda dua dalam pengolahan padi sawah sangat tinggi. Faktor-faktor pengolahan lahan padi sawah di Kecamatan Kota Komba Utara Kabupaten Manggarai Timur adalah pendapatan sifat inovasi.

ANALISIS DEBIT IRIGASI TETES TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS DEBIT IRIGASI TETES TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH Oleh Hoar Maria Angela,Nainiti N. P. P. ,Lano. M. L Fakultas Pertanian Universitas Kristen Arta Wacan Kupang Jln. Adisucipto Penfui Kotak Pos 1o4 Kupang 85001 NTT Telp (0380) 881580:Fax (0380) 88167 *E-Mail Koresponden:[email protected] Irigasi tetes merupakan metode penyairan yang meneteskan langsung ketanaman atau ke bagian akar dengan tekanan rendah. Tanaman bawang merah merupakan suatu tanaman yang akarnya dangkal faktor tersebut mempengaruhi hilangnya kelembabanlapisan atas tanah sehingga irigasi atau pengganira di perlukan oleh tanaman untuk kelangsungan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui pengaruh analisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah dan Mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan untuk perlakuan dan produksi bawang merah. Penelitian di lakukan di Oesapa kilo 10 bulan juni sampai juli tahun 2022. penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga di dapat 20 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan yaitu A (20 ml/Jam) B (25 ml/Jam) C (50 ml/Jam) D (75 ml/Jam). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Informasi perbedaan antara perlakuan di lanjutkan dengan uji berganda duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan anilisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap produksi tanaman b awang merah yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap produksi tanaman bawang merah. Berdasarkan parameter tersebut di atas, maka perlakuan terbaik untuk terdapat pada perlakuan D (75 ml/Jam) dengan nilai rata-rata setiap variable pengamatan tinggi tanaman (42, 375), jumlah Daun 37, dan jumlah produksi dengan nilai rata-rata sebesar 73. Kata kunci: analisis debit irigasi tetes terhadap produksi tanaman bawang merah ABSTRACT ANALYSIS OF DRIP IRRIGATION DISCHARGE ON SHALLOT CROP PRODUCTION By Hoar Maria Angela, Nainiti N. P. P., Lano. M. L Faculty of Agriculture, Arta Wacan Kupang Christian University Jln. Adisucipto Penfui Post Office Box 1o4 Kupang 85001 NTT Tel (0380) 881580: Fax (0380) 88167 *E-Mail Koresponden:[email protected] Drip irrigation is an irrigation method that drips directly to the plant or to the roots with low pressure. Onion plants are plants whose roots are shallow, these factors affect the loss of moisture in the top layer of soil so that irrigation or replacement is needed by plants for continued growth. This study aims to determine the effect of analyzing variations in drip irrigation pressure on the growth and production of shallots and to determine the effect on growth for the treatment and production of shallots. The research was conducted in Oesapa kilo 10 June to July 2022. This study used the method of Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications so that there were 20 experimental units. The treatments that were tried were A (20 ml/hour) B (25 ml/hour) C (50 ml/hour) D (75 ml/hour). Observation data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Information on differences between treatments was continued with Duncan's multiple tests. The results showed that the treatment of drip irrigation pressure variations on the production of red b awang plants were different. Translated with DeepL.com (free version)

PENGARUH RASIO PEREKAT TERHADAP KADAR AIR DAN PENGEMBANGAN BRIKET KULIT BUAH ASAM (Tamarindus indica)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman asam (Tamarindusindica L.) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman asam jawa ini memiliki daun yang kecil, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah kulit yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, kulit asam jawa akan diolah menjadi briket. Di dalam kulit asam jawa terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk kulit asam, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk kulit asam menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk kulit asam) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk kulit asam yaitu dengan waktu 2jam.

PENGARUH RASIO PEREKAT TERHADAP KADAR AIR DAN PENGEMBANGAN BRIKET KULIT BUAH ASAM (Tamarindus indica)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman asam (Tamarindusindica L.) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman asam jawa ini memiliki daun yang kecil, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah kulit yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, kulit asam jawa akan diolah menjadi briket. Di dalam kulit asam jawa terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk kulit asam, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk kulit asam menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk kulit asam) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk kulit asam yaitu dengan waktu 2jam.

Gereja siaga

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelaksanaan program "Gereja Siaga" dan implikasinya bagi Jemaat GMIT Soli Deo Gloria Nefomeu dalam konteks teologi sosial. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak (KIA) di jemaat dengan melibatkan berbagai jaringan, termasuk pemberitahuan, pendanaan, transportasi, keluarga berencana, donor darah, dan katekisasi. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka kematian ibu dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang menjadi fokus utama perhatian gereja. Gereja memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk mendukung kesejahteraan fisik dan spiritual anggotanya, termasuk ibu dan anak. Pendekatan teologi sosial yang digunakan dalam penelitian ini menekankan pentingnya peran gereja dalam menangani isu-isu sosial sebagai bentuk tanggung jawab iman dan kasih kepada sesama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program "Gereja Siaga" telah memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu dan anak di jemaat, namun masih terdapat berbagai tantangan, terutama terkait kendala finansial dan kondisi ekonomi jemaat yang umumnya tergolong sangat miskin. Analisis teologi sosial dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa program "Gereja Siaga" yang bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang ada di sekitar gereja. Gereja didorong untuk terus berpartisipasi aktif dalam isu-isu sosial sebagai perwujudan misi Kristus di dunia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu teologi sosial dan sumbangsih praktis bagi jemaat GMIT Soli Deo Gloria Nefomeu dalam mengoptimalkan program "Gereja Siaga" demi kesejahteraan ibu dan anak di komunitas mereka.

IBADAH INTERGENERASI:Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Urgensi Nilai-Nilai Ibadah Intergenerasi Menurut Pemahaman Jemaat Maranatha Oebufu Klasis Kota Kupang Timur

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ibadah intergenerasi merupakan bentuk ibadah yang melibatkan seluruh generasi dalam jemaat, dengan tujuan menciptakan ketersalingan dan memperkuat hubungan iman antar generasi. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan generasi yang sering terjadi di lingkungan bergereja, di mana kelompok usia yang berbeda sering kali terpisah dalam kategori pelayanan masing-masing, yang dapat menyebabkan kurangnya keterlibatan dan rasa memiliki di kalangan generasi muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pandangan jemaat, khususnya pemuda, serta majelis Jemaat Maranatha Oebufu mengenai ibadah intergenerasi dan bagaimana implementasi serta refleksi teologis dari ibadah tersebut dapat diterapkan di gereja mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Jemaat Maranatha Oebufu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur yang relevan. Responden penelitian termasuk pemuda dan majelis jemaat yang memberikan pandangan mereka tentang urgensi dan manfaat dari ibadah intergenerasi. Metode penulisan yang digunakan penulis untuk menyelesaikan karya tulis ini adalah metode deskriptif-analitis-reflektif untuk mendiskripsikan dan menganalisis masalah, serta tiba pada suatu refleksi yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah intergenerasi sudah diterapkan di GMIT Maranatha Oebufu tetapi dengan nomenklatur yang berbeda. Banyak jemaat, termasuk pemuda, merasa bahwa ibadah intergenerasi dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan keterlibatan dalam pelayanan gereja. Namun, ada juga tantangan dalam implementasinya, seperti kebutuhan akan persiapan yang matang dalam hal liturgi dan keterlibatan seluruh generasi. Ibadah dapat didefinisikan sebagai respons komunitas Kristen terhadap kasih Allah, yang diwujudkan melalui pujian yang tulus dari hati serta refleksi mendalam dalam pikiran. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengasihi diri sendiri sebagaimana mereka mampu mengasihi orang lain dan seluruh ciptaan Allah. Definisi ini mengimplikasikan bahwa setiap individu dalam komunitas orang beriman bertujuan untuk menunjukkan iman mereka kepada Allah dan mendorong terjadinya perubahan. Kata Kunci: Ibadah, Intergenerasi, Kesenjangan Generasi.

GEREJA RAMAH ANAK: Suatu Tinjauan Teologis terhadap Implementasi Gereja Ramah Anak melalui Kehadiran Anak dalam Liturgi di GMIT Kaisarea BTN-Kolhua dan Implikasinya bagi Pelayanan Anak di GMIT

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Gereja Ramah Anak dimaknai sebagai gereja dengan sistem pelayanan holistik yang memenuhi hak-hak anak, tidak hanya sekadar membangun fisik gedung gereja baru, melainkan meningkatkan kesadaran akan perspektif anak. Penelitian ini mengidentifikasi ketidaksetaraan di lingkungan gereja, di mana anak-anak sering kali tidak dilibatkan dalam pelayanan dan pengambilan keputusan. Gereja harus menyediakan ruang agar anak-anak merasa aman dan nyaman, serta memberi kesempatan untuk keterlibatan dan partisipasi, sehingga mereka dapat mengekspresikan kreativitas mereka. Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan kontribusi berharga bagi gereja-gereja lain dalam mengimplementasikan program Gereja Ramah Anak untuk mendukung pertumbuhan iman anak-anak di komunitas gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Jemaat GMIT Kaisarea BTN-Kolhua. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur yang relevan. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif-analitis-reflektif untuk mendeskripsikan dan menganalisis masalah, serta mencapai refleksi yang sesuai. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kehadiran anak-anak dalam ibadah merupakan langkah gereja dalam mengupayakan kepedulian terhadap anak. Pembentukan karakter dan iman terjadi melalui interaksi dalam komunitas, di mana setiap generasi saling belajar dan membangun. Refleksi teologis menekankan urgensi kesetaraan hak anak dalam kehidupan gereja. Anak-anak sering terabaikan dalam pelayanan gerejawi, menyebabkan ketidakseimbangan partisipasi dan menghalangi pembentukan iman yang seharusnya menjadi prioritas utama gereja. Gereja harus menyediakan ruang yang memadai bagi anak-anak dan memastikan suara mereka didengar dan dihargai. Dengan demikian, gereja dapat menciptakan lingkungan inklusif yang memperkuat pembinaan iman anak-anak dan memberikan fondasi kokoh bagi pertumbuhan spiritual mereka. Implementasi program Gereja Ramah Anak diharapkan menjadi teladan bagi gereja-gereja lain dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung perkembangan spiritual anak-anak. Kata kunci: Liturgi, Anak, Gereja Ramah Anak, GMIT Kaisarea BTN.