Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DENSIANA LURUK SERAN (17381978) Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kappaphcus merupakan salah satu rumput laut panghasil karaginan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor perikanan Indonesia di pasar dunia. Seleksi varietas merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan mengurangi penyakit. Desa Tablolong, di Kabupaten Kupang memiliki potensi budidaya Kappaphycus spp. yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus spp. yang memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan lebih tahan terhadap penyakit ice-ice yang dibudidayakan di Perairan Tablolong. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 7 minggu pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Kappaphycus spp. yang diuji adalah Varietas Tambalang hasil kultur jaringan dari Rote, Varietas Sacol dari Sulamu, Varietas Sacol dari Semau dan Varietas Cottonii dari Pasir Panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan metode budidaya adalah metode lepas dasar. Data pertumbuhan dan penyakit ice-ice di ambil setiap 7 hari sekali. Pengukuran parameter kualitas air berupa suhu, salinitas, kecepatan arus, Ph dan kecerahan. Data pertumbuhan yang dianalisis adalah Pertumbuhan Harian, Pertumbuhan Spesifik dan Pertumbuhan Mutlak. Sementara data penyakit adalah Insiden dan Intensitas penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertambahan berat Kappaphycus spp. tertinggi di Perairan Tablolong adalah Sacol Sulamu dengan nilai rata-rata tertinggi 844,50 gram pada minggu ke tujuh dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 295,60 gram pada minggu ke tujuh. Pertumbuhan harian dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu yaitu 13,00 gram/hari, sedangkan pertumbuhan terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 2,85 gram/hari. Pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata tertinggi pada Sacol Sulamu yakni 5,73 %/hari, sedangkan pertumbuhan spesifik terendah pada Cottonii Pasir Panjang dengan nilai 2,18%/hari. Pertumbuhan mutlak dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu 744,5 gram dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 195,6 gram. Untk Insiden penyakit ice-ice, Cotonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 61,85 % sedangkan paling rendah Sacol Sulamu dengan nilai 34,02 %. Untuk Intensitas penyakit, Cottonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 19,80 % sedangkan paling rendah Tambalang hasil Kultur jaringan Rote dengan rata-rata 3, 88 %.

ANALISIS KANDUNGAN KARBON PADA BIOMASSA LAMUN DI PERAIRAN LALENDO DAN PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YANDRI P. BENU (16382402) Analisis Kandungan Karbon pada Biomassa Lamun di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kabupaten Kupang: Ir. YOHANES MERRYANTO S, M.Si., Ph.D dan ALFRED G.O. KASE S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemanasan global (global warming) mengakibatkan dampak perubahan iklim. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer sehingga terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi. Karbondioksida (CO2) adalah contoh gas rumah kaca yang memberikan pengaruh terbesar. Lamun adalah salah satu tanaman yang memiliki kemampuan menyerap karbon di atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa melalui proses fotosintesis. Lamun yang terdapat di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang membentuk suatu komunitas yang luas dengan kelimpahan individu dan keragaman jenis lamun yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume, biomassa dan cadangan karbon yang tersimpan pada jaringan lamun bagian atas substrat (daun dan tangkai) dan bawah substrat (akar dan rimpang). Pengambilan data lapangan dilakukan pada tegakan semua jenis lamun yang ditemukan di dalam transek kuadran di lokasi penelitian. Perhitungan volume tegakan menggunakan persamaan tabel kerapatan dan nilai biomassa menggunakan nilai berat kering yang dikonversi dengan nilai kerapatan. Sedangkan, perhitungan karbon diperoleh melalui tahap pengukuran berat abu, bahan organik, konstanta nilai karbon (1,724) kemudian nilai biomassa dikonversikan dengan nilai karbon sehingga mendapatkan nilai akhir kandungan karbon. Selanjutnya, nilai karbon yang telah diperoleh pada setiap jenis lamun dijumlahkan untuk mendapatkan nilai estimasi total stok karbon pada masing-masing stasiun. Hasil penelitian menunjukan nilai total rata-rata stok karbon pada bagian bawah substrat lebih besar dibandingkan bagian atas substrat pada kedua lokasi penelitian. Nilai rata-rata stok karbon di Perairan Lalendo yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 309,21 gC/m2 (73%) dan bagian atas substrat sebesar 113,82 gC/m2 (27%). Sedangkan nilai rata-rata stok karbon di Perairan Tablolong yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 466,72 gC/m2 (76%) dan bagian atas subtsrat sebesar 146,75 gC/m2 (24%). Sedangkan nilai estimasi total stok karbon per stasiun menunjukan sumbangan stok karbon di perairan Tablolong lebih besar dibandingkan di perairan Lalendo didasarkan pada nilai estimasi total rata-rata stok karbon yaitu pada Perairan Tablolong sebesar 613,47 gC/m2 dibandingkan Perairan Lalendo sebesar 423,04 gC/m2.

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG Andi Deryes Faot ABSTRAKSI Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen.Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas didalam suatu organisasi segala potensi yang dimiliki sumber daya manusia dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dessler (2003:36) yaitu : Strategic Human Resource Management is the linking of Human Resource Management with strategic role and objectives in order to improve business performance and develop organizational cultures and foster innovation and flexibility”. Terlihat bahwa para pimpinan organisasi harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja serta mengembangkan budaya organisasi yang akan mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Hafid, et.al. 2014:30). Simamora (2004 : 273) Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Pelatihan mempunyai manfaat pada karier jangka panjang karyawan, untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. Istilah kinerja berasal dari kata Job performance atau actual performance (prestasi kinerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara dalam Subekhi dan Jauhar,2012:193). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai pada lembaga pemasayarakatan perempuan kelas II B Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dan jumlah Populasi sebanyak 68 orang pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil uji parsial pertama penelitian ini menunjukan variabel pendidikan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan kinerja pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang, hal ini terlihat dari signifikansi pendidikan (X1) 0,779 > 0,01 dan nilai t hitung 0,2822,431 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Hasil uji regresi kedua secara parsial kedua signifikansi pada variabel pelatihan diketahui nilai signifikansi variabel pelatihan (X2) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B kupang sebagai berikut. nilai signifikansi variabel pelatihan 0,0000,01 dan t hitung 5,588 > 2,431 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel pelatihan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Kemudian pada uji simultan (uji F)diketahui nilai signinifikansi untuk variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) secara simultan terhadap variabel Kinerja (Y) adalah sebesar 0,0000,01 dan nilai F hitung 15,611>F tabel 2.43145 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pendidikan (X1) dan pelatiahan (X2) secara simultan terhadap Kinerja pegawai (Y). Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi (uji R2) diketahui nilai R squre 0,428 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel pendidikan (X1) dan pendidikan (X2) secara simultan terhadap variabel kinerja (Y) adalah sebesar 45,8% sisanya dijelaskan oelh variabel-variabel lain yang tidak ikut dalam analisis.Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai sehingga Penelitian selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai.

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI OEJAIN DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESIKE M. R TAFULI (16384150). Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Teres, Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu daerah yang menyediakan habitat bagi makroalga adalah perairan Pantai Teres yang terletak di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir pantai yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup melimpah termasuk makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di perairan Pantai Teres yang ditinjau dari kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan frekuensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan dan metode survei. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode transek sebanyak 5 transek dengan jumlah kuadran tiap-tiap transek adalah 5 kuadran. Pengukuran kualitas perairan meliputi suhu, salinitas, arus, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makroalga yang ditemukan di Perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen terdiri dari 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta serta 11 spesies. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Bornetella oligospora (sebesar 64,44 ind/m2), dan kepadatan relatif adalah Bornetella oligospora (sebesar, 43,80%). Kepadatan jenis dan relatif terendah adalah Sargassum sp. Dimana kepadatan jenis (sebesar 33,88 ind/m2) dan kepadatan relatif (sebesar 0,98%). Keanekaragaman jenis makroalga di perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen tergolong rendah, keseragaman jenis makroalga tergolong tidak merata dengan nilai E mendekati 0, dominansi jenis makroalaga dengan nilai artinya terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi dengan rata-rata (sebesar 1), dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah jenis Bornetella oligospora. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi (1) dan frekuensi relatif tertinggi (sebesar 24)%.

ANALISIS USAHA PEDAGANG IKAN DI PASAR IKAN PASIR PANJANG KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GORDIANUS PIRU (15380038) Analisis Usaha Pedagang Ikan di Pasar Ikan Pasir Panjang Kota Kupang: ALFRED G. O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D dan BEATRIX M. REHATTA, S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perikanan merupakan salah satu komoditas yang potensial di daerah Nusa Tenggara Timur. Kondisi geografis ini sangat menguntungkan dan memungkinkan Nusa Tenggara Timur sebagai daerah sentra produksi perikanan Kota Kupang memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat baik di Kelola dan dimanfaatkan oleh para pedagang ikan dalam usaha meningkatkan ekonomi keluarga dengan usaha dagang ikan di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil usaha pedagang ikan di Pasar Pasir Panjang Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang didukung menggunakan metode survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Metode analisis data menggunakan persamaan yaitu, pendapatan bersih, Return on Investment (ROI), Break Even Point (BEP), Benefit Cost Ratio (BCR). Hasil penelitian menunjukkan Nilai return on investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang yaitu 1,34. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang layak untuk dijalankan. Nilai B/C Rasio perbulan yang diperoleh dalam usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang yaitu 7,29. Angka ini menunjukan secara ekonomis usaha usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang layak untuk dijalankan. Nilai Break Even Point (BEP) usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang akan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 31 kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp.47.000 pada penjualan total produksi 34 kg. Kata Kunci : Pasar Ikan, ROI, BEP, BCR.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE (2018-2020)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan publik di Indonesia. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah profitabilitas, likuiditas, leverage keuangan, ukuran perusahaan sebagai variabel independen sedangkan ketepatan waktu sebagai variabel dependen. Sampel penelitian ini terdiri dari 10 perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menyampaikan laporan keuangan ke OJK dalam periode tahun 2018-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan pemilihan sampel dengan menggunakan metode purposive. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel Profitabiltas negatif sebesar (–0.047) yang berarti bahwa setiap peningkatan profit sebesar 1% akan mengakibatkan profitabilitas sebesar (-0,047) atau 4,7%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk profitabilitas (negatif) sebesar (-0.774) dengan tingkat siknifikan sebesar 0.446>0.05, maka dapat dikatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel Likuiditas positif sebesar 0.032 yang berarti bahwa setiap peningkatan likuiditas sebesar 1% akan mengakibatkan profitabilitas sebesar 0.032 atau 3.2%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk likuiditas (positif) sebesar 0.280 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.782>0.05, maka dapat dikatakan bahwa likuditas tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel laverage (negatif) sebesar (-0.050) yang berarti bahwa setiap peningkatan laverage sebesar 1% akan mengakibatkan laverage sebesar (-0.050) atau 5%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk laverage (negatif) sebesar -0,255 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.801>0.05, maka dapat dikatakan bahwa laverage tidak berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel ukuran perusahaan (positif) sebesar 0.033 yang berarti bahwa setiap peningkatan ukuran perusahaan sebesar 1% akan mengakibatkan ukuran perusahaan sebesar 0.033 atau 3.3%, selain itu pada uji t nilai thitung untuk ukuran perusahaan (negatif) sebesar -0,225 dengan tingkat siknifikan sebesar 0.801>0.05, maka dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Kata Kunci : Ketepatan Waktu, Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Dan Ukuran Perusahaan.

Produktivitas dan musim penangkapan ikan tuna sirip kuning (thunnus albacares) di perairan sikka

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Ikan tuna merupakan salah satu komuditas ekspor non migas bernilai tinggi di Indonesia. Menurut komisi Nasional pengkajian stok, potensi perikanan tuna di Indonesia cukup besar meskipun tingkat penmanfaatan di beberapa daerah masih rendah, Perairan Sikka merupakan salah satu wilayah pengelola perikanan tuna di Indonesia, produksi tuna di kabupaten Sikka dalam 2 tahun terakir yaitu pada tahun 2019 mencapai 518.453 ton/tahun dan pada tahun 2020 mencapai 334.702 ton/tahun mengalami penurunan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa produktivitas dan musim penangkapan di Perairan Sikka terhadap ikan tuna sirip kuning (thunus albacares) meliputi jumlah penangkapan dan musim. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – bulan September 2021. Produktivitas ikan sirip kuning (thunus albacares) di Perairan Sikka di dapat dari perhitungan CPUE, sedangkan musim penangkapan dapat diketahui dengan melakukan wawancara. Data statistik DKP Kab. Sikka dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2020) yaitu pada tahun 2016 sebanyak 1.722 ton/trip, tahun 2017 sebanyak 1,890 ton/trip, tahun 2018 sebanyak 2,028 ton/trip, tahun 2019 sebanyak 2,191 ton/trip, dan tahun 2020 sebanyak 2,322 ton/trip dengan total rata rata tahunan sebesar 2 ton/trip. Puncak musim penangkapan sumberdaya ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di Perairan Sikka sepanjang tahun dan berdasarkan hasil wawancara langsung musim penangkapan yang baik terjadi pada bulan Maret - April dan september. Kata kunci:Thunnus albacares,Produksi dan Musim Penangkapan, Perairan Sikka ABSTRACT Tuna is one of the high value non-oil and gas export commodities in Indonesia. According to the National Commission for Stock Assessment, the potential for tuna fisheries in Indonesia is quite large, although the utilization rate in some areas is still low, Sikka Waters is one of the tuna fisheries management areas in Indonesia, tuna production in Sikka Regency in the last 2 years, namely in 2019 reached 518,453 tons / year and in 2020 it reached 334,702 tons / year experiencing a decrease in production. This study aims to determine and analyze the productivity and fishing season in Sikka waters for yellowfin tuna (Thunus albacares) including the number of catches and the season. This research was carried out in July – September 2021. The productivity of yellowfin fish (Thunus albacares) in Sikka Waters was obtained from CPUE calculations, while the fishing season could be determined by conducting interviews. DKP Kab. Sikka in the last 5 years (2016-2020), namely in 2016 as many as 1,722 tons/trip, in 2017 as many as 1,890 tons/trip, in 2018 as many as 2,028 tons/trip, in 2019 as many as 2,191 tons/trip, and in 2020 as many as 2,322 tons/trip with a total annual average of 2 tons/trip. The peak fishing season for yellowfin tuna (Thunnus albacares) in Sikka waters throughout the year and based on direct interviews, the good fishing season occurs in March - April and September. Keywords: Thunnus albacares, Production and Fishing Season, Sikka Waters

KONTRIBUSI EKONOMI ISTRI NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN KELURAHAN NUNHILA (PANTAI BATU KEPALA), DAN KELURAHAN NUN BAUN SABU KECAMATAN ALAK, KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MARIA ELYSABETH PANDIE (15380123). Kontribusi Ekonomi Istri Nelayan Terhadap Pendapatan Keluarga Nelayan Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perempuan memiliki kontribusi yang berarti terhadap kondisi ekonomi rumah tangga nelayan. Peran wanita nelayan dari berbagi lapisan sosial yang berbeda dalam usaha perikanan maupun non-perikanan diharapkan dapat berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi ekonomi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Penelitian ini telah dilaksanan pada bulan Januari 2021 di Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi istri nelayan di Kelurahan Nunhila dan Kelurahan Namosain bekerja sebagai penjual ikan, kios, penjual sayur, penjual lauk, dan tenun kain. Kontribusi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Nunhila yaitu 26.02% dan Kelurahan Namosain adalah sebesar 22.35%

Kualitas Garam Masak Yang di Proses Secara Tradisional Di Desa Jenilu Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Garam memiliki peran strategis yaitu sebagai bahan pokok bagi kebutuhan konsumsi dan juga merupakan bahan baku berbagai industri, kebutuhan konsumsi antara lain digunakan untuk konsumsi rumah tangga, industri makanan, industri minyak goreng, industri pengasinan dan pengawetan ikan, sedangkan kebutuhan industri antara lain industri perminyakan, tekstil dan peramakan kulit, industri pakan ternak, industri chlor alkali (CAP), dan industri farmasi. Metode yang digunakan dalam pengujian adalah metode deskriptif komparatif yaitu suatu metode yang digunakan untuk membandingkan data penelitian yang diperoleh dengan fakta-fakta yang ada (SNI 4435-2017) serta menjelaskan hubungan antara satu faktor dengan faktor yang lainnya (Sugiyono, 2008). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kualitas garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Jenilu. Penelitian ini dilaksanakan selama Januari sampai Februari 2022 di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu untuk Observasi dan untuk pengambilan sampel. Laboratorium Eksakta UKAW untuk organoleptik, serta di Laboratorium PT. Saraswati Indo Genetech (SIG), Bogor untuk pengujian kadar air, kadar garam, iodium, mineral (kalsium dan magnesium). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembuatan garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu meliputi tanah digaruk/dikumpulkan dan air laut ditampung dalam kolam jebakan, penyaringan selama ± 1 jam, pemasakan/perebusan selama ± 7 jam, penerisan selama ± 2 jam, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Jenilu untuk pengujian Kadar air: 7,94%, NaCl: 83,42%, Iodium: 20,36 mg/kg, Magnesium: 645,68 mg/100 g dan Kalsium: 848,54 mg/100 g Desa jenilu perlu memperhatikan proses teknik pembuatan garam masak yang baik dan garam yang sudah diproses harus dilanjutkan dengan proses penjemuran sehingga kadar airnya sesuai dengan SNI 4435-2017. Kata Kunci : Garam, kualitas, industri, produksi SUMMARY JEVRINO EVANDER BERE (15390004) Quality of Cooked Salt Traditionally Processed in Jenilu District Kakuluk Mesak District, Belu Regency: (Yunaldi H. Teffu, S.Pi, M,Si Supervisor I and Mada M. Lakapu, S.Si, M.Si Supervisor II) Fishery Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Kupang Christian University. Salt has a strategic role, namely as a staple for consumption needs and is also a raw material for various industries, consumption needs include being used for household consumption, food industry, cooking oil industry, salting and fish preservation industry, while industrial needs include the petroleum industry, textiles and leather forecasting, animal feed industry, chlor alkali (CAP) industry, and pharmaceutical industry. The method used in testing is a comparative descriptive method, which is a method used to compare research data obtained with existing facts (SNI 4435-2017) and explain the relationship between one factor and another (Sugiyono, 2008). This study was conducted to determine the quality characteristics of cooking salt produced traditionally in Jenilu Village. This research was carried out from January to February 2022 in Jenilu Village, Kakuluk Mesak District, Belu Regency for Observation and for sampling. UKAW Exact Laboratory for organoleptics, as well as in the PT. Saraswati Indo Genetech (GIS), Bogor for testing water content, salt content, iodine, minerals (calcium and magnesium). The results of this study show that the technique of making cooking salt produced traditionally in Jenilu Village, Kakuluk Mesak District, Belu Regency includes soil scratched/collected and seawater accommodated in trap ponds, filtration for less than ± 1 hour, cooking / boiling for ± 7 hours, sprinkling for ± 2 hours, packaging and distribution. The quality of cooking salt produced traditionally in Jenilu Village for testing Moisture content: 7.94%, NaCl: 83.42%, Iodine: 20.36 mg / kg, Magnesium: 645.68 mg / 100 g and Calcium: 848.54 mg / 100 g Jenilu village needs to pay attention to the process of making good cooking salt and the salt that has been processed must be continued with the drying process so that the water content is in accordance with SNI 4435-2017. Keywords : Salt, quality, industry, production

PENGARUH LIKUIDITAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN(Studi Kasus Pada Perusahaan Sub Sektor Kimia Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan didirikan suatu perusahaan yaitu memaksimalkan laba dan memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Memaksimalkan pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham.Perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia memiliki nilai perusahaan yang selalu mengalami peningkatan dari tahun 2018-2021.Nilai perusahaan merupakan indikator penilaian pasar bagi perusahaan secara keseluruhan sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggiDalam meningkatkan nilai perusahaan ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu likuiditas,ukuran perusahaan dan profitabilitas. Likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia (Syamsuddin dalam Ristanti, 2015). Pengukuran likuiditas menggunakan rasio lancar(Current Ratio)Ukuran perusahaan (Size) menggunakan nilai buku dari total aset atau total aktiva sebagai proksi size. Rasio profitabilitas bertujuan untuk mengukur efektivitas manajemen yang tercermin pada imbalan atas hasil investasi melalui kegiatan perusahaan atau dengan kata lain mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan dan efisiensi dalam pengelolaan kewajiban dan modal. Profitabilitas diukur menggunakan Return On Assets (ROA). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh likuiditas, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Metode dalam menentukan sampel dengan purposive sampling sehingga Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 32 yang berasal dari delapan perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian data sekunder, Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, sumber data berupa data sekunder. Teknik analisis yaitu analisis pendahuluan menggunakan metode deskriptif dan analisis lanjutan yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan uji asumsi klasik. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa likuiditas (Current Ratio) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukan bahwa semakin tingi likuiditas maka nilai perusahaan akan semakin meningkat. ukuran perusahaan (Size) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan memliki pengaruh terhadap nilai perusahaan tetapi pengaruh yang negatif yaitu semakin besar ukuran perusahaan maka nilai perusahaan akan menurun. Profitabilitas (Return On Assers) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa besar kecilnya proftablitas yang dimiliki oleh perusahaan tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan.

EKSPLORASI MINAT BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN BOLA VOLI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK EKSPLORASI MINAT BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN BOLA VOLI Ignasius Dedy Purwanto Sepu1*, David Loba2, Dortean A. Jois Jaha3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, Eksplorasi Minat belajar siswa menggunakan sarana dan prasarana pembelajaran bola voli tumbuh melalui, perasaan senang, keaktifan, dan perhatian, serta strategi guru dalam mengatasi sarana dan prasarana pembelajaran bola voli yang kurang memadai. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaituuntuk Mengeksplorasi minat belajar siswa menggunakan sarana dan prasarana pembelajaran bola voli. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini guru penjas orkes dan siswa kelas VIII(C) SMP Negeri 10 Kupang Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi minat belajar siswa menggunakan sarana dan prasarana pembelajaran bola voli adalah minat siswatumbuh melalui, perasaan senang, keaktifan dan perhatianterhadap proses pembelajaran bola volikarena guru mampu memfasilitasi sarana dan prasarana pembelajaranmenggunakanstrategi pembelajaranyang dimilikidalam mengatasi sarana dan prasarana pembelajaran bola voli yang kurang memadai. Simpulan:Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa eksplorasi minat belajar siswa menggunakan sarana dan prasarana pembelajaran bola voli, tumbuhmelalui,perasaan senang, keaktifan dan perhatian,dengan peran guru melalui strategi pembelajaran yang dimiliki, guna mengatasi sarana dan prasarana yang kurang memadai. Katakunci:Ekplorasi Minat Belajar Siswa Menggunakan Sarana Dan Prasarana Pembelajaran Bola Voli.

Analisis Sampah Plastik Yang Terdapat Pada Hutan Mangrove

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pencemaran pada area mangrove tidak dapat dipandang hanya sebagai permasalahan yang terjadi di laut, karena lautan dan daratan merupakan satu kesatuan ekosistem yang tidak dapat dipisahkan dan terpengaruh satu dengan yang lainnya. laut juga merupakan tempat pembuangan langsung oleh kegiatan manusia atau industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis sampah plastik yang terdapat pada hutan mangrove di Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Penelitian ini telah dilaksanakan di ekosistem mangrove Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, kemudian pengamatan terhadap sampah laut dilakukan dengan cara membuat transek sabuk (belt). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis sampah yang terdapat pada stransek 1 (satu) terdiri dari jenis sampah plastik botol air mineral, kemasan sampo dan kosmetik, plastik pembungkus, plastik kemasan, botol bayi, mika, pipa dan sikat gigi, dengan jumlah terbanyak adalah jenis sampah plastik jenis botol air mineral yaitu 18 potongan dan berat 284 gr. Jumlah potongan sampah dan jumlah berat potongan sampah dengan nilai tertinggi terdapat pada hutan mangrove di transek 2 sebanyak 29 potongan, dan kepadatan mutlak dan total berat dengan nilai kepadatan mutlaknya 1,39 dan total beratnya 418 gram.

PERAN GURU PENJASORKES DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SD GMIT NO 7 OEBUFU PADA MASA PANDEMI COVID-19

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Peran Guru Penjasorkes dalam Proses Pembelajaran di SD GMIT No 7 Oebufu Pada Masa Pandemi Covid-19 David Dapawole1, .Andreas J.F.Lumba, .2 Agustinus J.Nafie,. 3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Peran guru kini sangatlah penting mengingat proses belajar sudah tidak bisa bertatap muka lagi. Guru harus benar-benar berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan secara online. Peran guru sebagai motivator, inovator, harus dipraktekkan dalam pembelajaran daring.Karena guru adalah orang pertama dan utama sebagai pendidikan negara mengingat pendidikan adalah wadah pencetak generasi bangsa. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelilitian ini adalahuntukmengetahuiPeran guru Penjasorkes dalam PembelajarandiSD GMIT No 7 Oebufu Dimasa Pandemi Covid-19. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat suatu apa adanya (Arikunto 2002). Hasil dan pembahasan:Tujuan penelitian ini adalah menggali informasi terkait dengan peran guru penjasorkes dalam proses pembelajaran di SD GMIT No. 7 Oebufu. Dalam penelitian ini penggunan media dalam pembelajaran online di SD GMIT No. 7 Oebufu sendiri sudah terbilang berjalan dengan cukup baik, dimana media yang digunakan untuk menunjang jalannya pembelajaran online juga sering digunakan setiap hari sehingga memudahkan siswa dalam proses pembembelajaran online. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa peran guru untuk mendukung keaktifan siswa mengikuti pelajaran penjasorkes pada masa pandemi covid-19sangat dibutukan demi keberlangsungan kegiatan belajar siswa. . Katakunci: Peran Guru, Penjasorkes Dalam Proses Pembelajaran.

EVEKTIFITAS PROSES KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENJASORKES PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SD INPRES OEPURA 1 KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Belajar mengajar merupakan suatu proses yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam kegiatan pendidikan. Pendidikan olahraga pun tidak terlepas dari pendidikan yang memafaatkan sumber daya manusia baik itu secara formal dan non formal yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan serta kesegaran jasmani manusia. Melalui pendidikan olahraga, manusia dapat mengembangkan kompetensi serta keahlian yang dimilikinya sehingga mendapatkan prestasi yang diinginkannya Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemic covid-19 Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI, dan guru penjasorkes di SD Inpres Oepura 1 Kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif Hasil dan pembahasan: Adanya efektifitas belajar mengajar Penjasorkes dimana siswa kelas VI secara keseluruhan dapat menghadiri dan mengikuti proses belajar mengajar Penjasorkes dengan penuh semangat dan senang. Terjadinya efektifitas proses belajar mengajar Penjasorkes tentunya tidak terlepas dari faktor pendukung yang diantaranya adalah:1) Siswa, 2) Guru, 3) Lingkungan Simpulan: Dengan adanya kemauan belajar yang dimiliki siswa dan kemampuan guru dalam membimbing siswa, serta lingkungan belajar yang kondusif pada proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemic covid-19 hal ini membuat siswa menjadi bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemi Covid-19.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD EdmandusNgongoMalo*, M. RambuP.Wasak, MelvianusSelan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Latar belakang:Pendidikanjasmanimerupakanpendidikanlewataktivitas-aktivitasjasmaniataupengajarangerakdalammencapaitujuanpendidikan. Kemamapuanpassingadalahkecakapandalammengoper bola kepadatemansendiridalamsuaturegudengansuatutekniktertentu, sebagaiawalpolaserangankepadalawan. Tujuan penelitian:Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikemampuanpassingbawah bola volimelalui model pembelajarankooperatiftipestaddalammeningkatkankemampuanpassing bawah bola volipadasiswakelasVIII SMPN I Wewewa Selatan. Metode penelitian:Penelitianinimerupakanpenelitiantindakankelas (PTK). SubjekdalampenelitianiniadalahsiswakelasVIII SMPN I Wewewa Selatan. Sebanyak 25siswa.Teknikpengumpulan data yang digunakanyaituteknikobservasi.Teknikanalisisdatanyamengunakandeskriptifkualitatif Hasil dan pembahasan:Hasilpenelitianmenunjukanadanyapeningkatankemampuan passingbawa bola volisiswadengannilai rata–rata padasiklus I sebesar 79,33denganpresentaseketuntasansebesar 72%. Dan padasiklus II nilai rata-rata sebesar 96denganpresentaseketuntasansebesar 92%. Simpulan:Berdasarkanhasilpenelitiandiatasmakapenelitianmengambilsebuahkesimpulanbahwapembelajaranpassingbawah bola volimelalaui model pembelajarankooperatiftipestadpadasiswakelasVIII SMPN I Wewewa Selatanselamaduasiklusdapatmeningkatkemampuansiswa yang mencapainilai KKM 75. Sehinggaketuntasanklasikaldalamkelastersebutsudahmencapaidari 75% siswa yang tuntaspassingbawah Bola Voli Katakunci: Metode pembelajaran kooperatif tipestad, Passing bawah bola voli

Karakteristik Produk Fillet Ikan Baronang Asin Dengan Lama Pengeringan Berbeda Menggunakan Rumah Pengering

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan merupakan salah satu jenis pangan yang memiliki kandungan air 80% dan kadar protein 57,3%. Kadar air yang tinggi membuat daging ikan lebih mudah dan cepat mengalami kemunduran mutu. Untuk mencegah proses penurunan mutu maka salah satu metode pengawetan yang dilakukan yaitu dengan proses pengeringan ikan. Salah satu jenis ikan yang terdapat diperairan Nusa Tenggara Timur adalah ikan baronang. Ikan baronang tergolong ikan laut yang bisa dimakan dan memiliki kandungan vitamin B1, Omega-3 dan Zinc yang berkhasiat membantu menambah nafsu makan, selain itu kandungan kalsium dan fosfor yang terdapat dalam ikan baronang juga dapat mencegah keroposnya tulang dan gigi secara alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui karakteristik proksimat (kadar air dan kadar protein), asam amino dan organoleptik pada produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan April 2022 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian kadar air, kadar protein dan pengujian organoleptik serta di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetch Bogor (SIG) untuk uji asam amino. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada satu faktor yang diuji yaitu faktor lama pengeringan terdiri atas 3 taraf perlakuan yaitu A= pengeringan 2 hari (selama 8 jam/hari), B= pengeringan 3 hari (selama 8 jam/hari), C= pengeringan 4 hari (Selama 8 jam/hari). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diuji yaitu kadar air, kadar protein, asam amino dan organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air 41,29-17,28%, kadar protein 14,01-14,85%, produk fillet ikan asin baronang dengan lama pengeringan berbeda terdapat 15 jenis asam amino serta tingkat penerimaan panelis berkisar antara netral hingga suka. Kesimpulan dari karakteristik produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering untuk proksimat nilai kadar airnya 22,43% dan nilai kadar protein 14,70% untuk asam amino terdapat 15 jenis yang terdiri dari 8 jenis asam amino esensial dan 7 jenis asam amino non esensial. Berdasarkan hasil uji organoleptik, produk fillet ikan baronang asin masih di terima panelis dengan kriterian untuk nilai parameter kenampakan yaitu utuh, bersih, kurang rapi, mengkilap menurut jenis, aroma yaitu kurang harum tanpa bau tambahan, tekstur yaitu padat, kompak, lentur, cukup kering sedangkan rasa berkisar yaitu sangat enak, spesifik jenis, tanpa rasa tambahan.

PROFIL USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN APUNG DI KECAMATAN LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Marius Mario Diaz (NIM 15380090). Profil Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikaran dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kabupaten Flores Timur merupakan salah satu sentra pendaratan ikan pada wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis ikan pelagis yang didaratkan misalnya, tuna sirip kuning, baby tuna, cakalang dan tongkol. Sektor Perikanan merupakan potensi yang paling diunggulkan di Kabupaten Flores Timur. Sektor ini diharapkan akan menjadi salah satu penggerak dan penopang perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september 2020 bertempat di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan metode ini peneliti ikut secara langsung ke lapangan untuk mengetahui secara langsung kejadian dilapangan. Pada penelitian ini peneliti meneliti sembilan (9) orang sebagai responden dalam usaha perikanan bagan apung. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa hasil tangkapan ikan nelayan bagan apung yakni ikan tembang (Sardinella sp) tiap satu kali trip memperoleh hasil tangkapan 5-7 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, ikan teri (Engraulidae) tiap satu kali trip 7-10 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, ikan layang (Decapterus sp) tiap satu kali trip 4-5 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) tiap satu kali trip 3-5 ember dengan harga satuan perkilo gram Rp. 18.000. Pendapatan responden perbulan terbanyak pada ikan teri (Engraulidae) dengan jumlah pendapatan Rp. 15.000.000, terbanyak kedua pada ikan layang (Decapterus sp) Rp. 12.000.000, terbanyak ke tiga pada ikan tembang (Sardinella sp) Rp. 10.000.000 dan terendah pada ikan tongkol (Euthynnus affinis) Rp. 9.000.000. Profil usaha nelayan bagan apung di Kecamatan Larantuk Kabupaten Flores Timur berdasarkan hasil penelitian pemasaran ikan yang dilakukan oleh nelayan sebagai berikut: 1.)Bagan apung → Nelayan Pole and Line 2.) Bagan apung → Papalele → Pengecer → Konsumen 3.) Bagan apung → PPI Amagarapati → Papalele → Antar Kabupaten → Konsumen 4.) Bagan apung → Konsumen.

EFEK SUHU DALAM PENYANGRAIAN KOPI BUBUK ASAL SUMBA (Robusta) SERTA SIFAT ORGANOLEPTIKNYA SETELAH DITAMBAHKAN GULA LEMPENG DALAM PENYAJIAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEK SUHU DALAM PENYANGRAIAN KOPI BUBUK ASAL SUMBA (Robusta) SERTA SIFAT ORGANOLEPTIKNYA SETELAH DITAMBAHKAN GULA LEMPENG DALAM PENYAJIAN Mesak D.J. Wolla Rato*), BanoEt M.I Regina SP,MP** )Malelak Zet Ir.M.Si**) ABSTRAK Kopi merupakan minuman yang memiliki cita rasa khas dan memberikan pengaruh fisiologis menyegarkan setelah diminum. Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Kementrian Pertanian, konsumsi kopi nasional mencapai 250 ribu hingga 276 ribu ton pada tahun 2016. Orang Indonesia umumnya terbiasa minum kopi yang dibubuhi gula, susu, atau tambahan lain seperti creamer, madu dan lainnya. Penambahan gula lontar dianggap dapat memberikan rasa manis dan menambah aroma yang berbeda dari gula pasir yang selama ini biasa digunakan untuk minum kopi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh suhu penyangraian pada kopidan penggunaan gula lontar (lempeng) pada minuman Kopi Robusta. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prosesing Fakultas Teknologi Pertanian pada Bulan Desember 2021 Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ( UKAW ) Dan Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW) Pada bulan Februari 2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan variabel pengamatan perlakuan gula lontar (lempeng) pada minuman kopi. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan penambahan gula lempeng yang menghasilkan nilai tingkat pengaruh nyata pada konsentrasi aroma kopi robusta paling tinggi terdapat pada perlakuan B dengan skor rata-rata 3,667 (sangat suka), dan perlakuan a dengan skor 3,311 (sangat suka) tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C dengan skor rata-rata 2,978 (suka) dan perlakuan D yang berbeda nyata dengan skor rata-rata 1,756, (tidak suka). Perlakuan yang menghasilkan nilai tingkat pengaruh nyata yang sangat signifikan robusta paling tinggi terdapat pada perlakuan B dengan skor rata-rata 3,800 tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C dengan skor rata-rata 2,311(suka), dengan perlakuan D dengan skor 2,222 tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C dengan skor rata-rata 2,311 (suka) dan perlakuan D yang berbeda nyata dengan skor rata- rata 2,222, (tidak suka). Analisis kadar air tertinggi terdapat pada Perlakuan A dengan skor 7,262 dan kadar air terendah terdapat pada perlakuan D dengan skor 5, 116. Kata Kunci : Kopi robusta, gula lempeng. Peneliti* Pembimbing**

AN ANALYSIS ON COMMISIVE SPEECH ACT USED BY JOKOWI AND PRABOWO IN INDONESIAN PRESIDENT DEBATES 2019

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian kali ini dengan judul “Analisis Tindak Pidana Komisif yang Digunakan Jokowi dan Prabowo Dalam Debat Presiden Indonesia 2019” ini dilakukan dengan mempertimbangkan rumusan masalah yang terkait dengan jenis-jenis yang terdapat dalam tiga video video debat presiden Indonesia 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi tindak tutur komisif dan jenis tindak tutur komisif yang digunakan Jokowi dan Prabowo dalam debat presiden Indonesia tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan metode dokumentasi untuk mengumpulkan data yang dianalisis dan video yang digunakan dalam penelitian ini adalah “debat presiden Indonesia 2019”. Ada delapan prosedur yang penulis lakukan untuk mencapai tujuan dari penelitian ini. Pertama, penulis menonton video. Kedua, penulis merekam video. Ketiga, penulis membuat transkripsi dari video tersebut. Keempat, penulis menuliskan daftar tindak tutur komisif. Kelima penulis akan mengidentifikasi ekspresi pada tindak tutur komisif. Keenam penulis mengklasifikasikan data berdasarkan jenis tindak tutur komisif. Ketujuh penulis menganalisis jenis-jenis tindak tutur komisif dan kedelapan yang merupakan langkah terakhir, penulis melaporkan hasilnya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa semua jenis tindak tutur komisif ditemukan dalam video debat presiden Indonesia 2019 di antara 75 data tindak tutur komisif dalam video tersebut. Promise menempati urutan pertama dengan 54 data, urutan kedua jaminan dengan 7 data, urutan ketiga penolakan dengan 6 data, penawaran menempati urutan keempat dengan 4 data, ancaman di urutan kelim dengan 3 data, dan yang terakhir adalah relawan di urutan kelima dengan 1 data. Pembahasan penelitian ini menyajikan penjelasan rinci tentang bukti-bukti tertentu yang menyebabkan setiap ekspresi dikategorikan ke dalam setiap jenis tindak tutur komisif