2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Kampus Mengajar dalam meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini melibatkan 9 responden mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria pernah terlibat langsung dalam pelaksanaan program Kampus Mengajar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kampus Mengajar efektif meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa, terutama dalam menguasai karakteristik peserta didik; menguasai teori dan prinsip-prinsip pembelajaran; mengembangkan kurikulum dan rancangan pembelajaran; menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran; memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik; berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik; menyelenggarakan evaluasi dan penilaian proses serta hasil belajar; memanfaatkan hasil evaluasi dan penilaian untuk kepentingan pembelajaran; dan melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Analisa hasil wawancara peningkatan kompetensi mahasiswa memiliki presentase 91,98% pada peningkatan Kompetensi Pedagogik dengan kualifikasi pada kategori Sangat Baik. Kesimpulannya, peneliti menemukan bahwa dengan banyaknya pelaksanaan kegiatan dalam program Kampus Mengajar sangat berperan secara signifikan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui peranan majelis jemaat kaka pahwanu, klasis wanukaka, gereja kristen sumba dalam mencegah kaum muda yang hamil di luar nikah. Pada dasarnya orang tua memiliki peranan penting dalam pertumbuhan remaja. Oleh karena itu, sangat diharapkan adanya perhatian penuh dari orang tua terhadap remaja dalam masa pertumbuhan mereka. Pada kenyataannya, terkadang orang tidak memperhatikan dan bertanggung jawab terhadap pertumbuhan spiritual remaja. Remaja yang diperhatikan oleh orang tua dan keluarga lebih memilih untuk menghabiskan waktunya bersama dengan orang di luar lingkungan keluarga seperti teman/sahabat serta jemaat dan masyarakat secara umum. Kurangnya didikan, perhatian dan dampingan dari orang tua membuat mereka tidak berhati-hati dalam bertindak, bahkan terlibat perilaku menyimpang yaitu seks bebas. Seks bebas yang mengakibatkan remaja khusus remaja hamil yang di luar nikah, hal ini juga terjadi pada para remaja di Gereja Kristen Sumba (GKS), Jemaat Kaka Pahwanu. Mencengah kehamilan di luar nikah menjadi sulit karena budaya yang masih kental, orang tua cenderung ingin mengurus anak-anak mereka. Ada bukti bahwa sebelumnya, ketika anak-anak melahirkan, harus ada bukti yang disetujui oleh pihak orang tua. memang itu tuntutan dari pihak orang tua. Jika belum ada bukti tersebut, anak-anak belum tentu mendapatkan dukungan dari orang tua
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pengelolaan Pembelajaran Oleh Guru Pendidikan Agama Kristen Di SD GMIT Kuanino 3 Tahun Ajaran 2023/2024 Mbado, D. L.)* Natonis, A. D.)** Pellu, H. L.)** Pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen merupakan kesatuan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru mulai dari perencanaan, proses kegiatan sampai dengan evaluasi serta proses tindak lanjut yang berlangsung dalam pembelajaran untuk tercapainya tujuan pendidikan Agama Kristen. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan pembelajaran oleh Guru pendidikan Agama Kristen di SD GMIT Kuanino 3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran oleh Guru Pendidikan Agama Kristen di SD GMIT Kuanino 3. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD GMIT Kuanino 3 telah dilakukan dengan baik melalui kegiatan pendahulu, inti dan penutup yang dirancang untuk memotivasi, melibatkan siswa secara aktif, dan memastikan pemahaman materi. Hal ini tercermin dari beberapa aspek utama. Pertama, kegiatan pembelajaran yang terstruktur, meliputi tiga tahap utama yaitu pendahuluan, inti, dan penutup yang dirancang secara cermat untuk menciptakan alur pembelajaran yang jelas dan efektif. Struktur ini mendukung siswa untuk memulai pembelajaran dengan fokus, berpartisipasi aktif selama proses inti, dan mengakhiri pembelajaran dengan refleksi serta penguatan pemahaman. Kedua, guru secara aktif memotivasi siswa dan menciptakan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran, menunjukkan upaya untuk membangun suasana kelas yang interaktif dan kondusif. Proses pembelajaran juga ditunjang dengan penggunaan metode yang variatif, media yang relevan, serta pendekatan yang komunikatif dan inspiratif untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik. Kata Kunci : Pengelolaan pembelajaran, Guru PAK
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan kelas oleh guru pendidikan agama Kristen di SMP Negeri 20 Kupang Tahun Ajaran 2023/2024. Pengelolaan kelas adalah tindakan yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Kristen untuk menciptakan dan memelihara kondisi pembelajaran yang kondusif sehingga tecapainya tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan kelas oleh guru Pendidikan Agama Kristen di SMP Negeri 20 Kupang dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sampel atau sumber data dalam penelitian ini ada dua yakni data primer (guru mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen kelas VII-IX) yang berjumlah 4 orang dan data sekunder (profil sekolah, keadaan pendidik, dan siswa). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan teknik analisis data dalam penelitian ini terdapat tiga tahap yakni; reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan pengelolaan kelas oleh guru Pendidikan Agama Kristen SMP Negeri 20 Kupang dalam hal menciptakan iklim belajar yang yang tepat, pengaturan ruang belajar, mengelolah interaksi kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melaksanakan pengelolaan kelas guru Pendidikan Agama Kristen kelas VII-IX 1) menciptakan iklim belajar yang tepat guru lebih cenderung pada penekanan hal positif yaitu guru berkomunikasi kepada siswa mengunakana bahasa yang formal, guru mengajar di dalam kelas dan saat di luar kelas guru selalu memberi nasehat kepada siswa, guru menjadi teladan bagi siswa, guru mengambil tindakan saat saat terjadi kegaduhan dan juga guru memusatkan kembali perhatian siswa.2). pengaturan ruang belajar cenderung pada guru menetapkan tempat duduk siswa, guru merubah format tempat duduk dan penetapan media pembelajaran. 3). mengelola interaksi kegiatan belajar mengajar terlihat saat guru melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan bahasa yang formal, memberikan pertanyaan kepada siswa, dan juga guru berperan saat membimbing diskusi.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
This textbook consists of seven chapters, each of which has been carefully structured to provide a comprehensive understanding of business English, from business communication to job interviews in English. This book has also been equipped with business English vocabulary and grammar and language focus related to the material in each chapter. We strive to ensure that each chapter is helpful to our readers.We want to express our highest appreciation to all parties who have contributed directly or indirectly to the preparation of this book, especially for Unit Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P2AI) P3MP Politeknik Negeri Ujung Pandang. Whether in the form of suggestions, input, or emotional support, this book could not have been completed without the help and contributions of all parties.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul : Metode Penelitian Akuntansi Kuantitatif dan Kualitatif Penulis : Dr. Iin Rosini Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 156 Halaman ISBN : 978-623-497-570-3 Sinopsis "Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif" adalah buku yang membahas tentang metodologi penelitian yang digunakan dalam ilmu sosial dan ilmu humaniora. Buku ini menjelaskan tentang dua jenis metode penelitian yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif merupakan metode yang menggunakan data dalam bentuk angka dan statistik, sedangkan metode kualitatif merupakan metode yang lebih menekankan pada penjelasan dan interpretasi. Jangan biarkan penelitian Anda berakhir sia-sia. Dengan buku "Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif", Anda dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang metodologi penelitian yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang ingin Anda cari. Buku ini akan membantu Anda memilih metode penelitian yang sesuai, melakukan analisis data yang tepat dan mengembangkan proposal penelitian yang kuat. Dapatkan buku ini sekarang dan menjadi peneliti yang lebih baik!"
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bank Syariah memberikan pembiayaan dengan prinsip mudharabah dan musyarakah, bertransaksi jual beli dengan prinsip murabahah, salam, dan istishna, serta menyewakan aktiva dengan prinsip ijarah di samping produk lainnya, seperti rahn dan qardhul-hasan. Risiko dalam bidang perbankan merupakan suatu kejadian potensial baik yang dapat diperkirakan (anticipated) maupun tidak dapat diperkirakan (unanticipated) yang berdampak negatif pada pendapatan maupun permodalan bank. Risiko-risiko tersebut tidak dapat dihindari namun dapat dikelola dan dikendalikan. Buku ini berisi 6 (enam) bab yang membahas tentang Pembiayaan dan Kredit Bank, Bank dan Karakteristik Bank Syariah, Istishna dan Pembiayaan Istishna di Bank Syariah, Risiko dan Manajemen Risiko, serta Implementasi Pembiayaan Istishna di Bank Syariah.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha, penting untuk selalu membuat laporan keuangan. Karena nantinya, analisa laporan keuangan ini dapat menunjukkan bagaimana kinerja bisnis di masa lalu. Dengan informasi tersebut, kita juga bisa menentukan keputusan apa yang harus diambil untuk masa yang akan datang. Bagi pihak eksternal, analisis laporan keuangan ini dapat digunakan untuk memahami kondisi kesehatan perusahaan atau bisnis secara keseluruhan serta untuk mengevaluasi kinerja keuangan dan nilai bisnis. Sedangkan pihak internal menggunakannya sebagai alat pemantauan untuk mengelola keuangan. Dalam buku ini dibahas secara lengkap mengenai, Arti dan Definisi Analisis Laporan Keuangan; Laporan Keuangan Menurut PSAK; Analisis Rasio Keuangan; Analisis Perbandingan Keuangan; Analisis Common Size; Analisis Time Series; Analisis Trend; Analisis Kebangkrutan dan Analisis Kesehatan Perbankan. Melalui buku ini penulis berharap dapat memberikan kontribusi bagi pembaca dalam mengevaluasi hasil kerja divisi atau departemen dalam perusahaan, sehingga mengetahui hasil kinerja, pendapatan serta kemajuan atau perkembangan perusahaan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dive into the depths of English literature and emerge with a treasure trove of knowledge spanning centuries. "Introduction to Literature: Navigating the Periods of English Literature" is your compass through the ever-evolving narrative of English prose, poetry, and drama. Discover the seismic shifts of literary expression from the raw beauty of Anglo-Saxon epics to the intricate digital narratives of our modern world. Within these pages lies a journey that intertwines the past with the present, inviting readers to explore the richness of English literature across the ages. You will not only trace the footsteps of literary giants but also engage with the cultural and historical forces that shaped their worlds. Suitable for students, educators, and literary enthusiasts alike, this book offers a clear pathway through the complexities of literary periods. It presents a challenge: to see the world through the eyes of the literary past and understand its dialogue with the future. Step into this literary tapestry that invites curiosity, encourages reflection, and inspires a deeper appreciation for the words that have captured the human experience. "Introduction to Literature: Navigating the Periods of English Literature" awaits your discovery.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Fresh, original and compelling, An Introduction to Literature, Criticism and Theory is the essential guide to literary studies. Starting at ‘the beginning’ and concluding with ‘the end’, the book covers topics that range from the familiar (character, narrative, the author) to the more unusual (secrets, pleasure, ghosts). Eschewing abstract isms, Bennett and Royle successfully illuminate complex ideas by engaging directly with literary works – so that a reading of Jane Eyre opens up ways of thinking about racial difference, whilst Chaucer, Raymond Chandler and Monty Python are all invoked in a discussion of literary laughter. Each chapter ends with a narrative guide to further reading and the book also includes a glossary and bibliography. The fourth edition has been revised to incorporate two timely new chapters on animals and the environment. A breath of fresh air in a field that can often seem dry and dauntingly theoretical, this book will open the reader’s eyes to the exhilarating possibilities of both reading and studying literature.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PERANAN GEREJA DALAM LITERASI PENDIDIKAN Ongki Rivaldo Adu Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Indonesia email: [email protected] Tuna aksara merupakan masalah yang mendunia. Tuna aksara bukan hanya terkait dengan kemampuan membaca, menulis, dan menghitung, tetapi berpengaruh pada kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Nusa Tenggara Timur, secara khusus kabupaten Timor Tengah Selatan, kecamatan Amanuban Selatan, Desa Mio tidak terlepas dari masalah tuna aksara tersebut. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak sebagai penyandang tuna aksara tersebut. Pemerintah dan gereja sepatutnya bekerja sama dengan baik. Menanggapi persoalan tuna aksara tersebut, maka gereja turut terpanggil untuk menyatakan perhatiannya melalui peran sosial gereja. Dalam karya ilmiah ini, penulis menggambarkan tentang peran sosial GMIT Imanuel Mio bagi penyandang tuna aksara jemaat GMIT Imanuel Mio dipandang dari teori teologi sosial. Tujuannya, gereja-gereja masa kini dapat belajar dari peran sosial yang dilakukan untuk lebih terlibat dalam menanggapi persoalan sosial dalam jemaat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dan penelitian pustaka. Penelitian pustaka yang dimaksud ialah dengan menggunakan sejumlah litaratur yang dapat menunjang penelitian ini. Penulis, melakukan penelitian lapangan dengan lokus penelitian di Jemaat GMIT Imanuel Mio, Klasis Amanuban Selatan. Untuk mengetahui peran sosial gereja, maka penulis memilih beberapa orang menjadi informan bagi penulis. Berdasarkan hasil penelitian sesuai teori teologi sosial yang penulis gunakan untuk mengkaji peran sosial gereja, maka hal yang penulis dapatkan ialah peran sosial yang dilakukan GMIT Imanuel Mio didasari pada motivasi yang benar yaitu melihat diri sebagai konsep imago dei dan manusia baru untuk menjadi uluran tangan Kristus melalui penyandang tuna aksara. Peran sosial gereja yang dilakukan ialah melalui pemberdayaan dengan program motor pustaka.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanggung jawab moral terhadap makhluk hidup lain adalah sebuah hal yang penting, khususnya bagi orang yang percaya kepada Allah. Hal itu menjadi alasan mengapa topik tersebut tidak dapat dihindari. Dalam konteks ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tanggung jawab moral manusia terhadap hewan berdasarkan pemikiran Andrew Linzey mengenai hak theos. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode berupa studi kepustakaan dan lapangan. Adapun, untuk mendapatkan sampel dan data lapangan, penelitian ini menggunakan metode snowball purposive. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa tanggung jawab moral manusia adalah sebuah tugas yang diberikan Allah kepada manusia untuk mengelola ciptaan. Tugas itu menjadi sebuah kewajiban manusia, khususnya kepada Allah, yang perlu dijalankan atas dasar penghormatan, baik kepada ciptaan maupun kepada Allah. Kewajiban itu perlu dilakukan karena Allah telah menciptakan segala sesuatu, memberikan kehidupan kepada ciptaan dan memeliharanya, serta manusia menjadi bagian dalam komunitas ciptaan. Oleh karena itu, segala hal yang merusak ciptaan, seperti perburuan liar, perlu dihentikan sebab merusak tatanan yang telah Allah jadikan. Dengan demikian, kiranya penelitian ini dapat menjadi sumbangan dalam upaya menghadapi persoalan etis-teologis mengenai hubungan manusia dengan lingkungan, khususmya hewan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehadiran Allah merupakan realitas transendental yang menjadi pusat pergumulan iman manusia, termasuk anak-anak yatim piatu. Dalam konteks Jemaat GMIT Nazaret Taum, terdapat kesenjangan pemahaman anak-anak yatim piatu mengenai kehadiran Allah. Sebagian merasakan kehadiran Allah melalui doa dan perenungan, sementara sebagian lainnya meragukan keberadaan-Nya akibat pengalaman kehilangan orang tua dan penderitaan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konteks kehidupan Jemaat GMIT Nazaret Taum, mengidentifikasi pandangan anak-anak yatim piatu tentang kehadiran Allah, serta melakukan refleksi teologis terhadap pandangan tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan sampel berjumlah 15 orang, terdiri dari 1 orang pendeta, 3 orang majelis jemaat, 2 orang anggota jemaat, dan 9 orang anak-anak yatim piatu. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis data dalam penelitian adalah deskriptif analisis dengan metode penulisan deskriptif, analisis, dan refleksi. Kemudian penulis juga ingin mengetahui pandangan anak yatim piatu dengan pendekatan Ebenhaizer Nuban Timo, yaitu Allah yang transenden dan Allah yang imanen, dan implikasinya bagi kehidupan anak yatim piatu di Jemaat GMIT Nazaret Taum. Hasil penelitian menunjukkan sosok Allah yang di butuhkan anak yatim piatu di GMIT Nazaret Taum adalah Allah yang memberikan perlindungan, pengganti orang tua, yang dekat dan mendengar, yang menyayangi, yang tidak meninggalkan, Allah yang tidak mengabaikan dan tidak mengasingkan. Anak yatim piatu mengidentifikasi Allah sebagai sumber kasih sayang yang hilang dari orang tua mereka, sehingga mereka membutuhkan Allah yang memberikan perhatian dan kehangatan seperti halnya seorang ibu dan bapak yang memberikan belaian lembut, pelukan dan rasa aman. Berdasarkan refleksi teologis tersebut, saran bagi Gereja adalah dengan kehadiran Gereja ditengah jemaat harus mampu mewujudkan kehadiran Allah sebagai Ayah dan Ibu, melakukan pelayanan pastoral, dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk membantu anak yatim piatu.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penebangan atau eksploitasi hutan Madala di Desa Welibo, Kecamatan Lamboya, Khususnya GKS Jemaat Baliloko merupakan salah satu hutan adat atau ulayat yang dijaga dan di lindungi oleh jemaat. Namun pada saat ini, hutan Madala tersebut tidak lagi dipelihara dan dijaga. Masyarakat Baliloko dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup tidak terlepas dari ketergantungan terhadap alam semesta. Metode yang digunakan penulis adalah metode penelitian lapangan dengan menggunakan teknik wawancara pihak gereja, dengan menggunakan teori-teori ekologi. Skripsi ini ini bertujuan untuk menganalisis mengenai relasi manusia dengan hutan Madala, serta faktor yang mempengaruhi. Dalam hasil penelitian ditemukan bahwa alasan Masyarakat melakukan penebangan hutan karena pembangunan ekonomi. Penulis mengambil kesimpulan bahwa akibat kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga mengakibatkan masyarakat menggunakan hutan untuk lahan perkebunan tanpa memikirkan akibat yang terjadi. Pada hal hubungan manusia dan alam atau lingkungan hidupnya bagaikan dua sisi mata uang yang mesti dijalani secara seimbang. Kegagalan dalam melaksakan tugas kepemimpinan atas alam juga merupakan kegagalan manusia dalam mengendalikan dirinya khususnya keinginan-keinginannya. Karena itu perlu adanya perubahan pola pikir dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dengan cara memanfaatkan alam dengan baik. sikap solidaritas dalam menjaga dan memelihara keseimbangan ekosistem hutan/alam.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk pertama mengeksplorasi pemahaman para pemuda-pemudi pelaku seks bebas di Jemaat Silo Naikoten 1 tentang tubuh. Kedua menjelaskan makna esensial dari Teologi Tubuh Paus Yohanes Paulus II terhadap para pemuda-pemudi pelaku seks bebas. Penelitian ini memakai metode kualitatif dan terdiri dari 10 sampel terdapat 5 laki-laki dan 5 perempuan. Penulis juga mengkaji dan mendalami berbagai sumber yang berhubungan dengan tema tulisan ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pemuda-pemudi Jemaat Silo Naikoten 1 tentang makna tubuh itu beragam seperti menganggap tubuh sebagai objek pemuas nafsu, penghasil uang, struktur kehidupan. Dimana para pelaku seks bebas melihat kalau tubuh itu di pandang sebagai objek yang bisa untuk memuaskan nafsu badani mereka terlebih lagi mereka juga memandang kalau tubuh itu indah dan bisa diperjual belikan sehingga tidak melihat sebagai sebuah ciptaan Allah yang kudus.
Berdasarkan pemahaman Paus Yohanes Paulus II tentang tubuh maka Teologi Tubuh melahirkan sebuah refleksi iman tentang makna seksual manusia. Pemaparan ajaran dalam Teologi Tubuh hendak mengajak umat beriman dan menanggapi berbagai perilaku dan gagasan menyimpang tentang pemahaman umum manusia tentang tubuh dalam perspektif iman. Hakikat tubuh sering diasumsi secara keliru. Tubuh dipandang sebagai objek pemuas seksual dan mengandung unsur komoditi dalam perekonomian.
Oleh karena itu hasil analisa dapat disimpulkan bahwa pertama tubuh bukan lagi sebuah objek seksual dan sebagai alat untuk diperjual belikan. Kedua tubuh bukan lagi seonggok daging melainkan tubuh merupakan cara kita untuk berkomunikasi. Karena itu tubuh yang hadir merupakan sebuah kesatuan antara tubuh dengan pribadi ini tergambar dalam bahasa dalam tubuh yang tercetak saat manusia dilahirkan. Tubuh dapat mengungkapkan apa yang tak terlihat menjadi terlihat, sehingga tubuh memiliki nilai keluhuran dan keilahiannya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penderitaan dan luka batin dirasakan oleh semua manusia. Pendeta sebagai pelayan juga tidak luput dari luka. Pendeta harus tampil sebagai sosok yang kuat dalam keadaan terluka. Henri Nouwen menawarkan suatu pemikiran tentang penyembuh yang terluka. Penderitaan dan luka tidak boleh dipandang sebagai kelemahan. Henri Nouwen merupakan seorang imam Katolik Belanda yang mempunyai pengaruh dalam bidang spiritualitas Kristen dengan banyak karya selama hidupnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui secara detail pemikiran Henri Nouwen tentang Penyembuh yang Terluka. Konsep ini kemudian diimplikasikan bagi pelayanan Pendeta di GMIT Pniel Sikumana. Dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode kepustakaan dengan mengumpulkan, membaca, menganalisis dokumen, buku dan karya yang berkaitan dengan konsep penyembuh yang terluka. Penulis juga melakukan penelitian lapangan guna melihat relevansinya dengan konsep penyembuh yang terluka. Penulis menemukan beberapa hal yang dapat menjadi sumbangsi bagi kehidupan pelayanan seorang pendeta berdasar dari Lukas 22:47-53. Bahwa seorang pelayan perlu meneladani Yesus. Pertama, Yesus adalah penyembuh sejati yang merujuk pada pribadi Yesus yang dapat memberikan kedamaian di tengah kekacauan. Kedua, Penderitaan Yesus sebagai sumber penyembuhan yakni bicara soal penderitaan Yesus untuk menebus umat manusia. Ketiga, Kehadiran Yesus yang menyembuhkan melalui kehadirannya dapat memberikan kedamaian. Keempat, Kerentanan Yesus sebagai teladan bahwa Yesus tidak pernah menyembunyikan kelemahan dan sisi manusiawinya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Teladan adalah contoh atau panutan yang dapat dijadikan acuan dalam bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan. Seseorang yang menjadi teladan biasanya memiliki karakter, moral, atau keterampilan yang baik, sehingga layak untuk ditiru oleh orang lain.Dalam konteks kepemimpinan, teladan sangat penting karena seorang pemimpin yang baik harus mampu menunjukkan perilaku yang positif agar diikuti oleh bawahannya. Berkaitan dengan pengertian tersebut, penatua di Jemaat GMIT Maranatha Limarahing tidak menjadi teladan yang baik bagi jemaatny. Penatua yang mabuk saat memimpin ibadah jemaat. Penatua akan meminum sopi terlebih dahulu sebelum memimpin ibadah. Ini dilakukan untuk memuaskan atau menenangkan hati dan pikiran mereka, sehingga ibadah yang dilakukan tidak memenuhi standar pelayanan. Hal ini dilakukan oleh Penatua-penatua di Jemaat GMIT Maranatha Limarahing, bukan sekali saja mereka lakukan ini, tetapi sudah terus-menerus mereka lakukan. Jemaat terus-menerus mengeluh tentang pelayanan yang mereka lakukan seperti ini, sehingga mereka melakukan pelayanan tidak lagi sesuai dengan Firman Tuhan. Mabuk adalah salah satu hal yang sudah menjadi kewajiban utama bagi Jemaat Maranatha Limarahing sebelum melakukan sesuatu. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mencari tahu keteladanan penatua di Jemaat tersebut yang terus-menerus melakukan pelayanan dalam keadaan mabuk. Sehingga Tujuan dari penulisan untuk melengkapi bahkan menjadi salah satu acuan untuk bisa menjadi sebuah pedoman bagi jemaat tersebut untuk merubah akan tindakan mereka yang telah melanggar aturan dalam melakukan pelayanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan historis-kritis, yang menyoroti elemen-elemen tafsir historis kritis seperti tempat nas dalam konteks, kritik sastra, bidang kehidupan, kritik nas, tafsiran ayat per ayat dan kerygma teologis. Hasil kajian yang ditemukan yaitu; 1). Pemimpin Jemaat yang menjadi Teladan yang baik; 2). Pemimpin Jemaat menjadi harus memiliki karakter yang Baik, terpuji serta Berintegritas. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan studi teologi tentang keteladanan Penatua serta manfaat praktis bagi para pemimpin gereja untuk meneladani syarat-syarat penatua yang ditunjukkan oleh Titus.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi berjudul “Tarian Dalam Ibadah” dengan sub judul “Suatu Tinjauan Teologis terhadap Pemahaman Jemaat mengenai Tarian dalam Ibadah di Jemaat GMIT Imanuel Beumopu dan Implikasinya bagi Pelayanan GMIT” ditulis oleh Yonatan Adipapa Tepa. Penulis bertolak dari penggunaan gerakan tari dalam ibadah sangat heboh dan sebagai sarana hiburan bagi jemaat yang dianggap sebagai gerakan sensual yang akan mengundang hawa nafsu jemaat dan membuat jemaat masuk dalam keberdosaan. Tujuan tulisan ini adalah untuk menganalisis pemahaman jemaat GMIT Imanuel Beumopu tentang penggunaan tarian dalam ibadah. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif yaitu proses penelitian yang dilakukan pada kondisi alamiah sehingga data yang terkumpul dan analisanya bersifat kualitatif. Metode yang dipakai memberi hasil pada penelitian yaitu adanya pro dan kontra terkait pemahaman jemaat tentang tarian dalam ibadah. Ada jemaat yang mengatakan bahwa tarian yang ditampilkan dalam ibadah sebagai media hiburan karena gerakan yang kelihatannya heboh dan sensual. Ada juga yang menerima tarian dengan gerakan heboh dengan alasan pelayanan. Selain itu ada juga jemaat yang memahami secara positif tentang tarian dalam ibadah yaitu tarian dipandang sebagai doa dan penyembahan kepada Allah. Berkaitan dengan pro dan kontra yang terjadi penulis menganalisis bahwa tarian dalam ibadah merupakan pelayanan kepada Allah yang memiliki makna penyembahan, kesaksian dan syukur atas karya Allah. Hasil pembahasan penulis terkait penggunaan tarian dalam ibadah sebagai media penyembahan kepada Allah menjadi implikasi bagi pelayanan GMIT. GMIT Imanuel Beumopu perlu memperhatikan penggunaan tarian agar tarian memiliki makna teologis, sehingga tarian bukan saja ditampilkan dalam ibadah tapi memberi dampak yang positif kepada jemaat dan gereja dalam pelayanan. Bukan saja itu, GMIT secara umum juga perlu memberi arahan pagi para penari agar gerakan-gerakan tari yang ditampilkan dalam ibadah perlu berdasarkan Alkitab artinya gerakan yang beretika, bermoral, dan memiliki makna teologis yang tujuannya untuk penyembahan kepada Allah.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul “Semakin Lemah Semakin Sadari Kuasa Kristus” dengan sub judul “Kajian Eksegetis Terhadap Teks Surat 2 Korintus 12:7-10 dan Implikasinya Bagi Pemahaman Jemaat GMIT Gloria Kayu Putih Mengenai Kelemahan Hidup” ditulis oleh Fandi Foes. Realita pergumulan jemaat GMIT Gloria Kayu Putih, terdapat 1 orang IDD, 3 orang anak yatim piatu, 2 orang anak broken home, 2 orang majelis yang masih melayani dalam keadaan sakit, terkait kelemahan yang dialami dalam hidup mereka ini memberi dampak pada pemahaman akan kelemahan dalam hidup, ini menimbulkan adanya permasalahan hubungan antara kelemahan manusia dengan kuasa Kristus dalam Surat 2 Korintus12:7-10, yang berbicara mengenai kelemahan yang dihadapinya justru membuka jalan bagi penyataan akan kuasa Kristus. Dan dalam kelemahanlah kuasa Kristus semakin sempurna. Juga ini memberi pertanyaan bahwa apa maksud perkataan Paulus mengenai jika aku lemah, maka aku kuat. Penelitian ini menggunakan metode Historis Kritik. Tujuannya agar Surat 2 Korintus memperlihatkan kelemahan yang dimiliki Paulus dimana ia diberi duri dalam daging untuk menggocohnya agar tetap rendah hati, dan memperlihatkan apa maksud Paulus dengan perkataan suka dan rela dalam kelemahan, juga pembahasan ini memiliki tujuan untuk menyadari kelemahan paulus sebagai respon Tuhan bahwa kuasa Tuhan menjadi sempurna atas kelemahannya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebudayaan merupakan hasil dari ekspresi sekelompok orang yang diwujudkan dalam nilai-nilai dan kepercayaan yang terus diyakini dari generasi ke generasi. Salah satu unsur kebudayaan adalah bahasa yang merupakan alat komunikasi. Oleh karena banyaknya budaya yang ada, maka bahasa yang adapun berbeda-beda. Seiring berjalannya waktu, Injil pun hadir di tengah-tengah masyarakat yang plural. Oleh karena itu dibutuhkan metode atau cara yang tepat dalam mengkomunikasikan Injil di tengah-tengah kebudayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kebudayaan dalam pemberitaan firman dan bagaimana langkah yang tepat untuk menyampaikan Injil di tengah kebudayaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sampel yang digunakan sebagai objek dalam penelitian berjumlah 20 orang di antaranya adalah Majelis (Pendeta, Penatua, Diaken, dan Pengajar) dan anggota Jemaat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah purposive sampling. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Jemaat GMIT Kefas Nasi, menunjukkan bahwa kebudayaan juga berpengaruh dalam pemberitaan Injil, hingga berpengaruh juga terhadap spiritualitas pendengar. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa budaya tidak dapat dipisahkan dari Injil. Melakukan penginjilan di tengah-tengah kebudayaan tidak akan mengurangi kekuatan Injil tersebut melainkan dapat membawa Injil untuk merangkul orang-orang yang hidup dalam kebudayaan. Untuk menghubungkan Injil dan kebudayaan diperlukan misi yang kontekstual dalam pemberitaan Injil, karena apabila tidak diperhatikan maka pendengar tidak dapat memahami maksud pemberitaan tersebut. Dengan demikian, spiritualitas mereka juga ikut terkikis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kepekaan para pemberita dalam menyampaikan firman dengan tidak mengabaikan salah satu unsur kebudayaan.