Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

TRADISI DOA TUJUH BULAN “Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Tradisi Doa Tujuh Bulan dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Petra Lidamanu, Klasis Rote Barat Daya”

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna teologis dan relevansi pastoral dari praktik doa tujuh bulan atau Nenem Teik dalam tradisi masyarakat Rote, khususnya di Jemaat GMIT Petra Lidamanu. Tradisi ini secara turun-temurun dijalankan oleh masyarakat sebagai bentuk ungkapan syukur dan permohonan perlindungan terhadap janin dan ibu yang mengandung. Dalam konteks kehidupan Kristen, praktik tersebut kerap dianggap problematis karena berakar pada kepercayaan adat yang belum sepenuhnya sejalan dengan doktrin iman Kristen. Namun demikian, penelitian ini menggunakan pendekatan teologi kontekstual, khususnya tipologi H. Richard Niebuhr tentang Christ Transforming Culture, yang membuka ruang bagi pemaknaan ulang budaya lokal dalam terang Injil. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan lapangan, ditemukan bahwa jemaat tidak serta-merta mempertahankan praktik ini sebagai bentuk kepercayaan tradisional, tetapi telah terjadi proses integrasi nilai-nilai kekristenan, seperti doa dalam nama Yesus, pembacaan Alkitab, dan pelibatan pelayan gereja dalam pelaksanaannya. Tradisi ini, ketika dimaknai dalam terang Kristus, menjadi sarana penguatan spiritualitas keluarga dan persekutuan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nenem Teik memiliki potensi teologis yang signifikan jika ditransformasi dengan hati-hati melalui pendampingan gerejawi dan pendidikan teologis kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Kristus yang mengubah budaya adalah pendekatan yang tepat bagi gereja-gereja lokal di Nusa Tenggara Timur yang bergumul dengan praktik-praktik budaya yang kuat. Nenem Teik bukan sekadar ritus adat, tetapi dapat menjadi bentuk ibadah kontekstual yang bermakna, jika dituntun dan dimurnikan dalam terang Injil. Oleh karena itu, gereja, lembaga pendidikan teologi, dan pemerintah perlu bersinergi dalam mendampingi dan memberdayakan budaya lokal agar menjadi wadah kesaksian iman Kristen yang relevan dan berakar.

PENDIDIKAN KRISTIANI YANG MEMBEBASKAN Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Model Pendidikan Kristiani Orang Tua Generasi X kepada Remaja Generasi Z di Jemaat GMIT Glorya Tuatuka

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pendidikan Kristiani yang Membebaskan: Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen terhadap Model Pendidikan Kristiani Orang Tua Generasi X kepada Remaja Generasi Z di Jemaat GMIT Glorya Tuatuka.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali model pendidikan Kristiani yang terjadi dalam relasi antara orang tua Generasi X dan remaja Generasi Z, khususnya dalam konteks konflik yang sering muncul, serta bagaimana pendidikan Kristiani yang membebaskan dapat menjadi pendekatan transformatif dalam membangun relasi yang lebih dialogis di tengah kehidupan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap 20 responden yang terdiri dari 10 orang tua dan 10 remaja di Jemaat GMIT Glorya Tuatuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan dari orang tua terhadap anak belum sepenuhnya membebaskan. Hal ini disebabkan oleh pebedaan generasi sehingga mempengaruhi cara pandang, pola pikir dan pola komunikasi dari orang tua dan remaja. Meskipun demikian, ditemukan adanya upaya dari orang tua dan remaja untuk membangun relasi yang membebaskan dalam keluarga. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Generasi X, Generasi Z, teori konflik, serta konsep Pendidikan Kristiani yang Membebaskan menurut Paulo Freire. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan nilai-nilai dialogis, kesetaraan, dan kesadaran kritis sebagaimana yang ditawarkan dalam pendidikan yang membebaskan sangat relevan dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan remaja. Refleksi teologis dalam penelitian ini menekankan pentingnya keluarga sebagai ruang pembentukan iman dan karakter Kristen yang kontekstual dan membebaskan. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan baik keluarga maupun gereja, khususnya Jemaat GMIT Glorya Tuatuka, agar mengambil peran aktif dalam memfasilitasi pendidikan keluarga yang membebaskan, melalui pelatihan, pendampingan pastoral, dan pembinaan iman yang kontekstual.

STATUS DAN PERAN PEREMPUAN DALAM GEREJA Suatu Tinjauan Teologis Feminis Terhadap Status dan Peran Perempuan di Jemaat GMIT Paulus Oepoli, Klasis Amfoang Utara

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Status dan Peran Perempuan dalam Gereja” dengan sub judul “Suatu Tinjauan Teologis Feminis Terhadap Status dan Peran Perempuan di Jemaat GMIT Paulus Oepoli” ditulis oleh Rezah Atalia Padji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman jemaat tentang status dan peran perempuan, menganalis faktor, dan merefleksikan tinjauan teologis terhadap status perempuan. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif yaitu proses penelitian yang dilakukan pada kondisi yang alamiah sehingga data yang terkumpul dan analisanya dengan cara observasi dan wawancara. Metode yang dipakai memberi hasil pada penelitian, yaitu status dan peran perempuan di jemaat masih dianggap lebih rendah dan masih dinomorduakan. Hal ini tentu terjadi karena adanya faktor-faktor penyebab, seperti: Faktor budaya, pemahaman teologi yang keliru, perkawinan, perempuan yang juga merupakan salah satu faktor, dan minimnya pengetahuan Alkitab. Namun, pada dasarnya, peran perempuan dalam gereja adalah untuk memberi kontribusi yang berharga dan penting dalam kehidupan gereja, serta dapat memperkuat hubungan yang lebih baik lagi dengan Tuhan. Karena itu diperlukan adanya gereja untuk dapat memperhatikan dan juga tentunya memberi solusi terhadap fenomena ini. Gereja sendiri harus terus memberi pemahaman kepada jemaat tentang status dan peran perempuan, agar jemaat lebih peka dan mengerti tentang status dan peran perempuan, bukan hanya sekadar mengerti tetapi juga bisa mengubah pola pikir dan juga perlakuan yang tidak adil itu menjadi lebih baik dan lebih adil bagi status perempuan yang ada di jemaat.

GEMBALA YANG SEJATI: "Suatu Tafsir HistorIs Kritis Terhadap Kitab Mazmur 23:1-6 dan Implikasinya Bagi Korban Bencana Longsor di Jemaat GMIT Efata SoE. Klasis SoE

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Realitas penderitaan tidak dapat terlepas dalam kehidupan manusia yang bergumul dengan pengalaman hidup. Salah satunya adalah penderitaan akibat bencana longsor yang terjadi di Desa Kuatae, sehingga berdampak pada wilayah pelayanan Jemaat GMIT Efata SoE. Bencana tersebut menyebabkan ketakutan, putus asa dan hilang harapan dari jemaat. Ditemukan banyak jemaat yang terpaksa harus mengungsi karena rumah yang rusak. Mereka cenderung mempertanyakan tentang tujuan hidup, makna penderitaan dan peran Tuhan dalam peristiwa yang dialami. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana jemaat memahami kehadiran Tuhan sebagai gembala dalam peristiwa bencana longsor dan bagaimana Tuhan sebagai gembala yang diyakini Daud dapat menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi jemaat dalam proses pemulihan akibat bencana longsor. Tulisan ini disajikan menggunakan metode kritik historis dengan pendekatan tafsir pada Mazmur 23:1-6, yang melibatkan analisis konteks sejarah, kritik sastra, latar belakang konsep gembala Israel, bidang kehidupan dan tafsir ayat per ayat. Tiga kerygma yang ditemukan: 1) Tuhan sebagai Gembala yang Sejati dan Penyedia Hidangan. 2) Penyertaan Tuhan dalam Lembah Kekelaman dan Marabahaya. 3) Tinggal di dalam Rumah Tuhan Sepanjang Masa sebagai Tanda Syukur. Kesimpulannya bahwa keyakinan Daud pada Tuhan sebagai gembala yang membaringkan, menuntun, membimbing, memulihkan dan menyediakan hidangan mampu menjawab kebutuhan jemaat. Dari penyertaan-Nya dalam situasi bencana dan persekutuan dengan-Nya. Penelitian ini bermanfaat bagi pemulihan dan penghiburan jemaat untuk menyakini Tuhan sebagai gembala dalam bencana yang dialami. Selain itu, agar gereja dapat memaknai peran mereka selaku gembala.

PERSEKUTUAN DOA YANG BERDIAKONIA "Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan Diakonia Oleh Persekutuan Doa Efraim Soe Dan Implikasinya Di Jemaat GMIT Efata Soe"

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul ―Persekutuan Doa Yang Berdiakonia: Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan Diakonia Oleh Persekutuan Doa Efraim Soe Dan Implikasinya Di Jemaat GMIT Efata Soe‖. Masalah yang digumuli dalam penelitian ini tentang Persekutuan Doa Efraim di Jemaat GMIT Efata Soe yang melakukan pelayanan diakonia, namun pelayanan ini lebih fokus pada aktivitas karitatif, bersifat spontan dan tanpa perencanaan yang matang, hanya mampu memenuhi kebutuhan sesaat, sehingga banyak aspek penting dalam pelayanan diakonia yang belum terjangkau. Tujuan dari penelitian ini yakni penulis hendak mengetahui peran dan dampak pelayanan diakonia oleh Persekutuan Doa Efraim. Penelitian di Persekutuan Doa Efraim Soe menggunakan metode penelitian kualitatif dan dokumentasi dengan teknik observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode penulisannya yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan hanya memfokuskan perhatian pada bantuan barang habis pakai dan tidak menyentuh akar masalah dan juga harapan terhadap bantuan yang holistik. Hal ini disebabkan oleh pelayanan yang bersifat spontan dan tanpa perencanaan yang matang. Pelayanan diakonia yang benar adalah pelayanan yang berdasarkan pada kasih Allah, diakonia perlu dimaknai sebagai pelayanan yang holistik dan mewujudkan pembangunan jemaat sebagai tujuan pelayanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan teologi terkait makna diakonia sebagai wujud pembangunan jemaat serta memberi sumbagsih praktis kepada gereja (anggota persekutuan doa) dan masyarakat tentang pentingnya peran dan dampak diakonia bagi kehidupan masa kini.

MENDENGARKAN RINTIHAN PEREMPUAN “Suatu Tafsir Feminis Menurut Elisabet Schüssier Fiorenza terhadap II Samuel 13:1-22 dan Implikasi Bagi Kekerasan Seksual Di Jemaat Sonhalan Usapimnasi Klasis Molo Timur”

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini mengkaji tentang kekerasan seksual berdasarkan kitab 2 Samuel 13:1-22 , dengan tujuan untuk memahami gambaran konteks kisah perkosaan Tamar, Menerapkan metode tafsir feminis dan memberikan refleksi dan sumbangan bagi perempuan yang mengalami kekerasan seksual di jemaat GMIT Sonhalan Usapimnasi. Metode yang digunakan adalah metode tafsir feminis Elisabet Schüssier Fiorenza yaitu : hermeneutika dominasi dan lokasi sosial, hermeneutika kecurigaan, dan hermeneutika transformasi. Hasil tafsiran menunjukkan tiga kerygma utama yaitu: 1) Kekerasan Seksual Bertentangan dengan Kehendak Tuhan, 2) Membangun Hubungan di atas dasar Ketulusan, 3) Menjalin Kehidupan dengan penuh Kewaspadaan. Dari kerygma teologi yang didapatkan ini, dapat menjadi sumbangan implikasi bagi jemaaat GMIT Sonhalan Usapimnasi dalam menjaga kewaspadaan diri dan menjalin hubungan dengan dasar cinta. Kisah ini, dapat menjadi inspirasi bagi gereja-gereja dalam menyikapi kasus-kasus kekerasan seksual. Gereja sebagai lembaga persekutuan juga harus dapat lebih terbuka dalam memberi perhatian bagi korban kekerasan seksual. Karena kesadaran akan banyaknya kasus kekesaran seksual saja tidak cukup , namun lebih jauh perlu adanya tindakan untuk menciptakan ruang aman bagi perempuan. Perempuan-perempuan korban kekerasan seksual tidak boleh menutup diri, merasa tidak berharga, merasa berdosa dan menanggung kepahitannya sendiri. Karena sejatinya, Allah berpihak bagi orang-orang yang tertindas.

RITUS HAMAYANG TOLLAK “Suatu Tinjauan Teologi Terhadap Ritus Hamayang Tollak Dalam Proses Pembuatan Rumah Adat Sumba Tengah dan Maknanya bagi GKS Jemaat Parewatana”

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji ritus Hamayang Tollak dalam proses pembangunan rumah adat di Sumba Tengah serta maknanya bagi jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Parewatana. Masalah utama yang diangkat adalah masih kuatnya kepercayaan tentang budaya Marapu dalam jemaat, terhadap ritus ini meskipun mereka telah beriman Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan penelitian lapangan, dengan wawancara terhadap tuan rumah, tukang, rato adat, majelis, dan warga jemaat sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus ini dianggap penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran hidup, serta dihargai sebagai warisan leluhur. Namun, terdapat ketegangan antara nilai-nilai budaya dan ajaran iman Kristen. Beberapa elemen ritus dinilai bertentangan dengan teologi Kristen, terutama dalam hal persembahan kepada roh leluhur. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya gereja melakukan pendekatan teologis dan pastoral yang kontekstual. Gereja tidak hanya dituntut untuk mengoreksi, tetapi juga menafsir ulang nilai-nilai budaya yang masih hidup agar selaras dengan Injil. Disarankan agar GKS Parewatana meningkatkan pembinaan iman dan pendampingan terhadap jemaat dalam menghadapi praktik budaya yang bersinggungan dengan kepercayaan Kristen.

MELAYANI YESUS DALAM DIRI ORANG YANG PALING HINA "Suatu Kajian Tafsir Perumpamaan Terhadap Teks Injil Matius 25:31-46 dan Sumbangsihnya bagi Pelayanan Jemaat GMIT Syalom Kupang Klasis Kota Kupang"

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kepada orang yang paling hina bukanlah tindakan bela kasihan semata, melainkan sebuah perjumpaan dengan Kristus sendiri. Matius 25:31046 menegaskan bahwa Yesus hadir dalam kehidupan mereka yang paling terhina dan sering dilupakan oleh dunia. Yesus menyamakan diri-Nya dengan “orang yang paling hina”, yaitu mereka yang lapar, haus, asing, telanjang, sakit, dan di dalam penjara. Melayani mereka berarti melayani Kristus sendiri, dan hal ini menjadi dasar penilaian dalam penghakiman terakhir. Penulis tertarik untuk menulis karya ilmiah yang berjudul: "Melayani Yesus dalam Diri Orang yang Paling Hina: Suatu Kajian Tafsir Perumpamaan Terhadap Teks Injil Matius 25:31–46 dan Sumbangsihnya bagi Pelayanan Jemaat GMIT Syalom Kupang Klasis Kota Kupang." Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk menggali makna teologis dari perumpamaan penghakiman terakhir dalam Injil Matius 25:31–46, serta mengkaji relevansinya bagi praksis pelayanan jemaat, khususnya dalam konteks pelayanan sosial GMIT Syalom Kupang. Penafsiran teks dilakukan dengan menganalisis konteks historis, sosial, dan literer dari perikop tersebut, serta memperhatikan struktur naratif dan pesan teologis yang terkandung di dalamnya. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukan bahwa perumpamaan ini menjadi dasar seorang Kristen hidup dalam kehidupan sebagai seorang individu dan sebagai komunitas yaitu gereja. Identifikasi Yesus dengan diri “orang yang paling hina” memberi kontribusi bagi pelayanan GMIT Syalom Kupang bahwa bahwa pelayanan sosial bukan sekadar aktivitas karitatif, melainkan bentuk nyata dari spiritualitas Kristen yang berakar pada ajaran Yesus. Tulisan ini mendorong gereja untuk lebih peka dan aktif dalam melayani kelompok-kelompok marginal sebagai wujud ketaatan iman. Dengan demikian, pelayanan jemaat tidak hanya bersifat ritualistik, tetapi juga transformatif bagi masyarakat sekitar. Ini merupakan identitas gereja dan tanggung jawab sosial gereja.

PEREMPUAN PENYELAMAT KEHIDUPAN dengan sub judul "Suatu Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Shcussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu".

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “Perempuan Penyelamat Kehidupan” dengan sub judul “Suatu Pendekatan Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Schussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu” ditulis oleh Herdina Fransiska Feliarekxza Meko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks Keluaran 2:1-10 dengan menggunakan pendekatan hermeneutik feminis Elisabeth Schussler Fiorenza dan diimplikasikan bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta yang berhadapan dengan para perempuan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik feminis oleh Fiorenza dan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Keluaran 2:1-10 dapat dibaca sebagai teks yang mempromosikan peran perempuan dalam misi penyelamatan Allah dan perempuan yang termarginalkan serta dianonimitaskan oleh budaya ternyata mampu melakukan hal-hal besar. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan dalam teks tersebut berperan aktif dalam menyelamatkan kehidupan Musa dan bangsa Israel. Implikasi penelitian ini bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta adalah pentingnya mengakui dan menghargai setiap peran perempuan dalam keluarga, gereja dan masyarakat, terutama dalam konteks patriarki yang masih kuat di Ekateta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang peran perempuan dalam Alkitab dan menanamkannya bagi kehidupan gereja dan masyarakat.

PEMUDA DAN PRAKTIK FLEXING “Suatu Tinjauan Pembinaan Warga Gereja Terhadap Keteladanan Pemuda GMIT Batu Karang Kupang Dalam Menyikapi Praktik Flexing di Era Digital”

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Praktik flexing atau pamer gaya hidup mewah di media sosial telah menjadi tren dan bagian dari budaya populer yang memengaruhi cara berpikir dan bertindak generasi muda, termasuk pemuda GMIT Batu Karang Kupang. Dalam konteks pemuda GMIT Batu karang Kupang, praktik ini tidak hanya muncul sebagai bentuk ekspresi diri, tetapi juga sebagai strategi untuk mencari pengakuan, validasi sosial, dan membangun citra diri di media sosial dan secara langsung. Praktik ini berdampak negatif terhadap relasi antar sesama, persekutuan, dan pertumbuhan iman pemuda. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana keteladanan pemuda GMIT dalam menyikapi praktik flexing serta bagaimana pembinaan warga gereja (PWG) dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter dan spiritualitas pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada 23 responden yang terdiri dari pendeta, pengurus pemuda, dan anggota pemuda di Jemaat GMIT Batu Karang Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemuda terlibat dalam praktik flexing untuk mendapatkan pengakuan, yang memicu perpecahan dan persaingan tidak sehat dalam persekutuan. Hal ini menunjukkan bahwa gereja belum optimal dalam memberikan pembinaan yang relevan dan kontekstual terhadap tantangan digital yang dihadapi pemuda. Mengacu pada teori PWG menurut Ruth Selan, pembinaan gereja harus bersifat kontekstual, transformatif dan holistik, menyentuh seluruh aspek kehidupan pemuda serta peran dalam gereja dan Masyarakat. Refleksi teologis dalam skripsi ini menekankan bahwa pemuda dipanggil menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan, sebagaimana yang dicontohkan oleh tokok-tokoh muda seperti Yusuf, Daniel, Daud, Yeremia, Timotius, terutama Yesus Kristus dalam kehidupan dan pelayanan-Nya. Oleh karena itu, PWG memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan iman pemuda agar mampu menghadapi godaan digital secara bertanggung jawab. Gereja perlu meningkatkan kualitas pembinaan berbasis nilai-nilai Alkitabiah dan mendampingi pemuda dengan pendekatan kontekstual yang membumi, agar mereka menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan.

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL VIDEO UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 2 KUPANG TIMUR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Media Audio Visual adalah media instruksional modern sesuai degan perkembangan zaman, meliputi media yang dapat dilihat dan di dengar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui penggunaan media audio visual video pada siswa kelas X IPA 2 di SMA Negeri 2 Kupang Timur. (2) untuk mengetahui penggunaannya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. sedangkan untuk analisisnya penulis menggunakan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual dengan materi Roh Kudus Membaharui Gereja mampu meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya variabel motivasi belajar dapat dijelaskan dari banyaknya siswa yang menyatakan senang terhadap penggunaan media audio visual video ini dan tumbuhnya motivasi untuk belajar, semangat siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti dapat membuat suasana kelas menjadi hidup. Dengan demikian, bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMA NEGERI 7 KUPANG TAHUN PELAJARAN 2022/2023

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMA NEGERI 7 KUPANG TAHUN 2022/2023 Mbali M. N. (*) Natonis A. D (**) Timo N. I. E. (**) Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMA Negeri 7 Kupang Tahun 2022/2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMA Negeri 7 Kupang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang beragama Kristen Protestan dengan jumlah siswa 304. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 20 orang dan siswa kelas XB sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 24 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar.Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus uji “t”. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil belajar dari siswa yang menggunakan media video yakni nilai tertinggi 93, nilai terendah 73 dan nilai rata-rata 84,25. Sedangkan hasil belajar siswa yang belajar menggunakan metode ceramah antara lain nilai tertinggi 86, nilai terendah 40 dan nilai rata-rata 61,29. Hal ini juga dapat dilihat dari uji hipotesis menggunakan uji “t” yakni diperoleh t hitung 11,71 dan t tabel 1,682 dan dapat diketahui bahwa ttabel 11,71 > t hitung 1,682.Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMA Negeri 7 Kupang. Kata Kunci : Penggunaan Media Video, dan Hasil Belajar Siswa Keterangan : Penulis (*) Pembimbing (**)

PERSEPSI JEMAAT TERHADAP MANFAAT DAN KELEMAHAN PERSEKUTUAN DOA DI JEMAAT GMIT BET’EL OESAPA TENGAH TAHUN 2023

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Persepsi Jemaat Terhadap Manfaat dan Kelemahan Persekutuan Doa Di Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah Tahun 2023 Kaka, A .)* Metboki, M.)** Pabala, P.)*** ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan bagaimana persepsi Jemaat terhadap Manfaat dan Kelemahan Persekutuan doa di Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi jemaat terhadap manfaat dan kelemahan persekutuan doa, Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penulis menggambarkan persepsi jemaat terhadap Persekutuan Doa ditengah-tengah kehidupan jemaat. Yang menjadi informan dalam penelitian ini ialah seluruh jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah yang berjumlah 3061 orang. Dalam penentuan jumlah responden penulis menggunakan teknik snowball sampling, yaitu sampai pada titik kejenuhan data, maka penulis dapat mewawancarai jumlah responden yaitu 34 orang.Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah wawancara, yakni penulis melakukan wawancara langsung dengan responden tentang apa yang mereka ketahui dari Persekutuan Doa. Dari data yang terkumpul penulis, melakukan analisis data dengan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan wawancara 34 orang jemaat maka dari hasil wawancara, penulis mengetahui Jemaat memahami arti persekutuan doa sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang yang percaya kepada Kristus dengan tujuan untuk berkumpul bersama memuji Tuhan, mendengarkan firman Tuhan, saling mendoakan satu sama lain, dan memberikan kesaksian tentang perbuatan Tuhan yang ajaib dalam kehidupan. Dengan manfaat untuk belajar menafsirkan firman Tuhan dan berdoa. Kelemahan persekutuan doa diantaranya ialah, kesombongan rohani, pelayanan untuk mengejar materi, persepuluhan tidak diberikan kepada Gereja, dalam ibadat kurang melibatkan kehadiran Pendeta dan nyanyian pujian yang digunakan menghilangkan kekhasan GMIT dengan lebih fokus pada nyanyian pop rohani dibandingkan KJ,PKJ dan NKB. Kesimpulannya, Manfaat dari Persekutuan doa adalah untuk menumbuhkan iman setiap anggota jemaat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, dengan melibatkan diri dalam pelayanan bersama orang-orang percaya , untuk saling mendukung dalam iman, kelemahan ialah kesombongan rohani bagi hamba Tuhan yang menerima karunia dari Allah, meremehkan aturan-aturan tata tertib organisasi Gereja, Alkitab dipakai untuk membenarkan pendapat, ajaran atau sikap yang dianut, dan adanya kesalahpahaman dan penyalagunaan karunia-karunia roh. Bagi pihak Gereja agar memberikan pemahaman kepada seluruh anggota jemaat agar turut mengambil bagian dalam ibadat persekutuan doa dengan baik tanpa membuat sesuatu hal baru yang tidak diinginkan oleh gereja. Bagi pihak persekutuan doa terus menjadi berkat bagi sesama dalam hal pengajaran firman Tuhan, saling mendukung dan menguatkan dalam doa dan kesaksian nyata sehingga membawa perubahan hidup bagi orang lain. Bagi pihak jemaat, agar dengan sungguh-sungguh mengikuti palayanan dalam persekutuan doa, yang juga merupakan wadah untuk membimbing jemaat untuk bertumbuh dalam iman yang teguh kepada Tuhan dan lebih lagi dekat kepada Tuhan sebagai juruselamat dalam kehidupan setiap orang percaya Kata kunci : Jemaat, Persekutuan Doa, manfaat dan kelemahan persekutuan doa. * Mahasiswa ** Dosen Pembimbing *** Dosen Pembimbing II

PANDANGAN MAJELIS JEMAAT GMIT EBENHAEZER SEDEOEN KLASIS ROTE BARAT MENGENAI PERANAN KELUARGA INTI (NUCLEAR FAMILY) DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI ANAK TAHUN 2023

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PANDANGAN MAJELIS JEMAAT GMIT EBENHAEZER SEDEOEN KLASIS ROTE BARAT MENGENAI PERANAN KELUARGA INTI (NUCLEAR FAMILY) DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI ANAK TAHUN 2023 Ndun Rohalia, N)* Nuban Timo, I E)** Pellu, H L)** Kajian ini dilatarbelakangi sebuah fenomena yakni kurangnya perhatian keluarga inti (nuclear family) dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi Anak dan pengaruh keluarga inti (nuclear family) dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi anak. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan Pandangan Majelis Jemaat GMIT Ebenhaezer Sedeoen Klasis Rote Barat mengenai Peranan Keluarga Inti (Nuclear Family) dalam Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi Anak. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Jemaat GMIT Ebenhaezer Sedeoen Klasis Rote Barat yang berlangsung selama dua hari. Teknik pengumpulan data dengan pedoman wawancara. Teknik analisis data dengan Reduksi Data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi anak oleh ayah dan ibu dalam mendoakan, mengasihi, mendidik, mendisiplinkan dan tidak menyakiti anak, telah berjalan meskipun masih terdapat kekurangan yang terkadang dilakukan oleh ayah dan ibu. Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan kognitif dan afektif anak. Ketaatan anak terhadap nasehat didikan orang tua memiliki dampak positif dalam membentuk karakter anak dan sikap hormat terhadap nilai-nilai Kristen. Hal ini juga berpengaruh pada keharmonisan dalam keluarga. Selain itu, tingkat penghormatan anak terhadap orang tua mempengaruhi kehidupan rohani dan moral anak, yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal seperti dorongan dan sikap hormat dari diri anak serta pengaruh orang tua, lingkungan, dan teman-teman. Dalam rangka membentuk generasi yang baik, penting bagi orang tua untuk memberikan nasehat didikan kepada anak-anak untuk patuh dengan penuh hormat. Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: Gereja Ebenhaezer Sedeoen Klasis Rote Barat dapat melakukan penyelenggarakan pembinaan warga gereja khususnya tentang pengasuhan anak atau parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua dalam membimbing anak-anak. Kata Kunci: Majelis Jemaat, Keluarga Inti (Nuclear Family) Pembimbing (**) Penulis (*)

Hubungan pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah dengan kinerja guru SD negeri Ngaek Kecamatan Pantai Baru Tahun Ajaran 2023/2024

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dengan Kinerja Guru SD Negeri Ngaek Kecamatan Pantai Baru Tahun Ajaran 2023/2024. Dengan menggunakan metode angket untuk memperoleh data yang dapat dipertanggung jawabkan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner/angket. Dari penelitian yang dilakukan, peneliti Terhadap Hubungan negatif antara variabel X ( Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah) dan variabel Y ( Kinerja Guru), dengan perolehan nilai koefisien sebesar 0,02. Dengan perolehan nilai tersebut, hubungan antara kedua variabel dikategorikan sebagai hubungan negatif signifikan dengan kategori yang sangat lemah.

Konseling Pastoral Bagi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Jemaat GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa.

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini membahas tentang Konseling Pastoral Bagi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Jemaat GMIT Diaspora Danau Ina-Oesapa. Yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana Proses Konseling Pastoral Bagi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Jemaat GMIT Diaspora Danau Ina-Oesapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan konseling pastoral serta kekuatan dan kelemahan konseling pastoral di jemaat GMIT Diaspora Danau Ina-Oesapa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah mengacu pada konsep Mudju Raharjo yang mengklasifikasikan analisis dalam enam langkah yaitu: pengumpulan data, penyempurnaan data, pengolahan data, analisis data, proses analisis data dan simpulan hasil penelitian. Berdasarkan hasil olahan dan analisis data yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) antara lain faktor cemburu, faktor ketidakpercayaan terhadap pasangan, faktor ekonomi dan pengaruh minuman alkohol serta berjudi dapat menyebabkan konflik yang tidak kian usai, sehingga perlu dipayungi atau diperhatikan serius oleh pihak gereja melalui pendampingan berupa konseling pastoral dengan demikian korban merasa dibimbing, damai, didukung, diasuh/diayomi sehingga perlahan-lahan korban bisa sembuh dari luka fisik/psikis, dan juga pulih secara holistik.

Pengaruh Metode Scramble Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti Kelas VII SMP Negeri 10 Kota Kupang Tahun Ajaran 2023/2024

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH METODE SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS VII SMP NEGERI 10 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2023/2024 Tae, I** Tnunay, P** Manu, L** Latar belakang dalam penelitian ini adalah hasil pembelajaran masih kurang efektif karena guru tidak menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk mengajar. Guru tetap menggunakan metode ceramah, yang berarti mereka hanya membahas topik pelajaran di depan kelas tanpa mengetahui apakah siswa sudah memahaminya atau tidak. Akibatnya, pelajaran tidak menarik dan siswa menjadi pasif. Selain itu, siswa tidak banyak berinteraksi dengan gurunya dan tidak terlalu memperhatikan kegiatan pembelajaran. Sebagian besar siswa senang bermain dan berbicara sendiri dengan temannya di kelas, tetapi hanya sebagian kecil yang mendengarkan penjelasan guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah dirumuskan “apakah terdapat pengaruh metode scramble terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 10 Kota Kupang?” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode scramble terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 10 Kota Kupang. Metode Penelitian yang digunakan adalah eksperimen post tes only control group design, dalam desain eksperimen ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari pengujian dua sampel yang menggunakan uji-t, data membuktikan bahwa nilai thitung = 5,34 > ttabel 2,042 pada taraf signifikan 0,05 (5%). Rata-rata skor hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 1025 dan rata-rata skor hasil belajar siswa pada kelas kontrol adalah 656. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah sebelum menggunakan metode scramble hasil belajar kognitif siswa rendah, dibandingkan menggunakan metode scramble hasil belajar kognitif siswa meningkat. Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh metode scramble terhadap hasil belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SMP Negeri 10 Kota Kupang. Saran bagi sekolah, adanya kerja sama dalam hal perizinan pembelajaran scramble, adanya buku sumber untuk menunjang proses pembelajaran dan adanya fasilitas untuk mempermudah siswa dalam proses pembelajaran.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KEHADIRAN JEMAAT DALAM IBADAH MINGGU DI JEMAAT IMANUEL ONANBALU KLASIS SEMAU

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab rendahnya kehadiran jemaat dalam mengikuti ibadah minggu di jemaat Imanuel Onanbalu. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah Faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya kehadiran jemaat dalam ibadah minggu pagi di jemaat Imanuel Onanbalu?. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode deskriptis teks dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Jemaat Imanuel Onanbalu Klasis Semau dengan jumlah sampel 12 informan. Teknik pengumpulan data dengan pedoman wawancara. Teknik analisis data dengan Reduksi Data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa faktor penyebab tingkat kehadiran jemaat sangat bervariasi dan tingkat kehadiran juga dipengaruhi oleh persiapan khotbah, liturgi, jam ibadah, jemaat lanjut usia dan sakit serta konflik. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa, Ibadah minggu memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan jemaat, baik dari segi spiritual, emosional, maupun sosial. Ibadah minggu bukan hanya merupakan waktu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga sebagai momen untuk memperbaharui diri, serta menemukan solusi untuk berbagai masalah melalui mendengarkan khotbah. Serta perlunya penyesuaian waktu ibadah liturgi serta khotbah dan juga kunjungan pastoral bagi jemaat lanjut usia dan sakit serta penyelesaian konflik.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREATIVITAS SISWA PADA JAM PEMBELAJARAN DI SMA SWASTA KRISTEN TARUS TAHUN AJARAN 2023/2024

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREATIVITAS SISWA PADA JAM PEMBELAJARAN DI SMA SWASTA KRISTEN TARUS TAHUN AJARAN 2023/2024 Ndun, P. A.)* Natonis, A. D.)** Pellu, H. L.)** Penelitian ini membahas tentang faktor faktor yang mempengaruhi kreativitas siswa pada jam pembelajaran di SMA Swasta Kristen Tarus Tahun Ajaran 2023/2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Faktor faktor yang mempengaruhi kreativitas siswa pada jam pembelajaran di SMA Swasta Kristen Tarus dengan menggunakan metode kualitatif yakni bersifat deskriptif. Sampel atau sumber data dalam penelitian ini ada dua yakni data primer (Siswa kelas X IPA dan IPS) 17 siswa dan data sekunder (RPP, foto dan arsip arsip lainnya). Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini dengan dua cara yakni observasi dan wawancara. Dan teknik analisis data dalam penelitian ini terdapat tiga tahap yakni; reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan, Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa faktor faktor yang mempengaruhi kreativitas belajar siswa di SMA Swasta Kristen Tarus sudah cukup baik , dan terus untuk ditingkatkan setiap kreativitas belajar yang akan diterapkan di kelas agar meningkatkan ide-ide dan dapat di ekspresikan di dalam kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua faktor dominan yang mempengaruhi kreativitas, yaitu keadaan saat pembelajaran dan rangsangan dari lingkungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kreativitas belajar siswa dipengaruhi oleh keadaan saat pembelajaran dan rangsangan dari lingkungan Kata kunci: Kreativitas Belajar Siswa.

KONTRIBUSI GAYA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DENGAN PRESTASI MURID KELAS 6 DI SD GMIT 1 KUANINO TAHUN AJARAN 2023/2024

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan agama kristen. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VI di SD GMIT Kuanino 1 Kupang Tahun Pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 10 siswa. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel terikat berupa penerapan gaya mengajar kepada siswa. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan tes soal, gaya mengajar guru dan prestasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuesioner, tes soal dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk persentase dan analisis korelasi dengan chi square. Berdasarkan hasil tes yang di hitung mengunakan SPSS hasil post-test yang diberikan kepada 10 orang siswa mendapatkan hasil bahwa yang memiliki kategori sedang sebanyak 6 orang, dan siswa dengan kategori Tinggi sebanyak 4 orang, sehingga dapat dikatakan bahwa ada perubahan nilai pendidikan agama kristen siswa kelas 6 setelah diberikan penerapan gaya mengajar. Sehingga dapat di simpulkan bahwa gaya mengajar guru dapat membuat kontribusi terhadap prestasi belajar siswa.